Mahkamah Agung Apresiasi Pemkab dan Pengadilan Agama Gresik dalam Melindungi Perempuan dan Anak Pascaperceraian

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menerima penghargaan dari Mahkamah Agung di Jakarta pada Senin, 28 Oktober 2024.

Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas dukungan dan kerja sama dalam upaya pemenuhan hak-hak perempuan dan anak pascaperceraian.

Sinergi berkelanjutan yang diinisiasi oleh Pemkab Gresik, Kamar Dagang dan Industri Indonesia atau Kadin Gresik, serta Pengadilan Agama Gresik yang menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan 36 perusahaan swasta, 6 Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan 8 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kabupaten Gresik.

MoU ini mencakup komitmen untuk menyediakan dukungan komprehensif bagi perempuan dan anak yang terdampak perceraian, melalui berbagai skema bantuan seperti pendampingan hukum, dukungan finansial, serta akses peluang kerja yang berkelanjutan.

Dukungan ini diharapkan mampu memberikan jaminan sosial dan ekonomi bagi perempuan dan anak untuk bangkit setelah mengalami tantangan akibat perceraian. Dan, upaya ini menjadi yang kali pertama dilakukan oleh Pengadilan Agama Tingkat Kabupaten di Indonesia.

Sementara itu, Pengadilan Agama Gresik diganjar penghargaan MURI sebagai Pengadilan Agama Tingkat Kabupaten Pertama, yang menginisiasi kerja sama dengan perusahaan dalam komitmen bersama tentang hak perempuan dan anak pascaperceraian.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman dan Kadisnaker Kabupaten Gresik Zainul Arifin, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam merealisasikan kolaborasi ini.

“Penghargaan ini merupakan pengakuan atas upaya kita bersama dalam melindungi dan mendampingi perempuan serta anak pasca perceraian. Komitmen yang kita bangun tidak hanya untuk memberikan perlindungan sementara, tetapi juga membuka jalan bagi kehidupan yang lebih mandiri dan sejahtera bagi mereka,” ujar Sekda Washil.

Inisiatif ini, sejalan dengan visi Kabupaten Gresik untuk menjadi wilayah yang inklusif dan ramah perempuan dan anak. Dengan adanya dukungan dari berbagai perusahaan swasta dan BUMN/BUMD di Gresik, perempuan dan anak yang membutuhkan akan memiliki akses terhadap layanan pendampingan dan kesempatan pemberdayaan ekonomi yang lebih luas.

Kabupaten Gresik, melalui kolaborasi ini, telah memberikan teladan bagi daerah lain mengenai pentingnya sinergi dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dengan pencapaian ini, Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen untuk terus memperluas cakupan dukungan dan memastikan pelaksanaan program-program berkelanjutan yang bermanfaat bagi perempuan dan anak. Penghargaan ini, akan menjadi pemicu semangat bagi semua pihak untuk memperkuat kolaborasi demi mencapai kesejahteraan sosial yang lebih inklusif dan berkeadilan. (yad)

Mahkamah Agung Apresiasi Pemkab dan Pengadilan Agama Gresik dalam Melindungi Perempuan dan Anak Pascaperceraian Selengkapnya

Gugatan Dikabulkan, 51 Penghuni Perumahan GPIR Harus Membayar IPL Rp 800 Juta kepada Developer 

GRESIK,1minute.id – Welem Mintarja, Kuasa hukum PT. Multi Graha Persada Indah Regency semringahSebab, gugatan kliennya kepada 51 warga penghuni kompleks perumahan Graha Persada Indah Regency atau GPIR dikabulkan oleh hakim Pengadilan Negeri Gresik.

Dengan dikabulkannya gugatan pihak developer, puluhan warga penghuni perumahan berada di Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu harus membayar Iuran Pengelolaan Lingkungan atau IPL sebesar Rp 800 juta. Sebanyak 51 warga perumahan GPIR menyatakan pikir-pikir. 

Menurut Kuasa hukum PT. Multi Graha Persada Indah Regency, Welem Mintarja mengatakan bahwa gugatan perkara IPL yang dilayangkan ke PN Gresik telah diputus. Majelis hakim telah mengabulkan gugatan sebagian. Kliennya, PT.Multi Graha Persada developer perumahan Graha Persada Indah Regency (selaku penggugat) melawan 51 warga penghuni perumahan (selaku tergugat) atas tidak dibayarnya Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) mulai 2021 sampai 2024.

“Alhamdulilah, gugatan kami dikabulkan. Dan kami sangat mengapresiasi putusan ini,” jelas Welem kepada wartawan pada Senin, 28 Oktober 2024. Ia melanjutkan, sebenarnya gugatan ini merupakan solusi terakhir dari Perumahan Graha Persada Indah Regency. Pasalnya, upaya komunikasi dan mediasi sudah dilakukan. Bahkan somasi sudah dilayangkan, akan tetapi tidak ada respon positif.

“Agar ada kepastian hukum atas perkara IPL ini, maka kami mengajukan gugatan perdata di PN Gresik,” jelas Welem.

Pada putusan menurut Welem, Majelis hakim menyatakan sah dan berharga atas Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) yang dikelola oleh penggugat dan menyatakan para tergugat melakukan wanprestasi. Tidak hanya itu, Majelis hakim memerintahkan agar 51 tergugat untuk segera membayar kewajiban IPL sesuai rincian yang tertera dalam isi putusan.

“Ada sekitar 51 penghuni perumahan pada amar disebutkan untuk segera membayar IPL dengan kurun waktu 2021 sampai 2024. Pada isi putusan total tunggakan IPL yang harus dibayarkan kurang lebih Rp 800 juta, dengan ketentuan perkara ini sudah inkrah,” tegasnya.

IPL, terang Welem, merupakan iuran yang dikelola perumahan meliputi kebersihan, keamanan, penerangan dan sampah. Selama ini, warga pengghuni perumahan telah menyetujui IPL sewaktu tanda tangan realiasi akan tetapi tidak melakukan pembayaran sejak 2021 sampai 2024, sehingga developer perumahan mengalami kerugian karena harus membayar dengan memakai dana talangan tiap bulannya.

“Putusan perkara No.31/Pdt.G/2024/PN Gsk dengan jelas menyatakan bahwa IPL yang dikelola oleh penggugat sah dan berharga. Sehingga kepastian hukum atas perkara ini sudah terbukti,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, PT. Multi Graha Persada selaku developer Perumahan Graha Persada Indah Regency di daerah Driyorejo melakukan gugatan wanprestasi pada 51 penghuni perumahan yang tidak melakukan pembayaran IPL sejak 2021 sampai 2024. Akibatnya, pihak developer mengalami kerugian sekitar Rp 800 juta. (yad)

Gugatan Dikabulkan, 51 Penghuni Perumahan GPIR Harus Membayar IPL Rp 800 Juta kepada Developer  Selengkapnya

Merasakan Manfaat Program UHC, Pemilih Pemula dan Gen Z di Pilbup Gresik, Tekad Menangkan Gus Yani-dokter Alif

GRESIK,1minute.id – Calon Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyapa ratusan generasi atau Gen-Z di posko pemenangan Gus Yani – dr Alif di Kelurahan Kawisanyar, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Pada kesempatan itu, Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani menyampaikan, bahwa pasangan calon atau paslon nomor urut 01 dalam Pemilihan Bupati atau Pilbup Gresik 2024 mendapatkan dukungan dari seluruh partai politik di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.

Dukungan parpol yang memiliki kursi di parlemen maupun parpol non parlemen. Sehingga tidak perlu ada keraguan untuk memilih paslon 01. “Dukungan semua parpol menunjukkan kalau parlemen juga mendukung. Sehingga program yang sudah on the track (sesuai target) seperti normalisasi Kali Lamong dan UHC bisa dimaksimalkan lagi karena ada dukungan anggaran dari DPRD,” ujar Gus Yani dihadapan ratusan Gen-Z pada akhir pekan lalu.

Selain menjlentrehkan program, Gus Yani yang berpasangan dengan Cawabup Gresik dr Asluchul Alif itu menghimbau kepada seluruh relawan Gus Yani – dr Alif untuk melakukan kampanye hitam alias Black campaign kepada orang yang tidak seaspirasi dengan paslon 01. Ia pun mengajak kepada para relawannya tetap solid dan kompak, agar tetap fokus dalam memenangkan paslon 01 tanpa harus melakukan kampanye hitam terhadap pendukung kotak kosong.

“Tidak usah menjelek-jelekkan orang yang tidak memilih saya dan dokter alif. Biarkan itu hak mereka. Yang penting saya ke jenengan semua agar tetap fokus untuk pemenangan,” pesannya.

Senada dengan Gus Yani, Ketua Relawan Gus Yani Kabupaten Gresik, Isa Ansori juga mengimbau relawan yang ada di Kecamatan dan Desa untuk menjaga suasana yang sejuk dan teduh selama masa pelaksanaan Pilkada Gresik.

“Yang disampaikan Gus Yani benar. Kita tidak perlu buang tenaga, waktu, dan pikiran dengan komentar negatif terhadap yang milih kotak kosong. Kita fokus saja kampanye program dan keberhasilan Gus Yani selama menjabat,” imbaunya.

Sementara, relawan Gus Yani dari kalangan Gen Z, Helmalia mengaku terdorong untuk memilih paslon 01 karena Gus Yani selama menjabat dalam waktu yang singkat terbukti berhasil mengatasi masalah-masalah krusial di Gresik.

“Masalah kesehatan setahu saya banyak masyarakat yang nunggak BPJS-nya. Tapi sejak ada UHC, masyarakat berobat atau yang sakit tinggal bawa KTP saja tanpa dibebani tagihan bulanan karena sudah dicover oleh Pemkab Gresik,” bebernya. Sebelum acara bubar, ratusan relawan yang mayoritas Gen Z dan Baby Boomers itu menyatakan tekadnya untuk memenangkan paslon nomor urut 01, Fandi Akhmad Yani-dr Asluchul Alif.

“Kami mendukung paslon nomor 01 Gus Yani- dr. Alif dan siap memenangkan Gus Yani – dr. Alif 90 persen di wilayah kebomas,” teriak Ketua Relawan Gus Yani Kecamatan Kebomas, Choiri Alwi, yang diikuti relawan lain saat deklarasi.

Berdasarkan data yang didapat 1minute.id dari Komisi Pemilihan Umum atau KPU Gresik jumlah daftar pemilih tetap atau DPT Pilbup Gresik pada 27 November 2024 mendatang sebanyak 971.740 pemilih. Rinciannya, pemilih laki-laki 484.071 dan perempuan 487.669 orang. Sedangkan jumlah tempat pemungutan suara atau TPS 1.868. (yad)

Merasakan Manfaat Program UHC, Pemilih Pemula dan Gen Z di Pilbup Gresik, Tekad Menangkan Gus Yani-dokter Alif Selengkapnya

Sowan ke PCNU Gresik. Ini Nasehat Para Kiai kepada Paslon Gus Yani – dr Alif

GRESIK,1minute.id – Pasangan calon atau Paslon Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-dr Asluchul Alif melakukan silaturahmi ke Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU Gresik pada Ahad, 27 Oktober 2024.

Paslon nomor urut #1 dalam pemilihan bupati atau Pilbup Gresik 2024 itu sowan ke pengurus Syuriah dan Tanfidziyah di kantor PCNU itu. Selama sekitar 1,5 jam Gus Yani-dr Alif silaturahmi. Paslon tunggal dalam Pilbup Gresik itu ditemui antara lain, KH Mulyadi ; KH Farhan ; KH Malik ; KH Rofiq dan KH Khusairi di kantor PCNU berada di Jalan Raya Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Sekretaris PCNU Gresik Mohammad Syifaul Fuad mengatakan, paslon Fandi Akhmad Yani dan dr Asluchul Alif kebetulan bagian dari Nahdalatul Ulama. Sebagai tradisi internal warga nahdliyin, yang akan punya gawe atau hajat selalu meminta doa dan restu berikut arahan dan masukkan dari orang tua mereka. Dalam hal ini, adalah restu para kiai. 

“Karena organisasi NU secara kelembagaan tidak boleh terjun secara langsung ke dalam politik praktis. Dilarang dalam AD/ART dan Perkum. NU memberikan masukkan,” kata Gus Syifa- panggilan – Mohammad Syifaul Fuad pada Ahad, 27 Oktober 2024.

Ada pun masukkan dari  para kiai, antara lain :  Jangan pernah menolak, kritik dan saran dari masyarakat. “Itu bagian dari obat agar pelaksanaan pemerintah ke depan lebih baik dari pemerintahan sebelumnya. Dan, tentu pemerintahan tidak memiliki kesempurnaan yang utuh,” ujarnya.

Selain itu, paslon Gus Yani-dr Alif dalam membuat program lebih menitikberatkan hajat hidup orang banyak. Gus Syifa lalu mencontohkan program pendidikan, kesehatan, peningkatan ekonomi masyarakat. “Termasuk program dulu yang belum tuntas, seperti normalisasi Kali Lamong. Sehingga masyarakat Gresik Selatan bisa terbabas dari banjir musiman,” katanya.

Ia berharap doa restu para kiai, dan masyarakat, pemerintahan hasil Pilbup Gresik pada 27 November 2024 nanti, Gresik bisa semakin maju. “Dalam istilah santri, akan tercipta Kota Gresik yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujarnya.

Data yang dihimpun 1minute.id  Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gresik pada Jumat, 26 Februari 2021. Saat itu ada wabah Covid-19. Hampir 2 tahun masa kepemimpinan Gus Yani -begitu sapaan- Fandi Akhmad Yani berfokus untuk menekan angka fatalitas atau angka kematian akibat wabah yang paling mengerikan di era modern itu. 

Gus Yani, cuti untuk mengikuti kontestasi Pilbup Gresik mulai 25 September 2024. Praktis Gus Yani memiliki waktu efektif sekitar 2 tahunan. Meskipun begitu, sejumlah program bisa menuai apresiasi. Antara lain, program universal health coverage atau UHC, berobat cukup bawa kartu tanda penduduk elektronik alias e-KTP. Program yang diluncurkan Oktober 2022 itu capaiannya hampir 100 persen pada 2023. 

Capaian itu, mendapatkan apresiasi dari Kementerian Kesehatan. Penghargaan diserahkan oleh  Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Balai Sudirman Jakarta pada 14 Maret 2023.  (yad)

Sowan ke PCNU Gresik. Ini Nasehat Para Kiai kepada Paslon Gus Yani – dr Alif Selengkapnya

8 Jam Diamuk Si Jago Merah, Pabrik Kayu di Gresik Ludes Terbakar, Atap Bangunan pun Ambruk

GRESIK,1minute.id – Pabrik kayu, PT Kayu Multiguna Indonesia atau KMGI ludes terbakar. Kebakaran yang menghanguskan isi dan meluluhlantakkan bangunan pabrik berlokasi di di Jalan Segoromadu, Kekurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur terjadi  pada Sabtu, 26 Oktober 2024 sekitar pukul 20.00 WB.

Petugas pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik bersama sejumlah perusahaan membutuhkan waktu lebih dari 8 jam untuk menjinakkan amuk si jago merah. Api baru bisa dipadamkan oleh pada Ahad, 27 Oktober 2024 pukul 04.00 WIB. 

Informasi yang dihimpun, Sabtu, 26 Oktober 2024 sekitar pukul 20.00 WIB, Galinggi Raha,  bergegas lari menuju pos satpam. Dengan nafas ngos-ngosan karyawan bagian Assembling Lab Lem Plywood PT KMGI melaporkan kepada Suktikno, satpam di perusahaan kayu. “Ruang Laboratorium Lem Plywood terbakar, pak!,” kata Galinggi Raha kepada Sutikno. 

Laporan Gilingga Raha membuat Sutikno kaget. Ia pun bergegas menuju tempat kejadian kebakaran atau TKK. Namun, langkah Sutikno terhenti. Sebab, api sudah membesar. Tiup angin malam dan material yang ada di ruang Laboratorium Lem Plywood mudah terbakar sehingga api cepat membesar. Sutikno kemudian meminta bantuan Dinas Damkarmat Gresik. Dua unit mobil pemadam dan dua unit mobil suplai air menuju ke TKK yang berada di Jalan Kapt Darmo Sugondo, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Kebakaran hebat pabrik kayu itu membuat langit di radius 1 kilometer dari lokasi kebakaran berwarna kemerahan. 

Kepala Dinas Damkarmat Gresik Suyono mengatakan,  petugas kami masih melakukan pemadaman mulai tadi malam hingga pukul 04.00 WIB. “Saat ini juga masih dilakukan pembasahan di lokasi,” ujarnya. Ditambahkan Suyono menjelaskan dalam kejadian kebakaran tidak ada korban jiwa. (yad)

8 Jam Diamuk Si Jago Merah, Pabrik Kayu di Gresik Ludes Terbakar, Atap Bangunan pun Ambruk Selengkapnya

Pemerintahan Desa Laban Gelar Musrenbangdes Penyusunan DU RKP 2026, Usulkan 4 Program Prioritas ke Kecamatan Menganti, Gresik

GRESIK,1minute.id – Pemerintahan Desa atau Pemdes Laban, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik menggelar Musyarawah Rencana Pembangunan Desa atau Musrenbangdes, Penyusunan DU RKP tahun 2026 dan Penetapan Rencana Kerja Pemerintah Desa atau RKPDes tahun 2025. 

Dua agenda penting tahunan itu dipimpin langsung oleh Penjabat Kepala Desa Laban Hadi Purwanto ini digelar di Balai Desa setempat pada Rabu malam, 23 Oktober 2024.

Musrenbangdes yang bertujuan Penyusunan Daftar Usulan Rencana Kerja Pemerintah atau DU RKP 2026 ini diikuti ratusan warga. Mereka berasal dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Desa, Badan Permusyawarahan Desa atau BPD, dan  unsur masyarakat, antara lain tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, karang taruna, serta PKK.

Selama hampir dua jam Musrenbangdes berlangsung gayeng. Dalam musyawarah itu warga menyampaikan sejumlah aspirasi dan usulan program. Semua aspirasi yang muncul itu untuk kepentingan warga. Harapannya,  bisa semakin meningkatkan perekonomian dan mensejahterakan desa yang berjumlah 2.400 kepala keluarga atau KK itu.

MUSRENBANGDES LABAN : Para pemangku kepentingan mengikuti Musrenbangdes Penyusunan DURKP 2026 dan Penetapan RKPDes 2025 di Balai Desa Laban, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Rabu malam, 23 Oktober 2024 ( Foto : Pemdes Laban untuk 1minute.id)

Hadi Purwanto, Pj Kepala Desa Laban, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, menyampaikan kesimpulan  hasil musrenbang terdapat ada empat aspirasi masyarakat. Empat usulan masyarakat yaitu : 

1. Warga masyarakat menginginkan seluruh saluran air yang ada lingkungan pemukiman desa di pasang uditch.

2. Membina peran RT/ RW yang baru agar bisa berperan aktif menjaring dan menyampaikan aspirasi warga untuk pelaksanaan program pembangunan ke Pemdes Laban

3. Program Pembangunan infrastruktur di Desa Laban harus bermanfaat dan mengutamakan kegiatan pembangunan yang berskala prioritas / paling urgent dan 

4. Pemdes Laban agar bisa mengupayakan pembangunan Jaringan saluran air PDAM masuk ke Desa Laban.

“Empat usulan yang telah disepakati dalam musrenbangdes itu yang kami usulkan kepada Kecamatan,” tegas Hadi Purwanto pada Kamis, 24 Oktober 2024. “Harapan usulan itu bisa menjadi prioritas program pada tahun 2026 mendatang,” imbuhnya.

Ia mencontohkan, usulan pembangunan  jaringan saluran air PDAM. Akan tetapi, investasi pembangunan jaringan PDAM ini cukup besar. “Selama ini, warga menggunakan air HIPPAM (Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum),” kata Hadi Purwanto yang juga Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat atau Kasi Kesra Kecamatan Menganti itu. 

Ketika musim kemarau, debit air yang bersumber dari air bawah tanah itu berkurang. Oleh karena itulah, warga mengharapkan pemerintah membangun jaringan air PDAM. 

Setelah Musrenbangdes Penyusunan DU RKP 2026, acara dilanjutkan dengan Penetapan Rencana Kerja Pemerintah Desa atau RKPDes 2025. 

Untuk diketahui DU RKP merupakan usulan yang akan diteruskan ke Kecamatan untuk menjadi prioritas pada tahun perencanaan yang akan datang.  DU RKP biasanya dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes). 

Musrenbangdes adalah forum musyawarah tahunan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah desa, BPD, dan unsur masyarakat. Dalam Musrenbangdes, masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dan usulan program pembangunan. Hasil diskusi dan masukan dari peserta Musrenbangdes akan menjadi dasar untuk menyusun RKPDes. (yad)

Pemerintahan Desa Laban Gelar Musrenbangdes Penyusunan DU RKP 2026, Usulkan 4 Program Prioritas ke Kecamatan Menganti, Gresik Selengkapnya

5 Kali Beraksi di Gresik dan Surabaya, Alap-alap Aki Mobil Diringkus di Menganti, Gresik

GRESIK,1minute.id – Perbuatan Muharam, terduga alap-alap pencurian aki mobil terhenti sementara waktu. Ia ditangkap anggota Reserse Kriminal Polsek Menganti di dekat tempat parkir masjid Baitussalam, Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Selain mengamankan Muharam, polisi menyita dua buah aki dan sepeda motor Honda Scoopy yang digunakan mengangkut aki curian. Dalam pemeriksaan terungkap tersangka Muharam berulang kali mencuri aki mobil. “Pelaku melakukan perbuatan tersebut (mencuri aki mobil) di 5 lokasi,” kata Kapolres Gresik AKBP Arief Kurniawan melalui Kapolsek Menganti AKP Roni Ismullah pada Rabu, 23 Oktober 2024.

Roni menyebut lima lokasi kejadian yang pernah diobok-obok oleh tersangka Muharam yaitu di Kepatihan, Kecamatan Menganti, Gresik dan Bonowo, Surabaya masing-masing dua kali. Dan, satu kali di kawasan Pakal, Surabaya. “Tersangka dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke 5e KUHP,” tegas Roni.

Menurut polisi, awal mula korban Darma Aditya bersama Fiano Rahmat Dani memarkir mobil truk Isuzu box dengan nomor polisi atau Nopol L 8062 UB di Jalan Raya Kepatihan tepatnya di area parkir depan Masjid Baitussalam. Setelah parkir di lokasi tersebut, korban mengatarkah surat jalan ke rumah Imam, pengurus perusahaan ekspedisi di Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti.

Baru beberapa menit berada di rumah Imam, tiba-tiba alarm GPS yang terhubung dengan smartphone milik Imam berbunyi. “Daya mati No.Pol. L-8062-UB”. Darma dan Fiano berbocengan ke lokasi parkir. Sesampainya di lokasi parkir, korban melihat tersangka Muharam sedang naik sepeda motor Honda Scoppy warna Hitam Silver nopol DA 6104 BCF membawa 2 buah aki. 

Barang bukti yang diamankan satu lembar surat keterangan dari leasing beserta fotokopi BPKB truk Isuzu boks warna putih nopol L 8062 UB ; dua buah aki merek GS ukuran 12 Volt. Satu kunci pas dan satu sepeda Motor Honda Scoppy warna Hitam Silver DA-6104-BCF. (yad)

5 Kali Beraksi di Gresik dan Surabaya, Alap-alap Aki Mobil Diringkus di Menganti, Gresik Selengkapnya

Patroli Nunggang Kuda, Iptu Suharto Semakin Dekat dengan Warga Kota Gresik

GRESIK,1minute.id -Inspektur Polisi Satu Suharto berbeda dengan anggota Polres Gresik lainnya. Polisi lain biasanya berpatroli mengendarai motor atau mobil patroli. Tetapi, 

Kapolsek Gresik Kota ini memilih melakukan patroli dengan menunggang kuda. Apa yang dilakukan oleh perwira dua balok di pundak yang pernah bertugas di divisi profesi dan pengamanan atau Propam Polres Gresik ini menjadi daya tarik bagi masyarakat. I

novasi yang dilakukan polisi murah senyum dan taat beribadah ini tidak hanya efektif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dan menciptakan suasana yang hangat dan penuh keakraban.Bagi Iptu Suharto  memelihara 

kuda bukan sekedar hobi. Sejumlah kolega Suharto menceritakan pada hari tertentu kuda piaraan itu disewakan untuk angkutan atau dokar atau andong bagi para peziarah di wisata religi Sunan Giri. Selain memelihara kuda, Suharto juga jago mengembala kambing. “Ketika Idul Adha atau Idul Kurban, pak Harto ketika libur menyempatkan jualan kambing kurban itu,” ujar seorang kolega Suharto. 

Patroli berkuda bagi Kapolsek Suharto bukanlah sekadar kegiatan rutin. Ia memanfaatkan kesempatan itu untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Suharto menjadikan patroli ini sebagai sarana untuk mendekatkan diri dengan masyarakat melalui pendekatan yang lebih personal. Bagi warga Kota Gresik, berkuda adalah tradisi langka. Sehingga, ketika Iptu Suharto melakukan patroli menunggang kuda menjadi daya tarik masyarakat.

Kapolres Gresik AKBP Arief Kurniawan menyampaikan, tindakan Kapolsek Suharto ini menjadi inspirasi bagi para pemimpin muda. Beliau membuktikan bahwa seorang pemimpin tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan teknis, tetapi juga harus memiliki kreativitas dan inovasi dalam menjalankan tugasnya. Dengan cara yang unik dan menarik, Kapolsek Suharto berhasil menciptakan citra positif bagi institusi kepolisian dan mendekatkan diri dengan masyarakat.

“Pelayanan publik dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan inovatif. Selain itu, beliau juga ingin menunjukkan bahwa polisi hadir di tengah masyarakat bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat yang siap membantu,” kata mantan Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya itu. (yad)

Patroli Nunggang Kuda, Iptu Suharto Semakin Dekat dengan Warga Kota Gresik Selengkapnya

Potensi Mencemari Pantai, Mahasiswa dan Nelayan Pulau Bawean, Gresik Tolak Tambak Udang

GRESIK,1minute.id – Air pantai perbatasan Desa Kepuh Legundi dan Desa Sidogedung Batu, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur terlihat bening. Airnya berwarna biru. Sesekali terdengar deburan ombak. Suasana pantai yang masih “perawan” yang asri dan alami itu terancam sulit ditemukan lagi.

Sebab, di dekat pantai itu dikabarkan akan berdiri tambak udang. Luasnya 3 hektar. Air pantai pun berpotensi tercemar bila ada aktivitas budidaya tambak di sekitar pantai tersebut. Kondisi itu, membuat puluhan mahasiswa dan nelayan Pulau Bawean, Kabupaten Gresik resah. 

Massa gabungan yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Masyarakat dan Nelayan (AMMAN) menggelar unjukrasa pada Rabu, 16 Oktober 2024. Ada tiga tuntutan yang mereka suarakan. Yakni, Menolak terjadinya tambak udang sampai kapanpun ; Mengecam sikap pemimpin yang telah ikut mengesahkan izin dan berada pada pihak pengelola tambak udang dan Mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap tambak udang yang dinilai merusak ekosistem laut setempat. 

Sekitar pukul 09.00WIB, massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Masyarakat dan Nelayan (AMMAN) tiba sebuah pantai yang berbatasan antara Desa Desa Kepuh Legundi dan Desa Sidogedung Batu, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Mereka kemudian melakukan orasi secara bergantian sambil membentangkan spanduk bertuliskan “Tolak Tambang Udang”. 

Koordinator AMMAN Maqduratul Marifah, penolakan terhadap tambak udang karena merugikan nelayan dan masyarakat sekitar lokasi. “Proyek itu diduga telah menagabaikan dampak negatifnya terhadap lingkungan,” kata Dira-sapaan-Maqduratul Marifah dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Rabu, 16 Oktober 2024. 

Aksi penolakan proyek udang ini kali kedua dilakukan oleh warga Pulau Bawean. Tambak udang yang akan dibangun di Sidogedungbatu. Selain khawatir pencemaran lingkungan, proyek udang itu juga dikhawatirkan memicu konfilk horisontal antara masyarakat nelayan dan petambak. Karena itu, Amman mendesak proyek tambak udang agar dihentikan. (yad)

Potensi Mencemari Pantai, Mahasiswa dan Nelayan Pulau Bawean, Gresik Tolak Tambak Udang Selengkapnya

Warga Mengare, Gresik Tuntut JIIPE dan Freeport Indonesia Rekrut 60 Persen Tenaga Kerja Lokal

GRESIK,1minute.id – Ratusan warga Pulau Mengare, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur ngeluruk Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE dan PT Freeport Indonesia pada Selasa, 15 Oktober 2024. Ratusan warga berada di ring #1 itu menggelar demonstrasi untuk menuntut pekerjaan di perusahaan smelter single line terbesar di dunia itu.

Mereka menagih janji pengelola kawasan dan perusahaan smelter untuk merekrut 60 persen tenaga kerja lokal sesuai dengan Peraturan Daerah atau Perda 7/2022 tentang Penyelenggaraan Tenaga Kerja. Di perda itu, perusahaan diwajibkan merekrut 60 persen tenaga lokal dan 1 persen penyandang disabilitas.

Ratusan warga itu masuk ke Kawasan Ekonomi Khusus Java Integreted Industrial and Port Estate atau KEK JIIPE, tempat perusahaan pengolahan konsetrat tembaga hingga 1,7 juta ton, dan emas itu beroperasi melalui jalur darat dan laut. Massa dari jalur darat menggendarai sepeda motor melewati jalan “tikus”. Namun, massa hanya sampai di gate-1 karena dihadang barikade keamanan kawasan dan aparat kepolisian.

Sedang, demonstran jalur laut dengan naik puluhan perahu motor. Berhenti di sekitar pelabuhan internasional kemudian naik kedaratan. Dalam aksi itu, massa membawa sejumlah spanduk. Antara lain, berbunyi : ” Buat apa Dibangun Pabrik Pengolah Emas, Kalo Kita Tetap Susah Beli Beras!!!’. 

Abdul Amin, salah seorang pendemo,  menyampaikan, tuntutan masyarakat Mengare komplek utamanya adalah lapangan pekerjaan. Janji pihak kawasan sebanyak 60 persen untuk warga lokal belum terealisasi.

“Kami ingin menyampaikan aspirasi terkait ketenagakerjaan yang pernah dijanjikan oleh pihak kawasan (KEK JIIPE). Janji 60 persen penyerapan tenaga kerja sejauh ini belum terealisasi,” kata Abdul Amin.

Koordinator aksi Abdul Wahab Sya’roni setali tiga uang dengan Amin menyebut, pembangunan kawasan JIIPE sangat terdampak bagi warga Mengare Komplek yang keseharian bekerja sebagai nelayan dan petambak. Mereka yang terdampak sedianya diprioritaskan bekerja di Smelter PTFI yang sudah mulai beroperasi.

“Kami menuntut hak-hak kita sebagai warga Mengare disejahterakan terkait adanya PT Freeport ini. Banyak orang beranggapan sebagai warga lokal terutama berada di ring satu penyerapan tenaga kerja sangat besar. Tapi sampai saat ini belum kami rasakan,” ungkapnya.

Roni berharap, dengan adanya aksi demonstarasi ini akan ada mediasi dan solusi yang disepakati bersama. Namun, bila mediasi tidak tercapai kesepakatan, maka tidak menutupkemungkinan warga akan menggelar demo kembali dengan massa yang lebh besar.

“Ketika aspirasi yang kita sampaikan ke pihak kawasan dan PT Freeport tidak dikabulkan, maka kita akan bawa massa yang lebih besar lagi. Kita buktikan bahwasanya kalau kita ini warga lokal yang kompak,” pungkasnya.

Terpisah, VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia Katri Krisnati  mengatakan, PTFI senantiasa memantuhi ketentuan dari Pemprov Jatim dan Kabupaten Gresik mengenai prioritas tenaga kerja dari desa sekitar Smelter yang telah memenuhi kualifikasi dan spesifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan. 

“PTFI terbuka kepada setiap perusahaan lokal yang ingin bekerja sama dan berkontribusi dalam operasional Smelter dengan melewati proses kualifikasi, verifikasi, dan evaluasi,” kata Katri Krisnati  melalui pesan WhatsApp Grup pada Selasa, 15 Oktober 2024. (yad)

Warga Mengare, Gresik Tuntut JIIPE dan Freeport Indonesia Rekrut 60 Persen Tenaga Kerja Lokal Selengkapnya