Disinyalir Langgar Batas Tangkap Ikan, Satpolair dan Dinas Perikanan Bongkar Dua Rumpon di Perairan Gresik Utara 

GRESIK,1minute.id – Satuan Polisi Air (Satpolair) Polres Gresik bersama Dinas Perikanan Gresik membongkar dua rumpon di perairan Kali Pandian, Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Langkah tegas itu dilakukan tim gabungan untuk mencegah konflik antarnelayan di perairan Gresik Utara.

Dua rumpon itu dibongkar oleh tim gabungan karena disinyalir melanggar batas wilayah tangkap nelayan Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. Kegiatan itu merupakan respons terhadap meningkatnya tensi di antara dua kelompok nelayan akibat dugaan pelanggaran batas wilayah penangkapan ikan. 

Dua rumpon milik nelayan Randuboto Sidayu dinilai telah melewati area perairan yang menjadi hak tangkap nelayan  Pangkah Wetan. Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan fokus pada tiga sasaran utama, yakni : Pembongkaran Rumpon, Penertiban dilakukan terhadap dua unit rumpon milik nelayan Randuboto, Sidayu yang dipasang melebihi batas wilayah perairan Pangkah Wetan.

Pencegahan konflik, upaya meredam potensi bentrok antara kedua kelompok nelayan agar stabilitas dan keamanan laut tetap terjaga. Terakhir, verifikasi batas wilayah, pengecekan dan klarifikasi terhadap patok batas wilayah tangkap ikan guna menghindari kesalahpahaman di masa mendatang.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak untuk memastikan proses berjalan aman dan sesuai prosedur. Hadir dalam kegiatan tersebut dua anggota ABK Kapal X-1017 Satpolair Polres Gresik yang bertugas melakukan pengamanan, Muh. Nur Faith Zulkarnain dari Dinas Perikanan Gresik yang memberikan pendampingan teknis, serta Ketua Rukun Nelayan Randuboto, Sidayu, Safi’i yang mendampingi pelaksanaan pembongkaran bersama lima perahu nelayan lokal.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, melalui Kasatpolair Polres Gresik Iptu Arifin, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk pencegahan dini agar konflik horizontal tidak terjadi di kalangan nelayan.

Aksi pembongkaran ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk mengatasi sengketa batas wilayah tangkap ikan. “Kami ingin memastikan seluruh nelayan dapat beraktivitas dalam koridor hukum yang berlaku, sehingga potensi konflik di perairan Gresik dapat diminimalisir,” ujar Iptu Arifin.

Dengan langkah kolaboratif antarinstansi dan nelayan, pemerintah daerah berharap perairan Gresik tetap menjadi wilayah tangkap yang produktif, tertib, dan damai, tanpa gesekan antarkomunitas nelayan. (yad)

Disinyalir Langgar Batas Tangkap Ikan, Satpolair dan Dinas Perikanan Bongkar Dua Rumpon di Perairan Gresik Utara  Selengkapnya

Wabup Ingatkan Tugas ASN Melayani, Mempermudah Pelayanan

GRESIK,1minute.id – Ada suasana beda di Kantor Dinas Perikanan Gresik pada Jumat, 1 Oktober 2021. Kantor organisasi perangkat daerah (OPD) dibawah komando Choirul Anam itu terasa lebih religius dengan kegiatan pembinaan spiritual. 

Kegiatan rohani bertepatan Hari Kesaktian Pancasila itu dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Wabup Aminatun Habibah saat itu mengingatkan tugas Aparatur Sipil Negara (ASN)  melayani dan memberikan kemudahan masyarakat. “Panjenengan semua jangan lupa, bahwa bekerja dengan tulus juga adalah bentuk ibadah,”pesan Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah.

Ia melanjutkan, kehadiran birokrat adalah untuk mempermudah urusan masyarakat. “Kita disini bukan untuk mempersulit, melainkan justru untuk mempermudah segala sesuatu,”tegasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Choirul Anam mengatakan, kegiatan pembinaan spiritual suatu upaya untuk mendukung program Nawa Karsa Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yaitu Gresik Barokah. “Kegiatan ini sejalan dengan kegiatan Indonesia melayani, salah satu dari program gerakan nasional revolusi mental,”kata Choirul Anam. (yad)

Wabup Ingatkan Tugas ASN Melayani, Mempermudah Pelayanan Selengkapnya

Living Laboratory Maritime Pertama di Indonesia Berdiri di Dermaga Pesona Pekelingan Gresik

GRESIK, 1minute.id – Sejumlah nelayan terlihat melakukan keel laying (peletakan lunas awal dari konstruksi) kapal di Dermaga Pesona Pekelingan, Kecamatan Gresik pada Jumat, 18 Juni 2021.

Momentum bersejarah bagi para nelayan di pesisir Pekelingan itu disaksikan oleh Kepala Dinas Perikanan Gresik Choirul Anam, VP Humas PT Petrokimia Gresik Awang Djohar Bachtiar, Dosen Teknik Perkapalan UMG Ali Yusa, Kasat Polair Polres Gresik AKP Poerlaksono dan pengurus persatuan penyelam tradisional pelestari kawasan pantai (Parasandi) Gresik untuk merayakan Hari Dermaga Nasional yang diperingati setiap 16 Juni itu. 

Keel laying ini bagian dari pencanangan Living Laboratory Maritime yang diinisiasi nelayan setempat bersama UMG ; Petrokimia Gresik dan Pemkab Gresik. Living laboratory atau  sebuah laboratorium hidup adalah konsep penelitian, yang dapat didefinisikan sebagai ekosistem inovasi terbuka yang berpusat pada pengguna, berulang , sering beroperasi dalam konteks teritorial (misalnya kota, aglomerasi, wilayah atau kampus), mengintegrasikan penelitian bersamaan dan proses inovasi dalam kemitraan publik-swasta-masyarakat.

Laboratorium hidup di pesisir Pekelingan khusus tentang maritim akan digunakan sebagai tempat antara lain, doking kapal terapung, edu eco wisata, klinik kapal dan pelestarian lingkungan. “Jadi Living Laboratory Maritime ini kali pertama di Indonesia,”ujar Dosen Teknik Perkapalan UMG Ali Yusa pada Jumat, 18 Juni 2021.

VP Humas PT Petrokimia Gresik Awang Djohar Bachtiar mengatakan, pelatihan ini sangat berarti bagi para nelayan dan mahasiswa. Sebab, mereka bisa menaikkan kapabilitas dan keahlian. “Ini langkah awal. Pilot project dengan bahu membahu semua elemen dan semakin meningkatnya kapabilitas dan keahlian akan menjadi jujugan masyarakat lainnya,”ujar Awang.

Keel Laying : Nelayan sedang menyesaikan pekerjaan pembuatan kapal berbahan fiberglass di Dermaga Pesona Pekelingan di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan Gresik pada Jumat, 18 Juni 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Kepala Dinas Perikanan Gresik Choirul Anam menambahkan, laboratorium hidup khusus maritim ini sesuai dengan program Nawa Karsa keempat Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah. Nawa Karsa keempat ini tentang Agropolitan. “Kemandirian nelayan, kebersihan lingkungan. Alhamdulillah pendanaan didukung Petrokimia Gresik sehingga bisa membantu meningkatkan kesejahteraan nelayan,”kata Choirul Anam.

Sebab, di Living Laboratory Maritime ini, lanjutnya, kapal rusak diambilalih UMG dibantu pendanaan oleh Petrokimia Gresik untuk perbaikannya. “Berdirinya tempat ini akan mengajak nelayan sekitarnya bisa belajar disini,”katanya. 

Sementara itu, dalam pengamatan  1minute.id  sejumlah nelayan sedang menyelesaikan pembuatan kapal berbahan fiberglass. Kapal itu berukuran panjang 7 meter, lebar 2,8 meter. Kapal berbobot 2 grosstonage itu bisa mengangkut berat 4 ton. Mahasiswa teknik perkapalan ikut melakukan pengawasan dan pembelajaran secara langsung mekanisme pembuatan kapal berbahan fiberglass ini. (yad)

Living Laboratory Maritime Pertama di Indonesia Berdiri di Dermaga Pesona Pekelingan Gresik Selengkapnya