Wabup Gresik Lantik Pengurus DKG, Irfan Akbar Prawiro : Peneliti Temukan Fosil Homo Erectus di Perairan Gresik 

GRESIK,1minute.id – Irfan Akbar Prawiro, kembali terpilih sebagai ketua Dewan Kebudayaan Gresik (DKG). Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif melantik pengurus periode 2026-2029 ini di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik pada Kamis malam, 21 Agustus 2026.

Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam merajut kembali benang-benang sejarah di tengah pesatnya modernisasi. Gresik kerap menyandang predikat sebagai kota industri yang padat dengan kepulan asap pabrik. Namun, wilayah ini menyimpan sisi spiritual dan kultural yang begitu kental. Fenomena tersebut sering kali memantik rasa kagum para investor asing yang kali pertama menginjakkan kaki di tanah para wali ini.

“Banyak hal unik di Gresik meskipun wilayah kita terkenal sebagai kota industri. Para investor yang datang kerap merasa heran. Di pusat kota, begitu warga keluar rumah, mereka mengenakan sarung. Hal ini membuktikan bahwa nuansa agamis masyarakat di sini sangat kuat,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif saat menyampaikan sambutannya.

Sementara itu, Ketua DKG Irfan Akbar Prawiro membagikan refleksi mendalam mengenai pencarian jati diri Gresik pada periode sebelumnya. Hasil penelusuran timnya menunjukkan bahwa Gresik merupakan wilayah yang sangat beragam, baik dari segi bahasa, dialek lokal, maupun peninggalan prasejarah.

Keberagaman tersebut terbentang dari wilayah utara hingga selatan, termasuk keberadaan bahasa Jawa khas dan bahasa Bawean. Bahkan, di kawasan selatan Gresik terdapat jejak sejarah penting yang berkaitan dengan penemuan manusia purba Pithecanthropus mojokertensis.

“Peneliti menemukan fosil Homo erectus di wilayah perairan Gresik. Saat ini terdapat sekitar 6.000 spesimen yang sedang diteliti di Belanda. Penemuan ini berpotensi mengubah sejarah dunia karena jejak manusia purba tersebut ditemukan di dasar laut, padahal sebelumnya hanya pernah ditemukan di daerah dataran tinggi,” papar Irfan dengan penuh antusias.

Berangkat dari temuan-temuan mengagumkan tersebut, DKG berharap dapat memposisikan diri sebagai mitra riset kebudayaan yang strategis bagi Pemerintah Kabupaten Gresik. Irfan menyarankan agar fungsi perencanaan kota dapat memanfaatkan perspektif kebudayaan dalam membentuk tata ruang wilayah, seiring transformasi Bappeda menjadi Bapperida di berbagai daerah.

DKG juga menyoroti keberadaan serat-serat kuno dalam dunia kesenian yang berfungsi sebagai ensiklopedia kebudayaan Pulau Jawa. Naskah kuno tersebut memuat kisah pelarian putra-putri dari Giri Kedaton sekaligus menyimpan kearifan lokal dalam membaca alam dan lingkungan sekitar.

“Kebudayaan kami pandang sebagai sebuah metode. Melalui pembacaan serat kuno, kita dapat mengetahui bahwa keberadaan ikan capung menjadi indikator air bersih. Di wilayah selatan, masyarakat memahami banjir sebagai ingatan sejarah. Mereka membaca garis bekas banjir di tembok untuk menentukan seberapa tinggi fondasi batu rumah harus diangkat,” jelas Irfan.

Guna mewujudkan visi besar tersebut, susunan kepengurusan DKG periode 2026-2029 tidak hanya diisi oleh para seniman semata. DKG kini menghimpun berbagai elemen profesional seperti advokat, akademisi, ahli manuskrip, hingga periset multidisiplin.

“Harapan kami, kebudayaan dapat dipelajari secara utuh dan terpadu. Semoga kami dapat terus bermitra secara erat dengan seluruh komunitas, baik secara struktural maupun kultural,” pungkas Irfan menutup pemaparannya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Wabup Gresik Lantik Pengurus DKG, Irfan Akbar Prawiro : Peneliti Temukan Fosil Homo Erectus di Perairan Gresik  Selengkapnya
DAMARKURUNG : Salah satu kesenian dan diskusi hari pertama, gelaran JAF 2024 di venue Wahana Ekspresi Poesponegoro yang menampilkan seni damarkurung pada Rabu, 4 Desember 2024 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Ada Tari Masmundari di Penutupan JAF 2024, Luhur Kayungga ; Kesenian di Gresik Terawat dan Menginspirasi

GRESIK,1minute.id – Gelaran Jatim Art Forum atau JAF 2024 berakhir pada Sabtu malam, 7 Desember 2024. Penutupan event kolaborasi Dewan Kesenian Jawa Timur atau DKJT,  dan Dewan Kebudayaan Gresik atau DKG serta Disparekrafbudpora Gresik ini meriah.

Gresik yang menjadi sohibul bait menampilkan sejumlah karya kesenian dan budaya yang berlangsung 4 hari, mulai 4-7 Desember 2024. Kegiatan itu, berpusat di Gedung Nasional Indonesia (GNI), Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), dan area makan Poesponegoro. 

Pada malam penutupan dipusatkan di GNI beberapa seni tarian ditampilkan. Mulai dari tari Masmundari, Giri Gisik, Memoria Lentera, Seni Mustika Giri, dan Gresik Lila Ing Batos. Puncaknya launching buku Ensiklopedia Membaca Gresik, dan penampilan Ludruk Pangastapa Karsa.

Ketua Pelaksana Luhur Kayungga mengatakan, program Jatim Art Forum ini, sudah sudah terlaksana satu dekade oleh DKJT. Pada 2024 ini, terpilih Kabupaten Gresik sebagai tuan rumah. Hal tersebut tidak lepas dari potensi Kabupaten Gresik, yang punya sejarah budaya yang panjang dari masa lampau. 

“Di Gresik ini, kebudayaan masih tetap bertahan seiring dengan perubahan zaman. Artinya di Gresik masih mempertahankan dan melestarikan kebudayaan. Seperti Prularisme, perdagangan yang maju sudah ada, agamis pun sudah kuat dari sejarah masa lalu. Begitu juga dengan kebudayaan yang lain, tumbuh seiring berkembangnya zaman,” ungkapnya. 

Menurut dia, beberapa kegiatan kesenian dan kebudayaan di Gresik masih terawat, bahkan dari kegiatan ini Gresik selalu menginspirasi. “Dari kegiatan ini, menjadi titik tolak atau tonggak, bahwa kita perlu belajar dari Gresik berbagai hal. Bagaimana kebudayaan dan tradisi itu masih terawat,” jelasnya. 

“Bagaimana satu wilayah di Gresik melakukan perkembangan kebudayaan, tapi prinsip yang dipertahankan. Semisal dengan Icon Kota Santri dengan banyak industrialisasi, dan masyarakat urban. Campur aduk budaya dari berbagai bangsa dan suku, disini bisa tersharing oleh masyarakatnya,”sambungnya. 

Selain itu, lanjut dia, di Kabupaten Gresik ini, tidak hanya kesenian tradisi saja yang tumbuh, ada juga kesenian modern atau kontemporer. Artinya dinamika tumbuh. 

Sedangkan untuk tema besar dalam acara ini, “Damar Kurung Eksplore”. Tidak lepas dari ikon yang ada di Gresik. Juga bentuk pembelajaran dari Mbah Masmundari. 

“Kita belajar Damar kurung atau mbah Masmundari. Bagaimana berkesenian melakukan potret sosial , meskipun dalam usianya 100 lebih. Kesenian melakukan intensitas, dan kepekaan, dan imajinasi. Itu pengembangan yang diajarkan oleh mbah Masmundari. Bagaimana menggambarkan karyanya imajinatif,” paparnya. 

Besar harapan, dari kegiatan ini menjadi pemantik dan sharing kepada masyarakat, khususnya masyarakat kesenian untuk bisa termotivasi agar terus berkarya, dan berkembang dan mengakar dengan akar budaya. 

“Sehingga tidak gampang terombang ambing dengan tren dan isu kenenian meutakhair. Ada hal yang yang harus mengakar. Akar itu menjadi satu hal yang kuat, meliputi sejarah dan budaya,”pungkasnya. (yad)

Ada Tari Masmundari di Penutupan JAF 2024, Luhur Kayungga ; Kesenian di Gresik Terawat dan Menginspirasi Selengkapnya

JAF 2024, Bupati Fandi Akhmad Yani : Gresik adalah Simbol Harmoni dan Keseimbangan

GRESIK,1minute.id – Jatim Art Forum atau JAF 2024 resmi di buka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Gedung Nasional Indonesia pada Rabu malam, 4 Desember 2024. Untuk kali pertama event yang diprakarsai Dewan Kesenian Jawa Timur ini digelar di Kota Santri-sebutan lain- Kabupaten Gresik JAF 2024 mengusung tema “Damar Kurung Explore” itu.

Event seni dan kebudayaan terbesar di penghujung tahun digelar sampai 7 Desember 2024. Gresik menjadi pusat perhatian pencinta seni dan kebudayaan di Jatim maupun nasional. Ada dua venue untuk gelaran hasil kolaborasi Dewan Kebudayaan Gresik dengan Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga atau Disparekrafbudpora Gresik itu. Tiga tempat itu adalah Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro atau WEP ; dan Gedung Nasional Indonesia atau GNI. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menyampaikan bahwa JAF 2024 adalah momentum penting untuk memperkuat identitas budaya Gresik sebagai kota dengan sejarah dan peradaban yang kaya.

“Kabupaten Gresik memiliki warisan sejarah panjang yang menjadi kebanggaan kita bersama. Melalui acara ini, kita tidak hanya merayakan seni dan budaya tetapi juga menunjukkan komitmen menjaga identitas lokal yang menjadi jati diri bangsa. Mudah-mudahan ini juga membawa kesejahteraan bagi seniman dan budayawan Gresik,” ujar Gus Yani – sapaan akrab – Fandi Akhmad Yani.

Gresik adalah simbol harmoni dan keseimbangan. Membaca Gresik bukan hanya soal data sejarah, tetapi soal memahami wacana intelektual yang menjembatani budaya Cina dan Arab. “Kota ini mengajarkan kita untuk melihat keragaman sebagai kekuatan,” ujarnya sambil mencontohkan akulturasi budaya yang heterogen di Gresik Kota Lama atau GKL hingga saat ini.

BUKAN LAMPION : Damarkurung menghiasi Kampung di Jalan H.Samanhudi, Kecamatan / Kabupaten Gresik pada Desember 2023 . ( Foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Pada kesempatan itu, Gus Yani mewacanakan untuk memberikan apresiasi kepada Maeatro Damarkurung Mbah Masmundari. Nama pelukis Damarkurung yang ikonik akan dijadikan nama museum art digital yang ada dalam kompleks Masjid KH Robbach Ma’sum di Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang.

Pembangunan museum art digital itu diperkirakan rampung akhir tahun depan. “Mungkin museum itu bisa diberinama pelukis damarkurung,” katanya. Damarkurung menjadi tema di JAF 2024.

Damarkurung memiliki karakteristik yang unik di antara lentera yang ada di belahan di dunia. Keunikan Damarkurung itu, di antaranya, berbentuk kubus memiliki epmat sisi ;  memiliki hiasan pada atas berbentuk segitiga siku-siku kembar atau segitiga sama sisi kembar yang membentuk huruf “M” pada atas lentera ;  memiliki penyangga pada bawah lenteradi lapisi kertas dengan gambar dua dimensi.

“Lukisan damarkurung ini menceritakan sosial budaya masyarakat Kabupaten Gresik, beliau menceritakan isi hati dari pikirannya di entera tersebut yang namanya Damarkurung,” kata Gus Yani.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur Taufik Hidayat, menyatakan bahwa Gresik merupakan suatu simbol harmoni dan keseimbangan.

“Gresik adalah simbol harmoni dan keseimbangan. Membaca Gresik bukan hanya soal data sejarah, tetapi soal memahami wacana intelektual yang menjembatani budaya Cina dan Arab. Kota ini mengajarkan kita untuk melihat keragaman sebagai kekuatan,” ujarnya. (yad)

JAF 2024, Bupati Fandi Akhmad Yani : Gresik adalah Simbol Harmoni dan Keseimbangan Selengkapnya

Bupati Fandi Akhmad Yani Bacakan Puisi Pada Mu Nur”, Ratusan Pasang Mata Seakan Terhipnotis

GRESIK,1minute.id – ….//Maafkan aku yang belum bisa menjadi perangkatmu//Yang pandai menyeru nama nama kegemaranmu// Kau saja rajin memanggilku berulang-ulang// Mengingatku untuk bersiap pulang//Semoga kau sudi merawat rindu ini dalam diriku// Dan selamatkan aku dari rasa rindu// Yang tak bermuara padamu//.

Itu beberapa bait puisi berjudul “Pada Mu Nur” karya Panji Sakti yang dibacakan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad di Gedung Nasional Indonesia pada Kamis malam, 15 Agustus 2024. Dengan diiringi gitar, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani yang memakai sarung, dan kopyah itu terlihat menghayati tatkala membacakan puisi itu saat menghadiri Festival Musikalisasi Puisi Gresik 2024. 

Kegiatan berkesenian merayakan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia itu dihelat oleh Dewan Kebudayaan Gresik atau Gresik berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga alias Disparekrabudpora Gresik. 

Gus Yani menyampaikan pesan pentingnya budaya membaca dan menulis bagi generasi muda. “Membaca adalah fondasi utama dalam menciptakan karya tulis yang berkualitas. Saya berharap, semangat membaca dan menulis ini dapat menjadi bagian dari keseharian anak-anak kita,” ujar Gus Yani.

Sementara itu, Penyair Panji Sakti mengaku, baru kali ini lagu “Pada Mu Nur” berkolaborasi dengan orang lain dan langsung berduet dengan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

“Terima kasih sudah membacakan puisi ini. Puisi ini bikinnya tadi siang mendadak. Gresik ini bikin ide-ide saya tokcer, apa mungkin karena makanannya yang enak ya,” ujar Panji Sakti saat menyampaikan rasa kagumnya terhadap kota ini, terutama pada kulinernya.

Festival Musikalisasi Puisi Gresik 2024 bukan hanya sekadar ajang kompetisi, melainkan juga momen untuk merayakan kreativitas dan semangat literasi serta keindahan karya sastra di tengah masyarakat Gresik. Kompetisi musikalisasi puisi tersebut diikuti oleh 30 kelompok pelajar tingkat SMP dan SMA se-Kabupaten Gresik. 

Mereka berlomba memperebutkan Piala Bupati Gresik. Setelah melalui proses seleksi ketat di tiga wilayah utara, tengah, dan selatan, maka sembilan finalis terbaik tampil di babak final pada 13-14 Agustus 2024. Juara pertama kategori SMP berhasil direbut oleh UPT SMP Negeri 26 Gresik ; kategori SMA diraih SMA Muhammadiyah 1 Gresik. (yad)

Bupati Fandi Akhmad Yani Bacakan Puisi Pada Mu Nur”, Ratusan Pasang Mata Seakan Terhipnotis Selengkapnya