Visi Membangun Gresik, Semua Parpol di Gresik Mendukung Paslon Gus Yani-Dokter Alif

GRESIK,1minute.id – Komisi Pemilihan Umum atau KPU Gresik membuka pendaftaran calon bupati (Cabup) dan calon wakil bupati (Cawabup) Gresik mulai  27-29 Agustus 2024. 

Pasangan Cabup-Cawabup Gresik. Fandi Akhmad Yani-dr Asluchul Alif yang mendaftar pada hari pertama, Selasa, 27 Agustus 2024. Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani diusung oleh PDI-Perjuangan dengan 9 kursi. Sedangkan, dr Alif, sapaan Asluchul Alif diusung oleh Partai Gerindra memiliki 10 kursi. Paslon ini memiliki 19 dari 50 kursi di DPRD Gresik. 

Selain dua partai pengusung itu, Gus Yani yang juga Bupati Gresik dan dr Alif yang ketua DPC Partai Gerindra itu di dukung enam partai lain yang memiliki kursi di parlemen yang berkantor di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik. Enam partai pendukung Gus Yani-Dokter Alif itu adalah PKB dengan 14 kursi ; Golkar (6) ; Partai Demokrat (3), PPP (3) ; PAN (3) dan NasDem (2).  Artinya dengan dukungan enam parpol itu, seluruh anggota DPRD yang berjumlah 50 orang itu memberikan dukungan kepada Gus Yani-dokter Alif. 

Selain partai yang ada di parlemen, partai politik yang tidak memiliki perwakilan di DPRD Gresik juga merapat ke paslon Gus Yani-dokter Alif ini. Secara perhitungan matematika coblosan Pemilihan Bupati atau Pilbup Gresik pada 27 November 2024 hanya ada satu kandidat paslon yakni Gus Yani-dokter Alif. Paslon ini dimungkinkan akan melawan bumbung kosong. 

“Saat ini, semua parpol memberikan dukungan kepada Gus Yani-dokter Alif. Pendaftaran masih tersisa dua hari. Pendaftaran paslon sampai 29 Agustus,” ujar Ketua KPU Gresik Akhmad Taufik pada Selasa, 27 Agustus 2024.

Gus Yani mengatakan, bergabungnya semua partai politik ini karena mereka memiliki visi sama, yakni membangun Gresik. ‘Semangat yang sama membangun Gresik,” kata Gus Yani didampingi Cawabup Gresik dokter Alif. 

Gus Yani meminta doa dan dukungan kepada masyarakat, ñagar pelaksanaan kontestasi Pilbup Gresik 2024 bisa berjalan aman, nyaman sehingga kondisi kamtibmas tetap kondusif. (yad)

Visi Membangun Gresik, Semua Parpol di Gresik Mendukung Paslon Gus Yani-Dokter Alif Selengkapnya

Ribuan Pasang Mata Saksikan Karnaval Politik, Antar Gus Yani-Dokter Alif Daftar Pilbup Gresik 2024

 GRESIK,1minute.id – Fandi Akhmad Yani-dr Asluchul Alif, mendaftar sebagai Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Gresik ke kantor Komisi Pemilihan Umum atau KPU Gresik pada Selasa, 27 Agustus 2024.

Pendaftaran paslon yang diusung oleh PDI-Perjuangan dan Partai Gerindra dan didukung seluruh partai politik yang memiliki kursi di parlemen Gresik dan partai non kursi ini dikemas cukup apik. Memadukan Unsur religi dan budaya. Masyarakat berjubel karena merasa aman, nyaman dan menyenangkan.

Sebab, prosesi pendaftaran dikemas seperti karnaval Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Cabup Gresik Gus Yani bersama istri, Nurul Haromaini Ali dan dokter Alif bersama dr Shinta Puspitasari memakai busana khas Gresik. 

Busana laki-laki berdasarkan Peraturan Bupati atau Perbup nomor 12/2014 tentang Pakaian Dinas Pegawai di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik untuk laki-laki yakni jas lengan panjang warna putih dengan kancing warna kuning keemasan; leher berdiri dan tertutup yang terdapat tiga saku, satu diatas sebelah kiri, dan dua di bawah kanan kiri. Kemudian, celana panjang warna putih ; memakai sarung 20 centimeter diatas lutut ; lipatan sarung bagian atas tertutup jas. Paslon Cabup dan Cawabup Gresik pun terlihat gagah.

Sedangkan, busana kaum hawa Khas Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yakni kebaya lengan panjang; sarung batik; jilbab;

kurosi panjang; dan alas kaki sandal selop kulit. Busana perempuan ini membuat Ny Nurul Haromaini, istri Gus Yani dan dr Shinta Puspitasari, istri dokter Alif terlihat anggun. 

Cabup dan Cawabup Gresik beserta istri masing-masing naik kereta kecana naga yang megah dan gagah yang didatangkan dari Pulau Madura. Kereta naga itu ditarik mobil Jeep. Dibelakang kereta naga, terdapat dua mobil pikal dengan patung berbentuk Banteng milik pendukung pasangan calon. 

Di barisan depan sejumlah komunitas melakukan konvoi sepeda motor dan sepeda onthel. Kostum yang mereka pakai pun beraneka ragam. Ada kostum Dayak, ada kostum pejuang kemerdekaan dan juga memakai baju adat. Gelaran itu membuat masyarakat di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik semringah. Karena mendapatkan hiburan gratis.

Sepanjang arak-arak dari depan Pendapa Bupati Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim sampai Kantor Komisi Pemilihan Umum Gresik sejauh 6 kilometer itu warga berjubel menikmati karnaval politik. 

Calon Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, memberikan apresiasi kepada seluruh partai politik yang memberikan dukungan untuk mengikuti konstestasi Pemilihan Kepala Daerah alias Pemilihan Bupati atau Pilbup Gresik 2024 serta masyarakat Gresik yang telah mendoakan kesuksesan pasangan calon mulai dari proses pendaftaran. 

“Kami mengusung tema karnaval, karena masih berada di bulan Agustus, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Gus Yani didampingi Cawabup Gresik dokter Alif di kantor KPU Gresik.

Gus Yani yang juga Bupati Gresik ini tradisi dan budaya khas Gresik bisa terus dilestarikan. “Saya dan Cawabup Gresik juga memakai busana khas Gresik,” katanya. (yad)

Ribuan Pasang Mata Saksikan Karnaval Politik, Antar Gus Yani-Dokter Alif Daftar Pilbup Gresik 2024 Selengkapnya

Ziarah ke Makam Waliyullah Dulu, Lalu Paslon Cabup Gus Yani-Cawabup Dokter Alif Daftar Pilbup Gresik ke KPU

GRESIK,1minute.id – Pasangan Calon Bupati atau Cabup dan Calon Wakil Bupati alias Cawabup Gresik, Fandi Akhmad Yani-dr Asluchul Alif mendaftar ke kantor Komisi Pemilihan Umum atau KPU Gresik pada Selasa, 27 Agustus 2024.

Paslon yang diusung oleh PDI-Perjuangan dan Partai Gerindra dan didukung oleh seluruh partai yang memiliki kursi di parlemen, DPRD Gresik dan partai yang tidak memiliki kursi di DPRD Gresik ini mendaftar di hari pertama, KPU membuka pendaftaran pada Selasa, 27 Agustus 2024. 

Pendaftaran di kemas cukup apik. Menyajikan unsur religi dan hiburan rakyat alias karnaval politik. Sebelum melakukan pendaftaran, paslon Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani dan dr Asluchul Alif atau dokter Alif melakukan ziarah ke makam Waliyullah yakni Sunan Maulana Malik dan Habib Abubakar Assegaf. 

Paslon mengenakan baju khas Gresik. Busana laki-laki berdasarkan Peraturan Bupati atau Perbup  nomor 12/2014 tentang Pakaian Dinas Pegawai di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik untuk laki-laki yakni jas lengan panjang warna putih dengan kancing warna kuning keemasan; leher berdiri dan tertutup yang terdapat tiga saku, satu diatas sebelah kiri, dan dua di bawah kanan kiri. Kemudian, celana panjang warna putih ; memakai sarung 20 centimeter diatas lutut ; lipatan sarung bagian atas tertutup jas. Paslon terlihat gagah.

Sedangkan, busana kaum hawa Khas Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yakni kebaya lengan panjang; sarung batik; jilbab;

kurosi panjang; dan alas kaki sandal selop kulit. Busana perempuan ini membuat Ny Nurul Haromaini, istri Gus Yani dan dr Shinta Puspitasari, istri dokter Alif terlihat anggun. 

Kali pertama mereka ziarah ke makam Maulana Malik Ibrahim di Jalan Malik Ibrahim, Desa Pulopancikan, Kecamatan/Kabupaten Gresik. Ziarah dilanjutkan ke makam Habib Abubakar Assegaf berada di Kompleks Masjid Jamik Gresik di Jalan KH Wachid Hasyim, Alun-alun Gresik. 

ZIARAH : Paslon Cabup Gresik Fandi Akhmad Yani( kiril dan Cawabup Gresik dr Asluchul Alif (kanan ) usai ziarah ke Makam Habib Abubakar Assegaf sebelum mendaftar ke KPU Gresik pada Selasa, 27 Agustus 2024 (FOTO: chusnul cahyadi/1minute.id)

Usai ziarah, paslon Gus Yani dan dokter Alif diajak dengan iringan rekana menuju depan Pendapa Bupati Gresik yang jarak sekitar 200 meter. Ribuan pasang mata memenuhi sepanjang jalan itu. Laki-laki maupun perempuan. Orang tua hingga anak-anak. Sesekali mereka meminta foto bersama maupun bersamaan dengan kedua tokoh muda di Kota Santri itu. Gus Yani dan dokter Alif melayani warga keinginan warganya tersebut. 

Antusiasme masyarakat itu, membuat Gus Yani dan dokter Alif merasa terharu. Senang hingga kelopak matanya berkaca-kaca. “Doakan Saya dan dokter Alif dalam menjalankan amanah kedepan semakin memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gresik,” kata Gus Yani didampingi dokter Alif.

Pada kesempatan, Gus Yani yang juga Bupati Gresik saat ini, juga memberikan apresiasi kepada Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. ‘Beliau orang terbaik. Ibu kita. Semoga sehat terus, sukses , berkah seluruh keluarganya. Beliau saat ini berdoa untuk kita, untuk masyarakat Gresik,” katanya. 

Usai menyapa masyarakat, Gus Yani dan dokter Alif kemudian naik keatas kereta kencana naga yang didatangkan dari Pulau Madura. Sedangkan, Ning Nurul dan Shinta, naik kereta kencana naga lainnya. (yad)

Ziarah ke Makam Waliyullah Dulu, Lalu Paslon Cabup Gus Yani-Cawabup Dokter Alif Daftar Pilbup Gresik ke KPU Selengkapnya

Gang Sebelah Rilis Film Dokumenter Penutur Terakhir, Mbah Mat Kauli, Maestro Macapat Gagrak Gresik 

GRESIK,1minute.id – Yayasan Gang Sebelah merilis film dokumenter tentang Maestro Macapat Gagrak, Mbah Mat Kauli pada Sabtu malam, 24 Agustus 2024. Film dokumenter hasil riset selama 6 bulan yang dilakukan oleh anggota yayasan yang berdiri sejak 2017 itu diputar di Kampung Kemasan, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik.

Kampung Kemasan adalah salah satu perkampungan heritage yang ada di Gresik Kota Lama atau GKL Sedangkan, Yayasan Gang Sebelah yaitu yayasan berfokus pada kerja riset, arsip dan pengembangan kebudayaan menaungi berbagai komunitas. Antara lain, Gresik Movie (komunitas film) ; Sanggar Intra (Komunitas Teater) ; Onomastika (Komunitas Musikalisasi.Puisi) ; Ruang Sastra (Komunitas Sastra).dan Rubamerah (Perpustakaan).

Anggota komunitas ini mayoritas kaum milenial dan generasi Z atau Gen-Z. Film dokumenter iu berjudul “Penutur Terakhir” Mbah Mat Kauli, Maestro Macapat Gagrak Gresik” disaksikan ratusan pasang mata. Puluhan seniman, budayawan dan pencinta kebudayaan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik memenuhi pemutaran perdana film dokumenter yang berdurasi 33 menit itu. 

Terlihat hadir antara lain, Uman Iswahyudi, anak nomor 5 dari 10 saudara pasangan Mat Kauli dengan Supartin (almarhumah). Uman Iswahyudi terlihat berkaca-kaca menonton film yang menceritakan keseharian ayahandanya, Mat Kauli ketika masih sehat hingga kesehatan berkurang itu. 

Ketika masih sehat, sang Maestro Macapat Gagrak yang betah melek itu masih sering nembang meski menggunakan kursi roda. Memakai blankon dan baju batik. Tampak gagah. “Saya sangat terharu. Sangat tersanjung adanya film dokumenter yang dibuat oleh Gang Sebelah ini,” kata Uman Iswahyudi dengan suara lirih.

Kondisi kesehatan Mbah Mat Kauli semakin menurun setelah Supartin, belahan hati yang juga cinta pertama dan terakhir ini wafat di usia 70 tahun pada 16 Agustus 2021 lalu. Mbah Mat Kauli merasa kehilangan belahan jiwa. “Waktu masih sehat, Saya hampir setiap Jumat nyekar ke makam istri. Sekarang saya tidak bisa,” tutur mbah Mat Kauli dalam film dokumenter itu. 

Mbah Mat Kauli lahir pada 1 Mei 1931. Saat meminang Supartin, ia masih berusia 22 tahun. Saat itu, Supartin yang lahir pada 10 Mei 1942, masih berusia 12 tahun. Diceritakan dalam film dokumenter itu, Supartin jatuh cinta kepada Mat Kauli karena suara merdu. “Saat itu, ibu belum pernah bertemu dengan bapak. Jatuh cinta karena mendengar suara bapak saja,” cerita anak-anak Mbah Mat Kauli di film itu.

Pernikahan Mbah Mat Kauli dengan Suparti dikarunia 10 anak, 31 cucu dan 35 cicit. Di film dokumenter itu juga anak dan cucunya menceritakan kecintaan Mbah Mat Kauli dengan Supartin seperti cerita film layar lebar Habibie dan Ainun. B.J. Habibie adalah Presiden kelima Indonesia. Sedangkan, Hasri Ainun Besari adalah ibu negara. 

APRESIASI: Camat Gresik Jalesvie Triyatmoko didampingi Pembina Yayasan Gang Sebelah Dewi Musdalifah dan Ketua Tim pembuatan film dokumenter Qonita menyerahkan apresiasi diterima oleh
Uman Iswahyudi, anak Mbah Mat Kauli dalam acara perilisan Film dokumenter Penutur Terakhir di Kampung Kemasan, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Sabtu malam, 24 Agustus 2024 ( FOTO: chusnul cahyadi/1minute.id)

Selama pernikahan mereka hidup rukun meski ekonomi keluarga tergolong pas-pasan. Untuk menafkahi keluarga, Mbah Mat Kauli bekerja di galangan kapal, PT PAL Surabaya. Mbah Mat Kauli berangkat dan pulang kerja dengan ngontel. Rumah Mbah Mat Kauli di Jalan Awikoen Jaya, Kampung Gemantar, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik dan tempat kerjanya di kawasan Tanjung Perak, Surabaya.yang jaraknya sekitar 12- 15 kilometeran. Waktu itu infrastruktur jalan raya tidak sebagus sekarang.

Pagi sampai sore hari kerja di pabrik. Malam hari, nembang macapat hingga dini hari. Mat Kauli mulai macapat di usia 18 tahun hingga sekarang atau 75 tahun. Kecintaan kepada seni dan budaya itu, Mbah Mat Kauli akhirnya mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi atau Kemendikbud Ristek sebagai seorang Maestro. 

Ketika menerima penghargaan itu, Supartin telah tiada. Mbah Mat Kauli merasa sangat sedih karena belahan jiwa tidak bisa menikmati jerih payah Mat Kauli mendapatkan uang tali asih hingga seumur hidupnya. Sejak tiga bulan terakhir atau tepatnya saat Idul Fitri kesehatan semakin menurun. Bahkan, kaki tidak lagi kuat menahan berat tubuhnya. Mbah Mat Kauli kini hanya bisa berbaring di tempat tidur di kamar rumah yang sederhana. 

Perilisan film dokumenter tentang Mbah Mat Kauli berjudul “Penutur Terakhir”, Maestro Macapat Gagrak, Gresik ini tidak bisa hadir. Mbah Mat Kauli diwakili anak nomor 5 bernama Uman Iswahyudi, yang pensiunan Aparatur Sipil Negara di Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik.

Ketua tim riset Film Dokumenter Penutur Terakhir, Qonita Tri mengatakan, Mbah Mat Kauli adalah pelestari Macapat Gagrak Gresik ini. “Mumpung Mbah Mat Kauli masih sehat , kita buatkan film dokumenter dengan harapan anak-anak muda bisa belajar melalui film dokumenter dan audiobooknya,” kata Qonita yang didampingi Ketua Yayasan Gang Sebelah Hidayutul Nikmah dan Bendahara perilisan film dokumenter Dewi Nastitiya Anindya usai acara kepada wartawan pada Sabtu malam, 24 Agustus 2024.

Pembuatan film dokumenter ini, kata Qonita, difasilirasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi atau Kemendikbud Ristek. Selama 6 bulan tim mendokumentasikan keseharian Mbah Mat Kauli, melakukan wawancara dan kerap melakukan kunjungan ke rumah mbah Mat Mauli.  “Isi dalam film ini, lebih banyak tentang Bagaimana kemaestroannya mbah Mat Kauli, kehidupan sehari-hari, mulai baca macapat sejak usia berapa hingga di usia 93 tahun ini,” katanya. “Selama 75 tahun melestarikan macapat, apa saja yang telah di terima oleh Mbah Mat Kauli,” tambahnya. 

Pesan yang ingin disampaikan dalam film dokumenter ini? Ia menyebut Macapat yang dibacakan oleh Mbah Mat Kauli berasal dari cerita serat, ada dari Babad Sindujoyo, yang menceritakan tentang fase kehidupan mulai dari kandungan sampai menuju kematian.

“Jadi ada pesan kehidupan sehari-hari bagaimana laku bagi manusia itu sendiri,” terang perempuan berhijab itu.

Rencana kedepan? Tujuan membuat film dokumenter ini selain untuk mendokumentasi juga menyebarkan ilmunya. “Kami pingin menyebarkan filmnya, audiobook ke sekolah, memutar film ke kampung dan desa-desa untuk memperkenalkan macapat kepada yang lebih luas lagi,” tegasnya. 

Selain pemutaran film,  perilisan film dokumenter dilakukan talkshow serta pemberian apresiasi Yayasan Gang Sebelah kepada Mbah Mat Kauli yang diterima oleh Uman Iswahyudi, anak kelima Mbah Mat Kauli. Acara kelar sekitar pukul 22.30 WIB. (yad)

Gang Sebelah Rilis Film Dokumenter Penutur Terakhir, Mbah Mat Kauli, Maestro Macapat Gagrak Gresik  Selengkapnya

75 Tahun Nembang, Lestarikan Budaya, Kemendikbud Ristek Berikan “Gelar” Mbah Mat Kauli Maestro Macapat 

GRESIK,1minute.id – Kesehatan mbah Mat Kauli terus menurun. Bahkan kaki maestro macapat berusia 93 tahun itu tidak bisa lagi menahan berat tubuhnya. Kakek yang memiliki 10 anak, dengan 31 cucu dan 35 cicit itu pun harus berbaring di tempat tidur di rumahnya yang sederhana di Jalan Awikoen Jaya no 31 Gemantar, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. 

“Sejak Idul Fitri lalu, bapak sakit,” kata Sumiyati, 70 tahun, anak sulung dari 10 bersaudara pasangan suami istri, Mat Kauli dengan Suparti pada Rabu, 21 Agustus 2024.

Wartawan 1minute.id  secara bersamaan dengan dua siswa bernama Aqila Callysta Putri dan Senna Niswara, serta Surya Yetni, guru pembimbing dari UPT SMP Negeri 4 Gresik mengunjungi rumah mbah Mat Mauli. Kedatangan kedua siswa dan seorang pembimbing untuk melakukan pendalaman penelitian tentang macapat, kebudayaan khas di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. 

Pendalaman penelitian dengan judul : Eksistensi Mocopat Ala Gresik sebagai Local Culture Education ini, setelah mereka lolos nasional ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia atau OPSI yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,  Riset dan Teknologi atau Kemendubud Ristek 2024. Selama hampir 2 jam berbincang santai dengan  maestro Macapat Mbah Mat Kauli di kamar tidurnya yang berukuran 3×4 meter persegi itu.

Di dalam kamar itu terdapat dua buah lemari. Satu lemari pakaian bagian rak atas digunakan sebagai tempat Mbah Mat Kauli menyimpan buku-bukunya. Buku macapat itu ada yang masih menggunakan aksara Jawa kuno atau hanacaraka, dan aksara Jawa latin. Buku aksara Jawa kuno dengan cover warna hitam dan kertas sudah berwarna kuning. 

SEMANGAT: Maestro Macapat Mbah Mat Kauli yang tetap semangat ketika nembang sambil tidur di kamar tidur di rumahnya Jalan Awikoen Jaya, Gemmtar, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Rabu, 21 Agustus 2024 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sedangkan, buku aksara Jawa latin hasil terjemahan itu ditulis tangan oleh Mbah Mat Kauli. Selama 14 bulan Mbah Mat Kauli menyalin. Buku-buku tertata rapi. 

“Tidak komplit, ada yang dipinjam anak-anak mahasiswa yang melakukan penelitian dan belum dikembalikan,” sela Sumiyati. 

Meski kaki tidak bisa menahan berat tubuhnya,  daya ingatan Mbah Mat Kauli masih luar biasa. Di usia 93 tahun kebanyakan orang mengalami pikun, akan tetapi ingatan Mbah Mat Kauli yang mulai nembang macapat di usia 18 tahun itu masih sangat tajam. Selama 75 tahun mbah Mat Kauli nembang Macapat. 

Hanya pendengarannya mulai berkurang. Melihat ada tamu, Mbah Mat Kauli terlihat senang. Seakan menjadi “obat” bagi mbah Mat Kauli. “Matur suwun, sik diperhatikan,” katanya. Mbah Mat Kauli pun mengizinkan tamunya untuk merekam dan memotretnya.

Ia pun menceritakan tentang masa muda, hingga dinobatkan sebagai seorang maestro Macapat oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek Republik Indonesia. Ia juga bercerita menjadi aktor film yang dibuat oleh Yayasan Gang Sebelah, yang berdiri sejak 2017. 

Yayasan yang berfokus pada kerja riset, arsip dan pengembangan kebudayaan menaungi berbagai komunitas. Yakni, Gresik Movie (Komunitas Film), Sanggar Intra (Komunitas Teater), Onomastika (Kelompok Musikalisasi Puisi), Ruang Sastra (Komunitas Sastra), serta Rubamerah (perpustakaan). 

“Pingin teko, tapi kondisi kesehatan seperti ini,” ujarnya. Pada usia 22 tahun mbah Mat Kauli menikah dengan Supartin yang saat itu masih berusia 12 tahun. Dari pernikahan itu, Mbah Mat Kauli dikarunia 10 anak. Tiga di antara 10 anak meninggal dunia. Supartin adalah cinta pertama dan terakhir Mbah Mat Kauli. 

Kondisi kesehatan Mbah Mat Kauli yang lahir 1 Mei 1931 menurun sejak istrinya, Supartin wafat pada 16 Agustus 2021. “Sejak ibu meninggal itu, kondisi kesehatan bapak terus menurun,” cerita Sumiyati.

Sekitar 3 bulan terakhir ini, Mbah Mat Kauli tidak bisa berjalan. Bahkan, kakinya sudah tidak bisa menahan berat tubuhnya. Mbah Mat Kauli hanya bisa berbaring di tempat tidur. Akan tetapi, Mbah Mat Kauli sangat  bersemangat ketika membang macapat. “Bagi bapak nembang macapat bagai obat yang mujarab. Bapak selalu bersemangat kalau ada yang minta nembang,” ujar Sumiyati. (yad)

75 Tahun Nembang, Lestarikan Budaya, Kemendikbud Ristek Berikan “Gelar” Mbah Mat Kauli Maestro Macapat  Selengkapnya

Gresik United Resmi Kontrak Djordje Maksimovic, Pemain asal Serbia yang Haus Gol

GRESIK,1minute.id –  Gresik United resmi mengontrak penyerang asal Serbia, Djordje Maksimovic. Pemain 24 tahun ini sebelumnya bergabung di Hougang United. Di Liga Singapura itu Djordje Maksimovic mencetak 13 gol dan 5 asist. 

Djordje  pernah merumput di kasta kedua Liga Yunani, FS Kozani dengan mencetak 4 gol. Djordje Maksimovic senang bisa berkesempatan bermain klub Gresik United yang berjuluk Laskar Joko Samudro di Liga 2 Indonesia ini.

CEO Gresik United, Nila Yani Hardiyanti bersyukur striker asing Gresik United mendarat dengan selamat di Gresik. Nila, begitu sapaan gadis berhijab melakukan diskusi panjang dengan jajaran pelatih. Dikarenakan banyak pilihan striker. Posisi striker ini penting menentukan keberhasilan GU di Liga 2.

“Kami tidak mau asal memilih striker asing. Panjangnya diskusi apa yang dimiliki Djordje sepak terjang Djordje karir di berbagai negara mampu mencetak banyak gol menjadi pertimbangan,” ucapnya di markas Gresik United di Jalan Panglima Sudirman, Gresik pada Jumat malam, 23 Agustus 2024.

Menurutnya ada tiga hal poin penting Djordje di skuad GU. Djordje memiliki rekam jejak karir menterenng. Pertimbangan cukup muda, berusia 24 tahun dengan segudang pengalaman.

“Bahwasannya berusia 24 tahun cukup produktif semoga Djordje memberikan ruang terbaik untuk kita. Kita rekrut Djordje memiliki kelebihan mau turun pandai cipatakan peluang ciptakan gol bisa kita lihat di AFC Cup. Setelah menimbang-menimbang kita pilih Djordje sebagai pemain asing bisa memberikan yang terbaik adaptasi cepat bermain pertama di Indonesia. Berikan yang terbaik membawa Gresik United ke Liga 1,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Djordje menyampaikan kepada awak media terkait ketertarikannya menerima tawaran bermain di Liga Indonesia bersama Gresik United. Dia sudah mengetahui banyak hal, dari para pemain Eropa Timur atau dari Balkan. Seperti Ilija Spasojevic, Marco Simic, Nicola Kovacevic, termasuk pelatih Milomir Seslija, hingga Miljan Radovic.

“Tahun lalu AFC Cup cetak 2 gol lawan PSM Makasaar, teringat Liga Indonesia tradisi baik di asia tenggara. Ingat momen lawan PSM Makassar senang bermain di Liga Indonesia suporter bagus,” ujarnya.

Disinggung mengenai alasan kenapa memperkuat tim Liga Indonesia kasta kedua, Djordje mengaku tertantang bermain di Asia. “Main di Asia lebih terbuka lebih menyerang tantangan striker, di eropa lebih bagus tapi lebih taktikal lebih defensif,” katanya. (yad)

Gresik United Resmi Kontrak Djordje Maksimovic, Pemain asal Serbia yang Haus Gol Selengkapnya

Ini Nama dan Perolehan Suara 50 Anggota DPRD Gresik yang Baru Dilantik

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 50 anggota DPRD Gresik periode 2024-2029 telah dilantik pada Jumat, 23 Agustus 2024. Pelantikan wakil rakyat hasil pemilihan legislatif atau pileg 2024 itu menandai berakhir periodesasi anggota DPRD Gresik periode 2019-2024. 

Berdasarkan laporan Ketua DPRD Gresik sementara Abdullah Hamdi, anggota DPRD Gresik yang dilantik oleh Ketua Pengadilan Negeri Gresik I Gusti Ayu Susilawati dalam rapat paripurna dengan agenda Pengambilan Sumpah atau Janji Anggota DPRD Kabupaten Gresik Periode 2024-2029 itu berjumlah 50 orang. 

Rinciannya, PKB 14 kursi ; Partai Gerindra 10 kursi ; PDI Perjuangan 9 kursi ; dan Golkar 6 kursi. Kemudian, Partai Demokrat 3 kursi, PPP 3 kursi dan NasDem 2 Kursi. “Dengan demikian total 50 kursi anggota DPRD Kabupaten Gresik,” kata Ketua DPRD Gresik sementara Abdullah Hamdi. (yad)

Berikut nama anggota DPRD Gresik berdasarkan laman : gresik.bawaslu.go.id

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

1. Syaikhu Busiri 4.461 Suara (Dapil 1)

2. Dimas Setio Wicaksono, 7.880 Suara (Dapil 1)

3. Mochammad, 11.281 Suara (Dapil 2)

4. Jamiyatul Mukarromah, 8.456 Suara (Dapil 2)

5. Abdullah Hamdi, 11.239 Suara (Dapil 3)

6. Nur Yahya Hanafi, 8.320 Suara (Dapil 3)

7. Pondra Priyo Utomo 12.370 Suara (Dapil 3)

8. Muhammad Rizaldi Saputra 21.111 Suara (Dapil 4)

9. Sujono, S.H. 5.563 Suara (Dapil 4)

10. Ainul Yaqin Tirta Saputra,10.915 Suara (Dapil 5)

11. Husnul Aqib, 8.716 Suara (Dapil 6)

12. Imron Rosyadi 4.303 Suara (Dapil 7)

13. Bustami Hazim,  5.913 Suara (Dapil 8)

14. Muhammad Syahrul Munir, 8.463 Suara (Dapil 9)

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)

1. Danang Swantara 9.190 Suara (Dapil 1)

2. Ricke Mayumi, M.Si 5.658 Suara (Dapil 1)

3. Nur Sa’idah, S.E., M.M. 15.505 Suara (Dapil 2)

4. Kamjawiyono 9.474 Suara (Dapil 4)

5. Muchamad Zaifudin, S.Pd. 10.469 Suara (Dapil 4)

6. Abdullah Munir, 9.535 Suara (Dapil 5)

7. Muhammad Kurdi, 7.216 Suara (Dapil 7)

8. Lutfi Dhawam, 6.435 Suara (Dapil 8)

9. dr Asluchul Alif, 9.448 Suara (Dapil 9)

10. Yuyun Wahyudi 3.943 Suara (Dapil 9)

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)

1. Elvita Vetty, 4.363 Suara (Dapil 1)

2. H. Nadlir, 5.936 Suara (Dapil 1)

3. Nasikhul Khakim, 7.706 Suara (Dapil 2)

4. Mujid Riduan, 13.586 Suara (Dapil 3)

5. Dimaz Fahturachman, 6.308 Suara (Dapil 3)

6. Sulisno Irbansyah, 7.563 Suara (Dapil 4)

7. Anton 5.876 Suara (Dapil 5)

8. Jumanto. 7.192 Suara (Dapil 6)

9. Noto Utomo 11.377 Suara (Dapil 9)

Partai Golongan Karya (Golkar)

1. Ahmad Nurhamim, 7.911 Suara (Dapil 1)

2. Wongso Negoro, 9.901 Suara (Dapil 3)

3. Atek 6.351 Suara (Dapil 4)

4. Komsatun, 9.439 Suara (Dapil 5)

5. Asro’in Widyana, 7.215 Suara (Dapil 6)

6. Khusnul Fiqhan 5.633 Suara (Dapil 7)

Partai Demokrat

1. Ahmad Fauzi, 6.390 Suara (Dapil 6)

2. Suberi 4.953 Suara (Dapil 7)

3. Eril Desembrilian Prabowo, 6.757 Suara (Dapil 8)

Partai Persatuan Pembangunan 

1. Imam Syaifudin, 4.000 Suara (Dapil 2)

2. Salton Sulaiman, 6.014 Suara (Dapil 3)

3. Khoirul Huda, 6.841 Suara (Dapil 9)

Partai Nadem

1. Catur Dadang Rahardjo 6.453 Suara (Dapil4)

2. Muhammad Ainul Yaqin, 6.423 (dapil 9)

Ini Nama dan Perolehan Suara 50 Anggota DPRD Gresik yang Baru Dilantik Selengkapnya

Sah! Ketua Pengadilan Negeri Gresik Lantik 50 Anggota DPRD Gresik Hasil Pileg 2024

GRESIK,1minute.id – Sebanyak anggota DPRD Gresik terpilih hasil pemilihan legislatif atau Pileg 2024 secara resmi dilantik sebagai anggota DPRD Gresik periode 2024-2029.

Ketua Pengadilan Negeri Gresik I Gusti Ayu Susilawati yang memimpin Pengucapan Sumpah atau Janji sebagai wakil rakyat di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik dalam rapat paripurna di ruang rapat paripurna DPRD Gresik pada Jumat, 23 Agustus 2024.

Rapat paripurna yang dipimpin oleh ketua DPRD sementara Abdullah Hamdi dengan Wakil Ketua DPRD sementara Nur Saidah. Abdullah Hamdi, patahana dari Partai Kebangkitan Bangsa.  Sedangkan, Nur Saidah (patahana) dari Partai Gerindra.

Rapat paripurna ini dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah serta undangan lainnya. Sebanyak 50 anggota DPRD Gresik anyar itu terlihat semringah. Mereka datang ke gedung parlemen berada di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik dengan didmpingi oleh keluarga masing-masing. 

Anggota dewan yang bakal dilantik  berada di ruang paripurna untuk mengikuti prosesi pengambilan sumpah atau janji anggota DPRD Gresik yang berlangsung khidmat itu. Sedangkan, keluarga pengiring berada di halaman gedung dewan menyaksikan melalui videotron yang dipasang di sisi sebelah timur dan barat. Pelantikan berlangsung khidmat. 

Menteri Dalam Negeri atau Mendagri dalam sambutan yang dibacakan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan, ucapan selamat kepada 50 anggota DPRD Kabupaten Gresik yang baru dilantik.

Dikatakan, rapat paripurna DPRD dengan agenda khusus pengucapan sumpah atau janji anggota DPRD kabupaten/kota hasil Pemilu Tahun 2024, merupakan puncak dari seluruh rangkaian proses pelaksanaan pemilihan umum anggota DPRD. 

“Secara filosofis berkedudukan sebagai sarana demokrasi yang dimaksudkan untuk melaksanakan kedaulatan rakyat dalam tatanan pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujar ketua DPRD Gresik periode 2019-2020 itu.

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan ucapan terima kasih terhadap penyelenggara pemilu yang terlibat. Komisi Pemilihan Umum atau KPU ; Badan Pengawas Pemilu alias Bawaslu ; Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu atau DKPP ;  pemerintah daerah, pihak keamanan, media/pers, serta seluruh masyarakat yang telah berkolaborasi dan bekerja sama dengan segenap komponen bangsa. Guna turut mensukseskan pelaksanaan pemilu dalam nuansa yang demokratis, lancar, dan damai.

Ia mengingatkan kepada anggota DPRD yang baru dilantik, dalam menjalankan tugas diawasi oleh penegak hukum serta lembaga pengawas, seperti KPK, BPK, BPKP dan sebagainya. Untuk itu, pihaknya mengajak anggota DPRD untuk menekankan kembali sebagaimana amanat Pasal 96 UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, telah menyebutkan tiga fungsi DPRD, yaitu fungsi pembentukan peraturan Daerah (Perda), fungsi penyusunan anggaran, dan fungsi pengawasan.

Untuk itu, lanjut Gus Yani, sinergitas dan kolaborasi kerja kolektif antara DPRD dan kepala daerah harus diarahkan secara positif untuk memberikan respon cepat dalam pemecahan persoalan-persoalan kerakyatan di tingkat lokal. Membangun kerjasama yang efektif di tingkat regional, serta mendukung suksesnya agenda prioritas nasional. Terutama pada pelaksanaan Pilkada serentak 2024 yang merupakan waktu tepat sebagai momentum menyinkronkan rencana kerja pemerintah pusat dan daerah. 

“Dalam rangka menyambut Pilkada Serentak Tahun 2024, saya berharap anggota DPRD senantiasa memaksimalkan peran dalam mengawal pelaksanaan Pilkada Serentak 2024, baik dalam hal pengawasan masa persiapan tahapan, hingga pelantikan kepala daerah terpilih sesuai peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Ia pun mengajak kepada anggota DPRD Gresik untuk membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan Pemerintah Kabupaten Gresik. Termasuk dengan eksekutif seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD). 

“Kami mengajak seluruh anggota legislatif yang telah dilantik untuk terus meningkatkan kerjasama dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gresik,” tandasnya. 

Sebelumnya, pimpinan DPRD Gresik  menyampaikan laporan kinerjanya selama 5 tahun, 2019-2024. Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir didampingi Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim, Mujid Riduan dan Nur Saidah mengatakan pihaknya merasa bersyukur telah melaksanakan tugas dan fungsi DPRD Gresik dengan baik selama lima tahun ini.

Ada tiga tugas dan fungsi DPRD Gresik yakni, Pembentukan Perda, Penganggaran dan Pengawasan. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik,” ujar Abdul Qodir yang juga Ketua DPC PKB Gresik itu.

Untuk pembentukan Perda, selama lima tahun terakhir telah menyelesaikan 40 Perda inisiatif, 26 Perda Usulan Pemerintah dan 15 Perda Komulatif. “Kami juga telah membuat 91 Keputusan DPRD Gresik,” kata anggota DPRD Jatim terpilih itu. 

Berdasarkan hasil penetapan Komisi Pemilihan Umum Gresik sebanyak 50 Anggota DPRD Gresik. Rinciannya, PKB 14 kursi ; Partai Gerindra 10 kursi ; PDI Perjuangan 9 kursi ; dan Golkar 6 kursi. Kemudian, Partai Demokrat 3 kursi,  PPP 3 kursi dan NasDem 2 Kursi. “Dengan demikian total 50 kursi anggota DPRD Kabupaten Gresik,” kata Ketua DPRD Gresik sementara Abdullah Hamdi. (yad)

Sah! Ketua Pengadilan Negeri Gresik Lantik 50 Anggota DPRD Gresik Hasil Pileg 2024 Selengkapnya

Semester Pertama, TPPS Gresik Dampingi 20 Ribu Keluarga Risiko Stunting

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, membuka kegiatan Evaluasi Capaian Tim Percepatan Penurunan Stunting atau TPPS Semester I/2024 pada Kamis, 22 Agustus 2024.

Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan dari BKKBN Provinsi Jawa Timur, Organisasi Perangkat Daerah atau OPD, Camat, dan kepala Puskesmas.

Aminatun Habibah mengapresiasi kerja keras seluruh pihak dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik pada semester pertama, Januari hingga Juni 2024.

Akan tetapi, wabup yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting  Kabupaten Gresik ini berbedaan hasil survei kesehatan Indonesia dengan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan. 

Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, prevalensi stunting di Gresik masih berada pada angka 15,4 persen. Angka ini masih di atas target 10 persen yang ditetapkan dalam Peraturan Bupati nomor 9/2023.

“Sebelumnya yang didasarkan pada data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan RI, yakni sebesar 10,3 persen,” sebut wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik ini.

Berdasarkan data yang dikantongi oleh pemerintah kabupaten Gresik pada semester pertama tahun ini, sebanyak 19.947 dari 23.772 keluarga berisiko stunting telah mendapatkan pendampingan. Rinciannya, 2.848 calon pengantin, 3.634 ibu hamil, 892 ibu nifas, dan 13.342 balita. 

“Meskipun pencapaian dan upaya yang dilakukan ini sudah cukup baik, semua pihak perlu bekerja lebih keras dan cerdas untuk mencapai target penurunan prevalensi stunting pada akhir tahun ini,” harap wabup berlatar pendidik itu.

Salah satu langkah strategis yang telah dilakukan adalah peluncuran inovasi DETAK KERIS atau Deteksi Tanggulangi Kurangi Keluarga Risiko Stunting, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendampingan dan memastikan keselarasan data melalui integrasi dengan aplikasi Gresik Urus Stunting.

Selain itu, program Pemberian Makanan Tambahan atau PMT lokal untuk ibu hamil dengan kekurangan energi kronis atau KEK dan balita stunting juga telah dilaksanakan dan akan terus di monitor untuk memastikan efektivitasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atau  KBPPPA Gresik, Titik Ernawati menjelaskan pihaknya telah melakukan intervensi serentak pencegahan stunting yang sudah dilakukan mulai bulan Juni 2024.

Sebagai informasi, pada Juni presentase balita ditimbang di Kabupaten Gresik sebesar 95,02%. Capaian presentase tertinggi balita ditimbang diraih oleh Puskesmas Slempit dengan presentase 100% balita ditimbang, disusul Puskesmas Duduksampeyan dengan 99,97% dan Puskesmas Ujungpangkah sebesar 99,95%.

“Kabupaten Gresik juga mengalami peningkatan peringkat dalam kinerja pemerintah kabupaten/kota dalam pelaksanaan 8 aksi konvergensi penurunan stunting Jatim tahun 2024. Sebelumnya kita ada di peringkat 35 dan pada penilaian terakhir kita naik di peringkat 12 se-Provinsi Jawa Timur,” ungkap Titik. (yad)

Semester Pertama, TPPS Gresik Dampingi 20 Ribu Keluarga Risiko Stunting Selengkapnya

Pakde Noed, Budayawan Gresik Berpulang

GRESIK,1minute.id – Kabar duka menyelimuti para seniman, budayawan dan pegiat kebudayaan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Haji Oemar Zainuddin, budayawan Gresik meninggal dunia badal Subuh. Kamis tadi pagi, 22 Agustus 2024.

Penulis buku ” Kota Gresik 1896-1916 : Sejarah Sosial. Budaya, dan Ekonomi” meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Ibnu Sina Gresik. Pakdhe Noed-sapaan Oemar Zainuddin- meninggal di usia 84 tahun. Budayawan getol  penggagas pelestari bangunan tua atau heritage itu meninggalkan seorang istri dan empat anak. 

Seorang bercerita, pascaoperasi hernia kesehatan pakdhe Noed terus menurun. Seminggu terakhir, lelaki yang tinggal di kampung Kemasan, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu menjalani perawatan intensif di RS Muhammadiyah Gresik kemudian dirujuk ke RSUD Ibnu Sina Gresik Gresik. Sejumlah tokoh budayawan dan pemerhati kebudayaan khas Gresik sempat membezuknya.

Pengurus DPD Masyarakat Adat Nusantara atau Matra Gresik M. Fatih Hamdie- yang biasa disapa-Andy Buchory. Dalam postingan media sosial, meminta doa untuk kesembuhan pakdhe Noed.

Pada Rabu, 21 Agustus 2024, peengurus komunitas Gresik Heritage yang diketuai oleh Sumarga Adhi Satria dan tokoh masyarakat Ir Nizam Zuhri giliran membezuk. Pakdhe Noed terlihat semringah. Karena bisa bertemu dengan para seniman dan budayawan Gresik itu. Namun, tuhan memiliki rencana lain. Pada Kamis, 22 Agustus 2024 badal Subuh budayawan itu meninggal dunia. 

Ketua Komunitas Gresik Heritage Sumarga Adhi Satria mengaku sangat kehilangan. “Kami keluarga beser Gresik Heritage sangat kehilangan beliau,” ujar Sumarga ketika dikonfirmasi 1minute.id pada Kamis, 22 Agustus 2024.

“Beliau adalah pemangku Ketua Bidang Kebudayaan dan Tradisi di Gresik Heritage. Semoga husnul khotimah,” kata pria yang juga Kepala SMP Darus Islam atau Daris Gresik ini. Ia mengaku masih teringang pesan Pakdhe Noet sebelum meninggal dunia. Pakdhe Noed kata Sumarga saat itu berpesan “Gresik Heritage iki komunitas terakhir ku, tolong di gedek no karo dikembangkan. Ojo sampek bubar. Eson seneng seru ambek komunitas iki.

“Kami sangat tersentuh dan terpanggil untuk mewujudkan impian beliau,” ujar Sumarga dengan suara lirih.

Keturunan ketiga keluarga H. Oemar, pengusaha penyamakan kulit di era 1890-an itu pernah menjadi anggota Dewan Pendidikan Gresik, Kepala Lembaga Seni Musik Gresik, pegawai Badan Logistik atau Bulog dan Guru di SMA Negeri 1 Gresik ini kerap menjadi dewan juri dalam ajang pemilihan Duta Wisata Gresik, Cak dan Yuk Gresik. Rencana almarhum dimakankan di pemakaman Islam, Tlogo Pojok Gresik  badal Asar nanti. (yad)

Pakde Noed, Budayawan Gresik Berpulang Selengkapnya