Gerakan Literasi Sekolah Gen-10 SMA Negeri 1 Gresik Resmi Dimulai, Satu Kelas Satu Buku, Literasi jadi Gaya Hidup Siswa

GRESIK,1minute.id –  Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sudah menjadi gaya hidup  di SMA Negeri 1 Gresik. Pada tahun ini gerakan satu kelas satu buku ini memasuki tahun kesepuluh.

Gerakan Literasi Sekolah Generasi kesepuluh alias GLS Gen-10 mengusung tema : Menguatkan Budaya Literasi Sekolah dengan Semangat “Perintis” (Pelajar Responsif, Inovatif,  Nasionalis, Terampil, Inspiratif dan Solutif) dibuka secara langsung oleh Kepala SMA Negeri 1 Gresik Tohir di Aula lantai 2 SMA Negeri 1 Gresik pada Selasa, 12 Agustus 2025.

Pembukaan GLS Gen-10 lebih meriah. Seluruh wali kelas dan siswa kelas X yang berjumlah 431 siswa (12 rombongan belajar/rombel) tumplek blek di Aula. Dalam pembukaan itu, ratusan siswa  melakukan deklarasi dan tanda tangan komitmen bersama untuk menuntaskan tugas tepat waktu. 

Usai deklarasi, sebanyak 12 wali kelas melakukan senam literasi. Suasana Aula pun riuh karena dukungan dari siswa. Partisipasi wali kelas untuk GLS Gen-10 ini kali pertama. Sehingga GLS Gen-10 nanti bisa menghasilkan 12 buku antologi karya siswa, dan satu buku karya guru.

Usai seremonial pembukaan GLS Gen-10,  siswa kelas X tergabung dalam 12 rombel itu dibagi empat kelas untuk mendapatkan materi penulisan dari empat narasumber yakni Jaenuri, Ketua pelaksana GLS Gen-10 untuk penulisan Esai ; Kuswanto, Kosnsultan Pengembangan Masyarakat dan Pendidikan Populer untuk penulisan Cerpen ; Kris Adji A.W, pemilik Mataseger untuk penulisan Puisi dan Chusnul Cahyadi, wartawan 1minute.id untuk penulisan Artikel. 

Sisea dan Guru Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Generasi (Gen) 10 SMA Negeri 1 Gresik melakukan foto bareng bersama narasumber usai Pembukaan GLS Gen-10 SMA Negeri 1 Gresik di Aula Sekolah pada Selasa, 12 Agustus 2025 (Foto : SMA Negeri 1 Gresik untuk 1minute.id)

Kepala SMA Negeri 1 Gresik Tohir mengatakan, SMA Negeri telah menjadi sekolah literasi yang pertama di Kabupaten Gresik. “Tahun ini memasuki tahun kesepuluh. Ini menjadi brand Sekolah,” kata Tohir dalam sambutannya pada Selasa, 12 Agustus 2025.

Gerakan Literasi Sekolah akan terus dikembangkan. Sebab, sekolah berkeinginan menjadikan Literasi sebagai budaya dan gaya hidup di SMA Negeri 1 Gresik. “Orang yang literet itu tidak suka mengumpat. Bahkan, sedang marah pun tidak menggunakan bahasa yang kasar. Karena kosakata sangat banyak,” katanya.

Selain itu, ia melanjutkan, seorang literet tidak mudah termakan informasi yang menyesatkan atau hoaks. Literet adalah seseorang yang memiliki kemampuan literasi yang baik, yaitu kemampuan membaca, menulis dan memahami informasi. 

Ia pun berharap seluruh siswa bisa membuat karya tulis. “Karya yang dicetak dan dibukukan. Ini menjadi legasi,” tegas Tohir. Seorang guru mengungkapkan, bahwa sekolah telah menerapkan budaya membaca bagi seluruh siswa di SMA Negeri 1 Gresik. “Tradisi, 15 menit sebelum pembelajaran baca buku,” ungkap seorang guru. (yad)

Gerakan Literasi Sekolah Gen-10 SMA Negeri 1 Gresik Resmi Dimulai, Satu Kelas Satu Buku, Literasi jadi Gaya Hidup Siswa Selengkapnya

Kepala SMA Negeri 1 Gresik Tohir Buka Gerakan Literasi Sekolah ke-9, Satu Kelas, Satu Buku

GRESIK.1minute.id – Gerakan Literasi Sekolah atau GLS di SMA Negeri 1 Gresik berlanjut. Tahun ini, program satu kelas, satu buku antologi memasuki tahun ke sembilan. GLS ke-9 dibuka oleh Kepala SMA Negeri 1 Gresik Tohir di Aula Sunan Giri di lantai 2 SMA Negeri 1 Gresk pada Kamis, 30 Januari 2025.

GLS tahun ini, mengusung tema Tumbuhkan Mental Generasi Muda Berani menjadi “Artis Kreatif” ini diikuti seluruh siswa kelas X yang sebanyak 12 kelas di sekolah berlokasi di Jalan Arif Rahman Hakim No 1 Gresik, Jawa Timur ini. 

Artis Kreatif kependekan dari BerkARya, Berfikir kriTIS, KREatif , inovATif , ProduktIF. Untuk membimbing ratusan siswa membuat karya tulis, sekolah menghadirkan empat orang narasumber.

Empat pembimbing itu, yang dihadirkan oleh sekolah untuk membimbing peserta didik di sekolah unggulan yang memilki tagline ” We Have Pride” (Personal Responsibility in Delivering Excellence)” yakni, Chusnul Cahyadi untuk penulisan Artikel ; Aris Wahyudianto untuk penulisan Esai ; Kris Adji A.W, penulisan penulisan Cerpen, dan Jaenuri untuk Puisi dan Pantun. 

Kepala SMA Negeri 1 Gresik Tohir mengatakan, siswa yang baik literasinya, tutur katanya santun. Tidak pernah misuh. Kalau pun marah, kata Thohir, siswa yang sering membaca atau gemar membaca menggunakan kosa kata yang baik. “Marah dengan gurindam. Tidak menggunakan kata kasar,” ujar Tohir saat memberikan sambutan dihadapan ratusan siswa kelas X pada Kamis, 30 Januari 2025.

GLS SMANSA Gresik : Kepala SMA Negeri 1 Gresik Tohir ketika memberikan sambutan pembekalan Gerakan Literasi Sekolah ke-9 SMA Negeri 1 Gresik pada Kamis, 30 Januari 2025 ( Foto : SMAN 1 Gresik untuk 1minute.id)

Gurindam adalah puisi lama yang terdiri dari dua baris kalimat dalam setiap baitnya. Gurindam berisi nasihat, petuah atau ajaran moral. Untuk bisa mencapai itu, kata Thohir, siswa harus banyak membaca. 

Sementara itu, ketua GLS ke-9 SMA Negeri 1 Gresik Jaenuri memberikan semangat kepada peserta didik untuk terus berproses menjadi yang terbaik. Caranya, sering membaca dan menulis. “Saya optimistis siswa kelas X bisa lebih baik. Ayo kita berproses,” katanya.

Sebelum acara pembekalan penulisan karya antologi, para ketua kelas menandatangi pakta integritas untuk menulis sesuai dengan deadline yakni pada Mei 2025. Setelah tanda tangan pakta integritas, ada pelepasan puluhan balon beraneka warna. Balon itu terbang dan menempel di atap aula Sunan Giri. Pelepasan balon itu menganologikan bahwa kemampuan sangat dangkal sehingga harus terus belajar dengan ekstra keras lagi. (yad)

Kepala SMA Negeri 1 Gresik Tohir Buka Gerakan Literasi Sekolah ke-9, Satu Kelas, Satu Buku Selengkapnya