Menjelang Akhir Jabatan, Plt Bupati Pamitan, Melaunching Tiga Buku dan Meresmikan Infrastruktur

GRESIK,1minute.id – Plt Bupati Gresik Moh Qosim memimpin apel pagi di halaman Kantor Bupati Gresik pada Senin, 15 Februari 2021. Apel Senin pagi itu diikuti aparat sipil negara (ASN) di lingkungan sekretariat daerah.

Dihadapan peserta apel itu, wakil bupati dua periode itu menyempatkan pamitan kepada para abdi negara di Kota Santri-sebutan lain-kabupaten Gresik. Sebab, Rabu lusa, 17 Februari 2021, ia bersama pasangan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto akan mengakhiri masa jabatannya selama dua periode.

Posisinya, akan digantikan oleh Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah, Bupati – Wabup Gresik terpilih dalam gelaran Pilbup 9 Desember 2021.

Plt Bupati Qosim di hadapan peserta apel  juga mengajak seluruh pegawai berdoa bersama untuk kesembuhan Bupati Sambari Halim Radianto yang saat ini masih dirawat di rumah sakit.

Selain mengajak berdoa bersama, Qosim juga melaunching buku yang ditulis Bupati Sambari. Buku tersebut diantaranya ‘Gresik Lawan Covid, Wali Songo dalam Membangun Gresik, Gresik Terintegrasi Membangun Dunia dan Gresik Parakarta’.

Buku Gresik Lawan Covid-19, ada sebuah buku yang menceritakan upaya duet kepemimpinan Sambari-Qosim (SQ) menangani, mencegah terjadinya penyebaran wabah berasal dari Wuhan, Tiongkok. Penanganan berupa kebijakan serta rangkuman pemberitaan tentang perkembangan Covid-19 dari berbagai pemberitaan. Media cetak dan online. 

Buku ini, inisiasi Bupati Sambari dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Gresik Siti Jaiyaroh. Buku diterbitkan oleh DPK Gresik.

“Sebelum mengakhiri jabatan bersama Pak Sambari. Saya juga meresmikan sejumlah pembangunan infrastruktur antara lain jalan underpass, Jembatan Pandu, Jembatan Kemudi, Islamic Center, Kantor Kejaksaan Gresik, Makodim 0817, rusunawa, dan beberapa infrastruktur di Pulau Bawean,”ujar M.Qosim.

Qosim bersama Bupati Sambari meminta maaf bila selama memimpin Gresik 10 tahun. Plus minus duka maupun suka pasti ada. “Pastinya saya dengan Bupati Sambari pasti ada kesalahan baik sengaja maupun tidak sengaja. Untuk itu, secara pribadi saya minta maaf,” ujarnya.

Ia menambahkan, 17 Februari 2021 nanti Bupati Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) dan Wabup Hj. Aminatun Habibah (Bu Min) dilantik. Harapan saya bupati dan wakil bupati yang baru dibantu untuk mensukseskan pembangunan di Gresik.

Sementara Pj Sekda Pemkab Gresik Abimanyu menuturkan, selama kepimimimpinan Bupati Sambari-M.Qosim 10 tahun menorehkan tinta emas dengan beberapa macam, dan hal ini sudah mendapatkan apresiasi baik di tingkat provinsi maupun nasional. “Prestasi Kabupaten Gresik sudah tidak diragukan lagi. Baik tingkat provinsi maupun nasional,” pungkasnya. (*)

Menjelang Akhir Jabatan, Plt Bupati Pamitan, Melaunching Tiga Buku dan Meresmikan Infrastruktur Selengkapnya

Percepatan Vaksinasi, Pemkab Gresik Tambah Seratus Fasyankes dan Seribu Vaksinator

 GRESIK,1minute.id – Percepatan pemberian vaksin coronavirus disease 2019 dipercepat. Caranya, menambah jumlah fasilitas kesehatan (faskes) dan vaksinator.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melihat persiapan percepatan pemberian vaksin Sinovac untuk masyarakat itu.  Ada dua fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang dikunjungi Gubernur Khofifah yakni RS Semen Gresik dan Puskesmas Alun-alun Gresik. 

Gubernur Khofifah didampingi Wabup Gresik Moh Qosim, Pj Sekda Gresik Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarnodan Kadinkes Gresik drg Syaifudin Ghozali.   Sekitar pukul 13.00 tiba di Puskesmas Alun-alun Gresik. Puskesmas berlokasi di Jalan Pahlawan, Gresik ini akan menjadi tempat penyimpanan vaksin Sinovac buatan Tiongkok itu.

Ruang penyimpanan (cold storage) atau cold room, vaccine rafrigerator luasnya 3×4 meter persegi. 
“Cold storege ukuran 3×4 meter persegi sangat besar,”ujar Gubernur Khofifah yang baru sembuh dari corona itu.  Gubernur Khofifah mengatakan, presiden Joko Widodo menghendaki percepatan pemberian vaksin kepada masyarakat kelar kurun waktu 12 bulan. “Awalnya direncanakan 15 bulan,”kata gubernur perempuan pertama di Jatim ini. 

Pemprov Jatim kemudian menginiasiasi percepatan vaksinasi itu dengan cara menambah fasilitas pelayanan kesehatan (fasyanked) dan vaksinator. Untuk Gresik, katanya, jumlah faskes 56 unit akan menaikkan dua kali lipat. “Gresik akan menambah fasyankes hingga 100 tempat,”ujarnya. “Vaksinator akan diantara 500 sampai 1.000 vaksinator,”imbuhnya. 

Dengan menambah jumlah fasyankes dan vaksinator bisa menjadi role model percepatan pemberian vaksin kepada masyarakat. “Keberadaan Gresik, Surabaya dan Sidoarjo, tiga daerah mendapatkan vaksin ini menjadi penting untuk menjadi referensi kabupaten atau kota lainnya,”tegasnya. 

Sementara itu, Kepala dinas kesehatan (Kadinkes) Gresik drg Syaifudin Ghozali menyatakan, penambahan fasyankes di. mulai awal Februari 2021. SK penambahan100  fasyankes telah diteken,”ujar Ghozali.  Sedangkan, untuk penambahan vaksinator sudah ditambah 30 pada 28 Januari 2021. “Akan kita tingkatkan terus hingga 1000 vaksinator,”tegasnya. (*)

Percepatan Vaksinasi, Pemkab Gresik Tambah Seratus Fasyankes dan Seribu Vaksinator Selengkapnya