Cegah Diskriminasi Usia, Nila Yani Dorong Disnaker Jadi Filter Rekrutmen

JAKARTA,1minute.id – Anggota DPR RI Dapil X Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti, menegaskan tidak ada aturan yang membenarkan diskriminasi usia dalam rekrutmen kerja.

Ia merujuk Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan yang melarang diskriminasi berbasis usia, kecuali ada alasan teknis khusus yang relevan dengan beban kerja.

Berdasarkan temuan di berbagai daerah, anggota Komisi VII DPR RI itu menyebut masih marak lowongan yang membatasi usia pelamar, misalnya maksimal 22 hingga 23 tahun.

“Faktanya tidak ada aturan yang membenarkan diskriminasi usia. Kehadiran kawasan industri ini diharapkan bisa menyerap tenaga kerja setinggi-tingginya dan mengurangi angka pengangguran serendah-rendahnya,” tegas Nila Yani dalam siaran pers yang diterima 1minute.id pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Nila secara khusus meminta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kabupaten/kota lebih proaktif menyaring dan mengevaluasi lowongan yang diserahkan perusahaan atau pengelola kawasan industri.

Ia menegaskan, jika penyaluran tenaga kerja dilakukan melalui satu pintu Disnaker, maka pemerintah daerah wajib mengintervensi dan memastikan tidak ada lagi praktik diskriminasi usia yang merugikan angkatan kerja lokal.

Di sisi lain, politisi berhijab itu juga mendorong pengelola kawasan industri dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat untuk duduk bersama menata pedagang dan pelaku UMKM di luar area pabrik. Penataan dinilai krusial untuk mengurai kemacetan sekaligus memaksimalkan multiplier effect bagi ekonomi warga sekitar.

“Ada kegiatan ekonomi yang timbul di luar kawasan sehingga menimbulkan kemacetan di jam-jam tertentu. Bukankah itu dampak ekonomi positif? Saya mendorong pengelola kawasan, Forkopimda, dan dinas terkait untuk duduk bersama menertibkan para pedagang,” papar Nila dalam Kunjungan Kerja Panitia Kerja RUU Kawasan Industri Komisi VII DPR RI di Kawasan Industri Mitra, Karawang, Jawa Barat.

Ia menilai, komunikasi yang baik dan penataan ruang yang layak bagi pedagang lokal justru dapat meminimalisasi potensi gangguan keamanan, termasuk meredam gesekan dengan organisasi masyarakat (ormas) yang kerap dikeluhkan berdampak pada iklim investasi. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Cegah Diskriminasi Usia, Nila Yani Dorong Disnaker Jadi Filter Rekrutmen Selengkapnya