Impresif, Capaian 100 Hari Kerja, Gus Yani-Dokter Alif, Realisasi ada Capai 530 Persen

GRESIK,1minute.id – Capaian mengesankan di 100 hari pertama, kepemimpinan Fandi Akhmad Yani-Asluchul Alif, Bupati dan Wakil Bupati Gresik periode 2025-2030.  Sembilan program atau Nawa Karsa prioritas yang telah ditetapkan oleh pasangan yang dilantik oleh Presiden Prabowo itu bisa selesai secara tuntas. 

Program Gresik Sehati (Pelayanan Kesehatan Integrasi), misalnya. Ada sepuluh  kegiatan dilaksanakan secara tuntas. Bahkan, ada yang teralisasi hingga 304 persen yakni Di program penguatan Posyandu, Polindes dan Puskesmas target melatih 450 kader bisa teralisasi 1.371 kader atau 350 persen. Sedangkan kegiatan pemanfaatan cek kesehatan gratis di puskesmas dari target 3.500 pasien teralisasi 8.741 pasien atau 250 persen. Lalu akreditasi utama dan launching rumah sakit Gresik Sehati. 

“Peluncuran RS Gresik Sehati sebagai jawaban kebutuhan layanan medis masyarakat wilayah selatan, dengan status akreditasi utama yang menandakan kualitas terjaga,” kata Plt Bupati Gresik Asluchul Alif dalam press release di 100 Hari Kerja Program Nawa Karsa di ruang Putri Cempo Kantor Bupati Gresik pada Senin, 16 Juni 2025.

Dokter Alif, sapaan akrab, Asluchul Alif didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan Asisten Suprapto, melanjutkan program penambahan ruang rawat inap dari target 4 puskesmas teralisasi 5 puskesmas dan penambahan 19 dari target 15 tempat tidur atau 120 persen.  

“Dalam setahun kedepan nanti, target kami dari 32 puskesmas nanti hanya menyisakan 4 puskesmas bisa tidak melayani rawat inap karena keterbatasan lahan,” imbuhnya. Di program Gresik Cemerlang (Cerdas, Efisien, Menarik, Relevan dan Global), ada lima kegiatan pada 100 hari pertama. Antara lain, memberikan beasiswa mahasiswa produktif ditargetkan sebanyak 125 mahasiswa teralisasi 144 mahasiswa (115%). 

Sebanyak 100 anak berkebutuhan khusus kini memperoleh hak yang sama melalui program Hatiku Padamu (HTM). Komitmen pada kesetaraan juga ditegaskan melalui penempatan 129 guru pendamping disabilitas serta rehabilitasi enam SD dengan capaian realisasi mencapai 120 persen. Para guru swasta yang selama ini berjibaku tanpa kepastian kini mendapatkan insentif: 2.287 guru SD/MI dan 1.771 guru SMP/MTs telah menerima dukungan tersebut.

Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan teralisasi 120 persen. Kemudian, Nawa Karsa Gresik Gema Karya (Mamdiri dan Berkarya) ada enam kegiatan, antara lain, mewajibkan perusahaan mempekerjakan 60 persen tenaga kerja Gresik, pelatihan insentif bersertifikat BNSP dan penguatan penyerapan tenaga kerja lokal. 

Saat ini, 282 admin perusahaan aktif mencocokkan lowongan dengan tenaga kerja lokal. Lima pelatihan bersertifikat BNSP bagi warga miskin (DTKS) telah digelar, membuka jalan menuju keterampilan dan daya saing. Mini Job Fair di Gresik Selatan menawarkan 27 profesi, termasuk bagi lulusan SMA yang kesulitan masuk ke pasar kerja formal. 

Sedang program bela beli bagi usaha mikro telah  merealisasikan pembuatan 211 nomor induk berusaha (NIB),  pendaftaran 53 merek, serta fasilitasi sertifikasi mutu bagi 20 produk IKM—sebuah cara membangun ekonomi dari bawah, bukan sekadar dari atas.

Nawa Karsa Gresik Tuntas (Tanggap Unggul, Nyaman, Transparan, Akuntabel dan Sustainable), ada tujuh program kegiatan. Antara lain, warga tak lagi harus menempuh perjalanan jauh untuk mengurus dokumen. Karena Disdukcapil melakukan anjangsana dan jemput bola pemuktahiran data kependudukan dan menyediakan 20.000 kartu keluarga kini tersedia dalam format barcode, yang mempermudah akses ke berbagai layanan publik. 

Gresik Integrated Smart System (IOP) telah mengintegrasikan data dari 46 OPD, mempercepat pengambilan keputusan dan mengurangi duplikasi informasi. Di tingkat desa, sebanyak 660 perangkat desa telah dilatih melalui Program Desa SIAP, menghasilkan sembilan inovasi desa digital, mulai dari layanan pengaduan masyarakat hingga sistem arsip elektronik.

Lalu Nawa Karsa Gresik Seger (Sejahtera  Bahagia dan Berdikari) ada enam program kegiatan, antara lain,  bantuan sosial untuk nelayan yang tidak bisa melaut, Launching kebijakan larangan penggunaan cantrang,  dan bumi migran (peduli buruh migran).  Di sektor maritim, sebanyak 1.715 paket sembako dan 4,5 ton beras disalurkan untuk nelayan di enam wilayah. Ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan bentuk nyata keberpihakan. 

Pemerintah juga menegakkan larangan penggunaan cantrang demi menjaga keberlanjutan laut. Perlindungan buruh migran difokuskan melalui penyusunan dan peluncuran Perdes Migran Emas di 10 desa. Sebanyak 24.948 warga menerima bantuan sosial, dan PKH Inklusif menjangkau 991 lansia serta penyandang disabilitas—komitmen bahwa pemerintah tidak abai terhadap kelompok rentan.

Nawa Karsa Gresik Barokah ada tiga program kegiatan antara lain , bantuan hukum untuk masyarakatan miskin, dan pemuda Inspiratif Gresik. Masing-masing teralisasi 80 persen dan 125 persen.

“Semua hal ini penting, tapi kami harus berkonsentrasi pada hal-hal yang mengakar dan berdampak besar bagi masyarakat,” ujar Plt. Bupati Gresik Asluchul Alif.

Nawa Karsa, Pesona Gresik terdapat enam program kegiatan, antara lain, pengembangan dan revitalisasi ekowisata, penanaman pohon mangrove realisasi mencapai 530 persen. Bagaimana dengan Nawa Karsa, Gresik Agropolitan? Dalam 100 hari pertama ini, ada dua kegiatan untuk mendukung ketahanan pangan, petani terdampak banjir menerima 2.050 kilogram benih padi dan 8.200 kilogram pupuk NPK. Ekonomi hijau turut digerakkan melalui Pameran Nasional Giri Kedaton Bonsai, yang melibatkan lebih dari 1.000 peserta dan menjadikan Gresik sebagai pusat seni bonsai nasional. 

Selanjutnya, Nawa Karsa, Gresik Mapan (Maju, Pintar dan Aman). Penanganan banjir banjir Kali Lamong tetap menjadi prioritas. Dokter Alif mengatakan, penanganan Kali Lamong tidak menghilangkan banjir Kali Lamong. “Pemerintah Kabupaten hanya berusaha maksimal mengurangi dampak yang dialami oleh warga,” katanya. 

Ia menyebut pada era kepemimpinan Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah, penanganan Kali Lamong sudah sangat luar biasa. Pembangunan tanggal, normalisasi Kali Lamong dan pembuatan retarding  basin atau kolam retensi. Kok tetap banjir ? Banjir Kali Lamong tidak bisa ditangani sendiri oleh Pemkab Gresik, karena hulu berada di Kabupaten tetangga. Selain itu, curah hujan.

” Iya, tapi durasi air surut sangat cepat,” katanya. Banjir yang melanda Kecamatan Balongpanggang, beberapa waktu lalu, diyakini warga paling besar. “Tapi, air bisa cepat surut,” ujarnya.  Pada tahun ini, imbuhnya, pihaknya akan melakukan pembebasan lahan untuk pembuatan kolam retensi. “Lahan kami yang sediakan,  nanti provinsi yang membangun kolam retensinya,” terang dokter Alif. Selain pembangunan kolam retensi, juga pembangunan tanggal parapet. (yad)

Impresif, Capaian 100 Hari Kerja, Gus Yani-Dokter Alif, Realisasi ada Capai 530 Persen Selengkapnya

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : RPJMD  Harus selaras dengan Asta Cita 

GRESIK,1minute.id – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa RPJMD Kabupaten Gresik harus selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo serta mendukung visi nasional dan provinsi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan di Gresik sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo,” tegas Fandi Akhmad Yani ketika membuka Forum Umum Konsultasi Publik dalam rangka perumusan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Gresik 2025-2030 dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 di Kantor Pemkab Gresik.pada akhir pekan lalu.

Fokus utama, ia melanjutkan, adalah menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan. “Kami telah menyusun sembilan cita-cita pembangunan yang akan tercatat dalam dokumen perencanaan Kabupaten Gresik,” ujar Gus Yani, sapaan akrabnya.

Ia menyampaikan rencana strategis untuk lima tahun ke depan, termasuk pembangunan Kali Lamong sepanjang 44,8 kilometer, pengembangan transportasi terpadu dengan Lintas Rel Terpadu (LRT) yang menghubungkan Gresik dengan wilayah sekitar, serta optimalisasi teknologi RDF (Refuse Derived Fuel) dalam pengelolaan sampah.

“Efisiensi anggaran menjadi prioritas, terutama untuk memperbaiki fasilitas kesehatan di RS Gresik dan memastikan pembangunan sekolah sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Semua ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup warga Gresik,” tambah magister Mitigasi Bencana Unair Surabaya ini.

Sementara itu, Kepala Bappeda Gresik Eddy Hadisiswoyo, menyatakan bahwa perencanaan pembangunan ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah serta partisipasi dari berbagai pihak.

“Kegiatan ini menjadi wadah bagi seluruh elemen masyarakat untuk memberikan masukan terhadap arah pembangunan Gresik. Dengan kolaborasi yang baik, kita bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi 4,79 persen dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) hingga 78,93 persen pada periode 2025-2030,” jelas Eddy.

Forum dihadiri antara lain, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir bersama jajaran pimpinan DPRD, perwakilan Bappeda kota/kabupaten aglomerasi Surabaya  serta stakeholder lainnya, Pemkab Gresik berharap dapat menyusun kebijakan pembangunan yang lebih inklusif, partisipatif, dan selaras dengan visi nasional. “Kami berkomitmen menjadikan Gresik sebagai kabupaten yang lebih maju, transparan, dan berkelanjutan,” pungkas Gus Yani. (yad)

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani : RPJMD  Harus selaras dengan Asta Cita  Selengkapnya

Ikuti Retret di Akmil Magelang, Gus Yani Ngaku Tambah Ilmu, Jejaring Kepala Daerah untuk Nawa Karsa Gresik Baru

GRESIK,1minute.id – Retret kepala daerah antara lain, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Akmil Magelang, Jawa Tengah Jumat besok berakhir, 28 Februari 2025. Sehari menjelang cek out atau pada Kamis, 27 Februari 2025, Wakil Bupati Gresik dr Asluchul Alif meluncur ke Akmil Magelang untuk bergabung dengan Bupati Fandi Akhmad Yani yang telah mengikuti retret sejak 21 Februari 2025. Gus Yani – dr Alif, sama-sama baju loreng. 

Apa kesan Gus Yani, begitu biasa disapa,  selama 7 hari, mulai 21-27 Februari 2025 mengikuti retret atau pembekalan untuk kepala daerah ( Gubernur, Wali Kota dan Bupati) di Akademi Militer atau Akmil Magelang, Jawa Tengah ?  Selain, pembekalan disiplin dan kesederhanaan sebagai bagian dari pelatihan kepemimpinan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, mengaku memperoleh banyak wawasan dan materi baru yang dapat diterapkan dalam membangun daerah, termasuk dalam penyusunan kebijakan saat melakukan efisiensi anggaran. “Kami sudah menerapkan efisiensi anggaran dan menyusun program prioritas. Ini merupakan bagian dari dukungan kami terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto demi terealisasinya Proyek Strategis Nasional,” ujar Gus Yani pada Kamis, 27 Februari 2025.

Gus Yani menambahkan bahwa dirinya juga diajak untuk mengidentifikasi potensi wilayah guna bersama-sama memperkuat pembangunan daerah serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Untuk itu, bersama Wabup Gresik dr. Alif, dirinya sudah menyiapkan sembilan strategi utama atau Nawa Karsa demi mewujudkan “Gresik Baru Lebih Maju.”

Mulai dari Gresik Cerdas dan Sehat dengan cara meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, termasuk percepatan penanganan stunting. Selanjutnya, Gresik Religius dan Berbudaya dengan menguatkan nilai-nilai keagamaan serta melestarikan budaya lokal.

Nawa Karsa lainnya adalah Gresik Sejahtera, yang berfokus pada dukungan terhadap UMKM, industri kreatif, serta program perlindungan sosial bagi masyarakat rentan. Kemudian, Gresik Produktif, dengan mendorong industrialisasi berkelanjutan dan pengembangan kawasan ekonomi strategis.

Ada pula Gresik Mandiri, yang bertujuan memperkuat sektor pertanian, perikanan, dan wirausaha berbasis inovasi. Selanjutnya, Gresik Nyaman dan Berkelanjutan, yang mengedepankan pengembangan infrastruktur ramah lingkungan serta pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.

Strategi berikutnya adalah Gresik Maju dan Modern, yang diwujudkan melalui penerapan teknologi digital dalam pemerintahan dan pengembangan Smart City. Kemudian, Gresik Terhubung, dengan meningkatkan konektivitas melalui pembangunan infrastruktur transportasi dan akses digital.

Terakhir, Gresik Aman dan Harmonis, yang bertujuan menjaga ketertiban, keamanan, serta mendorong kehidupan sosial yang rukun dan toleran. “Banyak ilmu yang kami dapat. Terlebih, kami bisa mengenal para kepala daerah dari berbagai wilayah sehingga dapat saling berjejaring dan berbagi ilmu,” jelasnya.

“Koordinasi dan sinkronisasi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat sangat dibutuhkan untuk membangun daerah,” tambah bupati periode kedua tersebut. Pembangunan memang membutuhkan koordinasi dan sinkronisasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/ kota, dan pusat.

Hal senada disampaikan Wabup Gresik dr. Alif, yang baru bergabung dalam retret pada Kamis (27/2). Ia menyatakan bahwa pihaknya terus berkomitmen mendukung Asta Cita Presiden Prabowo, terutama dalam penciptaan lapangan kerja.

“Mas Yani sudah menerbitkan Perbup tentang perlindungan tenaga kerja lokal, sehingga perusahaan di Gresik diwajibkan mempekerjakan minimal 60 persen tenaga kerja dari warga Gresik,” tegasnya. Mantan Wakil Ketua DPRD Gresik ini juga mengajak seluruh warga untuk bersama-sama membangun Gresik. Apalagi, sebagian wilayah di Gresik terdampak bencana banjir akibat luapan Sungai Kali Lamong dan Kali Surabaya.

“Dengan kekompakan, kita bisa menyelesaikan semua persoalan. Mudah-mudahan banjir di wilayah Gresik Selatan segera surut dan warga dapat kembali beraktivitas dengan lancar,” harapnya. (yad)

Ini jadwal hari kedelapan retret di Akmil Magelang. 

Jumat, 28 Februari 2025

1. 06.30 – 07.30 WIB  : Sarapan

2. 09.00 – 11.30 WIB : Pengarahan Presiden & Penutupan

3. 14.00 WIB – selesai : Check out Kepala Daerah

Ikuti Retret di Akmil Magelang, Gus Yani Ngaku Tambah Ilmu, Jejaring Kepala Daerah untuk Nawa Karsa Gresik Baru Selengkapnya

Paslon Gus Yani – dr Alif Silaturahmi ke Tokoh Muhammadiyah, Paparkan Strategi, Pendidikan, Kesehatan hingga Kesejahteraan

GRESIK,1minute.id – Pasangan calon atau Paslon Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani – dr. Asluchul Alif melakukan silaturahmi ke jajaran pengurus dan tokoh Muhammadiyah. Sebelumnya, silaturahmi dengan warga dan tokoh Nahdlatul Ulama di 18 kecamatan di Gresik.

Pertemuan paslon nomor urut #1 dengan tokoh Muhammadiyah bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah di Jalan Bunder Asri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Selasa, 12 November 2024.

Dalam silaturahmi itu, Gus Yani – dr Alif, memaparkan program Nawa Karsa, 9 Navigasi untuk mewujudkan “Gresik Baru Lebih Maju” bila mendapatkan amanah dari warga Kota Santri-sebutan lain – Kabupaten Gresik dalam Pemilihan Bupati atau Pilbup Gresik pada Rabu, 27 November 2024.

Pada kesempatan, Gus Yani, cabup inkumben itu, lebih fokus membahas perbaikan sektor pendidikan, bantuan operasinal sekolah daerah atau BOSDA dan kesejahteraan masyarakat. “Kesejahteraan masyarakat akan menjadi prioritas kami. Akses kesehatan dan pendidikan harus mudah dan merata,” ujar Gus Yani.

Sementara itu, Cawabup dokter Alif tentang peningkatan layanan kesehatan melalui optimalisasi BPJS. Ia mengatakan, bahwa sinergi dengan Muhammadiyah akan menjadi kekuatan penting dalam implementasi program-program tersebut. “Muhammadiyah memiliki peran besar dalam mendukung pembangunan, dan kami ingin terus berkolaborasi untuk kemajuan Gresik,” ujarnya.

Pasangan calon yang diusung seluruh parlemen dan non parlemen itu  berharap dukungan dari organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah dapat memperkuat perjuangan mereka dalam membangun Gresik yang lebih sejahtera. (yad)

Paslon Gus Yani – dr Alif Silaturahmi ke Tokoh Muhammadiyah, Paparkan Strategi, Pendidikan, Kesehatan hingga Kesejahteraan Selengkapnya

3 Tahun Mengabdi Bupati dan Wabup Gresik, RS Gresik Sehati Berdiri, Kado HUT Emas Pemkab Gresik 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menggelar tasyakuran dan bakti sosial di  Rumah Sakit Gresik Sehati (RSGS) pada Senin, 26 Februari 2024. Tasyakuran berdirinya gedung pelayanan kesehatan di Gresik Selatan itu, tepatnya di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean itu rangkaian merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Pemkab Gresik dan Hari Jadi ke-537 Kota Gresik. 

HUT Pemkab Gresik diperingati setiap 27 Februari dan Hari Jadi Kota Gresik diperingati setiap 9 Maret. Dalam tasyakuran berdirinya gedung RSSG itu dihadiri oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah serta Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik dr Mukhibatul Khusnah terasa meriah dan khidmat. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, RS Gresik Sehati merupakan monumen pelayanan kesehatan bagi masyarakat Gresik. Khususnya bagi mereka yang berada di Wilayah Selatan Kabupaten Gresik. Rumah sakit ini, juga merupakan wujud nyata Nawa Karsa Bupati dan Wakil Bupati yakni Gresik Sehati. “Berdirinya rumah sakit ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Apalagi saat ini Kabupaten Gresik sudah berjalan Universal Health Coverage (UHC) 100 persen,” ungkap Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Ditambahkannya, dengan adanya komitmen memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara gratis lewat UHC, maka peran pemerintah daerah berikutnya adalah membangun akses pelayanan kesehatan yang layak bagi masyarakat.

“Rumah sakit ini menjadi harapan besar bagi masyakat khususnya di wilayah Gresik Selatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa perlu jauh ke tengah kota. Alhamdulillah, hari ini tepat 3 tahun yang lalu saya dan bu wabup dilantik, kita sudah bisa melihat bangunan RS yang megah ini berdiri,” ujarnya.

Apresiasi atas berdirinya RS Gresik Sehati ini juga datang dari Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI drg. Yuli Astuti Saripawan. Apresiasi ini lantaran berdirinya RS Gresik Sehati sejalan dengan program dari Kementerian Kesehatan yakni mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Dengan adanya RS Gresik Sehati ini, mampu mengcover setidaknya empat kecamatan di Kabupaten Gresik. Jadi masyarakat tidak bertumpuk di rumah sakit di tengah kota. Apalagi ditambah dengan adanya program UHC dan fasilitas bangunan, maka insya Allah mutu layanan bisa baik,” terangnya.

Tasyakuran dan bakti sosial pelayanan kesehatan dasar, mata, THT, kulit, serta khitan umum secara gratis di gelar di halaman RS Gresik Sehati yang  berada di Desa Slempit Kecamatan Kedamean ini. RSGS berdiri diatas lahan seluas 8.500 meter persegi dengan luas bangunan 11.570 m², yang berdiri di lahan seluas 8.500 m². Nantinya, RS Gresik Sehati ini mampu menampung kapasitas pasien dengan 100 tempat tidur. Rencananya, rumah sakit ini akan beroperasi secara penuh pada akhir 2024. (yad)

3 Tahun Mengabdi Bupati dan Wabup Gresik, RS Gresik Sehati Berdiri, Kado HUT Emas Pemkab Gresik  Selengkapnya

Ruas Jalan Sekapuk-Banyuurip Mulus, Bupati Gresik : Memperlancar Aktivitas Ekonomi Warga, Desa Wisata 

GRESIK,1minute.id – Ruas jalan Sekapuk – Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah sepanjang 6 kilometer mulus. Hasil Revitalisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik itu diresmikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani pada Selasa, 6 Februari 2024.

Peresmian ditandai dengan penanaman empat pohon tebubuya di depan lapangan Desa Banyuurip. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani 

mengatakan, peresmian ini merupakan salah satu bentuk realisasi dari program Nawa Karsa. Menurutnya, sarana infrastruktur jalan ini dapat menjadi sinergi antarkecamatan dalam meningkatkan nilai perekonomian daerah.

“Kita fokus pada jalan yang memiliki isu strategis yang memiliki daya tarik tersendiri seperti desa wisata ini. Maka butuh peranan pemerintah baik itu di tingkat kabupaten, kecamatan dan desa untuk mendorong sarana infrastruktur ini agar masyarakat sejahtera melalui wisata desa atau yang lain,” ujar Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani. 

Tujuan lain dari pembangunan jalan ini adalah meminimalisir banjir yang sering terjadi di sekitar Kecamatan Ujungpangkah. Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat agar turut serta menghijaukan dan merawat infrastruktur jalan ini. “Kita gerakkan Fatayat, Aisyiyah, dan yang lain untuk menanam pohon dan merawat jalan ini. Karena apapun yang kita tanam dan rawat hari ini, maka itulah yang akan kita tuai di masa tua,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Dhiannita Tri Astuti melaporkan, pembangunan ruas jalan yang melintasi 3 desa yakni Sekapuk, Gosari, dan Banyuurip ini, menelan anggaran dengan total Rp 42 miliar.

Model konstruksi jalan ini menggunakan aspal 2 lapis. Lapis AC-BC 6 cm dan lapis AC-WC 4 cm, serta dilengkapi dengan U-Ditch saluran di kedua sisi, dan ditanami lebih dari 300 pohon tabebuya di sepanjang jalan.

Ruas jalan ini juga menopang berbagai kegiatan pertambangan, perdagangan, dan pariwisata. Seperti yang telah diketahui, di wilayah Ujungpangkah memiliki tambang batu kapur, obyek wisata alam Setigi, Agrowisata Kebun Pak Inggi, Wisata Gosari (Wagos), dan Wisata Mangrove Banyuurip.

“Pembangunan ini sudah sesuai dengan perencanaan yang kami lakukan. Nantinya, akan kami lanjutkan dengan program perbaikan jalan antara Banyuurip, Ngembo, dan Delegan di Kecamatan Panceng,” papar Dian-panggilan-Dhiannita Tri Astuti. Tujuan paling utama dalam pembangunan jalan ini, ia melanjutkan, adalah untuk memperlancar aktivitas warga. Dan, merupakan akses ke objek wisata Pantai Dalegan di Kecamatan Panceng, dan penunjang perekonomian di Pasar Ujungpangkah. (yad)

Ruas Jalan Sekapuk-Banyuurip Mulus, Bupati Gresik : Memperlancar Aktivitas Ekonomi Warga, Desa Wisata  Selengkapnya

Hari Bhakti PUPR, Sekda Gresik Beberkan Program Nawa Karsa,  Gresik Mapan, Ini Hasilnya !

GRESIK,1minute.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Gresik menggelar apel siaga banjir serta aksi penanaman 2,2 juta pohon. Aksi peduli lingkungan itu dilakukan dalam rangka memperingati Hari Bakti ke-78 PUPR ini mengusung tema “Sigap Membangun Negeri”. 

Kegiatan digelar di Waduk Bunder belakang kantor DPUTR itu dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman pada Selasa, 5 Desember 2023.

Achmad Washil Miftachul Rachman mengatakan, upaya mewujudkan Gresik baru yang lebih mandiri, sejahtera berdaya saing dan berlandaskan akhlakul karimah. Pemkab Gresik melalui Nawa Karsa yang salah satunya diamanahkan kepada dinas PUTR adalah Gresik Mapan. “Gresik Mapan menargetkan, Gresik bebas banjir, Gresik berketahanan pangan dan Gresik transportasi terpadu,” terangnya.

Dikatakan, untuk mewujudkan Gresik bebas banjir Pemkab telah melakukan beberapa proyek prioritas berupa, normalisasi Kali Lamong dari hulu hingga hilir dimulai 2021-2023 serta anak Kali Lamong sepanjang 122,56 km. Selain itu rencana pembangunan kolam retensi di Desa Tambakberas Cerme dengan luas 9 hektare serta beberapa lokasi lainnya yang akan di bangun pada tahun depan, 2024.

“Hal ini untuk bertujuan selain untuk bangunan pengendali banjir juga direncanakan sebagai fungsi menampung suplai air yang berlimpah untuk irigasi pengairan sawah pertanian saat kemarau dalam mendukung ketahanan pangan,” jelas mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman – kini menjadi- Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Gresik itu.

Selain program ketahanan pangan, lanjut Washil, Pemkab juga melakukan kegiatan rehabilitasi dan pemeliharaan jaringan irigasi secara rutin dan berkala di hampir semua kecamatan sejak 2021 hingga 2023.

“Rehabilitasi jaringan irigasi dengan total panjang 5.357 meter. Pemeliharaan rutin dan berkala dengan panjang 36 km dengan total luas layanan 4.506 hektar,” terangnya.

Dirinya menambahkan, lumbung air Sukodono memiliki jumlah tampungan sebesar 1,67 juta meter kubik akan dimanfaatkan untuk irigasi Food Estate mangga dan holtikultura seluas 2.200 hektar. Serta air baku air bersih untuk 9 desa dengan debit 30 liter/detik.

“Disamping itu, normalisasi dan pembuatan taman Bale Purbu di Kawasan Pantai Kelurahan Lumpur. Ini untuk mempermudah akses perahu nelayan dan meningkatkan produktifitas hasil tangkapan ikan oleh nelayan,” ucapnya.

Tidak hanya itu, untuk mendukung konektifitas antarwilayah, mengurai kemacetan, dan  memperlancar mobilitas jaringan transportasi Pemkab Gresik berkomitmen untuk terus meningkatkan kondisi jalan Mantab sepanjang 512 km jalan Kabupaten dan 423 km jalan poros desa.

Selama kurun waktu 2021 – 2023 Pemkab Gresik telah melaksanakan program unggulan. Diantaranya, pembangunan/peningkatan jalan sepanjang 43,5 km dengan lebar minimal 6 meter. Kedua pemeliharaan dan rehabilitasi jalan sepanjang 84,5 km. Ketiga pembangunan jembatan 201,6 M dan pemeliharaan/rehabilitas jembatan sepanjang 310,6 meter.

“Dengan kondisi jalan yang sudah mantab diharapkan mampu mengurangi kecelakaan, mengurangi biaya dan waktu tempuh perjalanan. Yang pada akhirnya berdampak positif, pada peningkatan pertumbuhan ekonomi warga di Kabupaten Gresik,” imbuhnya.

Di tempat sama, Kepala Dinas PUTR Gresik Dhiannita Tri Astuti dalam laporannya menyampaikan, dalam memperingati Hari Bakti PUPR, Dinas PUTR telah dan akan melaksanakan beberapa kegiatan. Diantaranya, jalan sehat seluruh pegawai Dinas PUTR, apel hari bakti PU dan siaga banjir serta penanaman pohon di sejumlah tempat.

“Untuk rencana kedaruratan banjir Dinas PUTR telah menyiapkan SDM, peralatan dan material,” kata Dhiannita. Peralatan dan material terdiri dari  8 unit ekskavator standby di lokasi rawan banjir, ketersediaan bahan banjiran seperti gedek 168 biji, bongkotan 1.833 biji, bronjong 112 unit, karung 12.000 sak, jumbo bag 85 bal dan terpal 25 pcs, pompa air 4 unit, tim survei dan administrasi 27 orang serta operator dan petugas lapangan 16 orang.

Dinas PUTR akan terus berupaya mendukung terwujudnya program Nawa Karsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik yaitu Gresik Mapan menargetkan, Gresik bebas banjir, Gresik berketahanan pangan dan Gresik transportasi terpadu.

“Untuk mewujudkan 3 program utama tersebut, bidang pertanahan dan tata ruang telah melaksanakan beberapa hal. Diantaranya, penyediaan lahan untuk normalisasi Kali Lamong dan pembangunan kolam retensi. “Selain itu penyediaan lahan untuk pembangunan jalan raya deandles Manyar, jalan Kemudi – Betoyo Guci serta penyediaan lahan untuk pembangunan jembatan kacangan,” pungkasnya. (yad)

Hari Bhakti PUPR, Sekda Gresik Beberkan Program Nawa Karsa,  Gresik Mapan, Ini Hasilnya ! Selengkapnya

Nawa Karsa Award Desa SIAP, Bupati Gresik : Layanan Dasar Desa Dalam Satu Genggaman 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah desa di Kabupaten Gresik terus berbenah. Melakukan transformasi diri untuk memberikan pelayanan terbaik, mudah dan cepat untuk warga. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui salah satu program prioritas, Nawa Karsa, Gresik Akas mendorong desa memberikan pelayanan dasar administrasi kependudukan (adminduk) dalam satu genggaman. Digitalisasi layanan. 

Hasilnya?  330 desa dan 26 kelurahan se-Kabupaten Gresik telah menggunakan Sistem Informasi Administrasi Pemerintahan (SIAP). Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan,  Awarding Desa SIAP,  satu item Nawa Karsa yang ada di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Gresik melalui Gresik Akas. 

“Desa SIAP ini transformasi digital di tingkat desa,” kata Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani usai Nawa Karsa Award Desa SIAP di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik pada Senin, 28 Agustus 2023. Bupati Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Gresik Ninik Asrukin dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gresik Abu Hassan.

Desa SIAP ini, imbuhnya, adalah pelayanan dasar desa yang bisa di akses oleh warga. “Pelayanan apa pun. Informasi tentang desa juga bisa di akses melalui website desa,” tegas mantan Ketua DPRD Gresik itu. Pelayanan dalam satu genggaman ini, ada transformasi anyar di era kepemimpinan Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah ini. ” Artinya ada transformasi, dulu pemerintahan desa (pelayanan) yang secara manual. Sekarang kita dorong masuk transformssi digital,” tegas orang nomor satu di Kota Industri-sebutan Lain-Kabupaten Gresik ini. 

Nawa Karsa Award Desa SIAP ini dihadiri oleh Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom, Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftachul Rachman dan seluruh Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Gresik. “Banyak manfaatnya, baik itu pelayanan dassr surat- menyurat di tingkat desa sampai terintegrasi ke tingkat RT dan RW tidak ada kendala lagi,” tegasnya. 

Ia mencontohkan, warga membutuhkan tanda tangan ketua rukun tetangga (RT) atau Rukun Warga (RW). “Tinggal di klik input, diajukan ke website desa tersebut,” katanya. Di website desa itu, semua warga bisa melihat kebutuhan tentang desa. Seperti penerima manfaat bantuan sosial (bansos) dan sebagainya. “Semuanya tercatat disana (website),” tegasnya. 

Nah, Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) bertugas memberikan edukasi dan pendampingan dan dibantu oleh kecamatan. “Kominfo menjembatani Desa SIAP ini ditambah fitur tersebut,” tegas Fandi Akhmad Yani. (yad)

Nawa Karsa Award Desa SIAP, Bupati Gresik : Layanan Dasar Desa Dalam Satu Genggaman  Selengkapnya

Wujudkan Mimpi Pelajar Gresik Go-Internasional, Pemkab Gresik, Kadin dan HEY Sosialisasi Kuliah dan Kerja ke Jerman 

GRESIK,1minute.id – Ekspektasi pelajar dan mahasiswa Gresik untuk kuliah sambil kerja ke eropa sangat tinggi. Buktinya, peserta sosialisasi “Kuliah dan Bekerja di Jerman” yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Gresik dengan menggandeng Habibie Education Youth (HEY) di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) membludak pada Sabtu, 1 April 2023. 

Gedung berarsitektur mirip rumah Keong itu dipenuhi peserta. Mulai berasal SMA, SMK, Madrasah Aliyah maupun mahasiswa se-Kabupaten Gresik. Gebrakan baru, duet Bupati-Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah ini untuk mewujudkan mimpi pelajar Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik bisa go internasional. 

Program “Kuliah dan Bekerja” ke Jerman ini bagian dari salah program Nawa Karsa, Gresik Cerdas untuk mewujudkan Gresik baru untuk meningkatkan mutu kualitas SDM di Gresik.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani tampil bagai seorang motivator ulang. Bupati berusia 37 tahun itu  berharap kesempatan emas bisa kuliah sambil kuliah di negeri dengan kesebelasan yang dikenal dengan Tim Panser itu tidak terlewatkan begitu saja. 

“Seandainya Saya pribadi masih seusia kalian, Saya pasti tidak akan melewatkan kesempatan ini. Karena kesuksesan itu tidak akan datang begitu saja, kesuksesan butuh diperjuangkan. Kesuksesan kita raih dari konsistensi melakukan kebiasaan-kebiasaan baik,” ungkap Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani dihadapan ribuan pelajar dan mahasiswa.

Bupati millenial ini juga menyinggung perihal bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia pada 2045. Dikatakan bahwa bonus demografi bisa menjadi berkah, namun bisa juga menjadi musibah jika tidak disiapkan dengan baik.

Menghadapi bonus demografi, imbuhnya, kita harus mulai berpikir generasi muda seperti apa yang kita siapkan. Harapannya tentu saja adalah generasi muda yang produktif dan berkualitas. “Hari ini (Sabtu, 1 April 2023 Red)?Saya bisa berdiri disini merupakan hasil dari kerja keras pendahulu-pendahulu kita, oleh karenanya saya memiliki tanggung jawab untuk berjuang demi generasi yang akan datang. Salah satunya lewat kegiatan sosialisasi hari ini,” tegas Bupati berusia 37 tahun itu.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menambahkan, disamping mewujudkan SDM cerdas, program ini juga menjadi solusi dalam mengatasi angka pengangguran di Gresik.

“Angka pengangguran Gresik masih sebanyak 8%. Ini lebih tinggi sedikit dibandikan Provinsi Jawa Timur yang saat ini di angka 7,8%. Meskipun demikian, kita dari Pemkab Gresik tetap berupaya dalam menangani hal tersebut. Salah satunya dengan program Nawa Karsa Gresik Cerdas,” kata Bu Min-sapaan karib-Aminatun Habibah itu.

Bu Min juga mengatakan, dengan adanya program kuliah dan kerja di Jerman, dapat meningkatkan kemampuan akademik yang dimiliki oleh anak Gresik. Maka, Bu Min mendorong para ratusan siswa SMA sederajat yang hadir saat itu, untuk berlomba-lomba mengikuti program tersebut.

“Ini menjadi kesempatan dalam menempuh pendidikan di Eropa yang memang dipusatkan di Jerman. Nanti teknis sekolahnya mirip seperti SMK tapi lebih intens. Dengan dua hari teori dan praktek tiga hari di perusahaan sekitarnya. Bahkan kalian juga akan dibayar.” ujar Wabup perempuan pertama di Kabupaten Gresik itu.

MEMBLUDAK: Ribuan pelajar SMA sederajat mengikuti sosialisasi Kuliah dan Bekerja di Jerman di WEP Gresik pada Sabtu, 1 April 2023 ( Foto: Prokopim Gresik for 1minute.id)

Menurut Bu Min, program ini dapat berlangsung karena kondisi Jerman yang kekurangan tenaga kerja. Anak muda produktif hanya sebanyak 2% dari total masyarakat Jerman. Sehingga membutuhkan tenaga kerja potensial dari luar negeri. “Saat ini telah terbuka sekitar 20.000 kesempatan untuk bekerja di sana,” tegas Wabup berlatar pendidik itu. 

Pemkab Gresik terus berupaya menekan angka pengangguran. Sebelumnya, Pemkab Gresik menggelar Job Fair dengan membuka lowongan berjumlah 4 ribu lebih pada 53 perusahaan, dan diikuti oleh lebih dari 9 ribu pelamar kerja.

Selain itu, Pemkab Gresik telah membuka beasiswa kuliah untuk warganya. Ada pula Rumah Vokasi yang berfokus dalam pelatihan untuk berkerja, dimana Rumah Vokasi ini adalah yang pertama ada di Indonesia.

Ketua Kadin Gresik M. Choirul Rizal yang hadir mengatakan, pihaknya bersama Kadin Gresik akan selalu memberikan support terbaik dalam meningkatkan SDM Gresik. Terutama dalam mengurangi angka pengangguran yang ada.

“Gresik kota industri, tapi pengangguran tetap tinggi. Maka ini juga menjadi langkah solusi dalam mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Gresik,” ucapnya.

Pelatihan untuk persiapan program tersebut akan digelar Kadin Gresik setelah lebaran Idul Fitri. Dalam sosialisasi ini hadir juga CEO Habibie Education Youth Nana Saragih memuji gebrakan Bupati dan Wabup Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah yang mensupport program kuliah kerja ini. 

“Kalian punya bupati, wabup, dan ketua Kadin yang hebat. Karena Saya sudah keliling Indonesia dan tidak semua pemerintah daerahnya mau turun tangan dalam hal ini,” tandasnya. (yad)

Wujudkan Mimpi Pelajar Gresik Go-Internasional, Pemkab Gresik, Kadin dan HEY Sosialisasi Kuliah dan Kerja ke Jerman  Selengkapnya

Pemkab Gresik Jalin Kerjasama dengan FK Unair Surabaya dan FK UB Malang, Bupati Gresik : Wujudkan Gresik Sehati 

GRESIK,1minute.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menjalin kerjasama dengan Universitas Airlangga Surabaya dan Universitas Brawijaya (UB) Malang. Kerjasama program pendidikan dokter spesialis, penelitian dan pengabdian masyarakat dengan Fakultas Kedokteran Unair Surabaya dan Fakultas Kedokteran UB Malang itu ditangani di kantor Bupati Gresik pada Kamis, 30 Maret 2023.

Kerjasama bidang kesehatan dengan dua perguruan tinggi itu untuk mewujudkan Gresik Sehati, salah satu program Nawa Karsa Bupati- Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan kerjasama ini berkaitan dengan kondisi Gresik yang membutuhkan banyak tenaga kesehatan, utamanya dokter spesialis. Khususnya, di Kepulauan Bawean. Pasien rujukan berjarak sekitar 81 mil laut dari pusat pemerintahan kabupaten Gresik itu terlampau banyak. 

“Salah satu program Nawa Karsa kami adalah Gresik Sehati. Yang mana saat ini kita berupaya memperkuat RS Umar Mas’ud di Bawean dan membangun RSUD di wilayah Gresik selatan. Ini merupakan langkah dalam memenuhi fasilitas kesehatan untuk masyarakat,” ujar Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya.

Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani melanjutkan, kondisi RS Umar Mas’ud di Bawean yang selama ini kekosongan dokter spesialis. Sehingga, warga di Pulau Bawean (Kecamatan Sangkapura dan Tambak) dengan jumlah penduduk lebih kurang 60 ribu jiwa kesulitan dalam mengakses fasilitas kesehatan (faskes) yang ada di daratan.

“Bawean saat ini membutuhkan setidaknya lima dokter spesialis medik dasar. Yaitu,  spesialis anestesi, penyakit dalam, bedah, anak, dan Obstetri dan Ginekologi (obgyn) atau dokter kandungan. Sehingga nantinya dapat meningkatkan derajat kesehatan di sana,” ucapnya.

Untuk menunjang hal tersebut, Gus Yani mengatakan bahwa Pemkab Gresik telah mengalokasikan anggaran beasiswa khusus dokter spesialis. Pemkab Gresik akan memprioritaskan warga Bawean yang telah berstatus sebagai dokter untuk beasiswa ini.

“Hari ini kita mengalokasikan anggaran APBD untuk beasiswa dokter spesialis. Besarannya satu dokter, satu miliar rupiah dan sudah termasuk biaya hidupnya. Sasaran kami terutama memberikan kesempatan untuk anak Bawean sendiri yang statusnya sudah dokter umum. Maka setelah lulus akan kita tugaskan di RS Umar Mas’ud Bawean,” katanya.

Selain itu, Gus Yani juga mengungkapkan akan memberi insentif kepada dokter spesialis yang bekerja di Bawean. Sehingga mereka yang bertugas dapat merasa betah dan nyaman. Harapannya, dengan MoU yang dilakukan dengan FK Unair dan FK UB ini dapat membantu program kesehatan yang dicanangkan Pemkab Gresik selama ini. Kerjasama ini juga didasari kebutuhan tenaga dokter spesialis yang cukup mendesak. 

Menurut data Kementerian Kesehatan, saat ini Provinsi Jawa Timur memiliki sekitar 6.675 dokter spesialis. Jumlah ini masih kurang dari target awal sebanyak 10.994 dokter spesialis.  

“Dari RSUD yang ada di Jatim, 20 RSUD belum memiliki 7 dokter spesialis standar. Sehingga ini harus dipastikan untuk lengkap kedepannya,” ungkap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikan via zoom.

Hadir dalam agenda tersebut Rektor Universitas Brawijaya, Wakil Rektor Bidang Internasional dan Digitalisasi Universitas Airlangga, Bupati Sumenep Ahmad Fauzi yang juga menjalin kerjasama dengan FK Unair, Dekan FK Unair, Dekan FK UB, Wakil Direktur RSUD Dr. Soetomo, Direktur RS Unair, Kadinkes Jawa Timur, Kadinkes Gresik, Ketua DPRD Gresik, dan Kadinkes Sumenep. (yad)

Pemkab Gresik Jalin Kerjasama dengan FK Unair Surabaya dan FK UB Malang, Bupati Gresik : Wujudkan Gresik Sehati  Selengkapnya