Tidak Ribet Lagi, Bupati Gresik Luncurkan Layanan Masyarakat Berbasis Android Gresikpedia dan Gresik Akas Call Center 112


GRESIK,1minute.id – Masyarakat Gresik kini tidak perlu ribet bila membutuhkan bantuan maupun informasi tentang Kota Santri. Di luar maupun dalam rumah. Karena semua ada dalam genggaman, smartphone.

Caranya, mengunduh aplikasi Gresikpedia akan mendapatkan informasi up to date tentang Gresik. Sedangkan, pelayanan pengaduan cukup tekan 112 bebas pulsa. 

Gresikpedia dan Gresik Akas 112 adalah bagian dari program kerja 99 hari Nawa Karsa Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah.

Mengusung semangat perubahan pemerintahan ‘Gresik Baru’, Gus Yani sapaan akrabnya di era digitalisasi harus menjadi wadah untuk dekat dengan masyarakat. Mempermudah layanan masyarakat. 

“Aplikasi Gresikpedia dan Gresik Akas 112 bukanlah sekadar seremonial. Harus memiliki strategi khusus,”kata Gus Yani pada Rabu,31 Maret 2021. Gresikpedia dan Gresik Akas 112 memberikan ruang komunikasi pemerintah dengan masyarakat tidak menjadi jauh. Menjadi dekat, mudah akses layanan di era digitalisasi. 

“Kami yakin Gresik smart city akan kami wujudkan, sebentar lagi kami akan kumpulkan seluruh dinas akan saya datangi satu persatu,” ucapnya. Layanan komunikasi masyarakat bisa semakin dekat, semakin mudah bisa langsung. Gus Yani mencontohkan seperti layanan di Surabaya hanya 10 menit.

“Kami harus punya target, ketika ada kontak 112 langsung responsif. Ini harus cek langsung tidak hanya selesai di seremonial. Mungkin kita baru mulai ada kelanjutan bahkan di kabupaten atau kota lain sudah siap, saya tidak mau pesimis,”tegasnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Gresik Budi Raharjo mengatakan para ASN di Gresik diajak untuk menginstal aplikasi Gresikpedia. 
“Aplikasi berbasis android one portal, one acces, aplikasi ini di download di android. Untuk iPhone menggunakan browser,” kata dia.

Sedangkan Gresik Akas 112 merupakan nomor telepon darurat atau hal-hal lain yang berkaitan pertolongan selama 24 jam. “Ada tiga sif bagian sistem panggilan nasional darurat di Indonesia,”terangnya.

Diketahui dalam Gresikpedia pemkab berkolaborasi dengan berbagai komunitas untuk mengembangkan Gresikpedia sebagai media sinkronisasi data dan integrasi sistem informasi menuju sistem satu data rujukan terpadu yang dapat diakses oleh semua. One data, one portal, and open access.

Gresik Akas 112 yang ditunjang berbagai kanal multiplatform (Suara Gresik, Lapor.go.id, dan platform media sosial). Kanal multiplatform ini menjadi pintu terbuka bagi seluruh masyarakat Gresik untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, saran, kritik dan berbagai tanggapan terhadap pembangunan maupun pelaksanaan pelayanan di Gresik. (yad) 

Tidak Ribet Lagi, Bupati Gresik Luncurkan Layanan Masyarakat Berbasis Android Gresikpedia dan Gresik Akas Call Center 112 Selengkapnya

Menparekraf Janji Datang dan Mempromosikan Destinasi Wisata Halal Gresik

GRESIK,1minute.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno siap mempromosikan destinasi wisata di Gresik. Wisata religi , minat khusus hingga sentra tanaman hias tropis di Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, Gresik.

Sandiaga Uni berjanji akan mendatangi dan mempromosika sejumlah destinasi  di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu.

“Syaratnya cuma satu, ada nasi krawunya,”kata Sandiaga Uno saat acara Bincang Tokoh secara virtual yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik di Gresik di Hotel AstonInn di Gresik pada Selasa, 30 Maret 2021.

Bincang Tokoh, puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ini dihadiri Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dan Dandim Gresik Letkol Inf Taufik Ismail.

Sandiaga Uno menambahkan ada dua destinasi wisata religi di Gresik, yakni Makam Sunan Malik Ibrahim dan Sunan Giri, hal ini membuktikan wilayah Gresik memiliki pasar pariwisata religi yang patut dikembangkan. 

Selain itu, sebagai Kota Santri, Sandiaga menilai Gresik dapat mengembangkan wisata halal. “Gresik memiliki potensi pariwisata besar yaitu makam Maulana Malik Ibrahim dan Makam Sunan Giri. Ini bisa dikembangkan sebagai wisata religi dan wisata halal,” katanya.

Selain pariwisata religi, Sandi Uno-yang dikenal dengan sebutan – Mas Menteri ini pun menyebut beberapa potensi wisata Gresik lain, di antaranya Bukit Jamur, Bukit Gosari, dan Pantai Gili Niko di Pulau Bawean.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang berbicara langsung kepada Sandiaga menjelaskan di Gresik juga ada wisata tanaman hias tropis. Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah mengatakan destinasi baru di launching bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

“Ini merupakan terobosan terbaru di tengah suhu Kabupaten Gresik yang terbilang panas. Oleh karena itu, kami minta Kemenparekraf mendukung dan membantu mempromosikan ini,”kata Bu Min. 

Mendengar hal itu, Sandiaga menekankan perlunya pemerintah daerah untuk mendukung pariwisata yang dikelola dan dikembnagkan oleh tiap desa.

Menurut Sandiaga, saat ini ada peningkatan desa yang dikembangkan menjadi pariwisata, pada 2020, tercatat ada 16 desa wisata dan 2021 ada peningkatan yakni 26 desa wisata. “Ini yang harus didukung terus oleh pemerintah daerah, yakni munculnya desa-desa wisata,”kata Sandiaga.

Selain Bincang Tokoh, PWI Gresik memberikan penghargaan kepada lima tokoh yang dianggap memiliki jasa untuk membumikan Kota Santri itu bertajuk Giri Pancasuar Award (GPA). 

Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir (foto : chusnul cahyadi)

Terpisah, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir mengapresiasi Bincang Tokoh dan GPA. Ketua DPC PKB Gresik ini berjanji akan mensupport gelaran yang dihelat PWI Gresik ini. Penganugerahan, imbuh Abdul Qodir, telah memacu masyarakat termotivasi dan motivasi melakukan hal yang positif.  “Kalau bisa tahun depan kategorinya di tambah,”saran Qodir. (*)

Menparekraf Janji Datang dan Mempromosikan Destinasi Wisata Halal Gresik Selengkapnya

Bupati Warning Perusahaan untuk Utamakan Naker Gresik

GRESIK,1minute.id – Angka kemiskinan di Gresik masih dua digit. Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Fandi Akhmad Yani -Aminatun Habibah kerja ekstra keras untuk mengurangi angka kemiskinan di Kota Santri ini.  Antara lain, mengajak  perusahaan pengguna maupun pengerah tenaga kerja agar berkolaborasi dengan baik.

“Saya minta agar mereka ikut mensukseskan program Pemkab Gresik yaitu mengurangi pengangguran di Gresik dengan menempatkan penduduk Gresik sebagai tenaga kerja,”kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani ketika memberikan sambutan Focus Group Discussion (FGD) di ruang Mandala Bhakti Praja lantai IV Kantor Bupati pada Senin, 29 Maret 2021.

FGD ini dihadiri Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir,  anggota Komisi IV DPRD Gresik, perwakilan perusahaan pemberi tenaga kerja, perusahaan penyedia jasa pekerja (PPJP), perusahaan pemborong pekerjaan, serikat pekerja/buruh serta beberapa OPD. 

Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani terlihat serius untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran sehingga mengulangi beberapa kali. Bahkan, orang nomor satu di Gresik ini akan keliling ke sejumlah perusahaan atau perusahaan pengerah tenaga kerja untuk memeriksa KTP pekerjanya.

“Kalau memang masih ada perusahaan pengerah tenaga kerja yang masih mengutamakan orang luar Gresik dengan kompensasi tertentu, Saya tidak segan-segan untuk meminta kepada perusahaan penyedia tenaga kerja agar menghentikan kontraknya,” tegas Bupati Fandi Akhmad Yani.

Sebelumnya, Gus Yani Bupati menyampaikan beberapa pesan Presiden Joko Widodo dalam pertemuan asosiasi pemerintah kabupaten seluruh Indonesia (Apkasi) dimasa pandemi ini sebaiknya pemerintah tidak boleh merencanakan banyak hal, tetapi fokus pada satu atau dua target perencanaan yang terukur.

“Sebagai orang muda saya menyampaikan, kalau Gresik punya tiga target yaitu penyelesaian Kali Lamong, Penyempurnaan Insfrastruktur dan penanggulangan kemiskinan dan pengangguran” katanya didepan peserta FGD.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyoroti banyak alumni SMK yang tidak terserap dunia kerja. Bu Min-sapasn-Aminatun Habibah menganggap hal ini tidak sesuai yang diharapkan.

“Kami mohon dukungan dari dunia industri dan pengusaha agar dapat membantu permasalahan ini. Misalnya mengadakan kerjasama dengan SMK dengan memberikan bantuan atau semacam informasi jenis kebutuhan tenaga kerja yang diinginkan. Hal ini agar masyarakat sekitar industri bisa terserap,”katanya.

Menanggapi yang disampaikan oleh Wabup Gresik, Ketua DPRD Gresik Abdul Qosir juga mengusulkan tata kelola pendidikan diubah agar lebih responsif terhadap industri yang ada. (*)

Bupati Warning Perusahaan untuk Utamakan Naker Gresik Selengkapnya

Kabar Gembira, Seluruh Pasien Pondok Rehabilitasi G-Jos Sembuh

GRESIK,1minute.id –  Kabar gembira bagi masyarakat Kota Santri. Jumlah pasien corona virus disease 2019 (Covid-19) terus berkurang. Bahkan, pasien Cohid-19 yang dirawat di pondok rehabilitasi Gelora Joko Samudro (G-Jos) sudah sembuh semuanya. 

Mereka pun sudah balik ke rumah masing-masing. Berkumpul dengan keluarga dan bersosialisasi dengan masyarakat. Pondok Rehabilitasi G-Jos pun ditutup sementara.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Syaifudin meninjau langsung ke G-Jos pada Senin, 29 Maret 2021. Gus Yani memantau ruang pasien melalui closed circuit television (CCTV).

Sudah enam hari belakangan ini tidak pasien yang masuk ke pondok rehabilitasi berlokasi di Jalan Veteran, Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Gresik itu.

Kamar-kamar di stadion terlihat kosong tidak ada aktivitas sama selali. “Alhamdulillah, seluruh pasien di G-Jos sudah pulang dan mulai hari ini di tutup sementara,”kata Gus Yani-panggilan akrab-Fandi Akhmad Yani pada Senin, 29 Maret 2021.

Gus Yani mengatakan, terakhir ada tujuh orang dan telah dipulangkan pada Selasa lalu, 23 Maret 2021. Setelah itu, tidak ada pasien yang datang hingga  Senin hari ini, 29 Maret 2021.

Bupati termuda di Kota Santri itu menyebut, penutupan ini bukan capaian penurunan Covid-19 di Gresik. Tapi, ikhtiar bersama tetap menerapkan protokol kesehatan. Satgas Covid-19 tetap melakukan 3T (testing, tracing, dan treatment) pengawasan juga terus berjalan.

“Mudah-mudahan Gresik masuk zona kuning dan selanjutnya menjadi zona hijau,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gresik drg Saifudin Ghozali menuturkan, penutupan ini bersifat sementara.

Para nakes dikembalikan ke puskesmas masing-masing. “Misalkan, tapi jangan sampai terjadi ya, kalau ada lonjakan pasien kami siap. Para nakes tinggal di telepon langsung bertugas kembali di Gejos,”kata dia.

Terpisah updste data Satgas Covid-19 jumlah kasus baru dan sembuh sama. Yakni 7 kasus. Untuk kasus terakumulasi menjadi 5.374 kasus. Sembuh menjadi 4.958 kasus. Meninggal dunia 351 kasus. Sedangkan, isolasi mandiri 65 kasus. (*)

Kabar Gembira, Seluruh Pasien Pondok Rehabilitasi G-Jos Sembuh Selengkapnya

Integrasi Moda transportasi, Pemkab Fasilitasi Bus Penjemputan untuk Santri, Gratis

GRESIK,1minute.id – Santri asal Kota Santri  yang akan menikmati liburan sekolah di kampung halaman tidak ribet lagi. Sebab, pemerintah kabupaten akan menjemput para santri untuk pulang dari pondok pesantren (ponpes) masing-masing.

Penjemputan santri itu, bagian dari program integrasi moda transporasi untuk percepatan pembangunan ekonomi di Gresik daratan maupun kepulauan. Integrasi antarmoda di Gresik masuk dalam program 99 hati kerja, duet Bupati – Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah.

Kemudahan pelayanan itu kali pertama dinikmati 97 santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri, Pasuruan pada Minggu, 28 Maret 2021.
Sebanyak 97 santriwati yang hendak liburan ke tanah kelahirannya di Pulau Bawean itu mendapatkan fasilitas penjemputan dari pondok pesantren (Ponpes) Sidogiri, Pasuruan menuju Pelabuhan Gresik gratis. Semula Dishub memberikan penjemputan untuk santri. Akan tetapi, para santri ini telah meneken kontrak penjemputan dengan trasporter lainnya.

Mereka dijemput dua armada bus oleh Dinas Perhubungan Gresik. Mereka tiba di Pelabuhan Gresik pada Minggu, 28 Maret 2021 sekitar pukul 06.00. Kedatangan santriwati itu disambut Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani dan Bu Min -panggilan-Aminatun Habibah.

Gus Yani memakai sarung, berkopiah dan memakai masker. Bu Min memakai busana muslim juga bermasker. Kedatangan dua pucuk pimpinan di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik nyaris tidak dikenali petugas maupun calon penumpang kapal cepat, KM Express Bahari (EB) 8E.

Santriwati yang turun dari bus kemudian melakukan cuci tangan, dan menjalani pemeriksaan suhu badan dengan thermo gun. “Saya baru ngeh setelah dibisiki seorang,”cerita Kepala Bidang Angkutan Dishub Gresik Muhammad Amri pada Minggu, 28 Maret 2021.

Menurut Amri, program menjemput santri dan santriwati ketika hendak pulang kampung akan terus dilakukan. Amri memperkirakan ada sekitar 500-an santri dan santriwati asal Bawean yang sedang mondok di beberapa ponpes di Jawa Timur. 

“Ini bukan progran mudik. Karena program mudik kami belum dapat izin dari pusat dan provinsi,”kata mantan Kasi Kepelabuhan Dishub Gresik itu. Program menjemput santri bagian dari mempermudah pelayanan kepada masyarakatan.

“Tadi pak Bupati ( Fandi Akhmad Yani,Red) menyebut program integrasi antarmoda di Gresik untuk percepatan ekonomi dan pembangunan,”terang Amri.

Untuk diketahui, program 99 hari kerja Nawa Karsa, duet Gus Yani dan Bu Min terdapat Gresik Mapan dan Gresik Seger. Gresik Mapan, inisiasi sistem transportasi terpadu. Sedangkan, Gresik Seger, subsidi angkutan  penyeberangan  Bawean, subsidi seluruh masyarakat miskin dan pelajar. Dua program itu dalam waktu dekat akan dilaunching. 

Puluhan satriwati yang dijemput oleh Dishub Gresik itu kemudian di falitasi untuk pembelian tiket kapal. Mereka dan penumpang lainnya, kemudian di lepas oleh Gus Yani dan Bu Min menuju Pulau Bawean. Untuk saat ini, dua  transportasi laut menuju Pulau Bawean.

Dua kapal itu adalah KM EB 8E dan KMP Gili Iyang. Gili Iyang, kapal penumpang dan barang. 
Untuk KM EB 8E berangkat dua kali sepekan yakni Minggu dan Kamis. “Tapi, bila kondisi penumpang menumpuk jadwal KM EB 8E bisa ditambah,”kata Amri. (*)

Integrasi Moda transportasi, Pemkab Fasilitasi Bus Penjemputan untuk Santri, Gratis Selengkapnya

Suasana Malam di Kawasan Pucem, Seakan Tidak ada Kekhawatiran Tanah Longsor

GRESIK,1minute.id – Kawasan Putri Cempo (Pucem) masih cukup ramai pada Sabtu malam, 27 Maret 2021. Puluhan kafe, warung kopi berlomba menarik konsumen. Selain, suasana malam Gresik. Ada juga menyuguhkan live musik.

Kawasan di Jalan Awikoen Tirta, Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Gresik inj seakan tidak pernah sepi pengunjung. Apalagi, Sabtu malam. Pengunjung tumblek-blek.

Pengunjung riuh. Kafe-kafe disesaki pengunjung. Terutama bertingkat bisa melihat suaana Gresik penuh warna. Area parkir juga penuh. Roda dua dan empat di bahu jalan, kanan dan kiri.

Kawasan Bukit Pucem menjadi sentra kafe di Gresik. Sayangnya, geliat ekonomi di kawasan yang dulu sebagai lokasi satu wisata religi ke Makam Putri Cempo dan Sayyid Abdurahman, Paman Sunan Giri diduga belum berdampak pendapatan asli daerah (PAD) Gresik.

GEMERLAP : Sejumlah kafe yang berdiri di kawasan Pucem di Jalan Awikoen Tirta, Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, Gresik pada Sabtu malam, 27 Maret 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Bahkan, ada sebagian masyarakat mengaitkan tanah longsor di kawasan itu diduga maraknya pembangunan kafe di kawasan itu. Apalagi, proses pendirian bangunannya ditengarai tidak melalui prosedur. Indikatornya, mayoritas bangunan di kawasan belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB).

Anehnya, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Gresik mulai bergerak melakukan pendataan psscabupati Gresik Fandi Akhmad Yani inspeksi mendadak (sidak) tanah longsor di kawasan Pucem pada awal Maret 2021.

Padahal, puluhan bangunan itu sudah berdiri tahunan. Sayangnya, Kepala DPM-PTSP Gresik Mulyanto tidak bisa dikonfirmasi. Konfirmasi yang kirim 1minute.id melalui pesan WhatApps sudah centang dua. Tapi, tidak dibalas. 

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gresik Abu Hasan dikonfirmasi membenarkan bila bangunan kafe maupun warung kopi di kawasan Pucem tidak ber-IMB. Abu Hasan mengatakan, pihak sudah memanggil 22 pemilik bangunan kafe yang berdiri di kawasan Pucem itu. Tapi, yang datang waktu 16 orang. “Hampir semua kafe di Pucem belum memiliki IMB,”kata Abu Hasan.

SUASANA MALAM : Salah satu sudut pemandangan Kota Gresik dari salah satu kafe di kawasan Bukit Putri Cempo pada Sabtu malam, 27 Maret 2021 (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Akan tetapi, kata mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, menutup kafe secara paksa dianggap bukan solutif.  Abu Hasan, mengusulkan untuk rembugan bareng bersama OPD lainnya yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) , DPM-PTSP dan Dishub Gresik untuk mensikapi berdiri kafe di Pucem itu.

Sebab, kondisi kawasan Pucem yang longsor sangat mengkhawatirkan. Bahkan, satu bangunan kafe tiga lantai telah di bongkar sendiri oleh pemiliknya. Ada tiga usulan yang diusung kepala organisasi penegak peraturan daerah itu.

Yakni, pertama melarang mendirikan bangunan bertingkat. Kedua, membatasi mobil masuk kawasan Pucem. Dan, ketiga membatasi jam operasional kafe. “Dalam kondisi rawan longsor, operasional jam malam harus dibatasi untuk antisipasi bencana yang tidak diinginkan,”kata Abu Hasan. 

Terpisah, Asisten Adiministrasi Perekonomian dan Pembangunan Setkab Gresik Ida Lailatussa’diyah membenarkan kafe di Pucem tidak ber-IMB. “Sat Pol PP sudah memanggil para pemiliknya. Tapi, tidak semuanya hadir,”kata Ida Lailatussa’diyah di Pemkab Gresik pada Selasa lalu, 23 Maret 2021. (*)

Suasana Malam di Kawasan Pucem, Seakan Tidak ada Kekhawatiran Tanah Longsor Selengkapnya

Lockdown atau Tidak Mudik ke Bawean, Dishub Tunggu Juknis

GRESIK,1minute.id – Pemerintah resmi melarang mudik lebaran 2021. Kondisi pagebluk coronavirus disease 2019 ( Covid-19) belum berakhir. Mudik lebaran dikhawatirkan menjadi klaster baru. Lebaran di rumah saja. 

Bagaimana dengan transportasi laut menuju Pulau Bawean? Pada tahun lalu, transportasi laut berjarak 80 mil laut ditutup. Ada dua momentun yang paling ditunggu masyarakat untuk pulang kampung. Dua momentum adalah Maulid Nabi Muhammad SAW dan Idul Fitri.

Lebaran Idul Fitri, transportasi laut cukup sibuk melayani pemudik lebaran. Kepala Dinas Perhubungan Gresik Nanang Setiswan mengatakan pihak mengetahui adanya kebijakan melarang mudik lebaran 2021.

Larang mudik itu untuk seluruh ASN, TNI, Polri, BUMN, karyawan swasta maupun pekerja mandiri, dan juga seluruh masyarakat mulai 6-17 Mei 2021. “Detail surat dan juknisnya, saya belum dapat,”kata Nanang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Sabtu, 27 Maret 2021. 

Untuk diketahui tahun lalu, pemerintah melakukan penutupan moda transportasi penumpang ke pulau Bawean. Transportasi laut maupun udara. Namun, pemerintah tetap memperbolehkan kapal logistik.

Kapal logistik yang melayani Gresik-Bawean adalah KMP Gili Iyang. Kapal jenir Ro-Ro mengangkut barang dan penumpang. Selama lockdown tahun lalu, hanya mengangkut logistik untuk keperluan masyarakat di Pulau Putri -sebutan lain-Pulau Bawean. (*)

Lockdown atau Tidak Mudik ke Bawean, Dishub Tunggu Juknis Selengkapnya

Temukan Gua Manten di Kawasan Pucem

GRESIK,1minute.id – Upaya penanganan tanah longsor di kawasan Putri Cempo (Pucem)  menjadi perhatian serius pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik.

Sebab, tanah longsor yang menjadi jalan alternatif menuju Pesarehan Sayyid Abdurahman, Paman Sunan Giri dan Putri Cempo berpotensi semakin parah. Bila tidak segera tertangani bisa mengancam keberadaan makam Sayyid Abdurahman, salah situs sejarah itu.

Nah di tengah upaya menuntaskan tanah longsor itu, musyawarah pimpinan kecamatan melakukan blusukan di kawasan tersebut. Dalam gerilya itu, petugas gabungan dari trantib, koramil dan polsek Kebomas menemukan sebuah gua. Sejumlah warga setempat menyebut “Gua Manten”.

Alas lantai ditemukan petugas gabungan ketika melakukan penyisiran kawasan Putri Cempo di Kecamatan Kebomas, Gresik ( foto : ist )

Sekretaris Kecamatan Kebomas Zainul Arifin dikonfirmasi membenarkan adanya temuan Gua Manten di Kawasan Pucem itu. “Waktu itu, ada seorang pertapa. Sudah kami minta untuk pulang,”ujar Zainul dikonfirmasi selulernya pada Jumat, 26 Maret 2021.

Sebab, kondisi Pucem mengkhawatirkan. Selain itu, muspika khawatir Gua itu menjadi tempat persembunyian orang. “Pelaku terorisme, diantaranya,”katanya. Gua Manten ini cukup besar. Bisa untuk 3 – 5 orang. Di tempat itu terdapat alas lantai. (*)

Temukan Gua Manten di Kawasan Pucem Selengkapnya

Rumah Hunian Model Minimalis Harga Rp 100 Jutaan Hadir di Kedamean

GRESIK,1minute.id – Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tidak perlu kecil hati untuk memiliki rumah hunian yang asri di Gresik. Apalagi, rumah hunian model minimalis ini cukup dekat dengan exit jalan Tol Krian, Legundi , Bunder dan Manyar (KLBM). Rumah ini seharga Rp 100 jutaan. Sangat cocok untuk keluarga muda.

Rumah siap huni dengan harga Rp 100 jutaan ini berada di kecamatan Kedamean. Kawasan yang bakal banyak dilirik masyarakat karena dekat pintu Tol KLBM dan kawasan Surabaya Barat. 

Direktur Berkat Jaya Development, pengembang Perumahan Grand Kedamean Regency Paulus Yauri menuturkan dari 1.000 unit rumah yang akan dibangun, sebanyak 600 rumah subsidi seharga Rp 130 jutaan sudah sold out.

“Kondisi sekarang adanya exit tol KLBM sekitar 2,5 km atau 3 menit saja ke perumahan Grand Kedamean Regency, sekarang waktu edukasi untuk mereka, Kedamean juga bagus, lokasinya dengan industri dan perumahan mudah dijangkau,”kata Paulus Yauri pada Kamis, 25 Maret 2021.

Meski masa pandemi Covid-19, pihaknya telah membangun lebih dari 100 unit rumah dan telah siap diserahterimakan ke pembeli.

“Hari ini ada 28 unit yang kami serah terimakan dan akan terus berkelanjutan di bulan-bulan berikutnya,”ucapnya. Kondisi pandemi Covid-19 tidak menyurutkan minat pembeli untuk memiliki rumah sendiri. Apalagi, dengan rumah subsidi, dengan harga terjangkau.

“Visi misi kami memang sejak awal menyiapkan rumah, siapapun bisa punya rumah. Pandemi memang membuat pengusaha di bidang properti tidak sedikit yang gulung tikar. Kami membuktikan Berkat Land tetap exis siapkan rumah untuk mereka,”terangnya.

Grand Kedamean Regency berdiri di atas lahan seluas 15 hektare, dengan 1.000 unit rumah terdiri dari 600 rumah subsidi dan 400 rumah non subsidi pada tahap awal. Rumah seharga Rp 100 jutaan itu memiliki tipe 29/60 meter, kemudian 30/66 meter dan 36/72 meter. Harga rumah non subsidi type 45/84 meter dipatok dengan harga Rp 190 juta.

Holidi, Marketing Grand Kedamean Regency menambahkan, mayoritas pembeli berasal dari wilayah Surabaya, Gresik dan Sidoarjo.  “Kedamean memang lokasi strategis dihimpit Driyorejo, Menganti dan Surabaya Barat,” kata dia.

Selain mudah diakses dan dekat kawasan industri. Adanya tol KLBM, akses menuju pusat perbelanjaan di Surabaya Barat bisa dijangkau dengan waktu 30 menit. 

“Kedamean mendapat respon positif dari pembeli, konsep kami para pekerja yang baru menikah dengan harga rumah kisaran Rp 100 jutaan sangat terjangkau,”katanya. (*)

Rumah Hunian Model Minimalis Harga Rp 100 Jutaan Hadir di Kedamean Selengkapnya

Finalis Baca Berita PWI Kunjungi Kantor DPRD Gresik

GRESIK,1minute.id – Setahun lebih pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Hampir setahun pula proses belajar mengajar dilakukan secara daring. Para pelajar seakan mulai jenuh dan kangen dengan pembelajaran tatap muka (PTM). 

Finalis lomba baca berita PWI Gresik mengadu ke wakil rakyat berkantor di Jalan KH Wachid Hasyim, Gresik agar bisa sekolah lagi. Mereka ditemui langsung Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir. Para finalis lomba baca berita PWI Gresik seakan tidak melewatkan kesempatan langka itu. Mereka mengungkapkan uneg-unegnya kepada Abdul Qodir. 

Irsyad Maulana, diantaranya. Siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kebomas itu menyampaikan keluh kesah para siswa soal pembelajaran daring.

Menurut Irsyad, pembelajaran daring tidak begitu efektif jika dibandingkan pembelajaran tatap muka (PTM). Sebab, ketika PTM ada interaksi sesama siswa hingga guru secara langsung. 

Terutama yang Irsyad keluhkan yakni, sudah kangen suasana di sekolah. “Kangen ketemu dengan teman-teman. Kangen hal-hal di sekolah pokoknya,”ucapnya dengan nada lirih.

KETUA DPRD Gresik Abdul Qodir ketika berdialog bersama finalis baca berita PWI Gresik do kantor DPRD Gresik ( foto : PWI Gresik for 1minute.id)

Atas keluhan itu, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir bisa memaklumi keinginan para pelajar di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik itu. 
Legislator dari Fraksi PKB itu menjelaskan  Pemkab Gresik sebetulnya sudah siap melaksanakan PTM.

Bahkan peraturan bupati (Perbup) sudah diteken. Bahkan, saat akan diterapkan pada 4 Januari 2021 lalu, muncul kebijakan PPKM. Sehingga terpaksa PTM ditunda.

“Kita sudah siap dan kami pun pengennya PTM segera dilakukan. Bahkan teknis PTM pun sudah rinci dalam perbup itu. Misalnya hanya beberapa mata pelajaran saja yang di PTM-kan. Yang jelas PTM itu terbatas, ya jumlah siswanya, jamnya, hingga pelaksanaan secara bergantian,”jelasnya.

Sepuluh finalis lomba baca berita PWI mengunjungi kantor DPRD Gresik pada Selasa, 23 Maret 2021.  Pada kesempatan itu, banyak pertanyaan yang dilontarkan para siswa kepada anggota dewan. Termasuk Ketua DPRD Abdul Qodir dan Sekertaris Komisi II Lilik Hidayati.

Rombongan pelajar itu juga diajak untuk melihat aktifitas para anggota dewan di masing-masing ruang fraksi. Mereka terlihat antusias saat berjumpa Lilik Hidayati di ruang fraksi Amanat Pembangunan DPRD Gresik. Lilik sendiri merupakan salah satu dari sepuluh perempuan yang menjadi anggota legislatif Gresik periode 2019-2024.

Salah satu finalis Sharim Dezhneva Denalis pun terinspirasi untuk mengikuti jejaknya. “Apa sih bu hal yang harus dimiliki untuk menjadi anggota dewan?” tanya siswi kelas IX SMPN 1 Gresik itu. Lilik pun menjawab bahwa modal sosial menjadi hal yang paling penting.

“Berbuat baik dan berpikir positif kepada siapapun. Sikap itu wajib dimiliki agar kita bisa mewakili berbagai aspirasi masyarakat untuk dituangkan dalam kerja-kerja legislatif,” terangnya.

Sekretaris Komisi II itu juga menceritakan sepenggal pengalamannya selama dua periode terkahir menjadi anggota dewan. “Tentunya, wajib juga memiliki kemampuan intelektual yang mumpuni,”ujarnya. 

Fiinalis Baca Berita PWI Gresik bersama Ketua Ketua Komisi II DPRD Gresik Lilik Hidayati di kantor DPRD Gresik (foto : PWI Gresik for 1minute.id)

Agar bisa melaksanakan tugas dan fungsi anggota dewan dengan baik dan penuh amanah. Antara lain fungsi anggaran, pengawasan dan regulasi. “Jangan putus asa meraih mimpi. Tetap semangat dan berdoa untuk mewujudkan mimpi kalian sebagai generasi penerus,”pesannya.

Perlu diketahui, untuk menyambut PTM ini, vaksinasi covid-19 yang dilakukan Dinas Kesehatan kepada para tenaga pendidik juga mulai dilakukan. Setidaknya terdapat 45 ribu guru yang masuk sasaran vaksinasi. Vaksinasi itu dimulai dari guru SMA dan selanjutnya SMP pada minggu depan.

Tidak hanya vaksin, tahun 2021 ini kebijakan alokasi dana BOS berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika di tahun lalu, semua daerah mendapat alokasi yang sama. Kali ini, dana disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. 

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik ) Gresik Mahin mengatakan, untuk dana BOS  Gresik bagi jenjang pendidikan SD dan SMP terdapat kenaikan. Kenaikan itu tidak lain agar digunakan sekolah untuk mempersiapkan PTM.

Pada 2020, setiap siswa SD mendapat jatah Rp 900 ribu. Tahun ini, siswa SD Gresik akan mendapat jatah sebesar Rp. 1,12 juta. Sedangkan untuk jenjang SMP ada peningkatan senilai Rp 290 ribu dari besaran dana sebelumnya yakni Rp 1,1 juta kini menjadi Rp 1,39 juta.

Mahin mengaku tidak bisa menyebutkan besaran anggaran BOS 2021 secara pasti, sebab Dispendik Gresik belum menerima keputusan. Terkait pengggunaan alokasi dana tersebut, sesuai dengan Permendikbud nomor 6/2021.

Penggunaan dana BOS tahun ini bisa dipakai lebih fleksibel sesuai dengan kebutuhan sekolah masing-masing, utamanya untuk persiapan PTM.
“Ya amanatnya regulasi pusat kan fleksibel. Tapi saat ini kebutuhannya kan untuk PTM, ya digunakan saja untuk persiapan PTM. Untuk PTM akan dilaksanakan setelah ada intruksi bupati. Perkiraan setelah vaksin atau sekitar bulan Juni-Juli,”ujarnya.

Kabid Managemen Pendidikan Suwono menambahkan, besaran anggaran dana BOS bisa dihitung dari jumlah siswa yang terdaftar di Dapodik dengan alokasi dana per siswa yang sudah ditetapkan pemerintah pusat.

Anggaran dana BOS dari APBN 2021 mengacu pada Dapodik di bulan Agustus 2020. Yakni ada 900 siswa SD dan 1 juta siswa SMP. Sedangkan terkait anggaran BOS reguler 2020, Dispendik Gresik menerima dana sebesar Rp 103 miliar. Ia juga menambahkan jumlah siswa didik di Gresik untuk jenjang SD dan SMP selalu meningkat di tahun sebelumnya. (*)

Finalis Baca Berita PWI Kunjungi Kantor DPRD Gresik Selengkapnya