Cuaca Buruk, Harga Telur di Pulau Bawean Tembus Rp 60 Ribu, Pemprov Jatim dan Pemkab Gresik Gelontorkan Logistik Gunakan KRI Surabaya 591

GRESIK,1minute.id – Harga kebutuhan pokok di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik melonjak. Harga telur ayam tembus Rp 60 ribu per kilogram. Sedangkan, harga daging ayam mencapai antara Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu per kilogram. 

Melonjaknya harga kebutuhan di pulau berjarak 80 mil laut dari pusat Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Gresik diakibatkan cuaca buruk. Moda transportasi laut lumpuh karena ombak tinggi. 

Mengetahui harga kebutuhan pokok terkerek naik, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersinergi dengan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengirim bantuan menggunakan kapal perang Republik Indonesia (KRI) Surabaya 591 dari Dermaga Semampir Baru Koarmada II Surabaya. 

Gelontoran logistik itu akhirnya bisa menstabilkan harga kebutuhan pokok di Pulau terluar Kabupaten Gresik itu. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang melakukan aksi cepat mengirimkan bantuan logistik di pulau berjuluk “Pulau Putri” itu.

“Dalam beberapa hari terakhir, harga kebutuhan pokok di Bawean melonjak tajam. Telur tembus Rp 60.000 per kilogram, ayam mencapai Rp 90.000–Rp100.000 per kilogram. Warga benar-benar kesulitan. Kehadiran Ibu Gubernur bersama jajaran Pemprov Jatim dan TNI AL adalah bentuk nyata kehadiran negara yang sangat dirasakan manfaatnya,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

BANTUAN: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan bantuan kepada warga di Pulau Bawean pada Sabtu, 6 September 2025 ( Foto : Prokopim Gresik)

Gubernur Khofifah dan Gus Yani, sapaan, Fandi Akhmad Yani secara langsung melepas keberangkatan KRI Surabaya 591 dari Dermaga Semampir Baru Koarmada II Surabaya pada Jumat, 5 September 2025.

Kapal perang tersebut membawa beragam bantuan logistik, mulai dari 10 ton beras Bulog, 1 ton minyak goreng, 1 ton telur ayam, 1 ton gula, 750 kilogram daging ayam beku, bawang merah, bawang putih, cabai, hingga 50 tabung gas elpiji ukuran 12 kg. Selain itu, juga terdapat 5.000 paket sembako, biskuit, susu, madu, 487 kardus air mineral, serta mobil cold storage untuk menjaga kualitas bahan pangan segar.

Tak hanya kebutuhan pokok, bantuan juga mencakup donasi 4.135 paket sembako dari Mayapada Group dan alat bantu mobilitas bagi lansia serta penyandang disabilitas. “Bantuan ini bukan hanya soal logistik, tapi juga wujud solidaritas yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari nelayan, keluarga miskin ekstrem, penerima PKH Plus, Tagana, hingga TKSK,” jelas mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Selain logistik, KRI Surabaya 591 juga mengevakuasi puluhan warga yang sempat tertahan di Gresik akibat tidak beroperasinya kapal penumpang dan barang sejak 29 Agustus 2025. “Kami arahkan 50 warga Bawean yang tertahan di Gresik untuk ikut berangkat bersama KRI 591. Semua ini berkat koordinasi yang solid lintas lembaga,” tambahnya.

Ia menegaskan, kesigapan ini hanya mungkin terwujud berkat dukungan banyak pihak, mulai dari Pangkoarmada II, Dankodaeral V, Bulog, hingga BPBD. “Arahan Ibu Gubernur sangat jelas, bantuan harus tiba lebih cepat dari target. Alhamdulillah, Sabtu pagi bantuan sudah bisa diterima warga. Ini bentuk kasih sayang dan kepedulian yang luar biasa,” ungkap magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Ia menutup dengan ajakan agar momentum ini menjadi pengingat pentingnya menjaga jalur distribusi ke kepulauan tetap lancar. “Bawean adalah bagian dari Gresik yang tidak boleh terpinggirkan. Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi agar kebutuhan masyarakat kepulauan selalu terjamin, apa pun tantangannya,” tandasnya. (yad)

Cuaca Buruk, Harga Telur di Pulau Bawean Tembus Rp 60 Ribu, Pemprov Jatim dan Pemkab Gresik Gelontorkan Logistik Gunakan KRI Surabaya 591 Selengkapnya

Cuaca Buruk, Wabup Gresik Asluchul Alif Bagikan Bansos untuk Nelayan di 3 Desa di Ujungpangkah 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik menyerahkan bantuan kebutuhan bahan pokok kepada nelayan di tiga desa di Kecamatan Ujungpangkah. Bantuan kepada nelayan di tiga yakni Desa Pangkah Wetan, Pangkah Kulon dan Banyuurip karena terdampak cuaca buruk. Mereka tidak bisa melaut mencari ikan, sebagai profesi utama mereka selama ini.

Wakil Bupati Gresik dr Asluchul Alif yang menyerahkan bantuan sosial itu secara simbolis. Ia didampingi Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rahman, Asisten III Setkab Gresik Misbahul Munir dan Kepala Dinas Sosial atau Kadinsos Gresik Ummi Khoiroh.

“Mudah-mudahan bantuan ini dapat sedikit meringankan kebutuhan sehari-hari nelayan. Kami juga mengimbau agar para nelayan selalu waspada dan berhati-hati saat menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu,” ujar dr. Alif, sapaan akrabnya pada Kamis, 13 Maret 2025.

Dalam kesempatan itu, dr. Alif juga meminta Dinas Perikanan untuk memperbarui dan memvalidasi data nelayan agar program bantuan dapat lebih tepat sasaran. Selain itu, ia menginstruksikan dinas tersebut untuk meningkatkan koordinasi dengan Kelompok Pengelola Irigasi Perikanan (Poklina) guna memastikan saluran irigasi dapat berfungsi optimal dalam mendukung produktivitas budidaya perikanan.

“Koordinasi dengan Poklina sangat penting agar saluran irigasi bisa beroperasi maksimal, sehingga kebutuhan budidaya perikanan dapat terpenuhi dengan baik,” tandasnya. 

Pada kesempatan itu, dr Alif juga menyinggung persoalan maraknya penggunaan jaring cantrang yang dikeluhkan oleh para nelayan. Ia menegaskan bahwa kebijakan larangan penggunaan jaring cantrang merupakan bagian dari program 100 hari kerja bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Kebijakan ini juga sejalan dengan program Nawa Karsa Gresik Seger, yang bertujuan untuk menjaga ekosistem laut dan keberlanjutan sektor perikanan di Gresik.

Sebagai tindak lanjut dari kebijakan ini, Pemkab Gresik akan membentuk Gabungan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) yang dijadwalkan akan diluncurkan pada bulan Mei 2025.

Pokmaswas ini akan berfungsi sebagai pengawas dalam memastikan aturan larangan jaring cantrang dipatuhi oleh para nelayan. Pemkab Gresik juga sedang menjalin kerja sama dengan Pemprov Jatim dan Polda Jatim untuk memperkuat pengawasan terhadap pelanggaran di sektor perikanan.

Alif mengungkapkan bahwa pihaknya berencana menggandeng nelayan lokal untuk membentuk tim keamanan atau Satgas Pesisir. Satgas ini nantinya akan dibekali perlengkapan khusus untuk membantu menjaga ekosistem laut dan mengawasi penggunaan jaring cantrang yang berdampak pada hasil tangkapan nelayan tradisional.

“Kami sedang mengupayakan MoU dengan Pemprov Jatim untuk mewujudkan Satgas Pesisir yang melibatkan nelayan. Ini masuk program 100 hari saya bersama Gus Yani. Mudah-mudahan aturan ini dapat segera kami wujudkan,” ungkapnya. (yad)

Cuaca Buruk, Wabup Gresik Asluchul Alif Bagikan Bansos untuk Nelayan di 3 Desa di Ujungpangkah  Selengkapnya

Perahu Diterjang Ombak, 2 Nelayan Pangkah Wetan Tenggelam, 1 Selamat, 1 Hilang 

GRESIK,1minute.id – Kabar dua nelayan Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik itu di hempas ombak dan tenggelam cepat menyebar di kalangan nelayan. Dua nelayan yakni Azis dan Ali Rokhman, 51, tenggelam di perairan Gresik sekitar Karangjamuang pada Sabtu, 25 Februari 2023.

Azis selamat setelah ditolong nelayan lainnya. Sedangkan Ali Rokhman belum ditemukan hingga Minggu, 26 Februari 2023. Kepala Desa Pangkah Wetan Syaifullah Mahdi membenarkan kejadian tersebut. ” Tadi pagi, 23 perahu nelayan kami melakukan pencarian tapi belum ditemukan karena cuaca buruk,” kata Sandi, panggilan, Saifullah Mahdi dikonfirmasi 1minute.id pada Minggu sore, 26 Februari 2023.

Pencarian, imbuhnya, akan dilanjutkan lagi Senin besok, 27 Februari 2023. Pencarian Ali Rokhman juga melibatkan petugas Polair Polda Jatim dan Polair Polres Gresik.  Informasi yang dihimpun Sabtu, 25 Februari 2023, Azis dan Ali Rokhman, nelayan Desa Pangkah Wetan hendak pulang dari mencari ikan di sekitar 12 mil laut dari Kabupaten Gresik. Di sekitar Karangjamuang tiba-tiba cuaca buruk. 

Ombak di perairan Jawa itu mencapai ketinggian diatas 1 meter. Selain itu, angin  diperkirakan dengan kekuatan diatas 10 knot. Perahu dua nelayan dihempas ombak dan tenggelam. Azis dengan menggunakan alat seadanya sempat menolong Ali. Akan tetapi hempasan ombak membuat mereka terpental. Azis selamat dan ditolong oleh nelayan lainnya.

Sedangkan, Ali Rokhman tenggelam bersama perahu yang ditumpanginya. “Semoga H.Ali bisa segera diketemukan dalam keadaan apapun” bunyi pesan WhatsApp di kalangan nelayan.  (yad)

Perahu Diterjang Ombak, 2 Nelayan Pangkah Wetan Tenggelam, 1 Selamat, 1 Hilang  Selengkapnya

Bupati Gresik Antar 595 Penumpang KRI dr Soeharso tujuan Bawean

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 595 orang akhirnya bisa “mudik” ke tanah kelahiran di Pulau Bawean pada Kamis, 29 Desember 2022. Mereka bisa berlayar dan merayakan Tahun Baru di kampung halamannya. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengantarkan langsung ratusan penumpang tujuan Pulau Bawean di Dermaga Madura, Mako Koarmada II, Surabaya.

Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi oleh Kepala Dinas BPPKAD A.M. Reza Pahlevi ;  Kepala Dinas Perhubungan Tarso Sagito, Kepala BPBD Darmawan, serta beberapa jajaran TNI Angkatan Laut Koarmada II.

Mereka berlayar dengan menumpang KRI dr Soeharso 590 secara gratis. Muhammad Rustan, salah satu calon penumpang berulangkali mengucapkan rasa syukurnya. Ia pun tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada Bupati Fandi Akhmad Yani. 

“Alhamdulilah, berarti pemerintah kabupaten Gresik itu cepet tanggap. Karena rencana awal kami mau pulang hari Sabtu kemarin tapi sudah tidak ada kapal,” katanya. Kapal bantuan TNI AL ini dikerahkan setelah Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersurat kepada Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono meminta bantuan kapal untuk transportasi moda laut akibat cuaca buruk.

Selama 9 hari, ratusan calon penumpang tujuan Pulau Putri-sebutan lain-Pulau Bawean tertahan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik. Sebaliknya, warga Pulau Bawean harus menahan diri untuk berlayar ke Gresik sampai kondisi cuaca di perairan Gresik kembali bersahabat untuk berlayar. 

Selain transportasi laut Lumpuh. Persediaan sembako dan bahan bakar Compressed Natural Gas (CNG) untuk suplai Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Bawean menipis. Ikhtiar Bupati Fandi Akhmad Yani mendapatkan respon cepat dari Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono. 

Selain calon penumpang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik juga menggelontorkan bantuan sosial kepada masyarakat di Pulau terluar Gresik itu. Yakni,

Bantuan sosial sembako sebanyak 60 ton terdiri dari beras, telur, sayuran, dan 200 kardus makanan instan. Serta, 4 unit genset PLN, 22 unit peralatan komunikasi, dan 450 kilogram obat-obatan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  menyampaikan rasa terimakasih kepada TNI AL. “Saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas bantuan yang telah diberikan oleh TNI Angkatan Laut. Karena seperti yang kita tahu, sudah hampir 9 hari kita tidak bisa berlayar,” ujar Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani. Gus Yani mengharapkan, dengan bantuan sembako yang dikirimkan dapat mengurangi risiko inflasi di Bawean. Mengingat, stok sembako di sana sudah menipis.

“Masyarakat Bawean tidak perlu cemas, karena kita bisa mengirim seluruh bahan kebutuhan di sana. Tentunya dengan sinergitas bersama Pangkoarmada II,” ujarnya.  Sekitar pukul 15.00 WIB KRI dr Soeharso 590 berangkat menuju Bawean. Diperkirakan KRI dr Soeharso yang difungsikan sebagai kapal Bantu Rumah Sakit itu tiba di Pelabuhan Sangkapura, Bawean pada Jumat, 30 Desember 2022 pukul 07.00 WIB. 

KRI dr Soeharso langsung balik dengan membawa 615 orang dari Bawean tujuan Gresik. Seperti diberitakan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani turun tangan untuk mengatasi problem yang dirasakan oleh masyarakat di Kecamatan Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean akibat cuaca. Bupati Fandi Akhmad Yani meminta bantuan kepada Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, yang berasal dari TNI Angkatan Laut itu. Surat permohonan bantuan kapal untuk masyarakat Pulau Bawean diluncurkan pada Selasa, 27 Desember 2022.

Dalam surat tersebut disebutkan ; Menindak lanjuti Surat Pengumuman Nomor : PG.2/BPTD- XI/XII/2022 yang dikeluarkan oleh Korsatpel BPTD Wilayah XI Provinsi Jawa Timur tanggal 23 Desember 2022, serta memperhatikan peringatan untuk menunda berlayar dari pelabuhan Gresik ke Pulau Bawean yang memperkirakan gelombang tinggi diatas 2.0 meter dari Marine Weather Service dan Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika Maritime Perak Surabaya, sehingga kegiatan pelayaran yang menghubungkan lintas penyeberangan Gresik P. bawean dan sebaliknya untuk mengangkut penumpang dan barang mengalami penundaan.

Dengan kondisi sebagaimana tersebut, berakibat terhambatnya fungsi distribusi logistik sembako dan evakuasi warga yang tertahan di Pulau Bawean serta tertundanya pengiriman bahan bakar Compressed Natural Gas (CNG) untuk suplai Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Bawean, sehubungan hal tersebut mohon bantuan armada kapal sampai keadaan cuaca membaik.

Dapat kami sampaikan bahwa jumlah potensi penumpang. logistik sembako serta bahan bakar CNG yang tidak terangkut:

1. Dari Pelabuhan Gresik 500 (lima ratus) orang: 2. Dari Pelabuhan Bawean: 600 (enam ratus) orang: 3. Logistik Sembako: 241 (dua ratus empat puluh satu) Ton. 4. Bahan Bakar CNG: +12 (dua belas) unit. (yad)

Bupati Gresik Antar 595 Penumpang KRI dr Soeharso tujuan Bawean Selengkapnya

Ikhtiar Bupati Gresik, Besok Bantuan Kapal TNI AL Berlayar ke Pulau Bawean 

GRESIK,1minute.id – Ikhtiar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta bantuan kapal kepada Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono untuk moda transportasi laut ke Pulau Bawean mendapatkan respon positif. Rencananya, kapal bantuan TNI AL untuk membawa penumpang dan logistik ke pulau terluar sekitar 80 mil laut dari Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu berangkat pada Kamis besok, 29 Desember 2022.

Kepala Dinas Perhubungan Gresik Tarso Sagito membenarkan terkait permohonan bantuan kapal tersebut. Rencananya, kapal bantuan dari TNI Angkatan Laut berangkat pada Kamis besok, 29 Desember 2022.

“Alhamdulillah atas keuletan Bapak Bupati dlm berkordinasi denganbberbagai pihak terutama dg pihak Mabes TNI AL. Insya Allah masyarakat yang ingin kembali ke kampung halaman di Pulau Bawean akan diberangkatkan dengan kapal milik TNI AL pada jam 14.00 WIB melalui pelabuhan Tanjung Perak , untuk itu masyarakat diminta berkumpul di halaman kntr Pemda pada jam 11.00 WIB,” kata Tarso Sagito dikonfirmasi 1minute.id pada Rabu, 28 Desember 2022. 

Seperti diberitakan sejak sepekan terakhir perairan Gresik mengalami cuaca buruk. Cuaca yang tidak bersahabat untuk pelayaran itu membuat aktivitas transportasi moda laut mandeg. Tidak ada aktivitas penyeberangan Gresik-Pulau Pulau Bawean dalam sepekan terakhir. Ketinggian ombak diatas 2 meter. 

Kondisi tersebut membuat ratusan calon penumpang dari Pelabuhan Gresik tujuan Pulau Bawean tertahan. Sebaliknya, calon penumpang dari Pulau Bawean tujuan Gresik mengurungkan niat berlayar sambil menunggu cuaca di perairan Gresik kembali normal. Selain itu, persediaan sembako menipis. Bahkan, persediaan compressed natural gas (CNG/gas alam terkompresi) untuk pembangkit listrik PLN di pulau terluar Gresik terancam habis. 

Ribuan warga di pulau berjarak 80 mil laut terancam blackout atawa petheng ndedet karena kehabisan bahan bakar untuk pembangkit listrik.

Kondisi itu, membuat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani turun tangan untuk mengatasi problem yang dirasakan oleh masyarakat di Kecamatan Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean itu. Bupati Fandi Akhmad Yani meminta bantuan kepada Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, yang berasal dari TNI Angkatan Laut itu. Surat permohonan bantuan kapal untuk masyarakat Pulau Bawean diluncurkan pada Selasa, 27 Desember 2022.

Dalam surat tersebut disebutkan ; Menindak lanjuti Surat Pengumuman Nomor : PG.2/BPTD- XI/XII/2022 yang dikeluarkan oleh Korsatpel BPTD Wilayah XI Provinsi Jawa Timur tanggal 23 Desember 2022, serta memperhatikan peringatan untuk menunda berlayar dari pelabuhan Gresik ke Pulau Bawean yang memperkirakan gelombang tinggi diatas 2.0 meter dari Marine Weather Service dan Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika Maritime Perak Surabaya, sehingga kegiatan pelayaran yang menghubungkan lintas penyeberangan Gresik P. bawean dan sebaliknya untuk mengangkut penumpang dan barang mengalami penundaan.

Dengan kondisi sebagaimana tersebut, berakibat terhambatnya fungsi distribusi logistik sembako dan evakuasi warga yang tertahan di Pulau Bawean serta tertundanya pengiriman bahan bakar Compressed Natural Gas (CNG) untuk suplai Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Bawean, sehubungan hal tersebut mohon bantuan armada kapal sampai keadaan cuaca membaik.

Dapat kami sampaikan bahwa jumlah potensi penumpang. logistik sembako serta bahan bakar CNG yang tidak terangkut:

1. Dari Pelabuhan Gresik 500 (lima ratus) orang: 2. Dari Pelabuhan Bawean: 600 (enam ratus) orang: 3. Logistik Sembako: 241 (dua ratus empat puluh satu) Ton. 4. Bahan Bakar CNG: +12 (dua belas) unit. (yad)

Ikhtiar Bupati Gresik, Besok Bantuan Kapal TNI AL Berlayar ke Pulau Bawean  Selengkapnya

Cuaca Buruk, Bupati Gresik Minta Bantuan Panglima TNI Kapal untuk Warga Bawean 

GRESIK,1minute.id – Cuaca buruk yang melanda perairan Gresik membuat aktivitas transportasi moda laut mandeg. Tidak ada aktivitas penyeberangan Gresik-Pulau Pulau Bawean dalam sepekan terakhir. Ketinggian ombak diatas 2 meter. 

Kondisi tersebut membuat ratusan calon penumpang dari Pelabuhan Gresik tujuan Pulau Bawean tertahan. Sebaliknya, calon penumpang dari Pulau Bawean tujuan Gresik mengurungkan niat berlayar sambil menunggu cuaca di perairan Gresik kembali normal. Selain itu, persediaan sembako menipis. Bahkan, persediaan compressed natural gas (CNG/gas alam terkompresi) untuk pembangkit listrik PLN di pulau terluar Gresik terancam habis. 

Ribuan warga di pulau berjarak 80 mil laut terancam blackout atawa petheng ndedet karena kehabisan bahan bakar untuk pembangkit listrik.

Kondisi itu, membuat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani turun tangan untuk mengatasi problem yang dirasakan oleh masyarakat di Kecamatan Sangkapura dan Tambak, Pulau Bawean itu. Bupati Fandi Akhmad Yani meminta bantuan kepada Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, yang berasal dari TNI Angkatan Laut itu. Surat permohonan bantuan kapal untuk masyarakat Pulau Bawean diluncurkan pada Selasa, 27 Desember 2022.

Dalam surat tersebut disebutkan ; Menindak lanjuti Surat Pengumuman Nomor : PG.2/BPTD- XI/XII/2022 yang dikeluarkan oleh Korsatpel BPTD Wilayah XI Provinsi Jawa Timur tanggal 23 Desember 2022, serta memperhatikan peringatan untuk menunda berlayar dari pelabuhan Gresik ke Pulau Bawean yang memperkirakan gelombang tinggi diatas 2.0 meter dari Marine Weather Service dan Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika Maritime Perak Surabaya, sehingga kegiatan pelayaran yang menghubungkan lintas penyeberangan Gresik P. bawean dan sebaliknya untuk mengangkut penumpang dan barang mengalami penundaan.

Dengan kondisi sebagaimana tersebut, berakibat terhambatnya fungsi distribusi logistik sembako dan evakuasi warga yang tertahan di Pulau Bawean serta tertundanya pengiriman bahan bakar Compressed Natural Gas (CNG) untuk suplai Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Bawean, sehubungan hal tersebut mohon bantuan armada kapal sampai keadaan cuaca membaik.

Dapat kami sampaikan bahwa jumlah potensi penumpang. logistik sembako serta bahan bakar CNG yang tidak terangkut:

1. Dari Pelabuhan Gresik 500 (lima ratus) orang: 2. Dari Pelabuhan Bawean: 600 (enam ratus) orang: 3. Logistik Sembako: 241 (dua ratus empat puluh satu) Ton. 4. Bahan Bakar CNG: +12 (dua belas) unit.

Kepala Dinas Perhubungan Gresik Tarso Sagito membenarkan terkait permohonan bantuan kapal tersebut. Rencananya, kapal bantuan dari TNI Angkatan Laut berangkat pada Kamis besok, 29 Desember 2022.

“Alhamdulillah atas keuletan Bapak Bupati dlm berkordinasi denganbberbagai pihak terutama dg pihak Mabes TNI AL. Insya Allah masyarakat yang ingin kembali ke kampung halaman di Pulau Bawean akan diberangkatkan dengan kapal milik TNI AL pada jam 14.00 WIB melalui pelabuhan Tanjung Perak , untuk itu masyarakat diminta berkumpul di halaman kntr Pemda pada jam 11.00 WIB,” kata Tarso Sagito dikonfirmasi 1minute.id pada Rabu, 27 Desember 2022. (yad)

Cuaca Buruk, Bupati Gresik Minta Bantuan Panglima TNI Kapal untuk Warga Bawean  Selengkapnya