“Kesiapsiagaan Itu Keren”, BPBD Gresik Ajari Siswa Spenda Gresik Hadapi Bencana
GRESIK,1minute.id – Ratusan siswa UPT SMP Negeri 2 Gresik (Spendagres) mengikuti penyuluhan Kesiapsiagaan Tanggap Bencana Alam pada Senin, 14 September 2026.
Pematerinya, FX Driatmiko Herlambang, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik. Seluruh civitas akademika, mulai guru dan sisw kelas VII sampai kelas IX terlihat antusias mengikuti pembelajaran tentang Kesiapsiagaan Tanggap Bencana Alam untuk Siswa yang dipusatkan di halaman sekolah di Jalan KH Kholil Gresik ini.
Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik rawan bencana hidrometeorologi. Bencana hidrometeorologi ada bencana yang diakibatkan oleh aktivitas cuaca, air atau iklim ekstrem seperti curah hujan tinggi, banjir dan angin puting beliung. Bencana alam seperti gempa bumi, kali terakhir terjadi pada Jumat, 22 Maret 2024. Gempa magnitudo hingga 6,5 mengguncang wilayah Tuban-Pulau Bawean.
FX Driatmiko Herlambang mengatakan, Kabupaten Gresik dan Jawa Timur tergolong rawan bencana seperti gempa bumi, banjir dan rob, angin puting beliung , kebakaran dan tsunami. Mitigasi bencana sangat penting dilakukan.
Ada tiga tahapan yang dijelentrehkan oleh Miko, panggilan akrab, F.X Driatmiko Herlambang, tanggap bencana ini. Pertama, sebelum bencana yakni kenali bahaya seperti jalur evakuasi di sekolah atau rumah, titik kumpul aman seperti lapangan, jauh dari gedung dan pohon. Kemudian, siapkan tas siaga bencana di sekolah & rumah.
“Isinya: Air mineral, makanan ringan, obat pribadi, senter, peluit, masker, jas hujan, powerbank, fotokopi KTP/KK, uang tunai,” katanya. Berikutnya, latihan seperti simulasi gempa, evakuasi kebakaran dan Hafalkan nomor penting yakni 112, 119, 110.
Saat terjadi bencana atau tanggap, katanya, tetap tenang, lindungi diri dan cari tempat aman. Ia mencontohkan bencana gempa : jongkok, berlindung di bawah meja dan pegang kaki meja. Bencana banjir : naik ke tempat tinggi, matikan arus listrik dan jangan lewat jembatan. Bagaimana dengan bencana kebakaran: Merangkak, tutup hidung pakai kain basah ; cari jalur evakuasi, jangan pakai lift dan kumpul di titik kumpul.
Tahapan sesudah bencana yakni pemulihan. Apa yang harus dilakukan. Pertama, Cek diri sendiri dan teman. Apakah ada yang luka? ; Jangan langsung pulang. Tunggu informasi resmi dari BPBD/Guru ; Waspada bahaya susulan* – Gempa susulan, kabel listrik putus, bangunan roboh, berikutnya bantu sesuai kemampuan. “Bisa jadi relawan kecil: bagi air, hibur teman,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Miko memberikan apresiasi kepada sekolah karena berinisiatif membentengi diri dengan ilmu pengetahuan bencana ini modal dasar untuk usaha awal dalam menghadapi bencana yang kita tidak tau kapan itu terjadi. “Ilmu yang diterima hari ini hendaknya disampaikan pada keluarga dirumah, tetangga maupun teman agar bermanfaat untuk sesama,” ujarnya.
Mengapa? Sebab, kita tidak bisa cegah bencana, tapi kita bisa cegah jadi korban.
“Kesiapsiagaan itu keren,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala UPT SMP Negeri 2 Gresik Mohammad Salim mengatakan, ilmu tentang siaga bencana diajarkan kepada siswa Spenda sangat berguna untuk anak-anak dan keluarga mereka yang nantinya akan menjadi bagian dari ikhtiar jika terjadi bencana. “terima kasih BPBD Gresik yang telah merespon cepat kebutuhan sekokah ditengah maraknya isu bencana gempa, sunami dan gunung meletus akhir akhir ini,” kata Salim (yad)
Editor : Chusnul Cahyadi
“Kesiapsiagaan Itu Keren”, BPBD Gresik Ajari Siswa Spenda Gresik Hadapi Bencana Selengkapnya