Pemkab Gresik Mulai Kick Off  Penyusunan RKPD 2027 Berbasis Good Government dan Kepentingan Masyarakat

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka Kick Off Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Gresik 2027 di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik akhir pekan lalu.

Acara yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) ini berorientasi pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah dan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja PD) 2027. Sebanyak 250 peserta hadir dalam forum ini, mulai dari kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Kepala Desa, hingga staf perencanaan di lingkungan Pemkab Gresik.

Kick Off RKPD 2027 dilaksanakan sebagai langkah awal untuk menyamakan dan menyelaraskan persepsi seluruh pemangku kepentingan, terhadap dokumen perencanaan pembangunan daerah tahun 2027.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya menegaskan, perencanaan yang transparan dan berkelanjutan menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. “Untuk mewujudkan good government, perencanaan harus dilakukan secara benar dan transparan, serta disertai evaluasi dan perbaikan yang dilakukan setiap tahun,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ditambahkan, perencanaan pembangunan daerah harus berlandaskan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai acuan utama pencapaian pembangunan. “RPJMD menjadi garis besar arah pembangunan daerah. Infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan merupakan sektor mandatori yang harus menjadi prioritas,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Bappeda Jawa Timur Mohammad Yasin, mengapresiasi langkah Pemkab Gresik yang telah memulai tahapan perencanaan RKPD 2027 tepat waktu. “Kami mengapresiasi Pemkab Gresik yang memulai kick off perencanaan RKPD 2027 sesuai jadwal,” ungkapnya.

Ia menekankan pada minggu kedua Januari 2026, Pemkab Gresik harus sudah menyusun arah kebijakan serta program prioritas pembangunan tahun 2027. “Pemkab Gresik harus segera menyusun arah kebijakan program prioritas yang akan menjadi bahan bagi pemerintah desa dalamnya pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Gresik Edy Hadisiswoyo, menyampaikan pentingnya posisi RKPD 2027 dalam tahapan pembangunan daerah. “RKPD 2027 memiliki posisi yang sangat penting karena merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Kabupaten Gresik 2025–2029. Oleh karena itu, program prioritas yang disusun harus mulai menunjukkan capaian yang signifikan dan terukur,” ujarnya.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan diskusi panel yang menghadirkan Sekretaris Daerah Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman,  Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir. Narasumber memaparkan materi terkait penyusunan RKPD dan Renja tahun 2027, serta peran strategis legislatif dalam mengawal perencanaan pembangunan daerah. (yad)

Pemkab Gresik Mulai Kick Off  Penyusunan RKPD 2027 Berbasis Good Government dan Kepentingan Masyarakat Selengkapnya

Gresik Transnational City Visi Pemkab Gresik 20 Tahun Kedepan

GRESIK,1minute.id – Badan Penelitian dan Perencanaan Daerah (Bappeda) Gresik  melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Gresik Tahun 2025-2045.

Visi yang diusung 20 tahun kedepan nanti, yaitu Gresik Transnational City yang Berakhlaq, Sejahtera, Maju, Mandiri, dan Berkelanjutan ini dilaksanakan di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 8 Mei 2024. 

Musrenbang dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Bakorwil II Bojonegoro dan Ketua DPRD Gresik Moch Abdul Qodir serta stakeholder lainnya. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani mengatakan, RPJPD Kabupaten Gresik harus disusun mekanismenya dan seirama dengan RPJP nasional.

“Hal ini tidak boleh lepas dari tata ruang yang sudah dirancang oleh RPJPD Provinsi Jawa Timur, serta tidak boleh lepas dari tata ruang yang sudah dirancang,” tuturnya.

Ada tiga hal yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam pertemuan RPJP Nasional 2025-2045. Pertama, tentang pembangunan di daerah harus benar-benar inline antara pemerintah nasional dan pemerintah daerah untuk terus melakukan kolaborasi.

Kedua, berorientasi hasil. Artinya pemerintah harus mampu melihat sesuatu berdasarkan skala prioritas. Tidak lagi membagi anggaran seluruh dinas yang mana garis finishnya tidak akan tercapai kebersamaan.

“Maka ini yang harus kita kerjakan betul. Ada satu hal yang menarik dari usulan yang disampaikan oleh teman-teman DPRD, khususnya terkait dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia yang ada di Kabupaten Gresik,” papar mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Ketiga, yaitu pembanguan tepat sasaran dan harus benar-benar terukur. Artinya pembangunan yang memang dibutuhkan oleh masyarakat. Seperti pelayanan kesehatan, perbaikan jalan, taman layak anak, dan lainya. 

“Rumah Sakit Gresik Sehati merupakan jawaban dari kebutuhan masyarakat di wilayah selatan. Selanjutnya, mungkin kita juga bisa melakukan riset untuk pemerataan di wilayah ujung utara yang berbatasan dengan Kabupaten Lamongan,” tambahnya. 

Ia mengharapkan pelaksanaan Musrenbang yang diikuti oleh seluruh pemangku kepentingan dapat menyampaikan masukan dan saran positif, konstruktif sebagai bahan penyempurnaan RPJPD Kabupaten Gresik 2025-2045. 

Sebelumnya, Kepala Bappeda Gresik Edy Hadisiswoyo, dalam laporannya menyampaikan Musrenbang ini dilaksanakan untuk penjabaran visi misi arah kebijakan dan sasaran arah pokok pembangunan daerah. 

“Visi yang diusung RPJPD 2025-2045 yaitu Gresik Transnational City yang berakhlaq, sejahtera, maju, mandiri, dan berkelanjutan. Pelaksanaan ini diharapkan dapat menjadi media komitmen seluruh stakeholder,” jelasnya. (yad)

Gresik Transnational City Visi Pemkab Gresik 20 Tahun Kedepan Selengkapnya