20 Jam Api yang Menghanguskan pabrik Plastik, PT Langgeng Jaya Plastindo, Satu Petugas Alami Luka Bakar

GRESIK,1minute.id – Petugas pemadam kebakaran Gresik akhirnya bisa menjinakkan api yang menghanguskan pabrik daur ulang plastik,  PT Langgeng Jaya Plastindo pada Jumat, 13 September 2024. 

Petugas Damkar membutuhkan waktu hampir 24 jam. Perusahaan daur ulang plastik berlokasi di Jalan Raya Kedamean,  Kecamatan Kedamean,  Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu diketahui terbakar pada Kamis, 12 September 2024 pukul 11.00 WIB.  

Kejadian kebakaran mengakibatkan seorang petugas Damkar dari Dinas Pemadam kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik dilarikan ke rumah sakit karena terbakar. Korban bernama Dalil. 

“Iya benar ada anggota kami yang terluka bakar di bagian kakinya. Kaki melepuh,” kata Kepala Dinas Damkarmat Gresik Suyono dikonfirmasi 1minute.id pada Jumat, 13 September 2024. 

Kebakaran hebat pabrik daur ulang plastik diduga dari terbakarnya alang-alang yang berada di dekat pabrik.  Tiupan angin membuat lidah api membesar dan “menjilat” bangunan pabrik yang ada di bagian belakang. Api cepat membesar karena material yang tersulut api adalah tumpukan plastik. 

Asap hitam menyembul ke angkasa. Saking tingginya sehingga asap terlihat di Kota Surabaya. Untuk memadamkan api ini,  Damkarmat Gresik menggerahkan kekuatan penuh. Tiga dari empat posko damkar dikerahkan. Tiga posko damkar itu dari pos pusat di kota,  pos Menganti dan Driyorejo. “Kami juga dibantu damkar dan perusahaan Garuda Food,” terang mantan Asisten bidang pemerintahan Setkab Gresik itu. 

Butuh waktu 20 jam untuk memadamkan amuk si jago merah. Lamanya proses pemadaman karena media yang terbakar adalah plastik yang mencapai ribuan kubik. “Selain itu,  area yang terbakar sangat luas mencapai 1,1 hektar,” jelas Suyono yang mantan Camat Gresik itu. 

Kobaran api membuat separoh bangunan pabrik ambruk karena tidak menahan bara api. “Untungnya bangunan pabrik tidak satu bangunan. Sehingga kami bisa menyelamatkan bangunan yang ada di depan,” jelasnya. Pada Jumat sekitar pukul 09.10 WIB api bisa padam. “Saat ini masih proses pembahasan yang dilakukan oleh petugas damkar pos Menganti,” tegasnya. (yad) 

20 Jam Api yang Menghanguskan pabrik Plastik, PT Langgeng Jaya Plastindo, Satu Petugas Alami Luka Bakar Selengkapnya

Hutan Bambu di Kampung Sawo, Gresik Terbakar 

GRESIK,1minute.id – Hutan bambu di kampung Sawo di Jalan Mayjend Sungkono, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik terbakar pada Jumat, 9 Agustus 2024. Kebakaran yang diduga berawal pembakaran sampah itu sempat menimbulkan kepanikan warga setempat. 

Beruntung, petugas dari Dinas Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik cepat tiba di tempat kejadian kebakaran atau TKK. Menurut cerita warga kebakaran hutan bambu terjadi pada Jumat, 9 Agustus 2024 sekitar pukul 10.05 WIB. 

Pagi itu, mayoritas penghuni laki-laki di kampung Sawo Jalan Mayjend Sungkono, Kebomas sedang bekerja. Tiba-tiba api muncul dari tumpukan daun kering bambu. Tidak diketahui siapa yang membakar sampah daun itu. Tiupan angin membuat lidah api cepat membesar dan mengarah ke rumah warga setempat. 

Farah, salah satu warga Kampung Sawo pun panik. Ia pun berteriak kebakaran…kebakaran…kebakaran.  Teriak itu bagaikan suara kentongan tanda bahaya membuat warga semburat keluar rumah. Sejumlah warga memcoba memadamkan amuk api dengan menyiram air menggunakan ember. Sebagain lagi, meminta bantuan Damkar Gresik melalui sambungan telepon call center 112.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik Suyono mengatakan, pihaknya mengerahkan 7 personel dengan mengendarai satu unit mobil Damkar dan satu unit mobil sumpai air. “Kami butuh waktu hampir 1 jam untuk memadamkan api,” kata Suyono pada Jumat, 9 Agustus 2024. 

Ia melanjutkan tidak korban dalam kebakaran itu. “Api bisa kami padamkan bersama  warga sebelum merembet ke rumah warga,” terang mantan Asisten bidang Pemerintahan Setkab Gresik itu. Suyono menghimbau kepada semua warga di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik untuk tidak membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan. Apalagi, saat ini musim kemarau sehingga rawan menimbulkan kebakaran. (yad)

Hutan Bambu di Kampung Sawo, Gresik Terbakar  Selengkapnya

Damkarmat Gresik Kini Punya 192 Redkar, Dikukuhkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani 

GRESIK,1minute.id – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik kini memiliki relawan. Namanya, Redkar alias Relawan Pemadam Kebakaran. Jumlahnya 192 orang. Mereka adalah anak-anak muda tangguh di Gresik.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang mengukuhkan langsung Redkar Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja Lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Rabu, 31 Juli 2024.

“Relawan pemadam kebakaran bukan hanya pelengkap, tapi ujung tombak dalam penanganan awal penanggulangan kegawatdaruratan. Tugas yang panjenengan lakukan ini adalah tugas yang sangat mulia dan harus didasari dengan rasa ikhlas,” pesan Bupati Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani dalam sambutannya.

Kabupaten Gresik menjadi satu dari delapan kabupaten/kota di Jawa Timur yang memiliki Dinas Pemadam Kebakaran tersendiri. Khusus di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan berdiri pada2022. Berdirinya dinas ini menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dibawah kepemimpinan duet Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Saat ini, Damkar menjadi isu nasional serta menjadi kecintaan masyarakat dan ini juga terjadi di Kabupaten Gresik. Semua kondisi kegawatdaruratan ditangani oleh Damkar. Karenanya, saya berpesan agar Damkar Kabupaten Gresik untuk terus konsisten dalam memberikan pelayanannya kepada masyarakat. Jangan meminta imbalan apapun,” tegas Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya itu. 

Usai pengukuhan, relawan Redkar Gresik mendapatkan praktik simulasi cara memadamkan kebakaran rumah di halaman Kantor Bupati Gresik. Mereka mendapatkan bimbingan teknik pemadaman api, penyelamatan hewan liar, hingga penggunaan alat pemadam kebakaran yang dipandu oleh instruktur berpengalaman dan tim Damkar Gresik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik Suyono menegaskan,  sebanyak 192 Redkar ini merupakan perpanjangan tangan dinas Damkarmat Gresik. Mereka memiliki tiga fungsi utama dalam mendukung pelayanan Damkar pada masyarakat.

“Redkar memiliki tiga fungsi, yakni melakukan mitigasi dan memberikan informasi, membantu penanganan dini, serta membantu proses evakuasi dan penyelamatan sebelum petugas tiba di lokasi,” ujar Suyono.

Program pengukuhan dan pembinaan ini merupakan bagian dari inisiatif strategis Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik untuk membangun komunitas yang tangguh terhadap bencana. Dengan relawan yang terlatih dan berkomitmen, diharapkan respon terhadap insiden kebakaran dapat dilakukan dengan cepat dan efisien, sehingga meminimalisir kerugian dan dampak yang ditimbulkan.

Sebagai informasi, pada 2023 terdapat total 522 kejadian kebakaran. Terbanyak di Kecamatan Menganti sebanyak 333 kejadian. Sedangkan untuk penyelamatan tercatat sebanyak 433 aksi penyelamatan. Adapun kecamatan dengan aksi penyelamatan tertinggi adalah Kecamatan Kebomas sebanyak 124 aksi penyelamatan.

“Untuk tahun 2024 sampai 30 Juli 2024, tercatat 142 kejadian kebakaran dan 343 aksi penyelamatan,” pungkas mantan Asisten bidang Pemerintahan Setkab Gresik itu. (yad)

Damkarmat Gresik Kini Punya 192 Redkar, Dikukuhkan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani  Selengkapnya

Pabrik Produksi Kasur Busa di Gresik Terbakar, Asap Hitam Terlihat hingga Radius 5 Kilometer 

GRESIK,1minute.id – Pabrik produksi kasur busa di Desa Gadung, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik ludes terbakar pada Kamis, 11 Juli 2024. 

Asap hitam membumbung tinggi hingga terlihat hibgga radius 5 kilometer. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang penyebabnya masih dalam penyelidikan oleh kepolisian itu. Kerugian ditaksir sekitar Rp 4 miliar.

Kebakaran hebat UD Victory itu terjadi di tengah ratusan pekerja sedang beraktivitas. Sekitar pukul 09.00 WIB, sejumlah pekerja di ruang produksi kasur busa sedang aibuk. 

Tiba-tiba suhu udara dalam ruangan itu menghangat. Dalam hitung detik menjadi panas. Hawa panas yang berupa bara api itu muncul dari sebuah ventilasi di ruang produksi. Spontan, para pekerja berteriak histeris. “Kebakaran…kebakaran…kebakaran”. 

Para pekerja semburat keluar dari ruang produksi. Sebagai lainnya mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadaman ringan atau APAR. Api tidak padam. Bahkan, semakin membesar.  Karena dalam ruang itu banyak bahan untuk membuat kasur busa yang mudah terbakar sehingga pekerja kewalahan. 

“Kami mendapatkan laporan kebakaran itu sekitar pukul 09.30 WIB,” kata Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik Suyono pada Kamis, 11 Juli 2024. Bahan untuk membuat kasur busa yang mudah terbakar membuat amuk si jago merah cepat membesar. 

Warga sekitar pabrik pembuatan kasur busa di Dusun Randu Pukah, Desa Gadung, Kecamatan Driyorejo panik. Apalagi asap hitam sangat tebal. Tim Damkar Pemkab Gresik pos Krikilan, Driyorejo dengan mengendarai dua unit mobil pemadam dan satu unit mobil suplai air meluncur ke tempat kejadian kebakaran (TKK).

Langkah pertama petugas Damkar Gresik lakukan adalah melokalisir api tidak merembet ke tempat lain. “Size up (lokasir) api agar tidak merembet dan masyarakat tidak panik,” ujar mantan Asisten bidang Pemerintahan Setkab Gresik itu. 

Meskipun petugas dari Damkar Gresik, Damkar Kota Surabaya, Damkar sejumlah perusahaan sekitar lokasi kejadian telah melokalisir api tidak merembet ke tempat lainnya, namun tetap kesulitan memadamkan amuk si jago merah itu. Karena bahan busa dan lainnya yang mudah terbakar. Sekitar pukul 14.50 WIB, api bisa dipadamkan. “Kami butuh waktu 5 jam lebih memadamkan kebakaran pabrik produksi kasur busa ini,” katanya. (yad)

Pabrik Produksi Kasur Busa di Gresik Terbakar, Asap Hitam Terlihat hingga Radius 5 Kilometer  Selengkapnya

Diduga Kelelahan, Pekerja Pemasang Iklan Rokok Semaput Di Atas Papan Reklame di Gresik

GRESIK,1minute.id – Tubuh Khoirul tiba-tiba ambruk. Pekerja borongan itu tidak sadarkan tatkala sedang memasang baliho reklame salah satu produk rokok depan Masjid Achmad Dahlan dekat terminal Bunder itu, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik pada Rabu malam, 14 Juni 2024.

Diduga kuat lelaki yang tinggal di Jalan Dinoyo, Surabaya itu pingsan karena kelelahan setelah memanjat papan reklame berada di depan Masjid Achmad Dahlan dekat terminal Bunder itu.  

Ali Machfud, warga Simumulyo Baru, Surabaya, rekan kerja  Khoirul pun panik. Ali Machfud yang gemetaran itu kemudian meminta bantuan kepada petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik. “Pelapor menghubungi call center 112 Gresik,” kata Kepala Dinas Damkarmat Gresik Suyono pada Kamis, 20 Juni 2024.

Menurut Suyono, pada Rabu malam, sekitar pukul 21.34 WIB, korban Khoirul dan rekannya, Ali Machfud mendapatkan pekerjaan pemasangan reklame di depan Masjid Achmad Dahlan di sekitar Terminal Bunder, Gresik. Mereka memanjat papan reklame setinggi kurang lebih 3 meter. Ketika berada diatas papan reklame milik perusahaan reklame dengan produk rokok itu korban Khoirul semaput.

“Mungkin kelelahan,” kata mantan Asisten bidang Pemerintahan Setkab Gresik itu. Kabar ada pekerja borongan pingsan, imbuhnya, sebanyak tujuh personel rescue Damkarmat menuju ke lokasi kejadian. Petugas membawa truk sky walker dan peralatan lainnya. 

Butuh waktu kurang lebih 35 menit untuk mengevakuasi korban yang berada di atas papan reklame itu. Ketika proses evakuasi, tim kesehatan dengan mobil ambulans stanby di bagian bawah. Setelah korban berhasil di evakuasi kemudian dilakukan pemeriksaan dan langsung dibawah menuju rumah sakit. “Alhamdulillah, korban bisa terselamatkan,” tegas Suyono lega. (yad)

Diduga Kelelahan, Pekerja Pemasang Iklan Rokok Semaput Di Atas Papan Reklame di Gresik Selengkapnya

Sapi Kurban Ngamuk, Warga Jegong, Gresik Panik

GRESIK,1minute.id – Seekor sapi kurban ngamuk pada Minggu, 16 Juni 2024. Tali yang mengikat sapi jenis limousin warna coklat itu pun terputus. Sapi itu pun kabur dan berhenti setelah tercebur sebuah parit Dusun Jegong di Jalan Ibrahim Zahir, Kelurahan Singosari, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Puluhan warga setempat mencoba melakukan evakuasi sapi yang memiliki berat diatas 500 kilogram itu. Akan tetapi, sapi mberot alias berontak membuat warga sekitar kesulitan melakukan evakuasi sapi nahas tersebut .

“Ada seorang warga bernama pak Budi yang meminta bantuan kami (Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan),” ujar Kepala Dinas Damkarmat Gresik Suyono pada Minggu, 16 Juni 2024.

Sekitar pukul 13.35 WIB permintaan bantuan dari warga diterima oleh petugas. Dalam hitungan menit, tujuh petugas meluncur ke lokasi kejadian. Butuh waktu hampir 60 menit petugas melakukan evakuasi dengan dibantu oleh warga setempat. “Sekitar pukul 14.15 WIB evakuasi selesai,” terang mantan Asisten bidang Pemerintahan Setkab Gresik itu. (yad)

Sapi Kurban Ngamuk, Warga Jegong, Gresik Panik Selengkapnya

Bakar Kotoran Hewan, Rumah di Ujungpangkah Terbakar

GRESIK,1minute.id – Dua kejadian kebakaran mewarnai Kabupaten Gresik. Di Desa Domas, Kecamatan Menganti  rumah milik M.Syafii terbakar. Kebakaran yang terjadi Jumat, 7 Juni 2024 pukul 21.00 WIB ini diduga dipicu pemilik rumah mematikan kompor gas.

Kebakaran berikutnya terjadi di rumah Suparlan, 60, di Desa Ketapang Lor, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik pada Sabtu dini hari, 8 Juni 2024. Rumah korban terbakar ditengarai pembakaran kotoran hewan yang tidak diawasi sehingga melahap rumah.

Dua kejadian itu, tidak menimbulkan korban jiwa. Kerugian ditaksir jutaan rupiah. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik Suyono meminta kepada masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan. 

Sebab, kondisi cuaca sedang kemarau. Sehingga rawan menimbulkan kebakaran. “Jangan bakar sampah sembarangan. Apalagi tidak diawasi karena rawan terjadinya kebakaran,” tegas Suyono pada Ahad, 8 Juni 2024.

Peringatan mantan Asisten Bidang Pemerintahan Setkab Gresik karena sejumlah kejadian kebakaran yang terjadi belakangan ini di Kabupaten Gresik itu diduga karens human error alias kelalaian. Ia mencontohkan kebakaran di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Lumpur, Kecamatan/Kabupaten Gresik.

Kejadian yang mengakibatkan 10 ekor kambing terpanggang dan tempat jemur ikan ludes diduga berawal pembakaran sampah untuk mengusir nyamuk. Karena lokasi di dekat pesisir pantai, hembusan angin merembet ke kandang kambing dan tempat menjemur ikan. 

“Dan, tadi pagi di Ujungpangkah, rumah warga terbakar karena ada membakar kotoran hewan tidak diawasi merembet rumah warga,” ujarnya. Kejadian kebakaran itu menambah panjang jumlah kebakaran di Kabupaten Gresik. “Sampai hari ini (Sabtu) ada 8 kejadian kebakaran,” ujarnya. (yad)

Bakar Kotoran Hewan, Rumah di Ujungpangkah Terbakar Selengkapnya

Bakar Sampah, 10 Ekor Kambing Kurban Mati Terpanggang di Pesisir Lumpur, Gresik 

GRESIK,1minute.id – Eko syok. Penjual kambing kurban di Jalan R.E Martadinata, Kelurahan Lumpur, Kecamatan / Kabupaten Gresik itu kehilangan 10 ekor kambing pada Rabu dini hari, 5 Juni 2024.

Puluhan kambing jenis Etawa milik Eko itu mati mengenaskan. Mati terpanggang karena kandangnya terbakar. Eko mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Padahal sejak bukalapak kambing di dekat pesisir pantai Lumpur pada awal Juni 2024, itu belum satu ekor pun terjual.

Apalagi musibah ini, bukan karena keteledoran Eko. “Ada orang membakar sampah dan tidak diawasi kemudian merembet dan membakar tempat pengeringan ikan dan  kandang kambing,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkarmat Gresik Suyono pada Rabu, 5 Juni 2024.

Pada Rabu, 5 Juni 2024 sekitar pukul 00.58 WIB call cemter 112 Damkarmat berdering. Nova, petugas sekuriti SPBU Lumpur dengan nada gemetar meminta bantuan. Sebab, kobaran api di tempat pengeringan ikan dan kandang kambing semakin membesar. 

Nova khawatir api terus merembet. Sebab, lokasi SPBU Lumpur dengan pusat kebakaran dipisahkan jalan paving selebar 1,5 meter. Satu tim regu Damkar Kota Gresik berjumlah 7 otang dengan membawa satu unit mobil pemadam dan satu unit mobil suplai air menuju tempat kejadian kebakaran atau TKK. 

Ditambah mobil damkar milik Pelabuhan Indonesia atau Pelindo Gresik mempercepat proses pemadaman api. Amuk si jago merah pun bisa dikuasai. Novi lega. Namun, Eko, pemilik kambing lemas. Semoga pascakebaran ini, dagangan Eko berjualan kambing kurban bisa laris manis. (yad)

Bakar Sampah, 10 Ekor Kambing Kurban Mati Terpanggang di Pesisir Lumpur, Gresik  Selengkapnya

Mobil Box Muat Air Mineral Galon Ludes Terbakar di Lamongan, Damkarmat Gresik Turun Tangan 

GRESIK,1minute.id – Mobil box muat air mineral wadah gelas dan galon terbakar di Raya Karangbinangun,  Kabupaten Lamongan pada Jumat, 10 Mei 2024. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran yang terjadi sekitar pukul 09.50 WIB itu. Akan tetapi, api menghanguskan mobil beserta ratusan galon air.

Informasi yang dihimpun, mobil box memuat air minum galon itu tiba-tiba mogok di Jalan Raya Karangbinangun tepatnya di Dusun Monolelo, Desa/Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan. 

Azrul Muhsinin, sopir mobil itu mencoba menghidupkan mesin dengan menstarter berulang kali. Namun, bukan mesin mobil yang menyala melain bau asap yang keluar. Azrul lalu membuka pintu mobil box sudah penuh asap. Dalam hitungan detik, asap berubah menjadi bara api. 

Azrul panik. Afif, salah seorang warga yang melihat kejadian itu kemudian mendatangi pos pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) di Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Mendapatkan laporan adanya kebakaran di wilayah Lamongan, petugas Damkarmat Gresik sempat ragu. Sebab, lokasi kejadian kebakaran berada di luar wilayah Gresik. 

Karena tugas kemanusiaan melakukan penyelamatan mereka tetap berangkat menuju lokasi mobil box yang terbakar dan melakukan penyemprotan hingga api padam. “Kami izinkan melakukan pemadaman karena kemanusiaan,” ujar Kepala Dinas Damkarmat Gresik Suyono pada Jumat, 10 Mei 2024. 

Kecepatan petugas Damkarmat Gresik di pos Kecamatan Dukun itu berhasil memadamkan api sehingga meminimalisir besar kerugian. (yad)

Mobil Box Muat Air Mineral Galon Ludes Terbakar di Lamongan, Damkarmat Gresik Turun Tangan  Selengkapnya

Ditinggal Ngantar Tamu, Rumah Warga Panglima Sudirman Gresik Terbakar, 2 Motor dan 1 Onthel Hangus 

GRESIK,1minute.id – Musibah rumah terbakar kembali terjadi Kabupaten Gresik. Tadi siang, Senin, 15 April 2024, rumah milik Solon Harsono di Jalan Panglima Sudirman, Gresik ludes menjadi arang. Tidak ada korban jiwa dalam musibah yang terjadi pukul 14.10 WIB itu. Namun, kebakaran itu menghanguskan dua unit sepeda motor dan satu sepeda onthel.

Sehari sebelumnya, kebakaran terjadi di rumah produksi roti, Papa Cookies Bakery di Jalan Ikan Gurami, Kompleks Perumahan Bhakti Pertiwi Kulon (BPK) yang mengakibatkan sepuluh pekerja dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka bakar.

Informasi yang dihimpun Senin, 15 April 2024 sekitar pukul 13.30 WIB Solon Harsono kedatangan tamu. Unjung-ujung di hari lebaran Idul Fitri. Setelah berbincang santai Harsono bersama tamunya tersebut keluar rumah. Rumah semipermanen alias berdinding kayu itu kosong. Selang 30 menit kemudian muncul asap dan berubah menjadi bara api dari dalam rumah milik kakek 70 tahun berada di Jalan Panglima Sudirman III, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu. Diduga korsleting.

Rumah dengan tembok terbuat dari kayu alias gebyok itu membuat si jago merah cepat membesar. Warga pun panik. Mereka berusaha memadamkan api dengan menyiramkan air dengan wadah ember, bak mandi dan lainnya. Akan tetapi api tidak bisa padam dan semakin membesar. Ny. Erma, salah satu tetangga Solon Harsono meminta bantuan pemadaman kebakaran Pemkab Gresik. 

Kebakaran di kawasan padat penduduk itu membuat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik mengerahkan dua tim untuk menjinakkan api. Petugas damkar membutuhkan waktu tidak lebih 60 menit untuk memadamkan api. “Kami kerahkan dua grup untuk mencegah api merambat. Dan, Alhamdulillah api cepat kami padamkan,” ujar Kepala Dinas Damkarmat Gresik Suyono. (yad)

Ditinggal Ngantar Tamu, Rumah Warga Panglima Sudirman Gresik Terbakar, 2 Motor dan 1 Onthel Hangus  Selengkapnya