SMANSI Gresik Gelar Semarak Si Pena Gandeng Perpusnas

GRESIK,1minute.id – SMA Negeri 1 Sidayu (Smansi) Gresik menggelar Semarak Si Pena pada Jumat, 5 April 2024. Pembukaan gerakan Semangat Menulis Sekolah Penggerak dalam puiSI, cerPen, Essay, Novel dan Artikel di Aula sekolah yang dipimpin Syafaul Anam itu dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Gresik Kiswanto.

Ratusan siswa kelas X terlihat antusias untuk mengikuti kegiatan budaya literasi kali pertama tersebut. Sebelum memulai gerakan literasi, dilakukan Deklarasi Kesepakatan dan Pembekalan Semarak Si Pena antara guru dan siswa. Sekolah menghadirkan beberapa pemateri untuk memberikan pembekalan penulisan dan bimbingan kepada siswa kelas X yang berjumlah 11 rombongan belajar (rombel) atau kelas itu. 

Untuk pemateri penulisan esai diberikan oleh Chusnul Cahyadi, wartawan media online, 1minute.id, kemudian penulisan artikel diisi oleh Galih Wicaksono, wartawan Jawa Pos. Sedangkan, beberapa pemateri lainnya untuk penulisan cerpen, puisi serta novel. 

SEMARAK SI PENA : Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kabupaten Gresik Kiswanto memberikan sambutan Gerakan Semarak Si Pena SMA Negeri 1 Sidayu Gresik didampingi Kepala Smansi Gresik Syafaul Anam (kanan) pada Jumat, 5 April 2024 ( Foto : Smansi untuk 1minute.id)

“Kami kembangkan budaya literasi karena SDM disini sudah siap. Bahkan, banyak guru yang sudah menulis buku,” kata Syafaul Anam di temui di sekolah pada Jumat, 5 April 2024. 

Program literasi penulisan buku yang digagas oleh Smansi  Gresik ini cukup komplit. Di sejumlah sekolah gerakan dalam penulisan buku antologi menulis puisi, sajak, artikel dan esai. “Di Smansi ada satu jenis penulisan yakni novel,” kata mantan Kepala SMA Negeri 1 (Smansa) Gresik ini.  

Syafaul Anam yang baru sebulan di Smansi Gresik ini mengatakan, Semarak Si Pena akan diupayakan bisa masuk dalam perpustakaan nasional (Perpusnas). Dalam perilisan hasil tulisan dari Semarak Si Pena pihaknya akan bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional. Tidak semua buku bisa menjadi koleksi bacaan di perpustakaan nasional itu. 

“Insya Allah di Gresik ini baru pertama yang kerja sama dengan Perpusnas,” ungkap Syafa-sapaan akrab-Syafaul Anam itu. Ia berharap semua siswa kelas X bisa.secara sungguh-sungguh belajar menulis. “Kalau karya bisa tercetak dalam buku akan legasi bagi siswa dan sekolah,” ujarnya. 

Sehingga dirinya berharap buku karya pelajar dari Gresik tersebut bisa beredar di kancah nasional. Syafaul Anam melanjutkan bahwa gerakan tersebut merupakan salah satu tanggung jawab sebagai sekolah penggerak. “Merilis buku ini termasuk program utama pada sekolah penggerak,” bebernya. SMAN 1 Sidayu sendiri sudah menjadi sekolah penggerak sejak 2021.

Tidak hanya menyasar para pelajar, Syafa juga mendorong para dewan guru untuk turut menyumbangkan pemikiran mereka ke dalam buku antologi. “Tidak harus melulu sastra puisi, cerpen, tapi guru-guru juga bisa menelurkan konsep inovasi pada buku,” paparnya.

SI PENA : Kepala SMA Negeri 1 Sidayu Syafaul Anam (tengah) bersama guru dan siswa kelas X dalam gerakan Semarak Si Pena di aula sekolah (Foto : Smansi Gresik untuk 1minute.id)

Sebelumnya Smansigres, telah berhasil merilis 4 buku hasil karya dari para pelajar. Buku-buku bergenre novel remaja tersebut berjudul The Exterminator, Jalan Hidup, Satria Bajigur, dan Devra. Karya terakhir merupakan hasil tulisan dari Annabah Najla Rofifah. 

Najla mengungkapkan bahwa bukunya sedikit banyak berangkat dari kisah asrama. Mengenai dua orang remaja yang saling menaruh rasa namun harus berpisah pada akhirna. “Saya ingin menyampaikan bahwa cinta itu tidak harus memiliki,” tutur Najla.

Penulis buku lain, Evlyna Ega Daniswar menuangkan ceritanya ke dalam buku yang berjudul The Exterminator. Bukunya berkisah tentang perlawanan seorang petarung melawan kekuatan jahat yang tak kasat mata. “Kekuatan jahat representasi dari hal buruk di dunia perlu dilawan untuk jadi lebih baik,” sambungnya.

Dalam perilisan gerakan literasi tersebut hadir pula Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik Kiswanto. Dirinya menyampaikan bahwa menulis adalah salah satu kemampuan yang tidak akan lekang oleh zaman. “Karena kemampuan menulislah yang mengantarkan saya bisa kuliah S-2,” tuturnya. (yad)

SMANSI Gresik Gelar Semarak Si Pena Gandeng Perpusnas Selengkapnya

Malam Seribu Bulan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Inginkan Malem Selawe Juga Ada Khotmil Quran, Doa Bersama

GRESIK,1minute.id – Berziarah ke makam Sunan Giri di malam Selawe Ramadan menjadi salah satu kearifan lokal yang terpelihara di warga Kabupaten Gresik. Ribuan warga menyemut untuk melakukan berzikir dan berdoa di makam Waliyullah berada di Bukit Giri, Kecamatan Kebomas. Mereka berdoa dan berzikir untuk mendapatkan berkah untuk mendapatkan pahala seribu bulan.

Malam selawe, salah satu dari tiga tradisi yang paling di tunggu-tunggu warga di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. Dua tradisi lainnya, adalam malam telulikur atau 23 Ramadan, tradisi Sanggring Kolak Ayam di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar. Kemudian, malam 27_28 Ramadan ada tradisi Pasar dan Lelang Bandeng Kawak.

Semua tradisi itu memiliki cerita sendiri. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan tradisi malam selawe atau malam 25 bulan suci Ramadan merupakan salah satu kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Gresik.

“Malem selawe merupakan tradisi peninggalan Sunan Giri salah satu wali songo yang terus dilestarikan turun temurun oleh masyarakat Gresik. Tradisi tersebut merupakan perintah Sunan Giri kepada santri dan rakyatnya saat masih menjadi raja di Giri Kedaton Gresik,” tutur Gus Yani-sapaanakrab-Bupati Fandi Akhmad Yani usai usai berziarah ke makam Sunan Giri bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gresik pada Kamis malam, 4 April 2024.

Ia mengimbau kepada generasi muda untuk wajib dan menjaga tradisi peninggalan salah satu Wali Songa tersebut. Menurut dirinya, selain sisi spiritualis dan sarana dakwah, tradisi ini juga berdampak pada kebangkitan UMKM warga sekitar.

“Tradisi ini merupakan kearifan lokal yang harus dipertahankan dan dilestarikan, mengingat Gresik adalah kota wali dan kota santri,” kata mantan Ketua DPRD Gresik tersebut. Ia pun berharap, kegiatan tradisi malem selawe tidak hanya di isi dengan seremonial. Selain ziarah juga diisi dengan Khotmil Quran, istighatsa, pengajian, dan doa

“Ini yang harus kita sempurnakan, agar substansi dari tradisi malem selawe tidak hilang di era modernisasi saat ini. Mudah-mudahan mulai tahun depan kegiatan tambahan spiritual tersebut bisa kita laksanakan. Mengingat Gresik adalah kota wali dan kota santri,” tandasnya. (yad)

Malam Seribu Bulan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Inginkan Malem Selawe Juga Ada Khotmil Quran, Doa Bersama Selengkapnya

Polres Gresik Sediakan Tempat Penitipan Kendaraan Bermotor, Dijamin Aman, Mudik Pun Nyaman

GRESIK,1minute.id – Warga Gresik tidak perlu pusing tujuh keliling mencari tempat penitipan kendaraan bermotor bila sedang mudik. Sebab, Polres Gresik menyediakan layanan penitipan kendaraan bermotor bagi warga Gresik yang akan mudik. Bawa saja kendaraannya ke Markas Polisi Resor (Mapolres) Gresik di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Di jamin aman dan gratis. Mudik pun bisa tenang. 

“Polres Gresik akan menyediakan kantor Polres ini untuk penitipan kendaraan bermotor bagi warga yang akan melaksanakan mudik lebaran. Masyarakat tidak was-was menitipkan kendaraan bermotor di lingkungan kepolisian,” ujar Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom kepada wartawan usai Konfirmasi Pers Operasi Pekat Semeru 2024 pada Rabu, 3 April 2024.

Tempat parkir kendaraan roda dua alias sepeda motor sangat representatif. Terlindung dari terik sinar matahari maupun hujan. 

Apa syaratnya ? Menurut Kasi Humas Polres Gresik Iptu Wiwit, warga cukup membawa identitas diri dan surat kendaraan. “Syaratnya bawa KTP dan STNK,” ujar Wiwit. Sangat mudah kan! Selain menitipkan kendaraan bermotor, Polres Gresik juga menyarankan kepada semua warga yang hendak meninggalkan rumah untuk mudik untuk lapor ke RT/RW. Bila ada tamu yang tidak dikenal segera lapor ke polisi.

“Polres Gresik akan melakukan pemantauan di pemukiman warga selama lebaran 2024,” katanya. (yad)

Polres Gresik Sediakan Tempat Penitipan Kendaraan Bermotor, Dijamin Aman, Mudik Pun Nyaman Selengkapnya

Percepat Pemulihan Pascagempa, Petrokimia Gresik Bersama Satgas Bencana Nasional BUMN Jatim Kirimkan 41 Relawan ke Pulau Bawean

GRESIK,1minute.id – Satuan Tugas (Satgas) Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur kembali memberangkatkan relawan untuk membantu pemulihan masyarakat pascabencana gempa bumi di Pulau Bawean. Sebanyak sepuluh relawan diberangkatkan dari Petrokimia Gresik, di Gresik, yang merupakan Koordinator Satgas Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur pada Selasa, 2 April 2024.  

Sejak lindu terjadi pada Jumat, 22 Maret 2024, total relawan yang telah dikirimkan Satgas ke Bawean dan bertugas selama 15 hari sebanyak 41 orang.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, sekaligus sebagai Ketua Satgas Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur menyampaikan bahwa Petrokimia Gresik bersama dengan anggota Satgas lainnya terus memantau perkembangan masyarakat Bawean pascabencana. “Kami akan terus berkontribusi mendukung Pemerintah agar proses pemulihan berjalan cepat dan lancar,” harap Dwi Satriyo Annurogo. 

Relawan ini menjadi kontribusi nyata Petrokimia Gresik bersama anggota Satgas lainnya melengkapi bantuan-bantuan yang telah dikirimkan sebelumnya untuk membantu kebutuhan masyarakat Bawean pascagempa yang beberapa kali terjadi di laut Jawa dan berada di sekitar pulau Bawean beberapa saat yang lalu.

Bantuan yang telah dikirimkan pada tahap pertama tanggal 23 Maret 2024 antara lain mi instan 50 dus, sarden 250 kaleng, selimut 100 pcs, air mineral 50 dus (kemasan 600 ml), pampers 300 pcs dengan berbagai ukuran bayi atau balita, obat-obatan. Selain itu, juga mengirimkan terpal untuk kebutuhan pengungsi sebanyak 30 pcs.

Gelombang kedua, pada 28 Maret 2024, Petrokimia Gresik dan anak usaha bersama anggota Satgas lainnya mengirimkan beras 800 kilogram (kg), minyak goreng 200 liter, mi instan 50 karton, mi cup 25 karton, sarden 100 pcs, kornet 100 pcs, susu UHT 20 karton, dan air mineral cup 50 karton. Selain bahan pangan, Petrokimia Gresik dalam bantuan kali ini juga mengirimkan 100 selimut dan 500 pcs pampers.

Sementara anggota Satgas lainnya yang juga mengirimkan bantuan ke Pulau Bawean yaitu PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III), Perum Pegadaian, PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Telkom (Persero), PT Bank Mandiri (Persero) Cabang Gresik, dan PT WIKA (Persero). Bantuan yang diberikan berupa sembako dan bahan pangan lainnya, obat-obatan, tikar, selimut, terpal, pampers, pembalut dan lainnya.

“Tidak hanya bantuan, kami dari Petrokimia Gresik bersama dengan teman-teman Satgas lain di Jawa Timur juga mengirimkan relawan. Mulai dari relawan untuk operasional bantuan di lokasi, tim medis hingga psikolog. Ini kami sesuaikan dengan kebutuhan di Bawean hasil koordinasi dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Provinsi Jawa Timur maupun Kabupaten Gresik,” ujar Dwi Satriyo.

Adapun sepuluh relawan yang diberangkatkan gelombang empat ini berasal dari PT Pelindo Husada Citra dan PT Nusantara Sebelas Medika. Masing-masing mengirimkan lima relawan. Dari sepuluh relawan tersebut empat orang dokter, dua perawat, dua apoteker dan dua psikolog. Mereka bertugas di Bawean hingga 6 April 2024.

“Para relawan yang berangkat hari ini menggantikan tugas teman-teman relawan yang sebelumnya diberangkatkan pada tanggal 31 Maret kemarin atau gelombang tiga. Delapan relawan yang akan pulang ini berasal dari PT Cipta Nirmala dan PT Nusantara Medika Utama,” kata Dwi Satriyo.

Dengan demikian, tambahnya, sudah ada 41 relawan dari Satgas Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur yang menjalankan tugas sejak sehari setelah terjadi bencana. Pada gelombang pertama dan kedua ada sebanyak 23 relawan dari PT Petro Graha Medika menjadi tim awal yang ada di lokasi bencana.

“Para relawan ini menjalankan tugas untuk berkontribusi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Semoga dapat membantu kebutuhan kesehatan masyarakat Bawean, khususnya pascabencana,” tutup Dwi Satriyo. (yad)

Percepat Pemulihan Pascagempa, Petrokimia Gresik Bersama Satgas Bencana Nasional BUMN Jatim Kirimkan 41 Relawan ke Pulau Bawean Selengkapnya

Lagi, Gempa Magnitodo 5,6 Guncang Bawean, Gresik 

GRESIK,1minute.id – Gempa magnitudo 5,6 kembali mengguncang wilayah Tuban hingga Pulau Bawean sekitar pukul 16.00 WIB pada Rabu, 3 April 2024.

Dilansir akun X Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi gempa berada di 134 kilometer timur laut Tuban, Jawa Timur, kedalaman 10 kilometer.

“Gempa Mag:5.6, 03-Apr-2024 16:02:16 WIB, Lokasi: 5.73LS, 112.37BT (134 km Timur Laut TUBAN-JATIM), Kedalaman: 10 Km. Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG dikutip 1minute.id

Wahyu, warga Gresik Kota Baru mengaku merasa getaran itu lumayan kuat. “Kebetulan tadi saya di lantai dua, tiba-tiba bergoyang-goyang,” katanya. Belum ada laporan kerusakan akibat gempa kali kesekian itu. Sejak Jumat, 22 Maret 2024, kali pertama gempa terdasyat berkekuatan magnitodo 6,5, BMKG mencatat ada ratusan kali gempa susulan. Bahkan, sampai ini, masyarakat berada di kepulauan berjarak 180 mil laut dari Pusat Kabupaten Gresik itu masih hidup di tenda-tenda pengungsian. (yad)

Lagi, Gempa Magnitodo 5,6 Guncang Bawean, Gresik  Selengkapnya

Polres Gresik Siapkan 1 Pospam dan 4 Posyan, 195 Personel Ops Ketupat Semeru 2024

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2024  di halaman Mapolres Gresik pada Rabu, 3 April 2024. Apel pengecekan akhir kesiapan dalam rangka Pengamanan Mudik  dan Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah.

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom menyampaikan, operasi Ketupat Semeru 2024 ini akan berlangsung selama 13 hari, dari tanggal 4 sampai 16 April 2024. “Kami telah menyiapkan satu Posyan dan empat pos pengamanan utama di jalur-jalur rawan kemacetan, kecelakaan, kriminalitas, dan bencana alam, serta di pusat-pusat keramaian,” ujarnya.

Satu pos pelayanan (posyan) di Bunder dan empat pos pengamanan (pospam) berada di Alun-alun, Gresik ; exit Tol Manyar ; Simpang tiga Legundi, Driyorejo dan Rest area 726 B Tol Wringinanom. Sebanyak 195 personel disiapkan dalam Ops Ketupat Semeru 2024. 

Kapolres Adhitya melanjutkan, ada beberapa fokus utama dalam operasi ini adalah pengaturan lalu lintas untuk mendukung keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran, dan kenyamanan arus lalu lintas, Juga Patroli bersama pada jam-jam rawan.

Juga layanan pelaporan rumah yang ditinggalkan dan penitipan kendaraan dan Pengamanan Salat Idul Fitri bersama kelompok-kelompok organisasi masyarakat dan keagamaan. Tak kalah penting menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM). “Dengan berbagai upaya dan strategi tersebut, diharapkan masyarakat dapat merasakan mudik aman, ceria, penuh makna,” tambahnya. 

Pihaknya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel pengamanan yang terdiri dari unsur TNI-Polri, BNPB, Jasa Raharja, Jasa Marga, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan Mitra Kamtibmas lainnya yang telah berpartisipasi dalam operasi ketupat Semeru 2024. “Mari kita bersama-sama ciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif selama mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah,” imbuh alumnus Akpol 2002 itu. (yad)

Polres Gresik Siapkan 1 Pospam dan 4 Posyan, 195 Personel Ops Ketupat Semeru 2024 Selengkapnya

Ini Tradisi Malam Likuran Ramadan di Gresik 

GRESIK,1minute.id – Bulan suci Ramadan telah memasuki sepuluh hari ketiga atau malam likuran. Malam selikur ( malam 21 Ramadan), lorekur (22 Ramadan), telulikur (23 Ramadan)  sampai sangolikur (29 Ramadan). Di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik di malam likuran Ramadan banyak event budaya yang paling di tunggu-tunggu oleh masyarakat Gresik dan se-Jawa Timur. Bahkan, di Indonesia.

Penasaran apa saja event malam likuran Ramadan itu? Kita mulai dari malam 23 Ramadan ada tradisi Kolak Ayam, Sanggring di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar; malam 25 Ramadan, tradisi ngalap berkah ke makam Waliyullah, Sunan Giri di Bukit Giri, Kecamatan Kebomas dan malam 27 Ramadan adalah Pasar Bandeng dan Kontes Bandeng Kawak di sepanjang Jalan H. Samanhudi sampai Jalan KH Wachid Hasyim, Kecamatan Gresik. Seperti apa tradisi itu ?

KOLAK AYAM : Daging ayam yang telah siap untuk disantap berbuka puasa bersama di Masjid Jamik Sunan Dalem di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik dalam tradisi Sanggring Kolak Ayam digelar setiap 23 Ramadan ( Foto Dokumen: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

1. SANGGRING KOLAK AYAM 

Juru Masak Semua Lelaki, Dinyakini Bisa Menjadi Obat Segera Penyakit

BILA Anda belum pernah merasakan Kolak Ayam datang dan buka bersama di Masjid Jamik Sunan Dalem di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik pada malam 23 Ramadan atau Selasa besok, 2 April 2024. Tahun ini, panitia tradisi turun temurun itu memasuki ke-499 tahun, mulai 946 hijriah sampai 1445 hijriah itu memotong lebih dari 250 ekor ayam. 

Ratusan ekor ayam kampung pilihan yang di masak oleh “koki-koki” hebat dan semuanya berjenis kelamin laki-laki nantinya distribusi kepada masyarakat desa setempat juga sebagaian untuk berbuka puasa bersama bagi warga luar desa. “Sanggring Kolak Ayam tahun ini akan lebih meriah karena menyongsong 5 abad,” ujar Ketua Panitia Semarak Menyongsong 5 Abad Sanggring Gumeno, Didik Wahyudi melalui pesat Whatsapp pada Senin, 1 April 2024 malam.

Sejumlah kegiatan telah dilakukan, antara lain, Festival Banjari Semarak Sanggring ke-499 tahun. Dan, Semarak Menyongsong 5 Abad Sanggring Gumeno “Bersama Kita Lestarikan” Sanggring Kolak Ayam ke-499 tahun. Sanggring Kolak Ayam Gumeno ini, pada 2019 tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia ini. 

Sanggring Kolak Ayam? Sanggring adalah masakan berkuah yang berbahan utama daging ayam yang dimasak dengan cara khusus. Cara khusus yakni kolak dengan campuran rempah-rempah disuguhkan untuk menu berbuka puasa. Semua jamaah. Dan, masyarakat setempat. Bagi masyarakat setempat menyakini mengonsumsi kolak ayam yang dimasak oleh juru masak semuannya laki-laki bisa mengobati segala jenis penyakit. Uniknya lagi, wadah kolak ini bukan baskom. Tapi, masyarakat desa setempat membawa wadah ember. Untuk kuah dan ramuan rempah atau Sanggring.

EMBER WADAH KUAH : Daging ayam dimasukkan dalam wadah ember kemudian ditambahu kuah yang juru masak semuannya lelaki pada tradisi Sanggring Kolak Ayam di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik ( Foto dokumen: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

Mengutip dari buku “Grissee Kota Bandar” Kolak ayam atau Sanggring, tradisi ratusan tahun ini telah tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada 2019. Kolak ayam Desa Gumeno rasanya gurih legit dengan isian ayam kampung di dalamnya. Makanan inilah yang menjadi ikon tradisi ini. Awalnya, kolak ayam berfungsi sebagai obat. 

Menurut kisahnya, tradisi ini bermula ketika Sunan Dalem bernama lengkap Syekh Maulana Zaenal Abidin, berdakwah di Desa Gumeno pada 1540 Masehi. Putra pertama dari Sunan Giri (Sunan Maulana Ainul Yaqin) ini mendirikan sebuah masjid di desa tersebut. Tak lama usai membangun masjid, Sunan Dalem jatuh sakit.

Kabar sakitnya Sang Wali ini cukup membuat para santri dan penduduk terkejut sehingga mereka menandai peristiwa ini dengan sebutan Sanggring, berasal dari kata ‘Sang’ (raja, pemimpin) dan ‘Gering’ (sakit). Sakitnya Sang Wali selama beberapa waktu membuat para santri dan penduduk bingung mencari obat penyembuhnya. Hingga pada 22 Ramadan 946 Hijriah, sebuah mimpi menghampiri Sunan Dalem. 

Dalam mimpi itu beliau mendapatkan petunjuk tentang obat penyakitnya, yakni harus memakan sebuah makanan dengan ayam jago berusia muda sebagai salah satu syarat utama bahan masakan. Sunan Dalem lantas mengutus para lelaki untuk mempersiapkan bumbu-bumbu masakannya, yakni daun bawang merah, gula jawa, jintan, dan santan. Sementara itu para santri mencarikan ayam jago muda.

Gelaran masak besar kolak ayam ini kemudian menjadi tradisi bagi warga Desa Gumeno sampai sekarang. Tradisi Kolak Ayam selalu dilaksanakan di Masjid Jami’ Sunan Dalem Desa Gumeno yang dimulai pukul 16.00 WIB. Berkat tradisi ini pula warga Desa Gumeno dan warga dari kampung lainnya menjadi semakin erat silaturahminya. (yad/bersambung)

Ini Tradisi Malam Likuran Ramadan di Gresik  Selengkapnya

Polsek Cerme Razia Betiring Amankan Empat Perempuan Terduga PSK, Ternyata…?

GRESIK,1minute.id – Praktik dugaan prostitusi liar masih marak di Betiring, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Di bulan suci Ramadan. Pada Jumat malam, 29 Maret 2024 aparat kepolisian dari Polsek Cerme melakukan razia di kawasan tersebut setelah pagi sebelumnya, dalam Program Jumat Curhat banyak menerima keluhan dari masyarakat tentang maraknya praktik prostitusi liar di Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik itu.

Razia berlabel Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) 2024 dilakukan oleh Polsek Cerme ini menyasar kejahatan konvensional, narkoba, prostitusi, judi, sajam, dan miras dipimpin oleh Kapolsek Cerme Iptu Andik Asworo.

Sebelum razia dilakukan personil dari Polsek Cerme dan Polsek Rayon Barat, meliputi Polsek Benjeng, Duduksampeyan dan Balongpanggang apel di halaman Mapolsek Cerme. Dalam apel itu, mereka melakukan pembagian tugas. Sasaran pertama, warung milik R dan beberapa kamar kontrakan tidak ditemukan hasil sesuai dengan sasaran operasi.

Pada sasaran kedua, di lokasi tempat kontrakan W, telah ditemukan beberapa wanita yang diduga sebagai PSK yang sedang menunggu tamu pria hidung belang untuk melampiaskan syahwatnya.  Mereka kemudian dibawa ke Polsek Cerme untuk dilakukan pendataan dan upaya pengungkapan praktik prostitusi maupun Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Dari hasil interogasi dan penemuan di lokasi, diamankan keempat wanita yang diduga sebagai PSK. Namun, setelah pemeriksaan, mereka tidak terbukti melakukan kegiatan prostitusi. Sehingga, dalam penanganan selanjutnya, mereka akan dilimpahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Gresik untuk dilakukan pembinaan dan pemeriksaan kesehatan,” tegas Kapolsek Iptu Andik Asworo. (yad)

Polsek Cerme Razia Betiring Amankan Empat Perempuan Terduga PSK, Ternyata…? Selengkapnya

Boneka Zebra Polres Gresik Bikin Anak Korban Gempa Bawean Bisa Kembali Tersenyum

GRESIK,1minute.id – Anak-anak korban gempa bumi di Pulau Bawean mulai ceria. Mereka bisa kembali tersenyum saat tim trauma healing Polres Gresik mengunjungi tempat mereka mengungsi di SDN 380 Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik pada Selasa, 26 Maret 2024.

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom bersama boneka Zebra datang menghibur para anak-anak. Adhitya menjelaskan bahwa kegiatan trauma healing ini bertujuan untuk membantu meringankan beban korban bencana alam gempa bumi dan memberikan dukungan kepada anak-anak yang mengalami trauma.

“Trauma healing penting untuk membantu anak-anak mengatasi rasa cemas dan ketakutan akibat bencana,” ujar Adhitya. Tim Trauma Healing Polres Gresik menghadirkan berbagai permainan dan aktivitas kreatif untuk menghibur anak-anak. Mengenakan kostum bonek zebra, tawa dan keceriaan kembali menghiasi wajah mereka.

Kegiatan bakti sosial dan kesehatan serta trauma healing yang dilakukan Polres Gresik di SDN 380 Gresik ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang tertimpa bencana.

“Semoga masyarakat korban gempa bumi di kecamatan Tambak dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan normal,” pungkas Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom. Sebelumnya rombongan Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom telah mengunjungi Kecamatan Sangkapura untuk memberikan bantuan bakti sosial dan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa.(yad)

Boneka Zebra Polres Gresik Bikin Anak Korban Gempa Bawean Bisa Kembali Tersenyum Selengkapnya

Masa Tanggap Darurat, Kebutuhan Dasar Prioritas, Kepala BNPB : Warga Berangsur Pulang

GRESIK,1minute.id – Rakor Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Kabupaten Gresik di Ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik pada Senin, 25 Maret 2024. Rakor dipimpin langsung oleh Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono. Tanggap darurat selama 21 hari mulai 22 Maret hingga 11 April 2024.

Dalam rakor itu, disepakati bahwa penanganan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi. Kebutuhan dasar itu, makan, dan minum, sanitasi serta kesehatan. “Status darurat kita sepakat, kebutuhan dasar warga terdampak seperti mamin, sanitasi , kesehatan dan sebagainya harus terpenuhi. Setelah Kebutuhan dasar terpenuhi, kita melangkah berikutnya yakni transisi Tanggap Darurat,” kata Letjen TNI Suharyanto usai acara di kantor Bupati Gresik pada Senin. 25 Maret 2024.

Ada tiga kabupaten/kota yang menetapkan status tanggap darurat gempa ini. Yakni, Kota Surabaya, Lamongan dan Gresik. Mantan Dandim 0817/Gresik itu didampingi Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Ketua Satgas Bencana BUMN Wilayah Jawa Timur juga Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo melanjutkan Tanggap darurat dan transisi tanggap darurat harus paraler. Bersama-sama,

melakukan pendataan infrastruktur yang rusak dan mulai dibangun.

“Untuk mempercepat itu, BNPB dan Korem dan Polres sepakat mengirimkan tim. Salah satu perwira menjadi Satgas di Pulau Bawean,” kata jenderal bintang tiga itu. Gempa di laut Jawa, Tuban-Bawean terjadi psda Jumat, 22 Maret 2024. Memasuki hari keempat pascalindu dengan kekuatan 6,5 magnitudo itu ribuan warga di Pulau Bawean masih memilih mengungsi di tempat yang dianggap aman. Di lapangan, halaman rumah hingga distas bukit. Mereka mendirikan tenda. 

Letjen Suharyanto, mengatakan memasuki hari keempat gempa masih terjadi gempa susulan meski guncangan sangat lemah. “Kami mencatat ada 251 gempa susulan. Sehingga masyarakat masih trauma,” ujarnya.  Selain trauma, imbuhnya, banyak berita hoaks adanya ancaman tsunami. “Kami bersama semua stakeholder telah memberikan sosialisasi. Sekarang warga terdampak berangsur pulang meski mereka tidak tidur dalam rumah tapi mendirikan tenda di halaman rumahnya,” ujarnya. 

Selain kebutuhan dasar, Suharyanto melanjutkan kebutuhan normatif, mungkin ada kebutuhan spesifik seperti pakaian wanita dan makanan bayi. “Karena sifatnya pendahuluan, kalau kurang bisa diajukan,” katanya. 

Ia berpesan, koordinasi harus terus dilakukan dan terkait kebutuhan bisa di data secara berkelanjutan sampai status tanggap darurat selesai dan tidak ada gempa susulan.

Sebelumnya Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani juga mengajak para Kades se-Bawean untuk membuat Tim Kedaruratan di Desa, agar komunikasi terkait koordinasi dan penyampaian informasi kepada masyarakat bisa jelas.

“Hari ini ada kapal yang mengangkut bantuan berangkat dari Pelabuhan Perak. Sampai saat ini juga semua terpantau aman dan terkendali baik terkait koordinasi, logistik, personel, rescue, dan sistem tanggap darurat juga teraktivasi dengan baik dan mudah sehingga tidak ada masalah,” tambahnya.

Selain itu, Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani juga memberangkatkan bantuan dari Kementerian Sosial RI berupa bahan pokok, kebutuhan dasar sehari-hari dan dapur lapangan TNI AD beserta tim tagana Dinas Sosial Kabupaten Gresik.

“Mudah-mudahan bantuan ini bisa terlaksana dengan baik, kita doakan masyarakat Bawean terus dijaga dan terselamatkan, yang paling penting trauma healing tidak ada rasa kekhawatiran lagi bagi warga Bawean,” tuturnya. (yad)

Masa Tanggap Darurat, Kebutuhan Dasar Prioritas, Kepala BNPB : Warga Berangsur Pulang Selengkapnya