Loket Ketaspenan Hadir di Mal Pelayanan Publik DPMPTSP Gresik, ASN Tak Lagi Harus Keluar Kantor Bupati 

GRESIK,1minute.id – Loket Layanan Publik di Mal Pelayanan Publik (MPP) DPMPTSP Gresik bertambah satu. Semakin komplit. Loket layanan teranyar itu adalah layanan Ketaspenan, Taspen Mandiri yang mulai beroperasi pada Jumat, 16 Juni 2023.

Hadirnya Taspen Mandiri yang membuka loket layanan pengajuan program Tabungan Hari Tua (THT), Program pensiun, Program JKK dan Program JKM di MPP Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gresik untuk memudahkan masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Gresik. 

Apa sih program THT, JKK dan JKM itu? Program THT adalah Program asuransi yang terdiri dari Asuransi Dwiguna yang dikaitkan dengan usia pensiun ditambah dengan Asuransi Kematian. Sedangkan, JKK atau jaminan kecelakaan kerja adalah perlindungan atas risiko kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja berupa perawatan, santunan, dan tunjangan cacat. Sementara itu, JKM atau jaminan kematian adalah perlindungan atas risiko kematian bukan akibat kecelakaan kerja berupa santunan kematian.

LOKET TASPEN MANDIRI: Layanan Ketaspenan telah hadir di Mpp DPMPTSP Gresik mulai Junat, 16 Juni 2023 ( Foto : DPMPTSP Gresik for 1minute.id)

“Hadir layanan Taspen Mandiri di MPP ini, ASN tidak perlu keluar kantor Pemkab untuk mengurus Ketaspenan. Sehingga lebih efisiensi waktu,” kata Kepala DPMPTSP Gresik Agung Endro Dwi Setyo dikonfirmasi melalui WhatApps pada Jumat, 16 Juni 2023. Layanan Ketaspenan ini hadir setiap Senin, Rabu dan Jumat mulai pukul 08.00 WIB – 12.00 WIB.

Agung melanjutkan loket layanan Ketaspenan semakin menambah komplit layanan publik di MPP DPMPTSP Gresik yang berada di Kompleks Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu. Saat ini, di MPP DPMPTSP telah membuka pelayanan perizinan usaha sebanyak 59 izin. “Sedangkan loket layanan MPP ada 26 loket ditambah klinik bisnis,” ujar mantan Camat Gresik itu.

Dalam.pengamatan wartawan 1minute.id, sarana dan prasarana di MPP DPMPTSP Gresik komplit dan nyaman. Ruang ber-AC. Masyarakat yang sedang mengurus berbagai layanan tetap bisa ngemong anaknya. Sebab, di MPP ada arena bermain anak, pojok baca atau literasi. Pojok laktasi/ibu menyusui dan kafetaria.

“Kalau mau nikah juga bisa di MPP karena kami memiliki Balai Nikah,” terangnya. Selain itu, MPP ini juga ramah untuk penyandang disabilitas. “Loket perbantuan untuk orang tua rentan usia/bumil/loket khusus difabel,” pungkasnya. (yad)

Loket Ketaspenan Hadir di Mal Pelayanan Publik DPMPTSP Gresik, ASN Tak Lagi Harus Keluar Kantor Bupati  Selengkapnya

Kinerja DPM PTSP Gresik Kinclong, Realisasi Pendapatan  Triwulan Pertama Melebihi Target

GRESIK,1minute.id – Kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Gresik kinclong. Pada triwulan pertama membukukan pendapatan dari sektor retribusi lebih dari Rp 5 miliar. Raihan pendapatan itu melebihi target APBD sebesar Rp 2 miliar. 

Meski begitu, Kepala DPM-PTSP Gresik A.M. Reza Pahlevi belum puas dengan raihan itu. “Saya setiap hari terus mencari potensi meningkatkan pendapatan,”kata Reza Pahlevi dikonfirmasi pada Rabu, 30 Maret 2022. Sehari sebelumnya, kinerja positif itu mendapatkan apreasiasi dari Komisi II DPR RI. Komisi dengan lingkup tugas di bidang dalam negeri, sekretariat negara, dan pemilu melakukan kunjungan kerja ke Mal Pelayanan Publik (MPP) di DPM-PTSP Gresik.

Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPR RI Lukman Hakim disambut oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Kepala DPM-PTSP Gresik A.M Reza Pahlevi.  Mereka melihat secara langsung 21 jenis pelayanan yang ada di MPP itu. 

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Lukman Hakim menyatakan bahwa, pihaknya ingin memastikan peningkatan pelayanan publik di Gresik sudah diselenggarakan dengan baik. Ia juga memastikan tingkat kepuasan masyarakat terhadap playanan yang diberikan. 
Lukman Hakim menilai MPP Gresik layak di apresiasi.

Sebab menurutnya, hampir seluruh kebutuhan perizinan masyarakat tersedia di MPP Gresik. Masyarakat dapat menerima layanan secara langsung dengan mendatangi MPP atau bisa juga dengan sistem online. “Pelayanan di sini (MPP Gresik) sudah cukup memadai dan memudahkan masyarakat mengurus segala kebutuhan perijinan,” ungkapnya. 

Lukman Hakim yang juga ketua Fraksi PKB tersebut, dirinya mengatakan bahwa MPP ini ramah disabilitas. “Saya lihat Pemkab Gresik memiliki paradigma pembangunan yang mengarusutamakan pelayanan bagi kaum disabilitas,”ujarnya. Kendati demikian, masih ada sejumlah catatan sebagai bahan perbaikan untuk lebih maju kedepannya.

“Misalnya bagaimana layanan difabel yang lebih detail, seperti alat baca atau alat dengar kedepan bisa disediakan di MPP ini. Dan catatan ini sebagai hal yang wajar demi kemajuan bersama dan peningkatan layanan bagi masyarakat,”imbuhnya. “MPP Gresik layak menjadi percontohan di level nasional. Apalagi ditambah dengan inovasi Pak Bupati terkait rencana perizinan yang dapat diselesaikan di tingkat kecamatan. Bupati milenial, inovasinya juga gemilang,”pujinya. 

Sementara itu,  Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan pihaknya telah berkomitmen memberikan pelayanan prima. “Mal Pelayanan Publik ini merupakan komitmen pemerintah terhadap pelayanan dasar seluruh aspek yang menjadi kebutuhan masyarakat. Kami terus berusaha hadir di tengah masyarakat yang dibarengi dengan inovasi yang terus kita kembangkan. Misalnya jemput bola kick off di desa terkait pelayanan administrasi kependudukan,”kata Bupati Fandi Akhmad Yani.

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, Pemkab Gresik juga berkomitmen mengangkat UMKM di Gresik untuk terus maju. Bahkan ia berharap UMKM di Gresik mampu berdaya saing hingga berani ekspor. Ia menjelaskan, NIB (Nomor Induk Berusaha) bagi UMKM atau perizinan produk UMKM kedepan dapat diurus di tingkat kecamatan.

“Saat ini masih Kecamatan Kebomas dan Kecamatan Gresik Kota yang kita jadikan pilot project. Dan secepatnya akan diterapkan di kecamatan lainnya. Upaya ini akan terus kita dorong agar NIB bisa di selesaikan di tingkat kecamatan,”tegasnya. Dengan adanya MPP berharap agar masyarakat tidak bingung. Di era transformasi digital seperti saat ini, pihaknya juga akan mengenalkan kepada masyarakat terkait banyaknya platform yang dapat diakses dari gadget dan bisa dilakukan dimanapun berada. 

“Di era transformasi digital ini, kami terus mempersiapkan berbagai platform untuk lebih memudahkan masyarakat dalam memperoleh pelayanan yang efektif efisien, cukup memanfaatkan gadget yang dimiliki oleh setiap masyarakat. Saya yakin mayoritas masyarakat Gresik sekarang ini sudah banyak mengikuti perkembangan teknologi,” katanya. (yad)

Kinerja DPM PTSP Gresik Kinclong, Realisasi Pendapatan  Triwulan Pertama Melebihi Target Selengkapnya

Bupati Optimistis, MPP dengan 133 Layanan, Optimistis Dongkrak Investasi di Gresik

GRESIK,1minute.id – Mal pelayanan publik (MPP) menjadi harapan baru bagi Pemkab Gresik untuk mendongkrak investasi, pemulihan ekonomi dan mengurangi angka kemiskinan. 

Deputi Pelayanan Publik Kementerian PAN-RB Diah Natalisa melaunching MPP ke-40 di Indonesia itu pada Rabu, 7 April 2021. Ada 133 layanan dari 21 instansi yang terintegrasi di MPP ini.

Menurut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani,  grand launching harus dibarengi perubahan layanan yang lebih cepat. Mengubah etos kerja melayani. Setelah diresmikan bisa meningkatkan investasi di Gresik karena berbagai kemudahan. Intinya ada peningkatan pelayanan birokrasi terutama di bidang perizinan.

“Perizinan harus benar-benar cepat. Kita buka investasi seluas-luasnya agar investasi mengalir dan bisa memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat,”harap Gus Yani-sapaan-Fandi Akhmad Yani.

Kabupaten yang berjuluk kota industri, Bupati mengaku prihatin atas jumlah pengangguran terbuka di wilayahnya. Dia menyebut jumlah prosentase pengangguran di Gresik mencapai 8 persen. Melebihi angka nasional yang 7 persen dan Jawa Timur hanya 5 persen.

“Tapi, Saya tidak malu. Semoga ikhtiar dan kerja keras bisa menurunkan angka pengangguran,”katanya optimistis.

Optimistis Bupati Gresik termuda itu karena Gresik memiliki tiga kawasan industri besar yakni Kawasan Industri Maspion, Java Integreted Industrial and Port Estate (JIIPE) dan Kawasan Industri Gresik (KIG). “Dengan kemudahan perizinan dan investasi, kedepan bisa memberikan angin segar untuk mengurangi angka penganguran,”tegasnya.

Gus Yani mengharapkan mindset aparatur sipil negera (ASN) berubah. “Kalau tidak bisa melompat (kerja cepat) akan saya tinggal,”tegasnya. 

Sementara itu, Deputi Pelayanan Publik Kemen PAN-RB Diah Natalisa mengatakan, MPP didirikan untuk memberi kemudahan, kecepatan, keterjangkauan, keamanan, dan kenyamanan kepada masyarakat mendapatkan pelayanan. Hal itu selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo agar MPP ini bisa melaksanakan percepatan reformasi birokrasi dan memudahkan proses perizinan.

“Agenda penting yang harus kita laksanakan yaitu perbaikan kualitas pelayanan publik agar kepercayaan masyarakat semakin meningkat. Jangan lupa, agar SDM aparatur terus ditingkatkan,”kata Diah Natalisa.

Diah Natalisa, Gus Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno melihat langsung sejumlah layanan di MPP. Selain, dinas perizinan dan penanaman modal- pelayanan terpadu satu pintu (DPM-PTSP), Disdukcapil dan lainnya. Dalam kesempatan itu, Gus Yani meminta kepada petugas pelayanan untuk lebih cepat. (yad)

Bupati Optimistis, MPP dengan 133 Layanan, Optimistis Dongkrak Investasi di Gresik Selengkapnya

Nikah di Balai Nikah MPP, Bupati jadi Saksi, Jamin Ngaku Kemejer

GRESIK,1minute.id – Mal Pelayanan Publik (MPP) Pemkab Gresik dilaunching pada Rabu, 7 April 2021. Ada ratusan jenis pelayanan yang bisa dilayani dalam gedung tersebut. Antara lain, pendaftaran nikah oleh kantor urusan agama (KUA) Gresik.

Bahkan, di mal tersebut, disediakan balai nikah. Pasangan Jamin, 58, dan Siti Aisyah, 53, kali pertama menikmati akad nikah dalam gedung MMP dalam kompleks Kantor Bupati Gresik.

Istimewa lagi, akad nikah pasangan duda dan janda asal Desa Banjaragung, Kecamatan Balongpanggang, Gresik itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani sebagai saksi pernikahan itu. 

BUKU NIKAH : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyerahkan buku nikah kepada mempelai yang menikah di mal pelayanan publik Pemkab Gresik pada Rabu, 7 April 2021 ( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

Jamin memakai setelan jas, sarung dan kopiyah. Sedangkan, Siti Aisyah memakai baju muslim motif batik warna hijau dipadu jilbab warna kuning. Mereka terlihat serasi. Meski, akad nikah itu bukan kali pertama bagi Jamin dan Siti Aisyah.

Namun, Jamin, dalam pernikahan dengan mahar emas 2 gram itu terlihat nderedeg.”Kemejer (nderedeg),”kata Jamin usai akad nikah sambil tersenyum.

Selain Gus Yani-panggilan akrab-Fandi Akhmad Yani, pernikahan Jamin dan Siti Aisyah ini disaksikan langsung oleh Deputi Pelayanan Publik Kementerian PAN-RD Diah Natalisa, Ketua TP PKK Gresik Nurul Haromaini Fandi Akhmad Yani dan pejabat lainnya.

MEMPELAI : Jamin dan Siti Aisyah ketika menikah di mal pelayanan publik Pemkab Gresik pada Rabu, 7 April 2021( foto : chusnul cahyadi/1minute.id)

“Saya senang tapi grogi,”imbuh Jamin. Dalam pernikahan ini, pasangan Jamin dan Siti Aisyah langsung mendapatkan buku nikah. Selain itu, pasutri juga mendapatkan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) dengan status kawin.

Menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gresik Khusaini,  mempelai setelah mendaftar nikah kemudian mendaftar ke disdukcapil. Pendaftaran semuanya di MPP. “Akad Nikah selesai, pulang langsung bawa KTP,”ujar Khusaini. Keberadaan pelayanan satu atap setidaknya sudah dirasakan Jamin dan Siti Aisyah. (yad)

Nikah di Balai Nikah MPP, Bupati jadi Saksi, Jamin Ngaku Kemejer Selengkapnya