Petrokimia Gresik Sinergi dengan Masyarakat dan Keluarga Karyawan Tingkatkan Budaya K3

 GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia melibatkan masyarakat dan keluarga dalam peringatan Bulan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Nasional 2024. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan budaya K3 di semua elemen perusahaan. Demikian disampaikan Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo usai menjadi Inspektur Upacara Peringatan Bulan K3 Nasional di Gresik, Jawa Timur pada Jumat,12 Januari 2024.

Ia menyampaikan bahwa, sebagai objek vital nasional Petrokimia Gresik harus terus menjaga keberlangsungan operasional perusahaan dengan berkolaborasi bersama masyarakat dan elemen penting karyawan yaitu keluarga. Sehingga, stabilitas pangan Indonesia dapat terus terjaga.

“Selain masyarakat, Petrokimia Gresik juga melibatkan keluarga yaitu istri karyawan yang tergabung dalam Perkumpulan Istri Karyawan Petrokimia Gresik (PIKA-PG) pada kegiatan-kegiatan Bulan K3 Nasional. Harapannya, karyawan sudah terbiasa menerapkan prinsip-prinsip K3 sejak di lingkungan terkecil mereka, yaitu keluarga,” tandas Dwi Satriyo.

 Peringatan Bulan K3 Nasional Petrokimia Gresik tahun ini diisi dengan berbagai lomba, antara lain Emergency Response Competition (ERC), Kuis K3, Emergency Response Drill, serta Safety Moment. Selain itu, Petrokimia Gresik menggelar lomba S.A.F.E. MOMS untuk istri karyawan dan S.A.F.E. FAMILY yang diikuti perwakilan masyarakat sekitar perusahaan.

Menurutnya, tujuan lomba K3 ini bukan semata-mata untuk mencari kemenangan dan menjadi juara, namun dengan adanya kegiatan lomba ini, setidaknya warga dapat memahami akan arti penting dari kegiatan K3. Diharapkan tindakan K3 dapat menjadi budaya, serta dapat melakukan tindakan jika suatu saat dibutuhkan dalam keadaan darurat.

“Melalui lomba ini, setiap warga maupun istri karyawan dapat mengubah budaya dan perilaku yang mengutamakan aspek keselamatan dimana menumbuhkan K3 dimulai dari diri sendiri. Maka dengan terwujudnya budaya K3 pada seluruh warga dan keluarga diharapkan dapat mencegah dan mengurangi risiko pada diri sendiri maupun lingkungan sekitar,” tandasnya.

Lebih lanjut Dwi Satriyo menerangkan, kegiatan lomba juga diikuti oleh seluruh karyawan, anak perusahaan/yayasan Petrokimia Gresik dan kontraktor. Kegiatan ini, lanjutnya, menjadi langkah manajemen Petrokimia Gresik untuk melihat kesiapan dan keterampilan karyawan, anak perusahaan dan kontraktor dalam rangka menghadapi kondisi darurat, guna mencegah terjadinya kerugian terhadap sumber daya dan properti di Petrokimia Gresik.

“Keterampilan ini sangat penting, mengingat Petrokimia Gresik memiliki 31 pabrik dengan kapasitas produksi jutaan ton per tahun dan menempati areal lahan seluas lebih dari 550 hektar. Oleh karena itu, aspek K3 menjadi sangat penting dalam menjalankan bisnis atau industri dengan kompleksitas tinggi seperti di Petrokimia Gresik,” jelas Dwi Satriyo.

 Sementara itu, pada peringatan Bulan K3 Nasional tahun ini, Petrokimia Gresik mengusung tema “Integrating Safety for A Safer Company”. Melalui tema ini, diharapkan seluruh elemen Perusahaan saling terintegrasi dalam mengimplementasikan “safety value” di setiap langkah untuk menstimulasi perbaikan dan mendorong kinerja Perusahaan yang berkelanjutan menuju bisnis excellent.

“Guna meningkatkan pemahaman dan implementasi K3 di lingkungan perusahaan, harus dilakukan kolaborasi untuk keselamatan berkelanjutan. Sebab keselamatan dan kesehatan kerja bukanlah tanggung jawab satu departemen, melainkan tanggung jawab semua. Dengan demikian keberlangsungan Petrokimia Gresik semakin terjamin,” tutup Dwi Satriyo. (yad)

Petrokimia Gresik Sinergi dengan Masyarakat dan Keluarga Karyawan Tingkatkan Budaya K3 Selengkapnya

Menaker Apresiasi 25 Juta Jam Kerja Selamat Proyek Pembangunan Smelter PTFI Gresik

GRESIK,1minute.id – Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2024 dipusatkan di smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) Gresik, Jawa Timur.  Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah yang membuka Peringatan Bulan K3 pada Jumat, 12 Januari 2024.

Menaker Ida Fauziyah mengingatkan kembali akan pentingnya menanamkan budaya keselamatan dan kesehatan di tempat kerja untuk meningkatkan produktifitas, sehingga dapat meningkatkan daya saing. 

“Salah satu kunci penting dari pembangunan ekosistem ketenagakerjaan yang unggul adalah dengan membangun budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang baik. Dengan adanya budaya K3 yang unggul, maka angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja akan dapat ditekan, yang pada akhirnya diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kerja,” kata Menaker Ida Fauziyah. 

Kehadiran Menaker di smelter terbesar di Indonesia berada di Kawasan Ekonomi Khusus Java Industrial and Port Estate (KEK-JIIPE) di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik disambut oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Wakil Presiden Direktur PTFI Jenpino Ngabdi serta Kepala Teknik Tambang PTFI Carl Tauran. 

Menaker melanjutkan keberhasilan program K3 akan menekan kerugian, meningkatkan kualitas hidup dan indeks pembangunan manusia, menunjang pembangunan nasional, peningkatan daya saing nasional untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan serta peningkatan daya saing nasional di era global. “Saya mengajak semua pemangku kepentingan melakukan koordinasi, sinergi dan kolaborasi dalam upaya peningkatan kemandirian berbudaya K3 dengan terus menggelorakan K3 di setiap kesempatan,” katanya. 

BK3N 2024 mengangkat tema “Budayakan K3, Sehat dan Selamat dalam Bekerja, Terjaga  Keberlangsungan Usaha”. Bulan K3.berlangsung selama satu bulan, mulai  12 Januari-12 Februari 2024. Pembukaan BK3N 2024 di kawasan Smelter PTFI diawali senam pekerja sehat, pemeriksaan kesehatan, peragaan alat berat yang dilakukan oleh operator alat berat proyek Smelter PTFI, dilanjutkan dengan apel peringatan BK3N, serta atraksi pekerjaan dalam ruang terbatas (confined space).

Tinjau Smelter PTFI

Usai membuka BK3N 2024, Menaker meninjau proyek pembangunan smelter yang telah mencapai 90,5 persen, sesuai target linimasa kurva-S dari pemerintah. Ida mengapresiasi PT Freeport Indonesia atas capaian lebih dari 25 juta jam kerja selamat pada proyek pembangunan smelter PTFI. “Itu semua bisa terlaksana karena PT Freeport Indonesia telah melaksanakan syarat-syarat K3 sesuai ketentuan perundang-undangan, maka pelaksanaan Bulan K3 Nasional kami tempatkan di PT Freeport Indonesia,” kata Ida.

Pembangunan Smelter PTFI merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam hilirisasi tambang. Smelter akan mulai beroperasi pada akhir Mei 2024 dan secara bertahap akan meningkatkan produksi hingga mencapai kapasitas penuh pada Desember 2024. Pabrik peleburan dan pemurnian tembaga yang memiliki kapasitas produksi 1,7 juta dry metric ton (dmt) konsentrat tembaga ini, akan menghasilkan katoda tembaga hingga 600.000 ton per tahun.

Wakil Presiden Direktur PTFI Jenpino Ngabdi mengatakan aspek keselamatan adalah yang utama dalam seluruh kegiatan operasi PTFI. Setiap karyawan menjalankan nilai-nilai SINCERE dalam bekerja, dan menempatkan Safety sebagai prioritas utama. “Perusahaan memastikan karyawan menjunjung tinggi keselamatan dalam menjalankan setiap aktivitas perusahaan,” katanya.

SINCERE merupakan singkatan dari nilai-nilai inti perusahaan, yang terdiri dari Safety/Keselamatan, Integrity/Integritas, Commitment/Komitmen, Respect/Rasa Hormat, dan Excellence/ Keunggulan. Nilai-nilai ini menjadi pedoman perilaku yang diinternalisasi dalam bisnis dan budaya perusahaan, serta terintegrasi pada semua level unit bisnis.

Sementara itu peringatan BK3N 2024 juga berlangsung di area kerja PT Freeport Indonesia, di Kabupaten Mimika, Papua. Upacara BK3N 2024 dilaksanakan di area pabrik pengolahan bijih (SAG #3 Mile Post 74) dan dihadiri oleh perwakilan karyawan, kontraktor, dan perusahaan mitra PTFI.

Kepala Teknik Tambang PTFI, Carl Tauran menyampaikan pesan serupa, menekankan pentingnya keselamatan kerja sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas. “Kerja sama yang erat antar karyawan sangat dibutuhkan untuk mewujudkan budaya kerja yang sehat dan selamat. Masing-masing kita memiliki tanggung jawab untuk memastikan diri kita, rekan kerja, dan seluruh entitas perusahaan kita bekerja dengan selamat,” kata Carl. (yad)

Menaker Apresiasi 25 Juta Jam Kerja Selamat Proyek Pembangunan Smelter PTFI Gresik Selengkapnya