Polwan Polres Gresik Berikan Teladan Kerukunan Antar Umat

GRESIK,1minute.id – Suasana tempat Bbadat  Tri Dharma atau TITD Kim Hin Kiong lebih riuh dari biasanya pada Jumat, 9 Agustus 2024. Puluhan Polisi Wanita atau Polwan Polres Gresik mengenakan kaus olah raga terlihat membersihkan di klenteng berlokasi di Jalan Setiabudi, Kecamatan/Kabupaten Gresik. 

Mereka ada menyapu halaman hingga altar. Ada juga membersihkan patung singa. Selain itu, mereka juga memberikan bantuan sosial kepada penjaga klenteng sebagai bentuk apresiasi atas jasa mereka dalam menjaga tempat ibadat.

Kapolres Gresik, AKBP Arief Kurniawan menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara Polri dengan masyarakat, khususnya umat beragama. 

Bakti sosial di tempat ibadat warga Tionghoa itu rangkaian memperingati Hari Jadi Polwan yang diperingati setiap 1 September itu. Tahun ini, memasuki 76 tahun. Kegiatan bakti sosial atau baksos ini sebagai wujud nyata toleransi antarumat beragama dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Kegiatan ini juga sebagai bentuk nyata dari Bhayangkari dalam menjaga kerukunan umat beragama dan menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif,” ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Kurniawan pada Jumat, 9 Agustus 2024.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan. “Dengan saling membantu dan bergotong royong, kita dapat membangun masyarakat yang lebih harmonis dan sejahtera,” kata mantan Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya itu. 

Pengurus TITD Kim Hin Kiong memberikan apresiasi kepada para Polwan Polres Gresik atas kepeduliannya. “Aksi bersih-bersih ini tidak hanya membantu kami menjaga kebersihan kelenteng, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarumat beragama. Kami berharap kerjasama yang baik ini dapat terus terjalin,” kata salah satu pengurus klenteng. (yad)

Polwan Polres Gresik Berikan Teladan Kerukunan Antar Umat Selengkapnya

Dirayakan Antar Umat Beragama, Cap Goh Meh Sajikan Menu Keberuntungan dan Kemakmuran

GRESIK,1minute.id – Perayaan Cap Goh Meh 2573 Imlek di Klenteng Kim Hin Kiong, Gresik terasa lebih spesial pada Selasa malam, 15 Februari 2022. Perayaan 15 hari pasca Imlek itu tidak hanya dirayakan oleh warga Tionghoa. Juga dirayakan oleh umat lintas agama tergabung dalam Forum Masyarakat Pecinta Keberagaman (Formagam) Gresik.  

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Ketua Formagam Gresik Djoko Pratomo terlihat bersama-sama mereka untuk merayakan Cap Goh Meh itu. Anggota Banser, Ansor, Gusdurian,  Petanisia serta organisasi kepemudaan maupun keagamaan lain tumplek blek. 

Suasana kerukunan antar umat beragama begitu kuat. Ada memakai sarung dan kopiah, ada juga memakai blangkon dan udeng serta kaum hawa memakai jilbab. Setiap orang yang melihat antarumat beragama hidup guyub dan rukun pasti terasa senang. Ayem dan damai. 

GUYUB RUKUN : (dari kiri ke kanan) Ketua TITD Kim Hin Kiong Gresik Budi Prasetyo Tedjo , Wabup Gresik Aminatun Habibah (Muslimah) dan Ketua Formagam Gresik Djoko Pratomo (Kristiani) dalam perayaan Cap Goh Meh di Klenteng Kim Hin Kiong pada Selasa malam, 15 Februari 2022 (Foto: Chusnul Cahyadi/1minute.id)

“Tentunya ini adalah bentuk kerukunan antar umat tanpa memandang etnis, suku, ras dan budaya. Alhamdulillah dengan suasana seperti saat ini mudah-mudahan Gresik selalu kondusif. Harapan kami sebagai pemerintah daerah, agar kedepannya semakin lebih baik lagi. Dengan adanya acara ini dimana kita bisa menunjukkan ciri khas kebudayaan Tionghoa,” kata Bu Min.

Apa menu hidangan di perayaan Cap Goh Meh ini? Dalam pengamatan 1minute.id , hidangan utama adalah Lontong Cap Goh Meh dan Ronde. Apa filosofi menu Lontong Cap Goh Me dan Ronde itu. 

Menurut Ketua TITD Kim Hin Kiong Budi Prasetyo Tedjo, minuman Ronde isi  filosofinya adalah kebersamaan dalam keluarga.  “Kebersamaan dan kerukunan dalam keluarga akhir pasti menuju kemakmuran,”kata Budi Prasetyo Tedjo. Bagaimana Lontong Cap Goh Meh? Budi menjelaskan Cap Goh Meh adalah percampuran budaya antara pendatang dari Tiongkok bersama warga setempat pada zaman Laksamana Cheng ho mengadakan samyembara. Makanan apa yang khas Cap Go Meh. “Ternyata lontong Cap Go Meh,”kata Budi Prasetyo Tedjo. 

Lontong dibungkus daun pisang ini melambangkan kebersamaan dan panjang umur. Sedangkan, opor ayam terdiri dari aneka masakan yang warna kuning keemasan itu melambangkan satu keberuntungan. “Jadi dipadukan keberuntungan dan kemakmuran,”tegasnya. (yad)

Dirayakan Antar Umat Beragama, Cap Goh Meh Sajikan Menu Keberuntungan dan Kemakmuran Selengkapnya