Putus Rantai Distribusi Hasil Pertanian, Pemkab Buka Pasar Mitra Tani

GRESIK,1minute.id – Petani di Kota Santri bisa menjual hasil panen olahan mereka. Dinas Pertanian resmi membuka Pasar Mitra Tani pada Selasa, 6 April 2021.

Wakil Bupati Aminatun Habibah yang meresmikan Pasar Mitra Tani yang berada belakang kantor Dinas Pertanian dalam Kompleks Kantor Bupati Gresik itu. 

Pasar Mitra Tani buka setiap hari, mulai pukul 08.00 hingga 15.00. Ada puluhan item hasil pertanian yang sudah diolah pasarkan. Mulai beras, sayur mayur, hingga makanan ringan. Karena proses distribusi lebih pendek, harga yang dijual juga lebih murah dibandingkan harga di pasaran.

Beras IR 64 medium diantaranya. Beras non poles ini dijual dengan harga Rp 43 ribu per 5 kilogram. “Enak, nasinya juga beraroma harum. Sebaiknya seluruh ASN yang ada di Komplek Pemkab Gresik ini membeli beras disini, karena sangat bagus,”kata Wabup Aminatun Habibah. 

Dia mengatakan, Pasar Mitra Tani dibuka karena pemerintah kabupaten (Pemkab) menginginkan petani bisa menikmati hasil produksi dengan harga sesuai harga pasar. 

“Memang program ini selain melaksanakan program Nawa Karsa Bupati Gresik yaitu Gresik agropolitan. Program ini juga bertujuan untuk stabilitas harga pangan dengan mengurangi disparitas harga,”kata Bu Min-sapaan akrab Wabup Gresik-Aminatun Habibah itu.

Menurutnya, beroperasinya pasar mitra tani, sebagai salah satu ikhtiar memperpendek distribusi, yang mulanya melalui 6 sampai 7 titik distribusi. Dengan program ini bisa menjadi hanya 2 sampai 3 titik distribusi. 

“Hal ini selain menguntungkan masyarakat, petani juga untung karena produksinya bisa dijual sesuai harga pasar,”kata Bu Min. Melihat produk pertanian Gresik yang bermutu baik ini, Bu Min menggagas selanjutnya produk tersebut bisa dipasarkan di beberapa supermarket di Gresik.

“Beberapa saat yang lalu, Bupati sudah menandatangani MoU dengan salah satu supermarket yang punya banyak gerai di Gresik. semoga nanti bisa kita laksanakan,” harampnya optimis.

Kepala Dinas pertanian Gresik Eko Anandito Putro menambahkan gelaran pasar murah berkualitas ini akan menjadi cikal bakal Pasar Mitra Tani/Toko Tani Gresik Centre.

“Pada kegiatan ini kami mengikutkan para petani program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) yang tersebar di delapan kecamatan di Gresik. Semoga upaya ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani,”harapnya. Selain gerai di belakang kantor Dinas Pertanian, dalam waktu dekat akan membuka gerai di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas.

“Nanti gerai lebih besar kami buka di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kebomas di depan kantor KPU Gresik,”kata Eko. (yad)

Putus Rantai Distribusi Hasil Pertanian, Pemkab Buka Pasar Mitra Tani Selengkapnya

Hore…Pemkab Izinkan PTM Dimulai 19 April

GRESIK,1minute.id – Hore…! Pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik akhirnya memberikan izin pembelajaran tatap muka (PTM) di gelar di Gresik. Izin PTM diberikan setelah melakukan pengkajian perkembangan wabah coronavirus disease 2019 (Covid-19) menunjukkan tren mereda.

Status Kota Santri yang semula masuk zona merah berubah menjadi zona kuning. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, hasil rapat koordinasi dengan Satgas Covid-19, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama (Kemenag) Gresik , Komisi IV DPRD Gresik di Ruang Graita Eka Praja lantai II Kantor Bupati semua sepakat dan menyetujui PTM bisa dilakukan di Gresik.

“Alhamdulillah semua menyetujui PTM diberlakukan,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah usai rakor pada Senin, 5 April 2021.

Bu Min menambahkan, berdasarkan hasil rapat, PTM disetujui digelar pada Senin, 19 April 2021 mendatang. “Secara prinsip, 98 sekolah di Gresik sudah siap,”kata Wabup perempuan pertama di Gresik itu.

Meski demikian, Bu Min mengingatkan PTM nanti lembaga pendidikan harus memenuhi syarat dan ketentuan sesuai Perbup 50/2020.
“Secara teknis, Dispendik dan Kemenag serta Satgas Covid-19 kecamatan yang mempersiapkan semuanya,”katanya.

“Terutama berapa sekolah yang siap melaksanakan PTM di masing-masing kecamatan,”sambungnya. Demi kelancaran PTM, kata Bu Min, nantinya akan melibatkan Dinas Kesehatan dan Polres Gresik untuk mengawasi protokol kesehatan (prokes). “Supaya PTM berjalan sesuai yang diharapkan,”pungkas Wabup perempuan pertama di Gresik tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dispendik Gresik Nur Maslichah mengatakan, sinyal lampu hijau tentu menggembirakan. “PTM akan dimulai 19 April 2021. Untuk detailnya kami masih harus berkoordinasi dengan sekolah,”ujarnya. (yad)

Hore…Pemkab Izinkan PTM Dimulai 19 April Selengkapnya

Tidak Ribet Lagi, Bupati Gresik Luncurkan Layanan Masyarakat Berbasis Android Gresikpedia dan Gresik Akas Call Center 112


GRESIK,1minute.id – Masyarakat Gresik kini tidak perlu ribet bila membutuhkan bantuan maupun informasi tentang Kota Santri. Di luar maupun dalam rumah. Karena semua ada dalam genggaman, smartphone.

Caranya, mengunduh aplikasi Gresikpedia akan mendapatkan informasi up to date tentang Gresik. Sedangkan, pelayanan pengaduan cukup tekan 112 bebas pulsa. 

Gresikpedia dan Gresik Akas 112 adalah bagian dari program kerja 99 hari Nawa Karsa Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.

Mengusung semangat perubahan pemerintahan ‘Gresik Baru’, Gus Yani sapaan akrabnya di era digitalisasi harus menjadi wadah untuk dekat dengan masyarakat. Mempermudah layanan masyarakat. 

“Aplikasi Gresikpedia dan Gresik Akas 112 bukanlah sekadar seremonial. Harus memiliki strategi khusus,”kata Gus Yani pada Rabu,31 Maret 2021. Gresikpedia dan Gresik Akas 112 memberikan ruang komunikasi pemerintah dengan masyarakat tidak menjadi jauh. Menjadi dekat, mudah akses layanan di era digitalisasi. 

“Kami yakin Gresik smart city akan kami wujudkan, sebentar lagi kami akan kumpulkan seluruh dinas akan saya datangi satu persatu,” ucapnya. Layanan komunikasi masyarakat bisa semakin dekat, semakin mudah bisa langsung. Gus Yani mencontohkan seperti layanan di Surabaya hanya 10 menit.

“Kami harus punya target, ketika ada kontak 112 langsung responsif. Ini harus cek langsung tidak hanya selesai di seremonial. Mungkin kita baru mulai ada kelanjutan bahkan di kabupaten atau kota lain sudah siap, saya tidak mau pesimis,”tegasnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Gresik Budi Raharjo mengatakan para ASN di Gresik diajak untuk menginstal aplikasi Gresikpedia. 
“Aplikasi berbasis android one portal, one acces, aplikasi ini di download di android. Untuk iPhone menggunakan browser,” kata dia.

Sedangkan Gresik Akas 112 merupakan nomor telepon darurat atau hal-hal lain yang berkaitan pertolongan selama 24 jam. “Ada tiga sif bagian sistem panggilan nasional darurat di Indonesia,”terangnya.

Diketahui dalam Gresikpedia pemkab berkolaborasi dengan berbagai komunitas untuk mengembangkan Gresikpedia sebagai media sinkronisasi data dan integrasi sistem informasi menuju sistem satu data rujukan terpadu yang dapat diakses oleh semua. One data, one portal, and open access.

Gresik Akas 112 yang ditunjang berbagai kanal multiplatform (Suara Gresik, Lapor.go.id, dan platform media sosial). Kanal multiplatform ini menjadi pintu terbuka bagi seluruh masyarakat Gresik untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, saran, kritik dan berbagai tanggapan terhadap pembangunan maupun pelaksanaan pelayanan di Gresik. (yad) 

Tidak Ribet Lagi, Bupati Gresik Luncurkan Layanan Masyarakat Berbasis Android Gresikpedia dan Gresik Akas Call Center 112 Selengkapnya

Bangkitkan Ekonomi, Bupati Gresik Launching Ajak Sentra Tanaman Hias Banyuurip

GRESIK,1minute.id – Sektor pariwisata untuk mendongkrak perekomian mulai digarap serius duet Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah. Diantaranya, melaunching Sentra Tanaman Hias Tropis di Dusun Miru, Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, Gresik pada Selasa, 30 Maret 2021.

Sebanyak 1.439 show room tersebar di tiga desa dan tiga kecamatan yakni Kedamean, Driyorejo, Wringinanom. Panjangnya 17 kilometer. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan pontensi sentra tanaman hias tropis ini sungguh luar biasa.

Selama ini, kawasan ini masih dikelola pemerintah desa (Pemdes). Peran pemerintah masih belum signifikan. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani mengusulkan petani di kawasan sentral tanaman hias tropis ini akan difasilitasi masuk BPJS tenaga kerja.

“Sudah kami minta desa untuk mendata para petaninya,”katanya.
Terkait pemenuhan ketersediaan ruang terbuka hijau di perusahaan atau perkantoran, Gus Yani, menghimbau untuk belanja pohon di sentra tanaman hias ini. “Tidak perlu jauh-jauh disini begitu banyak tanaman hias,”tegasnya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wabup Aminatun Habibah , Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir melihat dan membeli hasil panen warga Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, Gresik pada Selasa, 30 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Selain itu, Pemkab Gresik mewacanakan kawasan ini sebagai tempat pariwisata minat khusus tanaman hias. Pemkab, tambahnya, akan mengkomunikasi pihak ketiga. 

“Pemerintah menjadi marketing untuk mengenalkan kawasan ini sehingga bisa menjadi kawasan wisata,”kata Gus Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir.

Gus Yani mengatakan, masa pandemi sektor pariwisata agak turun. Upaya pemerintah menggeber pelaksanaan vaksinasi diharapkan kedepan pariwisata pulih kembali. “Launching ini bagian dari pemulihan ekonomi,”kata alumnus Unair Surabaya ini.

Gus Yani mengingatkan masyarakat bahwa  pemerintah telah melarang mudik lebaran. “Lebaran tidak mudik bisa jalan-jalan ke sentra tanaman hias disini,”katanya. (*)

Bangkitkan Ekonomi, Bupati Gresik Launching Ajak Sentra Tanaman Hias Banyuurip Selengkapnya

Gresik Mapan, Gratiskan Perahu Penyeberangan ke Gili Noko, Surga Tersembunyi

GRESIK,1minute.id – Keindahan Pulau Gili Noko di Pulau Bawean sudah begitu kesehor. Pantainya berpasir putih. Biota lautnya ciamik bagi penggemar snorkeling. Para traveler akan semakin dimanjakan bila ke pulau berjuluk “Surga Tersembunyi” itu. 

Pasalnya, duet Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah akan menggratiskan perahu penyeberangan ke Surga Tersembunyi di Pulau Putri-julukan lain-Pulau Bawean itu. Gili Noko, masuk dalam program 99 hari kerjanya. Langkah awal menuju Gresik Mapan. Dimulai dengan launching perahu penyeberangan gratis ke Pulau Gili Noko pada April 2021.

BENING : Air laut yang jernih biota laut dinikmati wisatawan dengan mata telanjang ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Program ini merupakan salah satu rintisan sistem transportasi Gresik Terpadu. Langkah awal menuju Gresik Mapan. Program ini merupakan salah satu rintisan sistem transportasi Gresik Terpadu. 

Kepala Dinas Perhubungan Gresik Nanang Setiawan mengatakan, wisatawan hendak Gili Noko harus menyeberangi lautan dengan perahu berkapasitas diatas 20 – 30 orang. Untuk penyeberangan selama 45 menit, kata Nanang, wisatawan harus merogoh kocek sewa perahu penyeberangan antara Rp 350 ribu hingga Rp 400 ribu pergi-pulang (PP).

HAMPARAN PASIR PUTIH menambah elok Gili Noko di Pulau Bawean (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Kapal penyeberangan Gili Noko akan digratiskan mulai April nanti,”kata Nanang pada Jumat, 26 Maret 2021. 

Pulau dan Pantai Gili Noko terletak di sebelah barat Pulau Gili itu sendiri. Pantai ini menyerupai sebuah pulau kecil di tengah-tengah laut dengan hamparan pasir putih nan indah.

Sama halnya Pulau Noko Selayar, Pulau Noko Gili berupa hamparan pasir putih yang membentang sekitar 600 meter dengan lebar 25 meter. Letaknya bersebelahan dengan Pulau Gili Timur.

Akses menuju Gili Noko dapat menggunakan perahu jika air pasang dan berjalan dari Pulau Gili jika air surut. Menyusuri hamparan pasir putih yang mempesona. Saking jernihnya air wisatawan juga bisa melihat biota laut dengan mata telanjang. (*)

Gresik Mapan, Gratiskan Perahu Penyeberangan ke Gili Noko, Surga Tersembunyi Selengkapnya

Wabup Gresik Sidak Pelayanan Publik, Ini Hasilnya

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah melakukan inspeksi memdadak (sidak) di tiga kantor pelayanan publik  di Kecamatan Dukun, Gresik pada Rabu, 24 Maret 2021.

Kantor pelayanan administrasi kependudukan, Puskesmas Mentaras dan Kantor Desa Mojopetung. Sidak ini untuk memastikan pelaksanaan program “Lahir Pulang Bawa Akta”. Program ini di launching pada Senin, 22 Maret 2021.

Program kalaborasi antara Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik. Setiap ibu yang baru melahirkan, ketika pulang sudah membawa akta kelahiran bagi si buah hatinya di 21 rumah sakit dan 32 puskesmas di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Nah, tadi pagi sekitar pukuln07.45 Wabup Gresik Aminatun Habibah mendatangi ruang layanan administrasi pencatatan kependudukan di Kantor Kecamatan Dukun. Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah celingukan ke kanan dan kiri.

Bu Min mencari petugas layanan tapi tidak menemukan petugas dari disdukcapil. “Tadi cuma ada pegawai kecamatan yang sifatnya diperbantukan. Seharusnya pegawai Disdukcapil tetap standby sesuai jam kerja. Sehingga masyarakat yang ingin mengurus KK, KTP atau catatan sipil lainnya bisa terlayani dengan baik,”ujar Bu Min pada Rabu, 24 Maret 2021. 

Bu Min pun menyayangkan atas ketidakhadiran pegawai Disdukcapil di ruang layanan tersebut. Apalagi, layanan administrasi kependudukan di Kecamatan Dukun ini satu-satunya kecamatan di wilayah Pantura yang memiliki support cetak e-KTP.

“Apapun alasannya, jangan sampai pegawai yang bertugas melayani cetak e-KTP maupun catatan sipil lainnya meninggalkan tempat saat jam kerja. Kasihan masyarakat yang sudah jauh-jauh datang ternyata tidak terlayani,” ungkapnya.

Berikutnya, Bu Min menuju kantor  UPT Puskesmas Mentaras. Bu Min mendengar adanya keluhan masyarakat terkait kurang ramahnya petugas resepsionis terhadap pasien. Tak hanya itu, dia juga menemukan adanya data yang tidak sinkron terkait jumlah kasus stunting atau kekurangan gizi anak.

“Waktu saya tanya data kasus stunting di wilayah kerja Puskesmas Mentaras, Kepala UPT-nya bilang cuma ada 7. Yakni 5 di Desa Lowayu dan 2 di Tirem. Setelah saya cek lagi ternyata data yang tercatat ada 172 kasus,” ucapnya.

Dia pun menghimbau agar pelayanan di UPT Puskesmas Mentaras lebih ditingkatkan. Salah satunya dengan tetap bersikap ramah kepada masyarakat atau pasien yang membutuhkan pelayanan medis.

“Tadi kami juga mampir ke Kantor Desa Mojopetung. Ternyata layanan di ruang Polindesnya tidak ada petugas medis satupun. Harusnya ada yang standby di situ,” imbuh perempuan berhijab itu. (*)

Wabup Gresik Sidak Pelayanan Publik, Ini Hasilnya Selengkapnya

Bagikan Ribuan Paket Sembako, Berikutnya Normalisasi Kali Lamong

GRESIK,1minute.id – Banjir luapan Kali Lamong berangsur surut. Masyarakat terdampak banjir hanya berdoa Kali Lamong tidak meluap lagi untuk kali kelima di awal tahun ini.

Kondisi yang dialami masyarakat desa terdampak banjir tahunan menjadi perhatian pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik. Kini, giliran Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah turun mendatangi masyarakat.

Ada dua desa yang disambangi Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Tarso Sagito pada Senin, 22 Maret 202q.
Dua desa itu, adalah Bulurejo, Kecamatan Benjeng dan Iker-ikergeger, Kecamatan Cerme. Di dua desa itu, Bu Min membagikan sembako secara simbolis. 

“Paket bantuan kepada korban banjir ini kami bagikan simbolis agar tidak terjadi kerumunan,”ujar Bu Min. Untuk warga Desa Iker-ikergeger , pemkab mengalokasikan 350 paket sembako. Sedangkan, warga Desa Bulurejo mendapatkan 1.052 paket sembako.

Paket sembako itu, diharapkan bisa meringankan warga terdampak banjir Kali Lamong. Bu Min mengatakan, dirinya bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sedanv berupaya melakukan penanganan banjir tahunan itu.

“Saat ini kami tengah berupaya untuk membebaskan lahan di sekitar Kali Lamong. Upaya itu demi melakukan normalisasi sehingga warga Gresik bisa terbebas dari banjir tahunan akibat meluapnya Kali Lamong,”kata Bu Min. 

Seperti diberitakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berencana melakukan normalisasi Kali Lamong pada musim kemarau tahun ini.

Diperkirakan mulai April 2021. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran sekitar Rp 100 miliar. Sedangkan, pemkab Gresik menyediakan anggaran untuk pembebasan lahan. (*)

Bagikan Ribuan Paket Sembako, Berikutnya Normalisasi Kali Lamong Selengkapnya

Bayi Lahir, Pulang Bawa Akta Kelahiran, BPS Mencatat ada 20.946 Bayi Lahir

GRESIK,1minute.id – Satu lagi terobosan anyar pelayanan publik, program 99 hari kerja pasangan Bupati-Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah terealisasi pada Senin, 22 Maret 2021.

Program pelayanan publik di bidang administrasi kependudukan itu bertajuk “Lahir Pulang Bawa Akte”.

Pemkab Gresik memberikan pelayanan dan kemudahan kepada masyarakat untuk memperoleh akta kelahiran bagi orang tua yang baru melahirkan di 32 puskesmas atau 21 rumah sakit di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. 

Sebelum resmi dilaksanakan, 21 rumah sakit dan 32 puskesmas tersebut melakukan penandatanganan MoU dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) serta Dinas Kesehatan Gresik di ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Penandatanganan MoU tersebut disaksikan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Wabup Gresik Aminatun Habibah mengatakan pemerintah fokus memperbaiki dan menpercepatan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah berusaha terus hadir dan dekat kepada masyarakat dalam memberikan pelayanan publik.

“Program ini memberikan kemudahan dalam mengurus akta kelahiran. Masyarakat tak perlu lagi khawatir dan repot dalam mengurus akta anaknya. Ibu baru melahirkan, ketika pulang sudah bisa bawa pulang akta kelahiran buah hatinya,”kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah.

Bu Min berharap kepada orang tua yang akan melahirkan sudah mempersiapkan nama calon bayinya. Sehingga dalam prosesnya tidak terlalu memakan waktu lama untuk mencetak akta kelahiran buah hatinya. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Gresik pada 2019 tercatat 20.946 bayi lahir. Bila di rata-rata ada 1.746 bayi lahir per bulan. (*)

Bayi Lahir, Pulang Bawa Akta Kelahiran, BPS Mencatat ada 20.946 Bayi Lahir Selengkapnya

Wabup Gresik Serahkan SK P3K kepada 227 Tenaga Honorer K-2

GRESIK,1minute.id – Penantian panjang ratusan tenaga honorer berbuah manis. Mereka akhirnya diangkat sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (P3K) Pemkab Gresik pada Senin, 22 Maret 2021.

Pengangkatan 227 pegawai itu langsung disambut salat Dhuha dan sujud syukur berjamaah di halaman Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik. Ratusan pegawai baru itu, hasil seleksi pada 2019. Mereka adalah hononer yang ketegori K-2. 

Rinciannya, tenaga pendidik 167 orang , tenaga kesehatan 26 orang dan penyuluh pertanian 34 orang. Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gresik, ratusan orang itu tercatat sebagai tenaga honorer sejak 1 Januari 2005. 

Artinya, minimal masa kerja per 1 Januari 2021 lalu, adalah 16 tahun. Bila di rata-rata terutama tenaga pendidik bergelar sarjana strata-1 usia mereka kini berkepala tiga. 

Penyerahan surat keputusan (SK) P3K diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah disaksikan para kepala organisasi peringkat daerah. Sebelum, penyerahan SK P3K itu, Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah menyerahkan secara simbolis santunan kepada anak yatim.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang membacakan sambutan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan selamat kepada para P3K tersebut. “Tentunya Anda sudah sangat menunggu momen seperti ini selama bertahun-tahun. Alhamdulillah kali ini sudah tiba saatnya anda menerima SK P3K. Saya mengajak anda untuk selalu bersyukur kepada Allah,  semuanya dari Allah SWT,”ujar Bu Min mengingatkan.

SUJUD SYUKUR : Ratusan tenaga hononer K-2 melakukan sujud syukur ketika menerima SK P3K di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 22 Maret 2021 ( foto : humas Pemkab Gresik for 1minute.id)

Bu Min mengajak kepada para P3K ini untuk bekerja melayani masyarakat lebih baik dan profesional. Mereka diminta untuk kreatif dan selalu berinovasi untuk kesejahteraan masyarakat.

“Yang dari Pendidik, jadilah guru dan pendidik yang baik. Untuk yang tenaga kesehatan, saya ingatkan bahwa di masa pandemi ini anda merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan. Dan, untuk Penyuluh pertanian, anda bertanggung jawa terhadap kesejahteraan para petani dan swasembada pangan masyarakat,”ujar Bu Min mantap.

Kepala BKD Gresik Nadlif kepada Kepala Bagian Humas dan Protokol Reza Pahlevi menambahkan SK P3K kali ini merupakan formasi tahap I pada 2019. Jumlahnya 227 orang dengan formasi yakni Guru 167 orang, Tenaga Kesehatan 26 orang dan penyuluh pertanian 34 orang.

“Mereka semuanya sudah mengabdi sejak lama dan puluhan tahun, bahkan yang tertua yaitu Ir. Suwiji berumur 56 tahun. Dia adalah penyuluh pertanian. Jadi kotrak kerjanya hanya 2 tahun,”kata Reza Pahlevi. (*)

Wabup Gresik Serahkan SK P3K kepada 227 Tenaga Honorer K-2 Selengkapnya

Gresik Menuju Mentor PUG, Kementerian PPPA Verifikasi APE Virtual

GRESIK,1minute.id – Pandemi corona membuat verifikasi lapangan penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pada Jumat,19 Maret 2021.

Verifikasi dihadiri Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini dan Kepala KBPP Gresik dr Adi Yumanto.

Verifikasi ini untuk melihat lebih dalam tentang data dan informasi terkait gender berdasarkan pengisian formulir evaluasi. Sehingga tim memperoleh data lebih lengkap, komprehensif dan objektif sebagai bahan penyusunan Index Persamaan Gender 2021. Selain itu, sebagai dasar pertimbangan dalam menominasikan calon penerima Anugerah Parahita Ekapraya (APE).

Menurut Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, dirinya menyambut baik pelaksanaan verifikasi  perkembangan kemajuan pelaksanaan pengarustamaan gender (PUG) di Gresik. Mulai bidang pembangunan terkait dengan pemberdayaan perempuan dan juga perlindungan anak.

Ia mengatakan, bersama dengan jajaran Pemkab Gresik, berkomitmen melakukan berbagai perbaikan khususnya berbasis PUG. “Salah satu yang menjadi perhatian kami adalah terkait dengan program Sekoper (Sekolah Perempuan, Red). Program tersebut akan terus kami laksanakan demi terciptanya pengarusutamaan gender dan kesetaraan hak perempuan dalam berbagai sektor,”ujarnya.

Bu Min-begitu sapaan akrab-Aminatun Habibah, Sekolah Perempuan adalah salah satu upaya untuk meningkatkan wawasan pendidikan bagi kaum perempuan. Dengan mengimplementasikan berbagai pelatihan untuk kaum perempuan. 

Sekoper ini mampu menjadikan spirit tersendiri bagi kaum perempuan untuk memperoleh kesetaraan hak di mata masyarakat. selain itu, kita mencoba untuk melibatkan kaum perempuan dalam proses pembangunan bersama pemerintah Kabupaten Gresik.

“Alhamdulillah dengan hadirnya inovasi sekolah perempuan ini tentu kita selangkah lebih maju dalam menjamin kesetaraan hak kaum perempuan. Melalui sekolah perempuan ini pula, diharapkan taraf hidup dan perekonomian khususnya kaum perempuan dapat meningkat,” imbuh Bu Min.

Gresik menyabet APE sejak 2016. Predikatnya terus meningkat berawal dari Madya. Pada 2018, Gresik meraih gelar Utama. Untuk 2020 ini, Pemkab Gresik menargetkan gelar Mentor. “Bila gelar APE Mentor bisa diraih, Gresik kian responsif terhadap gender,”katanya. 

Ketua TP-PKK Gresik Nurul Haromaini setali tiga uang, bahwa pihaknya berusaha dalam membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Salah satu inovasi yang menjadi perhatian khusus bagi Ketua TP-PK Gresik adalah hadirnya Rumah Curhat. 

“Melalui rumah curhat, pihaknya terus berkomitmen dalam memberikan dorongan dan motivasi bagi kaum perempuan sehingga memiliki motivasi yang kuat dalam berdaya saing,”kata istri Fandi Akhmad Yani ini. 

Sementara, Kepala Dinas KBPPA dr. Adi Yumanto menjelaskan, APE merupakan pernghargaan yang diberikan Kementerian kepada pemerintah daerah yang dinilai telah berkomitmen dalam pencapaian dan perwujudan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

 “APE ini juga merupakan bentuk pengakuan atas komitmen Pemkab Gresik bersama jajaran terkait dalam upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam strategi pengarusutamaan gender,”katanya. (*)

Gresik Menuju Mentor PUG, Kementerian PPPA Verifikasi APE Virtual Selengkapnya