Bus Wisata Bandar Grissee Beroperasi, Susur Kawasan Heritage Kolonial sampai Kampung Arab

GRESIK,1minute.id – Bus wisata Bandar Grissee mulai beroperasi pada Sabtu, 20 Januari 2024.  Bus susun berkapasitas 40 tempat duduk itu menyusuri sejumlah ruas jalan di Gresik Kota Lama (GKL). Harga tiket Rp 5 ribu. 

Guide Susur Bandar Grissee Imam Wahyu mengatakan, bus susun memiliki kapasitas 40 tempat duduk. Lantai satu dan lantai dua yang tanpa kap. ” Untuk keamanan penumpang hanya diisi 35 penumpang,” kata Wahyu di konfirmasi 1minute.id pada Sabtu, 20 Januari 2024.

Bus wisata Bandar Grissee ini, start depan GNI Jalan Pahlawan, Alun-alun Jalan KH Wachid Hasyim, Jalan Raden Santri- kawasan heritage Bandar Grissee di Jalan Basuki Rahmat- A.K.S Tubun, kamping Arab di Jalan KH Zubair – Jalan Agus Salim dan finish GNI. “Bus hanya berhenti di Bandar Grissee sebentar. Tapi, penumpang tidak turun,” kata Wahyu yang ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gresik itu.

Dalam pengamatan wartawan 1minute.id  sekitar pukul 16.40 WIB, bus wisata Bandar Grissee belum penuh. Penumpang didominasi ibu-ibu dan anak memilih untuk duduk di bagian lantai dua bus tersebut. Cuaca mendung ditambah semilir angin menjadi sebuah sensasi baru naik bus tanpa kap itu.

Berdasarkan flayer Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik bus wisata beroperasi dua hari selama sepekan yakni Sabtu dan Minggu. Tiga kali trip, 15.00 WIB – 17.30 WIB ;  pukul 18.30 WIB – 19.30 WIB dan terakhir, pukul 19.30 WIB – 21.00 WIB. Sedangkan tiket dewasa Rp 5 ribu dan anak-anak atau pelajar Rp 3 ribu. “Untuk sementara ini, trip pendek,” tegas Wahyu. (yad)

Bus Wisata Bandar Grissee Beroperasi, Susur Kawasan Heritage Kolonial sampai Kampung Arab Selengkapnya

Bupati Gresik Launching Bus Susun dan Sentra Kuliner di Jalan Terpendek di Indonesia di Kawasan Bandar Grissee 

GRESIK,1minute.id – Bandar Grissee genap setahun. Tempat hang out keluarga bernuansa arsitektur kolonial berpusat di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Bedilan, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu di prediksi bakal semakin ramai. 

Sebab, Pemkab Gresik menambah fasilitas baru yakni bus susun bagi wisata domestik (wisdom) untuk susur kawasan heritage di Gresik Kota Lama itu. Bus tingkat itu dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bandar Grissee yang dipandegani oleh Imam Wahyu itu. Selain Bus susun yang resmi dilaunching oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Sabtu malam, 16 Desember 2023 itu, juga meresmikan ruas Jalan HOS Cokroaminoto sebagian sentra kuliner bagi UMKM.

Jalan raya kabupaten itu diklaim ruas jalan terpendek di Indonesia. “Panjang Jalan Raya HOS Cokroaminoto ini hanya 50 meter,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani saat memberikan sambutan dalam acara yang bertajuk The Culture of Grissee pada Sabtu malam itu.

Lebar jalan Raya HOS Cokroaminoto ini sekitar 8 meter sampai 10 meter. Memanjang dari utara ke selatan. Di lajur kiri atau sebelah barat terdapat bangunan rumah toko (ruko) kali pertama berdiri sekitar tahunan 1900-an. Saat ini, sebagian ruko itu ada yang digunakan untuk toko peralatan listrik, jual minyak wangi hingga kafe.

Fashion on the street : Peragaan busana kain tenun khas Gresik di event Culture of Grissee di kawasan Bandar Grissee pada Sabtu malam, 16 Desember 2023 ( Foto: chusnul cahyadi/1minute.id)

Kafe ini lokasi di pojok dekat gapura kawasan rumah padat penduduk juga masuk gang jalan HOS Cokroaminoto dan bangunan kantor PLN dengan gardu suling yang ikonik. Hampir setiap malam kafe sesak pembeli hingga meluber ke jalan raya terpendek di Indonesia. “Setiap Sabtu dan Minggu malam, Jalan HOS Cokroaminoto akan ditutup untuk semua kendaraan,” tegas orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. 

Pemkab Gresik, imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu, akan berkoordinasi dengan Polres Gresik untuk pengalihan arus lintas. Sementara itu, terkait beroperasi Bus susun, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani meminta kepada para orang perangkat daerah (OPD) Pemkab Gresik untuk segera berkoordinasi dengan manajemen perusahaan setrum negara alias PLN dan Telkom terkait kabel yang listrik dan telepon yang semrawut.

“Segera koordinasikan dengan PLN dan Telkom agar kabel bisa dinaikkan sehingga bus bisa berlalu lalang di Bandar Grissee,” tegas Gus Yani. Dalam pengamatan wartawan 1minute.id event The Culture of Grissee kurang gereget karena adanya pembatasan barikade pagar besi yang lumayan jauh dari panggung. Padahal, banyak event di tunggu-tunggu oleh masyarakat. Peragaan busana kain tenun on the street, misalnya. 

Rancangan busana yang diperagakan oleh komunitas Cak dan Yuk Gresik tergolong ciamik. Namun, sayangnya masyarakat hanya bisa melihat melalui layan televisi yang di pasang di dekat Gardu Suling dan bagian selatan kantor PLN. (yad)

Bupati Gresik Launching Bus Susun dan Sentra Kuliner di Jalan Terpendek di Indonesia di Kawasan Bandar Grissee  Selengkapnya