Riyanto, Pameran Aksara di Perpusnas Jakarta, Pajang Kaligrafi Walisongo Transportation Padukan AI

GRESIK,1minute.id – Muhammad Riyanto mengikuti pameran di Gedung Perpustakaan Nasional di Jalan Medan Merdeka Selatan No.11 Jakarta Pusat. Pameran yang diikuti pelukis kaligrafi tinggal di Kota Santri, sebutan lain, Kabupaten Gresik ini untuk memperingati Hari Aksara International. 

Karya Riyanto terpajang di pameran  bertemakan “AKSARA Contemporary Art Exhibition by Jakarta Illustration Visual Art” ini, setelah lolos kurasi. Tidak banyak pelukis yang bisa memamerkan karya ajang yang berlangsung mulai digelar 15 sampai Selasa, 30 September 2025 ini. Selain Riyanto yang alumnus Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin Al-slamiyah asuhan KH. Muhammad Bashori Mansyur, Tambak Osowilangun, Surabaya ini. Ada sejumlah pelukis lainnya. Antara lain, Ghanyleo; Jono Sugiartono; Syais Paindow ; Firmina Mikael; dan Natasha Laksmana.

“Ini pameran skala Nasional Saya, mas!” kata Riyanto melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 30 September 2025. Dalam pmeran ini, pernah belajar kaligrafi di KH.M Faiz Abdur Razaq, Khattat International dari Bangil itu memamerkan karya berjudul “Walisongo Transportation”.  Karya Riyanto pun menjadi magnet bagi penggemar kaligrafi nasional maupun pengunjung lainnya. 

Sebab, karya Riyanto, selain memadukan teknik kaligrafi dengan imajinasi Out of the Box, yakni mengintegrasikan moda transportasi darat dan laut penyebar Agama Islam di Indonesia dengan teknologi kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI). Dalam video yang diterima 1minute.id berdurasi 1 menit, 3 detik itu, terlihat ada kapal pesiar, kereta api bawah tanah, mobil dan perahu serta para peziarah yang selalu bergerak ke makam-makam Waliyullah itu. 

“Masih menggunakan AI, mas! Jadi bisa gerak lukisannya,” ujar Riyanto yang pernah menjadi dewan juri cabang Khat di Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Jawa Timur di Jember 2025 ini.  Riyanto, seniman lukis kaligrafi yang sedang naik daun.

Beberapa karyanya pernah dipamerkan di beberapa negara. Sejumlah lukisan Riyanto telah dikoleksi sejumlah tokoh di Indonesia. Diantaranya, lukisan berjudul Ikan Bandeng menjadi koleksi Presiden Joko Widodo. Ada juga yang dikoleksi mantan ketua PBNU KH. Said Aqil Siradj, KH.Afifudin Dimyati, putra KH.Dimyati Romli sekaligus pengasuh Ponpes Hidayatul Quran Peterongan Jombang dan KH. Muammar ZA, qori International dari Indonesia. Riyanto mengaku belajar kaligrafi dari Ustadz Faiz Abdur Rozzaq di Bangil, Pasuruan tersebut. (yad)

Riyanto, Pameran Aksara di Perpusnas Jakarta, Pajang Kaligrafi Walisongo Transportation Padukan AI Selengkapnya

Gubes UINSA Surabaya Apresiasi Karya Muhammad Riyanto, Dewan Hakim Cabang Khat MTQ XXXI Jember 

GRESIK,1minute.id – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Jawa Timur di Jember telah berakhir. Kafilah Kabupaten Gresik meraih juara umum dalam perhelatan dua tahunan yang ditutup oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur juga Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jatim Adhy Karyono itu.

Pada MTQ tahun ini dipusatkan di Gelora Olah Raga Pusat Kegiatan Pemuda Seni dan Olah Raga (PKPSO) Jember ini, untuk kali pertama di Indonesia diadakan Pameran Seni Kaligrafi Al-Quran Dewan Hakim MTQ XXXI Jember. Tokoh masyarakat, ulama, akademisi dan masyarakat penggemar Kaligrafi pun memberikan apresiasi. 

MTQ XXXI Jember ini pun memberikan kesan mendalam bagi kafilah maupun dewan hakim yang akan sulit terlupakan. Kafilah Gresik, misalnya. Setelah sewindu paceklik juara, di MTQ XXXI Jawa Timur bisa merebut juara umum. Prestasi yang membanggakan bagi Kafilah dan masyarakat di Kota Santri, sebutan lain,  Kabupaten Gresik. 

Sedang bagi dewan hakim, di MTQ XXXI Jawa Timur di Jember ini untuk kali pertama Dewan Hakim bisa mengekspresikan karya hebat mereka dihadapan para Kafilah yang berasal dari 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Serta, para pencinta seni kaligrafi di Indonesia.

Dewan Hakim MTQ XXXI Jawa Timur yang memamerkan adikarya mereka, antara lain, Shahryanshah,  Khattat dari Turki ; KH. Misbahul Munir ; Gus Imron Fathoni ; Anwar Syamsudin ; Lukman Hakim ; dan Midzhar Ahsan . Kemudian, Muhammad Sholahuddin ; K. Muh Khafidz ; A. Ma’ruf Zulfa ; Nur Fadilah ; K.H. Syamsul Huda, Dewan Pengawas ; Gus Robert Nasrulla, Dewan Hakim Musabaqah Khattil Quran (MKQ) Nasional serta Muhammad Riyanto.

Muhammad Riyanto, salah satu anggota Dewan Hakim Cabang Khat di MTQ XXXI Jember 2025 yang tinggal di Gresik, yang ikut dalam pameran “Karya Seni Kaligrafi Alquran Dewan Hakim MTQ XXXI Jawa Timur” Jember ini. 

“Pameran terapresiasi dengan bagus mas! Karena semua dewan hakim mengikuti Pameran Seni Kaligrafi Alquran bisa menghadirkan karya-karya yang memang belum pernah dihadirkan. Dan ini event pertama kali mugkin di Indonesia event MTQ bersamaan dengan pameran karya dewan hakimnya,” kata Riyanto melalui pesan WhatsApp pada Ahad, 21 September 2025.

PAMERAN KALIGRAFI ALQURAN ,: Pelukis kaligrafi juga Dewan Hakim Cabang Khat MTQ XXXI Jatim Muhammad Riyanto (kanan) bersama KH. Misbahul Munir di depan karya Shahryanshah, khattah dari Turki (Foto: Muhammad Riyanto untuk 1minute.id)

Karya kaligrafi yang ditampilkan oleh para dewan hakim , antara lain, kaligrafi model naskah, dekoratif, kontemporer. Kemudian, Digital, Mushaf, Lukisan dan Kontemporer 3D. “Model kaligrafi lukisan dan Kontemporer 3D, ada karya Diwani Jali Musalsal karya Shahryanshah dari Turki dan Saya,” kata pelukis kaligrafi yang alumnus Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin Al-Islamiyah asuhan KH Muhammad Bashori Mansyur, Tambak Osowilangun, Surabaya ini.

Karya luar biasa dari dewan hakim Cabang Khat ini, mendapatkan apresiasi dari para tokohyang menyempatkan menikmati pameran kaligrafi di event MTQ XXXI Jawa Timur di Jember yang berlangsung mulai 13 September 2025 itu, diantaranya, Prof. Dr. KH. Zahro, Ketua Dewan Hakim MTQ XXXI di Jember ; Prof. Dr.H. Abdul Kadir Riyadi; KH.Zawawi Imron ; KH.Syamsul Huda ; KH Abdul Chamid Abdullah Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Jatim. Serta, DR. KH. A. Mustain Syafi’ie, Pengasuh Ponpes MQ Tebuireng, Jombang.

Dalam sebuah unggahan video yang diterima 1minute.id dari Riyanto, Kiai A. Mustain Syafi’ie, bersyukur bisa melihat keindahan karya kaligrafi dari dewan hakim dengan indah menulis Alquran. “Jamalah , bisa mengekspresikan jamalah kalamullah sekaligus mengekspresikan Allah itu sendiri. Jadi sampeyan ini berindah-indah lewat kaligrafi sampeyan, itu kaligrafinya Gusti Allah. Tidak sama dengan yang lain. Meski ada goresan pena, spesial kalamullah. Mudah-mudahan Allah meridhahi yang bagus. Katanya Gusti Allah itu indah dan menyukai yang indah. Dan, sampeyan mengambil yang indah dari khat sampeyan,” ujar Kiai A. Mustain Syafi’ie dalam video berdurasi 1 menit, 01 detik itu.

Prof. Dr. Abdul Kadir Riyadi, Guru Besar Bidang Ilmu Filsafat Tasawuf dari Universitas Islam Sunan Ampel (UINSA) Surabaya juga memberikan apresiasi karya Riyanto dan anggota dewan hakim lainnya di MTQ XXXI Jawa Timur di Jember ini.

Apresiasi dari tokoh akademisi dan ulama ini membuat, Riyanto, seniman kaligrafi yang belajar kaligrafi dari KH.M. Faiz Abdur Razaq, Khattat International dari Bangil ini untuk terus belajar dan menghadirkan karya seni kaligrafi yang terbaik untuk masyarakat.

“Pameran seni kaligrafi karya Dewan Hakim MTQ ini di MTQ nasional belum pernah ada,” tegas Riyanto yang karya banyak di koleksi tokoh penting di Indonesia ini, seperti Presiden ketujuh Indonesia Joko Widodo ; mantan ketua PBNU KH. Said Aqil Siradj, KH.Afifudin Dimyati, putra KH.Dimyati Romli sekaligus pengasuh Ponpes Hidayatul Quran Peterongan Jombang dan KH. Muammar ZA, qori International dari Indonesia ini. (yad)

Gubes UINSA Surabaya Apresiasi Karya Muhammad Riyanto, Dewan Hakim Cabang Khat MTQ XXXI Jember  Selengkapnya

My Favorite, Seni Kontemporer Karya Muhammad Riyanto Raih The Best Exhibition Amuya Painting Competition di Jakarta 

GRESIK,1minute.id – My Favorite, Seni Instalasi kontemporer karya Muhammad Riyanto dinobatkan sebagai karya terbaik (The Best) dalam “Exhibition Amuya Painting Competition” di Amuya Galery, Graha Kana Lt 3 Gn.Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat. Kurator dalam kompetisi mengusung tema Hidden GEM “Paradise of Food, Drink & Music” adalah Dimas Ajisaka yang juga manajer Amuya Gallery. 

Pameran yang dibuka oleh ketua OKOCE Indonesia Pusat Iim Rusyamsi ini berlangsung mulai 21 Juni sampai 3 Juli 2025. Seni Instalasi karya Riyanto yang berbentuk smartphone ini berukuran 75 x150 cm serta menggunakan bahan acrylic, mirror circle 25 mm dan 200 mm, PVC Board,  plastik, wood, stiker cutting, acrylic cutting, lamp LED, dan melamine plate sepintas sama dengan gawai yang ada di pasaran. 

Akan tetapi, seni instalasi telepon pintar itu memiliki filosofi yang sangat dalam. Seperti karya-karya Riyanto sebelumnya yang selalu menyisipkan ayat-ayat Alquran. Pun, di lukisan “My Favorite” yang berbentuk visual smartphone, 17.00, 7G dan Walkman ini. 

Apa arti filosofinya? Menurut Riyanto, Smartphone D.F.M alias Drink, Food, dan Music (Minuman, Makanan dan Musik) menjadi kebutuhan setiap manusia. Di era digital, setiap orang bisa dengan mudah pesan makanan, minuman dan mendengarkan musik. 

“Visual karya berupa handphone adalah bentuk dari mudahnya era digital dalam genggaman tinggal order langsung datang,” kata Riyanto pada Jumat malam, 27 Juni 2025.  Sedangkan, visual jam 17.00 adalah dari 17 rakaat Salat Fardu dan  jaringan 7G adalah surat Alfatihah. Riyanto juga memvisualkan visual WiFi dan Bluetooth serta keadaan baterai di sebelah kanan atas. 

Berikutnya, visual berbentuk walkman, alat ukuran besar adalah arti dari Ya Sami’ yaitu Maha Mendengar. “Kita diberikan dua telinga untuk mendengar yang di ridhoi Allah dan visual bola mata yang berputar adalah arti dari Ya Basyiir yaitu Maha Melihat, untuk melihat apa yang diciptakan Allah yang tentunya dalam ridhoNya, dan menjauhi yang dilarangNya,” jelas pelukis kaligrafi alumnus Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin Al-islamiyah asuhan KH. Muhammad Bashori Mansyur, Tambak Osowilangun, Surabaya ini.

Begitu juga dengan musik yang di pilih sambil menikmati makanan dan minuman akan meningkatkan rasa syukur kepada pencipta Allah SWT( As-Syakuur). “Semuanya pasti tidak melupakan kewajiban kita Atas perintah-Nya yang harus kita utamakan,” ujarnya. 

Kesimpulan karya, terangnya, ada di kaca bulat dengan tulisan DFM (Drink , Food , Music) hendaknya sebelum makan, minum dan mendengarkan musik diawali dengan bacaan Basmalah (visual dengan 7 kaca bulat adalah 7 ayat surat alfatihah) dan minum dahulu sebelum makan.

Air yang bersih dibagian atas karya adalah cerminan, seberapa pentingnya air untuk menetralisir dan membantu pencernaan kita. di bawah macam-macam makanan, minuman dan stasiun radio ada gambar peta pulau-pulau di Indonesia. 

Filosofi memutar pada bagian bola mata adalah dari visual kehidupan kita yang selalu berputar siang dan malam,lapar dan kenyang,gelap dan terang,sehat dan sakit,hidup dan mati.Penikmat seni bisa langsung dengan memutar untuk berinteraksi dengan karya ini.

Siapa H. Muhammad Riyanto? Riyanto tergabung dalam pelukis Gasrug Gresik dan lulusan Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin Al-slamiyah asuhan KH. Muhammad Bashori Mansyur, Tambak Osowilangun, Surabaya. Ia belajar kaligrafi di KH.M Faiz Abdur Razaq Khattat International dari Bangil.

Sejumlah lukisan Riyanto telah dikoleksi sejumlah tokoh di Indonesia. Diantaranya, lukisan berjudul Ikan Bandeng menjadi koleksi Presiden Joko Widodo. Ada juga yang dikoleksi mantan ketua PBNU KH. Said Aqil Siradj, KH.Afifudin Dimyati, putra KH.Dimyati Romli sekaligus pengasuh Ponpes Hidayatul Quran Peterongan Jombang dan KH. Muammar ZA, qori International dari Indonesia. Riyanto mengaku belajar kaligrafi dari Ustadz Faiz Abdur Rozzaq di Bangil, Pasuruan tersebut. (yad)

My Favorite, Seni Kontemporer Karya Muhammad Riyanto Raih The Best Exhibition Amuya Painting Competition di Jakarta  Selengkapnya

Jadi Arus Utama Kaligrafi Islam di JMA Yogyakarta, Pencinta Karya Riyanto Kini Menikmati di Art Jakarta

GRESIK,1minute.id –  Sukses merebut hati pecinta kaligrafi di Taman Budaya Yogyakarta. Mulai hari ini, sejumlah lukisan kaligrafi karya Muhammad Riyanto akan terpajang di Art Jakarta di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Ada tiga karya lukisan kaligrafi lelaki berusia 49 tahun ini yang akan dipamerkan mulai 4-6 Oktober 2024 itu.

Tiga karya berjudul “Keinginan ; Hijaiyah dan Fa Asbahtum Bini’matihi Ikhawanaa”. Awalnya, pelukis kaligrafi yang sedang naik daun mengirimkan empat karya. Hasil kurasi tiga di antara empat karya lolos. “Lukisan saya diikutkan oleh Galeri.Telu dan Dinding Luar di Jakarta. Ini event pameran sangat luar biasa. Mohon doanya,” kata Riyanto pada Jumat, 3 Oktober 2024.

Riyanto, pelukis kaligrafi aliran surialis tinggal di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, Jawa Timur ini berbeda dengan pelukis kaligrafi lainnya. Riyanto, tumbuh di keluarga pelukis. Ayahnya seorang pelukis kaligrafi kaca. Pamannya juga berkecimpung di bidang melukis. Ia mengikuti jejak ayah dan pamannya menjadi seorang pelukis kaligrafi. Ia memulai pameran sejak 1991. Karya-karya kaligrafi yang mengkritisi kondisi sosial masyarakat. 

Di antaranya, berjudul “Dream Noah Ship Future” pernah dipajang di Malaysia. Lukisan itu menggambarkan sebuah kapal pesiar yang mengangkut banyak penumpang. Beragam agama mereka. Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Di atas kapal pesiar itu, semuanya rukun. “Andai dunia bisa damai. Akan sangat menyenangkan,” kata Riyanto suatu hari. 

Di eksebisi pameran kaligrafi kontemporer pada 8-15 September 2024, Riyanto, salah satu wakil Indonesia yang mengikuti pameran bertajuk “The Prophet Muhammad International Islam Calligraphy Art Exhibition”. Pameran kaligrafi kontempore terbesar itu diikuti 135 pelukis dari 35 negara ini rangkaian memeriahkan acara Musabaqah Tilawatil Quran Nasional atau MTQN ke-30 di Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia. 

Riyanto memamerkan lukisan berjudul “Nuur Muhammad” di atas kanvas ukuran 120×120 cm. Medianya campuran yakni Polypropylene, glass, PVC board, pipa, pines, resin, acrylic on canvas. “Judul karya Nuur Muhammad dalam berkonsep karya nama diberikan oleh KH.Chotib Hambari adalah putra KH.Muhammad Bashori Mansyur pengasuh Ponpes Roudlotit Tholibin keponakan Gus Mus (Mustofa Bisri),” terang pelukis kaligrafi kini pengurus Jamiyyatul Qurra’ wal Huffazh atau JQH Kota Surabaya, Jawa Timur ini. 

Pada 28 September-1 Oktober 2024, Riyanto mengikuti pameran yang diselenggarakan oleh Tumpuk Undung, Likalaku Seasion, Jogja Move Art atau JMA 2024 di Taman Budaya Yogyakarta. Riyanto memamerkan lukisan berjudul “The Power of Ibrahim’s Prayer” (2023). Lukisan berdiameter 150 cm di media AOC. 

Dalam diskripsi lukisan berbentuk bundar itu, Riyanto sengaja visualisasikan semua bendera negara Islam di dunia dengan latar belakang menjalankan Tawaf yang merupakan salah satu rukun haji dan umrah orang Islam. Mereka datang membawa bendera negaranya dan kembali pun masih membawa benderanya. 

Dengan harapan nilai rohani yang dibawa dari pergi Haji atau umrah bisa menambah kebaikan untuk semua. Dan kotak-kotak yang polos visualisasikan sebagai berangkat dengan niat yang kurang ikhlas dan hanya niat urusan duniawi semata. 

Putaran tawaf yang divisualisasikan dengan tulisan kaidah tsulust adalah doa putaran pertama sampai putaran ketujuh atau terakhir. Dengan inti doanya Robbana atina fiddunya hasanah wafil akhiroti Hasanah waqina adzabannar… Sedangkan, Kakbah dengan petir adalah visualisasi kuatnya power dari Kakbah itu . 

Karena di sana seakan hanya ada Allah dan hambanya semata. Wallahu a’lam bisshowa. Karya Riyanto menjadi pusat perhatian para pengunjung di Taman Budaya Yogyakarta. Karya kaligrafi Islam karya Riyanto menjadi arus utama di event JMA. “Saya sangat bersyukur, banyak pengunjung yang tertarik dengan kaligrafi islam,” kata Riyanto yang juga pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran atau LPTQ Kota Surabaya juga Dewan hakim MTQ Cabang Khat Kota Surabaya. (yad)

Jadi Arus Utama Kaligrafi Islam di JMA Yogyakarta, Pencinta Karya Riyanto Kini Menikmati di Art Jakarta Selengkapnya

Kalpataru, Siang dan Malam hanya Ada di  Petro Nite Fest 2024, Lihat Detail Pakai Kaca Pembesar 

GRESIK,1minute.id – Petro Nite Fest 2024 resmi dibuka oleh Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo pada Sabtu, 29 Juni 2024.

Gelaran rangkaian HUT ke-52 Petrokimia Gresik ini mengusung tema “Bertumbuh dalam Harnomi” ini berlangsung meriah. Ribuan warga memadati halaman SOR Tridharma Petrokimia Gresik sejak Sabtu sore, 30 Juni 2024. Masyarakat seakan tidak ingin ketinggalan momentum pembukaan yang dimulai badal Isya itu. Petro Nite Fest 2024 berlangsung hingga 7 Juli 2024. 

Kemeriahan tidak hanya di halaman luar gedung serbaguna itu. Di dalam gedung yang digunakan untuk pameran fotografi dan lukis tidak kalah ramai. Diantaranya, ruang pamer karya pelukis Muhammad Riyanto. Lukisan pelukis yang juga santri asal Gresik ini seakan menjadi magnet bagi jajaran direksi di perusahaan Solusi Agroindustri dan pengunjung lainnya.  

Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo terlihat menikmati lukisan karya Riyanto ini. Lukisan berjudul Day and Night. Lukisan yang mirip tanaman Kalpataru ini berukuran 90 x 90 centimeter dengan menggunakan cat akrilik diatas kanvas. 

Untuk menikmati detail dalam lukisan itu, penikmat seni harus menggunakan kaca pembesar. “Memang kecil jadi harus pakai pembesar. Jadi harus antri,” kata Riyanto kepada 1minute.id  pada Sabtu malam, 29 Juni 2024.

Di dalam setiap lukisan yang bercerita tentang kehidupan itu, Riiyanto selalu menyisipkan ayat-ayat Alquran. Juga lukisan Day and Night ini. Ia mengatakan, kalpataru sebagai simbol kehidupan. Dari akarnya sampai ujung rantingnya dan isinya kehidupan sehari-hari antara siang dan malam.

Kalpataru sendiri adalah bahasa Sansekerta yang berarti pohon kehidupan (Kalpavriksha). Di Indonesia, Kalpataru diberikan kepada perorangan atau kelompok atas jasanya melestarikan lingkungan hidup di Indonesia. 

Kehidupan, lanjut Riyanto, tidak lepas dari dalam perputaran ekositem yang berjalan sesuai posisi masing- masing. “Kalpataru adalah simbol kekuatan akar kehidupan yang bisa dijadikan wacana dalam proses kehidupan dengan kekuatan akar yang besar sampai yang kecil,” kata Riyanto. 

Ia mengaku sengaja membuat lukisan kalpataru dengan konsep siang dan malam. Daerah pedesaan dengan udara yang masih segar dan ketenangan yang pastinya masih asli di sana.

Siang dan malam dalam lukisan sederhana yang sengaja nantinya bisa diputar untuk melihat lebih detail karya ini, mulai sistem pompa. Alur yang bisa menghasilkan turbin untuk memenuhi daya listrik di sana.”Semoga bermanfaat dan bisa berguna untuk kebersamaan,” harapnya. 

Riyanto, salah satu pelukis di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik yang fonomenal.  Di dalam lukisan yang bercerita tentang kehidupan tersebut, Riyanto selalu menyisipkan ayat-ayat Alquran di dalamnya. 

“Bagi saya sebenarnya setiap seniman punya cara penyampaiannya sendiri-sendiri. Dan menyampaikan secara visual itu paling mudah. Hal itu nantinya juga bisa membuat orang-orang bertanya,”ujar Riyanto dalam suatu kesempatan. Lukisan kali terakhir berjudul Ikan Bandeng menjadi koleksi Presiden Joko Widodo. Riyanto mengaku belajar kaligrafi dari Ustadz Faiz Abdur Rozzaq di Bangil, Pasuruan tersebut. (yad)

Kalpataru, Siang dan Malam hanya Ada di  Petro Nite Fest 2024, Lihat Detail Pakai Kaca Pembesar  Selengkapnya

Islamic Cultural Karya Riyanto Jadi Magnet Pencinta Seni Lukis di Malaysia

GRESIK,1minute.id – Lima karya lukis Muhammad Riyanto terpajang di Fahrenheit 88, Kuala Lumpur, Malaysia. Lima karya pelukis yang tinggal di Grand Sutomo, Jalan DR Soetomo, Gresik itu berjudul Allah Greatness ; Islamic Cultural ” Walisongo Religius Transportation ” ; Dream ” Noah Ship Future ” ; Kolaborasi dan Leader Ship In Politik ” Win or Lose “. Semua lukisan menggunakan cat akrilik.

“Semuanya beraliran Surialis,”kata Ryanto dikonfirmasi selulernya pada Sabtu, 13 November 2021. Riyanto tidak menyangka semua karyanya lolos kurasi. Sebab, ia baru kali pertama mengikuti ekshibisi bertaraf internasional bertajuk Art is Fair in /KL/ Fahrenheit 88 ini. Sebanyak 500 karya seniman dunia dipamerkan mulai 11-28 November 2021. 

Sejumlah seniman Indonesia seperti Eriantoartme ; Hanisantana ; Suwandi Waeng ;  Nurali dan lainnya. Tapi, Riyanto, salah satunya seniman lukis asal Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, Jawa Timur yang bisa masuk even global tersebut. Ia mengirimkan lima karya dalam pameran tersebut. “Alhamdulillah semua lolos kurasi. Bahkan, karya Saya masuk opening call,”kata pelukis kelahiran 47 tahun itu. 

Setelah dari Malaysia, lukisan Riyanto akan dipamerkan ke Philipina, Thailand dan Singapura. “Seneng,” ungkapnya. Riyanto ada seniman lukis unik. Sebab, setiap lukisan Riyanto selalu diselipkan tulisan kaligrafi. Ini yang membedakan Riyanto dengan pelukis lainnya. Dalam ekshibisi di Malaysia, hasil goresan tangan lelaki yang selalu memakai kopyah itu menjadi salah magnet bagi penggemar seni lukis di negeri Mahatir Mohamad itu. 

Lukisan itu berjudul Islamic Cultural “Walisongo Religius Transportation”. Dalam lukisan media kanvas ukuran 120 X 155 cm itu, Pelukis anggota Komunitas Galeri Seni Rupa Gresik (Gasrug) ini menggambarkan semua tempat ziarah makam Wali Songo itu telah dilengkapi dengan sistem moda transportasi modern yang  terintegrasi menjadi satu kesatuan.

Selain moda transportasi bus, kapal juga moda transportasi massal berupa kereta bawah tanah yang menghubungkan sembilan penyebar agama Islam di Indonesia itu. 

JUSTICE : Riyanto dengan karyanya berjudul Leader Ship In Politik ” Win or Lose ” yang sedang dipajang di ekshibisi di Malaysia mulai 11-28 November 2021 (Foto: Riyanto for 1minute.id)

Siapa Riyanto? Riyanto, tumbuh di keluarga pelukis. Ayahnya seorang pelukis kaligrafi kaca. Pamannya juga berkecimpung di bidang melukis. Ia mengikuti jejak ayah dan pamannya menjadi seorang pelukis kaligrafi. Ia memulai pameran sejak 1991. Karya-karya kaligrafi yang mengkritisi kondisi sosial masyarakat. 

Diantaranya, berjudul Dream Noah Ship Future juga sedang dipajang di Malaysia. Lukisan itu menggambarkan sebuah kapal pesiar yang mengangkut banyak penumpang. Beragam agama mereka. Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Di atas kapal pesiar itu, semuanya rukun.  “Andai dunia bisa damai. Akan sangat menyenangkan,” kata Riyanto suatu hari. 

Lewat lukisan itu, dia ingin bercerita kehidupan di darat yang menggambarkan kesibukan manusia yang sebenarnya. Sementara itu, di bagian bawah menceritakan bagaimana sebuah fondasi kehidupan. Kemudian, di fase langit adalah kehidupan setelah meninggal.

Di dalam lukisan yang bercerita tentang kehidupan tersebut, Riyanto tetap menyisipkan ayat-ayat Alquran di dalamnya. “Bagi saya sebenarnya setiap seniman punya cara penyampaiannya sendiri-sendiri. Dan menyampaikan secara visual itu paling mudah. Hal itu nantinya juga bisa membuat orang-orang bertanya,”jelas Riyanto. Lukisan kali terakhir berjudul Ikan Bandeng menjadi koleksi Presiden Joko Widodo. Riyanto mengaku belajar kaligrafi dari Ustadz Faiz Abdur Rozzaq di Bangil, Pasuruan tersebut. (yad)

Islamic Cultural Karya Riyanto Jadi Magnet Pencinta Seni Lukis di Malaysia Selengkapnya