Menyikapi Kemunculan Grup Gay di Facebook, MUI Gresik Dorong Pemerintah dan Aparat Menindak Aktivitas Penyimpangan Seksual di Kota Santri

GRESIK,1minute.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik akhirnya angkat bicara terkait maraknya komunitas gay di Gresik yang beredar di media sosial, Facebook. 

Penelusuran wartawan 1minute.id , komunitas gay Gresik telah memiliki 5.500 anggota. Ketua Komisi Fatwa, Hukum dan Pengkajian MUI Kabupaten Gresik KH. Moh. Zainuri, menjelaskan bahwa MUI telah memiliki pedoman yang jelas melalui Fatwa MUI Nomor 57 Tahun 2014 tentang Lesbian, Gay, Sodomi, dan Pencabulan.

Menurutnya, fatwa tersebut menetapkan bahwa homoseksual merupakan aktivitas seksual yang dilakukan antara individu dengan jenis kelamin yang sama. Istilah lesbian digunakan untuk hubungan sesama perempuan, sedangkan gay merujuk pada hubungan sesama laki-laki. Adapun sodomi (liwath) didefinisikan sebagai hubungan seksual melalui dubur yang bertentangan dengan syariat, sementara pencabulan mencakup berbagai bentuk tindakan seksual di luar pernikahan yang sah.

“Berdasarkan fatwa tersebut, penyaluran hasrat seksual hanya dibenarkan melalui pernikahan yang sah antara laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu, orientasi seksual kepada sesama jenis dipandang sebagai penyimpangan yang perlu diarahkan kembali kepada fitrah,” jelasnya, di Kantor MUI Kabupaten Gresik kepada wartawan pada Rabu, 10 Juni 2026.

Fatwa MUI juga menyatakan bahwa aktivitas homoseksual, baik dalam bentuk lesbian maupun gay, hukumnya haram dan termasuk perbuatan kejahatan (jarimah). Praktik sodomi bahkan dikategorikan sebagai perbuatan yang sangat keji (fahisyah) dan termasuk dosa besar. Sementara tindakan pencabulan juga dihukumi haram dan dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Sekretaris Umum MUI Kabupaten Gresik, Makmun, M.Ag., menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah melaporkan fenomena tersebut kepada MUI. Kepedulian masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan sosial yang sehat dan sesuai dengan nilai-nilai agama.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah menyampaikan informasi dan melaporkan fenomena ini kepada MUI. Temuan ini akan kami koordinasikan lebih lanjut dengan pemerintah daerah, aparat terkait, serta berbagai pihak yang berwenang untuk mendapatkan langkah penanganan yang tepat dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Selain itu, MUI juga memberikan sejumlah rekomendasi strategis kepada pemerintah, aparat terkait, dan masyarakat dalam menyikapi fenomena tersebut dalam rangka menjaga Gresik sebagai Kota Wali dan Kota Santri.

“MUI berharap pemerintah dan aparat berwenang tidak berdiam diri dan membiarkan aktivitas penyimpangan seksual tumbuh dan berkembang di tengah lingkungan sosial. Perlu ada langkah pencegahan yang serius melalui edukasi, penguatan keluarga, pembinaan keagamaan, serta penegakan aturan yang berlaku,” lanjutnya.

Sekretaris Umum juga menambahkan, pemerintah diharapkan tidak memberikan ruang bagi upaya legalisasi perilaku seksual menyimpang serta terus melakukan sosialisasi dan langkah-langkah preventif untuk melindungi masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurutnya, menjaga fitrah kemanusiaan dan mempertahankan keutuhan keluarga merupakan bagian penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, harmonis, dan berakhlak mulia.

“MUI berharap umat Islam dapat bersikap bijak, proporsional, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan. Pada saat yang sama, masyarakat juga diimbau untuk mengedepankan pendekatan yang santun, edukatif, dan tidak terjebak pada perundungan maupun ujaran kebencian,” pungkasnya. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Menyikapi Kemunculan Grup Gay di Facebook, MUI Gresik Dorong Pemerintah dan Aparat Menindak Aktivitas Penyimpangan Seksual di Kota Santri Selengkapnya

Hidayah Allah, Wen Chao asal Tiongkok Ikrar Mualaf di Kantor MUI Gresik

GRESIK,1minute.id – Wen Chao, pekerja asal Tiongkok memutuskan untuk mualaf  Pemuda 33 tahun itu mengucapkan ikrar masuk Islam di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik pada Rabu, 11 Maret 2026.

Ketua MUI Gresik KH Ainur Rofiq Thoyyib yang memimpin ikrar mualaf karyawan PT. Xinyi Glass Factory, Kompleks Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Ports Estate (KEK-JIIPE) Manyar, Gresik itu. 

Wen Chao melakukan perjalanan spritual tentang Islam selama berbulan-bulan. Hidayah Allah datang tepat pada 21 Ramadan 1447 Hijriah. KH Ainur Rofiq Thoyyib menyampaikan sejumlah nasihat agar Wen Chao mulai belajar serta mempraktikkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, dan menekankan pentingnya memahami rukun Islam sebagai fondasi utama dalam menjalani kehidupan sebagai seorang muslim.

“Setelah mengucap dua kalimat syahadat, hendaknya mulai belajar dan mempraktikkan ajaran Islam terutama rukun Islam setelah syahadat, yaitu sholat lima waktu, puasa, zakat dan haji bila mampu,” ujar Kiai Rofiq, sapaan, KH Ainur Rofiq Toyyib usai memimpin Syahadat.

Saksi ikrar mualaf ini antara lain, Sekretaris Umum Makmun ; Ketua Bidang Dakwah Nur Fakih ; Sekretaris Komisi Fatwa KH. Fathoni Muhammad, Lc., serta anggota Komisi Seni Didik Hendriyono.

Ia melanjutkan, bahwa memeluk Islam tidak hanya sebatas pengakuan secara lahiriah, tetapi harus diiringi dengan keyakinan yang kuat dalam hati. “Islam itu bukan sekadar agama yang diyakini secara dhohir (tampak), namun juga secara batin, yaitu iman harus yakin bahwa Islam adalah agama yang benar menurut dirinya,” tambahnya.

Kiai Rofiq juga mengingatkan bahwa perbedaan keyakinan dengan keluarga merupakan hal yang mungkin terjadi bagi seorang mualaf. Meski demikian, Kiai Rofiq menekankan bahwa hal tersebut merupakan hak pribadi setiap orang dalam menentukan keyakinan, dan juga berpesan agar hubungan baik dengan keluarga tetap dijaga meskipun terdapat perbedaan keyakinan.

Sementara itu, Wen Chao melalui bantuan temannya sebagai penerjemah menceritakan awal mula ketertarikannya terhadap Islam. Ia mengaku sebelum datang ke Indonesia tidak pernah terpikir sedikit pun untuk memeluk agama Islam. “Sebelum ke Indonesia tidak ada pikiran sama sekali untuk memeluk agama Islam,” ungkap Wen Chao.

Ia menambahkan bahwa ketertarikannya muncul ketika melihat rekan-rekan kerjanya yang beragama Islam menjalankan keyakinannya dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. “Cerita ini bermula ketika akhir tahun 2025, saya melihat banyak teman yang beragama Islam dan menjalankan keyakinannya, sehingga saya mulai tertarik untuk belajar tentang Islam,” ujarnya.

Menurut Wen Chao, proses tersebut tidak terjadi secara instan. Ia mulai mempelajari Islam secara perlahan dari lingkungan sekitarnya serta melalui interaksi dengan teman-teman muslim. Setelah melalui proses pembelajaran selama beberapa bulan, ia akhirnya merasa yakin untuk memeluk agama Islam. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Hidayah Allah, Wen Chao asal Tiongkok Ikrar Mualaf di Kantor MUI Gresik Selengkapnya

Konsisten Melayani Umat, MUI Gresik Sabet Anugerah DP MUI Jatim Award 2025

GRESIK,1minute.id – Umat Muslim di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik patut berbangga. Pasalnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik berhasil meraih kembali predikat Kinerja Terbaik se-Jawa Timur. Capaian ini menegaskan peran strategis MUI dalam melayani umat serta bersinergi dengan pemerintah daerah.

Prestasi itu untuk kali kedua diraih organisasi keumatan yang dipimpin oleh KH. Ainur Rofiq Thoyyib itu. Penghargaan tersebut, diberikan oleh MUI Jawa Timur, dalam Musyawarah Daerah (MUSDA) ke-IX MUI Jawa Timur di Hotel Santika Premiere Surabaya pada Jumat, 26 Desember 2025. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang menyerahkan penghargaan itu kepada Ketua MUI Gresik KH Ainur Rofiq Thoyyib. 

Dalam keterangannya, KH. Ainur Rofiq Thoyyib menyampaikan rasa syukur mendalam, atas prestasi yang diraih MUI Kabupaten Gresik. “Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, yang berperan aktif di MUI Gresik, terutama dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Gresik, Bupati Gus Yani (Fandi Akhmad Yani) dan Wakil Bupati dr. Alif (Asluchul Alif) sehingga MUI Gresik bisa meraih penghargaan ini,” ujar Kiai Rofiq.

Selanjutnya, Kiai Rofiq juga mengatakan terima kasih kepada seluruh Dewan Pimpinan dan Pengurus MUI Kabupaten Gresik, atas kerja kerasnya selama ini. “Terima kasih juga kepada seluruh jajaran di MUI Kabupaten Gresik, mulai dari Dewan Pertimbangan, Dewan Pimpinan dan seluruh Pengurus, yang telah menjalankan program-programnya dengan baik dan dirasakan luas oleh umat,” kata Kiai Rofiq.

Ketua Umum juga berharap, penghargaan untuk MUI Kabupaten Gresik bisa terus menambah semangat seluruh jajaran untuk lebih maksimal lagi dalam berkhidmah. “Semoga dengan penghargaan ini, bisa menambah semangat seluruh jajaran MUI Kabupaten Gresik dalam meningkatkan peran, sebagai khodimul umat dan shodiqul hukumah,” pungkas Kiai Rofiq.

Turut hadir dalam Pembukaan MUSDA IX MUI Jawa Timur, Ketua Umum MUI Pusat KH. M. Anwar Iskandar, Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Elistianto Dardak, serta Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur KH. Hasan Mutawakkil Alallah. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi

Konsisten Melayani Umat, MUI Gresik Sabet Anugerah DP MUI Jatim Award 2025 Selengkapnya