Jamin Kualitas Pupuk bersubsidi hingga ke Petani, Petrokimia Gresik Luncurkan Program Smart Bagging Ecosystem 

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menciptakan Smart Bagging Ecosystem di unit Warehouse & Bagging. 

Fasilitas yang memanfaatkan teknologi modern seperti Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) ini diluncurkan langsung oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo, di Gresik, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Dwi Satriyo menyampaikan bahwa, pengantongan menjadi tahapan yang cukup vital bagi penyaluran pupuk bersubsidi untuk petani di seluruh Indonesia. Proses ini menjamin kualitas pupuk bersubsidi hingga di tangan petani.

“Pemerintah telah melakukan banyak perbaikan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi, serta menyederhanakan regulasi sehingga proses distribusi semakin baik lagi. Tentu hal tersebut harus didukung dengan optimalisasi dari proses penyediaan bahan baku, produksi, pengantongan, hingga distribusi sehingga kelancaran distribusi dapat mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” ujar Dwi Satriyo.

Dalam Smart Bagging Ecosystem, tambahnya, Petrokimia Gresik mengoptimalkan teknologi, sehingga memiliki fitur-fitur yang modern. Antara lain Early Warning System (EWS) yang dirancang dengan memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan quality control dalam line pengantongan pupuk. Sistem ini secara real-time juga mendeteksi kesesuaian kode pada bag pupuk dengan standar quality.

“Jika terjadi ketidaksesuaian atau kesalahan kode produk, sistem akan memberikan notifikasi kepada operator untuk dilakukan koreksi,” jelas Dwi Satriyo.

Untuk memastikan kualitas pengantongan, Smart Bagging Ecosystem juga dilengkapi dengan fitur Smart Stitch Detection yang dirancang untuk memantau kualitas jahitan karung. Sistem yang menggunakan teknologi AI ini akan mengirim peringatan kepada operator apabila terjadi ketidaksesuaian jahitan sehingga segera dilakukan tindakan korektif.

Berikutnya, Smart Bagging System juga dilengkapi Smart Color Fertilizer yang disematkan untuk memantau kualitas dan konsistensi warna pupuk di area pengantongan. Fitur ini menggunakan sensor atau kamera berbasis teknologi image processing untuk memastikan warna pupuk sesuai standar. 

Smart Bagging Ecosystem juga dilengkapi dengan teknologi yang mampu mendukung operator, pekerja bongkar muat, dan driver untuk senantiasa disiplin menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), yaitu melalui deteksi dan peringatan yang memanfaatkan teknologi AI terhadap kesesuaian penerapan APD. Fitur tersebut antara lain AI Enhanced Monitoring System dan Smart Robo Safety.

“Petrokimia Gresik akan senantiasa terus berinovasi untuk mendukung kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi. Smart Bagging Ecosystem sekaligus upaya nyata Petrokimia Gresik beradaptasi dalam menghadapi industri 5.0,” tutup Dwi Satriyo. (yad)

Jamin Kualitas Pupuk bersubsidi hingga ke Petani, Petrokimia Gresik Luncurkan Program Smart Bagging Ecosystem  Selengkapnya

Dwi Satriyo Annurogo : Petrokimia Gresik Dukung Hilirisasi Sulfur untuk Kemandirian Industri Kimia


GRESIK,1minute.id – konferensi internasional Argus Fertilizer Asia Conference 2025 di helat di Bali, beberapa waktu lalu. Dalam konferensi internasional itu,  Dwi Satriyo Annurogo, Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, menjadi salah satu pembicaranya.

Dwi Satriyo menegaskan Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia sebagai salah satu pengolah sulfur di Indonesia berkomitmen memperkuat hilirisasi untuk mendukung kemandirian industri kimia nasional dan kemajuan pertanian di dalam negeri. 

Ia menyampaikan bahwa, permintaan sulfur di Indonesia terus meningkat. Bertambahnya  demand ini sejalan dengan pertumbuhan sektor pertanian, ekspansi industri logam dan mineral, serta ketergantungan tinggi terhadap impor karena terbatasnya pasokan sulfur domestik.

“Di antara banyak bahan baku, sulfur tampak sebagai komponen yang kecil secara visual – namun dampaknya sangat besar terhadap keberlangsungan proses produksi bagi Petrokimia Gresik,” ujar Dwi Satriyo seraya menunjuk diagram konektivitas proses bahan baku di Petrokimia Gresik.

Sulfur menjadi bahan baku penting di industri pupuk. Sulfur diolah menjadi asam sulfat, yang merupakan komponen kunci untuk poduksi phosphoric acid, yang selanjutnya menjadi basis untuk pupuk fosfat, termasuk NPK Phonska, pupuk fosfat, kalium sulfat, dan amonium sulfat yang semuanya vital untuk sektor pertanian.

“Khusus untuk asam sulfat, Petrokimia Gresik mengoperasikan fasilitas dengan kapasitas 1,8 juta ton per tahun. Kapasitas ini menjadikan Petrokimia Gresik sebagai salah satu produsen asam sulfat terbesar di Indonesia,” ujar Dwi Satriyo.

Dijelaskannya, sulfur adalah unsur hara makro esensial yang sangat dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Kekurangan sulfur dapat menyebabkan gejala klorosis pada daun muda, pertumbuhan terhambat, dan kematangan yang tertunda.

Adapun fungsi utama sulfur pada tanaman dapat meningkatkan pembentukan klorofil, sehingga mendukung proses fotosintesis; Membantu pembentukan protein dan enzim, komponen penting dalam metabolisme tanaman.

Sulfur juga mampu meningkatkan efisiensi nitrogen, sehingga pemanfaatan pupuk nitrogen menjadi lebih optimal; Meningkatkan ketahanan terhadap stres, baik stres abiotik maupun biotik; Memperkuat aroma dan rasa tanaman, terutama pada tanaman hortikultura seperti bawang dan sayuran daun.

“Dengan peran vital tersebut, ketersediaan sulfur dalam tanah perlu dijaga, baik melalui pemupukan yang tepat maupun pengelolaan lahan yang baik,'” tandas Dwi Satriyo.

Lebih lanjut ia menjelaskan, hilirisasi sulfur tidak hanya bermanfaat bagi kemajuan pertanian di Indonesia, tapi juga mendorong kemandirian industri kimia nasional. Sulfur dioptimalkan Petrokimia Gresik sebagai bahan baku pembuatan gypsum dan purified gypsum yang mendukung industri semen.

Sulfur juga diolah Petrokimia Gresik untuk mendukung pengembangan produk kimia bernilai tambah Methyl Ester Sulfonate (MES) sebagai surfaktan hijau untuk industri minyak dan gas (migas), serta deterjen. Sulfur juga menjadi bahan baku Dissodium Sulphate yang digunakan dalam industri kertas, tekstil, dan pulp.

Dikatakan Dwi Satriyo, Petrokimia Gresik menjadi pelopor dalam produksi green surfactant berbasis MES, yang ramah lingkungan dan mendukung hilirisasi berbasis sulfur. Proses ini menunjukkan bagaimana sulfur, yang tampak sederhana, menghubungkan sektor pertanian dan industri secara strategis.

“Petrokimia Gresik berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan sulfur. Komitmen ini menjadi dukungan nyata Petrokimia Gresik dalam mewujudkan kemajuan pertanian Indonesia dan juga kemandirian industri nasional,” pungkasnya. (yad) 

Dwi Satriyo Annurogo : Petrokimia Gresik Dukung Hilirisasi Sulfur untuk Kemandirian Industri Kimia Selengkapnya

2024 : Capaian Kinerja Lampaui Target, Petrokimia Gresik Siap Dukung Ketahanan Pangan

GRESIK,1minute.id – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia membukukan capaian kinerja positif sepanjang 2024. Merealisasikan volume produksi sebesar 7,33 juta ton.Kinerja ini lebih tinggi dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan atau RKAP sebesar 113 persen.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo dalam acara Townhall Meeting 2025 bertema “Best Solution” (Be Successful Through Strategic Optimization with Sustainability, Unity, Transformation, and Innovation for Food Self-Sufficiency) di Gresik, menyampaikan bahwa realisasi produksi tersebut terdiri dari komoditas pupuk sebanyak 4,48 juta ton dan nonpupuk 2,86 juta ton.

“Capaian ini bukan hanya angka, tetapi bukti bahwa strategi kami, yang mengutamakan optimalisasi proses, inovasi teknologi, dan keberlanjutan, berhasil memberikan solusi terbaik untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” ungkap Dwi Satriyo.

Sejumlah strategi Petrokimia Gresik untuk mendukung kinerja tersebut antara lain keberhasilan perusahaan mengamankan pasokan gas sebesar 15 BBTUD melalui Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan Kangean Energy Indonesia. Pasokan ini memberikan jaminan suplai energi yang memastikan operasional produksi berjalan optimal.

Berikutnya, Petrokimia Gresik juga mendirikan Gudang Urea Curah berkapasitas 20.000 ton sebagai buffer stock untuk meminimalkan keterlambatan pengiriman dan biaya demurrage.

Kendati demikian, Dwi Satriyo menambahkan, capaian ini tidak membuat Insan di perusahaan berpuas diri. Petrokimia Gresik menetapkan target yang lebih menantang untuk mendorong kinerja perusahaan ke level yang lebih tinggi.

“Adapun strategi perusahaan untuk kinerja positif di tahun 2025 hingga 2029 yaitu dengan diversifikasi dengan mengembangkan produk pupuk dan nonpupuk, serta memperkuat customer centricity dengan melakukan komersialisasi program Smart Precision Farming,” pungkasnya. (yad)

2024 : Capaian Kinerja Lampaui Target, Petrokimia Gresik Siap Dukung Ketahanan Pangan Selengkapnya

Melongok Desa Tawangargo, dulu bernama Desa Sumbersari, Berkat Program TAMENG Petrokimia Gresik kini Jadi Pusat Hortikultura Modern, Ramah Lingkungan

GRESIK,1minute.id – Desa Tawangargo, salah satu desa di Kecamatan Karangploso, Kabuparen Malang, Jawa Timur. Topografi desa yang berbatasan dengan Kota Batu ini terletak di dataran tinggi dengan ketinggian 700 – 1.000 meter di atas permukaan air laut atau mdpl. 

Desa Tawangargo dulu bernama Desa Sumbersari dikarenakan desa ini memiliki sumber (mata air) yang besar.  Desa Tawangargo memiliki luas wilayah keseluruhan sebesar 617,120 hektar terbagi menjadi enam dusun, yaitu, Dusun Suwaluhan ; Kalimalang ; Leban ; Ngundi ; Lasah ; dan Boro. 

Desa ini memiliki Potensi alam yang ciamik untuk pertanian dan perkebunan. Kini, Desa Tawangargo telah bertransformasi menjadi pusat hortikultura modern dan ramah lingkungan. 

Melalui program Tawangargo Smart-Eco Farming Village (TAMENG) desa ini tidak sekadar menjadi sentra penghasil tanaman hortikultura, tapi juga model masa depan pertanian berkelanjutan di Indonesia.

Program inovatif ini merupakan bagian dari Tanggung Jawa Sosial dan Lingkungan (TJSL) Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia.

“Program TAMENG awalnya merupakan solusi peningkatan produktivitas hortikultura dengan pendekatan Climate Smart Agriculture. Keberhasilan tahap awal ini terus memotivasi kami untuk mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru di program TAMENG. Kami bersama petani binaan berkomitmen menjadikan Tawanggargo sebagai sentra hortikultura modern dan ramah lingkungan,” ujar Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo pada Selasa, 26 November 2024

Ia menjelaskan, beberapa inovasi ramah lingkungan terbaru yang dijalankan di program TAMENG antara lain penggunaan solar cell dengan kapasitas 1.000 Watt peak (Wp). Energi ramah lingkungan ini menggunakan enam panel surya dan empat baterai yang mampu menghidupkan berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Dalam kegiatan program TAMENG, kami mendorong penggunaan energi terbarukan dengan mengganti sumber energi listrik dengan sumber energi yang berasal dari matahari untuk kegiatan pertaniannya dalam mengoperasikan sejumlah alat, diantaranya pompa air, water drip, sprinkle dan lainnya,” ujar Dwi Satriyo.

Inovasi ramah lingkungan berikutnya, Petrokimia Gresik juga melengkapi TAMENG dengan rumah pengolahan limbah pertanian. Rumah ini mampu memproduksi pupuk organik cair dan agensia hayati yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya pertanian. Pupuk ini diproduksi dari limbah-limbah pertanian.

Terakhir, hasil pertanian yang ada di TAMENG mampu dikelola menjadi produk hilir, yaitu mi sayur. Mi yang dapat dimasak menjadi berbagai menu masakan dibuat dari bahan baku sayuran yang dibudidayakan dalam TAMENG. Cocok untuk vegetarian.

“Saya juga sangat mengapresiasi pemanfaatan paving berbahan baku Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) yang diambil dari pabrik Petrokimia Gresik. Inovasi ini mampu memanfaatkan sisa produksi menjadi produk bernilai tambah,” ujarnya.

Sementara pada pembinaan TAMENG, Petrokimia Gresik juga mengimplementasikan Smart Precision Farming sebagai salah satu upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Petrokimia Gresik mendorong regenerasi petani dengan membuat iklim tani yang lebih modern. Selain itu, membangun kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memberikan edukasi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani.

Berikutnya, Petrokimia Gresik juga membimbing petani untuk mampu mengadopsi berbagai teknologi terkini seperti Internet of Things (IoT), sistem drip dan alat uji tanah yang telah terbukti mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan mempermudah pekerjaan para petani. Implementasi teknologi ini juga telah menarik minat para petani muda untuk terjun dan berkontribusi dalam dunia pertanian.

“Program ini telah mendapatkan banyak apresiasi dari stakeholder di level nasional. Karena dinilai mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi petani, serta memberikan dampak baik yang berkelanjutan,” tutup Dwi Satriyo. (yad)

Melongok Desa Tawangargo, dulu bernama Desa Sumbersari, Berkat Program TAMENG Petrokimia Gresik kini Jadi Pusat Hortikultura Modern, Ramah Lingkungan Selengkapnya

UPZ Baznas Petrokimia Gresik Bekali 1000 Guru TPQ Gresik untuk Cetak Generasi Unggul 

GRESIK,1minute.id  Petrokimia Gresik perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia melalui Unit Pengumpul Zakat Badan Amil Zakat Nasional (UPZ Baznas) Petrokimia Gresik menggelar Seminar dan Lokakarya (Semiloka) 1.000 Guru Taman Pendidikan Quran (TPQ) di Gresik, Jawa Timur pada Rabu, 29 Maret 2023.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya perusahaan untuk membentuk generasi penerus yang unggul dan beragama melalui didikan guru TPQ yang kompeten, bermetode mengajar yang menyenangkan, serta pandai berwirausaha.

“Kegiatan ini perdana dilaksanakan, dan merupakan komitmen perusahaan dan UPZ Baznaz Petrokimia Gresik untuk meningkatkan keilmuan para guru TPQ yang ada di sekitar perusahaan. Kami ingin mereka mampu menjadi guru yang dapat menarik minat para santri dalam menimba ilmu,” tandas Dwi Satriyo yang juga pernah menjadi guru ngaji tersebut.

Para guru TPQ dewasa ini memiliki peran vital dalam menciptakan generasi penerus Gresik yang unggul dan tangguh dalam menghadapi segala tantangan serta perubahan, apalagi pesatnya teknologi membawa dampak yang tidak hanya positif bagi tumbuh kembang anak, tapi juga memberikan efek negatif jika tidak dibentengi.

Menurutnya, guru TPQ yang kompeten akan mampu membentuk kecerdasan spiritual bagi para santrinya sehingga mereka dapat agile dalam menghadapi segala bentuk dampak dari dinamika kehidupan. Karena itu, diharapkan fasilitas ini dapat termanfaatkan dengan baik agar generasi penerus Gresik dan juga Indonesia semakin tangguh.

Sementara itu, Ketua UPZ Basnaz Petrokimia Gresik Yusuf Wibisono dalam laporannya menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-51 Petrokimia Gresik yang diikuti 1.000 guru TPQ dari 257 lembaga TPQ se-Kabupaten Gresik. Dalam kegiatan ini UPZ Baznas Petrokimia Gresik juga menggandeng Lembaga Tilawati Kabupaten Gresik.

“Semiloka ini merupakan kontribusi UPZ Baznas Petrokimia Gresik bersama perusahaan untuk membantu meningkatkan kapasitas dan kapabilitas guru TPQ yang pada akhirnya akan berdampak pada anak didiknya. Guru merupakan aset untuk membentuk karakter generasi bangsa,” tandas Yusuf yang juga Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik itu.

Semiloka ini, tambahnya, diisi dengan kegiatan sharing bersama beberapa narasumber dengan tema “Menjadi Guru yang Asyik & Menarik”, berkolaborasi dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Timur untuk melakukan sharing session tentang halal lifestyle dan juga “Pemberdayaan & Kewirausahaan.”

Lebih lanjut, Yusuf mengungkapkan bahwa selama Bulan Ramadan, selain Semiloka ini, UPZ Baznas Petrokimia Gresik juga melakukan sejumlah kegiatan, antara lain beasiswa pendidikan untuk hafiz Alquran, bersinergi dengan lembaga filantropi, berbagi buka puasa bersama masyarakat dengan menggandeng Masjid Nurul Jannah. Berikutnya UPZ Baznas Petrokimia Gresik juga melakukan santunan untuk lansia dan duafa, santunan untuk imam rawatib masjid dan musala se-Kabupaten Gresik. Adapun total nilai kegiatan tersebut mencapai lebih dari Rp 300 juta.

Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Gresik Muhammad Ali Faiq mewakili guru TPQ mengapresiasi Petrokimia Gresik bersama UPZ Baznas Petrokimia Gresik karena memiliki kepedulian terhadap guru TPQ. Ia berharap kegiatan ini berkelanjutan dan menginspirasi.

“Guru TPQ memiliki peranan penting dalam membangun generasi muda yang berkarakter. Semoga kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini, sehingga manfaat untuk guru-guru TPQ semakin banyak lagi,” katanya. 

UPZ Baznas Petrokimia Gresik Berbagi Manfaat

Sebagai informasi, selama periode 2019 hingga 2023, UPZ Baznas Petrokimia Gresik telah banyak memberikan manfaat untuk masyarakat. Diantaranya santunan lansia dengan total 66 mustahik atau penerima manfaat senilai Rp705 juta. Santunan Imam Rawatib Masjid dan Musala untuk 47 mustahik senilai Rp 829,5 juta.

Berikutnya UPZ Baznas Petrokimia Gresik juga memiliki program pemberdayaan ekonomi, diantaranya melakukan pemberdayaan untuk panti asuhan sebanyak 16 lembaga dengan total bantuan Rp 1,1 miliar. Pemberdayaan pelaku Pedagang Kaki Lima melalui program Rombong Berkah dengan total 275 mustahik, serta pemberdayaan difabel mandiri untuk 19 penerima dengan nilai Rp 79,6 juta.

“Semoga Petrokimia Gresik bersama UPZ Baznas Petrokimia Gresik bisa memberikan lebih banyak lagi manfaat, untuk terwujudnya masyarakat yang mandiri secara ekonomi,” pungkas Dwi Satriyo. (yad)

UPZ Baznas Petrokimia Gresik Bekali 1000 Guru TPQ Gresik untuk Cetak Generasi Unggul  Selengkapnya

Dirut Petrokimia Gresik Diganjar Jer Basuki Mawa Beya atas Peran Kemanusiaan Atasi Krisis Oksigen saat Wabah Covid-19

GRESIK,1minute.id – Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menerima penghargaan “Jer Basuki Mawa Beya Perak” dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Penghargaan itu diberikan kepada Dwi Satriyo Annurogo atas  peranannya sebagai Ketua Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur dalam mengatasi krisis oksigen medis di tengah tingginya kasus Covid-19 Jawa Timur pada 2021. 

Lencana penghargaan disematkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Dwi Satriyo pada momen Upacara Hari Pahlawan di halaman Tugu Pahlawan, Surabaya pada Kamis, 10 November 2022.

Gubernur Jawa Timur dalam amanatnya menyampaikan bahwa, nilai-nilai kepahlawanan dan semua kebaikan harus dirawat. Namun perjuangan di era sekarang merupakan perang dalam bentuk yang baru. “Semangat kerelawanan masyarakat untuk memberi yang terbaik bagi Jawa Timur ini sangat luar biasa, maka dari itu ada pemberian penghargaan dan lencana Jer Basuki Mawa Beya,”ujar Gubernur Khofifah. 

Sementara itu, Dwi Satriyo menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur karena upayanya dalam mengemban amanah bersama Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur untuk membantu masyarakat dalam menangani Covid-19 mendapatkan apresiasi.

“Penghargaan ini adalah bonus. Paling utama kami mampu memberikan kontribusi atau bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di saat terjadi bencana seperti pandemi Covid-19 kemarin. Ini adalah buah kolaborasi dan kerja keras dari seluruh tim di Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur,” tandas Dwi Satriyo.

Penghargaan ini adalah apresiasi Gubernur Jawa Timur atas kontribusi Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur dalam memberikan bantuan oksigen cair sebanyak 31 ton untuk mendukung program Pelayanan Oksigen Gratis oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur di beberapa daerah sebagai upaya percepatan penanganan pandemi Covid-19.

Kala itu, bantuan diserahkan langsung oleh Dwi Satriyo bersama anggota Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur lainnya, yakni direktur/pimpinan perusahaan dari PTPN XII, PTPN X, PT BNI, PT INKA, PT KAI, PT Kimia Farma, PT Pelindo III, Perum Jasa Tirta I, Rumah BUMN, PT Bank Mandiri, PT Semen Indonesia, PT Telkom Indonesia dan PT Garam kepada Gubernur Jawa Timur, di Unit Produksi Oksigen – Air Separation Plant (ASP) Petrokimia Gresik padal 30 Agustus 2021.

Disampaikannya, oksigen cair yang diberikan ini merupakan produk dari Unit Produksi Oksigen Petrokimia Gresik yang dioperasikan kembali setelah 11 tahun berhenti. Dimana reaktivasi ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri BUMN Erick Thohir, agar BUMN berperan aktif dalam membantu pemerintah memenuhi kebutuhan oksigen medis yang kala pandemi Covid-19 menjadi prioritas.

“Reaktivasi Unit Produksi Oksigen ini sekaligus menjadi wujud optimalisasi peran Petrokimia Gresik sebagai Koordinator Satgas BUMN Wilayah Jatim,”tandas Dwi Satriyo.

Ia menambahkan peran Satgas BUMN saat ini terus berkembang. Satgas BUMN juga hadir di tengah-tengah bencana yang melanda di Jawa Timur, seperti erupsi Gunung Semeru akhir tahun 2021. Begitu juga pada saat bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa daerah di Jawa Timur akhir-akhir ini, seperti di Malang, Blitar, Trenggalek, Gresik dan Banyuwangi.

“Lencana ini kami persembahkan untuk seluruh BUMN yang menjadi anggota Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur. Semoga tim ini bisa terus meningkatkan kolaborasinya dengan senantisa hadir di tengah masyarakat Jawa Timur,” tutup Dwi Satriyo. (yad)

Dirut Petrokimia Gresik Diganjar Jer Basuki Mawa Beya atas Peran Kemanusiaan Atasi Krisis Oksigen saat Wabah Covid-19 Selengkapnya

Dwi Satriyo Annurogo Lepas Atlet Persani Jatim Bakal Berlaga di Sea Games Vietnam 

GRESIK,1minute.id – Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo sebagai “Bapak Asuh” Persatuan Senam Indonesia (Persani) Jawa Timur (Jatim) melepas atlet dan pelatih senam asal Jatim, yang akan berlaga di 31st Southeast Asian Games (SEA Games) 2022 Hanoi-Vietnam pada 12 sampai 23 Mei 2022. Pelepasan dilaksanakan di Gresik, Jawa Timur, awal pekan ini.

Adapun komposisi tim yang akan memperkuat kontingen Indonesia untuk cabang olahraga (cabor) senam terdiri dari empat atlet senam artistik dan dua pelatih. Dimana, salah satu atlet dan pelatih berasal dari Jawa Timur, yakni Dwi Samsul Arifin (atlet putra) dan Indra Sibarani (pelatih).

 Di hadapan atlet dan pelatih, Dwi Satriyo  menegaskan bahwa atlet Jawa Timur dan Indonesia harus mengedepankan sportivitas dalam pertandingan. Menurutnya, perjuangan untuk meraih kemenangan akan sangat bermakna, bernilai dan sempurna, ketika kemenangan yang diraih itu selalu menjunjung tinggi sportivitas. “Saya menekankan adanya sportmanshipness karena sejatinya, sikap keolahragawanan merupakan bagian penting sebagai alat pembentuk nilai dan karakter. Selain itu saya pun meyakini sportmanshipness mampu menjadi pembentuk atlet dengan kualitas kepribadian yang sehat, tangguh dan moral yang luhur,”tandasnya.

 Apalagi kini ajang bergengsi SEA Games telah diikuti oleh 11 negara di wilayah Asia Tenggara diantaranya Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Myanmar, Filipina, Laos, Kamboja, dan Timor Timur. “Saya berharap para atlet senam dapat menghargai keberagaman dan mampu menyatu dengan sesama atlet wakil dari Indonesia serta mampu membawa dan menjaga nama baik Indonesia di Asia Tenggara,”ujarnya.

 Lebih lanjut Dwi Satriyo menjelaskan bahwa Petrokimia Gresik berkomitmen untuk terus berkontribusi pada bidang olahraga di Indonesia. Petrokimia Gresik tidak hanya berupaya menghasilkan produk-produk berkualitas tinggi dan ramah lingkungan di sektor agroindustri, tapi juga ikut berperan bagi kemajuan olahraga di Indonesia.

 “Petrokimia Gresik sudah bertahun-tahun memiliki komitmen yang tinggi terhadap kemajuan olahraga di tanah air. Beberapa cabang olahraga binaan Petrokimia Gresik antara lain senam, voli, dan renang. Komitmen tersebut sudah dijawab dengan capaian prestasi yang membanggakan di tingkat regional dan nasional, bahkan internasional,” ujar Dwi Satriyo.

 Di kesempatan yang sama, Ketua I/Ketua Harian Persani Jawa Timur Tri Widodo mengungkapkan bahwa Kementerian Olahraga (Kemenpora) RI mengirimkan atlet dengan jumlah terbatas, yang dipilih berdasarkan raihan prestasi SEA Games di Filipina tahun 2019 lalu dan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua tahun 2020. “Terkait target, kami berharap Dwi Samsul Arifin yang merupakan Wakil Jawa Timur mampu meraih satu emas di alat ring dan satu perak di alat meja lompat,” tandasnya.

 Sebagai informasi, capaian prestasi Cabor Senam Indonesia pada SEA Games Filipina, yaitu 3 Emas, 6 Perak, dan 2 Perunggu. Atlet senam binaan Petrokimia Gresik atas nama Agus Adi Prayoko (alat meja lompat atas) meraih satu emas pada laga tahun 2019 lalu itu, kemudian satu perak (ring atas) yang diraih oleh Dwi Samsul Arifin.

 Berbicara persiapan, Tri Widodo mengungkapkan dalam menghadapi SEA Games Vietnam ini cukup berat karena kondisi di tengah pandemi Covid-19, sehingga tanpa try out dan uji coba. Kendati demikian, ia memastikan  atlet senam wakil Indonesia akan memberikan performa terbaiknya. “Pelatihan jangka panjang Petrokimia Gresik sebagai “Bapak Asuh” sejak tahun 1986 telah membuktikan bahwa senam Jawa Timur secara terus menerus menjadi lumbung atlet, berkontribusi baik dan berprestasi mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional dan pada kesempatan ini,” pungkas Tri Widodo.

Sementara itu, atlet dan pelatih cabang olahraga senam asal Jawa Timur akan bergabung untuk persiapan akhir di Jakarta tanggal 4 Mei 2022. Sedangkan kontingen Indonesia Cabor Senam  berangkat ke Vietnam pada tanggal 10 Mei 2022, dan pertandingan senam dimulai tanggal 13 – 16 Mei 2022. (yad)

Dwi Satriyo Annurogo Lepas Atlet Persani Jatim Bakal Berlaga di Sea Games Vietnam  Selengkapnya