Gus Yani Musnahkan 10 Juta Batang Rokok & 350 Liter Mihol Ilegal, Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp 9,63 Miliar 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 9,86 juta batang rokok dan 349,2 liter Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dimusnahkan di kantor Bupati Gresik pada Selasa, 9 Desember 2025. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang memimpin langsung pemusnahan barang ilegal yang berpotensi mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 9,63 miliar itu.

Gerakan nyata memberantas peredaran rokok ilegal melalui Sosialisasi Edukasi Penanganan Barang Kena Cukai (BKC) Ilegal Tahun 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan pemusnahan barang bukti berupa 9.863.502 batang rokok ilegal dan 349,2 liter Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) ilegal merupakan hasil operasi kolaboratif Sat Pol PP Gresik, Bea Cukai Gresik, serta berbagai unsur penegak hukum. Lewat kegiatan ini, total potensi kerugian negara yang berhasil diamankan mencapai Rp 9.630.179.900.

Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa kegiatan pemusnahan ini tidak hanya menjadi tindakan penegakan aturan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga iklim usaha yang adil bagi pelaku usaha yang taat ketentuan. Ia menegaskan bahwa peredaran rokok ilegal merusak struktur penerimaan negara dan menghambat manfaat Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang seharusnya kembali kepada masyarakat.

“Ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwasanya yang kita musnahkan hari ini merugikan kita semua. Maka kami dukung terus penegakan hukum ini, mudah mudahan Gresik menjadi bebas dari rokok dan minuman beralkohol ilegal,” ujar Gus Yani. 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Gresik Agustin Halomoan Sinaga, menekankan bahwa kegiatan sosialisasi edukasi ini bertujuan membangun pemahaman masyarakat agar semakin banyak warga yang mengetahui ketentuan cukai dan mampu mengidentifikasi rokok ilegal. Ia menyebut bahwa penyatuan pandangan publik mengenai bahaya rokok ilegal adalah langkah penting agar masyarakat bukan hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian dari pengawasan.

“Kami ingin masyarakat ikut membantu menyebarluaskan aturan, karena semakin banyak yang paham, semakin sempit ruang peredaran rokok tanpa cukai,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sat Pol PP Jawa Timur Andik Fadjar Tjahjono menegaskan bahwa implementasi pengawasan barang kena cukai ilegal membutuhkan kerja lintas daerah. Menurutnya, kolaborasi Sat Pol PP di berbagai kabupaten/kota akan memperkuat efektivitas penindakan serta mengurangi potensi celah distribusi barang ilegal antarwilayah.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur Untung Basuki, menyampaikan bahwa pembatasan konsumsi dan peredaran rokok ilegal bukan sekadar urusan fiskal, tetapi juga terkait dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan sosial. Karena itu, instrumen cukai harus dipastikan berjalan sebagaimana mestinya. “Setiap batang rokok ilegal bukan hanya merusak pasar, tetapi juga memotong hak masyarakat atas penerimaan negara,” tegasnya. (yad)

Gus Yani Musnahkan 10 Juta Batang Rokok & 350 Liter Mihol Ilegal, Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp 9,63 Miliar  Selengkapnya

Gus Yani Bersama Ratusan Anak Meriahkan Peringatan Hari Disabilitas Internasional 

GRESIK,1minute.id – Ratusan anak disabilitas riang. Mereka bahagia mengikuti kegiatan Serasi : Semarak Warna-Warni Gresik Inklusi. Kegiatan untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional 2025 dihelat di halaman Kantor Bupati Gresik pada Selasa, 9 Desember 2025.

Kegiatan kolaborasi antara Sekolah Luar Biasa (SLB) dan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pemkab Gresik menegaskan pesan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berkembang, dan seluruh pihak berkewajiban menciptakan lingkungan yang ramah bagi anak-anak berkebutuhan khusus. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani hadir bersama Ketua Tim Penggerak PKK Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani, untuk membuka rangkaian acara.

Acara diisi dengan penandatanganan Manifesto Gresik Kabupaten Inklusi serta Parade Serasi yang melibatkan 350 anak istimewa dari 11 SLB dan unit layanan ABK di Kabupaten Gresik. Tampilan mereka menjadi pusat perhatian dan menghadirkan suasana hangat, di tengah antusiasme orang tua, dan guru yang hadir.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa Pemkab Gresik terus mengevaluasi dan memperkuat layanan agar Gresik semakin inklusif. Ia menyampaikan bahwa kesetaraan perhatian dan pelayanan terhadap penyandang disabilitas adalah komitmen bersama yang harus dijaga oleh seluruh OPD.

“Kami ingin memastikan bahwa semua anak berkebutuhan khusus mendapat kesempatan belajar, berkembang, dan hidup di tengah masyarakat tanpa hambatan,” harap Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani. 

Sejumlah langkah konkret yang telah dijalankan. Saat ini, Pemkab Gresik memiliki layanan penjemputan khusus bagi anak berkebutuhan khusus, yang telah berjalan selama setahun dan melayani 100 siswa untuk mengikuti pendidikan maupun terapi di fasilitas layanan kabupaten. Pemkab Gresik juga menjalankan program pemagangan gratis bagi 136 guru, agar kemampuan mengajar anak berkebutuhan khusus terus meningkat. Upaya ini dirancang untuk memastikan tidak ada anak istimewa yang tertinggal dari akses pendidikan.

Upaya inklusivitas ini juga di dukung oleh berbagai dinas di lingkungan Pemkab Gresik. Di sektor ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja terus membuka peluang kerja di perusahaan-perusahaan di Gresik bagi penyandang disabilitas. Dinas Sosial berperan dalam pemberian alat bantu dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi penyandang disabilitas. 

Dinas KBPPA menjalankan program perlindungan anak dan perempuan, termasuk penyandang disabilitas, agar terbebas dari kekerasan dan diskriminasi. Sementara itu, Dispendik turut memberikan edukasi kepada orang tua agar semakin memahami karakter anak-anak berkebutuhan khusus dan mampu mendampingi proses tumbuh kembang mereka.

Dalam kesempatan yang sama, secara khusus Bupati Yani menyampaikan terima kasih kepada para guru ABK yang selama ini menjadi ujung tombak pendidikan inklusif. Menurutnya, keberhasilan pembangunan sosial tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada kesungguhan para pendidik dan dukungan masyarakat. (yad)

Gus Yani Bersama Ratusan Anak Meriahkan Peringatan Hari Disabilitas Internasional  Selengkapnya

Juli 2026 Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Gresik Menempati Gedung Baru, Ada Fasilitas Mini Soccer 

GRESIK,1minute.id – Pembangunan gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Gresik di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik dimulai pada Selasa, 9 Desember 2025. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2026/2027 gedung SRT anyar yang modern itu bakal menempati gedung baru itu. Pembangunan gedung SRT diestimasikan kelar pada Juli 2026. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan seluruh pihak. Baik jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, unsur Forkopimda, pihak kontraktor hingga peran penting dari masyarakat. Pembangunan gedung permanen SRT ini menegaskan kesiapan Kabupaten Gresik sebagai salah satu daerah di Jawa Timur yang mendukung penuh program prioritas nasional tersebut.

Menurut Sekda Washil, program ini bukan hanya sebuah pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan kualitas sumber daya manusia yang nantinya akan menjadi pondasi kemajuan bangsa. Sekolah Rakyat hadir sebagai upaya negara menyediakan ruang belajar yang inklusif, terjangkau dan berkualitas bagi anak-anak kita terutama mereka yang membutuhkan dukungan lebih besar.

“Pemkab Gresik berkomitmen mendukung penuh dan menyukseskan program ini. Mulai dari penyediaan lahan, fasilitasi perizinan hingga pendampingan dalam pelaksanaan pembangunan,” tegas Washil saat menghadiri doa bersama dan peletakan batu pertama pembangunan gedung SRT pada Selasa, 9 Desember 2025.

 Achmad Washil optimis pembangunan gedung Sekolah Rakyat dapat selesai tepat waktu, tepat mutu, dan sesuai jadwal. “Mudah-mudahan bulan Juli sekolah ini sudah terbangun dan dapat dipakai oleh anak-anak kita di Kabupaten Gresik. Semoga apa yang kita mulai hari ini menjadi amal jariyah, membawa keberkahan bagi daerah kita serta menjadi langkah besar menuju Gresik yang lebih cerdas dan lebih maju,” katanya. 

Washil mengungkapkan, Sekolah Rakyat merupakan program strategis nasional dalam meningkatkan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat serta mewujudkan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto.

Di tempat sama, mewakili Satuan Kerja (Satker) Kementerian Pekerjaan Umum selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk proyek-proyek di bawah Penyediaan Perumahan Swadaya 2 (PPS2) Jatim M. Akbar Ansyari berharap pembangunan Sekolah Rakyat membawa dampak, membuka partisipasi dan kesempatan bagi warga sekitar. Terutama ekonomi, baik dari sisi UMKM maupun kesempatan kerja sesuai kebutuhan.

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi serta menciptakan lapangan kerja baru. Terutama bagi warga yang dilalui oleh pembangunan ini,” harapnya.

Ia mengatakan, di atas lahan seluas 6,2 hektare, pembangunan Sekolah Rakyat ini nantinya menampung masing-masing tiga Rombongan Belajar (Rombel) dari SD, SMP, SMA dan dilengkapi dengan fasilitas pendukung lainnya sebagai penunjang mutu pendidikan.

“Di Jawa Timur ada lima kabupaten/kota yang siap membangun permanen Sekolah Rakyat. Di antaranya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sampang, Kabupaten Tuban, Kabupaten Jombang dan Kota Surabaya,” pungkasnya.

Seperti diberitakangedung SRT Gresik diperuntukkan untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Setiap jenjang pendidikan terdapat tiga rombongan belajar atau rombel. Setiap rombel akan diisi 25 peserta didik. Jadi totalnya 225 siswa (SD, SMP dan SMA). Bila ditambah siswa kelas X Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 30 Gresik yang saat ini menempati eks gedung UPT SMP Negeri 30 Gresik di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu total menjadi 300 siswa. 

Di gedung SR di bangun sebanyak 36 ruang kelas, asrama siswa putra, putri dan guru, laboratorium, masjid, kantin. Gedung SR akan dilengkapi fasilitas lapangan basket, mini soccer hingga ruang terbuka hijau (RTH). Semua fasilitas itu dibangun di atas lahan seluas lebih dari 5 hektar dengan total luas bangunan mencapai 62.577 meter persegi. (yad)

Juli 2026 Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Gresik Menempati Gedung Baru, Ada Fasilitas Mini Soccer  Selengkapnya

Juragan Besi Tua Surabaya Didakwa Mencuri Pipa Gas PT Pertamina Gas Senilai Rp 291,5 Juta 

GRESIK,1minute.id – Profesi Sunari Syaiful adalah juragan besi tua. Profesi itulah yang ditengarai menyeretnya ke meja hijau di Pengadilan Negeri (PN) Gresik. Terdakwa Sunari ditengarai melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) pipa gas milik PT Pertamina Gas (Pertagas).

Sebanyak enam pipa gas yang digasak. Pipa yang bernilai ratusan juta milik PT Pertagas itu diangkut menggunakan truk trailer. Untuk mengangkat pipa itu terdakwa menyewa forklift. Dua alat berat itu, telah disita dan menjadi barang bukti dalam proses sidang. 

Pada Senin, 8 Desember 2025, sidang pencurian pipa milik perusahaan pelat merah itu digelar di Pengadilan Negeri (PN) Gresik. Agenda sidang yakni pembuktian oleh Jaksa Penuntun Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik Immamal Muttaqin. Sedikitnya ada empat orang saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut. 

Mereka adalah Iwan, selaku Penjabat Sementara (Pjs) Manajer Material PT. Pertamina Gas. Kemudian, Matius Petrus selaku legal PT Freeport Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Lalu Hidayatullah, penjaga gudang dan Deni Ikhwanudin, karyawan PT. Pertamina Gas.

Menurut keterangan saksi Iwan, selaku Pjs Manajer Material di PT Pertagas kehilangan 6 pipa gas. Pipa tersebut hilang ketika saksi datang ke lokasi penyimpanan pipa di Jalan Raya Watangrejo, Desa Ambeng-Ambeng Watangrejo, Kecamatan Duduksampeyan,  Kabupaten Gresik. “Hilangnya pipa, kemudian Saya melaporkan ke Polres Gresik,” ujarnya di depan Majelis Hakim yang diketuai Donald Everly Malubaya.

Ditambahkan saksi Iwan, PT Pertagas memiliki rekanan yakni PT ACM yang bergerak di bidang kontraktor. Pipa gas yang hilang dari proyek pemasangan saluran pipa gas Gresik – Semarang,” ungkapnya.

Pada surat dakwaan disebutkan bahwa terdakwa Sunari Syaiful bersama dengan terdakwa Djawahir Affandi diduga telah melakukan pencurian pipa gas besi milik PT. Pertagas. Diterangkan pada dakwaan, perbuatan Sunari dilakukan pada 22 November 2023 dengan terdakwa Djawahir Affandi berkas terpisah. Akibat perbuatannya PT Pertamina Gas mengalami kerugian sebesar Rp 291,5 juta atau Rp 291.563.394. Atas tindak pidana yang dilakukan, terdakwa Sunari Syaiful didakwa oleh Jaksa Immamal Muttaqin dengan Pasal 363 Ayat (1) ke-4 KUHP Jo Pasal 56 ke-1 KUHP tentang pencurian. 

“Terdakwa Sunari bersama dengan 3 orang pekerja berangkat dari Surabaya dengan menggunakan 2 mobil menuju lokasi Workshop atau Stockyard di Jl. Raya Watangrejo, Desa Ambeng-Ambeng Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik sekitar pukul 08.30 WIB. Sedangkan, terdakwa Djawahir Affandi langsung menuju ke lokasi. Kemudian terdakwa menawarkan bantuan untuk menyewa forklift dan truk trailer warna hijau dan berhasil mengangkut enam pipa besi lalu keluar dari lokasi dan dibawa di lokasi kosong di Jaya Mix Asemrowo Surabaya,” urainya. (yad)

Juragan Besi Tua Surabaya Didakwa Mencuri Pipa Gas PT Pertamina Gas Senilai Rp 291,5 Juta  Selengkapnya

Sanggar Lentera Gelar Pameran “Runcang Runcung”, Riyanto Pamerkan Karya Indonesiaku dan Bandar Grissee 

GRESIK,1minute.id – Sanggar Lentera menggelar pameran lukisan di Galeri Sawunggaling Taman Budaya Jawa Timur. Pameran yang mengusung tema “Runcang Runcung” ini diikuti tujuh pelukis digelar mulai 2-7 Desember 2025. Semuanya perupa Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik.

Tujuh pelukis itu, yakni, Kris Adji A.W ; M. Syarifuddin ; Achmad Feri ; Achmad Syafi’i ; Erfi Sulistiyanto ; Achmad Huseaini dan Muhammad Riyanto. Mereka memiliki aliran masing-masing. Kris Adji misalnya, dengan lukisan realisme,  Achmad Feri, misalnya, pelukis abstrak. Kemudian, Muhammad Riyanto dikenal sebagai pelukis kaligrafi dan juga aliran surialisme. 

Pameran dalam rangkaian HUT ke-45 Sanggar Lentera (1980-2025) yang home base-nya diinisiasi oleh Kris Adji A.W, seniman Gresik ini menjadi khazanah baru bagi pencinta karya lukis di Indonesia wabil khusus bagi arek-arek Suroboyo. 

Lukisan berjudul “Indonesiaku” karya Riyanto, misalnya. Dalam lukisan tiga dimensi itu, terdapat nama-nama daerah, kota, kuliner, tari, budaya dan adat Khas Indonesia. Tulisan sangat kecil dengan background batik kombinasi corak Indonesia. Background batik corak Indonesia dengan frame corak tikar berwarna keemasan menjadi karya Riyanto ini menarik perhatian penggemar lukisan di Kota Pahlawan Surabaya itu.

“Lukisan Indonesiaku, yang berisi semua daerah, kota, makanan, tarian, budaya rumah adat khas Indonesia karya terbaru saya,” ujar Riyanto melalui pesan WhatsApp pada Jumat, 5 Desember 2025. Lukisan “Indonesiaku” ini berbeda dengan karya-karya pelukis lainnya. Lazimnya, pengunjung pameran dilarang untuk memegang karya pelukis. 

Pelukis alumnus Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin Al-slamiyah asuhan KH. Muhammad Bashori Mansyur, Tambak Osowilangun, Surabaya ini memperbolehkan para penikmat untuk memegang bahkan memutar 360 derajat. ” Pemeran ini, Kulo bawa 5 karya. Ada 3 kaligrafi tasawuf dan 2 surealis gerak menggunakan AI,” tegasnya.

Riyanto yang tinggal di Gresik ini, juga menyoroti perkembangan di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Gresik yang dikenal sebagai salah satu kota pelabuhan tertua di Indonesia tidak luput dari goresan tangannya. Ia melukis karya instalasi dengan menggunakan jaring alias jala ikan. “Ini simbol Gresik sebagai kota dengan Pelabuhan yang terkenal dimasanya, Bandar Grissee,” terang pelukis pernah belajar kaligrafi di KH.M Faiz Abdur Razaq, Khattat International dari Bangil itu. (yad)

Sanggar Lentera Gelar Pameran “Runcang Runcung”, Riyanto Pamerkan Karya Indonesiaku dan Bandar Grissee  Selengkapnya

Antologi Cerpen Karya Siswa SMP “Jejak Kata Remaja” Diluncurkan, Dokter Alif : Bagai Api Kecil Nyalakan Semangat Menulis Gen Z 

GRESIK,1minute.id – Buku antologi cerita pendek (Cerpen) berjudul “Jejak Kata Remaja” telah terbit. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik yang meluncurkan 

buku karya sejumlah anak SMP/MTs di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik pada Kamis, 4 Desember 2025.

Istimewanya lagi, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif yang melaunching buku antologi tersebut. “Hari ini bukan sekadar launching buku, hari ini adalah penanda lahirnya generasi baru. Generasi yang tidak hanya membaca dunia tetapi juga menuliskan dunia,” kata dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik pada Kamis, 4 Desember 2025.

Wabup Alif mengatakan, berbicara tentang membaca dan menulis kita sebenarnya sedang membicarakan pondasi masa depan dan bangsa. Literasi bukan sekadar kegiatan belajar, tetapi sebuah kekuatan strategis yang menentukan posisi kalian dan posisi Indonesia dua puluh tahun mendatang.

“Buku ini bukan sekadar kumpulan cerita pendek, melainkan sebuah cermin keberanian, ketulusan, dan daya juang anak-anak generasi muda di Kabupaten Gresik dalam merangkai mimpi dan harapan,” ujar suami dr Shinta Puspitasari ini.

Di era gadget saat ini, ia melanjutkan, anak-anak harus pandai-pandai mencari referensi yang bagus, karena literasi sangat penting sekali. Wabup berharap kepada anak-anak untuk tidak hanya berhenti di sini. Menurutnya karya ini akan dibaca dan sebagai role model yang lain.

“Buku ini menjadi api kecil yang menyalakan semangat menulis di hati generasi muda lainnya. Karena membaca membuat kita mengenal dunia, menulis membuat dunia mengenal kita,” imbuhnya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menguatkan semangat literasi, memperluas ruang ekspresi pelajar, dan menumbuhkan budaya menulis di lingkungan pendidikan. Jika hari ini kalian mampu menulis cerita, maka suatu hari kalian juga akan mampu menulis kebijakan, menulis inovasi, menulis sejarah, bahkan menulis arah baru Indonesia. Ia pun mengutip kata bijak, ingatlah masa depan bangsa ini tidak ditentukan oleh siapa yang paling kuat, tetapi oleh siapa yang paling mau belajar, mau membaca, mau berpikir, dan mau menulis, dan kalian telah memulainya hari ini.

“Saya mengapresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta kepada saudara Bambang Prakoso, yang telah membukakan pintu masa depan bagi anak-anak kita,” imbuhnya.

Di tempat sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik Budi Rahardjo mengungkapkan, anak-anak telah mengikuti program menulis dan alhamdulillah dari tulisannya ini dibentuk Antologi Cerpen kemudian dijadikan buku.

“Kami terus mendorong pembangunan kemampuan literasi anak-anak untuk melakukan pemikiran yang kreatif dan produktif untuk dituangkan menjadi tulisan yang baik sebagai motivasi bagi anak-anak yang lain,” harapnya.

Ketua Gerakan Pembudayaan Gemar Membaca (GPMB) Jawa Timur Bambang Prakoso menambahkan, anak-anak di Kabupaten Gresik mempunyai potensi yang luar biasa. Menurut Dosen Ilmu Perpustakaan sekaligus Kepala UPT Perpustakaan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya tersebut, anak-anak dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur luar biasa dalam mengimajinasikan sesuatu ke dalam tulisan.

“Dari data provinsi se-Indonesia, alhamdulillah Jawa Timur mempunyai animo yang tinggi. Semoga Gresik melahirkan penulis-penulis yang top seperti pendahulu-pendahulunya. Saya mengapresiasi perhatian khusus Dinas Perpustakaan Gresik dalam memotivasi untuk membangkitkan generasi dalam literasi.” (yad)

Antologi Cerpen Karya Siswa SMP “Jejak Kata Remaja” Diluncurkan, Dokter Alif : Bagai Api Kecil Nyalakan Semangat Menulis Gen Z  Selengkapnya

Kakek 63 Tahun asal Sidoarjo Diduga Pengedar SS Dibekuk Satresnarkoba Polres Gresik 

GRESIK,1minute.id – Perjalanan hidup lelaki berusia 63 tahun terancam tragis. Sebab, kakek asal Krian, Sidoarjo ini terancam hukuman 10 tahun kurungan. Pasalnya, ia tertangkap basah membawa sabu-sabu. Lelaki berinisial M itu ditangkap Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Gresik. 

Dari tangan kakek 63 tahun itu, anak buah  AKP Ahmad Yani, Kasatresnarkoba Polres Gresik mengamankan kristal bening diduga SS dengan berat kotor kurang lebih 1,182 gram. “Petugas menemukan gerak-gerik mencurigakan dari tersangka. Saat digeledah, yang bersangkutan kedapatan membawa satu klip sabu dengan berat bruto sekitar 0,41 gram,” ujar Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui AKP Ahmad Yani pada Kamis, 4 Desember 2025.

Ia menjelaskan bahwa tersangka diamankan pada Minggu, 23 November 2025 sekitar pukul 20.00 WIB di pinggir jalan Raya Desa Semambung, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Malam itu, terduga disinyalir sedang transaksi jual beli barang haram tersebut. 

Dalam diinterogasi, tersangka mengakui masih menyimpan sabu lainnya di rumahnya di Dusun Badas, Desa Barengkrajan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo. Petugas kemudian melakukan penggeledahan lanjutan. Polisi kemudian melakukan penggeledahan rumah tersangka dan mengamankan barang bukti alias barbuk, antara lain, sembilan plastik klip berisi kristal putih diduga sabu yang siap edar alias paket hemat (pahe) dengan berat kotor 1,182 gram. 

Kemudian plastik klip kosong, potongan isolasi hitam dan kertas, timbangan elektrik, bong atau alat hisap lengkap pipet, korek api, skrop dari sedotan, smartphone seta satu unit motor Honda Vario warna pink tanpa STNK.

Dari pemeriksaan, tersangka mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seseorang berinisial CL yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO). “Kasus ini masih kami kembangkan untuk mengejar jaringan di atasnya. Tersangka saat ini sudah kami amankan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tegas AKP Ahmad Yani. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Polres Gresik menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika, Polres Gresik mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan segala bentuk tindak pidana atau gangguan kamtibmas melalui layanan darurat Hotline Lapor Cak Roma di nomor 0811-8800-2006. (yad)

Kakek 63 Tahun asal Sidoarjo Diduga Pengedar SS Dibekuk Satresnarkoba Polres Gresik  Selengkapnya

Jemaah Padati Majelis Rebo Awal di Pesarean Nyai Ageng Pinatih, Ibu Angkat Sunan Giri Doa untuk Keselamatan Korban Bencana Aceh dan Sumatera 

GRESIK,1minute.id – Majelis Rebo Awal yang digelar di Pesarean Nyai Ageng Pinatih di Kelurahan Kebungson, Kecamatan/Kabupaten Gresik pada Rabu, 3 November 2025.

Majelis yang setiap Rabu awal bulan ini bertepatan dengan akhir tahun sekaligus memasuki tahun kedua penyelenggaraannya ini menjadi ruang spiritual bagi masyarakat di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. Sejak siang hari warga mulai berdatangan ke Pesarean ibu angkat Sunan Giri itu. 

Acara diawali dengan Khotmil Qur’an bin Nadhor dan Amaliyah Nyai Ageng Pinatih yang dipimpin Ustad Fabino bersama Tim Mahabbatul Musthofa beserta para guru di sekolah sekitar pesarean. Menjelang sore, suasana kian khusyuk dengan pembacaan Salawat Nabi MuhammadSAW, Tahlil oleh Gus H. Romi Mubarok, serta Ngaji Budaya oleh Budayawan Gresik Kris Adji A.W. yang menyampaikan berbagai versi kisah perjalanan hidup Nyai Ageng Pinatih sebagai tokoh penyebar Islam dan penjaga nilai kemanusiaan di pesisir Gresik.

Acara yang dihadiri Camat Gresik Jalesvie Triyatmoko, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan yakni Danramil 0817/05 ; Kapolsek Kota Gresik, dan Kepala Kantor Urusan Agama (KAU) Gresik, serta lurah dan Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Gresik dan berbagai elemen masyarakat lainnya. Pesarehan saudagar perempuan yang pernah menjabat sebagai Syahbandar Pelabuhan Gresik, kini setingkat, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) disesaki warga untuk ngalap berkah. Jemaah  tidak hanya kirim doa bagi para leluhur, tetapi juga untuk masyarakat Aceh dan Sumatra yang tengah terdampak bencana alam. 

Doa keselamatan khusus turut dipanjatkan agar mereka diberikan perlindungan, kekuatan, dan kemudahan melewati masa sulit, terlebih di tengah intensitas musim penghujan.

Acara puncak pada malam hari ditutup dengan Mauidloh Hasanah oleh KH. Ahmad Fathoni Abdus Syukur, yang mengajak jamaah memperbanyak amal kebajikan kepada sesama dan kepada alam sebagai bentuk kesadaran spiritual yang memberi manfaat luas.

Sementara itu, Camat Gresik Jalesvie Triyatmoko menegaskan pentingnya menjaga tradisi spiritual dan budaya di tengah masyarakat. “Kegiatan doa bersama dan kajian budaya seperti ini penting untuk menjaga kekuatan spiritual sekaligus melestarikan kearifan lokal. Selain mempererat persaudaraan warga, majelis ini juga menjadi momentum untuk mendoakan keselamatan bangsa. Semoga tradisi baik ini terus terjaga dan memberi dampak positif bagi masyarakat Gresik,” kata Jalesvie.

Kepala Kelurahan Kebungson, M. Fither Kuntajaya, selaku penggagas kegiatan, menyampaikan harapannya majelis Rabo Awal bisa membawa berkah bagi masyarakat dan Indonesia. “Semoga majelis ini membawa keberkahan bagi warga Kebungson, memperkuat kebersamaan, serta menjadi wasilah doa keselamatan, termasuk bagi saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatra yang tertimpa bencana,” kata Fither. Majelis Rebo Awal kembali menjadi bukti bahwa spiritualitas, budaya, dan kepedulian sosial dapat berjalan berdampingan, menghadirkan keteduhan dan harapan bagi seluruh masyarakat.

Lalu siapa Nyai Ageng Pinatih? Dalam buku Grissee Kota Bandar, Nyai Ageng Pinatih, syahbandar perempuan pertama di Gresik pada 1458 Masehi. Pada masa itu, Nyai Ageng Pinatih, perempuan pertama bertugas untuk memungut bea cukai dan mengawasi perdagangan asing.

Beliau adalah saudagar kaya rata yang menjadi ibu angkat Sunan Giri. Monumen jangkar sebagai tetenger masa kepemimpinan di depan terminal penumpang di Pelabuhan Gresik masih dipajang dan terawat baik. (yad)

Jemaah Padati Majelis Rebo Awal di Pesarean Nyai Ageng Pinatih, Ibu Angkat Sunan Giri Doa untuk Keselamatan Korban Bencana Aceh dan Sumatera  Selengkapnya

Pemkab Gresik Suntik Modal Rp 7 Miliar, Gresik Migas Bangun SPBUN di Ujungpangkah

GRESIK,1minute.id – Gresik Migas bakal mendapatkan tambahan suntikan modal dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik sebesar 7 miliar. DPRD Gresik telah menyetujui tambahan modal ke badan usaha milik daerah (BUMD) yang berkantor di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu.

Menurut Direktur Utama Gresik Migas Priest Djabbar mengatakan, pihaknya tambahan modal sebesar Rp 7 miliar dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik akan digunakan untuk pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum dan Nelayan (SPBUN) Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah. 

“Investasi pembangunan SPBUN itu membutuhkan anggaran Rp 8,7 miliar,” kata Priest Djabbar dikonfirmasi selulernya pada Rabu, 3 Desember 2025. Penambahan penyertaan modal itu akan dilakukan pada P-APBD 2026 nanti. 

Untuk diketahui DPRD Gresik telah menetapkan empat rancangan peraturan daerah (Ranperda) pada 27 November 2025. Empat Ranperda itu, terdiri dua Ranperda baru, yakni, Ranperda Pelaksanaan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan Ranperda Penyertaan Modal Pemerintah Daerah pada Perusahaan Perseroan Daerah Gresik Migas.

Sedangkan dua ranperda perubahan yaitu Ranperda Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2013 tentang Pengendalian Air Limbah dan Pengelolaan Kualitas Air dan Ranperda Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.

Priest melanjutkan, SPBUN  untuk mensuplai kebutuhan solar  dan pertalite bagi nelayan setempat. ‘Berdasarkan data Dinas Perikanan dan Kelautan, kebutuhan bahan bakar untuk nelayan sebanyak 19 Kiloliter per hari,” ujarnya. 

Solar bersubsidi dan pertalite menjadi kebutuhan vital bagi para nelayan Desa Pangkah Wetan untuk melaut. Selain dua bahan bakar bersubsidi, Imbuhnya, juga menyediakan bahan bakar non subsidi, antara lain, Pertamax, Dexlite, Biodiesel dan lainnya. ” Pembelian solar atau pertalite nelayan yang terdaftar dengan menggunakan sistem barcode,” ujarnya.  Dalam barcode itu, berisi antara lain identitas nelayan. “By name, by address, dan besaran kuotanya,” tegasnya. 

Pembangunan SPBUN Ujungpangkah ini, akan menambah jaringan SPBUN yang dikelola oleh Gresik Migas. Sebelumnya, SPBUN telah beroperasi di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng dan SPBUN Lumpur di Jalan R.E. Martadinata, Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik. (yad)

Pemkab Gresik Suntik Modal Rp 7 Miliar, Gresik Migas Bangun SPBUN di Ujungpangkah Selengkapnya

90 Persen Puskesmas di Gresik Melayani Rawat Inap, Wabup Gresik: Punya KTP Gresik Kesehatan Terjamin

GRESIK,1minute.id – Layanan kesehatan di Kabupaten Gresik semakin merata. Kini, pasien rawat semakin tidak harus ke rumah sakit. Sebab, 29 dari 31 puskesmas atau 90 persen di Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik bisa melayani rawat inap.

“Dulu masyarakat harus ke rumah sakit hanya untuk mendapatkan perawatan dasar. Sekarang 90 persen puskesmas sudah siap rawat inap. Target kita jelas, tinggal tiga puskesmas lagi dan kita targetkan 99% siap melayani rawat inap,” ujar Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif saat melaunching 8 puskesmas yang siap melayani rawat inap pada puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik pada Selasa, 2 Desember 2025.

Sebelumnya, sudah ada 21 puskesmas yang melayani rawat inap. Kini, tersisa tiga puskesmas yang belum melayani rawat inap dikarenakan luas lahan sempit dan persoalan lainnya. Tiga puskesmas itu, yakni Puskesmas Nelayan berada di Jalan Gubernur Suryo, Gresik ; Puskesmas Industri berlokasi di Jalan Arif Rahman Hakim, Gresik ; dan Puskesmas Dadapkuning, Kecamatan Cerme.

Ia menambahkan, keberadaan layanan ini sangat krusial mengingat hampir seluruh masyarakat Gresik telah tercakup dalam kepesertaan BPJS. Dengan Universal Health Coverage (UHC) yang telah mencapai 100 persen, seluruh pembiayaan ditanggung BPJS sesuai regulasi.

“Bisa dikatakan, kalau punya KTP Gresik maka kesehatannya terjamin. Tidak semua orang mudah mendapatkan uang untuk berobat, apalagi tindakan medis besar. Karena itu pemerintah memastikan seluruh masyarakat memegang BPJS dan layanan kesehatan harus dekat, murah, dan mudah,” terang dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Capaian ini menjadi puncak dari berbagai program strategis sektor kesehatan selama 2025. Berdasarkan laporan resmi Dinas Kesehatan Gresik, selain telah melaksanakan integrasi layanan primer di seluruh 32 puskesmas, serta peningkatan 8 puskesmas menjadi rawat inap, Dinkes Gresik juga melakukan penguatan 1.512 posyandu.

Dinkes juga telah melaksanakan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk 244.118 sasaran, sistem e-rekam medis di seluruh puskesmas, penguatan Labkesmas, serta layanan ambulans dilengkapi GPS tracking. Layanan RSUD Gresik Sehati juga telah berjalan dan menjangkau masyarakat Gresik di wilayah selatan. Terkait TBC, Dinkes juga telah menemukan 2.935 kasus TBC dari 23.454 suspek sebagai bagian dari upaya pengendalian penyakit. (yad)

90 Persen Puskesmas di Gresik Melayani Rawat Inap, Wabup Gresik: Punya KTP Gresik Kesehatan Terjamin Selengkapnya