Relawan Kecamatan Kedamean Deklarasi Dukungan ke Gus Yani. Ini Alasannya!

GRESIK,1minute.id – Dukungan kepada Fandi Akhmad Yani terus mengalir. Kali ini, dukungan kepada inkumben datang dari para relawan di Kecamatan Kedamean. Mengenakan kaos berwarna hitam dan bertuliskan bolone Gus’e, para relawan ini meminta Gus Yani menjadi Bupati dua periode.

Sebelumnya, dukungan serupa berasal dari relawan di Kecamatan Manyar, Cerme, Balongpanggang, Benjeng, Duduksampeyan serta Ujung Pangkah. Dukungan relawan Kecamatan Kedamean karena mereka menganggap kepemimpinan Bupati Fandi Akhmad Yani ateu Gus Yani dalam kurun waktu 3,5 tahun telah memberikan kemajuan di wilayah mereka.

Antara lain, pembangunan rumah sakit Gresik Sehati dan pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu atau TPST d Desa Belahanrejo.
“Dari total 15 Desa di Kecamatan Kedamean, ini semua relawan hadir dari masing-masing Desa. Kami sepakat Gus Yani harus dua periode karena di periode yang sekarang cuma 3,5 tahun sehingga perlu diberikan kesempatan lagi,” kata Ketua Relawan Gus Yani Kecamatan Kedamean Uman pada Jumat, 26 Juli 2024.

Dijelaskan Uman, saat awal menjabat Gus Yani sudah dihadapkan dengan penanganan Covid-19 dalam kurun dua tahun. Sehingga masa jabatan Gus Yani 3,5 tahun ini dinilai Uman relatif singkat hanya 1,5 tahun. Oleh karena itu, mantan anggota DPRD Gresik ini menganggap Gus Yani bisa berbuat lebih banyak di periode kedua.

“Kita harus punya cara pandang yang fair ya, dari masa jabatan 3,5 tahun, sementara hampir dua tahun untuk penanganan Covid-19, ada refocusing anggaran juga, berarti masa efektifnya membangun ya cuma 1,5 tahun, kan begitu kalkulasinya,” jelas Uman. 

Meski menganggap masa efektifnya hanya 1,5 tahun, Uman tak menampik jika Gus Yani sudah banyak melakukan pembangunan signifikan lebih-lebih di Kecamatan Kedamean. Di antaranya di Desa Slempit, telah diresmikan Gus Yani Rumah Sakit Gresik Sehati dengan kapasitas 100 kamar. 

Rumah Sakit Gresik Sehati berdiri di lahan seluas 11.570 meter persegi dengan luas bangunan 8.500 meter persegi. Rumah Sakit Gresik Sehati ini merupakan wujud nyata Nawa Karsa Bupati Gus Yani dan Wakil Bupati Bu Min. Berdirinya rumah sakit ini merupakan bentuk komitmen Gus Yani dalam memberikan pelayanan kesehatan. 

“Selain itu, ada juga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Belahanrejo yang telah diresmikan. Apalagi menggunakan mesin Refused Derived Fuel (RDF) yang bisa menghasilkan 8 ton olahan setiap harinya. Itu kan ide cemerlang Gus Yani menyelesaikan persoalan sampah di Kabupaten Gresik,” bebernya. 

Sementara relawan lainnya, Darmaji mengungkapkan alasannya mendukung kembali ke Gus Yani karena Gresik Selatan mendapatkan perhatian lebih dari Pemkab Gresik. Darmaji menyebut, sejumlah ruas jalan di Kecamatan Kedamean banyak dilakukan pembangunan hingga bisa dinikmati masyarakat. 

Misalnya jalan Sidoraharjo-Kesamben Kulon sudah direkonstruksi Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik untuk penunjang pertanian. Lalu pembangunan jembatan Sidoraharjo sebagai akses ke Rumah Sakit Gresik Sehati dan Exit Tol Kedamean, jalan ke TPST Belahanrejo dan beberapa ruas jalan lainnya. 

“Sejauh ini Gus Yani sudah membangun secara signifikan, kita akui memang belum tuntas makanya Gus Yani butuh diberikan kesempatan lagi untuk melanjutkan apa yang sudah dibangun ini. Jadi kami akan mendukung dan memangkan Gus Yani kembali, agar bisa memberikan perhatiannya lagi,”pungkas Darmaji. (yad)

Relawan Kecamatan Kedamean Deklarasi Dukungan ke Gus Yani. Ini Alasannya! Selengkapnya

SIG Bekali UMKM Cara Berjualan Menggunakan Platform Digital


GRESIK,1minute.id – Puluhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berjualan di Pujasera Wisma A Yani, Gresik menjalani pelatihan.

Pelatihan untuk meningkatkan UMKM itu digelar PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui program SIG-Mandiri bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Gresik.

Selama 3 hari, mulai Senin hingga Rabu, 21-23 Maret 2021 mendapatkan pelatihan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Warung Legend, Gresik.

Pelatihan meliputi tatacara pelayanan kepada pelanggan, pengemasan produk, pembukuan sederhana, pengelolaan keuangan, pemantapan rohani serta cara berjualan dengan menggunakan platform digital.

General Manager of CSR SIG Edy Saraya mengatakan peningkatan SDM bagi UMKM ini sangat penting. Sebab, saat ini teknologi terus berkembang, sehingga UMKM harus ikut berinovasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

UMKM binaan SIG juga diharapkan dapat terus berinovasi, mulai dalam hal pelayanan, kemasan, tempat dan penyajiannya. “Para pelaku UMKM dilatih untuk bisa menembus ke pasar modern, kemudian go digital, sehingga mampu menangkap peluang penjualan yang lebih luas,”kata Edy Saraya.

Selain memberikan pelatihan, SIG juga melakukan renovasi lokasi penjualan di Pujasera Wisma A. Yani menjadi tempat yang kekinian. Harapannya, dengan penataan ini, bisa meningkatkan kenyamanan bagi pelanggan dan meningkatkan jumlah pengunjung, sehingga dapat menambah pendapatan bagi UMKM.

“Kami ingin pujasera ini menjadi ikon kuliner Kota Gresik, disini pembeli dapat makan maupun bertemu dengan kolega dengan suasana yang nyaman,”imbuh Edy Saraya.

Pelatihan peningkatan SDM untuk UMKM ini disambut baik oleh pedagang. Salah satunya, Siti Mariyani, pemilik usaha warung pecel. “Pelatihan ini dapat menambah wawasan bagi saya dan teman-teman, terutama untuk cara berjualan secara online. Semoga pelanggan kami dapat bertambah sehingga dapat menambah pendapatan,”ujarnya. (*)

SIG Bekali UMKM Cara Berjualan Menggunakan Platform Digital Selengkapnya

Gresik Mapan, Gratiskan Perahu Penyeberangan ke Gili Noko, Surga Tersembunyi

GRESIK,1minute.id – Keindahan Pulau Gili Noko di Pulau Bawean sudah begitu kesehor. Pantainya berpasir putih. Biota lautnya ciamik bagi penggemar snorkeling. Para traveler akan semakin dimanjakan bila ke pulau berjuluk “Surga Tersembunyi” itu. 

Pasalnya, duet Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah akan menggratiskan perahu penyeberangan ke Surga Tersembunyi di Pulau Putri-julukan lain-Pulau Bawean itu. Gili Noko, masuk dalam program 99 hari kerjanya. Langkah awal menuju Gresik Mapan. Dimulai dengan launching perahu penyeberangan gratis ke Pulau Gili Noko pada April 2021.

BENING : Air laut yang jernih biota laut dinikmati wisatawan dengan mata telanjang ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Program ini merupakan salah satu rintisan sistem transportasi Gresik Terpadu. Langkah awal menuju Gresik Mapan. Program ini merupakan salah satu rintisan sistem transportasi Gresik Terpadu. 

Kepala Dinas Perhubungan Gresik Nanang Setiawan mengatakan, wisatawan hendak Gili Noko harus menyeberangi lautan dengan perahu berkapasitas diatas 20 – 30 orang. Untuk penyeberangan selama 45 menit, kata Nanang, wisatawan harus merogoh kocek sewa perahu penyeberangan antara Rp 350 ribu hingga Rp 400 ribu pergi-pulang (PP).

HAMPARAN PASIR PUTIH menambah elok Gili Noko di Pulau Bawean (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Kapal penyeberangan Gili Noko akan digratiskan mulai April nanti,”kata Nanang pada Jumat, 26 Maret 2021. 

Pulau dan Pantai Gili Noko terletak di sebelah barat Pulau Gili itu sendiri. Pantai ini menyerupai sebuah pulau kecil di tengah-tengah laut dengan hamparan pasir putih nan indah.

Sama halnya Pulau Noko Selayar, Pulau Noko Gili berupa hamparan pasir putih yang membentang sekitar 600 meter dengan lebar 25 meter. Letaknya bersebelahan dengan Pulau Gili Timur.

Akses menuju Gili Noko dapat menggunakan perahu jika air pasang dan berjalan dari Pulau Gili jika air surut. Menyusuri hamparan pasir putih yang mempesona. Saking jernihnya air wisatawan juga bisa melihat biota laut dengan mata telanjang. (*)

Gresik Mapan, Gratiskan Perahu Penyeberangan ke Gili Noko, Surga Tersembunyi Selengkapnya

Sosok Fatkhur Rohman, 12 Tahun Menjabat Kades, Belum Memiliki Rumah

GRESIK,1minute.id – Selama 12 tahun Fatkhur Rohman menjabat Kepala Desa (Kades) Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik. Namun, bapak dua anak berusia 44 tahun itu mengaku belum memiliki rumah untuk keluarga.

Sejak 2008 dilantik sebagai kepala desa, Fatkhur-panggilan akrabnya-memilih tinggal di rumah dinas kepala desa. Lokasi rumah dinas, kepala desa dua periode itu tidak jauh dari balai desa. “Jaraknya sekitar 50-an meter dari balai desa,”kata Fatkhur pada Kamis, 25 Maret 2021.

Kesederhaan gaya kepemimpinan, gelem  melayani dan berbagi kepada masyarakat yang kurang mampu menjadikan lelaki bertubuh ramping itu disukai warganya.

“Saya hanya ingin menjalankan amanah sesuai aturan. Konsekuensinya ya tidak punya apa-apa,”katanya. Meski, Fatkhur memiliki peluang bisa hidup lebih tercukupi. Namun, Fatkhur tidak mau mencederai amanah yang diembannya.

Selama 12 tahun atau dua periode mengabdi, banyak kemajuan terasa di desa, hasil bedhol  Desa Tepen, Kecamatan Gresik itu.  Apalagi, Fatkhur seorang pekerja keras dan ulet. 

Eduwisata Mangrove Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik menjadi salah satu destinasi masyarakat dan pelajar ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id )

Dia bersama masyarakat mengubah kawasan hilir Kali Lamong yang berbatasan dengan Surabaya kumuh tumpukan sampah menjadi tempat rindang dengan tanaman mangrove.

Kawasan bau sampah itu kini berubah menjadi kawasan eduwisata. “Dulu abrasi luar biasa. Sampah berserakan. Sekarang sudah bisa teratasi karena adanya tanaman mangrove ini. Eduwisata ditangani BUMDes,”ujar Fatkhur suatu hari. 

Kepedulian lingkungan itu membuat Fatkhur  risih bila melihat sampah berserakan. Dia pun membersihkan sendiri sampah tercecer itu. 
Kastowo, petugas angkut sampah menceritakan setiap pagi dan sore, kades Fatkhur ikut menyapu halaman balai desa. “Nyapu dewe nek onok sampah keleleran,”kata Kastowo. (*)

Sosok Fatkhur Rohman, 12 Tahun Menjabat Kades, Belum Memiliki Rumah Selengkapnya

Hanif Oasis bagi Sepak Bola Gresik, Dua Kali Sabet Kiper Terbaik Piala Mandiri


GRESIK,1minute.id – Talenta muda berbakat asal Kota Santri bermunculan. Diantaranya, Mohamad Hanif Sirajuddin. Prestasi yang telah diukir siswa kelas XI MIPA-3 SMA Negeri 1 Gresik seakan menjadi oasis bagi pencinta bola di Gresik.

Dengan postur tubuh yang ideal, tinggi 180 centimeter dan berat badan 70 kilogram membuat Hanif , ketika berdiri di bawah mistar gawang sulit ditembus lawan. Anak semata wayang dari pasangan suami-istri, Mohamad Sahari dan Tuti Supriyatin itu pun akhirnya dinobatkan sebagai kiper terbaik Liga Mandiri pada 2016 dan 2017.

Prestasi yang diraih remaja kelahiran 9 Desember 2003 ini, tidak secara instan. Menurut ayahanda Hanif, Mohamad Sahri, Hanif belajar sepak bola sejak masih duduk di kelas IV SDN 1 Gresik. “Saat itu masih berumur 10 tahun,”ujar Sahari kepada 1minute.id pada Kamis, 25 Maret 2021.

Hanif bergabung dengan sekolah sepak bola (SSB) Petrokimia Gresik. Memasuki usia 16 tahun, Hanif terus mengasah bakatnya di elit Pro Academy Persela pada 2019.  “Sekarang Hanif gabung di Academi Arema U-18,”kata Sahari.

Ia berharap sepak bola di Gresik bangkit. Sebab, memiliki banyak talenta yang bisa membangkitkan kejayaan olah raga yang paling banyak digemari masyarakat Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

“Harapannya sepak bola di Gresik bangkit dan lebih maju. Sehingga mengangkat prestasi Gresik dalam bidang olah raga khususnya sepak bola,”katanya. (*)

Hanif Oasis bagi Sepak Bola Gresik, Dua Kali Sabet Kiper Terbaik Piala Mandiri Selengkapnya

Kapolres Gresik Wajibkan Anggota Jalani Tes Urine


GRESIK,1minute.id – Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto memwarning anggota untuk tidak main-main dengan narkoba. Sanksi cukup berat yakni pidana hingga pemecatan. 

Untuk memastikan anggota bersih dari narkoba Polres Gresik melakukan tes urine kepada seluruh anggota di ruang Dokes lantai 1 Gedung utama Polres Gresik pada Senin, 22 Februari 2021.

Tes urine sebagai langkah preventif mencegah penyalagunaan narkoba di tubuh anggota Polri. Tes urine anggota ini dipantau langsung Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto. Tampak hadir Waka Polres Gresik Kompol Eko Iskandar, Kasi Propam Ipda Suharto dan Paurkes Polres Gresik Ipda Sugioto.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengetakan semua anggota Polres Gresik wajib menjalani tes urine ini. Tujuannya. agar anggota tetap menjaga kesehatan dan tidak sekali-kali mencoba menggunakan Narkoba.
“Kegiatan tes urine seperti ini akan dilakukan secara rutin dan mendadak,”tegas alumnus Akpol 2001 ini. Ia menambahkan akan terus lakukan sidak dan cek urine terhadap anggota Polres. 

“Anggota Polres Gresik Hal ini menunjukkan bahwa Polres Gresik harus siap menjalani tes urine kapanpun. Kita harus menjadi contoh dan teladan buat masyarakat,”tegasnya. 

Untuk diketahui Kapolri Jenderal Listyo Sigit Wibowo telah mewarning seluruh anggota Polri untuk melakukan penyalagunaan narkoba. Kapolri tidak memberikan toleransi kepada personel yang penyalahgunaan narkoba atau terlibat langsung dalam peredaran narkoba dengan cara memberikan tindakan tegas berupa pemecatan dan pemidanaan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. (*)

Kapolres Gresik Wajibkan Anggota Jalani Tes Urine Selengkapnya

PPKM jilid II, Gaspol, Ekonomi Tetap Jalan di Tengah Pandemi


GRESIK,1minute.id – Masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berakhir hari ini, Senin 25 Januari 2021. Besok, Selasa 26 Januari memasuki PPKM jilid II.  Aparat gabungan akan semakin tegas memberikan sanksi kepada warga yang mokong mematuhi protokol kesehatan (Prokes). 

Kepala Sat Pol PP Gresik Abu Hasan menyatakan, selama 14 hari masa PPKM pertama, mulai 11 sampai 25 Januari 2021, ribuan warga terjaring operasi yustisi penegakan protokol kesehatan. Sebagai besar melanggar tidak memakai masker dan berkerumun. 

Selain itu, ada juga tempat usaha yang melanggar jam malam. “Untuk tempat usaha yang mendapatkan teguran di PPKM pertama kembali melanggar akan kami cabut izinnya,”tegas Abu Hasan, Senin malam. 25 Januari 2021.

Ia menambahkan,tindakan tegas diberitakan tetap mengacu peraturan bupati (Perbup) 22/2020. Pada masa PPKM pertama aparat gabungan masih belum memberikan sanksi pencabutan izin tempat usaha yang melanggar masa PPKM.  “105 pemilik usaha kami berikan teguran,”ujar mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik ini. 

Pada PPKM kedua, tambah Abu Hasan, pihaknya bersama tim gabungan dari TNI, Polri dan Dinkes akan lebih intensif melakukan operasi yustisi. “Gaspol dan tetap injak rem agar ekonomi tetap jalan di tengah pandemi,”katanya.

Data didapat 1minute.id dari aparat penegak peraturan daerah-sebutan lain- Polisi Pamong Praja, periode 11 Januari hingga 25 Januari 2021, petugas gabungan telah memberikan sanksi kepada 1.572 orang yang melanggar protokol kesehatan. 

Rinciannya, Sanksi sosial  126  kali ; Denda (127 kali) ; Teguran (1.214 kali) dan sanksi teguran pada pemilik usaha (105 kali). (*)

PPKM jilid II, Gaspol, Ekonomi Tetap Jalan di Tengah Pandemi Selengkapnya