Mulai 12 Agustus, Polres Gresik Gelar Ops Tumpas Narkoba Semeru 2026, Ini Peta Kerawanan di Gresik

GRESIK,1minute.id – Polres Gresik menggelar Operasi Tumpas Narkoba mulai Rabu, 12 Agustus 2026. Operasi bakal dilaksanakan selama 12 hari alias sampai 23 Agustus 2026. Sebelumnya, Polres Gresik menggelar Latihan Pra Operasi (Lat Pra Ops) Tumpas Narkoba Semeru 2026 di Ruang Rupatama Sarja Arya Racana Polres Gresik pada Senin, 10 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk mematangkan kesiapan personel dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah Kabupaten Gresik. 

Lat Pra Ops dipimpin Kabag Ops Polres Gresik Kompol Arief Sukmo Wibowo, mewakili Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution. Kegiatan ini dihadiri oleh Kasat Resnarkoba AKP Ahmad Yani, Kasiwas AKP Heriyanto, Kasubbag Bin Ops AKP Sutamat, Paurmin Bag Ops Ipda Sigit Hartono, KBO Satresnarkoba Ipda Sidik, Kanit IV Satintelkam Ipda Hendry Nurdiansyah, serta personel peserta latihan.

Dalam amanat Kapolres Gresik yang dibacakan Kompol Arief, disampaikan bahwa Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026 akan berlangsung selama 12 hari, mulai 12 hingga 23 Agustus 2026. Sebanyak 103 personel akan dilibatkan dengan mengedepankan Satresnarkoba bersama Polsek jajaran.

Operasi kewilayahan tersebut diarahkan untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif, sekaligus mendukung gerakan Jatim Sangar atau Sadar Ngelawan Narkoba.

Sasaran operasi tidak hanya menyasar pengguna dan pecandu, tetapi juga pengedar hingga jaringan atau sindikat peredaran gelap narkotika. Sementara sasaran barang bukti meliputi narkotika Golongan I, II, dan III, tembakau sintetis atau gorila, PCC, serta berbagai jenis obat-obatan terlarang.

“Laksanakan deteksi dini dan tindakan tegas terhadap jaringan peredaran narkoba. Pedomani Kirsus Intelijen, gelar razia sasaran secara terukur, dan tuntaskan proses hukum hingga pelimpahan ke kejaksaan. Tetap utamakan keselamatan personel di lapangan,” tegas Kompol Arief saat membacakan arahan Kapolres.

Dalam sesi paparan, Kanit IV Satintelkam Ipda Hendry Nurdiansyah memaparkan peta kerawanan pengungkapan kasus narkoba di Kabupaten Gresik sepanjang 2025. Wilayah Manyar tercatat menjadi lokasi dengan pengungkapan kasus terbanyak, yakni 25 kali, disusul Driyorejo sebanyak 23 kali, Kebomas 16 kali, dan Gresik Kota 15 kali.

Menurutnya, perkembangan modus operandi harus menjadi perhatian serius seluruh personel. Peredaran narkoba kini tidak hanya menggunakan pola konvensional, tetapi juga memanfaatkan sistem ranjau, peredaran obat keras tanpa resep, hingga penyusupan ke tempat hunian, fasilitas umum, dan lingkungan pendidikan.

“Petugas di lapangan juga wajib mendayagunakan teknologi guna melacak jaringan yang kerap berpindah tempat, serta mewaspadai potensi kebocoran informasi maupun keterlibatan oknum,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Gresik AKP Ahmad Yani menegaskan bahwa penanganan dan penerbitan Laporan Polisi (LP) terkait kasus narkoba dipusatkan melalui Satresnarkoba Polres Gresik. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menyelaraskan data, memudahkan pemetaan kasus, sekaligus memperkuat pengembangan jaringan narkotika yang berhasil diungkap.

“Setiap penindakan harus melalui hasil penyelidikan yang matang dan terukur. Hindari cara-cara arogan yang berpotensi membahayakan personel maupun mencoreng nama baik institusi,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa apabila ditemukan indikasi keterlibatan personel dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkoba, maka akan dilakukan penanganan dan assessment secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Menutup rangkaian kegiatan, Kompol Arief mengingatkan seluruh personel agar tidak meremehkan potensi kerawanan narkotika di Kabupaten Gresik. Menurutnya, predikat Gresik sebagai Kota Santri tidak boleh membuat aparat lengah terhadap perkembangan kejahatan narkotika. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Mulai 12 Agustus, Polres Gresik Gelar Ops Tumpas Narkoba Semeru 2026, Ini Peta Kerawanan di Gresik Selengkapnya

Di Gerakan Jumat Asri, Bupati Gresik  Ingatkan Dampak Perubuhan Iklan 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memimpin Gerakan Jumat Asri di area Pasar Krempyeng Jalan Gubernur Suryo, Gresik pada Jumat, 7 Agustus 2026. Kegiatan bersih-bersih area pasar tradisional menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik. Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) serta warga masyarakat bergotong royong sebagai wujud mengisi kemerdekaan dengan menjaga kebersihan lingkungan, agar Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI)

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Fandi Akhmad Yani mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman perubahan iklim global melalui aksi nyata. Menurutnya, perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan tantangan nyata yang sedang dihadapi saat ini. Fenomena cuaca ekstrem, pergeseran musim tanam, hingga peningkatan suhu udara menjadi bukti nyata bahwa ekosistem bumi sedang mengalami tekanan besar. “Gerakan Jumat Asri tidak boleh hanya sekadar menjadi rutinitas seremonial, melainkan harus menjadi momentum perubahan perilaku masyarakat,” harapnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangkitkan kembali semangat gotong royong melalui gerakan Jumat Asri. Dikatakan, aksi nyata ini digelar sebagai bentuk dukungan daerah terhadap program prioritas Presiden yang berfokus pada peningkatan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan hidup.

“Isu hari ini adalah perubahan iklim, dan diperkirakan tahun ini memasuki musim kemarau panjang, apa yang kita perlu siapkan tentu kembali ke kondisi lingkungan kita. Untuk itu kita melaksanakan program Presiden untuk bersama-sama lebih peduli dan lebih melihat lingkungan di sekitar kita,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

“Saya mengajak seluruh elemen di Kabupaten Gresik melaksanakan gotong royong gerakan bersama. Ini bisa dimulai dari lingkungan rumah kita sendiri, RT, RW maupun desa dan mudah-mudahan Kabupaten Gresik semakin menjadi kota yang aman, sehat, resik dan indah,” tambahnya.

Bupati Yani menegaskan bahwa persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendirian. Gerakan Jumat Asri dirancang sebagai wadah kolaborasi yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN), TNI/Polri, komunitas peduli lingkungan, pelaku usaha, hingga warga di tingkat RT maupun RW.

Melalui sinergi massal ini, mantan Ketua DPRD Gresik ini berharap kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan dapat mengakar kembali menjadi budaya sehari-hari. Menurut Bupati, langkah ini juga dinilai strategis untuk mengantisipasi bencana ekologis seperti banjir sekaligus mewujudkan ruang publik yang sehat, bersih, dan nyaman bagi generasi mendatang.

“Mari jadikan kebersihan sebagai budaya dan tanggung jawab bersama. Lingkungan yang bersih bukan hanya menciptakan kenyamanan, tetapi juga mencerminkan kepedulian kita terhadap masa depan bumi,” tutup Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, Sri Subaidah mengatakan gerakan Jumat Asri ini selain dalam rangka memperingati HUT RI ke-81, juga merupakan tindak lanjut nyata dari kebijakan penataan lingkungan berkala yang diinstruksikan oleh Bupati Gresik guna menjaga kualitas kebersihan wilayah.

“Kegiatan dipusatkan di Pasar Baru Gresik dan Pasar Krempyeng Kecamatan Gresik ini untuk menciptakan area publik yang tertib dan nyaman dimulai dari penanaman pohon, pembersihan dan pemilahan sampah, rumput liar, serta normalisasi drainase,” singkatnya (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Di Gerakan Jumat Asri, Bupati Gresik  Ingatkan Dampak Perubuhan Iklan  Selengkapnya

Mencegah dan Menanggulangi Fraud, Wabup Alif Dorong Perkuat Sistem JKN

GRESIK,1minute.id – Keberhasilan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak hanya ditentukan oleh luasnya cakupan kepesertaan dan akses layanan kesehatan, tetapi juga oleh kuatnya komitmen seluruh pihak dalam menjaga tata kelola program agar tetap berjalan sesuai aturan. Karena itu, pencegahan kecurangan (fraud) menjadi salah satu aspek penting untuk memastikan keberlanjutan manfaat JKN bagi masyarakat.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif saat membuka koordinasi pencegahan dan penanggulangan Fraud Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kabupaten Gresik di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 6 Agustus 2026.

“Program JKN telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Karena itu, pengendalian fraud dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan harus menjadi komitmen bersama, agar manfaat program ini dapat terus dirasakan masyarakat secara berkelanjutan,” harapnya. 

Dikatakan, keberhasilan Kabupaten Gresik dalam mencapai Universal Health Coverage (UHC) merupakan bukti nyata komitmen Pemkab Gresik dalam menjamin hak masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan. Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui penyediaan pembiayaan kepesertaan JKN bagi masyarakat melalui skema peserta bukan penerima upah yang didaftarkan oleh pemerintah daerah (PBPU dan BP Pemda) dengan kebijakan tersebut, Pemkab Gresik hadir untuk memastikan masyarakat memperoleh perlindungan jaminan kesehatan. 

PBPU dan BP Pemerintah Daerah adalah segmen kepesertaan BPJS Kesehatan (JKN) di mana warganya didaftarkan dan iuran bulanannya dibayarkan penuh oleh Pemerintah Daerah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Pemkab Gresik berkomitmen penuh untuk mendukung keberhasilan program jaminan kesehatan nasional, sebagai salah satu instrumen utama dalam memjamin akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu,” ungkap dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

“Komitmen pemerintah tidak berhenti pada perluasan kepesertaan dan penyediaan anggaran. Yang tidak kalah penting adalah memastikan bahwa seluruh dana yang dikelola dalam program JKN dimanfaatkan secara tepat, efektif, efisien, transparan dan akuntabel,” tegasnya.

Wabup Alif menambahkan, Pemkab Gresik menegaskan komitmennya untuk memperkuat upaya pencegahan Fraud dalam penyelenggaraan program JKN. Menurut Wabup Alif, pencegahan Fraud bukan hanya menjadi tanggung jawab BPJS kesehatan atau Dinas Kesehatan tetapi merupakan tanggung jawab bersama pemangku kepentingan mulai dari pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga seluruh tenaga kesehatan. 

“Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan tata kelola pelayanan kesehatan,  peningkatan kepatuhan terhadap regulasi, penguatan sistem pengendalian internal peningkatan kompetensi SDM, pemanfaatan teknologi informasi dalam pengawasan serta membangun budaya integritas di seluruh fasilitas  pelayanan kesehatan,” ujarnya. 

Wabup Alif mengajak seluruh rumah sakit, Puskesmas, Klinik, dan seluruh mitra penyelenggara program JKN di seluruhKabupaten Gresik untuk menjadikan integritas sebagai landasan utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memberikan  pelayanan kesehatan yang bermutu, berintegritas, profesional dan berorientasi pada keselamatan serta kepuasan masyarakat,” pungkasnya.

Di tempat sama, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah dalam laporannya menyampaikan, kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Kesehatan untuk memperkuat tata kelola program JKN yang transparan, akuntabel dan berintegritas.

Menurutnya, pencegahan Fraud merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan sinergi antara pemerintah daerah, BPJS kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan. Fraud adalah setiap tindakan yang dilakukan dengan sengaja untuk memperoleh keuntungan finansial secara tidak sah dari penyelenggaraan program JKN. 

Pihaknya menjelaskan, tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman mengenai upaya pencegahan Fraud, memperkuat koordinasi antar Faskes dengan BPJS kesehatan. Serta meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi untuk membangun komitmem bersama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas mengutamakan mutu  pelayanan serta keselamatan pasien kepada masyarakat. 

“Peserta kegiatan terdiri dari unsur Dinas Kesehatan, BPJS kesehatan, rumah sakit, Puskesmas, klinik, serta pengelola program JKN di Kabupaten Gresik,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri, Ketua Komisi IV DPRD Gresik Muchamad Zaifudin, mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Yunti Fitriani, Direktur rumah sakit, Kepala Puskesmas, dan ketua ASKLIN (Asosiasi Klinik Indonesia) se Kabupaten Gresik, serta jajaran BPJS Kesehatan Kantor Cabang Gresik. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Mencegah dan Menanggulangi Fraud, Wabup Alif Dorong Perkuat Sistem JKN Selengkapnya

DLH Gresik Apresiasi Komitmen Petrokimia Gresik Jaga Ekosistem Pesisir melalui PRPM Mangare 

GRESIK,1minute.id – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik Sri Subaidah, mengapresiasi konsistensi  PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pengembangan Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM) Mengare di Desa Tanjung Widoro, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. 

Apresiasi tersebut disampaikan saat kegiatan penanaman mangrove yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Petrokimia Gresik pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Menurut Sri Subaidah, kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan konservasi yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Dengan adanya konservasi mangrove yang dilakukan Petrokimia Gresik, lingkungan di Gresik akan menjadi lebih baik dan lestari. Apalagi Petrokimia Gresik berkomitmen menjalankan program ini secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa PRPM Mengare menjadi bukti pelestarian lingkungan akan memberikan hasil yang optimal apabila dilakukan secara bersama-sama. Ia berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi lebih banyak pihak untuk menjaga kelestarian pesisir.

“Gresik memiliki kawasan mangrove seluas 3.912 hektare yang harus kita jaga untuk generasi mendatang. Saya juga melihat Petrokimia Gresik tidak hanya melakukan penanaman mangrove, tetapi juga mengedukasi masyarakat, mulai dari cara menanam mangrove hingga mengembangkan batik mangrove. Upaya ini turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Sri Subaidah.

Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob, menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-54 menjadi momentum bagi perusahaan untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Karena itu, Petrokimia Gresik memilih merayakan hari jadinya melalui aksi nyata berupa penanaman mangrove yang diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi kawasan pesisir.

“Usia ke-54 menjadi pengingat bagi kami untuk terus tumbuh bersama masyarakat dan lingkungan. Penanaman mangrove ini merupakan wujud kepedulian Petrokimia Gresik dalam menjaga kelestarian pesisir agar manfaatnya dapat dirasakan tidak hanya hari ini, tetapi juga oleh generasi mendatang,” ujar Daconi.

Menurut Daconi, mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain mampu mengurangi abrasi dan meredam gelombang, mangrove juga menjadi habitat berbagai biota serta berkontribusi dalam menyerap karbon untuk mendukung pengendalian perubahan iklim.

Kegiatan penanaman dilaksanakan di PRPM Mengare, kawasan konservasi mangrove yang dikembangkan Petrokimia Gresik bersama Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Desa Tanjung Widoro sejak 2018. Berawal dari lahan bekas tambak yang kritis, kawasan tersebut kini berkembang menjadi pusat restorasi dan pembelajaran mangrove berbasis pemberdayaan masyarakat yang turut mendorong tumbuhnya eduwisata serta ekonomi pesisir.

Perjalanan restorasi di PRPM Mengare juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Luas kawasan mangrove di PRPM Mengare meningkat dari 5,01 hektare pada 2019 menjadi 6,7 hektare pada 2025. Ekosistem mangrove terus pulih, regenerasi berlangsung secara alami, dan kawasan pesisir menjadi lebih terlindungi sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

Vice President (VP) Lingkungan Petrokimia Gresik Muhammad Harisul Baihaqi, menjelaskan bahwa program ini akan terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan, masyarakat, dan generasi mendatang.

“Petrokimia Gresik berupaya mengembalikan ekosistem pesisir yang sebelumnya terdampak rob dan abrasi sehingga menggerus sebagian tambak masyarakat. Dengan adanya penanaman mangrove ini, ekosistem dapat pulih kembali sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Daconi menegaskan bahwa upaya menjaga kelestarian lingkungan akan terus diperkuat melalui berbagai program keberlanjutan yang melibatkan masyarakat. Kegiatan penanaman mangrove di PRPM Mengare merupakan salah satu wujud nyata perusahaan dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus membangun lingkungan yang lebih lestari.

“Bagi kami, menjaga lingkungan bukan sekadar memenuhi tanggung jawab perusahaan, tetapi menjadi investasi untuk masa depan. Kami ingin terus tumbuh sebagai perusahaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” tutup Daconi. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

DLH Gresik Apresiasi Komitmen Petrokimia Gresik Jaga Ekosistem Pesisir melalui PRPM Mangare  Selengkapnya

Pol PP Gresik Gelar Operasi “Sayang”, Ciduk 11 PNS dan 2 Pelajar Mokong

GRESIK,1minute.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Gresik menggelar operasi “Sayang” PNS dan Pelajar yang keluyuram pada jam kerja dan sekolah pada Rabu, 5 Agustus 2026. Dalam operasi itu, aparat penegak peraturan daerah (Perda) itu “menciduk” sebelas aparatur sipil negara (ASN) serta dua pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). 

Mereka tertangkap basah sedang ngopi pada jam kerja. Mereka ditengarai melanggar disiplin pegawai dan bolos sekolah. Inspeksi mendadak (sidak)  penegakan disiplin pegawai dan pelajar dimulai pukul 10.30 WIB. Jam istirahat kantor pukul 12.00 WIB. 

Sejumlah petugas Pol PP Gresik memakai baju putih dan bawahan hitam melakukan penyisiran sejumlah warung kopi dan warung makan. Bahkan, kantin dalam kompleks Kantor Bupati Gresik pun dilakukan penyisiran. 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gresik Agustin Halomoan Sinaga mengatakan, sidak ini untuk mendisplinkan pegawai dan pelajar. “Sidak ini akan terus kami lakukan agar ada efek jera bagi pegawai dan pelajar yang tidak disiplin pada jam kerja,” tegas Sinaga pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Dalam operasi ini, katanya, pihaknya “mengamankan” sebelas PNS dan dua pelajar. “Pegawai yang berada diwarung kopi atau warung makan dilakukan pendataan serta disampaikan kepada OPD masing-masing secara tertulis untuk dilakukan pembinaan serta tembusan kepada BKPSDM Kabupaten Gresik dan Inspektorat Kabupaten Gresik,” ujarnya.  Sedangkan pelajar yang berada di warung kopi saat jam pelajaran, ia melanjutkan, dilakukan pembinaan di Kantor Satpol PP Gresik.  (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pol PP Gresik Gelar Operasi “Sayang”, Ciduk 11 PNS dan 2 Pelajar Mokong Selengkapnya

Ringan Beban Ojol Polsek Kebomas Sinergi YALPK Grup Bagikan BBM Gratis

GRESIK,1minute.id – Polisi Sektor (Polsek) Kebomas bersama Yayasan Advokasi Lembaga Perlindungan Konsumen (YALPK) Group membagikan sembako dan bahan bakar minyak (BBM) kepada para pengemudi ojek online (ojol) dan warga pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Bansos itu membuat ratusan ojol semringah. Pembagian bansos itu dipimpin langsung oleh Kapolsek Kebomas Kompol Tatak Sutrisno didampingi Kanit Reskrim Ipda Cipto Suciono dan dihadiri Ketua Umum Edy Rusdianto, Ketua Harian Brahada Pratama, Korlap YALPK Jawa Timur Berdi Ferdiansyah, serta Ketua DPD YALPK Gresik Ahmad Nuryani, serta pengurus lainnya. 

Kapolsek Kebomas Kompol Tatak Sutrisno mengatakan, bakti sosial tersebut merupakan bentuk nyata sinergi antara Polri dan elemen masyarakat dalam membantu warga, khususnya mereka yang bekerja di sektor informal seperti pengemudi ojek online.

“Kami berharap kegiatan pembagian sembako dan BBM gratis ini dapat memberikan manfaat nyata serta membawa keberkahan bagi masyarakat. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban kebutuhan sehari-hari warga dan rekan-rekan ojol di Gresik,” ujar Kompol Tatak Sutrisno. 

Sementara itu, YALPK Group menegaskan bahwa perannya tidak hanya berfokus pada advokasi hukum dan perlindungan konsumen, tetapi juga berkomitmen aktif melaksanakan kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Senyum bahagia para penerima bantuan menjadi gambaran nyata bahwa kolaborasi antara kepolisian dan organisasi masyarakat mampu menghadirkan manfaat serta mempererat kepedulian sosial di tengah masyarakat Gresik. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Ringan Beban Ojol Polsek Kebomas Sinergi YALPK Grup Bagikan BBM Gratis Selengkapnya

Cuaca Buruk, Ini Skenario Dinkes Gresik untuk Distribusi Logistik Kesehatan ke Pulau Bawean 

GRESIK,1minute.id – Cuaca buruk masih terjadi di perairan Gresik-Pulau Bawean. Moda transportasi laut mandek sepekan terakhir. Akibatnya, distribusi logistik kesehatan pun terancam terganggu. 

Manajemen RSUD Umar Mas’ud, Pulau Bawean meminta masyarakat tidak perlu khawatir karena terus berupaya memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat, termasuk memastikan pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan dapat memperoleh layanan kesehatan.

Pada Sabtu, 1 Agustus 2026, seorang pasien dirujuk dari RSUD Umar Mas’ud Bawean ke RSUD Ibnu Sina Gresik dengan pendampingan tenaga perawat hingga tiba di rumah sakit tujuan. Rujukan dilakukan karena kondisi pasien masih mengalami sesak napas dan memerlukan pemeriksaan serta penanganan medis lanjutan. Pada saat yang sama, stok oksigen medis di RSUD Umar Mas’ud mulai menipis akibat terhambatnya distribusi logistik kesehatan dari daratan.

Sebelum proses rujukan dilakukan, pihak rumah sakit telah berkoordinasi dengan keluarga pasien dan menjelaskan kondisi medis serta pilihan transportasi yang tersedia. Namun, seluruh layanan kapal menuju Bawean tidak beroperasi akibat cuaca buruk, sementara tiket penerbangan perintis telah habis hingga 7 Agustus 2026. Dengan mempertimbangkan kebutuhan penanganan medis yang bersifat segera, keluarga pasien memutuskan menggunakan pesawat sewaan agar pasien dapat segera dirujuk ke RSUD Ibnu Sina Gresik.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik drg. Setyo Susilo, menjelaskan bahwa terhambatnya distribusi logistik kesehatan merupakan dampak langsung dari cuaca buruk yang menyebabkan kapal pengangkut tidak dapat beroperasi.

“Kondisi cuaca yang tidak memungkinkan menjadi kendala utama dalam distribusi logistik kesehatan ke Bawean. Selama periode 28 Juli hingga 4 Agustus, kapal menuju Bawean tidak beroperasi akibat cuaca buruk sehingga pengiriman logistik kesehatan, termasuk oksigen medis, tidak dapat dilakukan. Saat stok oksigen di RSUD Umar Mas’ud mulai menipis pada 1 hingga 3 Agustus, kami langsung menyiapkan pengiriman darurat sebanyak 40 tabung oksigen. Kami berharap kondisi cuaca membaik dalam satu hingga dua hari ke depan agar distribusi dapat segera dilakukan,” ujar Setyo.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Gresik telah menyiapkan 40 tabung oksigen untuk pengiriman darurat. Selain itu, sebanyak 80 tabung oksigen juga disiapkan sebagai pasokan lanjutan yang akan diberangkatkan segera setelah kapal barang kembali beroperasi.

Selama ini, distribusi oksigen menuju Bawean dilakukan melalui kapal barang dari Pelabuhan Sidayu menuju Pelabuhan Bawean dan telah berjalan lancar selama bertahun-tahun. Namun, cuaca ekstrem yang mengakibatkan terhentinya aktivitas pelayaran menyebabkan distribusi logistik kesehatan ikut terdampak.

Untuk mempercepat penyaluran logistik kesehatan, Dinas Kesehatan telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan  Gresik, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Palabuhan (KSOP) Gresik 

serta pihak terkait di Paciran dan Lamongan. Apabila kondisi cuaca buruk berlangsung lebih lama, Dinas Kesehatan juga menyiapkan alternatif distribusi dengan berkoordinasi bersama Koarmada II untuk membantu pengiriman gas medis menuju Bawean.

Selain jalur laut, Dinas Kesehatan turut mengkaji kemungkinan distribusi melalui jalur udara. Namun, keterbatasan kapasitas angkut pesawat perintis serta adanya prosedur khusus dalam pengangkutan tabung oksigen menjadikan jalur laut tetap sebagai pilihan utama dalam pemenuhan kebutuhan oksigen medis di RSUD Umar Mas’ud Bawean.

Peristiwa ini menjadi bahan evaluasi Pemerintah Kabupaten Gresik untuk semakin memperkuat sistem layanan kesehatan di wilayah kepulauan. Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan adalah pengadaan oxygen generator di RSUD Umar Mas’ud Bawean. Fasilitas tersebut diharapkan mampu memenuhi sekitar 50 persen kebutuhan oksigen medis rumah sakit sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari daratan dapat dikurangi.

“Bawean memiliki karakteristik sebagai wilayah kepulauan yang membutuhkan sistem logistik kesehatan yang kuat. Karena itu, kami terus menyiapkan berbagai langkah, baik jangka pendek maupun jangka panjang, agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap terjamin meskipun menghadapi tantangan cuaca,” pungkas Setyo. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Cuaca Buruk, Ini Skenario Dinkes Gresik untuk Distribusi Logistik Kesehatan ke Pulau Bawean  Selengkapnya

Wabup Gresik Dorong BPD Jadi Mitra Strategis Perintah Desa untuk Bangun Desa 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mendorong Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah desa (Pemdes) dalam pembangunan. Sinergi antara BPD dan kepala desa dinilai penting agar penyelenggaraan pemerintahan desa berjalan harmonis dan kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Wabup saat menghadiri Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) Kabupaten Gresik Masa Bakti 2026–2032 di parkir timur Kantor Bupati Gresik pada Senin, 4 Agustus 2026.

“Pelantikan ini bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi merupakan awal sebuah tanggung jawab yang besar. BPD memiliki posisi yang sangat strategis sebagai representasi masyarakat desa,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif.

Menurutnya, BPD tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga menjadi mitra pemerintah desa dalam melahirkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat. Karena itu, hubungan kepala desa dan BPD harus dibangun atas dasar saling menghormati, mengingatkan, dan menguatkan.

“Jangan sampai ada persaingan, apalagi konflik yang menghambat pembangunan. Yang harus kita bangun bersama adalah kolaborasi,” tegasnya.

Wabup Alif mengatakan, Pemerintah Kabupaten Gresik terus mendorong agar pembangunan dimulai dari desa. Karena itu, ia meminta BPD menjalankan peran strategis sebagai penyambung aspirasi masyarakat secara jujur dan objektif, sekaligus mengawal penggunaan dana desa agar berlangsung transparan dan akuntabel.

Selain itu, BPD didorong untuk ikut memacu inovasi desa, penguatan UMKM, ketahanan pangan, peningkatan kualitas pelayanan publik, pemberdayaan generasi muda dan perempuan, serta menjaga kondusivitas desa.“Teruslah belajar, beradaptasi dengan perkembangan regulasi, memantapkan teknologi informasi, dan memperkuat kompetensi agar BPD semakin profesional,” katanya.

Wabup Alif menambahkan, Kabupaten Gresik sebagai daerah industri sekaligus memiliki karakter pedesaan yang kuat memiliki potensi ekonomi yang perlu terus dikembangkan dari tingkat desa. Menurutnya, penguatan sumber daya manusia dan gotong royong juga menjadi modal penting dalam pembangunan.

“Saya yakin apabila pemerintah desa, BPD, masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah daerah berjalan seiring, cita-cita mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera akan semakin cepat terwujud,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC Abpednas Kabupaten Gresik yang baru dilantik, HR. Hendry M mengatakan, kepengurusan yang baru dilantik akan menjalankan organisasi dengan mengedepankan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa.

Ia menyebut sejumlah program telah dijalankan Abpednas Gresik, di antaranya program “Jaga Desa, Jaga Dapur”, pembangunan sumur bor di salah satu desa di Kecamatan Balongpanggang, serta pengusulan 52 anak didik jenjang SD hingga SMP untuk mengikuti Program Indonesia Pintar.

Wabup Alif menyampaikan selamat kepada jajaran pengurus DPC Abpednas Gresik yang baru dilantik. Ia berharap amanah tersebut menjadi ruang pengabdian untuk memperkuat peran BPD dalam pembangunan desa. “Ini semua adalah untuk memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujar Hendry.

Ke depan, DPC Abpednas Gresik juga berkomitmen mengambil bagian dalam mendukung program Nawa Karsa Gresik Baru 2026–2030, khususnya melalui penguatan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan partisipatif. Hendry mengatakan, pelaksanaan program tersebut akan dilakukan dengan membangun sinergi bersama kepala desa dan perangkat desa sesuai fungsi, tugas, dan kewenangan BPD.

Dukungan terhadap keberadaan Abpednas juga disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Gresik Zam Zam Ikhwan. Ia menilai BPD memiliki posisi penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa karena merupakan lembaga yang merepresentasikan masyarakat.

Menurutnya, BPD memiliki peran strategis dalam menyerap, mengelola, dan menyampaikan aspirasi masyarakat sekaligus menjadi penyeimbang dalam jalannya pemerintahan desa.

Ia menyebut terdapat lebih dari 1.400 anggota BPD yang tersebar di 330 desa di Kabupaten Gresik. Dengan jumlah tersebut, keberadaan wadah organisasi dinilai penting sebagai ruang untuk membangun kapasitas, komunikasi, dan kolaborasi antaranggota BPD.

Kajari Gresik menegaskan, Abpednas bukanlah tandingan kepala desa. Sebaliknya, organisasi tersebut harus menjadi mitra kerja pemerintah desa dalam membangun dan memajukan desa demi kesejahteraan masyarakat. 

“Asosiasi ini bukanlah tandingan bagi para kepala desa. Abpednas merupakan mitra kerja kepala desa dalam membangun desa dan memajukan desa demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya. Ia pun meminta jajaran pengurus dan anggota Abpednas membangun sinergi serta koordinasi dengan pemerintah desa dalam menjalankan fungsi BPD. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Wabup Gresik Dorong BPD Jadi Mitra Strategis Perintah Desa untuk Bangun Desa  Selengkapnya

Mahasiswa UINSA Surabaya Lakukan PLP, Observasi Budaya Sekolah di UPT SMP Negeri 2 Gresik

GRESIK,1minute.id – Sebanyak sepuluh mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya melakukan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) ke UPT SMP Negeri 2 (Spenda) Gresik. 

Selama sepuluh hari, mulai Rabu, 29 Juli 2026, mahasiswa strata-1 itu, akan melaksanakan kegiatan observasi budaya sekolah, aspek pembelajaran dan pengelolaan pendidikan satuan pendidikan di sekolah yang dipimpin oleh Mohammad Salim itu. Puluhan mahasiswa PLP gelombang pertama didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Suparto.

Pada kesempatan itu, Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Suparto berpesan agar mahasiswa mampu memahami bahwa pengalaman tambahan lapangan ini akan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan. “Jadikan UPT SMP Negeri 2 ini sebagai rumah kedua untuk menimba ilmu sebanyak mungkin karena sekokah ini sudah teruji sangat baik, sekolah luar biasa yang ada di Gresik,” ujar Suparto.

Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengatakan, Spenda Gresik sudah menjadi jujukan kemitraan dengan UINSA dikarenakan berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi mahasiswa yang ingin menimba keilmuan lapangan sebagai bekal mereka dikemudian hari. 

“Mahasiswa S1 UINSA Surabaya melakukan PLP di Spenda selama 10 hari. Nanti akan ada PLP 2 lanjutan yang akan di laksanakan 3 bulan berupa praktik 10% , 50% dan 100%. Bahkan penelitian skripsinya pun disini,” ujar Mohammad Salim melalui pesan WhatsApp. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Mahasiswa UINSA Surabaya Lakukan PLP, Observasi Budaya Sekolah di UPT SMP Negeri 2 Gresik Selengkapnya

Gubernur Khofifah bersama Sekda Gresik Sapa Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik

GRESIK,1minute.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik  pada Sabtu, 1 Agustus 2026. 

Dalam kunjungan di sekolah berlokasi di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik itu, Gubernur Khofifah didampingi diantaranya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman menyampaikan, bahwa Sekolah Rakyat merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan akses pendidikan berkualitas sekaligus menjadi upaya memutus mata rantai kemiskinan.

Gubernur Khofifah disambut para siswa yang membawa bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan di tengah lapangan sekolah. SRT 1 Gresik berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare. Sebanyak 405 peserta di didik yang belajar di sekolah berasrama jenjang SD, SMP dan SMA dan gratis itu. Rinciannya, setiap  sebanyak 90 siswa. Para peserta didik ini berasal dari 161 desa yang tersebar di 18 kecamatan se-Kabupaten Gresik, ditambah 60 siswa jenjang SMA titipan dari Kabupaten Lamongan dan siswa kelas XI sebanyak 75 siswa.

Fasilitas SRT 1 Gresik komplit. Mulai ruang kelas, laboratorium, perpustaan, kantin, masjid hingga lapangan sepak bola. Mereka yang belajar adalah anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2, atau sangat miskin dan miskin.

Gubernur Khofifah menyampaikan rasa bahagianya dapat melihat secara langsung keseharian para siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik. Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian bagi anak-anak.

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah meninjau sejumlah fasilitas pendukung sekolah, di antaranya kantin, masjid, dan aula sekolah. Ia juga menyapa para siswa serta memberikan bantuan kepada wali asrama dan para pekerja pendukung di lingkungan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik.

Khofifah menyampaikan bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat terintegrasi membutuhkan persiapan yang matang, terutama dalam penyesuaian kurikulum karena mencakup beberapa jenjang pendidikan dalam satu lingkungan. Selain itu, ia menyoroti pentingnya pendampingan bagi siswa yang masih beradaptasi dengan sistem pendidikan berasrama.

“Meyakinkan orang tua agar anak kelas 1 SD berasrama itu tidak mudah. Ada anak yang sudah langsung merasa nyaman berada di asrama, tapi ada juga anak yang homesick. Nah, bagi yang homesick ini perlu ada pendampingan khusus supaya mereka tidak berontak minta pulang. Penguatan juga diberikan saat anggota keluarganya berkesempatan menengok,” ujar Khofifah.

Ia juga berpesan kepada pihak sekolah dan pengelola Sekolah Rakyat agar memberikan perhatian terhadap perlindungan anak, khususnya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah.

“Pesan saya kepada para kepala sekolah, pastikan lingkungan sekolah benar-benar bebas dari perundungan. Anak-anak kelas 1 SD ini masih sangat rentan dan belum bisa membela diri. Di sinilah mereka sangat membutuhkan pendampingan dan perlindungan kita,” tuturnya 

Lebih lanjut, Khofifah meminta agar sebulan sekali menghadirkan psikolog untuk berdialog dengan anak-anak SD, untuk mengetahui kondisi dan perasaan siswa yang tentu apa yang mereka rasakan berbeda dengan anak SMP maupun SMA.

Menurutnya, program ini merupakan cara paling efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Sebelumnya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani juga menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar program pemerintah, melainkan komitmen bersama untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan dan kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.

Pemerintah Kabupaten Gresik berharap keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Gubernur Khofifah bersama Sekda Gresik Sapa Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik Selengkapnya