2025, DPUTR Gresik Lakukan Pemantapan Infrastruktur Jalan Sepanjang 24,5 Kilometer 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik terus berikhtiar mempercepat pemantapan infrastruktur jalan. Tahun 2025, Pemkab Gresik melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik telah menggarap jalan sepanjang 12,49 kilometer. 

Kondisi jalan yang rusak berat berkurang menjadi 19,75 km atau 3,48 %. “Kemantapan jalan baik dan sedang panjang 399,21 km atau 70,46 % dari total panjang jalan Kabupaten 566,61 km,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Dhiannita Tri Astuti dalam Ngobrol Infrastruktur di Kantor DPUTR Gresik pada Selasa, 23 Desember 2025.

Dhian, sapaan akrab, Dhiannita Tri Astuti didampingi Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Gresik Eddy Pancoro serta Kepala Bidang lainnya.  Meski keberadaan jalan rusak berat “hanya” 19,75 kilometer, Dhian menganggap memiliki dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi dan keselamatan bagi masyarakat, terutama di wilayah dengan lalu lintas yang padat dan akses logistik yang menjadi hajat hidup orang banyak. 

Dhian mengatakan, bahwa perbaikan infrastruktur jalan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perbaikan infrastruktur dilakukan melalui proses berkelanjutan yang dilakukan sejak 2021. Upaya yang dilakukan mencakup peningkatan kualitas jalan hingga dukungan penyediaan lahan untuk proyek nasional yang ditargetkan kelar akhir 2025 ini. 

“Penanganan jalan kami lakukan bertahap dan terukur. Fokus kami adalah ruas-ruas prioritas yang menopang aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah,” tegasnya. Penyediaan lahan untuk proyek nasional, antara lain, pembangunan jembatan Manyar dan Pelebaran jalan yang terhubung dengan Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE).

“Pak Bupati (Fandi Akhmad Yani) memberikan perhatian khusus untuk pelebaran jalan Manyar ini,” katanya. Data DPUTR Gresik pada Tahun Anggaran 2025, Bidang Bina Marga DPUTR Gresik melakukan 27 paket pekerjaan yang meliputi 10 paket pekerjaan peningkatan jalan aspal 645 meter, beton 7.571 meter ; 11 paket pelebaran jalan aspal 4.687,5 meter dan beton 4.298 meter dan 2 paket rekonstruksi jalan aspal 262 meter, beton 627 meter. 

Total pekerjaan jalan yang dilelang pada 2025 mencapai lebih dari 18 kilometer, ditambah pemeliharaan rutin sepanjang 6,3 kilometer. Dengan demikian, keseluruhan penanganan jalan Bina Marga tahun depan ditargetkan menyentuh hampir 24,5 kilometer. Selain infrastruktur jalan, juga ada 4 paket jembatan, yakni 2 pembangunan jembatan baru, 1 rehabilitasi Dermaga Apung Bawean.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Gresik Eddy Pancoro, menyampaikan bahwa skala prioritas perbaikan tidak hanya ditentukan oleh kondisi teknis jalan, tetapi juga laporan langsung dari masyarakat. “Setiap aduan yang masuk melalui layanan 112 Lapor Gus kami tindaklanjuti secepat mungkin. Partisipasi warga sangat membantu kami menentukan kebutuhan paling mendesak,” jelasnya.

Bagaimana rencana pemantapan infrastruktur 2026? Edi Pancoro menyampaikan, beberapa ruas strategis yang menjadi prioritas tahun depan antara lain Jalan Bungah–Dukun sepanjang sekitar 4 kilometer yang akan dilebarkan hingga delapan meter, serta Jalan Duduksampeyan–Betoyo Guci yang akan dibeton karena berbatasan langsung dengan jalan nasional.

Melalui langkah-langkah tersebut, Pemkab Gresik menargetkan infrastruktur jalan yang lebih layak, aman, dan mampu menunjang pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

2025, DPUTR Gresik Lakukan Pemantapan Infrastruktur Jalan Sepanjang 24,5 Kilometer  Selengkapnya

Jembatan Karangkiring Semakin Menawan

Sejumlah anak-anak riang berenang dari atas Jembatan Karangkiring, Desa Karangkaring, Kecamatan Kebomas yang semakin menawan, Minggu 30 Agustus 2020 (foto :chusnul cahyadi/1minute.id)

GRESIK, 1minute.id—Destinasi wisata alam kembali muncul di kota Pudak. Setelah sebelumnya, jembatan Balai Keling di Kelurahan Kroman, Gresik bersolek dan dilirik masyarakat. Kali ini, geladak atawa jembatan Karangkiring.

Jembatan berbentuk huruf L berada di Desa Karangkiring, Kebomas itu di make over sehingga lebih menarik.  Geladak sepanjang 250 meter ini di cat oleh karang taruna bekerjasama dengan komunitas Gresker, Gresik N Riders (GNR) serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Gresik selama dua hari yakni Sabtu dan Minggu. 

Sehingga geladak kayu yang semula kusam kini beraneka warna yang cukup enak di pandang mata. Wisatawan selain bisa menikmati spot pantai juga edukasi tentang mangrove yang tumbuh di kanan dan kiri geladak tersebut. Kepala Desa Karangkiring Dedik Hartono mengatakan,  pengecatan geladak Karangkiring ini diprakarsai oleh karang taruna.  ”Mereka menggandeng sejumlah komunitas. Semoga pengecatan ini menjadikan pantai Karangkiring ini semakin indah dan menjadi objek daya tarik wisata baru di Gresik,”kata Dedik .

JEMBATAN Kerangkiring, salah satu destinasi wisata di perkotaan Gresik ini berada di Desa Karangkiring, Kecamatan Kebomas, Minggu 30 Agustus 2020. (foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Pariwisata dan Tata Kelola Destinas di Disbudpar Gresik M Fither Kuntaja mengapresiasi langkah karang taruna dan komunitas yang memiliki komitmen terhadap lingkungan.  ”Menunjukkan kesadaran pemuda Gresik atas keindahan lingkungan bisa berpotensi menjadi terciptanya sebuah obyek daya tarik wisata baru,”ujar Fither kemarin.

Fither mengatakan, geladak Karangkiring memiliki potensi menjadi objek daya tarik wisata (ODTW) baru di Gresik. Sebab, sepanjang jembatan Karangkiring telah ditanami pohon mangrove. Selain itu telah dilengkapai Kampung  Kuntul, Balai Selo Karang, dan Geladak Berwarna.  ”Ada juga pancalan ski lumpur. Wisatawan juga bisa jelajah eksplor sekitar Pulau Galang dengan naik perahu,”ungkapnya.

Pengecatan geladak Karangkiring, masyarakat Gresik perkotaan akan semakin banyak pilihan untuk berwisata di tengah perkotaan. Yakni, Geladak Balai Keling dengan spot laut dan nelayan. Wisatawan juga bisa berkeliling dengan menggunakan perahu nelayan. Ada juga, jembatan Mangrove Sukorejo, Kebomas. (*)

Jembatan Karangkiring Semakin Menawan Selengkapnya