Ada Peleton Khusus Bumil di Pelatihan PBB Ratusan CPNS di Gresik

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 474 Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS di Pemerintahan Kabupaten atau Pemkab Gresik menjalani pembinaan fisik. Pembinaan peraturan baris berbaris atau PBB ini diinisiasi oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia BKPSDM Gresik.

Kepala BKPSDM Gresik Agung Endro Dwi Setyo Utomo mengatakan pembinaan mental dan fisik sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai kedisiplinan kepada para ASN. “Sebagai ASN, kita harus siap menghadapi berbagai tantangan, baik di dalam maupun di luar ruangan. Pengabdian sejati juga tercermin dari kesiapan melayani di lapangan, seperti yang dilakukan oleh Satpol PP, Damkar, dan instansi lainnya,” ujar Agung Endro pada Rabu, 30 April 2025.

Selain kesehatan mental dan fisik, imbuhnya, integritas harus selalu diutamakan, serta loyalitas dijunjung tinggi dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara. “Saya berharap melalui kegiatan ini, para peserta mampu memberikan kontribusi nyata dan positif di lingkungan OPD masing-masing, dengan mengimplementasikan nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab dalam setiap tugas yang diemban,” tambahnya.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan latihan baris-berbaris dan lari sebanyak tiga putaran sebagai bagian dari tes kedisiplinan. Latihan ini dipandu langsung oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan berlangsung tertib. Kegiatan ditutup dengan sesi pendinginan (cooling down) yang didampingi oleh petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran.

Menariknya, panitia juga menyediakan peleton khusus bagi ibu hamil atau Bumil, peserta dengan kondisi kesehatan tertentu, dan penyandang disabilitas sebagai bentuk kepedulian terhadap keberagaman kondisi fisik peserta.

Melalui kegiatan ini, BKPSDM berharap dapat membentuk karakter ASN yang disiplin, tangguh, dan siap menjalankan tugas pelayanan publik dengan semangat pengabdian. (yad)

Ada Peleton Khusus Bumil di Pelatihan PBB Ratusan CPNS di Gresik Selengkapnya

Rentan Terpapar Covid-19, Dinas KBPPA Ajak Pasangan Tunda Kehamilan

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Ketua TP PKK Gresik membagikan alat kontrasepsi (alkon) kepada warga Kampung Kreasi Sidokumpul, Kecamatan Gresik  pada Senin, 6 September 2021.

Alkon ini dibagikan kepada pasangan usia subur (PUS). Tujuannya, mencegah kehamilan ibu selama masa pandemi Covid-19 Gresik. Sebab, kehamilan ibu rentan terpapar virus berasal dari Wuhan, Tiongkok itu. 

Aminatun Habibah mengatakan, pemberian alkon ini untuk memberikan motivasi kepada masayarakat tentang pentingnya ber Keluarga Berencana (KB). “Ini bu, alat KB ini untuk anak atau mantunya. Bukan untuk ibu,“kata Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah kepada warga Kampung Kreasi Sidokumpul, Gresik.

Bu Min didampingi Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani  serta Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KB PPPA)  Syaifuddin Ghozali.

Sementara di acara ramah tamah di Kopi Sampah (Kosam) masih di kampung Kreasi, Bu Min kembali berharap kepada para ibu diupayakan jangan hamil dulu. Sebab, ibu hamil (bumil)  termasuk beresiko tinggi dimasa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.
“Tetap waspada meski Gresik sudah masuk zona kuning atau level 2 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Protokol Kesehatan (Prokes). Karena Covid-19 ada sekitar kita,”katanya. 

Senada Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali juga mendukung yang disampaikan wabup Gresik. Dia menambahkan tentang kebijakan menunda kehamilan akan disampaikan kepada TP PKK yang ada dibawahnya.
“Untuk menunda kehamilan ini, para ibu harus ber KB dengan alat kontrasepsi sesuai pilihannya. Dinas KB PP dan PA siap mendukung berbagai alat kontrasepsi melalui seluruh fasilitas kesehatan yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Gresik,”kata istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini.

Kepala Dinas KB PP dan PA Syaifuddin Ghozali mengatakan bahwa pihaknya menyadari di era pandemi ini bahwa angka kehamilan masih tinggi. “Kehamilan merupakan suatu komorbit yang sangat beresiko tinggi. Dari data yang ada pada kami sejak Januari 2021 sampai saat ini ada seribu lebih kehamilan, 40 diantaranya terpapar Covid-19. Puncaknya kemarin selama 2 bulan ada 30 ibu hamil yang terpapar,”kata mantan Kepala Dinas Kesehatan Gresik itu. (yad)

Rentan Terpapar Covid-19, Dinas KBPPA Ajak Pasangan Tunda Kehamilan Selengkapnya