Libur Nataru Tiba, Tidak Ingin Ada Cerita Sedih di Jalan Raya, Satlantas Polres Gresik Tes Urine Sopir Bus

GRESIK,1minute.id – Musim liburan Natal dan Tahun Baru atau Nataru telah tiba. Satuan Polisi Lalu Lintas atau Satlantas Polres Gresik menggelar operasi gabungan di terminal Bunder, Gresik pada Selasa, 24 Desember 2024.

Dalam operasi tersebut, setiap bus yang akan berangkat diperiksa secara ketat. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik kendaraan dan kesehatan para sopir. Petugas juga melakukan tes urine secara acak terhadap 21 sopir bus. Hasilnya, para pengemudi bebas dari pengaruh narkoba dan siap bertugas dengan tanggung jawab penuh.

Kapolres Gresik AKBP Arief Kurniawan menyatakan, bahwa operasi ini melibatkan sinergi lintas instansi, seperti Dinas Perhubungan (Dishub) dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK). “Hal ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam menjaga keamanan lalu lintas di Gresik,” tutur AKBP Arief.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Derie Fradesca menegaskan pentingnya keselamatan di jalan raya. “Kami tidak ingin ada lagi cerita sedih di jalan raya. Setiap penumpang berhak sampai di tujuan dengan selamat,” ujar AKP Derie.

Selain tes urine, pemeriksaan fisik juga dilakukan untuk memastikan para sopir dalam kondisi prima. Sosialisasi mengenai keselamatan berkendara turut disampaikan. “Jangan memaksakan diri jika merasa lelah. Istirahat yang cukup sangat penting untuk mencegah kecelakaan,” pesan AKP Derie kepada para pengemudi. (yad)

Libur Nataru Tiba, Tidak Ingin Ada Cerita Sedih di Jalan Raya, Satlantas Polres Gresik Tes Urine Sopir Bus Selengkapnya

Kualitas Kesehatan Baik, Usia Harapan Hidup di Gresik Meningkat jadi 73,5 Tahun

GRESIK,1minute.id – Kualitas kesehatan dan kondisi sosial masyarakat Gresik semakin baik. Indikatornya, usia harapan hidup atau UHH di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik semakin panjang.

Data Dinas Kesehatan Gresik menyebutkan usia harapan hidup 73,5 tahun dari yang ditargetkan 72,9 tahun 2024. Untuk kematian ibu atau AKI menurun menjadu 16 kasus dari tahun sebelumnya yakni 20 kasus. Angka kematian bayi atau AKB menjadi 74 kasus menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 97 kasus. Sedangkan angka prevalensi stunting 8,14%, dan pelayanan UHC sudah mencapai 100%. 

Capaian positif bidang kesehatan itu  menjadi kado istimewa bagi Pemkab Gresik ketika menggelar peringatan Hari Kesehatan Nasional di gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro atau WEP pada Senin, 23 Desember 2024.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani kembali mengingatkan kepada insan kesehatan untuk semakin masif melakukan sosialisasi Universal Health Coverage atau UHC hingga pelosok desa. 

“UHC adalah bentuk komitmen pemerintah untuk menjamin akses layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat tanpa kendala finansial. Namun, saya masih menemukan masyarakat yang belum mengetahui program ini. Saya minta tenaga kesehatan untuk terus bergerak aktif mensosialisasikan UHC agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh semua kalangan,” tegas Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani.

Tampak hadir dalam kegiatan yang mengusung tema “Bergerak Bersama, Sehat Bersama” ini antara lain,  Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Sekretaris Daerah atau Sekda Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman serta Ketua Tim Penggerak atau TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali. 

Gus Yani melanjutkan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Hal ini lantaran kesehatan merupakan kebutuhan primer bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kesehatan juga menjadi tolok ukur kualitas sumber daya manusia pada suatu daerah.

“Biaya layanan kesehatan memang sudah ditanggung pemerintah, tetapi tugas kita belum selesai. Petugas kesehatan harus terus meningkatkan mutu pelayanan, memastikan masyarakat mendapatkan pengalaman terbaik saat mengakses layanan kesehatan,” tambahnya.

Disampaikan juga bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik memberikan perhatian khusus pada pelayanan kesehatan di Pulau Bawean berupa program beasiswa dokter spesialis, yang kini dimanfaatkan oleh tujuh dokter di pulau tersebut, sebagai upaya untuk mengurangi ketimpangan layanan kesehatan antara wilayah daratan dan pulau.

Dengan berbagai langkah strategis ini, Gresik berupaya memastikan bahwa layanan kesehatan yang berkualitas dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, baik yang berada di kota maupun yang berada di wilayah pelosok. Upaya ini diharapkan dapat mewujudkan kesehatan yang merata dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Gresik secara keseluruhan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Ali, menegaskan peran penting PKK dalam mendukung penurunan angka stunting, Angka Kematian Ibu, dan Angka Kematian Bayi.

“PKK sebagai mitra pemerintah, melalui 10 program pokok PKK terus berperan aktif dalam memberikan edukasi kesehatan, mendorong peningkatan gizi keluarga, serta mendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak. Semua ini dilakukan untuk memastikan keluarga di Kabupaten Gresik dapat hidup lebih sehat,” ujar Ning Nurul-sapaan-Nurul Haromaini Ali itu.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pencapaian target kesehatan nasional. PKK, kata dia, akan terus berkontribusi maksimal di tingkat desa dan kelurahan dengan pendekatan berbasis komunitas. (yad)

Kualitas Kesehatan Baik, Usia Harapan Hidup di Gresik Meningkat jadi 73,5 Tahun Selengkapnya

Cek 76 Senpi Anggota Polres Gresik Gunakan e-Senpi. Ini Kata Kasiwas

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 76 pucuk senjata api atau berbagai jenis diperiksa secara detail, mulai dari kebersihan senjata, kelengkapan amunisi, hingga kelengkapan administrasi. Pengecekan ini dilakukan secara berkala untuk memastikan semua senjata dalam kondisi siap operasional dan terawat dengan baik.

Waka Polres Gresik Kompol Danu Anindhita Kuncoro Putro yang memimpin langsung apel pengecekan senpi dan amunisi anggotanya di Mapolres Gresik pada Senin, 23 Desember 2024.

Kompol Danu menekankan pentingnya pengelolaan emosi bagi setiap personel pemegang senpi. “Gunakan senjata api hanya dalam kondisi yang sangat diperlukan dan sesuai prosedur,” tegasnya.

Senada, Kabag Logistik atau Kabaglog Kompol Nur Amin juga mengingatkan pentingnya perawatan senjata. “Jika ada kerusakan, segera laporkan ke bagian logistik agar segera diperbaiki,” ujarnya.

Pengecekan senpi kali ini juga memanfaatkan aplikasi e-Senpi untuk mempermudah pendataan dan monitoring. Selain itu, personel juga diingatkan akan bahaya penggunaan senjata api jenis revolver yang tidak memiliki kunci pengaman.

Kepala Seksi Pengawasan atau Kasiwas Polres Gresik Iptu Heriyanyo menambahkan bahwa penggunaan senjata api yang tidak sesuai prosedur dapat berakibat fatal. Oleh karena itu, setiap personel harus memastikan bahwa semua administrasi terkait senjata api lengkap dan kondisi senjata selalu terjaga.

Dengan adanya pengecekan rutin ini, diharapkan dapat meminimalisir terjadinya penyalahgunaan senjata api dan meningkatkan profesionalisme personel Polri dalam menjalankan tugas. (yad)

Cek 76 Senpi Anggota Polres Gresik Gunakan e-Senpi. Ini Kata Kasiwas Selengkapnya

Satlantas Polres Gresik Lakukan Pengendalian Operasional Kendaraan, Puluhan Truk Putar Balik

GRESIK,1minute.id – Satuan Polisi Lalu Lintas atau Satlantas Polres Gresik melakukan pengendalian operasional kendaraan barang di terminal Bunder, Gresik pada Minggu, 22 Desember 2024.

Pengendalian operasional kendaraan upaya menciptakan keamanan dan kelancaran lalu lintas selama Operasi Lilin Semeru 2024. Satlantas Polres Gresik AKP Derie Fradesca yang menimpin operasi pengendalian tersebut.

Pengendalian operasional kendaraan dilakukan bersama Dishub Gresik ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari Surat Keputusan Bersama (SKB) yang bertujuan membatasi operasional angkutan barang di ruas jalan tol Surabaya-Gresik.

Pembatasan kendaraan angkutan barang selama Nataru 2024/2025 berlaku mulai Jumat, 20 Desember 2024 pukul 00.00 hingga Minggu, 22 Desember 2024 pukul 24.00 waktu setempat. Pemerintah kemudian kembali memberlakukan pembatasan pada Selasa, 24 Desember 2024 pukul 00.00 WIB sampai 24.00 WIB dan Kamis, 26 Desember 2024 pukul 06.00 WIB hingga Minggu, 29 Desember 2024 pukul 24.00 WIB.

Selanjutnya, akan dilakukan pembatasan pada Rabu, 1 Januari 2025 pukul 06.00 WIB sampai 24.00 waktu setempat. Pembarasan ini berlaku untuk mobil barang dengan sumbur tiga atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan, kereta gandengan, serta mobil barang yang mengangkut hasil galiab, hasil tambang, dan hasil bangunan. 

Kendaraan angkut barang yang dikecualikan dari pembatasab dan bisa tetap beroperasi yaitu mobil pengangkut bahan bakar minyak atau gas, hantaran uang, hewan, pakan ternak, dan pupuk, penanganan bencana alam serta barang pokok. 

Akan tetapi, kendaraan jenis inj harus dilengkapi surat muatan yang diterbitkan pemilik barang yang diangkut, berisi keterangan jenis barang , tujuan serta nama dan alamat pemilik barang. Surat muatan tersebut harus ditempel pada kaca depan sebelah kiri angkutan yang digunakan untuk mengangkut barang.

Kapolres Gresik AKBP Arief Kurniawan melalui Kasatlantas Polres Gresik, AKP Derie Fradesca, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan pribadi selama libur Natal dan Tahun Baru. 

“Dengan membatasi truk, kami berharap dapat mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas dan memastikan kelancaran arus mudik dan balik,” ujarnya.

Dalam operasi gabungan bersama Dinas Perhubungan atau Dishub Gresik, petugas melakukan pemeriksaan terhadap setiap kendaraan barang yang melintas. Kendaraan yang tidak memenuhi syarat atau tidak termasuk dalam kategori pengecualian akan diminta untuk putar balik.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, khususnya para pengemudi truk, untuk mematuhi peraturan yang berlaku. Mari bersama-sama menciptakan suasana yang aman dan nyaman selama perayaan Natal dan Tahun Baru,” tambah AKP Derie. (yad)

Satlantas Polres Gresik Lakukan Pengendalian Operasional Kendaraan, Puluhan Truk Putar Balik Selengkapnya

Desa Miliarder Terkini, Pasca Pengelola Destinasi Wisata Setigi Abdul Halim Ditahan

GRESIK,1minute.id – Hore…!!! Libur sekolah telah tiba. Di Jawa Timur, libur sekolah semester ganjil 2024/2025 di mulai 23 Desember 2024 hingga 31 Desember 2024. Sejumlah pengelola destinasi wisata bersiap menyambut wisatawan selama libur sekolah serta natal dan tahun baru atau Nataru.

Destinasi wisata Setigi, misalnya. Wartawan 1minute.id mengunjungi tempat wisara Selo, Tirta, Giri atau Setigi di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Selasa, 17 Desember 2024 lalu. Tiba sekitar pukul 13.20 WIB. Tiket masuk Rp 15 ribu dan biaya parkir motor Rp 5.000. 

Siang itu kondisi mamring. Sepi. Hanya satu rombongan mobil Innova berjumlah 7 orang penumpang. Mereka dari Surabaya. “Ini mampir kesini. Dulu ramai, tapi sekarang sepi,” kata Efendi, salah satu pengunjung lirih. 

Destinasi wisata Setigi berdiri diatas lahan seluas 2 hektar. Dulu lahan bekas tambang galian C itu digunakan sebagai tempat pembuangan sampah. Pemerintahan Desa Sekapuk dipimpin Abdul Halim menyulap menjadi tempat wisata yakni Selo, Tirta, Giri alias Setigi. 

Desa Sekapuk yang konon dikenal sebagai desa miskin mendeklarasikan sebagai desa miliarder. Pendapatan dari sektor pariwisata, Setigi. Pascalengser, Halim mendekam di rumah tahanan alias Rutan Polres Gresik atas dugaan penggelapan aset desa. Tempat wisata Setigi yang menjadi fonomenal seakan ikut meredup. 

Sejumlah spot yang menjadi jujugan wisatawan domestik atau wisdom dan wisatawan asing seakan kurang terurus. “Pasca Covid-19 pengunjung terus menurun sampai sekarang,” kata seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya. 

Di era keemasan, pengelola mempekerjakan belasan pemuda desa. “Kini hanya 7 anak. Itu pun dua minggu kerja. Dua minggu libur,” katanya. “Saat ini, kami hanya mengandalkan week end saja,” imbuh lelaki itu. 

Dalam pengamatan wartawan 1minute.id  sejumlah spot menjadi daya tarik wisatawan terasa sepi. Jembatan Peradaban, misalnya. Di spot jembatan 

tidak ada seorang pun wisatawan. Padahal, sebelumnya, spot ini nyaris tidak pernah sepi pengunjung. Weekday apalagi Weekend. “Dasar kolamnya bocor. Sekarang masih perbaikan. Jadi air kolam baru diisi masih di ujicoba lagi,” kata warga lainnya. 

Jembatan peradaban yang mengambarkan peralihan peradaban tradisional menuju era modern memiliki panjang sekitar 200 meteran. Lebar 2 meteran. Di bagian ujung jembatan bercat warna putih, terdapat tiga unit rumah adat Papua. Beratap serabut sapu warna hitam dan berdinding kayu. Instanable. Sedangkan, dibawah jembatan itu terdapat telaga dengan air warna hijau.

Kini, pemandangan di spot jembatan peradaban itu berubah 180 derajat. Sepi. Memasuki masa liburan Nataru, pengelola Setigi berbenah agar bisa menarik minat wisatawan untuk berkunjung. (yad)

Desa Miliarder Terkini, Pasca Pengelola Destinasi Wisata Setigi Abdul Halim Ditahan Selengkapnya

Apindo Gresik Tolak UMSK 2025, Berikut Daftar UMSK 10 Kabupaten/Kota di Jawa Timur

GRESIK,1minute.id –  Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo Gresik menolak keputusan Gubernur Jawa Timur terkait kenaikan Upah Minimum Sektoral Kabupaten UMSK 2025. Kenaikan UMSK sebesar 11,82 persen dari Upah Minimum Kabupaten UMK dianggap terlalu tinggi dan tidak realistis.

Sekretaris Apindo Gresik Ngadi, menyebutkan bahwa keputusan tersebut diambil tanpa kajian mendalam dan berpotensi memberikan dampak buruk bagi dunia usaha di Gresik.

“Kami keberatan karena UMSK ini tidak melalui kesepakatan di Dewan Pengupahan atau usulan resmi dari Bupati. Kenaikan yang terlalu tinggi ini sulit diterapkan,” ujar Ngadi kepada wartawan pada Jumat, 20 Desember 2024..

Menurut Ngadi, kebijakan ini akan membebani pelaku usaha dan mengancam keberlangsungan bisnis di wilayah Gresik. Ia mengingatkan bahwa dampak paling nyata dari kenaikan upah yang terlalu tinggi adalah pengurangan jam kerja hingga potensi pemutusan hubungan kerja atau PHK.

“Ini bukan hanya soal angka. Jika beban perusahaan semakin berat, yang terkena imbas adalah pekerja dan stabilitas ekonomi secara keseluruhan,” tambahnya.

Meski begitu, Apindo Gresik menyatakan masih dapat menerima kenaikan UMK 2025 sebesar 5 persen, meskipun jauh di atas usulan awal mereka sebesar 1,39 persen.

Sementara itu, Ketua Klinik Hukum Apindo Gresik Ichwansa, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap keputusan ini. Apindo akan segera mengajukan audiensi dengan Gubernur Jawa Timur untuk meminta penjelasan terkait dasar kenaikan UMSK tersebut.

“Jika audiensi tidak diindahkan, kami akan berkirim surat keberatan kepada Gubernur Jawa Timur dan Kementerian Dalam Negeri, bahkan mempertimbangkan langkah hukum sebagai upaya terakhir,” tegas Ichwansa.

Ichwansa juga mendesak pemerintah untuk segera mengkaji ulang kebijakan ini dengan melibatkan seluruh pihak terkait agar kebijakan upah yang dihasilkan lebih adil dan realistis.

“Kami ingin memastikan kebijakan ini tidak hanya menguntungkan satu pihak, tetapi juga dapat diterapkan secara berkelanjutan tanpa mengorbankan iklim investasi dan lapangan kerja,” harapnya. Ichwansah menambahkan Apindo Gresik mengingatkan pentingnya stabilitas dunia usaha untuk menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, kebijakan upah yang terlalu tinggi dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, mengurangi daya tarik investasi, dan mempersempit lapangan kerja.”Dunia usaha membutuhkan kebijakan yang seimbang agar bonus demografi tidak berubah menjadi bencana ekonomi,” pungkasnya.

Dengan polemik ini, Apindo Gresik berharap pemerintah segera memberikan solusi yang adil dan tepat demi menjaga keberlanjutan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk diketahui, PJ Gubernur Jatim Adhy Karyono telah menetapkan Keputusan Gubernur Jawa Timur nomor 100.3.3.1/776/KPTS/013/2024 tentang Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota di Jawa Timur Tahun 2025.

Dalam putusan itu, UMSK ditetapkan untuk 10 Kabupaten/Kota yakni Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, Tuban, Kabupaten Madiun, Kabupaten Malang, Banyuwangi, dan Bangkalan. (yad)

Berikut Daftar UMSK di 10 Kabupaten/ Kota di Jawa Timur.

1. Kota Surabaya Rp 5.284.267

2. Gresik Rp 5.190.952

3. Sidoarjo Rp 5.187.094

4. Kabupaten Pasuruan Rp 5.183.238

5. Kabupaten Mojokerto Rp 5.171.668

6. Kabupaten Malang Rp 3.784.509

7. Tuban Rp 3.248.676

8. Banyuwangi Rp 2.992.798

9. Kabupaten Madiun Rp 2.556.342

10. Bangkalan Rp 2.541.459. (yad)

Apindo Gresik Tolak UMSK 2025, Berikut Daftar UMSK 10 Kabupaten/Kota di Jawa Timur Selengkapnya

Museum temporer Sunan Giri di Festival Bandar Grissee Pamerkan Replika Keris Kalamunyeng dan Surban

GRESIK1minute.id – Festival Bandar Grissee kali ketiga kembali digelar Disparekrafbudpora Gresik. Digelar selama 3 hari, mulai Jumat, 20 Desember hingga 22 Desember 2024. Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah yang membuka festival dan Pemeran Museum Sunan Giri dipusatkan Kantor Pos Indonesia -dulu dikenal-Kantor Pos Pelabuhan alias Bandar itu pada Jumat malam, 20 Desember 2024.

Di museum replika Sunan Giri ini ada sejumlah barang yang dipamerkan. Antara lain, surban dan keris kalamunyeng. Berdasarkan data Disparekrafbudpora, Surban tersebut diperkirakan digunakan Sunan Giri ketika berdakwah atau menyebarkan agama Islam di Jawa. Surban dengan teknis hias sulaman tangan menggunakan bahan kain dari Persia dilengkapi dengan benang emas atau prada dengan motif bunga dan daun.

Sedangkan, Keris Kalamunyeng adalah sejenis senjata yang dulunya perwujudan sebuah Kalam yang digunakan Sunan Giri ketika membaca Alquran. Keris Kalamunyeng asli di simpan dan dirawat pengurus makam Sunan Giri. Sedangkan, 

replika bisa dilihat di museum Sunan Giri terbuat dari besi tempa perunggu yang memiliki panjang 36 sentimeter, pangkal mata keris dihiasi sulur daunan berlapis emas.

Dua benda pusaka yakni keris dan surban  pernah ditunjukkan juru kunci Makam Sunan Giri ketika Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, dan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah melakukan ziarah ke makam Sunan Giri dalam rangkaian Peringatan Hari Jadi Kota Gresik yang diikuti wartawan 1minute.id dan bisa dinikmati di buku berjudul : Grissee Kota Bandar karya Chusnul Cahyadi. 

Replika keris dan surban tetap menjadi daya tarik bagi pengunjung museum temporer di Festival Bandar Gresik pada Jumat malam, 20 Desember 2024. “Monggo masyarakat Gresik berbondong-bondong ke sini (kantor pos Indonesia,Red). Bila tidak sempat bisa berkunjung di museum Sunan Giri di Kompleks Makam Sunan Giri,” kata Wabup Aminatun Habibah didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga atau Disparekrafbudpora Gresik Syaifuddin Ghozali pada Jumat malam, 20 Desember 2024. (yad)

Museum temporer Sunan Giri di Festival Bandar Grissee Pamerkan Replika Keris Kalamunyeng dan Surban Selengkapnya

Festival Bandar Grissee Bakal Jadi Agenda Kharisma Event Nusantara

GRESIK1minute.id – Festival Bandar Grissee kembali digelar Disparekrafbudpora Gresik. Festival tahun ketiga ini dibuka oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. 

Festival selama 3 hari ini, mulai Jumat, 20 Desember hingga Minggu, 22 Desember 2024 ini bisa menjadi alternatif bagi masyarakat di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik mengisi liburan Natal dan Tahun Baru atau Nataru. Selain penampilan kesenian, seperti tari dan musik. Di festival yang dipusatkan di kawasan heritage, bangunan kolonial di Jalan Basuki Rahmat, Gresik, Jawa Timur ini menikmati sejumlah peninggalan Sunan Giri yang dipamerkan di museum temporer, Kantor Pos Indonesia. 

Ada replika keris kalamunyeng dan surban Sunan Giri yang Wali Sanga juga Kepala Pemerintahan di Bukit Giri dengan gelar Prabu Satmata itu. “Monggo masyarakat Gresik berbondong-bondong ke sini (kantor pos Indonesia,Red). Bila tidak sempat bisa berkunjung di museum Sunan Giri di Kompleks Makam Sunan Giri,” kata Wabup Aminatun Habibah didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga atau Disparekrafbudpora Gresik Syaifuddin Ghozali pada Jumat malam, 20 Desember 2024.

Sementara itu, di Gardu Suling Bandar Grissee, tidak kalah meriah. Hari pertama diisi dengan tari Damarkurung, serta peragaan busana tematik, tentang busana etnik Muslim Jawa, Arab, dan Tionghoa. Ratusan pasang mata meniknati hiburan gratis tersebut sambil nyeruput kopi. 

Peragaan busana tematik, batik tenun maupun tari yang mengangkat tema Damarkurung tidak di sebuah panggung cat walk. Tapi, peragaan di jalan raya alias fashion on the Street Bandar Grissee. 

Kepala Disparekrafbudpora Gresik Syaifuddin Ghozali mengatakan, Festival Bandar Grissee ini memasuki tahun ketiga. “Tahun pertama Festival Bandar Grissee dibuka Menteri Pariwisata Sandiaga Uno,” terang Ghozali. 

Ia berharap tahun depan, Festival Bandar Grissee bisa masuk agenda Kharisma event Nusantara. “Saat ini, festival Bandar Gresik sudah tiga tahun digelar secara berturut-turut. Tahun depan semoga bisa masuk Kharisma event Nusantara,” tegas Ghozali yang berlatar pendidikan dokter gigi itu.

Festival Bandar Gresik, layak masuk Kharisma Event Nusantara. Ia mencontohkan, di event East Java Tourism Award atau EJTA 2024, Festival Bandar Grissee meraih juara satu kategori pariwisata yang dikelola kelompok masyarakat sadar wisata atau Pokdarwis Bandar Grissee. 

Lalu, kedua rangkaian Festival Bandar Grissee ini, adalah pemeran museum Sunan Giri. Mengapa Pameran Museum Sunan Giri ditampilkan dalam Festival Bandar Grissee adalah bentuk kolaborasi. Ghozali menyebut di EJTA 2024, Museum Sunan Giri telah menyabet juara pertama Destinasi Wisata yang dikelola oleh Pemerintah. (yad)

Festival Bandar Grissee Bakal Jadi Agenda Kharisma Event Nusantara Selengkapnya

Lestarikan Pesisir Pesusukan, Lumpur, Polda Jatim Tanam 10 Ribu Mangrove

GRESIK,1minute.id – Ancaman Rob masih menghantui masyarakat di pesisir Gresik. Antara lain, warga Kelurahan Lumpur, Kecamatan/ Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Kondisi itu, membuat Polda Jatim turun tangan. Di Hari Lingkungan Hidup 2024, Polda Jatim dan Polres Gresik menggelar penanaman pohon mangrove pada Jumat, 20 Desember 2024.

Penanaman 10 ribu pohon manggrove dipusatkan kawasan pesisir Pesusukan, Kelurahan Lumpur Kabupaten Gresik. Program pelestarian ekosistem pesisir sekaligus mendukung Program Asta Cita Presiden ke-8 Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin menyampaikan, program ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap Program Asta Cita, khususnya dalam bidang pelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya kelautan.

“Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kelestarian lingkungan pesisir dan mendukung keberlanjutan ekosistem laut. Kami juga mengajak masyarakat, terutama nelayan, untuk bersama-sama menjaga ekosistem pesisir yang menjadi sumber kehidupan mereka,” ujar Kombes Pol Arman.

Selain Arman kegiatan peduli lingkungan ini dihadiri sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Irwasda Polda Jatim Kombes Pol Ary Satriyan, Dirpolairud Polda Jatim Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, Kadisminpers Koarmada II Letkol Laut Totok Irianto dan Plt Kadis Perikanan Kabupaten Gresik, A. Wicaksono serta tokoh masyarakat lainnya. 

Senada, Kombes Pol Ary Satriyan menegaskan pentingnya pelestarian lingkungan sebagai warisan bagi generasi mendatang. Ia juga mengajak masyarakat, khususnya nelayan, untuk aktif menjaga keberlanjutan sumber daya alam laut.

“Mari bersama-sama mendukung Program Bapak Presiden H. Prabowo Subianto dalam menciptakan Indonesia yang maju dan ramah lingkungan,” Ucapnya

Sementara, Kapolres Gresik AKBP Arief Kurniawan, juga menekankan manfaat strategis dari penanaman mangrove ini. Menurutnya, selain mencegah abrasi, mangrove berperan penting dalam penyerapan karbon, melindungi habitat biota laut, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Kami berharap program ini tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga menjadi model pelestarian lingkungan untuk daerah-daerah lain di Indonesia,” kata AKBP Arief.

Penanaman pohon mangrove di Dusun Pesusukan ini adalah bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam. Langkah ini tak hanya menjadi solusi ekologis, tetapi juga mempertegas komitmen bersama untuk mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan bagi Indonesia. (yad)

Lestarikan Pesisir Pesusukan, Lumpur, Polda Jatim Tanam 10 Ribu Mangrove Selengkapnya

66 Rumah di Ujungpangkah Diterjang Angin Lesus, Bupati Gresik Tinjau Lokasi dan Serahkan Bantuan

GRESIK,1minute.id – Angin lesus menerjang Desa Kepatang Lor dan Desa Glatik di Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Sebanyak 66 rumah rusak akibat bencana angin puting beliung itu.

Kabar bencana itu pun sampai ketelingah Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani mendatangi lokasi korban bencana angin itu pada Sabtu, 14 Desember 2024.

Kholidin, salah satu korban bencana angin ribut mengaku terharu disambangi Gus Yani sambil membawa bantuan kepada warga terdampak bencana angin itu.

Warga Desa Glatik berusia 38 tahun itu pun menyatakan terima kasih. 

“Terima kasih pak bupati. Dan mudah-mudahan bagi semua pihak yang membantu, diberikan rezeki yang lebih barokah oleh Allah SWT,” tutur Kholidin.

Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani datang dengan didampingi Kepala Satuan Pelaksana atau Satlak Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Gresik Sukardi, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman atau CKPKP Ida Lailatussa’diyah dan Camat Ujungpangkah Shofwan Hadi. Mereka disambut hangat masyarakat. 

Orang nomor satu di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik kemudian meninjau langsung sejumlah rumah warga korban angin lesus. Gus Yani juga berdialog dengan para korban dan memberikan bantuan berupa uang tunai, paket sembako, kasur lipat matras, terpal, lauk pauk dan biskuit. Hal ini untuk membantu pemulihan masyarakat yang terdampak. 

Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan rasa prihatin dengan musibah yang menimpa warga Desa Glatik dan Desa Ketapang Lor Kecamatan Ujungpangkah Gresik. Ia menyampaikan, bantuan ini sebagai bentuk komitmen untuk memberikan semangat dan dukungan langsung kepada masyarakat.

“Kami hadir langsung bersama dinas terkait, Muspika dan perangkat desa untuk memastikan penanganan pasca bencana berjalan baik. Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak,” ujarnya.

Pihaknya juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat, termasuk keterlibatan Muspika Ujungpangkah dan perangkat desa dalam membantu perbaikan. “Setelah kejadian, masyarakat bersama-sama langsung memperbaiki atap rumah yang rusak. Ini menunjukkan kekompakan yang luar biasa,” katanya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada mengingat saat ini telah memasuki musim penghujan. Menurutnya, intensitas curah hujan dan potensi bencana seperti puting beliung bisa saja masih terjadi di wilayah Gresik. 

“Kami berharap masyarakat Gresik, khususnya yang berada di daerah rawan, tetap siaga. Bila ada pepohonan besar di sekitar rumah, jangan ditebang namun dipangkas untuk mengurangi risiko,” pesan Gus Yani. (yad)

66 Rumah di Ujungpangkah Diterjang Angin Lesus, Bupati Gresik Tinjau Lokasi dan Serahkan Bantuan Selengkapnya