Fonomena Blood Moon, Lembaga Falakiyah PCNU Gresik Ajak Salat Gerhana Bulan Total 

GRESIK,1minute.id – Langit Indonesia termasuk Gresik terasa cerah. Bulan yang terlihat lebih besar dan berwarna oranye bersinar terang badal Maghrib pada Ahad, 7 September 2025. 

Ya, ada fonomena Gerhana Bulan Total pada Ahad malam, 7 September hingga Senin dini hari, 8 September 2025. Mengutip instagram @lfnu_gresik Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gresik akan melakukan observasi dan Salah Gerhana Bulan Total di Masjid Jamik Ainul Yaqin, Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik mulai pukul 23.00 WIB.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menginformasikan masyarakat dapat menyaksikan Gerhana Bulan Total atau Blood Moon dengan mara telajang atau tanpa bantuan teleskop. Fonomena Gerhana Bulan Total terjadi ketika posisi Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga bayangan Bumi menutupi Bulan sepenuhnya. 

Berdasarkan hasil observasi FLNU Gresik awal gerhana mulai 23.26 WIB ; Awal Total pukul 00.30 WIB ; Tengah Gerhana pukul 01.11 WIB ; Akhir Gerhana pukul 01.52 WIB. Lama Gerhana 03.29 WIB. Berdasarkan data hisab gerhana LFNU Gresik itu, rangkaian gerhana akan berlangsung lebih dari 5 jam. (yad)

Fonomena Blood Moon, Lembaga Falakiyah PCNU Gresik Ajak Salat Gerhana Bulan Total  Selengkapnya

Waspada Dampak Gerhana Bulan Total, Bisa Picu Banjir Rob Pesisir Gresik

GRESIK,1minute.id – Gerhana Bulan Total bakal terjadi Jumat besok, 14 Maret 2025. Akan tetapi, fonomena alam itu tidak bisa diamati secara utuh dari seluruh Indonesia.

Wilayah yang paling beruntung adalah Indonesia bagian timur, meskipun  masyarakat hanya dapat melihat fase akhir dari gerhana itu. “Di seluruh Jawa Timur termasuk di Gresik gerhana bulan total tidak bisa diamati,” kata Sekretaris Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama atau LFNU Gresik Angga Purwancara dikonfirmasi 1minute.id pada Kamis malam, 13 Maret 2025.

Pada fase puncak gerhana bulan total, kata Angga, hanya dapat disaksikan secara jelas dari ; Amerika Utara dan Selatan ; Afrika bagian barat ; Eropa bagian barat Asia bagian timur ; Australia bagian timur.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, gerhana bulan total memiliki dampak terhadap kondisi alam, terutama di wilayah pesisir. BMKG memperkirakan, gerhana bulan total ini dapat menyebabkan kenaikkan ketinggian air laut yang berpotensi memicu banjir pesisir atau banjir rob.

Data yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, di Kabupaten Gresik ada beberapa desa yang masuk kategori rawan banjir rob. Desa tersebut, antara lain, Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas ; Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar ; Desa Pangkah Kulon, Kecamatan Ujungpangkah dan Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik.

Berdasarkan laman dinsos.jatimprov.go.id, fonomena supermoon pada 18 November 2024 lalu, telah mengakibatkan banjir rob di tiga desa secara bersamaan. 

Menurut laporan Tagana Dinas Sosial Kabupaten Gresik, banjir rob ini mengakibatkan genangan air di beberapa lokasi, salah satunya Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, 10 rumah terdampak dengan genangan setinggi 5–10 cm. Jalan desa sepanjang 250 meter tergenang.

Kemudian di Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, 50 rumah terdampak dengan genangan setinggi 10–20 cm dan jalan desa sepanjang 600 meter tergenang. Serta Desa Pangkah Kulon, Kecamatan Ujungpangkah yang jalan desanya tergenang sepanjang 400 meter. (yad)

Waspada Dampak Gerhana Bulan Total, Bisa Picu Banjir Rob Pesisir Gresik Selengkapnya

Antusiasme Warga Kota Santri Menikmati Gerhana Bulan di Pelabuhan

GRESIK,1minute.id – Fonomena Gerhana Bulan Total menarik perhatian masyarakat Kota Santri pada Rabu, 26 Mei 2021. Puluhan warga menikmati fonomena langka itu di Pelabuhan Gresik badal Maghrib. Mereka mengamati Gerhana Bulan Total duduk di tepi pelabuhan sambil diiringi deburan ombak.

Menurut Wakil Ketua Lajnah Falakiyah PCNU Gresik Muchyiddin Hasan . Gerhana Bulan total atau disebut dengan Super Blood Moon ini terjadi selama 14 menit, 42 detik.

“Di wilayah Indonesia bagian Barat tidak bisa menyaksikan detik-detik awal terjadinya gerhana karena saat awal terjadinya gerhana Bulan masih belum terbit,”kata Muchyiddin dalam akun instagramnya @muchyiddin_hasan.

Seorang berceloteh akan lompat-lompat Bulan mulai terlihat. “Saya tak lompat-lompat biar cepat tinggi seperti ayah,”celoteh seorang bocah perempuan yang turut mengamati Gerhana Bulan di dermaga Pelabuhan Gresik. (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Antusiasme Warga Kota Santri Menikmati Gerhana Bulan di Pelabuhan Selengkapnya