Pertama Pasca Covid-19, Gresik Merdeka Carnival Digelar Pemkab Gresik, Bupati-Wabup Naik Trailer Hias Naga Giri

GRESIK,1minute.id – Karnaval mobil hias kembali digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik pada Sabtu, 29 Agustus 2026 setelah vakum sejak 2019. Karnaval memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia ini diikuti 24 mobil hias menjadi hiburan terbesar di sepanjang tahun ini bagi masyarakat Kota Industri, sebutan lain, Kabupaten Gresik. 

Sepanjang jalan yang dilalui deretan mobil hias dipenuhi masyarakat. Sejak badal Dhuhur, warga sudah berjajar di trotoar untuk menyaksikan hiburan gratis yang kali pertama pasca wabah corona virus disease (Covid) 2019. Karnaval dengan start di halaman Kantor Bupati Gresik Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas dan finish di Pendapa Bupati Gresik Jalan KH Wachid Hasyim, Kecamatan Gresik ini diberangkatkan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Forkopimda Gresik. Mereka memakai baju khas Gresik. Sedangkan, para istri memakai busana muslim dengan kurosi. 

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik Syaifudin Ghozali, menjelaskan, total terdapat 71 barisan yang meramaikan karnaval. Para peserta berasal dari 45 unsur, mulai dari komunitas masyarakat, Forkopimda, perusahaan swasta, hingga gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Yang pertama karena ini sudah agenda tahunan, dan sudah dinantikan masyarakat. Terus yang kedua akan diteruskan setiap tahun di setiap puncak HUT RI ke-81,” kata Ghozali dalam sambutannya. Tidak hanya mengandalkan kendaraan hias, panitia juga menggandeng berbagai komunitas untuk memeriahkan parade. Anggota Persatuan Sepatu Roda (PORSEROSI) Gresik, Paguyuban Sepeda Kebo Gresik (Pasekgres).

Selain komunitas, karnaval diikuti sejumlah perusahaan swasta, di antaranya, PT Wilmar Nabati Indonesia, Semen Gresik; Petrokimia Gresik ; Petro Oxo Nusantara (PON) ; PT Smelting dan PT Freeport Indonesia. Serta, mobil hias gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Pertama.

Bupati dan Wabup Gresik dan istri Naiki Kereta Naga

Keikutsertaan forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda), di antaranya, Bupati Gresik Fandi Akhmad, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Zam-zam Ikhwan beserta istri meningkatkan antusiasme masyarakat. 

Bupati Fandi Akhmad Yani beserta istri, Nurul Haromaini Ali dan Wabup Asluchul Alif beserta istri, Shinta Puspitasari didampingi Cak dan Yuk naik trailer yang di hiasi ornamen Naga Giri, replika ikonik dari gerbang masuk makam Sunan Giri. Sepanjang rute karnaval sejauh 5 kilometer terus menebar senyum dan menyapa warga. Sedangkan Forkopimda lainnya naik Jeep Willys. Kepala OPD atau Kepala Dinas, dan Badan naik becak motor alias bentor.(yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pertama Pasca Covid-19, Gresik Merdeka Carnival Digelar Pemkab Gresik, Bupati-Wabup Naik Trailer Hias Naga Giri Selengkapnya

Cuaca Buruk, 8 Anggota Paskibraka Gresik asal Bawean Tertahan di Gresik, Silaturahmi ke DPRD Gresik 

GRESIK,1minute.id – Sebanyak delapan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Gresik asal Pulau Bawean masih tertahan di Gresik daratan. 

Mereka belum bisa kembali karena moda transportasi laut ke pulau sejauh 180 mil laut terhenti. Transportasi laut lumpuh karena cuaca buruk. Para pelajar tersebut harus memperpanjang masa tinggal di Gresik hingga kondisi laut dinyatakan aman.

Untuk diketahui, delapan pelajar asal Pulau Putri, sebutan lain, Pulau Bawean tiba di Gresik sejak 2 Agustus 2026 atau 15 hari sebelum pelaksanaan pelaksanaan upacara HUT ke-81 Republik Indonesia di Kantor Bupati Gresik. Mereka bergabung dengan anggota Paskibraka lain untuk menjalani persiapan hingga karantina sebelum bertugas di halaman Kantor Bupati Gresik.

Pelaksanaan upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung lancar dan sukses. Namun, setelah tugas pengibaran bendera selesai, anggota Paskibraka dari daerah lain telah kembali ke rumah masing-masing. Sementara delapan pelajar asal Bawean masih harus menunggu kepastian keberangkatan kapal.

Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir memastikan kebutuhan para pelajar tersebut tetap terpenuhi selama berada di Gresik. Penginapan mereka masih ditanggung oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakebangpol) Gresik sedangkan kebutuhan makan sehari-hari turut di fasilitasi.

“Untuk penginapan masih ditanggung Kesbangpol Gresik. Sementara kebutuhan makan sehari-hari kami bantu fasilitasi sampai mereka bisa kembali ke Bawean,” kata Syahrul usai bertemu dengan delapan anggota Paskibraka Gresik kepada wartawan pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Menurutnya, pengalaman tersebut harus menjadi modal bagi para pelajar untuk terus berkembang dan mengejar prestasi di masa depan. “Kalian sudah menunjukkan prestasi dengan terpilih sebagai anggota Paskibraka. Jadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus belajar dan berprestasi. Selama menunggu kepulangan, tetap jaga kesehatan dan diri,” ujarnya.

Selain memberikan motivasi, Syahrul juga mengingatkan para pelajar agar bijak menyikapi derasnya informasi di media sosial. Mereka diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Informasi di era digital bergerak sangat cepat. Karena itu, jangan mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pastikan kebenarannya sebelum mempercayai maupun membagikannya,” jelasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Gresik dari daerah pemilihan Bawean, Bustami Hazim, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memastikan kebutuhan delapan pelajar tersebut tetap terpenuhi selama berada di Gresik.

Pertemuan dengan Ketua DPRD Gresik juga dimanfaatkan para pelajar untuk menyampaikan sejumlah aspirasi, khususnya berkaitan dengan pendidikan dan kondisi generasi muda di Bawean. “Dalam pertemuan itu, mereka menyampaikan sejumlah aspirasi, terutama terkait pendidikan dan kondisi anak muda di Bawean. Aspirasi tersebut kami tampung untuk menjadi perhatian dan bahan tindak lanjut,” katanya. 

Bustami menjelaskan, selama menjalani karantina, kebutuhan para pelajar difasilitasi Kesbangpol Pemkab Gresik. Persoalan muncul setelah rangkaian tugas Paskibraka berakhir karena mereka harus menunggu kapal yang memungkinkan untuk menyeberangi Laut Jawa.

Pihaknya telah mencari verbagai alternatif untuk kepulangan mereka. Salah satunya melalui Pelabuhan Paciran, Lamongan. Para pelajar bahkan bersedia menggunakan jalur tersebut agar dapat lebih cepat kembali ke Bawean. Namun, upaya itu kembali terbentur kondisi cuaca. Kapal yang diharapkan membawa mereka pulang belum dapat berlayar dan masih tertahan di Bawean.

“Kami sempat mencari alternatif keberangkatan melalui Pelabuhan Paciran, Lamongan. Mereka juga bersedia menggunakan jalur tersebut agar bisa segera pulang. Namun, kapal belum dapat berlayar karena kondisi cuaca dan masih tertahan di Bawean,” tambahnya.

Kemudian mereka masih berada di Gresik dan menunggu Laut Jawa kembali bersahabat agar kapal dapat berlayar dan membawa mereka pulang. “Setelah menjalankan tugas sebagai Paskibraka dengan penuh kebanggaan, para pelajar itu masih harus bersabar menghadapi tantangan terakhir menunggu cuaca reda demi bisa kembali berkumpul bersama keluarga dan melanjutkan aktivitas di sekolah,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Cuaca Buruk, 8 Anggota Paskibraka Gresik asal Bawean Tertahan di Gresik, Silaturahmi ke DPRD Gresik  Selengkapnya

3 Dalang Cilik Asli Gresik, Growing The Future : Bukti Nyata Petrokimia Gresik Tumbuhkan Generasi Penerus Seni Wayang 

GRESIK,1minute.id – Penampilan tiga dalang cilik asal Gresik menyita ribuan pasang mata pada pagelaran wayang di SOR Tridharma Petrokimia Gresik beberapa waktu lalu. Tiga dalang cilik, yakni ; Avito Bintang Pratama, siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Gresik; Nicolas Davino, siswa kelas IV SD Petrokimia Gresik; dan Kyano Renand H., siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Terate Putra Gresik.

Pagelaran wayang kulit yang diselenggarakan oleh PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk mendorong regenerasi pelestari seni dan budaya Indonesia dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Petrokimia Gresik dan HUT ke-81 Republik Indonesia. 

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan pelestarian budaya merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menumbuhkan masa depan. Tema HUT ke-54 “Growing the Future”, tambahnya, tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan bisnis, tetapi juga tentang menyiapkan generasi yang mampu meneruskan nilai dan warisan budaya bangsa.

“Pagelaran wayang kulit menjadi agenda rutin tiap momen ulang tahun perusahaan. Kami ingin ikut memastikan seni wayang tetap memiliki ruang untuk tumbuh di tengah generasi muda,” ujar Daconi.

Pagelaran wayang kulit ini menghadirkan lakon pembuka “Sumantri Ngenger” yang dibawakan oleh dalang muda Ki Achmad Bagas Septyawan. Ia merupakan karyawan muda Petrokimia Gresik sekaligus binaan Sanggar Mahesa Kencana Petrokimia Gresik.

Penampilan tersebut semakin istimewa dengan hadirnya tiga dalang cilik berbakat dari Kabupaten Gresik. Mereka adalah Avito Bintang Pratama, siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Gresik; Nicolas Davino, siswa kelas IV SD Petrokimia Gresik; dan Kyano Renand H., siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Terate Putra, Gresik.

Kehadiran para dalang muda tersebut menjadi bukti bahwa seni wayang tetap memiliki ruang untuk tumbuh di tengah generasi saat ini. Bagi Petrokimia Gresik, regenerasi seniman menjadi bagian penting untuk memastikan wayang tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi terus hidup dan berkembang di masa depan.

“Ketika anak-anak muda mau belajar dan tampil membawakan wayang, di situlah kita melihat harapan bagi keberlanjutan budaya. Kami ingin memberikan ruang agar talenta-talenta muda ini terus berkembang dan semakin percaya diri dalam membawa seni tradisi ke generasi berikutnya,” jelas Daconi.

Dalam momen ini, Petrokimia Gresik juga menyerahkan uang pembinaan untuk para dalang cilik. Harapannya, bisa terus memotivasi dalang-dalang muda ini untuk terus melestarikan budaya wayang, sehingga bisa menginspirasi generasi muda lain di Gresik.

Lebih lanjut ia menambahkan, wayang bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarat tuntunan dan nilai kehidupan. Hal tersebut salah satunya tercermin dalam lakon “Sumantri Ngenger” yang mengajarkan kesetiaan, dedikasi, kerja nyata, serta keikhlasan untuk mendahulukan kepentingan yang lebih besar.

Sementara itu, lakon utama “Begawan Ciptaning” dibawakan oleh Ki Bayu Aji Pamungkas. Pagelaran semakin semarak dengan penampilan pelawak Cak Percil dan sinden Lintang Kairo. Lakon “Begawan Ciptaning” mengisahkan perjalanan Arjuna dalam membangun kemampuan diri, dengan membawa pesan tentang pentingnya ketekunan, fokus, dan pengendalian diri dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang lebih besar.

Nilai ketekunan dan pengembangan diri tersebut juga sejalan dengan semangat Petrokimia Gresik untuk terus meningkatkan kompetensi insan perusahaan dalam menghadapi perubahan industri. Perusahaan terus mendorong peningkatan kapasitas, pengembangan inovasi, serta penguatan kolaborasi untuk membangun masa depan perusahaan yang semakin kuat dan berkelanjutan.

“Wayang bukan hanya tontonan, tetapi juga memiliki banyak tuntunan. Nilai-nilai yang disampaikan melalui cerita dan tokohnya dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua, terutama generasi muda. Semangat untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan juga penting agar kita semakin siap menghadapi berbagai perubahan di masa depan,” tutur Daconi.

Pagelaran yang dimulai pukul 18.30 WIB tersebut terbuka gratis untuk masyarakat umum. Petrokimia Gresik juga menyiarkan pagelaran secara langsung melalui kanal YouTube Petrokimia Gresik sehingga dapat disaksikan oleh masyarakat secara lebih luas.

Terpisah, Pudji Seti, 65, salah satu penonton asal Kabupaten Lamongan jauh-jauh datang ke Gresik bersama rombongan untuk menonton pagelaran wayang kulit yang diselenggarakan Petrokimia Gresik. Ia mengaku menjadi penonton setia pagelaran wayang yang diselenggarakan tiap tahun.

“Di era modern ini tidak banyak perusahaan yang peduli dengan budaya wayang. Tapi Petrokimia Gresik menjadi perusahaan yang konsisten tiap tahun menyelenggarakan wayang. Petrokimia Gresik memiliki kepedulian yang tinggi untuk melestarikan wayang, terbukti saat ini menampilkan tiga dalang cilik yang statusnya masih pelajar SD dan SMP,” ujarnya.

Sementara itu, Daconi memberikan apresiasi kepada masyarakat yang tiap tahun antusias menyaksikan pagelaran wayang kulit Petrokimia Gresik. Ia mengungkapkan, antusiasme masyarakat terhadap pagelaran wayang yang diselenggarakan perusahaan terus meningkat, salah satunya terlihat dari jumlah penonton melalui kanal YouTube Petrokimia Gresik.

Antusiasme masyarakat terhadap pagelaran wayang kulit Petrokimia Gresik menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. 

Hal ini tercermin dari jumlah penonton melalui kanal YouTube Petrokimia Gresik yang meningkat dua kali lipat, dari 4.000 penonton pada HUT ke-50 menjadi 8.000 penonton pada HUT ke-53 dan bertahan di angka yang sama pada HUT ke-54. Sementara pada HUT ke-51 dan ke-52, jumlah penonton masing-masing tercatat sebanyak 5.000 dan 6.000 penonton.

Terakhir Daconi menambahkan bahwa pelestarian budaya merupakan bagian dari kontribusi perusahaan kepada masyarakat. Upaya tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan talenta muda sehingga nilai budaya dan kreativitas dapat terus tumbuh dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Perusahaan yang terus tumbuh tentu harus memiliki masa depan yang kuat. Masa depan itu tidak hanya dibangun melalui teknologi dan bisnis, tetapi juga melalui manusia yang memiliki karakter serta menghargai akar budayanya,” pungkas Daconi. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

3 Dalang Cilik Asli Gresik, Growing The Future : Bukti Nyata Petrokimia Gresik Tumbuhkan Generasi Penerus Seni Wayang  Selengkapnya