Meresahkan Masyarakat, Dishub Gresik dan Tim Gabungan Razia Jukir Liar

GRESIK,1minute.id – Dinas Perhubungan  Gresik melakukan razia juru parkir atau jukir liar pada Rabu, 4 Juni 2025. Razia gabungan melibatkan Kepolisian,  Satuan Polisi Pamong Praja, dan Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah atau BPPKAD Gresik menjaring sejumlah jukir liar.

Mereka beroperasi di sejumlah minimarket waralaba, toko dan tempat keramaian lainnya di sepanjang Jalan DR Wahidin Sudirohusodo ; Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru hingga Jalan Jaksa Agung Suprapto. Penertiban jukir liar ini dipimpin oleh Muhammad Masyhur Arif, Kepala Seksi Tata Kelola Prasarana Perhubungan dan Sarana Perparkiran di  Dinas Perhubungan Gresik.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Gresik Khusaini melalui Masyhur Arif mengatakan, dalam razia jukir liar kali pertama ini, pihaknya masih melakukan secara persuasif dan tindakan administratif. “Jukir yang tidak memakai rompi resmi ( Dishub, BPPKAD, toko tempat mereka menarik parkir) dilakukan pendataan. Mereka diminta untuk melakukan pendaftaran ke BPPKAD atau Dishub,” tegas Arif usai razia pada Rabu, 4 Juni 2025.

Ia mengatakan, keberadaan jukir liar telah meresahkan masyarakat. Penarikan uang parkir, yang dilakukan oleh mereka yang tanpa identitas resmi dari Dishub atau BPPKAD atau pihak pengelola toko dan tanpa karcis adalah tindakan premanisme. “Untuk penertiban kali pertama ini, kami lakukan secara persuasif. Tadi mereka kami suruh pulang setelah kami lakukan pendataan identitas,”  katanya.

Ia menegaskan, razia atau penertiban jukir liar akan terus dilakukan secara intensif.  Arif meminta kepada masyarakat untuk tidak membayar parkir kepada jukir yang tidak resmi tersebut. “Kalau mereka melakukan ngotot, silakan lapor ke Call Center Gresik 112 atau Lapor Kapolres,” tegasnya. (yad)

Meresahkan Masyarakat, Dishub Gresik dan Tim Gabungan Razia Jukir Liar Selengkapnya

Polres Gresik Tangkap Ayah Tiri Diduga Setubuhi Anak

GRESIK,1minute.id – Perbuatan pria berinisial H.A. tidak patut di tiru oleh siapa pun. Sebagai ayah tiru seharusnya melindungi anaknya. Tapi, lelaki 38 tahun asal Kecamatan Wringinanom itu malah “memakan” anaknya.

Kini, terduga pelaku kekerasan seksual itu meringkuk di tahanan Polres Gresik. Tersangka ditangkap setelah digebuki oleh warga yang tidak bisa menahan emosi karena perbuatan tersangka dianggap mencederai keamanan dan ketertiban desa.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, dalam keterangannya menjelaskan bahwa pelaku menggunakan modus ancaman dengan memanfaatkan kerentanan dan ketergantungan korban.

“Modus pelaku adalah dengan mengancam menyebarkan foto asusila korban yang diduga didapatkan dari tipu muslihat. Ini adalah bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam hubungan keluarga, dan pelaku akan diproses hukum secara tegas,” tegas AKBP Rovan Richard Mahenu pada Selasa, 3 Juni 2025.

Barang bukti yang diamankan antara lain satu buah baju dan celana milik korban, satu buah sarung, serta satu unit handphone milik tersangka. Pasal yang Disangkakan, tersangka dijerat dengan Pasal 6C Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) atau Pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan. Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara dan/atau denda hingga Rp 300 juta.

Perwira dua melati di pundak itu mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kekerasan seksual di lingkungan sekitar. “Ciptakan lingkungan aman dan penuh kasih bagi anak-anak. Perhatikan perubahan perilaku anak, seperti murung atau ketakutan pada seseorang. Pelaku kekerasan seksual bisa berasal dari orang terdekat. Segera laporkan ke polisi jika menemukan atau mengalami tindak kekerasan seksual,” imbuh alumnus Akpol 2006 itu.

Dugaan perkosaan yang dilakukan oleh ayah tiri berisial H.A, 38 tahun itu terjadi di rumah tersangka di wilayah Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik pada Sabtu, 31 Mei 2025. 

Kasus ini bermula dari laporan polisi yang dibuat oleh korban berinisial S.H., 20 tahun asal Gresik. Ia melaporkan ayah tirinya, tersangka berinisial H.A., 38, asal Tarik, Sidoarjo, pemerkosaan. Ceritanya, saat itu,  ibu korban sedang menghadiri acara wisuda adik korban sehingga rumah hanya dihuni oleh korban dan pelaku. 

Menurut keterangan korban, pelaku memanggil dan mengancam akan menyebarkan foto asusila miliknya jika menolak untuk melayani nafsu bejat pelaku. Ancaman tersebut disusul dengan tindakan kekerasan seksual berupa pemerkosaan.

Usai kejadian, pelaku kembali mengancam korban agar tidak melaporkan hal itu kepada siapapun. Namun keesokan paginya, Ahad, 1 Juni 2025, korban melarikan diri ke rumah neneknya dan mengungkapkan semua yang telah terjadi. Kemarahan keluarga dan masyarakat pun memuncak, hingga pelaku sempat mendapat tindakan anarkis sebelum akhirnya diamankan oleh petugas Polsek Wringin Anom dan dibawa ke Mapolres Gresik. (yad)

Polres Gresik Tangkap Ayah Tiri Diduga Setubuhi Anak Selengkapnya

KWG Gelar Festival Nasi Krawu Vol.3 di Wagos

GRESIK,1minute.id –  Pemerintah Kabupaten Gresik memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Festival Nasi Krawu Vol. 3 yang diselenggarakan oleh Komunitas Wartawan Gresik (KWG). Acara rutin tahunan dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional dipusatkan di  kawasan Wisata Alam Gosari (Wagos), Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik pada Ahad, 1 Juni 2025.

Sebanyak 1.000 bungkus nasi krawu disiapkan dan disusun membentuk tumpeng setinggi tiga meter, sebagai simbol kekayaan kuliner khas Gresik. Pada Desember 2020, Nasi Krawu ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda atau WBTB oleh Kemenristek RI.

Plt Bupati Gresik Asluchul Alif, dalam sambutannya menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tahunan ini. Ia mendorong agar ke depan Festival Nasi Krawu dapat diselenggarakan di berbagai destinasi wisata desa lainnya di Gresik, sebagai upaya mengenalkan potensi lokal ke tingkat regional hingga nasional.

“Ini adalah kali ketiga KWG mengadakan Festival Nasi Krawu, dan kali ini dilaksanakan di Wagos. Pemkab Gresik sangat mengapresiasi semangat teman-teman wartawan. Semoga tahun depan, festival ini bisa digelar di lokasi wisata desa lainnya di Kabupaten Gresik, agar potensi daerah kita semakin dikenal luas,” jelasnya.

Senada dengan Plt Bupati, Ketua DPRD Gresik, Muhammad Syahrul Munir, turut mengapresiasi inisiatif KWG. Ia menilai kegiatan ini mampu memperkuat identitas budaya lokal dan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Gresik yang semakin maju dan berperadaban.

“KWG telah menjalankan peran penting dalam menyajikan informasi yang valid dan faktual. Festival ini adalah bentuk nyata upaya merawat tradisi di Kabupaten Gresik, yang menjadi fondasi menuju Gresik yang lebih maju dan berperadaban,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua KWG, Miftahul Arif, dalam sambutannya menyampaikan bahwa festival ini merupakan bentuk kontribusi wartawan tidak hanya dalam pemberitaan, tetapi juga dalam menyampaikan ide-ide kreatif yang mampu mengangkat potensi lokal.

“Festival Nasi Krawu ini merupakan bagian dari peringatan Hari Pers Nasional. Kami ingin menunjukkan bahwa wartawan juga bisa berkontribusi dalam promosi budaya dan pariwisata. Dengan semangat kolaborasi dan cinta terhadap budaya lokal, Festival Nasi Krawu menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara media dan pemerintah dapat melahirkan kegiatan yang bermanfaat, edukatif, dan menghibur masyarakat,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan Festival Nasi Krawu ini, KWG juga bekerja sama dengan sejumlah pihak. Di antaranya Dispendukcapil yang memberikan layanan pembuatan akta kelahiran serta rekam dan cetak KTP/KIA, Polres Gresik yang menggelar sosialisasi SIM Internasional, PMI yang menyediakan layanan cek kesehatan gratis, serta Yayasan Fajar Trilaksana, sebuah lembaga bantuan hukum. (yad)

KWG Gelar Festival Nasi Krawu Vol.3 di Wagos Selengkapnya

Oknum Kades dan Nelayan di Bawean Nyabu Jalani Rehabilitasi

GRESIK,1minute.id – Seorang oknum kepala desa di Pulau Bawean, Gresik diamankan Satuan Reserse Narkoba atau Satnarkoba Polres Gresik. Saat diamakan, oknum itu bersama seorang nelayan dan perempuan belakangan diketahui penjual pakaian keliling.

Tiga orang tersebut berinisial SA, 49 , warga Kecamatan Tambak, dan AA, 54, warga Kecamatan Sangkapura.  Dan, SN, perempuan penjual pakaian. Mereka ditangkap pada Kamis, 22 Mei 2025, saat berada di rumah SA.

Dalam penggerebekan itu, polisi menyita barang bukti, di antaranya, satu plastik klip berisi sabu seberat 0,151 gram, alat hisap (bong), pipet kaca, sedotan plastik, klip kosong, gunting, dan dua unit ponsel.

Kepada petugas, SA mengaku bahwa sabu tersebut mereka beli dari seseorang berinisial S di wilayah Tambak seharga Rp 300 ribu. Barang haram itu rencananya akan mereka konsumsi bersama sebagai “vitamin” agar lebih kuat bekerja. 

Hasil tes urin menunjukkan SA dan AA positif mengonsumsi sabu, sementara perempuan berinisial SN dinyatakan negatif dan hanya berstatus sebagai saksi. Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu melalui Kasat Resnarkoba Iptu Joko Suprianto menyampaikan bahwa kedua pelaku, SA dan AA dijerat Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 55 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

Namun demikian, mengacu pada Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2010 dan hasil asesmen awal, SA dan AA direkomendasikan menjalani rehabilitasi sebagai pengguna, bukan pengedar. Pertimbangan tersebut didasarkan pada jumlah barang bukti yang kecil, status keduanya sebagai pengguna non-residivis, serta tidak adanya indikasi keterlibatan dalam jaringan peredaran narkoba.

Iptu Joko Suprianto mengimbau masyarakat untuk terus waspada terhadap bahaya narkoba dan aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan dan sektor kesehatan, untuk bersama-sama membangun kesadaran kolektif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.

Polres Gresik juga mengingatkan bahwa masyarakat dapat melaporkan dugaan tindak pidana narkotika melalui saluran pengaduan resmi maupun hotline Lapor Kapolres yang tersedia di seluruh jajaran kepolisian setempat. (yad)

Oknum Kades dan Nelayan di Bawean Nyabu Jalani Rehabilitasi Selengkapnya

Jadi Pilot Project Kopdes Merah Putih, Wamen KKP Kunjungi Desa Pangkahwetan, Gresik 

GRESIK,1minute.id – Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik akan menjadi role model Koperasi Desa atau Kopdes Merah Putih dan telah ditetapkan sebagai pilot project pertama dari 200 lokasi se-Indonesia.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KKP) Didit Herdiawan Ashaf, menyatakan, pemerintah berkomitmen memperkuat ekonomi masyarakat pesisir melalui percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. 

Wamen Didit menegaskan bahwa koperasi ini dirancang sebagai pilar ekonomi desa yang mampu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat sekaligus memutus mata rantai tengkulak. “Koperasi Merah Putih akan dilengkapi dengan unit usaha strategis seperti gerai sembako, apotek murah, unit kesehatan terpadu, cold storage, pupuk, unit simpan pinjam, hingga logistik hasil laut,” jelasnya ketika melakukan kunjungan kerja ke Desa Pangkahwetan,  Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik pada Senin, 26 Mei 2025.

Wamen KKP Didit disambut oleh Plt Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua DPRD Gresik M Syahrul Munir, Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Kasdim 0817/Gresik Kapt Siari dan tua rumah, Kepala Desa Pangkah Wetan Syaifullah Mahdi.

Ia menambahkan, pendampingan oleh tim penyuluh sangat penting guna memastikan koperasi dapat tumbuh secara mandiri dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sesuai amanat Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui penyuluh kelautan dan perikanan bertanggung jawab atas pembinaan, pendampingan, pemberdayaan, serta fasilitasi terhadap kelompok nelayan, pembudidaya ikan, pengolah dan pemasar hasil laut, serta petambak garam.

“Kami berharap para pelaku usaha di Ujungpangkah dapat bergabung dan aktif dalam koperasi ini,” harap Wamen Didit.

Pemerintah Kabupaten Gresik pun bergerak cepat menyambut program nasional tersebut. Sejalan dengan Asta Cita ke-6, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan, Pemkab Gresik telah melaksanakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda), menyusun panduan teknis, dan melibatkan notaris guna mempercepat legalisasi koperasi.

Sebanyak 356 desa dan kelurahan di Kabupaten Gresik telah melaksanakan musyawarah desa khusus dan secara resmi membentuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Plt. Bupati Gresik Asluchul Alif, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wamen KKP sekaligus menegaskan kesiapan Ujungpangkah menjadi percontohan nasional dalam program ini.

“Alhamdulillah, Pak Wamen hadir langsung meninjau potensi perikanan di Gresik, khususnya di Pangkahwetan, serta mendengar aspirasi dari para pelaku usaha perikanan. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut dengan program-program pemerintah pusat,” ujar dokter Alif-sapaan- Asluchul Alif. 

Ia menambahkan, Desa Pangkahwetan akan menjadi role model Koperasi Merah Putih dan telah ditetapkan sebagai pilot project pertama dari 200 lokasi se-Indonesia.

Sebagai informasi, Kabupaten Gresik mengusulkan empat desa dalam program Kampung Nelayan Merah Putih. Satu desa menjadi sentra budidaya, yakni Desa Pangkahwetan (Kecamatan Ujungpangkah), sementara tiga desa lainnya sebagai kampung nelayan, yaitu Desa Kramat (Kecamatan Bungah), Desa Banyuurip (Kecamatan Ujungpangkah), dan Desa Campurejo (Kecamatan Panceng).

Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan koperasi ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa serta menciptakan kemandirian dan kesejahteraan bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Gresik. (yad)

Jadi Pilot Project Kopdes Merah Putih, Wamen KKP Kunjungi Desa Pangkahwetan, Gresik  Selengkapnya

Guru dan Siswa SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik Berprestasi Dapat Apresiasi dari AKBP Rovan

GRESIK,1minute.id – Penasehat Yayasan Kemala Bhayangkari atau YKB Cabang Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu memberikan apresiasi kepada guru dan siswa SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik pada Senin, 26 Mei 2025.

Acara dipusatkan di Aula Rupatama SAR lantai III Markas Polisi Resor atau Mapolres Gresik. Puluhan guru dan siswa SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik terlihat semringah

Mereka terlihat ceria karena bisa bertemu langsung dengan Penasehat Yayasan Kemala Bhayangkari atau YKB Cabang Gresik juga Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, Ketua YKB Cabang Gresik Ny Miranda Rovan, Wakil Ketua Ny. Ferrani Danu Anindhito, Kepala SLB Dede Idawati, serta pengurus lainnya. 

Kegiatan ini dirangkaikan dengan penandatanganan Pakta Integritas sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan mutu pendidikan yang berintegritas, inklusif, dan berkualitas. Penasehat YKB Cabang Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menegaskan pentingnya peran YKB dalam mendukung dunia pendidikan, khususnya bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

“SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik merupakan bagian dari upaya luhur mencerdaskan kehidupan bangsa. Dibutuhkan dedikasi dan profesionalisme tinggi dari para pendidik untuk mewujudkan pendidikan yang menyeluruh dan manusiawi,” ungkap AKBP Rovan yang juga Kapolres Gresik itu dalam sambutannya.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan prestasi, AKBP Rovan menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah guru dan siswa yang telah menorehkan prestasi di berbagai ajang daerah, mulai dari lomba cerita bergambar, film pendek, fashion show, hingga bidang teknologi informasi dan olahraga.

Beberapa penerima penghargaan di antaranya : Muhdi (Juara 1 Cerita Bergambar) ;  M. Ainun Nuha (Juara 1 Fashion Show) ;  Tim Generasi Hebat (Juara 1 Film Pendek) dan M. Ilham Maula Dzikri (Juara 1 Melukis). Kemudian, Tim Nusa Wira  (Juara 1 Menari) ; Nazulia Hayati (Juara 1 Kreasi Barang Bekas) ; Ashila Majis Arinda (Juara 1 Membatik) ; Maulana Duzfikri Putra (Juara 1 Teknologi Informasi) serta Sya’adah Rizkiyah Nandani (Juara 1 Lompat Jauh).

“Penghargaan ini bukan hanya simbol keberhasilan, tetapi juga semangat untuk terus maju dan memberikan yang terbaik. Semoga ini menjadi motivasi bagi seluruh insan pendidikan di SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik untuk terus berkarya dan berprestasi,” pungkas alumnus Akpol 2006 itu. 

Dengan semangat kolaboratif antara kepolisian dan dunia pendidikan, kegiatan ini menegaskan bahwa pendidikan inklusif merupakan tanggung jawab bersama dalam membangun masa depan generasi bangsa. (yad)

Guru dan Siswa SLB Kemala Bhayangkari 2 Gresik Berprestasi Dapat Apresiasi dari AKBP Rovan Selengkapnya

Nakhoda KSOP Gresik Berganti, Ini Capaian Kinerja Hotman Siagian

GRESIK,1minute.id – Nakhoda Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan atau KSOP kelas II Gresik berganti dari  Hotman Siagian kepada Capt. Herbert Elisa Paruntungan Marpaung. 

Hotman mendapat amanah baru sebagai Kepala KSOP Sampit, Kalimantan Tengah. Sedangkan,  Herbert, sebelumnya menjabat kepala KSOP Benoa, Bali. Pisah sambut pejabat struktural di Kementerian Perhubungan Laut itu dilaksanakan di Gedung Nasional Indonesia atau GNI Gresik di Jalan Pahlawan, Gresik pada Kamis, 22 Mei 2025.

Hotman menjabat sebagai KSOP Gresik selama 2,4 tahun. Sejumlah prestasi telah diraih oleh Hotman. Antara lain,  Peringkat Satu Satker Tercepat dan Akurat Dalam Penyampaian Laporan Pertanggung Jawaban Periode 2023 Kategori 5 Miliar s.d. 15 Miliar pada Anugerah Penghargaan Satker Terbaik Tahun 2023 .

Kemudian, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kantor KSOP Kelas II Gresik Tahun 2023 berhasil mencapai Rp. 63.783.244.802 atau 102% sehingga melebihi target yang telah ditetapkan pada tahun 2023 ; Pelabuhan Gresik masuk 10 Besar dari 46 Pelabuhan meraih Rapor Hijau dari Strategi Nasional Pencegahan Korupsi atau Stranas-PK atas layanan kepelabuhanan di Pelabuhan Gresik pada B15 tahun 2024 dan B 21 dari Stranas PK dan sebagai pilot project.

“Semua itu, bisa kami laksanakan berkat sinergi dan kolaborasi dengan semua stakeholder,” kata Hotman dalam sambutannya pada Kamis, 22 Mei 2025. Selama 28 bulan menjabat sebagai KOSP Gresik, wajah Pelabuhan Gresik yang legendaris semakin ciamik. Hotman melakukan Penataan dan Perbaikan Kantor, Peningkatan Layanan, Pembangunan Maritim Command Center (MCC) dalam mendukung terciptanya pelayanan prima.

Pada 2023, melakukan penataan penataan dan pembinaan pada usaha Pelayaran Rakyat (Pelra). “Kami melakukan penataan dan pembinaan layanan terhadap kinerja pelayanan kapal dan barang yang berdampak pada peningkatan volume kunjungan kapal dan arus bongkar muat barang kapal Pelayaran Rakyat (Pelra) yang berdampak pada peningkatan PNBP,” terangnya. 

Dan, di era Hotman ini, tenaga kerja bongkar muat atau TKBM mendapatkan perhatian lebih.  Hotman bersama PT Pelindo III Gresik membangun tempat istirahat bagi TKBM di Pelabuhan Rakyat maupun Pelabuhan Umum.  “Inisiatif ini di dorong sebagai bentuk wujud kepedulian kita sebagai Penyelenggara Pelabuhan terhadap kesejahteraan Saudara kita (para pekerja/buruh di pelabuhan) yang selama ini menjadi garda terdepan dan bagian yang tak terpisahkan dari ekosistem pelabuhan Gresik,” kata Hotman. 

Ia pun optimistis pengganti dirinya bisa menjadikan pelayanan kepelabuhan Gresik semakin baik. “Kapten Helbert ini,  senior saya,” katanya. Pisah sambut ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Indonesia Cabang Gresik Sutopo serta masyarakat maritim lainnya. (yad) q

Nakhoda KSOP Gresik Berganti, Ini Capaian Kinerja Hotman Siagian Selengkapnya

Masyarakat Mudah Mengakses Dokumentasi & Informasi Hukum, Pemkab Gresik Diganjar Apresiasi 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik meraih penghargaan sebagai Pengelola Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Terbaik II tingkat kabupaten/kota se-Jawa Timur 2025.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman pada upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Gedung Negara Grahadi, Surabaya pada Senin, 20 Mei 2025.

Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berbasis layanan informasi publik. Melalui JDIH, masyarakat dapat dengan mudah mengakses berbagai dokumen hukum daerah secara daring, mulai dari peraturan daerah, peraturan bupati, keputusan kepala daerah, hingga produk hukum lainnya.

Sekretaris Daerah Washil menyampaikan bahwa keberadaan JDIH tidak hanya berfungsi sebagai sistem kearsipan digital, tetapi juga merupakan bentuk pelayanan hukum kepada masyarakat.

“JDIH memberikan kepastian hukum bagi masyarakat serta menjadi sumber informasi terpercaya bagi akademisi, pelaku usaha, maupun perangkat daerah dalam menyusun dan menyesuaikan kebijakan,” ujarnya.

Selain Kabupaten Gresik, beberapa daerah lain juga menerima penghargaan dalam kategori yang sama. Kabupaten Banyuwangi meraih predikat terbaik pertama, disusul oleh Kabupaten Tuban, Kabupaten Nganjuk, dan Kota Surabaya di peringkat ketiga, keempat, dan kelima.

Sebagai informasi, JDIH berfungsi sebagai pusat dokumentasi dan informasi hukum daerah yang terintegrasi dan dikelola secara sistematis. Keberadaan JDIH sangat penting dalam mendukung terwujudnya pemerintahan terbuka (open government), memperkuat kesadaran hukum masyarakat, serta mendorong partisipasi publik dalam proses perumusan kebijakan daerah.

Pemkab Gresik secara berkelanjutan terus melakukan pembenahan dan digitalisasi layanan JDIH, mulai dari kelengkapan dokumen, kemudahan akses, hingga penyegaran tampilan laman. Upaya ini sejalan dengan semangat Nawakarsa “Gresik Maju dan Modern” yang mendorong transformasi digital di berbagai sektor pemerintahan.

Prestasi ini tidak lantas membuat Pemkab Gresik berpuas diri. Melalui Bagian Hukum Sekretariat Daerah yang dipimpin oleh Mohammad Rum Pramudya, pengembangan JDIH terus dilakukan.

“JDIH Kabupaten Gresik saat ini sedang memutakhirkan penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam bentuk chatbot WhatsApp di nomor 0822-9990-7911 yang dapat diakses oleh masyarakat umum. Dengan fitur ini, masyarakat akan lebih mudah menggunakan JDIH sesuai kebutuhannya. Ini juga merupakan upaya kami dalam meningkatkan literasi, pemahaman, dan kesadaran hukum masyarakat,” ungkapnya.

Selain penghargaan untuk kategori pengelolaan JDIH, pada kesempatan yang sama juga diberikan penghargaan untuk kategori Sekretariat DPRD kabupaten/kota. DPRD Kabupaten Gresik berhasil meraih predikat terbaik ketiga se-Jawa Timur. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Muhammad Syahrul Munir. (yad)

Masyarakat Mudah Mengakses Dokumentasi & Informasi Hukum, Pemkab Gresik Diganjar Apresiasi  Selengkapnya

Tim Dokkes Polres Gresik Selamatkan Bayi Mahesa yang Sempat Kritis

GRESIK,1minute.id –  Suhu tubuh bayi Mahesa Aprillia Salsabilla demam tinggi disertai diare. Bayi yang lahir 20 April 2025 dengan berat 2,5 kilogram mengarah gejala awal dehidrasi.

Mahesa menangis. Tubuhnya menggigil karena demam. Orang tua Mahesa, Muh Dian Arwinda, 30 dan Ulmi Muslihah, 26  ikut bingung. Sebab, beberapa hari terakhir, omzet tempe penyet lelaki yang tinggal di Dusun Gancung, Desa Tumapel, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik terjun bebas. 

Di saat kebingungan untuk membawa Mahesa ke rumah sakit, tiba-tiba datang satu unit mobil ambulans milik Polres Gresik. Dalam mobil itu, ada tim  Kedokteran dan Kesehatan atau Dokkes Polres Gresik di pimpin oleh Kasie Dokkes  Iptu Sugioto. Tim Dokkes Polres Gresik tiba di rumah Mahesa pada Jumat, 16 Mei 2025 sekitar pukul 09.00 WIB.

Umi Muslihah, ibunda Mahesa mberebes mili. Menangis haru karena harapan baru terhadap kesehatan Mahesa. “Tanpa pikir panjang, saya langsung menerjunkan Sie Dokkes Polres Gresik untuk segera turun tangan mengecek kondisi bayi Mahesa,” ujar Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu. 

Melihat kondisi yang mengkhawatirkan, bayi Mahesa kemudian dilarikan ke RSUD Ibnu Sina menggunakan ambulans Polres. Di instalasi gawat darurat, Mahesa mendapatkan penanganan intensif berupa pemasangan infus, pemberian obat-obatan, serta observasi ketat. Setelah proses rehidrasi selesai, bayi Mahesa dipindahkan ke ruang NICU dan kini dalam kondisi stabil.

“Saya pastikan seluruh biaya pengobatan akan kami bantu sampai Mahesa benar-benar sembuh. Ini bagian dari komitmen Polri untuk hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tapi juga sebagai penolong saat masyarakat membutuhkan,” tambah alumnus Akpol 2006 itu. 

Biaya perawatan Mahesa ditanggung melalui BPJS, namun kehadiran Polres Gresik memberikan bantuan pendampingan dan kemudahan akses medis yang sangat berarti bagi keluarga kecil ini. “Semoga Mahesa segera pulih dan keluarganya diberi kekuatan menghadapi ujian ini,” kata perwira dua melati di pundak itu.  

Langkah cepat dan empati dari jajaran Polres Gresik menyelamatkan nyawa kecil yang sangat berarti. (yad) 

Tim Dokkes Polres Gresik Selamatkan Bayi Mahesa yang Sempat Kritis Selengkapnya

DMI Gresik Akan Optimalkan Pemberdayaan Masjid dan Perkuat Layanan Mualaf

GRESIK,1minute.id – Pengurus Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Gresik (DMI Gresik) Jawa Timur periode 2024-2029 siap mengoptimalkan pemberdayaan masjid serta memperkuat layanan mualaf.

Ketua PD DMI Gresik Zainal Abidin mengungkapkan, pada periode keduanya ini, ia akan mengoptimalkan sejumlah program yang telah disiapkan. Beberapa di antaranya meliputi pengembangan dakwah, pemberdayaan masjid, serta penguatan layanan bagi para mualaf.

“Nantinya, lembaga ini tidak hanya fokus pada isu-isu keislaman, tetapi juga menyentuh bidang ekonomi hingga teknologi,” ujar Zainal.

Dia menekankan bahwa program pemberdayaan masjid menjadi salah satu prioritas utama. Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki potensi besar untuk memperkuat ekonomi jemaah. “Program pemberdayaan ini bahkan sudah berjalan di sejumlah masjid dan akan terus kami optimalkan,” tambahnya.

Selain itu, DMI Gresik juga akan melaksanakan program kaderisasi masjid melalui Perhimpunan Remaja Masjid (Prima) DMI. “Kami amanatkan program ini kepada Prima. Nantinya, mereka akan turun langsung berkeliling ke masjid-masjid di seluruh Gresik,” jelas Zainal.

Seperti diberitakan, Pelantikan bersama dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI), PD Korps Muballighah masa bhakti 2024 – 2029 dan PD Perhimpunan Remaja Masjid (Prima) masa bhakti 2024 – 2027, Badan Koordinasi Majelis Ta’lim Masjid (BKMM) serta Lembaga Mualaf Center (eLMC) di Aula Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim pada Ahad, 11 Mei 2025. Ketua PW DMI Jatim, KH M Sujak para pengurus lima organisasi tersebut. 

Pelantikan bersama itu dihadiri oleh Plt Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua DPRD Gresik M Syahrul Munir, Pimpinan Pusat Korps Muballighah Hj. Rita Ariyani,  Mustasyar PD DMI Gresik KH Afif Ma’shum, Ketua MUI Gresik KH Ainur Rofiq, dan Wakil Bupati Gresik Periode 2021 – 2024 Hj. Aminatun Habibah.

Sekretaris DMI Gresik Abdullah Farih, menambahkan bahwa sejak periode awal kepemimpinan Zainal, pihaknya telah membentuk Lembaga Mualaf Center pada 21 Januari 2023.

Layanan itu ternyata sangat bagus, bahkan satu-satunya DMI daerah yang berhasil mewujudkan program tersebut sehingga akan direplikasi DMI wilayah maupun pusat.

“Untuk embrionya jauh sebelum itu. Namun baru dijadikan sebagai banom tahun 2023. Hadirnya Lembaga Mualaf Center sangat diapresiasi oleh DMI pusat dan diadopsikan ke DMI lainnya,” ujar Farih.

Dia menjelaskan, sejak 2023 sudah ada 12 orang yang masuk Islam melalui Lembaga Mualaf Center. Tak hanya mengislamkan, DMI Gresik juga melakukan bedah rumah mualaf dan membantu kepengurusan berkas di Dispendukcapil. “Kami juga berikan bantuan UMKM untuk mualaf sehingga mereka bisa berdaya secara ekonomi,” tuturnya. 

Sementara itu, Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia atau PITI Gresik Muhammad Devan Gunawan mengapresiasi program DMI Gresik yang telah memfasilitasi para mualaf di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik.  

Pria yang mualaf sejak 2019 itu berharap, pemerintah juga turut memberikan perhatian kepada para mualaf dalam pemberdayaan secara ekonomi dan religi sehingga ke depannya nanti akan lebih semangat untuk menjalankan ibadahnya. (yad)

DMI Gresik Akan Optimalkan Pemberdayaan Masjid dan Perkuat Layanan Mualaf Selengkapnya