Menko Pangan Zulhas dan 6 Menteri Hadiri Puncak HAJATAN 2026, Bupati Gresik : Kabupaten Gresik Siap Dukung Ketahanan Pangan Indonesia

GRESIK,1minute.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menghadiri Puncak Hari Jaminan Ketahanan Pangan (HAJATAN) 2026 di Gedung Sarana Olahraga (SOR) Tridharma Petrokimia Gresik pada Rabu, 15 Juli 2026. 

Kegiatan ink menjadi simbol kuat kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan.

Puncak HAJATAN 2026 menjadikan Kabupaten Gresik kembali menjadi pusat. Kota Industri, sebutanlain, Kabupaten Gresik. Selain dihadiri Menko Pangan Zulkifli Hasan, ada enam Kabinet Merah Putih yang turut hadir. Yakni, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. 

Berikutnya, Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat., serta Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq. Kemudian, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Daconi Khotob dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Pada kesempatan itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan menyerahkan secara simbolis ribuan paket sembako kepada masyarakat sekitar kawasan industri, nelayan, pengemudi ojek online, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan.

BUPATI GRESIK Fandi Akhmad Yani (dua dari kanan) bersama Eko Patrio, Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam Puncak HAJATAN 2026 di GOR Tridharma Petrokimia Gresik pada Rabu, 15 Juli 2026 (Foto : Prokopim Gresik untuk 1minute.id)

Menurut Zulhas, program tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah bersama dunia industri terhadap masyarakat yang menjadi bagian penting dalam roda perekonomian nasional.

“Hari ini ada pembagian sembako untuk para ojek online, masyarakat sekitar, nelayan, dan kelompok lainnya. Kami sangat mengapresiasi langkah direksi yang terus memperhatikan dan peduli secara sungguh-sungguh terhadap keberadaan masyarakat di sekitar lingkungan industri,” ujar Zulhas, sapaan, Zulkifli Hasan kepada awak media.

Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan bahan pangan, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki akses terhadap kebutuhan pokok. Karena itu, keterlibatan sektor industri dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung program pemerintah.

HAJATAN 2026 yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan menjadi bagian dari upaya memperkuat jaring pengaman sosial sekaligus mendukung agenda besar pemerintah menuju swasembada pangan nasional. 

Program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pekerja sektor informal yang selama ini berkontribusi besar terhadap perekonomian.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat yang kembali menjadikan Gresik sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan nasional di bidang pangan. 

Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa Gresik memiliki posisi strategis sebagai daerah penyangga industri sekaligus kawasan yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, dan logistik.

BUPATI GRESIK Fandi Akhmad Yani secara simbolis menyerahkan bantuan kepada nelayan Gresik di Puncak HAJATAN 2026 di GOR Tridharma Petrokimia Gresik pada Rabu, 15 Juli 2026 ( Foto : Prokopim Gresik untuk 1minute.id)

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus berkomitmen mendukung berbagai program pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan sektor pertanian, pemberdayaan nelayan, pengembangan UMKM pangan, hingga menjaga stabilitas distribusi bahan pokok di daerah.

Ia juga berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat terus terjalin sehingga berbagai program sosial maupun pemberdayaan ekonomi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Sebagai daerah industri nasional yang juga memiliki sektor pertanian dan perikanan yang berkembang, Gresik dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia. 

Kehadiran perusahaan-perusahaan besar seperti Petrokimia Gresik selama ini turut memperkuat ekosistem pangan melalui penyediaan pupuk, pendampingan petani, hingga berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan.

Melalui momentum HAJATAN 2026, pemerintah berharap semangat gotong royong dalam membangun ketahanan pangan semakin kuat. Sinergi antara pemerintah, industri, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga ketersediaan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan di Indonesia. (yad/adv)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Menko Pangan Zulhas dan 6 Menteri Hadiri Puncak HAJATAN 2026, Bupati Gresik : Kabupaten Gresik Siap Dukung Ketahanan Pangan Indonesia Selengkapnya

Pelabuhan Petrokimia Gresik Raih Anugerah Pelabuhan Terbaik Nasional 

GRESIK,1minute.id – Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) milik Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, (Persero), meraih predikat pelabuhan terbaik nasional dalam asesmen Green and Smart Port pada ajang Green and Smart Port Initiatives (GSPI) Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Menko Zulhas), dalam puncak acara GSPI ASRI 2026 di Dermaga C Petrokimia Gresik, Jawa Timur pada Selasa, 15 Juli 2026.

Dalam kegiatan itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan didampingi enam Menteri Kabinet Merah Putih, di antaranya, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. 

Berikutnya,  Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat., serta Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. 

Berdasarkan hasil asesmen Green and Smart Port (GSP), TUKS Petrokimia Gresik berhasil meraih predikat pelabuhan terbaik nasional. Penilaian dilakukan secara komprehensif berdasarkan Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023 yang mengacu pada regulasi nasional dan praktik terbaik internasional.

Predikat pelabuhan terbaik nasional tersebut diraih setelah TUKS Petrokimia Gresik mencatatkan nilai akhir 94 persen pada asesmen Green and Smart Port (GSP), meningkat dibandingkan capaian 82 persen pada 2022. Pencapaian tersebut merupakan hasil penerapan prinsip Green and Smart Port secara konsisten melalui penguatan tata kelola kepelabuhanan, efisiensi energi, sistem operasional berbasis digital yang terintegrasi, serta inovasi berkelanjutan untuk mendukung kelancaran pasokan bahan baku bagi proses produksi serta distribusi pupuk ke berbagai wilayah Indonesia.

Dalam sambutannya, Menko Zulhas mengatakan bahwa ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh hasil produksi. Sistem logistik yang andal juga menjadi kunci agar pangan dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara efektif dan efisien.

“Pelabuhan adalah simpul strategis yang menghubungkan produksi, distribusi, hingga ketersediaan pangan di seluruh Indonesia. Karena itu, transformasi pelabuhan menuju ekosistem yang hijau dan cerdas bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan,” ujar Menko Zulhas.

Ia menambahkan, GSPI ASRI bukan sekadar ajang penghargaan. Program ini menjadi wadah untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun pelabuhan yang berdaya saing, mendukung ketahanan pangan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, pemerintah juga akan terus menyempurnakan pelaksanaan GSPI ASRI melalui penguatan instrumen penilaian, peningkatan aspek ASRI, serta perluasan partisipasi pelabuhan di berbagai daerah agar transformasi sektor kepelabuhanan berjalan semakin cepat.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Zulhas bersama jajaran kementerian meninjau sejumlah fasilitas di TUKS Petrokimia Gresik yang menunjukkan implementasi aspek keberlanjutan, keselamatan, efisiensi operasional, dan digitalisasi dalam pengelolaan kepelabuhanan.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas komitmen perusahaan dalam mengembangkan pengelolaan kepelabuhanan yang tidak hanya andal dari sisi operasional, tetapi juga mengedepankan keselamatan, keberlanjutan, inovasi, dan digitalisasi.

“Bagi kami, kepelabuhanan merupakan infrastruktur strategis yang memastikan kelancaran pasokan bahan baku bagi proses produksi serta distribusi pupuk ke berbagai wilayah Indonesia guna mendukung kedaulatan pangan nasional. Penghargaan ini menjadi apresiasi atas kerja keras seluruh insan Petrokimia Gresik dan dukungan para pemangku kepentingan dalam menghadirkan pengelolaan kepelabuhanan yang semakin hijau, cerdas, dan berdaya saing,” ujar Daconi.

Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus melakukan transformasi secara berkelanjutan. “Kami tidak akan berhenti pada penghargaan ini. Ke depan, transformasi kepelabuhanan akan terus kami maksimalkan melalui penguatan digitalisasi, peningkatan standar keselamatan, efisiensi layanan, serta inovasi berkelanjutan agar mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus mendukung sistem logistik pangan nasional,” kata Daconi.

Penghargaan GSPI ASRI 2026 menjadi tonggak penting bagi Petrokimia Gresik dalam memperkuat transformasi kepelabuhanan berbasis Green and Smart Port. Komitmen tersebut diharapkan semakin memperkuat peran perusahaan dalam mendukung sistem logistik nasional yang efisien, berkelanjutan, dan mendukung ketahanan pangan Indonesia. (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pelabuhan Petrokimia Gresik Raih Anugerah Pelabuhan Terbaik Nasional  Selengkapnya