Wujudkan Mimpi MBR Memiliki Rumah Bersubsidi, Pemkab Gresik Bebaskan BPHTB

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten Gresik secara resmi mengumumkan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pengumuman itu disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang digelar di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik pada Jumat, 24 Oktober 2025.

Acara sosialisasi dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Asluchul Alif, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (KemenPKP) Didyk Choiroel.

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari ASN, pelaku UMKM, buruh, guru, nelayan, pengemudi ojek online, hingga asosiasi pengembang perumahan. Kehadiran lintas profesi ini menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap program pembiayaan yang inklusif dan berkeadilan.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan, bahwa Pemkab Gresik berkomitmen menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat kecil, khususnya dalam kepemilikan rumah.

“Banyak masyarakat kita yang ingin punya rumah, tapi terkendala biaya di awal, terutama BPHTB. Karena itu, Pemkab Gresik mengambil langkah tegas untuk menggratiskan BPHTB sebesar 5 persen bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Harapannya, ini bisa meringankan beban mereka dan semakin banyak warga Gresik yang bisa punya rumah sendiri,” ujar Gus Yani, sapaan, Fandi Akhmad Yani. 

Ia menambahkan, kebijakan ini juga merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah pusat. “Program FLPP dari pemerintah pusat ini sangat baik, dan kami ingin memastikan masyarakat Gresik bisa ikut merasakan manfaatnya. Jadi, kami dukung penuh dengan kebijakan pembebasan BPHTB supaya akses rumah bersubsidi makin terbuka luas,” tambahnya.

Program FLPP sendiri merupakan pembiayaan perumahan dari pemerintah pusat dengan bunga tetap 5 persen selama 20 tahun. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah layak huni dengan harga terjangkau.

Kebijakan pembebasan BPHTB ini tertuang dalam Peraturan Bupati Gresik Nomor 2 Tahun 2025, yang secara resmi menghapus beban BPHTB sebesar 5 persen yang sebelumnya menjadi tanggungan masyarakat. Dengan kebijakan ini, warga MBR dapat memiliki rumah bersubsidi tanpa terbebani biaya tambahan.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menyoroti pentingnya tanggung jawab moral pengembang dalam menjaga kualitas perumahan bersubsidi.

“Kami berharap para pengembang perumahan dapat jujur dalam membangun rumah yang layak huni, bukan sekadar mengejar keuntungan. Kualitas hunian adalah hak dasar masyarakat yang harus dijaga,” ujarnya.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal KemenPKP Didyk Choiroel memberikan apresiasi atas langkah progresif Pemkab Gresik yang dinilai selaras dengan kebijakan pemerintah pusat.

“Program 3 juta rumah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo terus didorong. Tahun ini pemerintah menargetkan 350.000 unit, meningkat dari 220.000 unit tahun sebelumnya. Jawa Timur, termasuk Gresik, menjadi salah satu wilayah dengan serapan FLPP yang masih rendah dan kami berharap ke depan angka tersebut dapat terus ditingkatkan,” jelasnya.

Didyk juga mengimbau masyarakat untuk memastikan legalitas dan ketersediaan rumah subsidi melalui laman resmi sikumbang.kemenperin.go.id.

Melalui kebijakan pembebasan BPHTB ini, Pemkab Gresik menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program perumahan nasional. Langkah ini tidak lain untuk membantu masyarakat memperoleh hunian yang layak dan terjangkau. (yad)

Wujudkan Mimpi MBR Memiliki Rumah Bersubsidi, Pemkab Gresik Bebaskan BPHTB Selengkapnya

Pemkab Gresik Sabet Karmika Graha Abinaya dari REI Jatim, Plt Bupati Dorong Pengembang Bangun Rumah Bagi MBR 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gresik terus berupaya memberikan pelayanan terbaik, khususnya dalam memberikan perizinan. 

“Perizinan yang mudah, cepat dan memberikan layanan terbaik kepada investor yang berinvestasi adalah nilai plus bagi Pemkab Gresik. Tentunya, juga harus sesuai aturan dan didukung dengan dokumen-dokumen kelengkapan terpenuhi, pasti perizinan akan cepat selesai,” kata Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah usai menerima penghargaan Karmika Graha Abinaya dari Dewan Pengurus Daerah DPD Real Estate Indonesia atau DPD REI Jawa Timur di Surabaya pada Rabu, 16 Oktober 2024.

Penghargaan itu diberikan kepada Pemkab Gresik karena dianggap berprestasi dan peduli terhadap pembangunan perumahan bersamaan acara Musyawarah Daerah (Musda) ke – XVI 2024 DPD REI Jawa Timur. Bu Min-sapaan akrab-Aminatun Habibah saat itu didampingi oleh Kepala Dinas Cipta Karya Perumahan Kawasan Permukiman atau CKPKP Gresik Ida Lailatussa’diyah mengucapkan terima kasih kepada REI Jawa Timur atas apresiasi yang diberikan.

Bu Min melanjutkan, apresiasi DPD REI Jatim ini bisa menjadi upaya mendorong para pengembang perumahan untuk membangun lebih banyak rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR. Khususnya rumah bersubsidi, ini mudah mudahan dapat membantu Pemkab Gresik mengatasi masalah kemiskinan dan stunting. 

“Ini langkah yang spektakuler untuk membangun rumah layak bagi masyarakat yang perekonomiannya menengah ke bawah. Rumah yang layak menjadi syarat utama dan menjadi salah satu indikator dalam kategori penurunan angka kemiskinan,” tegas Bu Min. 

Dirinya berharap, penghargaan ini dapat menjadi semangat Pemkab Gresik untuk terus memperjuangkan hak hak masyarakat dalam mendapatkan hidup setara dan sejahtera. Termasuk di dalamnya untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak. 

“Terima kasih atas sinergi, kolaborasi dan kontribusi semua pihak dalam menyediakan perumahan untuk masyarakat. Dengan menciptakan iklim yang kondusif mudah mudahan pelaksanaan program program pembangunan di Kabupaten Gresik dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya. (yad)

Pemkab Gresik Sabet Karmika Graha Abinaya dari REI Jatim, Plt Bupati Dorong Pengembang Bangun Rumah Bagi MBR  Selengkapnya

SIG Pamerkan Aplikasi Semen Hijau ,Hunian Tapak Ramah Lingkungan di IKN

GRESIK,1minute.id –  PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menegaskan kepemimpinannya sebagai penyedia solusi bahan bangunan ramah lingkungan di tanah air. Kali ini SIG menghadirkan hunian tapak ramah lingkungan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. 

Merayakan momentum HUT ke-79 Kemerdekaan RI, SIG menghadirkan hunian tapak ramah lingkungan di IKN berupa rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah atau MBR tipe 36 yang dibangun menggunakan solusi bata interlock, dari semen hijau yang ramah lingkungan. 

Bata interlock merupakan produk hasil applied research dengan mekanisme kerja bata yang saling mengunci antar balok seperti sistem lego. Penggunaan bata interlock memberikan banyak keuntungan dibandingkan material konvensional dalam pembangunan rumah, karena lebih efisien dalam penggunaan material dan lebih mudah dalam pengaplikasian.

Durasi konstruksi pembangunan rumah menggunakan bata interlock juga lebih cepat daripada bata biasa karena tidak memerlukan proses perendaman bata, penyediaan kotak cetak pengecoran atau bekisting, aplikasi bahan perekat atau spesi di setiap lapis bata, serta penambahan plester dan acian. Bata interlock juga telah dinyatakan ramah gempa untuk wilayah dengan tingkat seismisitas tinggi (KDS D) berdasarkan Uji Siklik dinding 2D di Balai Besar Sarana dan Bangunan Gedung Dirjen Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Selain rumah contoh, SIG juga mengaplikasikan solusi beton inovatif berbasis semen hijau, seperti solusi beton untuk perbaikan jalan dalam semalam, beton dekoratif, dan paving block berpori sebagai solusi kawasan tergenang. Hadirnya material bahan bangunan ramah lingkungan yang bisa mempercepat konstruksi rumah tersebut dihadapkan menjadi solusi konkret untuk mendukung Pemerintah menghadirkan hunian yang layak bagi masyarakat.

Hal ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mempercepat implementasi pembangunan berkelanjutan (green construction) melalui penggunaan bahan bangunan ramah lingkungan dalam proyek IKN.

Membangun bangsa selama 79 tahun setelah Indonesia merdeka, pemerintah terus berupaya mempercepat penyediaan perumahan bagi masyarakat untuk mengatasi angka backlog kepemilikan rumah di Indonesia. 

Berdasarkan Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2023, backlog perumahan di Indonesia mencapai 9,9 juta unit, dengan 26,9 juta rumah tangga tidak memiliki akses terhadap hunian layak.

Menteri BUMN, Erick Thohir menyambut posiitif inovasi semen hijau dari SIG sebagai bagian dari perjalanan transformasi BUMN, sekaligus kontribusi nyata BUMN dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim. “BUMN berkomitmen untuk terus menjaga lingkungan Indonesia termasuk dengan menciptakan semen hijau oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG). Inovasi semen hijau SIG saat ini telah mampu menekan tingkat emisi hingga 38% dibandingkan semen konvensional,” kata Erick Thohir.

Direktur Utama SIG Donny Arsal mengatakan, semen hijau merupakan inovasi produk dari SIG yang diproduksi dengan material dan melalui proses yang ramah lingkungan, serta didukung aktivitas riset dan pengembangan untuk menghasilkan produk dengan emisi lebih rendah dengan tetap mempertahankan kualitas di kelas peruntukannya. SIG sebagai perusahaan penyedia solusi bahan bangunan dengan kapasitas dan pangsa pasar terbesar di Indonesia, siap mempertahankan kepemimpinan di industri untuk memastikan target pembangunan berkelanjutan di Indonesia dapat terwujud, melalui inovasi produk bahan bangunan yang ramah lingkungan rendah karbon.

“Semen hijau SIG tercatat 21%- 38% lebih rendah karbon dibandingkan semen konvensional, serta memiliki kandungan dalam negeri (TKDN) tinggi, lebih dari 90%. Kombinasi antara aspek lingkungan dan nilai TKDN yang tinggi semakin membuat produk SIG sangat relevan diaplikasikan pada Proyek Strategis Nasional, termasuk IKN, sebagai karya kebanggaan bangsa,” kata Donny Arsal.

Dalam proyek pembangunan di IKN, SIG telah berkontribusi dengan memasok bahan bangunan sejak Desember 2022. Hingga Juli 2024, SIG tercatat telah memasok 695.000 ton semen yang digunakan dalam sejumlah proyek, seperti Istana Negara, Kantor Presiden, dan Lapangan Upacara yang berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), hingga proyek jalan tol dan bandara IKN. Selain itu, produk SIG juga digunakan pada proyek Bendungan Sepaku yang berfungsi sebagai sarana penunjang untuk mencukupi kebutuhan air baku di IKN.

Untuk berkontribusi lebih dan memastikan pembangunan berkelanjutan di IKN, SIG membangun ekosistem bisnis berbasis sinergi melalui kerja sama dengan PT Bina Karya (Persero) selaku Badan Usaha Otorita IKN yang memiliki peranan penting dalam pembangunan IKN. SIG juga masuk dalam jajaran pemegang saham PT Karya Logistik Nusantara (KLN) yang merupakan konsorsium BUMN Karya yang akan memasok beton, keseluruhan bahan baku dan pengelolaan logistik dalam pembangunan IKN. Langkah strategis ini menjadi peluang SIG untuk memasok semen hijau dan solusi berkelanjutan di IKN, mencapai pertumbuhan bisnis, dan memperluas manfaat positif dari pembangunan ramah lingkungan bagi masyarakat. (yad)

SIG Pamerkan Aplikasi Semen Hijau ,Hunian Tapak Ramah Lingkungan di IKN Selengkapnya

Rumah Hunian Model Minimalis Harga Rp 100 Jutaan Hadir di Kedamean

GRESIK,1minute.id – Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tidak perlu kecil hati untuk memiliki rumah hunian yang asri di Gresik. Apalagi, rumah hunian model minimalis ini cukup dekat dengan exit jalan Tol Krian, Legundi , Bunder dan Manyar (KLBM). Rumah ini seharga Rp 100 jutaan. Sangat cocok untuk keluarga muda.

Rumah siap huni dengan harga Rp 100 jutaan ini berada di kecamatan Kedamean. Kawasan yang bakal banyak dilirik masyarakat karena dekat pintu Tol KLBM dan kawasan Surabaya Barat. 

Direktur Berkat Jaya Development, pengembang Perumahan Grand Kedamean Regency Paulus Yauri menuturkan dari 1.000 unit rumah yang akan dibangun, sebanyak 600 rumah subsidi seharga Rp 130 jutaan sudah sold out.

“Kondisi sekarang adanya exit tol KLBM sekitar 2,5 km atau 3 menit saja ke perumahan Grand Kedamean Regency, sekarang waktu edukasi untuk mereka, Kedamean juga bagus, lokasinya dengan industri dan perumahan mudah dijangkau,”kata Paulus Yauri pada Kamis, 25 Maret 2021.

Meski masa pandemi Covid-19, pihaknya telah membangun lebih dari 100 unit rumah dan telah siap diserahterimakan ke pembeli.

“Hari ini ada 28 unit yang kami serah terimakan dan akan terus berkelanjutan di bulan-bulan berikutnya,”ucapnya. Kondisi pandemi Covid-19 tidak menyurutkan minat pembeli untuk memiliki rumah sendiri. Apalagi, dengan rumah subsidi, dengan harga terjangkau.

“Visi misi kami memang sejak awal menyiapkan rumah, siapapun bisa punya rumah. Pandemi memang membuat pengusaha di bidang properti tidak sedikit yang gulung tikar. Kami membuktikan Berkat Land tetap exis siapkan rumah untuk mereka,”terangnya.

Grand Kedamean Regency berdiri di atas lahan seluas 15 hektare, dengan 1.000 unit rumah terdiri dari 600 rumah subsidi dan 400 rumah non subsidi pada tahap awal. Rumah seharga Rp 100 jutaan itu memiliki tipe 29/60 meter, kemudian 30/66 meter dan 36/72 meter. Harga rumah non subsidi type 45/84 meter dipatok dengan harga Rp 190 juta.

Holidi, Marketing Grand Kedamean Regency menambahkan, mayoritas pembeli berasal dari wilayah Surabaya, Gresik dan Sidoarjo.  “Kedamean memang lokasi strategis dihimpit Driyorejo, Menganti dan Surabaya Barat,” kata dia.

Selain mudah diakses dan dekat kawasan industri. Adanya tol KLBM, akses menuju pusat perbelanjaan di Surabaya Barat bisa dijangkau dengan waktu 30 menit. 

“Kedamean mendapat respon positif dari pembeli, konsep kami para pekerja yang baru menikah dengan harga rumah kisaran Rp 100 jutaan sangat terjangkau,”katanya. (*)

Rumah Hunian Model Minimalis Harga Rp 100 Jutaan Hadir di Kedamean Selengkapnya