DPC PDI-Perjuangan Gresik Gelar Diskusi Perkuat Ideologi Pancasila di Bulan Bung Karno

GRESIK,1minute.id – Pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik menggelar diskusi publik bersama puluhan mahasiswa di Kantor DPC PDI Perjuangan Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik pada Senin, 1 Juni 2026.

Diskusi dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila bertujuan menumbuhkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda ini dibuka oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan Gresik Toriqi Fajerin. Ada dua 

pemateri yang hadir yakni anggota KPU Jawa Timur Eka Wisnu Wardhana dan anggota DPRD Kabupaten Gresik dari Fraksi PDI Perjuangan Elvita Yulianti.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik Toriqi Fajerin mengatakan, kegiatan diskusi publik dengan tema memperkuat Ideologi Pancasila sebagai Dasar Negera kepada para mahasiswa yang merupakan generasi penerus bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, menurut Kaji Riki, sapaan akrabnya, dalam momentum Hari Lahir Pancasila yang dikenal dengan Bulan Bung Karno, sebab banyak gagasan Presiden Pertama Indonesia Ir. Sukarno yang ada dalam nilai-nilai Pancasila. “Kita ingin generasi muda Kabupaten Gresik lebih memahami nilai-nilai Pancasila di hari besar Hari Lahir Pancasila 1 Juni ini. Terutama para mahasiswa,” kata Kaji Riki penuh semangat.

Ia menambahkan, diskusi publik ini merupakan awal rangkaian Bulan Bung Karno di mana DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik mempunyai banyak kegiatan. Diantaranya, Lomba Catur Sukarno Cup, mobile lagend, ziarah makam Bung Karno dan Doa Bersama dalam rangka Haul Bung Karno.

Di tempat yang sama, anggota DPRD Kabupaten Gresik dari Fraksi PDI Perjuangan Elvita Yulianti mengatakan, diharapkan generasi muda tidak menghafal Pancasila, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Mbak Vetty sapaan akrabnya, dalam kebijakan yang berpihak kepada rakyat, menjaga persatuan, menjunjung kemanusiaan dan menghadirkan keadilan, maka sesungguhnya Pancasila sedang bekerja dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pancasila itu bukan hanya dihafalkan, tetapi diwujudkan dalam setiap keputusan, setiap pengawasan anggaran dan setiap perjuangan aspirasi masyarakat,” tandas Vetty, perempuan tangguh yang pernah menjadi jurnalis, komisioner Panwaskab dan KPU Gresik ini. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

DPC PDI-Perjuangan Gresik Gelar Diskusi Perkuat Ideologi Pancasila di Bulan Bung Karno Selengkapnya

Nila Yani Apresiasi Launching Komunitas Gowes dan Pasar Ahad di Ecopark Desa Randuagung

GRESIK,1minute.id – Ratusan warga Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik tumblek-blek di Pasar Ahad di Kawasan EcoPark Desa Randuagung pada Ahad, 31 Mei 2026. 

Mereka datang untuk menikmati kuliner tempo doeloe alias Jajanan Jadul bersama Nila Yani Hardiyanti, anggota Komisi VII DPR RI serta kominutas gowes. 

Mbak Nila, begitu biasa disapa,menghadiri acara Peluncuran Komunitas Gowes dan Pasar Ahad Jajanan Jadul itu bersama Kepala Desa Randuagung Khambali, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, komunitas pesepeda. Acara pun berlangsung meriah. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendorong gaya hidup sehat sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat melalui pelestarian kuliner tradisional.

Dalam kesempatan tersebut Nila Yani Hardiyanti menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Desa Randuagung yang mampu memadukan olahraga, pelestarian budaya kuliner, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam satu kegiatan yang positif.

“Komunitas Gowes dan Pasar Ahad Jajanan Jadul ini bukan hanya menjadi sarana olahraga dan rekreasi, tetapi juga wadah bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk lokal serta menjaga keberlangsungan jajanan tradisional yang menjadi bagian dari warisan budaya bangsa,” ujar Mbak Nila sapaan akrab, Nila Yani Hardiyanti.

“Dengan diresmikannya Komunitas Gowes dan Pasar Ahad Jajanan Jadul, Ecopark Desa Randuagung diharapkan semakin berkembang sebagai pusat aktivitas masyarakat, destinasi wisata edukatif, serta ruang promosi bagi produk-produk UMKM lokal,” imbuh legislator PDI-P yang merupakan putri daerah Randuagung, Kebomas ini.

Sementara itu, Kepala Desa Randuagung Kebomas Khambali menyampaikan bahwa Pasar Ahad Jajanan Jadul akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan pada pekan kedua di kawasan Ecopark Desa Randuagung. Kegiatan ini diharapkan menjadi destinasi wisata desa yang menarik bagi masyarakat Gresik dan sekitarnya.

Berbagai jajanan tradisional khas Nusantara ditampilkan dalam pasar tersebut, mulai dari cenil, klepon, lupis, putu, kue cucur, hingga aneka makanan dan minuman tradisional lainnya yang mengundang nostalgia bagi para pengunjung.

“Selain menikmati sajian kuliner, masyarakat juga mengikuti kegiatan gowes bersama yang menempuh rute mengelilingi wilayah desa dan kawasan sekitar. Kegiatan ini menjadi simbol semangat kebersamaan, kesehatan, dan kepedulian terhadap lingkungan,” terangnya penuh semangat. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Nila Yani Apresiasi Launching Komunitas Gowes dan Pasar Ahad di Ecopark Desa Randuagung Selengkapnya

Ini Seruan Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution di Upacara Hari Lahir Pancasila

GRESIK,1minute.id – Upacara Hari Lahir Pancasila di halaman Mapolres Gresik berlangsung khidmat pada Senin, 1 Juni 2026. Inspektur upacara yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” yakni Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution. 

Upacara tersebut dihadiri Waka Polres Gresik Kompol Shabda Purusha, para Pejabat Utama (PJU), Kapolsek jajaran, serta personel Polres Gresik. Peserta upacara terdiri dari 10 peleton pasukan gabungan turut ambil bagian dalam upacara, terdiri dari Deputasi Perwira, staf Polres, Polsek jajaran, Satlantas, Satpolair, Satsamapta, Satreskrim dan Satresnarkoba, Satintelkam, Polwan hingga ASN Polres Gresik.

Dalam amanatnya, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia Prof Yudian Wahyudi dengan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Tema tersebut menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi perekat bangsa di dalam negeri, tetapi juga menjadi pedoman moral Indonesia dalam membangun perdamaian di tingkat global.

“Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati hari lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” ujar Kapolres saat membacakan amanat Kepala BPIP RI.

Dalam pidato tersebut, Kapolres menyoroti kiprah Indonesia di panggung internasional, mulai dari pengiriman pasukan perdamaian PBB hingga upaya mediasi konflik regional sebagai implementasi nyata sila kemanusiaan yang adil dan beradab. Tak hanya itu, pesan khusus juga ditujukan kepada generasi muda dan para pemangku kebijakan agar menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dalam praktik sehari-hari.

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah,” tegasnya. Perwira dua melati di pundak ini juga mengingatkan pentingnya kebijakan publik yang berorientasi pada keadilan sosial, menjamin hak masyarakat kecil, serta mencegah lahirnya ketimpangan sosial.

Seluruh elemen bangsa, termasuk jajaran kepolisian, diajak terus menjaga persatuan dengan melawan intoleransi dan radikalisme. Menutup amanatnya, AKBP Ramadhan Nasution menyampaikan seruan penuh semangat nasionalisme. 

“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita cintai. Selamat Hari Lahir Pancasila! Jayalah Indonesiaku! Merdeka!” serunya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Ini Seruan Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution di Upacara Hari Lahir Pancasila Selengkapnya

Begal dan Curanmor Keok, Korban Semringah, Polres Gresik Kembalikan Motor Korban 

GRESIK,1minute.id – Komitmen Polres Gresik dalam menjaga keamanan sekaligus memulihkan hak-hak masyarakat kembali dibuktikan lewat aksi nyata. Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, menyerahkan langsung sejumlah sepeda motor hasil curian kepada para pemiliknya setelah jajaran kepolisian melakukan penangkapan komplotan pelaku curanmor dan begal yang meresahkan warga.

​Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan bahwa pengembalian kendaraan ini dilakukan agar para korban bisa segera kembali beraktivitas normal tanpa terganggu urusan transportasi.

​“Motor ini kami kembalikan agar bisa kembali dipakai korban untuk aktivitas dan kebutuhan sehari-hari. Ini merupakan bentuk pelayanan serta komitmen Polres Gresik dalam memberikan kepastian hukum dan perlindungan kepada masyarakat,” tegas AKBP Ramadhan pada Ahad, 31 Mei 2026.

​Kendaraan yang dikembalikan tersebut merupakan barang bukti dari sejumlah kasus kriminalitas yang sempat menjadi sorotan publik di wilayah hukum Polres Gresik, di antaranya pencurian motor di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan/Kabupaten Gresik. 

Sepeda motor Suzuki Shogun nomor polisi (nopol) W 25xx MU milik Mukhamad Khamim dilaporkan raib saat diparkir di depan rumah pada Selasa siang, 26 Mei 2026. Motor yang terakhir dipakai oleh istri pelapor, Hanif, 43, digondol oleh dua orang pria menggunakan kunci palsu, sebagaimana terekam oleh CCTV warga sekitar.

Berikutnya, korban kasus begal menimpa Andy Sebastian Zaini. Driver ojek online (ojol) berusia 28 tahun asal Surabaya digasak penjahat di kawasan Dusun Hendrosalam, Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti. Kepala Andy dikepruk pelaku menggunakan sebatang besi. Pelaku membawa kabur motor Honda Scoopy hitam nopol L-68xx-CAF. Namun, kurang dari 24 jam, Unit Reskrim Polsek Menganti berhasil membekuk pelaku bernama Rohan, 33, di daerah Semampir, Surabaya.

Kasus lain terjadi di Jalan Akim Kayat, Karangturi, menimpa Muhammad Ilyas, 30 tahun. Akibat kunci motor yang tertinggal di kendaraan, pelaku bernama Heri Setiawan, 28, langsung memanfaatkan kesempatan untuk menggasak Honda Scoopy tersebut. Beruntung, berkat aksi pengejaran oleh korban yang dibantu warga dan kesigapan Polsek Gresik Kota, pelaku berhasil diringkus di sekitar lampu merah Nippon Paint.

​Penyerahan kendaraan atau pinjam pakai barang bukti ini disambut haru dan penuh rasa syukur oleh para korban. Mereka mengapresiasi respons kilat kepolisian yang tidak hanya menangkap pelaku, tetapi juga merawat barang bukti hingga kembali ke tangan yang berhak.

​“Terima kasih banyak Polres Gresik yang sudah dengan cepat menangkap pelakunya dan mengembalikan motor kami tanpa dipungut biaya. Pesan saya kepada masyarakat, untuk selalu hati-hati dan jaga kendaraan bermotor Anda, jangan sampai jadi korban,” ungkap Hanif di Mapolres Gresik pada Jumat lalu, 28 Mei 2026.

Kapolres AKBP Ramadhan Nasution kembali mengingatkan masyarakat Gresik untuk selalu waspada. Ia mengimbau warga agar menggunakan kunci ganda saat memarkir kendaraan dan memastikan tidak ada kunci kontak yang tertinggal pada motor.

Bagi masyarakat yang menghadapi situasi darurat atau ingin memberikan laporan cepat, silakan hubungi Call Center 110 (Bebas Pulsa – 24 Jam) atau melalui hotline WhatsApp pengaduan Polres Gresik di nomor 0811-8800-2006. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Begal dan Curanmor Keok, Korban Semringah, Polres Gresik Kembalikan Motor Korban  Selengkapnya

Satresnarkoba Polres Gresik Sita 209 Gram Sabu-sabu dari Jaringan Narkoba Madura-Gresik, Selamatkan 2500 Orang dari Narkoba 

GRESIK,1minute.id – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Gresik membongkar jaringan pengedar narkoba Madura-Gresik dengan mengamankan dua tersangka beserta barang bukti sabu seberat total bruto 209,38 gram. 

Bila harga sabu-sabu sekitar Rp 1,7 juta per gram barang bukti yang diamankan oleh sebesar Rp 355.810.000. Selain itu, sebanyak 2.500 orang yang bisa terselamatkan dari bahaya narkoba. 

Barang bukti terbesar kurun waktu 5 tahun terakhir di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Keberhasilan pengungkapan tangkapan kakap diungkapkan oleh Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution dalam konferensi pers di halaman Mapolres Gresik pada Jumat, 29 Mei 2026.

Kapolres Gresik menjelaskan, pengungkapan bermula dari informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas peredaran narkoba di kawasan perkotaan Gresik. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Opsnal Satresnarkoba segera melakukan penyelidikan intensif hingga berhasil mengidentifikasi pelaku.

“Petugas bergerak cepat dan berhasil mengamankan tersangka pertama berinisial FRW, 29 tahun pada Jumat dini hari, 22 Mei 2026 sekitar pukul 01.30 WIB di rumah kosnya di Jalan Brotonegoro No. 26, Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar,” ujar AKBP Ramadhan Nasution 

didampingi Kasat Narkoba AKP Ahmad Yani, Kasi Humas Iptu Hepi Muslih Riza, serta KBO Satresnarkoba Ipda Sidik Purnomo pada Jumat, 29 Mei 2026.

Dari tangan FRW, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa alat hisap, pipet kaca berisi sisa kristal putih diduga sabu seberat sekitar 2,91 gram, timbangan elektrik, serta perlengkapan lain yang diduga digunakan dalam aktivitas penyalahgunaan narkotika.

Berdasarkan hasil interogasi dan penyelidikan lanjutan, petugas bergerak menuju lokasi kedua dan berhasil menangkap tersangka berinisial MZ, 32, pada pukul 04.30 WIB di depan Alfamart Jalan Raya Dukun, Kecamatan Dukun.

“Saat diamankan, petugas menemukan empat klip sabu seberat kurang lebih 13,29 gram yang disembunyikan di dalam tas kantong kain warna merah,” imbuh perwira dua melati di pundak ini. Satresnarkoba Polres Gresik melakukan penggeledahan di rumah MZ di Desa Padang Bandung, Kecamatan Dukun. Hasilnya, polisi kembali menemukan 42 paket sabu siap edar dengan berat total sekitar 196,09 gram.

Dari seluruh rangkaian pengungkapan tersebut, polisi menyita total 46 plastik klip berisi sabu dengan berat bruto mencapai 209,38 gram. Selain narkotika, petugas juga mengamankan uang tunai Rp 400 ribu, dua unit telepon genggam merek Infinix dan Poco, timbangan elektrik, puluhan potongan sedotan plastik untuk pengemasan sabu, serta satu unit sepeda motor Suzuki Satria bernomor polisi W 66xx LQ.

Menurut pengakuan tersangka MZ, barang haram tersebut diperoleh dari seseorang di wilayah Madura yang kini masih dalam pengejaran aparat.

“Berdasarkan pengakuan tersangka, sabu tersebut berasal dari jaringan di Madura dan saat ini kami terus melakukan pengembangan untuk memburu pemasok maupun jaringan di atasnya,” tegas AKBP Ramadhan.

Atas perbuatannya, kedua tersangka yang diketahui bekerja di sektor swasta itu dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 114 ayat (1) dan ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto ketentuan penyesuaian pidana dan Pasal 609 ayat (1) serta ayat (2) KUHP baru.

Dengan jumlah barang bukti yang melebihi lima gram, para tersangka terancam hukuman berat berupa pidana penjara maksimal 20 tahun, penjara seumur hidup, hingga hukuman mati. Dalam kesempatan itu, Kapolres Gresik juga mengimbau masyarakat agar terus bersinergi dengan kepolisian dalam memerangi peredaran narkoba.

“Kami mengajak seluruh masyarakat aktif melakukan pencegahan penyalahgunaan narkotika. Apabila menemukan aktivitas mencurigakan, segera laporkan melalui Call Center 110 maupun Hotline Lapor Cak Rama,” imbau Kapolres. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Satresnarkoba Polres Gresik Sita 209 Gram Sabu-sabu dari Jaringan Narkoba Madura-Gresik, Selamatkan 2500 Orang dari Narkoba  Selengkapnya

Diduga Stres, Sapi Kurban di Manyar, Gresik Terpaksa Ditembak Bius

GRESIK,1minute.id – Jemaah masjid Al Ihsan di Jalan Kayu, Kompleks Perumahan Pongangan Indah (PPI) Desa Pongangan, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik heboh. Pasalnya, salah satu sapi kurban ngamuk. Tali pengikat lepas, sapi pun ucul

Sapi itu ngamuk ditengarai mengalami stres. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menembak bius sapi stres tersebut. 

Berdasarkan keterangan dari Dinas Pemadam kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gresik pada Selasa malam, 26 Mei 2026 alias malam Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi menerima pengadaan melalui callcenter AKAS 112 Gresik. Pelapor adalah Sining, warga Kompleks PPI meminta bantuan menangkap seekor sapi yang lepas dari pengikat talinya. 

“Tali pengikat sapi lepas sejak Selasa siang. Sampai malam hari warga kesulitan menangkapnya,” ujar Kepala Dinas Damkarmat Gresik Suyono pada Rabu, 27 Mei 2026. Sapi itu dibeli dari peternak asal Lamongan. Pemilik ternak juga sudah didatangkan tapi tetap tidak bisa menjinakkan sapi tersebut. 

Hingga badal Salat Isya, sapi berwarna coklat itu belum bisa dijinakkan oleh jemaah maupun warga setempat. Warga akhirnya angkat tangan. Pada Selasa malam, sekitar pukul 19.19 WIB sebanyak tujuh personel Damkar melakukan upaya penyelamatan. Namun, gagal. Sapi terus ngamuk. Melihat kondisi itu, petugas rescue Damkarmat Gresik melakukan koordinasi dengan BKSDA untuk membantu menembak bius sapi tersebut. Sekitar pukul 21.30 WIB, obat bius hewan datang dari Dinas Peternakan Lamongan datang personil dan pihak BKSDA standby dilokasi. 

Proses penembakkan bius sapi diawasi langsung oleh dr Rajendra dari Dinas Peternakan Lamongan. “Proses penembakkan obat bius sampai beberapa kali ke sapi yang lepas dan alhamdulillah akhirnya sapi pun lemas dan berhasil ditangkap personil dan warga,” terang Suyono. Proses rescue kelar pada Rabu dini hari, pukul 00.27 WIB. Pagi hari sapi kurban itu bangun dan bugar akhirnya disembelih. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Diduga Stres, Sapi Kurban di Manyar, Gresik Terpaksa Ditembak Bius Selengkapnya

Kapolres Gresik Pimpin Sertijab PJU dan Kapolsek jajaran Polres Gresik 

GRESIK,1minute.id – Gerbong mutasi, rotasi dan promosi di Polres Gresik kembali bergerak. Berdasarkan Surat Keputusan Kapolda Jawa Timur tertanggal 19 Mei 2026. Rotasi jabatan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Keputusan Kapolda Jawa Timur Nomor: KEP/220/V/2026 dan Surat Telegram Nomor: ST/579/V/KEP./2026 tertanggal 19 Mei 2026 tentang pengukuhan, pemberhentian dari, serta pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polda Jawa Timur.

Sebanyak 13 personel masuk dalam daftar mutasi yang terdiri dari tiga personel mutasi masuk, tiga mutasi keluar, enam mutasi internal, serta satu personel yang memperoleh pengukuhan jabatan.

Sejumlah posisi strategis mengalami pergantian. Jabatan Kapolsek Kebomas kini resmi diemban AKP Tatak Sutrisno yang sebelumnya menjabat Kasubbagkerma Bagops Polres Gresik. Ia menggantikan Kompol Gatot Setyo Budi yang kini dipercaya memimpin Polsek Driyorejo.

Sementara itu, jabatan Kapolsek Driyorejo sebelumnya ditinggalkan Kompol Musihram yang mendapat amanah baru sebagai Kabagren Polres Mojokerto Kota.

Penyegaran juga terjadi pada lini pembinaan masyarakat. AKP Alimuddin yang sebelumnya menjabat Kasatbinmas Polres Gresik mendapat promosi jabatan sebagai PS Kabaglog Polres Gresik. Posisi Kasatbinmas selanjutnya dipercayakan kepada Iptu Muhammad Nur Setyabudi yang sebelumnya menjabat KBO Satreskrim Polres Gresik.

Di wilayah kepulauan, jabatan Kapolsek Tambak kini diamanahkan kepada Iptu Ekwan Hudin yang sebelumnya menjabat PS Kapolsek Kedamean. Ia menggantikan Iptu Mustofah yang kini bertugas sebagai Bhayangkara Administrasi Penyelia Bidang Ren Polres Gresik.

Selain rotasi internal, Polres Gresik juga menerima sejumlah personel baru. Jabatan Kanitregident Satlantas Polres Gresik kini diemban Iptu Dovie Eudy Zhendy yang sebelumnya menjabat PS Kapolsek Lenteng Polres Sumenep. Ia menggantikan Iptu Anggit Ilham Pratama yang memperoleh promosi jabatan di Ditlantas Polda Jatim sebagai Kanit Sijemenopsrek Subditkamsel.

Polsek Kedamean turut memiliki nahkoda baru dengan hadirnya AKP Sulistio Bimantoro, perwira pindahan dari Polda Kepulauan Riau. Di sisi lain, Iptu Luthfi Hadi Nugroho yang sebelumnya menjabat Kanit 4 Satreskrim Polres Gresik dilepas untuk melaksanakan tugas belajar Program Pendidikan S-2 STIK Reguler Angkatan ke-16 Tahun 2026.

Upacara sertijab juga menjadi momentum pengukuhan jabatan Iptu Eriq Panca Nur Patria yang kini definitif menjabat sebagai Kasipropam Polres Gresik. Prosesi ditandai dengan pengambilan sumpah jabatan dan penandatanganan pakta integritas di hadapan Kapolres Gresik beserta jajaran PJU.

Dalam sambutannya saat acara kenal pamit, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menyampaikan apresiasi kepada para pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian selama bertugas. “Atas nama pimpinan dan keluarga besar Polres Gresik, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pejabat lama atas dedikasinya selama menjabat, sehingga situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Gresik tetap kondusif,” ujarnya.

Kapolres juga menyampaikan penghargaan kepada para Bhayangkari yang selama ini mendampingi dan memberikan dukungan kepada suami dalam menjalankan tugas kepolisian.

Kepada para pejabat baru, Kapolres berpesan agar segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas yang baru, memahami karakteristik masyarakat, serta melanjutkan berbagai hal positif yang telah dirintis pejabat sebelumnya.

“Laksanakan tugas dengan penuh kearifan, bijaksana, penuh inisiatif, kreatif, inovatif serta berdedikasi. Saya yakin dengan pengalaman penugasan, kepemimpinan dan dedikasi yang dimiliki, saudara akan mampu dan sukses menjalankan jabatan yang baru,” tegasnya.

AKBP Ramadhan Nasution menegaskan, mutasi jabatan merupakan dinamika organisasi yang dijalankan secara konsisten di tubuh Polri sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan, penyegaran organisasi, peningkatan kinerja, inovasi pelayanan, serta pemerataan pengalaman tugas bagi personel. Melalui penyegaran ini, Polres Gresik diharapkan semakin solid dan adaptif dalam menghadirkan pelayanan, perlindungan, serta pengayoman terbaik bagi masyarakat. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Kapolres Gresik Pimpin Sertijab PJU dan Kapolsek jajaran Polres Gresik  Selengkapnya

Bupati Gresik : Rokok Ilegal Rampas Hak Pendidikan dan Layanan Kesehatan Masyarakat

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa peredaran rokok ilegal tidak hanya melanggar hukum. Namun juga berdampak langsung terhadap berkurangnya anggaran untuk pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Rokok ilegal ini menjadi musuh bersama kita. Dampaknya bukan hanya kepada negara, tetapi juga merampas hak-hak masyarakat, termasuk anggaran beasiswa bagi adik-adik kita,” tegas Fandi Akhmad Yani saat membuka Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan di Bidang Cukai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Hotel Horison Gresik pada Selasa, 26 Mei 2026.

Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber di antaranya, Kepala Unit Intel Kejaksaan Negeri Gresik R.A. Nur Rizky, Kepala Seksi penyuluhan dan informasi Bea Cukai Gresik Eko Rudi Hartono, Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea dan Cukai Gresik Riyanto Hadi Saputro, serta Kepala Unit Tindak Pidana Tertentu Polres Gresik Iptu Komang Andhika Haditya Prabu.

Berkolaborasi dengan kantor Bea Cukai dan Dinas Satpol PP Kabupaten Gresik, sosialisasi kali ini menggandeng Kelompok Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) dan Purna Paskibraka. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari edukasi kepada generasi muda terkait bahaya peredaran rokok ilegal.

Ia melanjutkan maraknya peredaran rokok tanpa pita cukai, penggunaan pita cukai palsu, hingga pemanfaatan pita cukai bekas yang kini kian berani dilakukan secara terang-terangan.

Menurutnya, tingginya peredaran rokok ilegal akan berdampak pada berkurangnya penerimaan negara dan daerah. Padahal, penerimaan tersebut digunakan untuk membiayai kebutuhan publik.

Ia menjelaskan bahwa Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program pelayanan publik. Dana tersebut dimanfaatkan untuk mendukung sektor pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan sosial.

Kepala Satpol PP Gresik Agustin Halomoan Sinaga menjelaskan bahwa sepanjang  2025, pihaknya bersama Bea Cukai Gresik telah memusnahkan 9,8 juta batang rokok ilegal. Total kerugian negara akibat temuan tersebut sebesar Rp 9,6 miliar. 

Pada 2026, total keseluruhan temuan pada periode April hingga Mei 2026, berjumlah hampir enam juta batang rokok ilegal. “Seluruh barang bukti tersebut saat ini diamankan oleh pihak Bea Cukai Gresik dengan pendampingan penuh dari Satpol PP,” ungkapnya. 

Lebih lanjut, Ia menambahkan, alokasi DBHCHT untuk penegakan hukum dibatasi maksimal 10 persen. Sebagian besar anggaran justru digunakan untuk kepentingan masyarakat, terutama sektor kesehatan dan bantuan sosial. “Dana DBHCHT banyak dimanfaatkan untuk pembiayaan program JKN, pengadaan alat kesehatan, bantuan sosial, hingga pelatihan kerja melalui Disnaker. Karena itu, pemberantasan rokok ilegal menjadi tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik : Rokok Ilegal Rampas Hak Pendidikan dan Layanan Kesehatan Masyarakat Selengkapnya

Presiden Prabowo Kurban Sapi 1,14 Ton di Gresik, Polres Gresik Salurkan Bantuan 15 Ekor Sapi, 76 Ekor Kambing

GRESIK,1minute.id –  Seekor sapi milik Presiden Prabowo Subianto bakal disembelih di Masjid Nusantara di Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) Gresik. Sapi milik peternakan bernama Teguh Budi Slamet, warga Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik itu memiliki berat 1 ton,14 kilogram. 

Menurut Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindhito Putro, sapi kurban milik Presiden Prabowo masuk lima besar terberat di Indonesia. “Permintaan dari sekretariat Presiden, minimal berat sapi 800 kilogram, tapi sapi milik peternakan Wringinanom ini memiliki berat 1 ton, 140 kilogram. Kabar terberat nomor 3 di Indonesia,” kata Eko Anindhito Putro usai membuka Festival Qurban, Grissee 1K di kawasan Heritage, Bandar Grissee di Jalan Basuki Rahmat, Gresik pada Selasa, 26 Mei 2026.

Ditempat terpisah, Polres Gresik pada Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi menyalurkan sebanyak 15 ekor sapi dan 76 ekor kambing. Puluhan hewan kurban untuk didistribusikan kepada pondok pesantren, masjid, musala, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat hingga insan pers di Kabupaten Gresik. 

Kegiatan ini menjadi wujud kebersamaan dan upaya mempererat sinergi antara Polri dengan masyarakat. Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menyampaikan Polres Gresik menyalurkan hewan kurban kepada sejumlah lembaga, pondok pesantren, masjid, musholla, instansi, hingga kelompok masyarakat.

“Melalui momentum Idul Adha ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan manfaat kepada masyarakat. Kurban bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong, solidaritas, dan kebersamaan antara Polri dengan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Momentum Idul Adha ini tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, namun juga sarana memperkuat nilai gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas antara Polri dengan masyarakat. Melalui penyaluran hewan kurban, Polres Gresik berharap keberkahan Idul Adha dapat dirasakan lebih luas serta semakin mempererat sinergitas dalam menjaga keamanan dan keharmonisan sosial di Kabupaten Gresik.

“Kami berharap keberkahan Idul Adha ini bisa dirasakan bersama dan semakin mempererat sinergitas dalam menjaga keamanan serta keharmonisan sosial di Kabupaten Gresik,” tambahnya.

Sementara, Ketua MUI Kabupaten Gresik, KH Ainur Rofiq Thoyyib, menyampaikan apresiasi dan doa atas penyaluran hewan kurban yang dilakukan Polres Gresik. Ia mengungkapkan rasa syukur serta berharap ibadah kurban tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian sosial yang membawa keberkahan.

“Alhamdulillah, semoga hewan kurban ini sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan menjadi wasilah bagi Kapolres Gresik untuk mendapatkan tambahan keberkahan serta kemudahan dalam mengemban amanah. Kami juga berharap Kabupaten Gresik semakin kondusif, aman, dan masyarakatnya senantiasa hidup rukun,” ujar KH Ainur Rofiq Thoyyib. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Presiden Prabowo Kurban Sapi 1,14 Ton di Gresik, Polres Gresik Salurkan Bantuan 15 Ekor Sapi, 76 Ekor Kambing Selengkapnya

Bupati Gresik Ajak Penyedia Jasa Jaga Integritas Pengadaan Barang dan Jasa

GRESIK1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mengajak seluruh penyedia jasa dan pelaku pengadaan barang dan jasa untuk bersama-sama menjaga integritas serta membangun tata kelola pengadaan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi maupun gratifikasi.

Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi Sektor Pengadaan Barang dan Jasa yang digelar di Hotel Saptanawa Gresik pada Selasa, 26 Mei 2026. 

Kegiatan yang dihadiri jajaran perangkat daerah, Inspektorat, asosiasi penyedia jasa konstruksi, serta mitra pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik. Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman yang juga memberikan materi terkait tata kelola pengadaan barang dan jasa.

Di hadapan para pelaku pengadaan, Bupati Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa upaya menciptakan pemerintahan yang baik atau good governance membutuhkan dukungan dan komitmen bersama dari seluruh pihak, termasuk penyedia jasa.

“Pemerintahan yang transparan dan benar-benar bersih itu tidak mudah diwujudkan. Karena itu perlu kerja sama semua pihak, baik pemerintah, asosiasi, maupun penyedia jasa untuk menjaga Gresik bersama-sama dari praktik-praktik korupsi,” ujar Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Ia mengingatkan agar praktik pengadaan yang tidak sehat tidak lagi dilakukan, termasuk pola pengadaan yang dinilai tidak wajar maupun penyedia jasa yang menangani berbagai jenis pekerjaan tanpa kompetensi yang jelas. “Kalau ada praktik-praktik yang merugikan pemerintahan, merugikan asosiasi, dan merugikan dunia usaha, hentikan. Jangan sampai sistem pengadaan ini rusak karena kepentingan sesaat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap prosedur pengadaan, termasuk transaksi melalui e-katalog. Menurutnya, pemerintah daerah kini melakukan pengawasan lebih ketat terhadap berbagai aktivitas pengadaan yang dinilai tidak wajar dalam sistem digital. “Kami monitor semuanya. Pengadaan barang dan jasa harus dijalankan dengan niat yang benar dan sesuai aturan. Kalau ada indikasi yang tidak benar, tentu akan kami tindaklanjuti,” kata Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fandi Akhmad Yani turut menjelaskan bahwa kondisi defisit anggaran daerah yang sempat terjadi merupakan bagian dari strategi pengelolaan fiskal pemerintah daerah, bukan akibat kesalahan tata kelola.

Ia memastikan seluruh kebijakan anggaran tetap dijalankan secara terukur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Defisit bukan berarti pemerintah tidak aman. Semua sudah dirancang dan diperhitungkan sesuai kebutuhan daerah. Yang penting tata kelolanya benar dan tidak ada intervensi dalam pengadaan barang dan jasa,” ujarnya.

Sementara itu, Inspektur Kabupaten Gresik Achmad Hadi menjelaskan bahwa pengawasan terhadap sektor pengadaan barang dan jasa saat ini semakin ketat. Regulasi yang terus berkembang menuntut seluruh pelaku pengadaan untuk mampu menyesuaikan diri agar tidak terjebak dalam potensi penyimpangan.

Menurutnya, pengawasan kini dilakukan mulai tahap perencanaan, penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS), pelaksanaan pekerjaan, hingga serah terima pekerjaan. “Pengawasan terhadap pengadaan barang dan jasa sekarang semakin detail. Karena itu seluruh proses harus dijalankan sesuai aturan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” jelas Achmad Hadi.

Inspektorat Kabupaten Gresik, lanjutnya, juga memanfaatkan sistem e-audit yang terintegrasi dengan e-katalog untuk memantau berbagai anomali transaksi pengadaan secara digital. Beberapa indikator yang menjadi perhatian antara lain transaksi dalam waktu tidak wajar, transaksi yang berlangsung terlalu cepat, hingga penyedia jasa yang menangani berbagai jenis pekerjaan di luar spesialisasinya.

“Semua anomali itu termonitor dalam sistem. Memang belum tentu pelanggaran, tetapi perlu diklarifikasi agar tidak menimbulkan kecurigaan dan persoalan hukum di kemudian hari,” ujar mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik ini. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Ajak Penyedia Jasa Jaga Integritas Pengadaan Barang dan Jasa Selengkapnya