Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Inisiasi Pertemuan Pelaku Industri dengan SMK

GRESIK,1minute.id – Tingginya angka pengangguran membuat pemerintah mencari terobosan baru. Diantaranya, menginisiasi pertemuan dan kerjasama SMK se-Kabupaten Gresik dengan manajemen Wing Food di Aula SMK Islamic Qon, Kecamatan Manyar, Gresik pada Rabu, 8 September 2021.

Dalam pertemuan itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyatakab jumlah pengangguran terbuka di Gresik masih diatas rata-rata Jawa Timur. “Ini merupakan suatu pekerjaan kita bersama untuk bisa memperbaiki keadaan,”kata Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah dalam pertemuan yang dihadiri Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik Kiswanto ; Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS)  SMK swasta se-Gresik Gresik Abdul Hanan serta perwakilan dari Manajemen Wings Food Peter Sindaru itu.

Pertemuan antara pelaku usaha dengan lembaga pendidikan Kejuruan ini, lanjutnya, sebagai usaha Pemkab untuk mengurangi angka pengangguran di Gresik. “Apabila perusahaan membuka lapangan pekerjaan maka yang dihubungi pertama kali adalah sekolah-sekolah yang ada di Gresik sehingga pertumbuhan ekonomi diharapkan segera pulih,”harapnya.  

Ia mengapresiasi  manajemen Wing Food yang komitmen merekrut lulusan SMK di Gresik. “Beliau (Peter Sindaru) sudah berkomitmen untuk merekrut tenaga kerja yang ada di Mie Sedap dari teman – teman lulusan SMK yang ada di Kabupaten Gresik,”tegas Bu Min. 

Data Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik sebanyak 60 SMK negeri dan swasta di Gresik. Termasuk 4 SMK di Pulau Bawean. Total sekitar 16 ribu siswa. Setiap tahunnya meluluskan 4 ribu siswa. Sebanyak 20 persen atau sekitar 800 siswa melanjutkan kuliah. Sisanya, 3.200 fresh graduate memilih bekerja. 

Menurut  Plt Kancab Dinas Pendidikan Wilayah Gresik Kiswanto, besarnya angka kelulusan tersebut dimana hampir semuanya keinginannya adalah bekerja. “Bisa dibayangkan bagaimana efek jika fresh graduate ini tidak terserap,”ungkap Kiswanto. Karena itu, dengan menggandeng perusahaan seperti ini, ia berharap, ada sikronisasi link and match. “Sehingga perusahaan yang ada di Gresik ini bisa memberikan manfaat langsung untuk lulusan SMK di Gresik,”imbuhnya. (yad)

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Inisiasi Pertemuan Pelaku Industri dengan SMK Selengkapnya

Kiswanto : Wisuda SMA Negeri 1 Wringinanom tanpa Sepengetahuan Kantor Cabang Dindik


GRESIK, 1minute.id – Polresta Mojokerto  mendalami dugaan pelanggaran protokol kesehatan pada acara Wisuda dan Pelepasan Peserta Didik Kelas XII angkatan XXIII tahun 2021 SMA N 1 Wringinanom, Gresik di salah satu mal di Mojokerto. 

Gelaran yang diikuti 600 orang itu diduga kuat tidak berizin dan melanggar protokol kesehatan. Sejumlah pihak yang terkait kegiatan pengumpulan massa itu masih dimintai keterangan oleh polisi.

Terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacab Dindik) Provinsi Jawa Timur wilayah Kabupaten Gresik Kiswanto mengaku acara wisuda dan pelepasan siswa kelas XII itu dilakukan tanpa sepengetahuan Kacab Dindik Provinsi Jawa Timur wilayah Kabupaten Gresik. “Tidak tau dan tidak ada pemberitahuan mas,”kata Kiswanto dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Rabu malam, 19 Mei 2021.

Terkait sanksi bagi penyelenggara kegiatan itu, Kiswanto enggan berkomentar. “Ikuti proses pemeriksaan di polres dulu nggeh,”ujarnya.

Seperti diberitakan tim gabungan TNI, Polri dan Pol PP Mojokerto Kota membubarkan kegiatan Wisuda dan Pelepasan Peserta Didik Kelas XII angkatan XXIII tahun 2021 SMA N 1 Wringinanom, Gresik di salah satu mal di Mojokerto pada Rabu, 19 Mei 2021. Pembubaran acara itu dipimpin langsung Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi. 

Sebab, acara dihadiri sekitar 600 orang diduga kuat tidak berizin dan melanggar protokol kesehatan. Panitia dan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Wringinanom Sukadi dibawa ke Mapolres Mojokerto Kota untuk dimintai keterangan. (yad)

Kiswanto : Wisuda SMA Negeri 1 Wringinanom tanpa Sepengetahuan Kantor Cabang Dindik Selengkapnya