Iringan Salawat dan Hadrah, Cabup Gresik Fandi Akhmad Yani Nyoblos di TPS

GRESIK,1minute.id – Calon Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani nyoblos di TPS 16 Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik pada Rabu, 27 November 2024. 

Cabup inkumben itu, tiba di tempat pemungutan suara di UPT SMP Negeri 22 Gresik dengan jalan kaki dari rumahnya di Jalan Raya Bengawan Solo, Kompleks Perumahan Randuagung, Kecamatan Kebomas sekitar pukul 08.40 WIB. 

Dengan melantunkan salawat nabi diiringi seni religi, hadrah, Gus Yani-sapaan akrab- Fandi Akhmad Yani didampingi istri, Nurul Haramaini Ali dan  keluarganya berulangkali berhenti untuk menyalami warga. Tampak dalam iring-iringan itu, orang tua Gus Yani, H. Nur Cholis bersama istri serta dua adiknya, Nur Rahmad Yani dan Nila Yani Hardiyanti, yang anggota DPR RI dapil Gresik-Lamongan itu.

“Mohon doanya,” katanya setiap kali pertemu dengan warga di perjalanan menuju TPS yang berjarak 400 meteran dari rumah.  Gus Yani yang memakai baju warna putih, celana kasual hitam dan berkopyah hitam langsung menuju meja pendaftaran kemudian bersama calon pemilih lainnya menunggu panggilan dari petugas Kelempok Penyelenggara Pemungutan Suara atau KPPS setempat.

CABUP GRESIK : Gus Yani bersama keluarga memberikan keterangan kepada wartawan usai nyoblos di TPS 16 Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Rabu, 27 November 2024 ( Foto : Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Setelah mendapatkan dua surat suara yakni strip warna coklat untuk pemilihan Gubernur Jatim dan warna biru untuk Pemilihan Bupati kemudian menuju bilik suara. Tidak lebih dari 5 menit, Gus Yani dan Ning Nurul menyelesaikan hak pilihnya.

Mengapa menggunakan musik religi, Hadrah, Gus Yani bercerita musik ini sengaja ditampilkan sebagai sinkronisasi antar tim dan mudah-mudahan dalam setiap langkahnya dimudahkan semua. “Pilkada serentak tahun ini bagian dari kami mencalonkan diri. Saya berdoa yang terbaik khususnya dalam pembangunan Gresik kedepan,” ungkapnya.

NUNGGU NYOBLOS : Cabup Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi istri Nurul Haromaini Ali (kiri) dan calon pemilih menunggu giliran untuk nyoblos di TPS 16 Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Rabu, 27 November 2024 ( Foto : chusnul Cahyadi/1minute.id)

Gus Yani juga menginginkan Gresik semakin maju. Dukungan dari masyarakat serta ulama serta doanya agar pilkada ini berjalan damai, aman, dan kondusif. Ia menambahkan, setelah pilkada ini dirinya tetap berharap guyup rukun, gotong-royong dalam membangun Gresik seutuhnya.

“Dan, berharap masyarakat semakin sejahtera, mudah mendapatkan pekerjaan, mudah untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar, bansos tepat sasaran, infrastruktur penghubung dan pertumbuhan ekonomi yang merata di setiap daerah menjadi harapan kami,” katanya. (yad)

Iringan Salawat dan Hadrah, Cabup Gresik Fandi Akhmad Yani Nyoblos di TPS Selengkapnya

DPP PKB Usung Cabup Gresik dari Internal Partai, Syahrul Munir

GRESIK,1minute.id –  Teka-teki siapa Calon Bupati Gresik dari Partai Kebangkitan Bangsa akhirnya terjawab. Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa atau DPP PKB memutuskan mengusung calon bupati dari internal partai dalam kontestasi Pilbup Gresik 2024.

Calon internal itu adalah Syahrul Munir, ketua Fraksi PKB DPRD Gresik. Surat Rekomendasi Calon Bupati Gresik diserahkan Bendahara Dewan Pimpinan Wilayah atau DPW PKB Jatim Fauzan Fuadi kepada Bacabup Syahrul Munir di Kantor DPC PKB Gresik di Jalan R.A Kartini, Gresik pada Rabu, 12 Juni 2024.

Rekomendasi ini memupus harapan dua kandidat lainnya yang ikut penjaringan melalui PKB Gresik. Dua kandidat lainnya adalah Fandi Akhmad Yani, inkumben Bupati Gresik dan dr Asluchul Alif, Ketua DPC Gerindra Gresik. 

Rekomendasi untuk ketua Fraksi PKB DPRD Gresik itu, setelah sebelumnya menggelar Uji Kompetensi dan Kelayakan atau UKK dan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB yang dilakukan oleh pengurus DPP PKB terhadap tiga bakal calon bupati atau Bacabup Gresik. 

“Berdasarkan SK nomor 30114/DPP/01/VI/2024, DPP PKB secara resmi menetapkan Syahrul Munir sebagai Calon Bupati Gresik periode 2024-2029,” ujar Bendahara DPW PKB Jatim Fauzan Fuadi pada Rabu, 12 Juni 2024.

Ia menjelaskan, keputusan ini diambil setelah DPP PKB menggelar Uji Kelayakan dan Kepatutan terhadap tiga bacabup yang mendaftar. Yakni, Fandi Akhmad Yani, dr Asluchul Alif dan Syahrul Munir.

“Setelah melalui berbagai pertimbangan. Akhirnya DPP menetapkan Syahrul Munir sebagai Calom Bupati,” kata Fauzan Fuadi.

Menurutnya, keputusan ini sifatnya final. Tidak boleh lagi seluruh kader merasa ragu. semuanya harus solid untuk memenangkan Syahrul Munir.

“Kami akan mengawasi seluruh prosesnya. Kalau ada kader yang tidak mendukung keputusan ini maka akan kami tindak tegas,” kata Fauzan Fuadi.

Ia menambahkan, DPP PKB berpesan kepada seluruh kader untuk kompak dan solid untuk memenangkan Syahrul Munir.

“Tidak ada yang tidak mungkin. Siapapun lawannya kalau PKB Gresik kompak. Insya Allah kita bisa memenangkan Pilkada 2024,” pungkasnya.

Usai menerima SK Rekomendasi tahap I, Bacabup Syahrul Munir mengaku sangat bersyukur. Pihaknya berharap dengan adanya rekomendasi ini, DPC PKB Gresik dan jajaran bisa kompak bareng-bareng memenangkan Pilkada.

“Setelah menerima SK Rekomendasi ini, kami akan langsung tancap gas untuk melakukan sosialisasi dan menjalin komunikasi dengan partai lain,” ujar Ketua Fraksi PKB DPRD Gresik itu. (yad)

DPP PKB Usung Cabup Gresik dari Internal Partai, Syahrul Munir Selengkapnya

Kunjungi Destinasi Geladak Kelir, Harapan Mewujudkan Gresik Baru, Pasca Tanpa Debu Batubara

GRESIK,1minute.id – Geliat ekonomi masyarakat semakin terasa sekitar di Destinasi Jembatan Kelir di Kelurahan Kemuteran, Gresik. Puluhan penjual berjajar sekitar geladak Bele Keling. 

Mereka menikmati gaya hidup baru tanpa kekhawatiran debu batubara.  Sulhiyah Rahmawati  mengatakan rumahnya menjadi lebih bersih. Hidupnya terasa lebih sehat dan tenang dibanding sebelumnya. 

“Sekarang saya sudah berani nyuapin anak di luar rumah. Lantai rumah juga sudah nggak hitam pekat lagi, sehari cukup nyapu sekali. Tidak seperti sebelumnya sehari harus nyapu dan ngepel berkali-kali. Matur nuwun Gus Yani,”ungkap ibu 5 anak ini, Kamis 26 November 2020. 

Sejak berhentinya aktivitas bongkar muat batubara membuat keberlangsungan hidup warga di Kelurahan Kroman, Lumpur dan Kemuteran terasa menjadi lebih nyaman.

Fandi Akhmad Yani, calon bupati (Cabup) nomor urut 2 merekomendasi penghentian operasi pelabuhan curah batubara yang menimbulkan protes masyarakat di sekitar lokasi.  Waktu itu, Gus Yani -sapaan- Fandi Akhmad Yani masih menjabat sebagai Ketua DPRD Gresik. Tiga kali,  Gus Yani disambati pendemo mendesak penutupan aktivitas bongkar muat batu bara di Jalan RE Martadinata, Gresik itu.

“Setelah mendengar kedua kelompok yang pro dan kontra, serta berbagai pihak atau instansi terkait, akhirnya saat itu Saya sepakati untuk dihentikan. Pertimbangannya adalah kemanusiaan,” kenang Gus Yani.

Kamis, 26 November 2020, Gus Yani menyambangi masyarakat sekitar. Kelurahan Kemuteran, Kroman dan Lumpur. Kehadiran Cabup berpasangan dengan Aminatun Habibah (Bu Min) sontak dielu-elukan masyarakat setempat. Mereka menyambut cabup diusung enam dari delapan partai di DPRD Gresik bak pahlawan. 

Gus Yani datang untuk melihat Destinasi Jembatan Kelir. Sebuah dermaga kayu yang viral akhir-akhir ini dan ramai dikunjungi wisatawan. Gus Yani,  menyadari sebuah harapan baru setelah masyarakat di tiga kelurahan itu sudah terbebas dari lingkungan yang sebelumnya terdampak polusi debu selama bertahun-tahun.

“Saya kesana dan ngobrol dengan pihak pengelola. Tidak kurang delapan ribu pengunjung setiap bulannya yang ingin menikmati daya tarik wisata di Bale Keling. Bahkan, bulan Agustus kemarin, total pengunjung mencapai 12 ribu. Ini sebuah capaian yang menarik untuk obyek wisata baru. Namun masih membutuhkan banyak pengembangan infrastruktur dan aspek lain,”katanya.

Capaian kunjungan itu, tambahnya,  tidak hanya berdampak pada masukan tiket. Yang lebih penting adalah dampak ekonomi bagi warga sekitar. Banyak warga setempat yang berjualan makanan tradisional di sepanjang jalan sebelum loket masuk. Semakin banyak kunjungan, maka akan semakin banyak peluang ekonomi yang bisa dimanfaatkan. 

“Pendekatan dan filosofi inilah yang akan kami prioritaskan dalam mewujudkan Gresik Baru ke depan. Bagaimana suatu proyeksi pembangunan yang memiliki sarat dimensi pemberdayaan masyarakat. Bukan sekedar membuat landmark atau patung-patung di tengah kota dengan biaya besar tapi tak memberi dampak apapun bagi masyarakat,”tegasnya. (*)

Kunjungi Destinasi Geladak Kelir, Harapan Mewujudkan Gresik Baru, Pasca Tanpa Debu Batubara Selengkapnya