Nguri-nguri Budaya Kiai Baka, Ketupat Day Pekauman,Teko Tok Mule Wareg

GRESIK,1minute.id – Suasana Kampung Pekauman lebih ramai dari biasanya. Warga kampung berada di belakang masjid Jamik di Kecamatan/Kabupaten Gresik itu sedang merayakan Lebaran Ketupat. 

Dilansir dari laman Nahdlatul Ulama (NU) Online, Lebaran Ketupat merupakan salah satu tradisi masyarakat muslim di Indonesia, khususnya yang berada di Pulau Jawa. Lebaran Ketupat kerap diidentikkan dengan tradisi slametan yang sudah berkembang di kalangan masyarakat Nusantara.

Bagi masyarakat di Kampung Pekauman atau biasa disebut Kampung Kauman, tradisi Lebaran Ketupat itu sudah turun temurun sejak puluhan tahun. Sehari setelah hari Raya Idul Fitri atau 2 Syawal, sebagian besar warga di Kampung Kauman kembali melakukan puasa sunnah selama enam hari. Puasa syawal ini dapat dilakukan secara berurutan ataupun tidak.

Selama puasa Syawal, suasana di Kampung Kauman terasa sepi dibandingkan suasana  perkampungan lainnya, seperti Kampung Semarangan, Bedilan, Trate dan lainnya yang  banyak ditemui warga berlalu lalang untuk melakukan silaturahi atau halalbihalal atau unjung-unjung ke sanak saudara. Nah, Sabtu hari ini, 29 April 2023 suasana kampung Kauman lebih ramai dibandingkan suasana kampung tetangganya tersebut karena masyarakat setempat menggelar Lebaran Ketupat.

HALALBIHALAL : Komunitas Arrochimiyah atau penggemar kopi Cak Rokhim menggelar halalbihalal di Kampung Pekauman pada Jumat malam, 28 April 2023

Tahun ini, Lebaran Ketupat di Kampung Kauman Gresik diperkirakan lebih ramai dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab, pemerintah dan masyarakat setempat menggelar Kupatan Day Pekauman. Mulai camat Gresik hingga seluruh lurah atau kepala desa se- Kecamatan Gresik akan hadir dalam acara Kupatan Day Pekauman. Seremonial akan dipusatkan di TK Muslimat NU 29 Mahkota.

Dalam flayer yang diunggah oleh @zubairiahmad555 narasinya cukup menggelitik diantaranya ada tradisi kupat liwat; dibuka untuk umum; omah sak kampung Pekauman mbukak blak (seluruh rumah se kampung Pekauman terbuka); teko tok mule wareg ( datang saja pulang kenyang).

Kampung Pekauman yang memiliki jumlah penduduk 4.300 jiwa di tujuh RT. Menu makanan yang biasa disajikan ada opor ayam.  Makna opor ayam adalah lambang permintaan maaf. Opor yang terbuat dari santan memiliki arti pangapunten atau permintaan maaf. 

Sementara itu, Sesepuh warga Pekauman Ahmad Zubairi menceritakan sebelum Hari Raya Ketupat Idul nguri-nguri budaya atau ziarah ke makam Kiai Baka mulai dilakukan tahun ini. “Sebelumnya, warga sendiri sendiri melakukan ziarah ke makam Kiai Baka,” kata Bairut, panggilan akrab, Ahmad Zubuairi pada Sabtu, 29 April 2023. (yad)

Nguri-nguri Budaya Kiai Baka, Ketupat Day Pekauman,Teko Tok Mule Wareg Selengkapnya

Khawatir Pengunjung Membludak, Destinasi Wisata Pilih Tutup di Lebaran Ketupat


GRESIK, 1minute.id – Sejumlah calon pengunjung destinasi di Kota Santri kecele pada Kamis, 20 Mei 2021. Pasalnya, lebaran ketupat tahun ini pengelola sejumlah tempat wisata itu memilih untuk tutup karena khawatir pengunjung membludak sehingga berpotensi terjadinya persebaran corona virus disease 2019 .

Destinasi wisata memilih tutup pada lebaran Ketupat itu adalah Wisata Indah Pasir Putih Delegan di Desa Delegan, Kecamatan Panceng ; Selo Tirta Giri (Setigi) di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah ; Edu wisata Lontar Sewu di Desa Hendrosari, Kecamatan Mengantu. Serta, Wahana air Dynasty Water World di Jalan Rantau GKB, Desa Sukomulyo, Manyar.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengapreasi keputusan pengelola destinasi untuk berperan serta melakukan ikhtiar mencegah persebaran corona virus disease 2019 di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini. 

Alumnus Akpol 2001 itu wanti-wanti meminta pengelola tempat wisata untuk tetap mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. “Lakukan pembatasan terhadap pengunjung dan perhatikan jam operasional, jangan melewati batas waktu yang telah ditetapkan,” tegas mantan Kapolres Ponorogo itu pada Kamis, 20 Mei 2021. 

Pihaknya, tambah perwira dua melati di pundak itu berjanji tetap akan terus mengawasi penerapan protokol kesehatan. “Mengingat masih didalam masa pandemi, masyarakat diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan, supaya mata rantai penyebaran Covid-19 dapat diputus penyebarannya,”katanya.(yad) 

Khawatir Pengunjung Membludak, Destinasi Wisata Pilih Tutup di Lebaran Ketupat Selengkapnya