Gus Yani Jenguk Anak Penderita Atresia Bilier, Apa pun Arahan Medis Pemkab Gresik akan Lakukan Pendampingan hingga Pengobatan Lanjutan

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menjenguk bayi berinisial A.I di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Selasa, 30 Desember 2025. Bayi berusia 1 tahun diduga mengidap atresia bilier.

Atresia bilier adalah kelainan langka pada bayi baru lahir dimana saluran empedu (di dalam atau luar hati) tersumbat atau tidak berkembang normal, menghambat empedu dari hati ke usus. 

Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah beserta jajaran Puskesmas Kepatihan, serta Camat Menganti Bagus Arif Jauh Hari. Kunjungan ini sebagai wujud dukungan sekaligus komitmen pemerintah Kabupaten Gresik untuk memastikan proses pengobatan dan pendampingan terus berjalan.

Fandi Akhmad Yani mengungkapkan, informasi awal yang diterima berkaitan dengan kendala layanan Universal Health Coverage (UHC). Setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa KTP orang tua anak IA masih tercatat sebagai warga kabupaten/kota tetangga.

“Pelayanan UHC di Gresik memang berbasis NIK warga Gresik. Namun yang paling penting adalah memastikan anak ini mendapatkan penanganan medis yang dibutuhkan. Saat ini, anak IA sudah dalam perawatan dan perhatian khusus di RSUD Dr. Soetomo Surabaya,” ujarnya.

Kondisi kesehatan anak IA, imbuhnya, memerlukan penanganan khusus dengan proses yang panjang dan bertahap. Pemerintah Kabupaten Gresik pun memastikan tetap hadir melakukan pengawalan dan pendampingan, meskipun secara administrasi anak IA bukan warga Gresik. Saat ini, perhatian difokuskan pada pemenuhan kebutuhan gizi sebagai fondasi awal sebelum tindakan medis lanjutan dilakukan.

“Kami terus berkomunikasi dengan RSUD Dr. Soetomo. Proses pengobatan ini tidak singkat, sehingga perlu kesiapan fisik dan pendampingan berkelanjutan. Apa pun arahan medis berikutnya, termasuk jika nantinya diperlukan rujukan lanjutan ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, akan terus kami dukung,” tegas orang nomor satu di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik itu.

Dalam kesempatan tersebut, Ia juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan kesembuhan anak IA dan memberikan dukungan moral kepada keluarga. Ia menegaskan bahwa persoalan kesehatan anak adalah persoalan kemanusiaan yang seharusnya menjadi tanggung jawab bersama.

“Di hadapan seorang anak yang sedang berjuang untuk hidup, tidak ada sekat wilayah. Yang ada adalah kewajiban untuk saling menguatkan dan memastikan harapan tetap menyala,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Gus Yani Jenguk Anak Penderita Atresia Bilier, Apa pun Arahan Medis Pemkab Gresik akan Lakukan Pendampingan hingga Pengobatan Lanjutan Selengkapnya

Hari Kesehatan Nasional, Kolaborasi IIDI-Dinkes Gresik Gelar Gelar Lomba Kader Kesehatan Remaja 

GRESIK,1minute.id – Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Gresik bersama Dinas Kesehatan Gresik menggelar Lomba Kader Kesehatan Remaja (KKR) di Ruang Mandala Bhakti Praja Lantai IV Kantor Bupati Gresik pada Sabtu, 22 November 2025.

Lomba KKR diikuti pelajar dari jenjang Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas  sederajat se-Kabupaten Gresik untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025. HKN yang diperingati setiap 12 November, memasuki 61 tahun ini mengusung tema besar “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”.

Kader KKR adalah peserta didik yang dipilih untuk membantu meningkatkan kesehatan di lingkungan sekolah dan sekitarnya, dengan menjadi promotor, motivator, dan pelaksana upaya kesehatan. 

Seperti di ketahui, KKR dilatih untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar kesehatan, seperti penyuluhan, konseling sebaya, serta pemecahan masalah kesehatan pada teman sebayanya, keluarga, dan lingkungan sekolah. Program ini bertujuan untuk mengembangkan generasi muda yang peduli dan berperilaku hidup sehat. 

Ketua Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Gresik dr. Titin Ekowati mengatakan bahwa peran IIDI dalam lomba Kader Kesehatan Remaja (KKR) ini untuk mendukung penuh giat dalam rangka memperingati hari kesehatan Nasional ke-61. Peran lainnya, dikarenakan anggota IIDI juga ada yang ahli dalam bidang nutrisi, sehingga masing-masing anggota berperan juga sebagai juri.

“Kebetulan anggota IIDI juga ada yang seorang dokter, ahli nutrisi, mereka sebagai juri UKS dan juri untuk presentasi anak-anak,” ucap Titin yang juga Ketua Biro Hukum, Pembinaan, dan Pembelaan Anggota (BHP2A) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gresik ini. 

Lomba KKR ini, ia melanjutkan IIDI berkolaborasi dengan Dinkes Gresik agar berjalan dengan baik, sehingga bisa menjadi kader kesehatan yang benar-benar kompeten di masa depan. Jadi KKR ini adalah mewujudkan generasi muda yang bisa menolong diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar dalam menanamkan hidup sehat. Mereka agen perubahan untuk generasi yang sehat dan lebih baik.

“Peran kami mensupport anak-anak yang sudah di tunjuk sebagai kader kesehatan remaja di daerahnya di 18 kecamatan yang mengikuti lomba. Namun, lomba kali ini yang datang 14 kecamatan, dikarenakan 2 kecamatan di wilayah Bawean tak bisa hadir terkendala cuaca,” terang Titin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr. Mukhibatul Khusnah menerangkan pada lomba ini, para kader kesehatan menjalani berbagai macam ujian pengetahuan tentang kesehatan, mulai dari tes tulis, wawancara dan presentasi yang semuanya berkaitan dengan kesehatan.

“Pada tahap awal lomba, dilakukan tes tulis pengetahuan kesehatan untuk semua peserta, yang kemudian naik ke tahap berikutnya yakni tes wawancara, setelah itu tahap terakhir yakni para kader mengikuti tahap presentasi. Hingga KKR mana yang di nilai layak menjadi juara oleh juri,” katanya. 

Selain itu, Khusnah menambahkan tugas dan peran utama KKR yakni menjadi promotor kesehatan, menjadi penggerak dan motivator dalam meningkatkan kesadaran akan kesehatan di kalangan teman sebaya, keluarga, dan lingkungan sekolah. “Kader KKR bisa memberi penyuluhan, memberikan informasi tentang kebersihan, gizi, bahaya narkoba, dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.

Juga bisa menjadi konseling sebaya, membantu teman-temannya untuk menghadapi masalah kesehatan, termasuk kesehatan jiwa, dan memberikan rujukan ke pelayanan kesehatan jika diperlukan,” ucapnya. 

Setelah melalui serangkaian kegiatan, panitia Lomba KKR hasil kolaborasi IIDI Gresik dan Dinkes Gresik ini menetapkan KKR Kecamatan Panceng menjadi juara 1 tingkat SD/MI dengan skor 154,6, tingkat SMP/MTs diraih Kecamatan Benjeng dengan skor 140,5 dan tingkat SMA/MA di raih Kecamatan Cerme yang mengumpulkan skor 142. (yad)

Hari Kesehatan Nasional, Kolaborasi IIDI-Dinkes Gresik Gelar Gelar Lomba Kader Kesehatan Remaja  Selengkapnya

Forkom Lalin Gresik Gelar Evaluasi Arus Mudik Lebaran 2025. Ini Komitmennya 

GRESIK,1minute.id – Forum Komunikasi Lalu Lintas atau FKLL Kabupaten Gresik menggelar rapat evaluasi arus mudik dan balik Lebaran 2025 serta penanganan titik rawan kecelakaan lalu lintas (blackspot). Kegiatan ini berlangsung di Aula Dinas Perhubungan Gresik pada Selasa, 15 April 2025.

Evaluasi inisiatif dari Satuan Polis Lalu Lintas atau Satlantas Polres Gresik ini dihadiri antara lain Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir ; Kasatlantas Polres Gresik AKP Rizki Julianda Putera Buna, dan Kepala Dinas Perhubungan atau Kadishub Gresik Khusaini. Serta, perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang atau DPUTR Gresik , Dinas Kesehatan Gresik, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan atau Bappeda Gresik dan Jasa Raharja. 

Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir menekankan pentingnya menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam perencanaan transportasi publik. Ia mendorong agar hasil evaluasi ini menjadi landasan dalam penyusunan perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah atau P-APBD Gresik 2025, khususnya untuk menangani daerah rawan kecelakaan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Kasat Lantas AKP Rizki Julianda menegaskan pentingnya aksi konkret di lapangan, seperti pemasangan rambu tambahan, peningkatan penerangan jalan umum, serta penambahan median jalan di jalur rawan laka. Ia juga menyoroti urgensi perbaikan kontur jalan dan pemasangan garis kejut sebagai bentuk pencegahan dini kecelakaan.

Dinas Kesehatan dan Jasa Raharja yang menyatakan komitmen dalam memberikan layanan cepat dan responsif terhadap korban laka lantas. Termasuk percepatan proses pencairan BPJS dan penerbitan surat jaminan rumah sakit.

Dari sisi infrastruktur, Dinas PUTR menyatakan kesiapannya menangani kerusakan jalan sesuai prosedur dan skala prioritas, sedangkan Bappeda menyarankan adanya pergeseran anggaran guna memperkuat fasilitas keselamatan lalu lintas di wilayah prioritas.

Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Gresik dan seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmen bersama dalam menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan selamat bagi seluruh masyarakat, sekaligus meneguhkan peran strategis FKLL dalam menyatukan visi keselamatan lintas sektor di Kabupaten Gresik.

Dalam catatan 1minute.id sejumlah kejadian kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik lebaran 2025. Kejadian itu, antara lain, sebuah mobil sedang BMW 704 Li terjun dari Tol Krian-Gresik yang belum tersambung pada Sabtu, 5 April 2025 sekitar pukul 22.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal itu.

Kecelakaan berikutnya adalah trailer pengangkut kayu gelondongan versus KA Komuter Jenggala jurusan Stasiun Indro-stasiun Pasar Turi di Gresik pada 8 April 2025. Peristiwa itu terjadi di pelintasan JPL 11 KM 7+600 tepatnya di Kelurahan Tenggulunan, Kebomas, Gresik itu mengakibatkan seorang tewas.

Kejadian kali ketiga, adu banteng Isuzu Panther versus PO Bus Rajawali Indah di Jalan Raya Duduksampeyan, Gresik pada 10 April 2025. Kejadian itu mengakibatkan 7 orang penumpang Panther meninggal dunia. (yad)

Forkom Lalin Gresik Gelar Evaluasi Arus Mudik Lebaran 2025. Ini Komitmennya  Selengkapnya

Cek Kualitas Air Kini Bisa Labkesmas Dinkes Gresik, Kadinkes : Labkesmas Siap Kontribusi PAD

GRESIK,1minute.id – Dinas Kesehatan Gresik memiliki gedung laboratorium kesehatan masyarakat atau Labkesmas baru. Gedung dengan konstruksi tiga lantai itu berada di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur

Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr Mukhibatul Khusna mengatakan, pembangunan gedung Labkesmas berasal Dana Alokasi Khusus atau DAK sebesar Rp 5,3 miliar. Tahap awal, katanya, gedung Labkesmas pembangunan gedung dengan konstruksi bangunan tiga lantai. 

“Saat ini, baru dua lantai yang telah selesai. Satu lantai lagi kami usulkan ke pemerintah pusat lagi,” ujar dokter Khusna dalam siaran pers pada Rabu, 18 Desember 2024.

Labkesmas Dinkes Gresik dulu bernama Laboratorium Kesehatan Daerah atau Labkesda. Di gedung dua lantai ini, akan memberikan sejumlah pelayanan. Diantaranya, laboratorium lingkungan, dan laboratorium klinik dasar. “Laboratorium air bersih juga bisa dilayani disini. Tentu ada kontribusi sesuai dengan Perda,” kata dr Khusna.

Pembangunan Labkesmas Dinkes Gresik ini didampingi oleh tim Pengaman Pembangunan Strategis Daerah atau PPDS Kejaksaan Negeri Gresik. Korp Adhyaksa melakukan pemantauan mulai perencanaan hingga pembangunan selesai. “Pembangunan tepat waktu. Kualitas pembangunan juga baik,” ujar Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Gresik Herawan. (yad)

Cek Kualitas Air Kini Bisa Labkesmas Dinkes Gresik, Kadinkes : Labkesmas Siap Kontribusi PAD Selengkapnya

PKK dan Lintas OPD Bersinergi Lakukan Intetvensi Percepatan Penurunan Stunting di Gresik 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menggelar kegiatan Aksi Serentak Intervensi Percepatan Penurunan Stunting yang berlangsung di Posyandu PAUD Suci, Kecamatan Manyar pada Selasa, 25 Juni 2024.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi dini masalah gizi, memberikan edukasi pencegahan stunting dan melakukan intervensi segera bagi sasaran yang memiliki masalah gizi serta meningkatkan kunjungan cakupan sasaran pada ibu hamil, calon pengantin dan balita.

Aksi serentak intervensi percepatan penurunan stunting dilakukan karena pemerintah bertekad menurunkan angka stunting hingga nol persen. Pada awal pemerintahan Fandi Akhmad Yani angka stunting masih berada diangka 22 persen. Pada 2023, angka stunting turun menjadi 10 persen. 

Untuk percepatan penurunan stunting ini, pemerintah melibatkan sejumlah organisasi terkait, antara Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak atau KBPPPA Gresik ; Dinas Kesehatan alias Dinkes Gresik, Dinas Sosial atau Dinsos Gresik serta OPD lainnya. 

Ketua Tim Penggerak PKK Gresik Nurul Haromaini Ali mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan dan komitmen pemerintah daerah dalam melakukan percepatan penurunan stunting di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. 

“Pelaksanaan kegiatan ini bukanlah upaya awal yang dilakukan oleh Pemkab Gresik dalam menangani persoalan stunting di daerah, tapi lebih kearah evaluasi komitmen keseriusan kita, bersama seluruh stakeholder dalam penanganan stunting yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat,” jelas Ning Nurul- sapaan akrab istri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ini.

Dalam kegiatan itu, Ning Nurul didampingi oleh Kepala Dinas KBPPPA Gresik Titik Ernawati; Kepala Dinkes Gresik dr Mukhibatul Khusnah dan Kadinsos Gresik dr Ummi Khoiroh. 

Sementara itu, Camat Manyar Hendriawan Susilo Dalam sambutannya mengatakan berbagai penyebab dari adanya stunting di Kecamatan Manyar mendominasi dikarenakan masalah ekonomi, dan pola asuh orang tua.

“Kami mohon arahan dengan adanya intervensi serentak dan pelacakan stunting ini semoga dapat mengatasi masalah stunting yang dapat berdampak pada pertumbuhan balita di Kecamatan Manyar,” ujar Hendriawan. (yad)

PKK dan Lintas OPD Bersinergi Lakukan Intetvensi Percepatan Penurunan Stunting di Gresik  Selengkapnya

PWI, Indospring dan Dinkes Gresik Baksos Pemeriksaan Kesehatan, Penanaman Pohon di Pesisir Lumpur 

GRESIK,1minute.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik menggelar bakti sosial (baksos) pemeriksaan kesehatan dan penanaman pohon di pesisir Lumpur pada Jumat, 8 Maret 2024. 

Baksos rangkaian Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2024 ini berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dan PT Indospring Tbk itu dipusatkan di Langgar Baitul Mahdi, Kelurahan Lumpur, Kecamatan/ Kabupaten Gresik. Kegiatan baksos kesehatan dan penghijauan ini diikuti oleh puluhan warga pesisir dengan antusias. Selain mendapatkan pelayanan kesehatan gratis, mereka juga mendapatkan paket sembako. 

Ketua PWI Gresik Deni Ali Setiono, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial dari insan pers kepada masyarakat pesisir Kota Gresik. Selain memberikan pelayanan dan cek kesehatan gratis, PWI Gresik juga menanam 100 pohon di sekitar Langgar Baitul Mahdi, Kelurahan Lumpur, Gresik Kota.

“Kami sebagai profesi jurnalistik tidak hanya pandai buat berita tetapi juga ada kepedulian sosial yang ditujukan kepada masyarakat pesisir Kota Gresik. Kami berharap kegiatan ini bisa bermanfaat bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat,” ujar Deni.

SEMBAKO : Kepala Dinas Kesehatan Gresik dr Mukhibatul Khusnah memberikan bantuan sembako kepada masyarakat dalam kegiatan Baksos Digelar PWI, PT Indospring Tbk dan Dinkes Gresik di halaman Langgar Baitul Mahdi, Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik pada Jumat, 8 Maret 2024 ( Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Sementara itu, Industrial Relation Manager PT Indospring Tbk Dias Pipit Chusairy, mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh PWI Gresik. Ia mengatakan bahwa, kolaborasi ini memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di bidang kesehatan dan penghijauan.

“Kami berterima kasih kepada PWI Gresik yang telah mengajak kami berkolaborasi dalam kegiatan ini. Kami juga berterima kasih kepada warga setempat, khususnya nelayan Lumpur, yang telah menyambut kami dengan baik. Insan pers adalah mitra kami untuk menterjemahkan apa yang ada di perusahaan, juga termasuk apa saja yang ada di Gresik,” tuturnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan yang telah mengingatkan tentang pentingnya pola hidup sehat. Selain itu, juga berharap agar kegiatan ini bisa memberikan semangat bagi masyarakat Gresik untuk tetap istiqomah mendukung Gresik menjadi kabupaten percontohan di kancah nasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gresik, dr Mukhibatul Khusnah, mengungkapkan bahwa pola hidup sehat itu sangat penting. Termasuk mengapresiasi adanya kegiatan yang dilakukan oleh PWI Gresik bersama PT Indospring Tbk.

“Bagaimana kita menanam pohon, merawat kehidupan. Termasuk pengecekan kesehatan, untuk mengetahui gimana kondisi kesehatan menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Gresik, khususnya Kroman, Lumpur, dan Kebungson,” katanya. (yad)

PWI, Indospring dan Dinkes Gresik Baksos Pemeriksaan Kesehatan, Penanaman Pohon di Pesisir Lumpur  Selengkapnya

Satu Lagi Faskes Pustu Beroperasi, Cara Bupati Gresik Wujudkan Pemerataan Akses Kesehatan

GRESIK,1minute.id – Peresmian Puskesmas Pembantu (Pustu) Randuagung, Kecamatan Kebomas yang dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani terasa beda. Sebab, tidak sekedar seremonial. Tapi, dikemas dengan temu wicara dengan warga. Acara pun gayeng. 

Fandi Akhmad Yani menyebut Pustu sebagai pondasi dasar public service kesehatan. Alasannya karena pustu saat ini telah tersebar di hampir seluruh desa se Kabupaten Gresik. Ini berarti, akses kesehatan akan lebih mudah dijangkau oleh masyarakat.

“Pustu ini dapat menjadi tempat dalam pelayanan public service, khususnya di bidang kesehatan. Pemerintah Kabupaten Gresik terus konsisten dalam rangka peningkatan infrastruktur kesehatan. Ini harus terus berjalan sehingga kita dapat menyajikan pelayanan yang terbaik,” ungkap Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad pada Kamis, 18 Januari 2024.

Pembangunan bidang kesehatan, merupakan prioritas utama Kabupaten Gresik yang diwujudkan melalui Nawa Karsa Gresik Sehati. Selama kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, telah mendirikan berbagai macam fasilitas kesehatan. Mulai dari rumah sakit, puskesmas dan Pustu. Selanjutnya untuk tahun ini Gresik akan berproses dalam pembangunan labolatorium kesehatan daerah.

“Alhamdulillah sudah terbangun RS Gresik Sehati di Kedamean yang akan segera beroperasi. 2 Puskesmas di Kecamatan Cerme dan Dukun sudah terbangun dan telah dimanfaatkan masyarakat sekitar. Ada pula 4 Pustu di Desa Tambakberas di Kecamatan Cerme, Desa Randuboto,  Kecamatan Sidayu, Desa Klumpang Gubug, Kecamatan Tambak,  Pulau Bawean. Dan hari ini pustu Desa Randuagung,” urainya. 

Seluruh Faskes tersebut semuanya telah terakreditasi. Sebanyak 20 rumah sakit pemerintah dan swasta, 32 puskesmas dan 61 klinik pelayanan kesehatan sudah terakreditasi 90% dengan hasil paripurna. Gus Yani juga menjlentrehkan kembali program pengobatan gratis Universal Health Coverage (UHC) yang telah berjalan sejak tahun lalu. Tujuannya agar masyarakat menikmati semua fasilitas kesehatan dan memudahkan akses masyarakat dalam berobat.

Faskes untuk mewujudkan masyarakat sehat, Gus Yani meminta untuk seluruh masyarakat sadar akan pentingnya menurunkan angka stunting. “Kita ajak semua pihak untuk menurunkan angka stunting. Maka kita bersama-sama dengan seluruh pihak, baik itu pemerintah, rumah sakit, puskesmas, klinik, dan pustu bekerjasama mewujudkan Gresik bebas stunting,” ujarnya. (yad)

Satu Lagi Faskes Pustu Beroperasi, Cara Bupati Gresik Wujudkan Pemerataan Akses Kesehatan Selengkapnya
https://www.1minute.id/wp-content/uploads/2021/06/2206_pemakaman_covid.jpg

Perketat PPKM skala Mikro hingga Awasi Proses Pemakaman Warga

GRESIK, 1minute.id – Operasi yustisi penegakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala Mikro semakin diintensifkan. Tujuannya, mengingatkan masyarakat tentang  bahaya virus asal Wuhan, Tiongkok itu masih mengancam kesehatan hingga merengut nyawa manusia. 

Pengawasan ketat PPKM skala Mikro diantaranya dilakukan oleh petugas gabungan dari TNI, Polri, Trantib dan Tenaga Kesehatan di Kecamatan Manyar pada Selasa, 22 Juni 2021. Sambil membawa megaphone petugas gabungan tidak hanya keliling melakukan pengawasan di tempat berpotensi menimbulkan kerumunan massa. 

Pengawasan dilakukan petugas gabungan itu, mulai dari warung kopi hingga proses pemakaman warga mereka. Petugas gabungan ikut turun ke pemakaman memastikan standar protokol kesehatan diterapkan.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak kendor menerapkan disiplin protokol kesehatan di setiap aktifitas sehari-hari,”ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto pada Selasa, 22 Juni 2021.

Merebaknya kembali wabah corona virus disease 2019 ini ditengarai menurunnya kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi prokes. Mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak serta prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). “Kami tidak akan pernah bosan mengimbau agar jangan sampai abai prokes,”tegas alumnus Akpol 2021 itu.

Sementara itu, Satgas Covid-19 Gresik merilis perkembangan data baru kasus di Kota Santri ini. Berdasarkan data itu, terjadi penambahan kasus baru berjumlah 16 kasus sehingga terakumulasi menjadi 5.829 kasus. Sedangkan, kasus sembuh hanya bertambah 9 kasus menjadi 5.340 kasus, isolasi 129 kasus dan meninggal 360 kasus. (yad)

Perketat PPKM skala Mikro hingga Awasi Proses Pemakaman Warga Selengkapnya