Gelapkan Aset Desa, Abdul Halim, Mantan Kades “Miliarder” Sekapuk Divonis 5 Bulan Penjara 

GRESIK, 1minute.id – TerdakwaAbdul Halim, mantan kepala desa “miliarder” Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur di vonis 5 bulan penjara. Putusan tersebut lebih ringan 2 bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum atau JPU. 

Sidang pembacaan putusan kasus penggelapan aset desa itu digelar di Pengadilan Negeri atau PN Gresik pada Rabu, 23 April 2025. Sidang putusan tersebut dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik yang diketuai oleh Donald Everly Malubaya dan diikuti JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik Indah Rahmawati serta terdakwa Abdul Halim dan penasihat hukumnya. 

Majelis hakim PN Gresik Donald Everly Malubaya menyatakan, terdakwa Abdul Halim terbukti melanggar Pasal 372 KUHP Pidana. Sebab, terdakwa terbukti membawa aset Desa Sekapuk berupa 9 sertifikat tanah dan 3 BPKB mobil. 

“Menyatakan terdakwa Abdul Halim telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penggelapan sebagaimana tuntutan jaksa penuntut Umum. Menjatuhkan pidana penjara selama 5 bulan. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani dikurangkan seluruhnya. Terdakwa tetap ditahan,” kata Donald Everly Malubaya. 

Selain itu, barang bukti berupa aset desa berupa 3 BPKB dan 9 Sertifikat Tanah diserahkan Kepada Pemerintah Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah melalui saksi Mundhor yang menjabat Sekretaris Desa Sekapuk.

Sementara itu, JPU Indah Rahmawati menyatakan pikir atas majelis hakim yang lebih rendah 2 bulan dari tuntutan. “Kami pikir-pikir dulu,” kata jaksa Indah. 

Sedangkan, penasihat hukum terdakwa Abdul Halim, M. Machfudz dari Kantor MHZ Law Office mengatakan, sangat menghormati putusan hakim dan akan berkoordinasi dengan terdakwa serta keluarga. “Kami sangat menghormati putusan Majelis Hakim. Dan kami perlu kordinasi dengan terdakwa dan keluarganya. Saya berharap, atas putusan ini, terdakwa segera bebas,” kata Machfudz. (yad)

Gelapkan Aset Desa, Abdul Halim, Mantan Kades “Miliarder” Sekapuk Divonis 5 Bulan Penjara  Selengkapnya

Desa Miliarder Terkini, Pasca Pengelola Destinasi Wisata Setigi Abdul Halim Ditahan

GRESIK,1minute.id – Hore…!!! Libur sekolah telah tiba. Di Jawa Timur, libur sekolah semester ganjil 2024/2025 di mulai 23 Desember 2024 hingga 31 Desember 2024. Sejumlah pengelola destinasi wisata bersiap menyambut wisatawan selama libur sekolah serta natal dan tahun baru atau Nataru.

Destinasi wisata Setigi, misalnya. Wartawan 1minute.id mengunjungi tempat wisara Selo, Tirta, Giri atau Setigi di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Selasa, 17 Desember 2024 lalu. Tiba sekitar pukul 13.20 WIB. Tiket masuk Rp 15 ribu dan biaya parkir motor Rp 5.000. 

Siang itu kondisi mamring. Sepi. Hanya satu rombongan mobil Innova berjumlah 7 orang penumpang. Mereka dari Surabaya. “Ini mampir kesini. Dulu ramai, tapi sekarang sepi,” kata Efendi, salah satu pengunjung lirih. 

Destinasi wisata Setigi berdiri diatas lahan seluas 2 hektar. Dulu lahan bekas tambang galian C itu digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. Pemerintahan Desa Sekapuk dipimpin Abdul Halim menyulap menjadi tempat wisata yakni Selo, Tirta, Giri alias Setigi. 

Desa Sekapuk yang konon dikenal sebagai desa miskin mendeklarasikan sebagai desa miliarder. Pendapatan dari sektor pariwisata, Setigi. Pascalengser, Halim mendekam di rumah tahanan alias Rutan Polres Gresik atas dugaan penggelapan aset desa. Tempat wisata Setigi yang menjadi fonomenal seakan ikut meredup. 

Sejumlah spot yang menjadi jujugan wisatawan domestik atau wisdom dan wisatawan asing seakan kurang terurus. “Pasca Covid-19 pengunjung terus menurun sampai sekarang,” kata seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya. 

Di era keemasan, pengelola mempekerjakan belasan pemuda desa. “Kini hanya 7 anak. Itu pun dua minggu kerja. Dua minggu libur,” katanya. “Saat ini, kami hanya mengandalkan week end saja,” imbuh lelaki itu. 

Dalam pengamatan wartawan 1minute.id  sejumlah spot menjadi daya tarik wisatawan terasa sepi. Jembatan Peradaban, misalnya. Di spot jembatan 

tidak ada seorang pun wisatawan. Padahal, sebelumnya, spot ini nyaris tidak pernah sepi pengunjung. Weekday apalagi Weekend. “Dasar kolamnya bocor. Sekarang masih perbaikan. Jadi air kolam baru diisi masih di ujicoba lagi,” kata warga lainnya. 

Jembatan peradaban yang mengambarkan peralihan peradaban tradisional menuju era modern memiliki panjang sekitar 200 meteran. Lebar 2 meteran. Di bagian ujung jembatan bercat warna putih, terdapat tiga unit rumah adat Papua. Beratap serabut sapu warna hitam dan berdinding kayu. Instanable. Sedangkan, dibawah jembatan itu terdapat telaga dengan air warna hijau.

Kini, pemandangan di spot jembatan peradaban itu berubah 180 derajat. Sepi. Memasuki masa liburan Nataru, pengelola Setigi berbenah agar bisa menarik minat wisatawan untuk berkunjung. (yad)

Desa Miliarder Terkini, Pasca Pengelola Destinasi Wisata Setigi Abdul Halim Ditahan Selengkapnya

Lansia Residivis Curanmor Diamankan Warga Desa Sekapuk

GRESIK,1minute.id – Waspada! Kawanan pencuri kendaraan bermotor (curanmor) berkeliaran di wilayah hukum Polres Gresik.  Di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, seorang lelaki ditangkap massa karena menggondol sepeda motor milik pekerja tambang pada Kamis, 15 Desember 2022. Pelaku berinisial M. Ia mengaku asal Lamongan. Kini, pelaku telah diserahkan perangkat desa Sekapuk kepada aparat kepolisian Sektor (Polsek) Ujungpangkah. 

Kepala Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik Abdul Halim dan Kapolsek Ujungpangkah AKP Mutlakin dikonfirmasi  1minute.id secara terpisah membenarkan penangkapan residivis curanmor itu.

“Iya tadi pagi sekitar pukul 10.00 WIB, terduga pelaku curanmor kami amankan,” kata Kades Sekapuk Abdul Halim pada Kamis, 15 Desember 2022. “Pelaku membawa kunci T membawa kabur motor milik pekerja penambangan kapur,” ujarnya. Aksi tersebut diketahui massa. Sekitar 100 meter dari lokasi kejadian di pinggir jalan kabupaten pelaku ditangkap massa. “Pelaku sudah sepuh, kemudian kami bawa ke balai desa,” cerita Abdul Halim. 

Di balai desa, imbuhnya, terduga pelaku mengaku terus terang pernah di penjara karena melakukan aksi pencurian sepeda motor pada 1996. “Sekarang kambuh lagi,” ujarnya. Diduga pelaku yang identitas belum diketahu – karena tidak membawa KTP- telah merencanakan aksi dengan matang. Dia dari Lamongan mengendarai sepeda motor. Motor milik terduga itu lalu disembunyikan di sebuah tegalan atau kebun milik warga Sekapuk. 

Pelaku lalu berjalan mencari sasaran dan melihat ada sepeda motor warga yang di parkir di pinggir jalan kabupaten di Desa Sekapuk. “Pelaku sudah mengendarai motor korban lalu dikejar massa,” katanya. Barang bukti yang diamankan berupa sebuah kunci T, dan dua sepeda motor. “Satu unit motor milik korban dan satu unit motor milik terduga pelaku,” jelasnya. 

Kejadian percobaan pencurian sepeda motor itu, membuat warga desa setempat semakin waspada. Terpisah, Kapolsek Ujungpangkah AKP Mutlakin membenarkan pihaknya telah mengamankan terduga pelaku curanmor itu. “Ini masih kami coba kembangkan,” kata Mutlakin. (yad)

Lansia Residivis Curanmor Diamankan Warga Desa Sekapuk Selengkapnya

Eduwisata KPI Tawarkan Aneka Buah, Cocok Untuk Bukber Puasa


GRESIK,1minute.id – Kebun Pak Inggih (KPI) menjadi jujugan masyarakat dan para pelajar. KPI yang lokasinya berdekatan dengan destinasi wisata Selo Tirta Giri (Setigi) di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik itu menawarkan sensasi berbeda.

Di destinasi anyar ini, pengunjung bisa menikmati aneka buah. Sangat cocok bagi pelajar sebagai eduwisata. Abdul Halim, pengelola KPI mengatakan, Agrowisata Kebun Pak Inggih berbeda dengan destinasi lainnya. Sebab, di KPI ini tumbuh aneka buah. “Bahkan tanaman buah yang nyaris punah di budidaya di Agrowisata KPI,”ujar Abdul Halim yang juga Pak Inggih-sebutan lain-kepala desa (Kades) Sekapuk itu pada Senin, 28 Maret 2022. 

Tanaman nyaris punah itu antara lain Juwet Putih, Trenggulun, Mojopahit, Mojolegi, Plum Manila dan Anggur Pohon. Selain tanaman buah langka, wisatawan juga bisa menikmati buah Manggis, Rambutan, Matoa, Matalada, Kelengkeng Merah,  Durian dan Belimbing. 
Kebun Pak Inggih memiliki luas lahan 2,5 hektar. Lokasi berdekatan dengan destinasi wisata Setigi yang sudah kesohor itu.

Dua destinasi itu, dikelola oleh Pemerintah desa (Pemdes) setempat melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kades Abdul Halim adalah CEO-nya. Inisiator berdirinya dua destinasi wisata yang telah mengubah perekonomian warga desanya itu. 

Halim mengatakan, selain tanaman buah, KPI juga terdapat tanaman bunga. ” Banyak titik taman dan jenis bunga yang bisa buat latar foto dan video anda, belum lagi spotfoto instagramable sudah disiapkan untuk anda para pengunjung agrowisata yang sangat istimewa,”katanya. 

Selama bulan suci Ramadan,  agrowisata KPI buka mulai pukul 09.00 sampai 18.00 WIB. Sedangkan, Wisata Setigi  buka mulai pukul 09.00 sampai pukul 17.00 WIB. “Buka puasa bersama (bukber) di KPI akan semakin nikmat,”katanya. (yad)

Eduwisata KPI Tawarkan Aneka Buah, Cocok Untuk Bukber Puasa Selengkapnya