AKSI Insan Pupuk Indonesia Grup Jadikan HUT Republik Indonesia Semakin Bermakna

GRESIK,1minute.id – Sebanyak seratusan insan Pupuk Indonesia Grup mengikuti program Ajang Kolaborasi Seluruh Insan (AKSI) 2025. Tahun ini AKSI dipusatkan di Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. 

Tahun lalu, AKSI diselenggarakan di Dieng, Jawa Tengah. Program yang diikuti oleh ratusan karyawan Pupuk Indonesia Grup, termasuk  Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri menjadikan momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia semakin berwarna dan penuh makna. Program ini menjadi upaya perusahaan membangun kepedulian karyawan terhadap masyarakat, khususnya yang ada di wilayah operasional.

Direktur SDM & Umum PT Pupuk Indonesia (Persero) Tina T Kemala Intan dalam pembukaan AKSI 2025, beberapa waktu lalu menjelaskan bahwa kegiatan ini rutin diselenggarakan Pupuk Indonesia Grup tiap tahun. Untuk tahun lalu AKSI telah dilaksanakan di Dieng, Jawa Tengah. Ia berharap kegiatan ini dapat menginspirasi insan Pupuk Indonesia Grup untuk berbuat positif yang berdampak pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

“Mari kita jadikan AKSI sebagai budaya perusahaan yang mengedepankan kolaborasi khususnya dengan stakeholder di wilayah operasional Pupuk Indonesia Grup untuk mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan,” ujar Tina.

Di tempat yang sama, Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Adityo Wibowo menyampaikan bahwa AKSI yang diinisiasi oleh Pupuk Indonesia merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Sebagai bagian dari BUMN, Petrokimia Gresik tidak hanya berorientasi pada profit, tapi juga harus memberikan kebermanfaatan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

“Peringatan HUT RI tahun ini semakin bermakna karena diwarnai dengan kepedulian sosial dan kolaborasi Insan Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia Grup. Karyawan-karyawan inilah yang nantinya akan menjadi penerus perusahaan, sehingga harus dibangun kepeduliannya terhadap masyarakat. Founding father mewariskan semangat kepada kami, semakin maju perusahaan semakin besar pula kontribusi untuk masyarakat,” tandas Adit, sapaan akrab Adityo Wibowo.

 Pelaksanaan AKSI 2025 yang bertepatan dengan HUT ke-80 RI diawali dengan upacara kemerdekaan bersama masyarakat. Momentum ini bukan hanya menjadi simbol nasionalisme, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian antar-insan.

“Semangat kemerdekaan harus tercermin dalam aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. AKSI 2025 menjadi wadah bagi insan Pupuk Indonesi Grup, untuk merayakan kemerdekaan dengan karya nyata. Alhamdulilah tahun ini Petrokimia Gresik dipercaya sebagai tuan rumah AKSI,” tambah Adit.

Program AKSI yang diikuti oleh 100 karyawan Pupuk Indonesia Grup dari lintas unit kerja ini digelar mulai tanggal 16 – 20 Agustus 2025. Kegiatan ini fokus pada empat pilar, yaitu Pilar Pertanian, Sosial, Pendidikan, dan Lingkungan.

Selama lima hari pelaksanaan, berbagai kegiatan digelar di Desa Sumbersewu. Di bidang pertanian, Petrokimia Gresik bersama insan AKSI melaksanakan sosialisasi pemupukan berimbang, edukasi hidroponik untuk ibu-ibu PKK, serta pengolahan lahan pascapanen semangka. Di bidang pendidikan, peserta AKSI memberikan pembekalan kepada pelajar melalui simulasi tanggap bencana, pengenalan robotika, kelas inspirasi, dan pojok literasi.

Adapun di bidang sosial, kegiatan yang dilaksanakan meliputi senam massal dan pemeriksaan kesehatan gratis, pendampingan UMKM melalui penguatan kemasan dan branding, aksi bersih lingkungan dan gotong royong bersama warga, lomba kemerdekaan, hingga turnamen olahraga. Sementara di bidang lingkungan, insan AKSI bersama masyarakat melakukan penataan kawasan wisata Pantai Gumuk Kantong, aksi bersih pantai, penanaman 100 pohon cemara, pemanfaatan limbah ternak sebagai media tanam, serta pelepasan tukik hasil konservasi.

“Dengan semangat kolaborasi insan perusahaan, AKSI 2025 menjadi bukti komitmen BUMN dalam mengawal ketahanan pangan, mendorong kemandirian masyarakat, serta menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari pembangunan nasional yang berkelanjutan,” tutupnya. (yad)

AKSI Insan Pupuk Indonesia Grup Jadikan HUT Republik Indonesia Semakin Bermakna Selengkapnya

Rumah Adat Osing, Desa Kemiren, Sisa Masyarakat Blambangan

BANYUWANGI, 1minute.id- Rumah Adat Osing tertata rapi. Saling berhadap-hadapan. Rumah adat itu berbahan  dari kayu. Tembok dari anyaman bambu. Gebyok dan pagar rumah terbuat kayu. Bentuk bangunan nyaris sama satu sama lainnya. Jalannya resik. Suasana di kampung Rumah Adat Osing itu terasa nyaman. Ayem. Sanusi, 89 tahun salah satu penghuni rumah adat Osing itu. Kakek 6 cucu itu tinggal bersama istrinya yang terkena stroke.  Pasutri itu duduk di gang kecil di samping rumah pada Sabtu, 19 Maret 2022.

RAMBU : Arah petunjuk jalan menuju rumah adat Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu, 19 Maret 2022 (FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Istri Sanusi mengunyah susur. Sanusi menikmati ngudut. Sanusi dengan ramah mempersiapkan wartawan  1minute.id  dan tujuh wartawan lainnya masuk ke dalam rumah. “Saya buka kan pintu depan dulu ya,”kata bapak 4 anak dan 6 cucu itu.  Namun, delapan wartawan, termasuk 1minute.id mengikuti Sanusi masuk lewat pintu samping rumah. Lewat dapur.

Dapur rumah Sanusi ukuran sekitar 4 meter persegi. Dinding dapur terbuat dari anyaman bambu (ghedek). Sinar matahari bisa menerobos masuk lewat lubang anyaman bambu.  Perkakas dapur alami. Kompor menggunakan kayu bakar. Lantai plesteran semen. Tapi, dapur terlihat bersih. Tidak ada perkakas berserakan. Apalagi belum di cuci. “Tadi Saya masak. Ayo makan,”ajak Sanusi.

PENDUDUK ASLI : Sanusi dan istrinya duduk santai di gang sempit samping rumahnya di kampung Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu, 19 Maret 2022 (FOTO : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sanusi masak sendiri karena istri belum pulih kesehatan akibat serangan stroke. Sehari-hari, Sanusi bertani. Selain tandur, merawat istri. Karena anak dan cucu tidak tinggal satu rumah dengan Sanusi. Setelah menunjukkan kondisi dapur, Sanusi masuk ruang utama. Di ruang utama itu, terdapat sekat kamar tidur dan meja tamu. Untuk menerangi ruang tamu, Sanusi membuka pintu depan rumah. “Kalau dinding kamar kayunya lama. Kayu jenis Tanjang. Kayu hutan,”jelasnya. 

BERSIH : Ini bagian dapur rumah Sanusi di kampung adat Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi pada Rabu, 19 Maret 2022 (FOTO : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sanusi, penduduk asli  Dusun Kedaleman, Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Untuk menuju kampung ini, wisatawan menyusuri kampung kemudian menyeberangi jembatan dan jalan menanjak. Suasana masih asri. Sehingga terasa nyaman karena rindang mesti terik matahari. 

Dalam prasasti yang ditulis di sebuah lembar papan kayu dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris ) disebutkan Kemiren dari kata Kemiri dan Duren. Dahulu banyak bumbu pohon Kemiri dan Durian. Desa Kemiren dihuni oleh masyarakat suku Osing-suku asli Banyuwangi. Atau sisa masyarakat Blambangan. 

SEJARAH SINGKAT: Prasasti tertulis di selembar kayu menceritakan tentang sejarah Desa Kemiren yang terdapat rumah Adat Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi pada Sabtu, 19 Maret 2022 ( FOTO: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Kepala Desa pertama bernama Walik menjabat pada 1657. Desa Kemiren milik banyak keunikan mulai dari Adat, tradisi, kesenian, kuliner hingga pola hidup masyarakat yang masih dijaga masyarakat setempat. 
Sanusi berpesan kepada anak-anak muda untuk menjaga tradisi dan tidak neko-neko.  “Hidup lah yang jujur. Jujur itu tidak ada masanya,”katanya dengan bahasa Osing. (yad)

Rumah Adat Osing, Desa Kemiren, Sisa Masyarakat Blambangan Selengkapnya

Kran Mudik Dibuka, Tempat Wisata Ini Layak Dikunjungi 

BANYUWANGI,1minute.id – Pemerintah membuka kran mudik lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah/2022 Masehi. Kesempatan bagi pengelola wisata untuk menarik wisatawan setelah 2 tahun pemerintah melarang mudik lebaran karena pandemi.  Pengelola destinasi wisatawan berlomba menarik wisatawan. Kalau Anda belum  punya agenda mlaku-mlaku mengunjungidestinasi wisata di Banyuwangi, Jawa Timur bisa mengunjungi Kampung Osing dan Bangsring Underwater. Dua destinasi ini menawarkan sensasi dan cerita berbeda. 

1. Bangsring Underwater    

BERCENGKRAMAH : Wartawan 1minute.id ketika melakukan snorkeling di Bangsring Underwater, Banyuwangi pada Jumat, 18 Maret 2022 (Foto for 1minute.id)

Destinasi wisata ini lokasinya di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi.  Bangsring Underwater (Bunder) adalah wana wisata. Wisata buatan yang melestarikan biota laut sehingga menjadi tempat snorkeling yang menyajikan sensasi pberbeda. Pengunjung bisa bermain dan seakan bisa “bercengkrama” dengan biota laut.

Ikan-ikan berbagai jenis dan ukuran yang setia menyapa penyelam yang membawa makanan. Apa makanan Ikan di Bunder? Ikan dibawah Rumah terapung sekitar 300 meteran dari bibir pantai sangat menyukai roti. Sejenis roti tawar. Roti itu cukup di genggam ketika wisatawan melakukan snorkeling. Sedikit demi sedikit roti disebar ratusan bahkan ribuan jenis ikan mendatangi. Ikan-ikan itu seakan mengajak penyelam bercengkramah. Suatu sensasi menyenangkan.     

Penyelam bisa mengabadikan kegiatan di dalam pantai itu menggunakan kamera bawah laut atau menggunakan bantuan pemandu wisata. Destinasi Bunder Banyuwangi  menjadi tempat alternatif berkunjung kembali berada di Banyuwangi. Bagi wisatawan yang tidak bisa berenang bisa menikmati pemandangan bawah laut di Bunder ini. Tentu harus memakai pelampung dan pemandu wisata.      Ditempat ini wisatawan bisa juga memesan degan atau makan. Wisatawan merasa dimanjakan disini.

SPOTFOTO : Salah satu spotfoto di Bangsring Underwater pada Jumat, 18 Maret 2022 ( FOTO : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Wartawan 1minute.id telah mengunjungi  Bunder  sebelum Ramadan 1443 Hijriah, tepatnya. 18-19 Maret 2022. Tiba lokasi sekitar pukul 08.30. Pagi itu, Bunder masih lengang. Sinar matahari tidak terlalu menyengat. Air pantai sangat jernih. Setelah ganti sewa pelampung kemudian naik perahu 5 menit menuju rumah terapung tempat snorkeling. Potensi Bunder sebenarnya dimiliki di Kabupaten Gresik. Tepatnya, di Pulau Bawean. Biota laut juga elok.  Seperti Pantai Noko Selayar, tempat favorit bagi penggemar snorkeling. (bersambung/yad)

Kran Mudik Dibuka, Tempat Wisata Ini Layak Dikunjungi  Selengkapnya

SIG Berbagi, Rabat Jalan Beton, Serahkan Dua Mobil Ambulan

GRESIK,1minute.id – Program Semen Indonesia (SIG) Peduli terus menebar manfaat untuk masyarakat. Antara lain, program PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Peduli memberikan bantuan senilai Rp 1 miliar untuk pembangunan jalan rabat beton dan tembok penahan tanah di Desa Randujalak, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo.

Dan bantuan 2 unit mobil ambulan kepada Yayasan Syubbanul Muslimin Al-Hasyimi Kalikajar Kulon, Kabupaten Probolinggo dan Pondok Pesantren Mubadiul Ihsan, Kabupaten Banyuwangi pada Jumat, 19 Maret 2021.

Bantuan diserahkan General Manager of CSR SIG Edy Saraya kepada Camat Besuk, Probolinggo Puja Kurniawan. Menurut Edy Saraya, bantuan ini merupakan wujud kepedulian perusahaan kepada masyarakat. Perseroan berusaha hadir dan peduli kepada masyarakat melalui berbagai program dengan harapan, bantuan bisa dirasakan langsung manfaatnya.

“Pembangunan jalan rabat beton ini diharapkan dapat  menunjang aktifitas masyarakat, sehingga meningkatkan arus keluar masuknya barang terutama komoditas hasil pertanian,”kata Edy Saraya. Selain pembangunan jalan, SIG juga memberikan bantuan mobil ambulan untuk digunakan oleh warga sekitar dan yayasan.

“Semoga bantuan ini dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat terutama di masa pandemi Covid-19 seperti ini,”katanya.
Bantuan dari SIG ini disambut baik oleh masyarakat. Bantuan rabat jalan beton dan tembok penahan tanah sepanjang 223 meter dianggap sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat.

“Jika musim hujan seperti sekarang, jalan ini sulit dilalui karena berlumpur, sekarang jalan ini sudah dibangun dan menjadi akses utama warga menuju desa lain,”kata Fais Alqurni dari Kelompok Masyarakat Desa Randujalak. Fais Alqurni  mengatakan, mayoritas warga desa sini adalah petani, dengan adanya akses jalan ini mempermudah untuk menjual hasil panen.

“Karena mobil pembeli bisa langsung menuju ladang, tanpa harus memindahkan hasil panen terlebih dahulu ke tempat lain menggunakan sepeda motor seperti selama ini yang dilakukan,”katanya.

Sementara itu, Pengurus Yayasan Syubbanul Muslimin Al Hasyimi Bahri Subbanul Muslimin menyampaikan terima kasih dan bersyukur dengan adanya bantuan mobil ambulan yang diberikan oleh SIG.

Mobil ambulan ini, imbuhnya, akan digunakan untuk masyarakat sekitar, siswa pesantren dan anggota majelis yang membutuhkan layanan emergency. “Selama ini yayasan dan warga menggunakan kendaraan umum, pick up maupun sepeda motor untuk mengevakuasi orang yang sedang sakit, kini kami bisa menggunakan ambulan untuk membawa pasien yang membutuhkan pelayanan medis cepat,”ujar Bahri Subbanul Muslimin. (*)

SIG Berbagi, Rabat Jalan Beton, Serahkan Dua Mobil Ambulan Selengkapnya