PAC Sesalkan Proses Penjaringan Calon Ketua DPC PDI-Perjuangan Gresik Tidak Sesuai  Mekanisme Partai

GRESIK,1minute.id – Tahapan Konferensi Cabang (Konfercab) Dewan Pengurus Cabang PDI-P Gresik periode 2025-2030 masih bergulir. Saat ini, memasuki tahapan penjaringan calon ketua DPC PDI-Perjuangan Gresik di lapisan grassroot.

Sayangnya, proses penjaringan calon ketua partai banteng moncong putih di tingkat pengurus anak cabang (PAC) itu ditengarai menyalahi petunjuk dan pelaksanaan (juklak) DPP PDI-P.  Dalam juklak itu, rapat penjaringan calon ketua DPC di PAC harus dipimpin oleh pengurus PAC. 

“Pengurus DPC PDI-P tidak diperbolehkan cawe-cawe.Pengurus (DPC PDI-P) hanya sebagai peninjau,” kata seorang sumber 1minute.id pada Selasa, 2 September 2025.

Intervensi oknum pengurus DPC terjadi di sejumlah rapat penjaringan yang dilakukan oleh PAC. Bahkan, ada pengurus DPC yang memimpin rapat penjaringan calon ketua DPC PDI-Perjuangan. Cawe-cawe oknum pengurus DPC ini menjadikan sejumlah pengurus PAC prihatin.

Berdasarkan Peraturan Partai nomor 1 tahun 2025 tentang Pedoman Pelaksanaan Konferensi Daerah, Konferensi Cabang, Konferensi Perwakilan Luar Negeri, Musyawarah Anak Cabang, Musyawarah Ranting dan Musyawarah Anak Ranting Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, mekanisme penjaringan calon ketua DPC harus terbebas dari intervensi.

Bendahara PAC PDI-Perjuangan Panceng Idham Cholid dikonfirmasi  membenarkan ada dugaan intervensi dalam proses penjaringan calon ketua DPC PDI-PDI-Perjuangan Gresik periode 2025-2030. “Iya benar,” kata Idham dan diamini Achmad Zilham, Sekretaris PAC PDI-P Gresik pada Selasa, 2 September 2025. 

Ia menjlentrehkan, dalam penjaringan calon ketua DPC PDI-Perjuangan Gresik periode 2025-2030, pengurus DPC PDI-Perjuangan hanya sebagai peninjau. “Rapat penjaringan harus dipimpin oleh pengurus PAC,” kata Idham yang juga pengacara itu . Akan tetapi, proses penjaringan calon ketua DPC PDI-Perjuangan periode 5 tahun ke depan ada oknum pengurus DPC PDI-Perjuangan ikut cawe-cawe memimpin rapat. “Ini kan tidak sesuai mekanisme peraturan partai hasil kongres di Bali,” tegas Idham yang juga pengacara itu. 

Untuk diketahui Konferensi Cabang (Konfercab) DPC PDI-Perjuangan Gresik direncanakan pada Oktober 2025. Sedangkan, proses penjaringan nama calon ketua DPC PDI-P ditingkat PAC dilakukan mulai 26-31 Agustus 2025. Dalam penjaringan di PAC mengusulkan tiga nama pengurus DPC dan dua nama pengurus DPD PDI-Perjuangan Jawa Timur. (yad)

PAC Sesalkan Proses Penjaringan Calon Ketua DPC PDI-Perjuangan Gresik Tidak Sesuai  Mekanisme Partai Selengkapnya

Rakercabsus PDI-Perjuangan Gresik : Gus Yani-dr Alif Target Dulang Suara 86 Persen

GRESIK,1minute.id – Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan atau PDI-P Gresik menggelar Rapat Kerja Cabang Khusus atau Rakercabsus di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro atau WEP pada Ahad, 22 September 2024.

Rakercabsus itu dihadiri Calon Gubernur atau Cagub Jawa Timur Tri Rismaharini dan pasangan calon atau Paslon Bupati dan Wakil Bupati  Gresik,  Fandi Akhmad Yani-dr Asluchul Alif Maslichan. Agenda utama dalam acara itu, Pemenangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur serta Bupati dan Wakil Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani-dr Asluchul Alif Maslichan. 

Gedung olahraga indoor berada di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik, Jawa Tumur itu merah total. Karena dihadiri oleh pengurus DPC hingga Pengurus Ranting PDI-P yang semuanya memakai baju warna merah. Di rekrcabsus Gresik yang juga dihadiri Sekretaris DPD PDI-Perjuangan Jawa Timur Sri Untrari ini menargetkan suara paslon Gus Yani-dr Alif minimal 86 persen. 

Cabup Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah program bila mendapatkan amanah sebagai Bupati Gresik periode 2024-2029. Program tersebut antara lain, bidang kesehatan, pendidikan,  infrastruktur, ketenagakerjaan dan UMKM. “Program ini akan segera disosialisasikan kepada masyarakat,” kata Gus Yani usai konfercabsus kepada wartawan pada Ahad, 22 September 2024. 

Gus Yani yang juga Bupati Gresik itu didampingi Cawabup dr Alif, Ketua DPC PDI-P Gresik Mujid Riduan menegaskan sosialisasi akan masif dilakukan untuk mengenalkan program kepada para pemilih. “Kami optimistis Gresik bisa semakin lebih baik,” tegas Gus Yani. 

Pada kesempatan itu,  Gus Yani dan dokter Alif berharap dalam pengundian nomor urut yang akan dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum atau KPU Gresik bisa mendapatkan nomor satu. “Tentu kami berharap nomor satu,” katanya. 

Sementara itu, Ketua DPC PDI-Perjuangan Gresik Mujid Riduan mengatakan, dalam Pilbup Gresik pada 27 November 2024 nanti, pihaknya menarget menang dengan perolehan suara 86 persen. “Kami solid, bisa meraih target tersebut,” tegas Mujid.

Terkait adanya dugaan oknum partai yang mbalelo ikut mengkampanyekan kotak kosong, Mujid mengaku telah memanggil dan meminta klarifikasi oknum kader partai itu. “Dan,  Alhamdulillah sudah kembali ke jalan yang benar. Memenangkan Gus Yani dan dokter Alif,” katanya. 

Rakercabsus ini dilakukan untuk penguatan dan sosialisasi pemenangan Pilgub Jatim dan Pilbup Gresik “Kami instruksikan seluruh kader PDI-Perjuangan untuk terus mengawal hingga kemenangan. Target kami minimal 86 persen,” tegas Mujid.  

Setelah kegiatan ini, seluruh kader PDI Perjuangan wajib turun ke bawah melakukan sosialisasi Pasangan Calon (Paslon).  “Bukan hanya sosialisasi Gus Yani – Mas Alif, tetapi juga mensosialisasikan Bu Risma – Gus Hanz. Kami akan sampaikan ke masyarakat bagaimana sepak terjang Bu Risma saat menjabat Walikota Surabaya,” terangnya. (yad) 

Rakercabsus PDI-Perjuangan Gresik : Gus Yani-dr Alif Target Dulang Suara 86 Persen Selengkapnya