Dorong Bansos Tepat Sasaran, Gus Yani Kenalkan Portal Perlinsos Digital di Rembuk Akur 2026

GRESIK,1minute.id  – Program Rembuk Akur Warga kembali bergulir. Bertema “Gresik Lebih Baik”, kegiatan tahun 2026 digelar pada Selasa, 13 Oktober 2026 di Gedung Olahraga Raden Kromo Widjojo, Kecamatan Sidayu, Gresik.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani hadir langsung menyapa warga. Dalam sambutannya, Pemkab Gresik mendorong pemerataan bantuan sosial melalui penguatan peran masyarakat dalam mengusulkan dan mengawal penerima manfaat.

Warga diperkenalkan dengan Portal Perlinsos Digital, layanan resmi Kementerian Sosial yang terintegrasi dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Melalui portal ini, masyarakat bisa mendaftar, memantau, hingga mengajukan sanggahan terkait bansos secara mandiri.

Gus Yani – sapaan akrab Bupati Gresik menegaskan, warga akan dilibatkan sebagai agen Perlinsos. Mereka bisa mengusulkan tetangga atau warga sekitar yang dinilai layak menerima bantuan, termasuk bantuan presiden.

“Bapak ibu semua nantinya akan menjadi agen Perlinsos. Panjenengan bisa ikut mengusulkan warga yang membutuhkan bantuan, termasuk untuk bantuan presiden,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini

Menurut Gus Yani, kesempatan mengusulkan terbuka untuk semua warga. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, pendataan diharapkan lebih menjangkau kelompok rentan sehingga bansos lebih merata dan tepat sasaran.

Ia menegaskan peran agen Perlinsos bersifat sukarela tanpa honorarium. Ini adalah bentuk gotong royong dan kepedulian sosial.

“Perlu saya tegaskan, menjadi agen Perlinsos ini sifatnya sukarela. Tidak ada imbalan atau honorarium. Ini bentuk kepedulian kita bersama agar masyarakat yang membutuhkan bisa terjangkau bantuan,” tegas Mantan Ketua DPRD Gresik ini. 

Melalui Rembuk Akur Warga 2026, Pemkab Gresik berharap sinergi pemerintah dan masyarakat semakin kuat mewujudkan perlindungan sosial yang transparan, inklusif, dan merata. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Dorong Bansos Tepat Sasaran, Gus Yani Kenalkan Portal Perlinsos Digital di Rembuk Akur 2026 Selengkapnya

Gus Yani di HUT ke-81 Jatim: TPP PNS Tetap Full, PPPK Paruh Waktu Dapat THR Tahun Depan

GRESIK,1minute.id  – Pemerintah Provinsi Jawa Timur genap berusia 81 tahun. Pemkab Gresik menggelar upacara peringatan di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 12 Oktober 2026.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bertindak sebagai pembina upacara. Upacara diikuti aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Gresik. Dalam kesempatan itu, Gus Yani – sapaan akrabnya – menyerahkan secara simbolis SK perpanjangan masa kerja bagi PPPK paruh waktu.

Bupati membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan tema “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”. Tema tersebut menegaskan tekad meningkatkan daya saing, memperluas kesempatan masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan dan budaya melalui sembilan program Nawa Bhakti Satya 2025-2029.

Dalam sambutan itu dipaparkan capaian Jatim: tingkat kemiskinan Maret 2026 sebesar 9,06 persen, pengangguran terbuka Mei 2026 sebesar 3,42 persen, kemantapan jalan provinsi Semester I/2026 mencapai 87,83 persen, dan cakupan jaminan kesehatan masyarakat hingga September 2026 mencapai 96,12 persen.

Ekonomi Jatim Semester I/2026 tumbuh 5,84 persen, melampaui nasional 5,45 persen. Realisasi investasi Rp 72,7 triliun dengan penyerapan 135.651 tenaga kerja.

Usai membacakan sambutan gubernur, Gus Yani menegaskan komitmen Pemkab Gresik menjaga kesejahteraan ASN di tengah efisiensi anggaran.
“Di tengah isu efisiensi anggaran dan pemotongan TKK, Pemkab Gresik tetap berupaya memenuhi hak-hak ASN. Khusus bagi PNS, TPP tetap diberikan secara penuh tanpa pemotongan,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Untuk PPPK, Gus Yani menjanjikan tambahan penghasilan berupa THR pada tahun depan.
“Tahun depan, kami rencanakan tambahan penghasilan bagi PPPK paruh waktu dialokasikan sebagai THR. Tahun berikutnya mudah-mudahan bisa ditingkatkan lagi lewat gaji ke-13 dan ke-14, dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan daerah dan peningkatan kinerja,” jelasnya.

Ia meminta seluruh ASN meningkatkan kinerja dan pelayanan publik. “Saya minta seluruh ASN bekerja dengan baik, meningkatkan kinerja, dan memberikan pelayanan terbaik. Bekerjalah dengan ikhlas dan profesional, karena tantangan masyarakat ke depan semakin beragam,” tegasnya.

Gus Yani juga mengingatkan soal disiplin. Ia menegaskan tidak ada toleransi bagi pegawai bermasalah.

“Saya tidak ingin mendengar lagi ada PPPK yang bermasalah, baik persoalan hukum maupun pelanggaran lainnya. Kesempatan mengabdi harus dijaga dengan kinerja dan integritas,” tandasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Gus Yani di HUT ke-81 Jatim: TPP PNS Tetap Full, PPPK Paruh Waktu Dapat THR Tahun Depan Selengkapnya

Gus Yani Bersama Baznas Gelontorkan Rp 2,79 Miliar untuk Pendidikan dan Usaha Warga Gresik

GRESIK, 1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik bersama Baznas Kabupaten Gresik, Baznas Jatim, dan Baznas RI menyalurkan bantuan pendidikan dan pemberdayaan senilai Rp 2,79 miliar. Penyaluran dipusatkan di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Kamis, 8 Oktober 2026.

Bantuan tersebut disalurkan melalui tiga program utama, yakni Gresik Cerdas, Gresik Peduli, dan Gresik Berdaya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi sinergi Baznas yang terus hadir membantu masyarakat. Ia juga berterima kasih kepada ASN Gresik yang telah menunaikan zakat melalui Baznas.

“Saya atas nama Pemkab Gresik berterima kasih kepada Baznas Gresik, Baznas Jatim, dan Baznas RI. Kami mohon arahan dan bimbingan. Kami juga terus mendistribusikan bantuan kepada masyarakat Gresik,” ujar Gus Yani, sapaan akrabnya.

Rincian Bantuan:

1. Baznas Gresik (Rp 673 Juta):

– Beasiswa untuk 996 siswa dan mahasiswa (560 SD/MI, 200 SMP/MTs, 75 SMA/SMK/MA, 77 beasiswa mahasiswa internal, 84 eksternal)

– 1 kursi roda, 2 bantuan Z-Tea (rombong, modal, dan alat usaha), serta subsidi listrik untuk 50 veteran.

2. Baznas Jatim (Rp 138,4 Juta): 

– Beasiswa SKSS 6 mahasiswa Rp 10,2 juta

– Perbaikan 5 rumah tidak layak huni Rp 100 juta

– 6 rombong dorong Rp 21 juta

– Bantuan air bersih Rp 7,2 juta.

3. Baznas RI (Rp 1,978 Miliar): 

– 50 Z-Mart untuk toko kelontong Rp 400 juta

– 3 Z-Auto untuk bengkel Rp 60 juta

– Balai Ternak untuk 20 peternak Rp 518,194 juta

– Baznas Microfinance Desa (BMD) Rp 1 miliar.

“Pemerintah hadir melalui Baznas agar anak-anak Gresik semakin semangat belajar dan bisa meraih cita-citanya. Jangan sampai ada anak Gresik yang tidak bisa sekolah atau kuliah karena ekonomi,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu.

Gus Yani juga menyoroti inovasi Program Z-Tea untuk disabilitas sebagai terobosan baru pemberdayaan.

Sementara itu, Ketua Baznas Jatim Muhammad Ghofirin menyebut kegiatan di Gresik luar biasa dan berharap sinergi semakin kuat.

Pimpinan Baznas RI Bidang Riset, Perencanaan dan Inovasi, H. Syarifudin, menambahkan, keberhasilan zakat tidak hanya diukur dari besarnya dana, tetapi dampaknya terhadap kesejahteraan. Ia menyebut Baznas menyiapkan program baru yang selaras dengan program prioritas daerah pada 2027.

“Indikator dampak itu penting, bukan sekadar banyaknya dana masuk dan didistribusikan, tetapi dampaknya baik, seperti meningkatkan kesejahteraan,” ungkapnya. (yad)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Gus Yani Bersama Baznas Gelontorkan Rp 2,79 Miliar untuk Pendidikan dan Usaha Warga Gresik Selengkapnya

Bupati Gresik Perkuat Pola Asuh Sekolah Rakyat, Dorong Kedisiplinan dan Pemberdayaan Keluarga

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mendorong penguatan pola pengasuhan dan pendampingan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu.

Hal tersebut disampaikan saat membuka diskusi pembinaan dan penguatan kelembagaan bersama jajaran pengelola SRT 1 Gresik pada Selasa, 29 September 2026.

Diskusi tersebut membahas sejumlah aspek penyelenggaraan Sekolah Rakyat, mulai dari penguatan pendidikan, pola pengasuhan, pendampingan peserta didik, hingga pemberdayaan keluarga. 

Bupati yang akrab disapa Gus Yani mengatakan, keberhasilan Sekolah Rakyat membutuhkan kolaborasi seluruh unsur, tidak hanya sekolah, tetapi juga wali asuh, pengasuh asrama, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta keluarga peserta didik.

“Alhamdulillah kita bisa bertemu dalam rangka koordinasi segala urusan yang ada di Sekolah Rakyat, khususnya yang ada di Gresik. Kita diskusikan terkait manajemen, problem, dan persoalannya untuk kita carikan solusi segera agar bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Gus Yani.

Menurutnya,  proses adaptasi peserta didik terhadap lingkungan sekolah dan kehidupan berasrama membutuhkan pendekatan yang tepat karena setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan pendampingan berbeda.

“Kita upayakan bisa kembali dengan berbagai pendekatan. Kita coba pendekatan segera dan tetap menentukan batas waktu,” imbuh Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini. 

Selain pendidikan, Gus Yani  menekankan pentingnya pembentukan karakter dan kedisiplinan melalui kebiasaan sehari-hari.  “Kedisiplinan yang bagus itu dimulai dari hal-hal sepele, seperti waktu makan, kerajinan dalam menjaga barangnya, dan kebiasaan sehari-hari. Pola asuh juga bisa disesuaikan, agar ada kedisiplinan yang baik,” ungkapnya. 

Ia meminta seluruh unsur pendamping memastikan lingkungan Sekolah Rakyat tetap aman,  nyaman dan mampu mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Gresik, Ummi Khoiroh menjelaskan, Sekolah Rakyat mengedepankan konsep kesetaraan dan pemberdayaan secara menyeluruh.

“Konsep Sekolah Rakyat ini adalah kesetaraan. Anak-anak kita sekolahkan, rumahnya kita berdayakan, dan orang tuanya juga kita berdayakan. Jadi, pendampingannya tidak hanya kepada anak, tetapi juga kepada keluarganya,” ujarnya.

Pendampingan dilakukan terpadu dengan melibatkan guru, pengasuh asrama, wali asuh, serta pendamping PKH. Pendampingan tidak berhenti pada peserta didik, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan keluarga.

Dalam diskusi, pengelola asrama juga menyampaikan masukan terkait penguatan sumber daya pendamping, layanan kesehatan, serta sarana transportasi untuk peserta didik.

Di sisi lain, Pemkab Gresik mendorong pemberdayaan keluarga peserta didik melalui program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pendamping PKH dapat mengusulkan keluarga peserta didik yang memenuhi kriteria untuk mendapat dukungan tersebut.

“Teman-teman pendamping PKH bisa mengusulkan dan merekomendasikan penerima RTLH dari keluarga siswa yang memang layak mendapatkan. Ini membuktikan Sekolah Rakyat juga memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutup Gus Yani. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Bupati Gresik Perkuat Pola Asuh Sekolah Rakyat, Dorong Kedisiplinan dan Pemberdayaan Keluarga Selengkapnya

Jargas 7.363 SR di Menganti, Gresik Siap Layani Warga

GRESIK,1minute.id – Pembangunan jaringan gas bumi (Jargas) untuk rumah tangga di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik rampung. 100 persen. Ada 7.363 Sambungan Rumah (SR) tersebar di enam desa, yakni Domas, Bringkang, Boteng, Putatlor, Gadingwatu, dan Sidojangkung, dan kini menunggu pengoperasian.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan, terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia atas dukungan program sambungan Jargas gratis bagi masyarakat Menganti. Menurutnya, program tersebut diusulkan Pemkab Gresik karena kebutuhan energi masyarakat dan aktivitas UMKM di wilayah tersebut cukup besar.

“Kita mengusulkan ini karena ingin menghemat biaya masyarakat. Penggunaan LPG tabung dikonversi menjadi gas alam yang tarifnya lebih murah,” ujar Fandi Akhmad Yani saat mendampingi Kepala Staf Presiden Dudung Abdurachman dmengecek kesiapan Jargas di Desa Domas pada Jumat, 18 September 2026.

Menganti, kata Bupati Yani, memiliki banyak UMKM yang membutuhkan energi untuk produksi, mulai dari usaha kecambah di Desa Hulaan, pemotongan ayam di Desa Mboro, hingga industri logam di Laban.

“Terutama bagi UMKM. Mereka sangat membutuhkan gas untuk kegiatan produksi. Lebih efektif dan lebih murah menggunakan jaringan gas ini,” kata mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Ia berharap Jargas segera dioperasikan dengan tarif yang terjangkau dan disosialisasikan secara jelas kepada masyarakat. Pemkab Gresik juga mendorong agar pengembangan jaringan dapat dilanjutkan ke desa-desa lainnya.

“Dua atau tiga tahun lalu kita membangun di Kecamatan Cerme, sekarang bergeser ke Menganti. Mudah-mudahan kita bisa mengajukan lagi untuk desa yang lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan Pemkab Gresik telah diberikan sejak proses pembangunan, termasuk perizinan karena jaringan melintasi jalan kabupaten, dukungan sarana prasarana, serta sosialisasi bersama pemerintah desa. “Ini sudah kita lakukan, tinggal operasionalnya,” tutur Bupati Yani.

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengatakan, peninjauan tersebut merupakan bagian dari pengawalan program prioritas nasional, khususnya dalam mendorong kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.

Secara nasional, pembangunan Jargas 2025-2026 ditargetkan mencapai 119.379 sambungan rumah di 15 kabupaten/kota. Untuk Gresik, jaringan yang dibangun mencapai 7.363 SR.

Dudung mengatakan sejumlah persyaratan yang sebelumnya menjadi bagian dari proses menuju pengoperasian telah diselesaikan, termasuk persetujuan lingkungan dan rekomendasi teknis. Ia mendorong percepatan penetapan badan usaha pengelola, perizinan niaga gas, kepastian alokasi gas, serta penyiapan tarif yang terjangkau.

“Pembangunan adalah separuh pekerjaan. Separuh lainnya adalah memastikan jaringan ini melayani masyarakat setiap hari,” ujarnya.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Jargas Kementerian ESDM Agung Kuswandono mengapresiasi dukungan Pemkab Gresik dalam pembangunan Jargas, khususnya dalam perizinan dan aspek sosial di masyarakat.

Menurut Agung, Gresik memiliki peluang untuk terus mengembangkan Jargas karena merupakan wilayah penghasil gas dan memenuhi kriteria pengembangan jaringan gas.

“Memungkinkan untuk kita kembangkan lagi. Selain dukungan Pemerintah Daerah yang bagus, Gresik ini penghasil gas dan memenuhi kriteria untuk pengembangan Jargas,” ujarnya.

Sebelum pembangunan tahap ini, jaringan gas di Kabupaten Gresik telah mencapai 10.895 SR yang tersebar di Kecamatan Cerme, Gresik, Manyar dan Kebomas. Pemkab Gresik juga telah mengusulkan perluasan potensi pelanggan Jargas di Kecamatan Menganti hingga 14.823 SR kepada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi pada Januari 2026.

Bagi warga, kehadiran Jargas diharapkan memberikan kemudahan sekaligus kepastian akses energi. Salah seorang warga Desa Domas berharap tarif Jargas tetap terjangkau dan infrastruktur mendapat perawatan secara berkelanjutan.

“Dengan adanya gas ini kita merasa lebih ringan. Harapan warga, harganya tetap murah, bukan hanya di awal tetapi seterusnya,” ujarnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Jargas 7.363 SR di Menganti, Gresik Siap Layani Warga Selengkapnya

HUT ke-81 PMI di Gresik, Bupati Gus Yani Ajak Kolaborasi Atasi Krisis Air Bersih 

GRESIK,1minute.id – Palang Merah Indonesia (PMI) genap berusia 81 tahun. Di Kabupaten Gresik, peringatan PMI dipusatkan di Lapangan Pusdiklat PMI, Bunder Asri, Kecamatan Kebomas pada Kamis,17 September 2026.

Peringatan dihadiri di antaranya, Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo dan  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Pada kesempatan itu, Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani mengajak berkolaborasi dengan semua stakeholder untuk mengantisipasi dampak musim kemarau, khususnya kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah.

Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, Pemkab Gresik terus memantau laporan masyarakat terkait wilayah yang mengalami kekeringan. Masyarakat dapat menyampaikan informasi melalui kanal pengaduan pemerintah, termasuk Gresik AKAS 112 dan WhatsApp Lapor Gus.

“Beberapa titik sudah memberikan informasi melalui Gresik AKAS 112 maupun Lapor Gus. Salah satunya kemarin di Kecamatan Balongpanggang,” tuturnya.

Menurutnya, kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah telah diantisipasi melalui kolaborasi antara BPBD, PMI, Baznas, serta berbagai unsur masyarakat. Sejumlah partai politik melalui jajaran di tingkat daerah juga turut membantu distribusi air bersih kepada masyarakat.

“Insyaallah kami sudah mempersiapkan kebutuhan air bersih. Ada BPBD, PMI, Baznas, dan teman-teman dari berbagai partai politik yang juga memberikan bantuan air bersih di wilayah Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Ia menyebut, wilayah yang saat ini membutuhkan perhatian antara lain Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang. Sementara beberapa wilayah lain mulai terantisipasi dengan adanya layanan air perpipaan.

Dari sisi anggaran, ia memastikan dukungan untuk penanganan kebutuhan air bersih masih tersedia. Pemkab Gresik juga telah menambah alokasi anggaran melalui perubahan APBD untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.

“Alhamdulillah anggaran masih cukup. Di P-APBD kemarin juga ada tambahan untuk kebutuhan air bersih di musim kemarau ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo menekankan pentingnya kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Ia meminta PMI di kabupaten dan kota memastikan personel dan posko selalu siap serta memperkuat koordinasi dengan BPBD dan instansi terkait.

“Kesiapan relawan harus lebih baik dan lebih handal. Kalau terjadi pengungsian, yang paling utama adalah membantu dapur umum, kemudian evakuasi dan kebutuhan lainnya,” ujar Imam.

Ia juga mengingatkan masyarakat dan relawan untuk mengikuti informasi resmi BMKG terkait perkembangan cuaca dan potensi bencana. “Kesiapan relawan dan kesiapan anggota kita harus selalu siap. Kita bersama-sama dengan instansi terkait dan BPBD akan bisa bergerak bersama-sama,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

HUT ke-81 PMI di Gresik, Bupati Gus Yani Ajak Kolaborasi Atasi Krisis Air Bersih  Selengkapnya

Baznas Salurkan Beasiswa Mahasiswa Produktif, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Investasi Sosial harus Dijawab dengan Prestasi, Integritas

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyalurkan beasiswa pendidikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bagi mahasiswa kurang mampu. Penyaluran beasiswa oleh Bupati dilakukan secara simbolis saat membuka kegiatan Pendistribusian dan Pembinaan Beasiswa Mahasiswa Produktif Baznas Gresik 2025 pada Rabu, 17 Desember 2025. 

Beasiswa yang disalurkan merupakan bagian dari program Beasiswa Mahasiswa Produktif (BMP), hasil sinergi Baznas Gresik dengan Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Program Nawakarsa. Beasiswa ini diperuntukkan bagi masyarakat Kabupaten Gresik yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, baik di dalam maupun di luar Kabupaten Gresik berupa keringanan biaya pendidikan. 

Berdasarkan hasil seleksi penerimaan beasiswa 2025, Baznas Gresik menetapkan sebanyak 65 mahasiswa sebagai penerima baru, yang terdiri dari 29 mahasiswa internal dan 36 mahasiswa eksternal. Dengan penambahan tersebut, hingga saat ini total penerima beasiswa Baznas Gresik mencapai 161 mahasiswa aktif dengan nilai total bantuan sebesar Rp 283,5 juta.

Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya menegaskan bahwa beasiswa yang diberikan bukan semata-mata bantuan finansial, melainkan bentuk investasi sosial jangka panjang. “Perlu saya tekankan bahwa beasiswa ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi merupakan investasi sosial dan amanah besar yang harus dijawab dengan prestasi, integritas, dan kontribusi nyata,” tegas Gus Yani, sapaan akrab, Fandi Akhmad Yani.

Sementara itu, Ketua Baznas Gresik Muhammad Mujib menyampaikan bahwa program beasiswa merupakan bagian dari komitmen Baznas dalam mendukung akses pendidikan yang berkeadilan serta mencetak generasi muda yang unggul dan berdaya saing.

“Melalui program beasiswa ini, Baznas Gresik tidak hanya membantu mahasiswa dari sisi pembiayaan pendidikan, tetapi juga berupaya membentuk karakter dan kapasitas penerima agar siap menjadi generasi yang mandiri, berprestasi, dan memiliki kepedulian sosial,” ujarnya.

Mujib menambahkan bahwa Baznas Gresik tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga pada proses pendampingan dan pembinaan. Oleh karena itu, para penerima beasiswa akan mendapatkan pembinaan berkelanjutan untuk mengasah keterampilan dan menyiapkan diri menghadapi dunia kerja.

Pada kesempatan yang sama, Baznas juga membuka ruang penyaluran donasi untuk membantu korban bencana di wilayah Sumatera dan Aceh. Sejumlah pihak telah menyalurkan bantuan melalui Baznas Gresik, antara lain Puskesmas Gending sebesar Rp 8,2 juta, HMI Cabang Gresik Rp 3,15 juta serta PGRI Gresik sebesar Rp 1.240.528.500. (yad)

Baznas Salurkan Beasiswa Mahasiswa Produktif, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : Investasi Sosial harus Dijawab dengan Prestasi, Integritas Selengkapnya

Pria Asal Kelurahan Lumpur, Gresik Mantap Dukung PaslonYani-Alif. Ini Alasannya

GRESIK,1minute.id – Imam meneguhkan sikap politik dalam mengikuti kontestasi Pemilihan Bupati atau Pilbup Gresik. Lelaki asal Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik ini memantapkan dukungan kepada pasangan Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) nomor urut 1, Fandi Akhmad Yani- dr Asluchul Alif. 

Imam mengungkapkan dukungannya kepada Cawabup Gresik dr Alif – begitu sapaan akrab – dr Asluchul Alif di Posko Pemenangan Gus Yani – dr Alif pada Jumat, 11 Oktober 2024. “Saya sekarang 100 persen mendukung Yani-Alif karena banyak program untuk masyarakat baik dalam hal pembangunan maupun meningkatkan perekonomian,” ujar Imam. 

Perubahan sikap politik dan pilihan Imam yang awalnya mendukung bumbung kosong kemudian menyatakan dukungan kepada paslon nomor urut 1 itu setelah melakukan diskusi dengan dr Alif di Posko Pemanangan Gus Yani-dr Alif. 

Imam menceritakan, sebelumnya telah mengikuti deklarasi bumbung kosong di dua tempat yakni Desa Suci, Kecamatan Manyar dan kawasan heritage, Bandar Grissee di Jalan Basuki Rahmat, Gresik. Ia tergiur mengikuti deklarasi itu karena mendapatkan janji-janji manis. 

Imam baru sadar kalau hal tersebut tidak benar. Imam kemudian menemui Cawabup Gresik Asluchul Alif untuk berbincang-bincang. Ia akhirnya yakin bahwa pasangan nomor urut 1 di Pilkada Gresik merupakan pilihan terbaik. “Saat ini pasangan Yani-Alif menjadi putra terbaik yang dimiliki Gresik,” jelasnya. 

Tahapan Pilkada Serentak 2024 memasuki masa kampanye hingga 23 November 2024 mendatang. Di masa kampanye ini, Paslon Gus Yani-dr Alif melakukan sosialisasi program kepada masyarakat Gresik. Kampanye dilakukan dengan cara dialogis. Kampanye dialogis tidak hanya dilakukan di Gresik daratan. Juga, kampanye dialogis dilakukan di Pulau Bawean. Coblosan digelar pada 27 November 2024 mendatang.

Sementara itu, Cawabup Gresik dr Asluchul Alif menyampaikan bahwa pihaknya selalu terbuka kepada siapapun untuk berdiskusi mengenai program Yani-Alif di Posko Kemenangan. 

“Sejak awal saya tak pernah menutup diri. Apalagi menyangkut upaya menjadikan Gresik lebih baik,” kata Ketua DPC Partai Gerindra Gresik pada Jumat, 11 Oktober 2024.

Pria asal Desa Sembayat, Kecamatan Manyar ini juga berterimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung Yani-Alif untuk bisa menang di Pilkada 27 November mendatang. “Dukungan ini membuat kami semakin bersemangat dalam membuat program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya. (yad)

Pria Asal Kelurahan Lumpur, Gresik Mantap Dukung PaslonYani-Alif. Ini Alasannya Selengkapnya

Hari Pertama, 548 Calon Penumpang Mudik Bareng Gus Yani-Bu Min, Kuota 1.500 Pemudik

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 548 orang  pendaftar di hari pertama mudik bareng Gus Yani dab Bu Min pada Selasa, 19 Maret 2024. Jurusan favorit seperti Gresik-Madiun-Ponorogo-Tulungagung banyak diminati sejak awal dibuka pendaftaran di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik. 

Pemkab Gresik mengalokasikan 1.500 kursi untuk mudik gratis tahun ini. Pendaftaran ditutup pada 22 Maret 2024 atau alokasi terpenuhi pendaftar akan di tutup. Sejak pagi masyarakat mulai berdatangan ke tempat pendaftaran di kantin Dishub Gresik di kawasan terminal Bunder. Loket pendaftaran di buka pukul 08.00 WIB. Ada tiga orang petugas yang melayani pendaftaran mudik gratis bekerjasama dengan Bank Jatim itu.

Calon pemudik cukup membawa fotokopi kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk serta mencatatkan nomor telepon. Calon pemudik mendapatkan selembar tiket di dalam tercatat t nama, alamat, tujuan, nomor bus serta tanggal keberangkatan yang dilakukan serentak pada Sabtu 6 April 2024 mendatang.  

“Saya bersama anak dan suami berencana mudik ke Madiun. Karena ada kegiatan mudik gratis ini Alhamdulillah bisa meringankan beban pulang kampung nanti,” kata Wiwik Suprihatin, salah satu calon peserta mudik gratis asal Kecamatan Cerme, Gresik.

Hal senada disampaikan Didik Hartono. Warga perumahan Gresik Kota Baru yang berencana akan mudik ke Banyuwangi. Dia sengaja ikut mudik gratis karena di tempat kerjanya sudah mulai libur pada 5 April 2024. “Mumpung sudah ada keputusan libur mulai 5 April dari kantor, jadi saya bisa mengikuti mudik gratis dari Pemkab Gresik 6 April nanti,” kata pegawai salah satu perusahaan di Manyar ini.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Gresik Khusaini didampingi Kabid Angkutan Jalan Suhartono mengaku lega kegiatan mudik gratis mendapat sambutan baik dari warga Gresik. Bahkan, pendaftar banyak beserta keluarga. “Itu kenapa kami minta Kartu Keluarga, agar pendaftar bisa dipastikan anggota keluarganya untuk pendataan kami,” kata Suhartono.

Hingga pukul 12.00 WIB, tercatat 548 pendaftar mudik  areng Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dan Bu Min-sapaan karib-Wakil Bupati Aminatun Habibah. Rinciannya, rute Gresik-Pasuruan-Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi ada 57 penumpang ; Gresik-Probolinggo-Lumajang-Jember (64 penumpang) ; Gresik-Malang-Blitar (12 penumpang) ;  Gresik-Jombang-Kediri- Tulungagung-Trenggalek (60 penumpang). (yad)

Hari Pertama, 548 Calon Penumpang Mudik Bareng Gus Yani-Bu Min, Kuota 1.500 Pemudik Selengkapnya

Pesan Gus Yani, Bupati Gresik di Muscab Muhammadiyah dan Aisyiyah, Simak !

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) ke-10 Muhammadiyah dan Aisyiyah Benjeng. Muscab mengusung tema “Membumikan Islam Berkemajuan Memajukan Benjeng” dan “Perempuan Berkemajuan Mencerahkan Masyarakat Benjeng” ini digelar di halaman SMK Muhammadiyah 2 Benjeng pada Ahad. 4 Juni 2023. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memberikan apresiasi atas kekompakan yang ada di Kecamatan Benjeng. Ini terlihat dari kompaknya semua elemen masyarakat termasuk organisasi keagamaan dan Muspika, untuk bersama-sama hadir dalam kegiatan Muscab ini.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Gresik juga membuka seluas-luasnya peran serta semua elemen masyarakat. Kami sadar bahwa tanpa partisipasi dan dukungan masyarakat, kita tidak akan bisa berhasil. Perlu diingat bahwa tujuan dari pemerintah tidak lain adalah bagaimana mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” terang Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Gus Yani melanjutkan, bahwa ada beberapa isu sosial yang perlu mendapat perhatian dan partisipasi masyarakat. Di antaranya pencegahan terjadinya pernikahan dibawah umur, dan kekerasan terhadap perempuan.

“Pernikahan dini, atau pernikahan dibawah umur ini memiliki risiko besar terhadap munculnya stunting pada anak. Ini tidak lepas dari kondisi psikologis orang tua yang masih belum cukup matang, karena masih dibawah usia nikah,” ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Benjeng Suudi mengajak semua warga Muhammadiyah Benjeng untuk terus mewarnai gerakan-gerakan Islam di Kecamatan Benjeng. “Saya menitip pesan kepada pimpinan baru yang hari ini akan dipilih, untuk terus membekali diri dengan ilmu yang bermanfaatan. Dengan bekal ilmu tersebut, Insya Allah kita akan bisa menghadapi berbagai tantangan yang ada di depan mata,” tegasnya.

Selain Gus Yani, hadir dalam kegiatan ini Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik Muhammad Thoha Mahsun, Pimpinan Daerah Asyiyah Gresik Innik Hikmatin, Camat Benjeng beserta Muspika, Pimpinan Aisyiyah Benjeng Kamillah. Hadir pula Ketua MUI Benjeng, Ketua DMI Benjeng, Ketua MWCNU dan Muslimat Benjeng, Ketua LDII Benjeng, Ketua AKD dan kepala desa. (yad)

Pesan Gus Yani, Bupati Gresik di Muscab Muhammadiyah dan Aisyiyah, Simak ! Selengkapnya