Jadi Tuan Rumah Muswil IDI Jatim, Bupati Gresik Paparkan Program Beasiswa Dokter Spesialis untuk Penetapan Pulau Bawean 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik didapuk menjadi tuan rumah Musyawarah Wilayah (Muswil) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur Tahun 2026. Kegiatan yang dihelat di Hotel Aston Gresik ini dibuka langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Gresik sebagai tuan rumah pelaksanaan Muswil IDI Jawa Timur. Ia menilai forum musyawarah tersebut menunjukkan kuatnya kultur demokrasi di tubuh organisasi profesi kedokteran.

“Melihat dinamika dalam forum ini, saya sangat terkesan. Organisasi sebesar IDI mampu menunjukkan proses demokrasi yang hidup, dinamis, namun tetap menjunjung tinggi etika dan profesionalitas,” ujar Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Tampak hadir di Muswil IDI Jatim antara lain Wakil Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IDI Kolonel Laut (Purn) dr. Wiweka, MARS, Wakil Sekretaris Jenderal PB IDI dr. Suroso Agus Widodo, Sp.KFR., AIFO-K, serta Ketua IDI Wilayah Jawa Timur dr. Sutrisno, Sp.OG(K).

Turut hadir pula Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Dokter Umum Indonesia dr. dr. Rudy Sapoelete, S.H., M.H., MBA, Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran dr. Ario Djatmiko, Sp.B(K) Onk, FICS, Ketua Majelis Pengembangan Pelayanan Keprofesian dr. Christrijogo Soemartono Waloejo, dr., Sp.An., KAR. 

Kemudian, Ketua Dewan Pertimbangan IDI . dr. Abdul Fatah, Sp.PD, FINASIM, Ketua MKEK dr. Poernomo Boedi Setiawan, SPPD-KGEH, FINASIM, serta seluruh peserta Muswil dari 34 cabang IDI se-Jawa Timur.

Menurutnya, IDI merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun sistem layanan kesehatan yang semakin kuat dan merata. Ia menegaskan, Pemkab Gresik terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan, salah satunya melalui program pembiayaan pendidikan dokter spesialis melalui APBD.

Program tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter spesialis di wilayah yang masih mengalami keterbatasan layanan kesehatan, terutama di kawasan kepulauan seperti Bawean. “Kami menyiapkan pembiayaan pendidikan dokter spesialis secara gratis melalui APBD, dengan harapan setelah lulus para dokter ini kembali mengabdi di daerah yang membutuhkan, khususnya Bawean,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, persoalan distribusi dokter masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi seperti IDI menjadi sangat penting. Selain isu distribusi tenaga medis, Gus Yani juga menyoroti fenomena meningkatnya persoalan kesehatan mental, khususnya di kalangan generasi muda.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius dan penanganan kolaboratif lintas sektor. “Fenomena gangguan kesehatan mental pada usia muda kini menjadi tantangan nyata. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi erat bersama IDI untuk menjawab persoalan ini,” ujar mantan Ketua DPRD Gresik ini.

Sementara itu, Ketua IDI Wilayah Jawa Timur dr. dr. Sutrisno, Sp.OG(K) menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Gresik atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan Muswil.

Ia menilai Jawa Timur selama ini menjadi wilayah yang sangat solid dalam menjaga dinamika organisasi profesi. “Setiap agenda besar IDI, kabupaten dan kota di Jawa Timur selalu antusias menjadi tuan rumah. Ini menandakan kekuatan organisasi yang luar biasa,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia memaparkan bahwa saat ini Jawa Timur memiliki lebih dari 21 ribu dokter, terdiri atas sekitar 16 ribu dokter umum dan lebih dari 6 ribu dokter spesialis, dengan sekitar 450 rumah sakit yang tersebar di berbagai daerah.

Meski demikian, ia menegaskan distribusi dokter masih belum merata. Sejumlah wilayah masih membutuhkan tambahan tenaga kesehatan, sementara di sisi lain banyak dokter muda yang belum memperoleh penempatan kerja tetap. Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat terus memperluas peluang penyerapan tenaga medis.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Umum PB IDI Kolonel Laut (Purn) dr. Wiweka, MARS menegaskan bahwa IDI merupakan mitra strategis pemerintah dalam penguatan sistem kesehatan nasional.

“IDI bukan oposisi pemerintah. Kami adalah mitra strategis yang hadir untuk bersama-sama mencari solusi bagi pelayanan kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental tenaga kesehatan, perlindungan dokter muda, serta penguatan disiplin organisasi di tengah dinamika profesi kedokteran yang terus berkembang.

Dalam kesempatan yang sama, panitia menyampaikan bahwa Muswil IDI Jawa Timur 2026 berlangsung mulai Jumat hingga Minggu dengan diikuti 156 peserta dari 34 cabang IDI se-Jawa Timur, serta 30 peserta dari 21 perhimpunan dokter spesialis. Forum ini diharapkan mampu melahirkan keputusan strategis sekaligus memperkuat regenerasi kepemimpinan organisasi. (yad)

Editor: Chusnul Cahyadi 

Jadi Tuan Rumah Muswil IDI Jatim, Bupati Gresik Paparkan Program Beasiswa Dokter Spesialis untuk Penetapan Pulau Bawean  Selengkapnya

IDI Gresik Baksos Pemeriksaan Mata dan  Kaca Mata Gratis, Pemkab Gresik Berikan Konseling Siswa Sekolah Rakyat

GRESIK,1minute.id – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gresik menggelar baksi sosial di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik pada Sabtu, 23 Agustus 2025. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif memberikan apresiasi kegiatan tersebut. 

“Saya mengapresiasi peran penting IDI dalam mewujudkan proses pembangunan daerah. IDI menjadi salah satu bagian dalam upaya meningkatkan indeks pembangunan manusia bidang kesehatan,” kata dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Wabup Asluchul Alif didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Kandinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah, serta Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Gresik Umi Khoiroh serta  Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Gresik Shinta Puspitasari melanjutkan, kegiatan ini dilakukan untuk mencegah risiko terjadinya kelainan refraksi mata dini pada anak. 

Sehingga perlu dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui adanya kelainan refraksi mata. Mereka yang mengalami kelainan refraksi mata tentu memerlukan alat bantu kacamata agar tidak mengganggu proses belajar yang berdampak pada prestasi siswa siswi kedepan.

“Sekolah Rakyat ini adalah harapan kita untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas. Anak-anak di sini harus tumbuh sehat, berpendidikan, dan disiapkan menjadi calon pemimpin masa depan,” ujar mantan Wakil Ketua DPRD Gresik ini.

Suami dari dr Shinta Puspitasari tersebut menambahkan, kegiatan bakti sosial IDI di SRMA 37 Gresik, menunjukkan sinergi antara sektor kesehatan dan pendidikan dalam upaya mensejahterakan masyarakat. Tidak hanya itu, pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik nanti juga akan menghadirkan psikologi dan konseling untuk siswa siswi sekolah rakyat. 

SRMA 37 Gresik, sekolah model boarding school ini baru diresmikan pada awal Juli 2025. Tahun pertama, sekolah rakyat menerima 75 siswa. Mereka terbagi dalam 3 rombongan belajar (rombel). Biaya sekolah dan kebutuhan mereka, antara lain, alat tulis, perlengkapan sekolah, makan 3 kali gratis karena ditanggung oleh pemerintah. Siswa di sekolah ini adalah anak-anak dari keluarga kurang beruntung secara ekonomi. 

Lebih lanjut, Wabup Alif juga menyampaikan bagi siswa yang hidup jauh dari keluarga dan di lingkungan baru, dukungan psikologis dan konseling dibutuhkan untuk membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan asrama. Aspek psikologi berperan penting dalam pengembangan diri siswa. 

“Terima kasih atas kepedulian IDI atas peran aktifnya dalam pelayanan medis dan edukasi kesehatan bagi siswa siswi SRMA. Mudah mudahan kepedulian IDI Gresik menjadi percontohan daerah lain dalam memberikan layanan kesehatan di Sekolah Rakyat, ” tandasnya. 

Di tempat sama, Ketua IDI Cabang Gresik dr Abdul Fatah menyampaikan, salah satu tekad IDI adalah bisa berpartisipasi aktif membangun kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, lanjutnya, kolaborasi dan suport dari Dinas Kesehatan yang merupakan kepanjangan tangan Pemda menjadi semangat kami dalam membantu program pemerintah. 

Ia menambahkan, Baksos ini sudah dilakukan rutin, karena IDI harus terus melayani masyarakat. Salah satunya SRMA 37 Gresik yang merupakan program unggulan pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan yang komprehensif melalui pendidikan. “Baksos ini lebih fokus ke pemeriksaan mata, tentu tidak mengesampingkan pemeriksaan yang lain. IDI juga memfasilitasi kacamata gratis hasil kerjasama dengan Klinik Mata Utama (KMU) bagi siswa siswi SRMA 37 Gresik,” ungkapnya. 

Bakti Sosial yang dilakukan IDI dan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) meliputi pemeriksaan mata dan pemberian kacamata bagi yang memerlukan sesuai koreksi secara gratis. Di samping itu IDI dan IIDI juga memberikan edukasi, penyuluhan kesehatan, sarung, mukena, tali asih, rapor kesehatan hingga memberikan bingkisan makanan tambahan bagi siswa siswi SRMA 37 Gresik. (yad)

IDI Gresik Baksos Pemeriksaan Mata dan  Kaca Mata Gratis, Pemkab Gresik Berikan Konseling Siswa Sekolah Rakyat Selengkapnya