Rembuk Akur Menuju Gresik Maju Bersama Wabup, Perkuat Standar dan Sinergi Pelaksanaan MBG

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik menggelar Rembuk Akur Menuju Gresik Maju bersama Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif di Ruang Mandala Bhakti Praja Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 2 April 2026.

Forum ini menjadi ruang konsolidasi lintas pihak untuk menyamakan standar sekaligus memperkuat sinergi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan. Peserta Rembuk Akur ini, adalah Mitra, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) serta jurnalis.

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, menegaskan bahwa Rembuk Akur dirancang sebagai forum diskusi dua arah yang terbuka, guna memastikan seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama terhadap arah dan standar pelaksanaan MBG. “Ini bukan sekadar forum penyampaian, tapi ruang bersama untuk menyamakan persepsi. Pemerintah daerah, mitra, SPPG, hingga pengawas harus berada dalam satu frekuensi,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Ia menyebutkan, sebanyak 132 dapur SPPG telah berdiri di Kabupaten Gresik. Rinciannya, 112 dapur telah beroperasi dan 20 dapur proses operasi. Ia  menyampaikan bahwa forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam mengawal program prioritas nasional tersebut.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa mengumpulkan mitra, SPPG, korwil, Komisi IV, serta teman-teman wartawan. Ini menjadi ruang interaksi dan kerja sama agar program MBG bisa berjalan dengan baik dan dipahami masyarakat secara utuh,” imbuhnya.

Dalam upaya menjaga kualitas program, Pemkab Gresik telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG yang berperan dalam pengawasan dan pengendalian pelaksanaan di lapangan. Satgas ini juga memiliki kewenangan memberikan rekomendasi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) terhadap dapur yang tidak memenuhi standar. Kantor Satgas MBG berada di lantai 1 Kantor Bupati Gresik di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. 

“Kalau sudah sesuai, kita apresiasi. Tapi kalau tidak, bisa kita rekomendasikan untuk evaluasi bahkan penutupan. Ini bagian dari komitmen menjaga standar,” tegasnya.

Seiring dinamika kebijakan nasional, Wabup Alif menekankan bahwa pelaksanaan MBG kini berfokus pada penguatan kualitas secara menyeluruh.

“Tidak hanya jumlah dapur, tapi kualitas makanan, tata kelola keuangan, hingga manajemen operasional. Ini uang negara, sehingga harus dikelola secara akuntabel dan sesuai aturan,” imbuhnya.

Sejumlah standar utama yang ditekankan meliputi kepatuhan terhadap harga bahan pangan, pemenuhan standar gizi, higienitas dan keamanan pangan, hingga pengelolaan limbah. Dalam hal ini, Pemkab Gresik juga membuka ruang kolaborasi bagi dapur yang belum memiliki fasilitas pengolahan limbah memadai.

“Pemerintah daerah hadir untuk mendampingi. Yang penting, seluruh proses tetap memenuhi standar dan tidak berdampak pada lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Gresik Muchammad Zaifuddin, menegaskan bahwa DPRD menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan. Namun demikian, ia menekankan bahwa pengawasan dilakukan dengan semangat perbaikan bersama. “Kami berbicara berdasarkan data di lapangan. Tapi semangatnya adalah solusi, bagaimana program ini bisa berjalan lebih baik,” ujar politisi Partai Gerindra ini.

Ia mengungkapkan, salah satu tantangan utama adalah masih lemahnya komunikasi antar unsur pelaksana di tingkat dapur, yakni Kepala SPPG, mitra, tim akuntansi, dan agen. “Empat unsur ini adalah kunci. Kalau komunikasinya tidak baik, maka pelaksanaan di lapangan juga akan bermasalah,” tegasnya.

Selain itu, kepatuhan terhadap petunjuk teknis juga menjadi perhatian. Ia mencontohkan masih adanya ketidaksamaan dalam penerapan standar menu di lapangan, yang menunjukkan perlunya penguatan pengawasan di tingkat wilayah. “Standar sudah jelas, tinggal bagaimana ini dijalankan secara konsisten oleh seluruh pihak,” imbuhnya.

Zaifuddin juga menyoroti pentingnya respons cepat terhadap aduan masyarakat, seiring tingginya dinamika informasi di ruang publik. “Masyarakat sekarang sangat kritis. Maka komunikasi harus dibangun dengan baik, termasuk melalui media sosial,” ujarnya.

Di sisi teknis, Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Gresik Syahrir Mujib, menjelaskan bahwa pelaksanaan program mengacu pada regulasi dan petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional, dengan cakupan penerima manfaat yang luas, mulai dari peserta didik hingga kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

“Program ini tidak hanya menyasar siswa, tapi juga kelompok rentan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat,” jelasnya.

Ia juga memaparkan sejumlah tantangan di lapangan, di antaranya perbedaan harga bahan baku antar wilayah, khususnya di kawasan kepulauan, yang berdampak pada keseragaman kualitas menu. Selain itu, tingkat konsumsi ikan yang masih rendah, keterbatasan SDM, serta kurangnya pemahaman masyarakat terhadap mekanisme distribusi turut menjadi perhatian.

“Kurangnya informasi sering memicu perbandingan antar dapur. Maka transparansi dan komunikasi menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.

Menutup kegiatan, Wakil Bupati Gresik kembali menegaskan bahwa penguatan standar akan terus diiringi dengan pengawasan yang konsisten di lapangan, termasuk dalam pemenuhan aspek higienitas dan sanitasi.

Ia menyebut, setiap dapur MBG wajib memenuhi standar laik higienis sanitasi (SLHS) maksimal tiga bulan sejak mulai beroperasi. Jika tidak terpenuhi, maka akan dikenakan sanksi tegas berupa penghentian sementara operasional.

“Sejak dapur mulai berjalan, ada batas waktu tiga bulan untuk memenuhi SLHS. Kalau tidak terpenuhi, pasti disuspensi. Ini bagian dari penegakan standar agar kualitas program tetap terjaga,” tegasnya.

Wabup Alif menambahkan, kebijakan tersebut telah diterapkan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan seluruh dapur MBG di Gresik berjalan sesuai ketentuan. “Kita tidak mencari siapa yang salah. Tapi kita semua wajib berjalan benar. Dengan standar yang kuat dan sinergi yang solid, kita optimistis seluruh dapur MBG di Gresik bisa berjalan optimal,” pungkasnya. (*)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Rembuk Akur Menuju Gresik Maju Bersama Wabup, Perkuat Standar dan Sinergi Pelaksanaan MBG Selengkapnya
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif (4 dari kiri) mendampingi Penasihat Yayasan Santri Melek Industri (YSMI) Lestari Widodo dalam peresmian SPPG Giri Kedaton Desa Kisik, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik pada Kamis, 5 Maret 2026 ( Foto : istimewa )

Resmikan SPPG Sinar Giri Kedaton Kisik Bungah, Wakil Bupati Asluchul Alif Dorong Warga Ikut Awasi Higienis Makanan 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meresmikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sinar Giri Kedaton Desa Kisik, Kecamatan Bungah pada Kamis, 5 Maret 2026.

“Dapur ini akan melayani kebutuhan makanan bergizi bagi para penerima manfaat, khususnya murid sekolah. Saya mengajak warga sekitar untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga turut berperan aktif dalam pengawasan sehari-hari,” ujar Wabup Gresik Asluchul Alif. 

Wabup Alif berharap keamanan dan kualitas makanan tidak bisa hanya dibebankan kepada pengelola dapur. Keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan, mulai dari memastikan dapur selalu steril, peralatan memasak bersih, hingga menu yang disajikan benar-benar higienis dan layak konsumsi.

“Bicara soal gizi maka komposisinya harus benar-benar seimbang. Mulai dari kandungan vitamin, karbohidrat hingga cara masak yang benar dan betul. Selain itu, sertifikat kebersihan, sertifikat gizinya juga harus dipastikan,” tegas dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Peresmian dapur SPPG dihadiri oleh penasihat Yayasan Santri Melek Industri (YSMI) Lestari Widodo, Kepala SPPG Sinar Giri Kedaton Kisik Nopijal Rizki Rahman.

Menurutnya, keberadaan dapur SPPG juga membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar. Mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga pemanfaatan produk lokal sebagai bahan baku makanan. “Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga membuka ruang partisipasi dan pemberdayaan masyarakat lokal,” ungkapnya.

Dikatakan, kehadiran SPPG Sinar Giri Kedaton berkolaborasi dengan Yayasan Santri Melek Industri (YSMI) mencerminkan sinergi nyata lintas elemen dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Anak-anak kita adalah aset bangsa, program ini akan berhasil jika semua pihak mau saling mengingatkan dan bekerja bersama,” pungkasnya.

Di tempat sama, anggota DPRD Gresik Yuyun Wahyudi, selaku Mitra SPPG Sinar Giri Kedaton Kisik menambahkan, program MBG merupakan kebijakan strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Sehingga harus dijalankan dengan penuh kehati-hatian. “Untuk itu, peran sentral pengelola dapur dan yayasan dalam menjaga kualitas layanan dan disiplin kebersihan sangat diperlukan,” ujarnya. (*)

Editor  : Chusnul Cahyadi 

Resmikan SPPG Sinar Giri Kedaton Kisik Bungah, Wakil Bupati Asluchul Alif Dorong Warga Ikut Awasi Higienis Makanan  Selengkapnya

Di Gresik, 35 dari 48 SPPG Daftarkan Relawan dan Tenaga Pendukung MBG Ikutkan BPJS Ketenagakerjaan 

GRESIK,1minute.id – Relawan dan Tenaga Pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG)di Kabupaten Gresik kini mendapatkan Perlindungan Sosial Ketenagakerjaan.   BPJS Ketenagakerjaan mulai melakukan sosialisasi pada Kamis, 4 Desember 2025. Sosialisasi dihadiri oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat. Secara nasional, pemerintah menargetkan 82,9 juta penerima MBG, dan hingga saat ini telah terealisasi 44 juta penerima di seluruh Indonesia. Untuk memastikan keberlanjutan program, pemerintah mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Wabup Gresik Asluchul Alif menekankan pentingnya perlindungan kerja bagi tenaga SPPG sebagai garda terdepan pelaksana program MBG. “Ini adalah hal krusial. Pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh tenaga SPPG terlindungi asuransi, karena pekerjaan Anda semua menyangkut hajat hidup orang banyak,” tegasnya.

Hingga saat ini, Kabupaten Gresik memiliki 48 SPPG yang beroperasi, namun baru 35 SPPG yang tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Alif berharap melalui sosialisasi ini terjadi percepatan pendaftaran sehingga seluruh relawan dan tenaga pendukung mendapat perlindungan kerja secara optimal.

BPJS Ketenagakerjaan sendiri menyediakan manfaat berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Wabup Alif juga menyampaikan harapannya agar ke depan tersedia tambahan manfaat berupa Jaminan Hari Tua (JHT) bagi tenaga SPPG.

“Kami berharap seluruh tenaga SPPG bisa memanfaatkan program ini dengan baik. Perlindungan ini penting karena Anda semua berperan langsung dalam memastikan anak-anak kita menerima makanan bergizi secara aman dan layak,” ujar dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. (yad)

Di Gresik, 35 dari 48 SPPG Daftarkan Relawan dan Tenaga Pendukung MBG Ikutkan BPJS Ketenagakerjaan  Selengkapnya

Bupati Gresik Resmikan SPPG Hibrid, Kolaborasi Pemkab Gresik, Petrokimia Gresik dan Yayasan PPNU Trate

GRESIK,1minute.id –  Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bertambah. SPPG baru itu bernama SPPG Hibrid. Lokasinya di lingkungan Yayasan Perguruan Pendidikan Nahdlatul Ulama (PPNU) Trate di Jalan KH Abdul Karim, Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang meresmikan SPPG Hibrid, hasil kolaborasi antara Pemkab Gresik, Yayasan PPNU Trate, dan CSR PT Petrokimia Gresik yang menjadi bagian dari dukungan terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 20 Oktober 2025.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi kepada PT Petrokimia Gresik yang telah berperan aktif dalam pembangunan dapur gizi hibrid di Gresik. “Hari ini adalah hari yang kita tunggu bersama. Terima kasih kepada PT Petrokimia Gresik yang telah memberikan perhatian luar biasa terhadap program prioritas Presiden melalui CSR-nya,” ujar Gus Yani, sapaan, Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif.

“Kehadiran dapur hibrid ini adalah bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah dan industri untuk menyiapkan generasi yang sehat dan cerdas,” lanjut Magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Ia menjelaskan bahwa makna hibrid dalam SPPG ini bukan sekadar nama, melainkan filosofi dari kolaborasi lintas sektor dan inovasi tata kelola. “SPPG Hibrid hadir sebagai bentuk transformasi kantin sekolah menjadi dapur gizi. Dapur ini dibangun di dalam lingkungan pendidikan, tanpa menghapus peran kantin yang sudah ada. Justru ditingkatkan menjadi ruang penyedia gizi yang terintegrasi,” jelasnya.

Menurutnya, model ini memperpendek rantai penyediaan makanan bergizi sehingga anak-anak mendapatkan asupan sehat langsung di tempat belajar. Bupati juga menekankan pentingnya menjaga kualitas dibanding kuantitas dalam penyediaan makanan.

“SPPG jangan hanya berorientasi pada jumlah. Fokus kita adalah pada kualitas gizi. Pastikan setiap menu yang disajikan benar-benar sehat, aman, dan memenuhi kebutuhan anak-anak. Kepala desa dan Lurah bisa ikut menjadi mitra dalam pendampingan, sementara puskesmas harus rutin melakukan pengawasan agar tidak timbul masalah di kemudian hari,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Kepada pengelola dapur SPPG yang berasal dari pegawai kantin sekolah, Bupati Yani juga menitip pesan, yakni untuk selalu menjaga kebersihan dan standar sanitasi. “Kualitas makanan yang baik hanya bisa dihasilkan dari dapur yang bersih dan tertib,” tambahnya.

Ia juga berharap adanya sinergi antara SPPG dan program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sehingga kebutuhan bahan baku dan logistik dapat terpenuhi secara mandiri dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Yayasan PPNU Trate Elvi Wahyudi menjelaskan, SPPG Dapur Hibrid dibangun melalui pendampingan Pemkab Gresik dan dukungan CSR dari PT Petrokimia Gresik dengan nilai investasi sekitar Rp 1,3 miliar. Pembangunan dilakukan sejak Juli hingga Oktober 2025 dengan memanfaatkan fasilitas kantin sekolah yang disulap menjadi dapur gizi terstandar.

“SPPG Dapur Hibrid ini melayani 3.059 murid di lingkungan Yayasan PPNU Trate, terdiri dari MINU Trate Putra (576 murid), MINU Trate Putri (641 murid), SDNU 1 Trate (707 murid), SDNU 2 Trate (53 murid), MTs NU Trate (404 murid), dan SMK NU Trate (678 murid),” jelas Wahyudi.

Ia menambahkan, dapur ini telah memperoleh sertifikat air higienis dan sanitasi dari Dinas Lingkungan Hidup, sertifikat penjamah makanan dari Dinas Kesehatan, serta sertifikat laik higiene dan sanitasi dari Dinas Kesehatan  Gresik. “Semua standar kami penuhi agar makanan yang dihasilkan tidak hanya lezat, tetapi juga aman dan bergizi,” pungkasnya. (yad)

Bupati Gresik Resmikan SPPG Hibrid, Kolaborasi Pemkab Gresik, Petrokimia Gresik dan Yayasan PPNU Trate Selengkapnya

Jaga Kualitas MBG, Dokkes Polres Gresik Lakukan Periksaan Rutin Dapur SPPG

GRESIK,1minute.id – Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Gresik melakukan pemantauan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemala Bhayangkari di Kantor SPPG Kemala Bhayangkari, Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

Pemantauan dilakukan untuk menjaga kualitas serta keamanan pangan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program prioritas Presiden Prabowo Subianto. 

Pemantauan dilakukan oleh seksi yang dipimpin oleh Iptu dr. Sugioto, Kepala Seksi Dokkes Polres Gresik ini saban hari. Tujuannya memastikan seluruh makanan yang didistribusikan benar-benar layak konsumsi dan aman bagi penerima manfaat.

Menggunakan alat Food Security, tim melakukan uji organoleptik dan kimiawi pada sejumlah menu MBG, mulai dari nasi putih, ayam suwir, kentang goreng, kubis, tomat, tempe gimbal, kuah soto, hingga air isi ulang dan buah jeruk.

Hasil uji organoleptik menyimpulkan semua sampel makanan dalam kondisi normal dari segi bentuk, warna, bau, maupun rasa. Sementara itu, hasil uji kimiawi juga memberikan kepastian antara lain Formalin, Arsenik, Sianida Nitrat dinyatakan Negatif.

Kesimpulannya, seluruh makanan dan minuman yang diperiksa layak disajikan dan aman dikonsumsi. Kasidokkes Polres Gresik Iptu Sugioto, yang memimpin tim pemeriksaan, menegaskan bahwa pengawasan kualitas gizi dan keamanan makanan merupakan prioritas utama. Ia berharap makanan dari program MBG ini benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat, meningkatkan kesehatan, dan bebas risiko kontaminasi bahan berbahaya.

“Pengawasan kualitas gizi dan keamanan makanan ini bukan sekadar rutinitas, tapi wujud kepedulian Polres Gresik agar masyarakat benar-benar mendapat sajian bergizi yang aman untuk dikonsumsi,” ujar Kasidokkes Polres Gresik Iptu Sugioto.

Hal senada disampaikan Armyati Permana, S.Gz, penanggung jawab makanan dan minuman SPPG Kemala Bhayangkari. Ia memastikan standar kebersihan dan pengolahan selalu diterapkan secara ketat demi menjaga kualitas sajian.

“Kami ingin memastikan setiap piring makanan yang diterima masyarakat tidak hanya bergizi, tetapi juga terjamin kebersihannya, bebas dari bahan berbahaya, dan menyehatkan,” tutur Armyati Permana, S.Gz, penanggung jawab makanan SPPG.

Melalui kegiatan ini, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menegaskan perannya bukan hanya dalam bidang keamanan, tetapi juga dalam mendukung program kesehatan masyarakat melalui penyediaan pangan bergizi yang terjamin aman. “Polres Gresik hadir bukan hanya menjaga keamanan saja, tapi juga ikut menjaga kesehatan masyarakat melalui pangan yang aman dan bergizi,” tegas Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu. (yad)

Jaga Kualitas MBG, Dokkes Polres Gresik Lakukan Periksaan Rutin Dapur SPPG Selengkapnya

Wabup Gresik Asluchul Alif Launching  Dapur Badan Gizi Nasional ke-10 di Gresik 

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif meresmikan Dapur Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Kebomas pada Kamis, 14 Agustus 2025.

Hadirnya dapur BGN ini wujud komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mendukung dan menyukseskan program strategis nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa sekolah di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Asluchul Alif menyatakan, pihaknya mendukung penuh pelaksanaan MBG yang saat ini sudah mulai dijalankan di beberapa titik. Ia menekankan kolaborasi dan sinergi agar ke depan program tersebut cakupannya semakin luas khususnya di Kabupaten Gresik. 

“Dukungan dari Pemda tentu sudah menjadi bagian dari komitmen terhadap program strategis nasional ini. Kami akan membackup, mendukung, dan menyukseskan MBG melalui berbagai lini salah satunya dengan Yayasan Perempuan Semangat Garuda saat ini,” jelas dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif. 

Ia melanjutkan  program MBG ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah dasar dan sederajat. Sebagai bentuk intervensi untuk menekan angka stunting serta meningkatkan konsentrasi dan daya tahan belajar peserta didik. 

Ia pun berharap dengan adanya dapur MBG juga dapat menurunkan angka pengangguran dan membuka lapangan pekerjaan. Pemkab Gresik menargetkan 100 titik calon dapur MBG yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Gresik. “Alhamdulillah saat ini sudah 10 titik dapur MBG yang sudah terverifikasi. Bekerjasama dengan TNI, POLRI dan pihak swasta kedepan mudah mudahan terus bertambah,” ujarnya. 

Dalam peresmian itu, Wabup Asluchul Alif didampingi oleh Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, Ketua Yayasan Perempuan Semangat Garuda Susmiati Rahmawati, Ketua KADIN Jatim Adek Dwi Putranto, serta perwakilan dari BGN Syahrir.

Kolaborasi dalam pendirian dapur BGN-SPPG dapat bermitra dengan Koperasi Desa (Kopdes) maupun Koperasi Kelurahan (Kopkel) Merah Putih. Dalam menyediakan sarana dan prasarana penyelenggaraan MBG. “Saya yakin program MBG ini dapat sejalan dengan program strategis lainnya seperti Kopdes/Kopkel merah putih. Karena Kopdes/Kopkel Merah Putih bisa menjadi pemasok atau suplai bahan baku untuk program makan bergizi gratis,” tambahnya. (yad)

Wabup Gresik Asluchul Alif Launching  Dapur Badan Gizi Nasional ke-10 di Gresik  Selengkapnya

175 Siswa SDN 71 Gresik Dapat MBG, dari Polres Gresik,  Uenak Seru

GRESIK,1minute.id – Sebanyak 175 paket makan gizi gratis atau MBG dibagikan ke siswa Sekolah Dasar Negeri atau SDN 71 Gresik di Dusun Mando, Desa Pandu, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Senin, 10 Februari 2025.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang membagikan langsung ratusan paket MBG itu. Pembagian paket MBG yang diinisiasi oleh Polres Gresik ini berisi nasi putih, ayam bumbu kecap, gurami crispy, sambal goreng tempe, sayur capcay, dan buah jeruk. “Heeemmmm uenak seru,” seru salah satu siswa sambil melahap menu itu.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan Polri, sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak sekolah. Selain itu, program ini juga mendukung inisiatif pemerintah dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa melalui asupan makanan bergizi.

“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak kita mendapatkan asupan makanan yang sehat dan bergizi. Ini adalah wujud kepedulian kami dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan generasi muda,” ujar alumnus Akpol 2006 itu.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi kegiatan ini dan berharap program serupa dapat terus dilaksanakan demi meningkatkan kesejahteraan serta kesehatan anak-anak di Kota Santri-sebutan lain- Kabupaten Gresik.

Dengan adanya program MBG ini, diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar siswa serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya konsumsi makanan bergizi dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak di Kabupaten Gresik.

Selain Kapolres Rovan dan Gus Yani, pembagian MBG ini dihadiri antara lain jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Gresik, Muspika Cerme, pengurus AKD, pengurus MWCNU Cerme, serta Paguyuban Pengusaha Cerme Barat. 

Terpancar di wajah bocah-bocah belasan tahun itu semringah. Sebab, selain mendapatkan MBG, juga bisa foto bareng dengan orang nomor satu di Kota Santri -sebutah lain-Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Giri 1 sebutan lain Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu. (yad)

175 Siswa SDN 71 Gresik Dapat MBG, dari Polres Gresik,  Uenak Seru Selengkapnya