Kenaikkan Harga Cabai, Beras hingga Emas Perhiasan Dorong Inflasi Gresik Oktober 2025 sebesar 2,16 Persen

GRESIK,1minute.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gresik meliris tingkat inflasi Kabupaten Gresik bulan Oktober 2025. Inflasi Year on Year (YoY) sebesar 2,16 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,21.

Secara month to month (m to mm) Kabupaten Gresik dengan jumlah penduduk 1,3 juta jiwa ini mengalami inflasi sebesar 0,20 persen. Sementara secara year to date (y-to-d) inflasi tercatat 1,39 persen.

Kepada BPS Gresik Indriya Purwaningsih menjelaskan bahwa inflasi tahunan tersebut disebabkan oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran masyarakat. “Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian indeks kelompok pengeluaran,” ujar Indriya pada Senin, 3 November 2025.

Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan antara lain makanan, minuman dan tembakau; pakaian dan alas kaki; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga; kesehatan; transportasi; rekreasi, olahraga, dan budaya; pendidikan; penyediaan makanan dan minuman/ restoran; serta perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Namun, Indriya menambahkan bahwa tidak semua kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga. Beberapa kelompok justru mencatat deflasi, yakni kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan.

Inflasi ini mencerminkan adanya tekanan harga yang moderat di Gresik sepanjang tahun 2025, sejalan dengan tren nasional yang dipengaruhi oleh fluktuasi harga bahan pangan dan energi. 

Merujuk data BPS Gresik, komoditas utama yang mendorong inflasi Oktober 2025 di Kota Santri-sebutan lain, Kabupaten Gresik, antara lain Cabai merah mengalami kenaikan tertinggi mencapai 36,41 persen ; Emas perhiasan (12,87%) ; telur ayam ras (7,68%) ; Daging (4,04%) ; cumi-cumi (3,36%) ; bawang merah (1,59%) dan beras (1,08%). (yad)

Kenaikkan Harga Cabai, Beras hingga Emas Perhiasan Dorong Inflasi Gresik Oktober 2025 sebesar 2,16 Persen Selengkapnya

BPS Gresik Sebut Cabai Rawit & Beras  Penyumbang Andil Deflasi Mei 2024

GRESIK,1minute.id – Badan Pusat Statistik atau BPS Gresik menyebutkan komoditas cabai rawit dan beras menjadi penyumbang deflasi secara bulanan (month-to-month/MtM) terbesar pada Mei 2024. 

Kepala BPS Gresik Indriya Purwaningsih, menyampaikan cabai rawit dan beras memberikan andil terhadap deflasi bulanan sebesar 0,08 persen. 

“Pada Mei 2024, cabai rawit mengalami deflasi  sebesar 24,67 persen. Sedangkan beras mengalami deflasi sebesar 2,23 persen. Keduanya menyumbang deflasi masing – masing 0,08 persen,” jelas Indriya saat konferensi pers pada Senin, 3 Juni 2024.

Deflasi adalah suatu periode di mana harga-harga secara umum mengalami penurunan dan nilai uang bertambah. 

Sebagai informasi, BPS Gresik mencatat Kabupaten Gresik mengalami deflasi 0,06 persen pada Mei 2024, dengan inflasi tahunan yang mencapai 2,84 persen (year-on-year/YoY) dan inflasi tahun kalender 1,71 persen (year-to-date/YtD).

Indriya juga menambahkan penyumbang deflasi utama pada bulan Mei 2024 (MtM) dari komoditas ikan mujair, dan kendaraan sewa/rental sebesar 0,05%. Sementara penyumbang utama inflasi pada bulan Mei 2024 (YtY) dan (YtD) berasal dari komoditas beras dan bawang merah. (yad)

BPS Gresik Sebut Cabai Rawit & Beras  Penyumbang Andil Deflasi Mei 2024 Selengkapnya

Kendalikan Inflasi, Pemkab Gresik Gelar Gerakan Pangan Murah 9 Kali

GRESIK,1minute.id – Sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus berupaya menekan harga kebutuhan pokok. Ikhtiar untuk menekan inflasi diantaranya mengelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Cerme Kidul pada Senin, 1 April 2024.  

Beragam komoditas bahan pokok dijual dengan harga dibawah pasar. Hal ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak di dalam GPM, guna mengendalikan inflasi yang diakibatkan kenaikan harga bahan pokok di pasaran.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah memberikan apresiasi kepada semua pihak yang sudah berperan dalam mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan pokok di Kota Industri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada badan pangan nasional dan juga Dinas Pertanian atas perannya dalam mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan pokok menjelang Idul Fitri 1445 H. Serta memberikan kemudahan akses kepada masyarakat terhadap bahan pokok yang terjangkau lewat GPM,” ungkap Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putro.

Wakil Bupati perempuan pertama di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini melanjutkan gejolak harga pangan pokok hingga saat ini masih menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan. Hal ini tidak lepas dari permintaan pasar yang begitu tinggi di Bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri.

“Meskipun beberapa daerah sudah panen raya, namun karena permintaan pasar yang tinggi menyebabkan harga pangan pokok masih terbilang tinggi. Karena kami berupaya terus memastikan fluktuasi harga dan pasokan bisa terus stabil dan terjangkau oleh masyarakat,” terangnya.

Dalam kegiatan GPM kali ini, beberapa bahan pokok sudah disediakan untuk masyarakat. Di antaranya beras medium sebanyak 7.000 per kilogram, Bawang Merah sebanyak 25 kilogram, telur ayam sebanyak 100 Kg, minyak goreng sebanyak 500 liter, Gula Pasir sebanyak 500 Kg, dan aneka olahan makanan sebanyak 100 Kg.

“GPM yang diadakan hari ini merupakan kali ke delapam kegiatan ini dilakukan di Kabupaten Gresik. Berikutnya Insya Allah akan kita adakan sedikitnya sembilan kali lagi di bulan April sampai dengan Desember 2024,” ujar Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putro.

Retno, salah satu warga mengaku senang ada pasar murah. “Saya beli beras 5 Kg, minyak goreng dan telur ayam. Harganya lumayan banget dibanding harga di pasar. Kegiatan semacam ini sangat membantu sekali. Semoga kegiatan seperti ini terus diadakan,” ujar warga Desa Cerme. (yad)

Kendalikan Inflasi, Pemkab Gresik Gelar Gerakan Pangan Murah 9 Kali Selengkapnya

BPS Kelompok Mamin dan Tembakau Penyumbang Inflasi Utama di Gresik 

GRESIK,1minute.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Gresik menyebut salah satu penyumbang inflasi utama pada Januari 2024 secara month to month (mtm) atau bulanan adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,23 persen.

“Komoditas penyumbang utama inflasi antara lain tomat, semangka, bawang putih, kontrak rumah, dan ikan mujair. Sedangkan komoditas peyumbang utama deflasi antara lain cabai rawit, daging ayam ras, bahan bakar rumah tangga, telur ayam ras, dan bensin,” ungkap Kepala BPS Gresik Indriya Purwaningsih akhir pekan lalu.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah  mengungkapkan bahwa Pemkab Gresik telah melakukan berbagai macam langkah pencegahan dalam menghadapi inflasi. Seperti penyesuaian subsidi pupuk untuk petani tambak.

“Memang di Gresik yang termasuk tinggi adalah makanan dan minuman serta sektor perikanan. Sehingga banyak sekali keterkaitannya dengan kondisi pupuk oleh petani tambak. Maka akan ada intervensi dari pemerintah bagaimana agar petani ini mudah mendapatkan pupuk,” ungkapnya.

Ada pula gerakan tanam cabai massal yang telah digaungkan sejak tahun lalu. Dari gerakan ini, Pemkab Gresik bersama TP PKK Kabupaten Gresik, telah menanam puluhan ribu cabai yang tersebar di berbagai desa se-Kabupaten Gresik.

“Kita juga mendorong masyarakat untuk menanam cabai, untuk membantu masalah ini. Kita juga menggandeng anak muda seperti dari Karang Taruna dan IPNU-IPPNU tiap desa untuk mengawasi hal ini.” katanya. (yad)

BPS Kelompok Mamin dan Tembakau Penyumbang Inflasi Utama di Gresik  Selengkapnya

Intervensi Pemerintah Harga Kebutuhan Pokok Stabil

GRESIK,1minute.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa blusukan ke Pasar Baru Gresik (PBG) pada Senin, 17 Oktober 2022. Orang nomor satu di Jawa Timur itu didampingi oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. 

Gubernur Khofifah blusukan untuk melakukan pemantauan harga sembako di pasar tradisional berlokasi di Jalan Gubernur Suryo, Kecamatan/Kabupaten Gresik itu. Khofifah pun semringah. Sebab, harga kebutuhan pokok di pasar tradisional itu stabil. Hanya, dua bahan pokok yang cenderung naik. Dua harga pokok itu adalah beras dan telur. 

Harga beras Rp 120 ribu hingga Rp 150 ribu per 50 kilometer. Sedangkan, harga telur tembus Rp 26 ribu hingga Rp 27 ribu perkilogram. Harga kebutuhan pokok stabil terjadi karena pemerintah melakukan intervensi pasar. “Sudah 5 minggu kami menggelar pasar murah di Gresik,”kata Gubernur Khofifah Indar Parawansa pada Senin, 17 Oktober 2022.

Harga minyak goreng curah juga relatif stabil. Harga eceran tertinggi (HET) minyak curah Rp 14 ribu per liter. “Tadi, minyak curah 1,5 liter harga Rp 18 ribu,”katanya. Dalam pantauan wartawan  1minute.id harga telur merangkak naik memasuki peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.  Awalnya seharga Rp 22 ribu perkilogram. “Dan hari ini (Senin, 17/10/2022) harga menjadi Rp 26 ribu perkilogram,”ujar seorang pedagang.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menambahkan, pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik turut serta dalam mengawal operasi pasar yang diinstruksikan oleh Pemprov Jatim. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi inflasi harga komoditas pasar yang mengurangi daya beli masyarakat.

Kenaikkan harga beras dan telur itu, lanjutnya,  dipengaruhi dampak dari penyesuaian kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Bu Min berharap, kestabilan harga bahan pokok tetap terjaga, sehingga masyarakat tidak merasa khawatir adanya lonjakan kenaikan bahan pokok.

“Kami bersama Pemprov akan intens melakukan pengawasan sehingga masyarakat tidak was-was. Dan kami berharap agar bahan pokok tetap stabil sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dengan baik,” harapnya.

Operasi pasar dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dan Pemkab Gresik sejak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu. Operasi pasar untuk mencegah lonjakan harga kebutuhan bahan pokok. Intervensi pemerintah itu di klaim telah berhasil menstabilkan harga kebutuhan pokok. (yad)

Intervensi Pemerintah Harga Kebutuhan Pokok Stabil Selengkapnya