Dahlan Iskan Apresiasi Job Fair Tematik 2026, Dorong Pemkab Gresik Perluas Kolaborasi Masifkan Program Magang

GRESIK,1minute.id – Job Fair Tematik 2026 dihelat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik di Iconmall terasa beda pada Jumat, 17 Juli 2026. Selain membuka 1.976 lowongan pekerjaan. Bursa kerja, juga dilaksanakan seminar bertajuk “Link and Match Pendidikan dengan Dunia Industri”. Narasumber tunggal. Dahlan Iskan. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa penyelenggaraan Job Fair Tematik 2026 bukan sekadar agenda seremonial ataupun gimmick. Kegiatan bagian dari strategi Pemkab Gresik dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang transparan, akuntabel, sekaligus memastikan tenaga kerja lokal mampu menjawab kebutuhan dunia industri yang terus berkembang.

Dalam paparannya, Dahlan Iskan menilai program magang merupakan kunci utama untuk memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Menurutnya, pendidikan membekali seseorang dengan pengetahuan (how to know), pelatihan mengajarkan keterampilan (how to do), sedangkan magang memberikan pengalaman nyata yang membentuk kesiapan seseorang memasuki dunia kerja.

“Kalau menurut saya, urutannya nomor satu adalah magang, nomor dua pelatihan, baru kemudian pendidikan. Magang menjadi kunci karena disanalah seseorang benar-benar belajar bekerja di lingkungan industri,” ujarnya.

Dahlan mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memperluas kolaborasi dengan dunia usaha agar program magang semakin masif dan terstruktur. Ia juga berharap Gresik dapat menjadi daerah percontohan dalam membangun link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri melalui sinergi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Gresik melantik Jaga Migran Rangers (JMR), yakni para fasilitator lapangan yang menjadi garda terdepan dalam pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Gresik.

Sebanyak 12 JMR yang mewakili enam kecamatan kantong PMI, yakni Panceng, Dukun, Ujungpangkah, Sidayu, Tambak, dan Sangkapura, dikukuhkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, melakukan pendampingan calon pekerja migran, mendeteksi dini potensi penempatan nonprosedural, serta menjadi penghubung antara masyarakat dengan Pemerintah Kabupaten Gresik.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang pelaksanaan Job Fair Tematik 2026. Ana, pencari kerja asal Kecamatan Kebomas, mengaku optimistis kegiatan tersebut membuka peluang lebih besar baginya untuk memperoleh pekerjaan karena diikuti banyak perusahaan besar di Gresik.

Pada Job Fair Tematik 2026, Disnaker Gresik memfasilitasi 1.976 lowongan pekerjaan. Jumlah tersebut melengkapi pelaksanaan mini job fair yang rutin digelar sepanjang Januari hingga Juni 2026 dengan 1.698 lowongan, sehingga total kebutuhan tenaga kerja yang telah difasilitasi hingga Juli 2026 mencapai 3.677 lowongan pekerjaan.

Raditya, salah satu pencari kerja mengapresiasi langkah Pemkab Gresik melalui Kadisnaker Gresik yang memfasilitasi bursa kerja ini. “Saya berharap bisa diterima di salah satu perusahaan yang ikut Job Fair tahun ini. Semoga ke depan kegiatan seperti ini terus diadakan dengan semakin banyak perusahaan yang berpartisipasi sehingga peluang kerja bagi masyarakat Gresik juga semakin besar,” katanya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Dahlan Iskan Apresiasi Job Fair Tematik 2026, Dorong Pemkab Gresik Perluas Kolaborasi Masifkan Program Magang Selengkapnya

Magang MBKM Mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur: Mengenal Rainforest Alliance Untuk Menjaga Hutan dan Alam

SURABAYA,1minute.id – Program oleh Kemendikbud yaitu Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yaitu Magang Mandiri di PT. Perkebunan Nusantara XII (PTPN XII) Wonosari membuat pengetahuan enam mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, UPN “Veteran” Jawa Timur semakin komplit.

Khususnya, pengetahuan tentang sertifikasi perusahaan, salah satunya yaitu sertifikasi Rainforest Alliance di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu. “Bangga karena perusahaan tempat magang kami telah mengerti dan menerapkannya. Sekaligus ada rasa senang karena masyarakat mulai peduli dengan alam,” kata Ardhia Putri Amelia Sofianty pada Kamis, 6 Juni 2023.

Selama empat bulan, mulai Februari sampai Juni 2023, Ardhia Putri Amelia Sofianty bersama lima temannya, yaitu Ardandy Firmansyah P., Tania Amalia, Ardhia Putri A. S., Vania Tiara S., Anisatul Munawwaroh, dan Stefanus Rosano D., magang di PTPN XII Wonosari itu. PTPN XII Wonosari merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi bubuk teh hitam dengan dengan metode CTC (Crushing, Tearing, Curling) yang berlokasi di Bodean Putuk, Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Selain menjadi tempat memproduksi teh, PTPN XII Wonosari juga menjadi tempat wisata seperti Arjuna Geopark, Café bernama ‘Tea House’, dan destinasi lain yang sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. “Salah satu kegiatannya yaitu mempelajari sertifikasi perusahaan. Salah satunya yaitu sertifikasi Rainforest Alliance,” kata mahasiswa semester VI Prodi Teknologi Pangan, Fakultas Teknik UPN “Veteran” Jawa Timur itu.

Rainforest Alliance merupakan organisasi internasional yang bertujuan untuk melindungi hutan, meningkatkan penghidupan petani dan masyarakat sekitar hutan, memajukan hak asasi mereka, serta membantu mereka dalam mengurangi dan beradaptasi terhadap krisis iklim.

Sertifikasi Rainforest Alliance sangat penting bagi perusahaan yang berkaitan dengan alam seperti perhutanan dan pertanian. Produk yang dihasilkan dari suatu perusahaan dan mendapat sertifikat Rainforest Alliance, maka akan memiliki segel bersimbol katak. Simbol tersebut menunjukkan bahwa produk atau bahan tertentu ditanam di pertanian yang disertifikasi menggunakan Standar Pertanian Berkelanjutan Rainforest Alliance dan/atau Kode Etik UTZ.

Apa Artinya “Besertifikasi Rainforest Alliance” untuk bisnis ? Rainforest Alliance memiliki standar yang berfokus pada 4 aspek penting, yaitu:

1. Hutan

Hutan menjadi pusat ekologis yang penting untuk kelangsungan hidup setiap makhluk hidup di bumi. Sehingga diperlukan program pelatihan dan sertifikasi dari Rainforest Alliance sebagai praktik terbaik untuk melindungi hutan, mencegah perluasan lahan pertanian ke dalam hutan, mendorong kesehatan pohon, tanah, dan jalur-jalur air, serta melindungi hutan asli.

2. Iklim

Program sertifikasi RA mendorong metode pengelolaan lahan yang bertanggung jawab untuk meningkatkan cadangan karbon sekaligus menghindari deforestasi yang memicu emisi gas rumah kaca. Selain itu, RA juga memberi praktik cerdas iklim yang termasuk dalam program pelatihan dan sertifikasi pertanian RA untuk membantu petani membangun ketahanan terhadap kekeringan, banjir, dan erosi.

3. Hak Asasi Manusia

Sertifikasi RA juga memajukan hak-hak masyarakat pedesaan. Standar dan sistem penjaminan dari RA memberikan strategi yang kuat untuk menilai dan menangani pekerja anak, kerja paksa, kondisi kerja yang buruk, upah rendah, ketidaksetaraan gender, dan pelanggaran hak atas tanah adat. Studi independen menunjukkan bahwa pekerja di pertanian besertifikasi lebih mungkin untuk memiliki kondisi kerja yang lebih baik, alat pelindung diri, dan perlindungan tenaga kerja.

4. Penghidupan

Hal ini memberikan pemahaman bahwa kesehatan ekosistem dan stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan saling bergantung satu sama lain. Meningkatkan peluang mata pencaharian berkelanjutan bagi petani kecil dan masyarakat sekitar hutan adalah cara paling efektif untuk mengentaskan masyarakat pedesaan dari kemiskinan, dan sertifikasi telah terbukti memberikan manfaat finansial yang terukur bagi petani dan masyarakat sekitar hutan di seluruh dunia.

Dari uraian tersebut, mahasiswa telah mendapatkan ilmu baru dan memahami betapa pentingnya sertifikasi Rainforest Alliance bagi lingkungan dan perusahaan. Selain memberi manfaat bagi perusahaan, juga dapat melindungi alam dan kesejahteraan bagi para pekerja. (yad)

Magang MBKM Mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur: Mengenal Rainforest Alliance Untuk Menjaga Hutan dan Alam Selengkapnya