Pol PP Gresik Gelar Operasi “Sayang”, Ciduk 11 PNS dan 2 Pelajar Mokong

GRESIK,1minute.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Gresik menggelar operasi “Sayang” PNS dan Pelajar yang keluyuram pada jam kerja dan sekolah pada Rabu, 5 Agustus 2026. Dalam operasi itu, aparat penegak peraturan daerah (Perda) itu “menciduk” sebelas aparatur sipil negara (ASN) serta dua pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). 

Mereka tertangkap basah sedang ngopi pada jam kerja. Mereka ditengarai melanggar disiplin pegawai dan bolos sekolah. Inspeksi mendadak (sidak)  penegakan disiplin pegawai dan pelajar dimulai pukul 10.30 WIB. Jam istirahat kantor pukul 12.00 WIB. 

Sejumlah petugas Pol PP Gresik memakai baju putih dan bawahan hitam melakukan penyisiran sejumlah warung kopi dan warung makan. Bahkan, kantin dalam kompleks Kantor Bupati Gresik pun dilakukan penyisiran. 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gresik Agustin Halomoan Sinaga mengatakan, sidak ini untuk mendisplinkan pegawai dan pelajar. “Sidak ini akan terus kami lakukan agar ada efek jera bagi pegawai dan pelajar yang tidak disiplin pada jam kerja,” tegas Sinaga pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Dalam operasi ini, katanya, pihaknya “mengamankan” sebelas PNS dan dua pelajar. “Pegawai yang berada diwarung kopi atau warung makan dilakukan pendataan serta disampaikan kepada OPD masing-masing secara tertulis untuk dilakukan pembinaan serta tembusan kepada BKPSDM Kabupaten Gresik dan Inspektorat Kabupaten Gresik,” ujarnya.  Sedangkan pelajar yang berada di warung kopi saat jam pelajaran, ia melanjutkan, dilakukan pembinaan di Kantor Satpol PP Gresik.  (yad)

Editor : Chusnul Cahyadi 

Pol PP Gresik Gelar Operasi “Sayang”, Ciduk 11 PNS dan 2 Pelajar Mokong Selengkapnya

Tiga Saksi Perundungan Pelajar Diperiksa Polisi

GRESIK,1minute.id – Perban warna putih itu masih “menyelimuti” kelopak mata bagian kiri pelajar sekolah menengah pertama di Kecamatan Driyorejo, Gresik. Kelopak mata bagian kiri pelajar kelas VIII itu mengalami luka robek dan lebam akibat perundungan yang mengarah kekerasan fisik dilakukan oleh sekelompok orang. 

Terduga pelaku perundungan adalah para senior korban di sekolah. Aksi brutal dilakukan sejumlah pelajar itu ditandatangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik setelah pihak keluarga korban melaporkan ke Polres Gresik. Penyidik PPA telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. 

“Sudah tiga saksi yang kami mintai keterangan. Antara lain saksi korban dan orang tua korban,”kata Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro melalui Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik Ipda Happy.

Informasi yang dihimpun perundungan atawa bullying kepada korban berinisial MI terjadi sekitar pukul 09.00 pada Senin lalu, 17 Januari 2022. Saat itu, jam istrahat sekolah. Korban MI didatangi kakak kelas berinisial AR. Korban diajak oleh terduga ke samping sekolah. Di lokasi tidak jauh dari sekolah itu sudah berkumpul 6-8 anak lainnya. Korban lalu dikeroyok tanpa mengetahui penyebabnya. Pelaku menendang, memukul korban hingga nyaris kelenger.  Setelah puas, para pelaku meninggalkan korban sendirian yang mengerang kesakitan. (yad)

Tiga Saksi Perundungan Pelajar Diperiksa Polisi Selengkapnya

Serbuan Vaksinasi Sasar Pelajar, Penyandang Disabilitas hingga Diatas Perahu Nelayan

GRESIK,1minute.id – Serbuan vaksin terus dilakukan oleh Satgas Covid-19 Gresik. Meski,  herd immunity sebesar 70 persen telah tercapai.  Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik pun masuk zona kuning. Hari ini, Jumat, 15 Oktober 2021, serbuan vaksin dilakukan untuk pelajar SMP 4 Muhammadiyah Kebomas, penyandang disabilitas dan vaksin untuk nelayan di Kecamatan Manyar. 

Serbuan vaksinasi untuk pelajar dan disabilitas dihadiri oleh Kapolres Gresik AKBP Muchamad Nur Azis dan Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail. Sedangkan, vaksinasi untuk nelayan diatas perahu dipimpin Satgas Covid-19 Kecamatan Manyar. 

Ratusan vaksin disuntikkan kepada ribuan pelajar dan nelayan. Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis mengatakan serbuan vaksinasi Covid-19 guna mendorong percepatan terbentuknya herd Immunity atau kekebalan komunal.

“Angka penyebaran Covid-19 sudah mengalami penurunan menuju level 3. Kita patut bersyukur namun kami ingatkan harus selalu melaksanakan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, ini adalah yang terpenting bisa melindungi kita dari terpaparnya Covid-19 sehingga kasus sudah turun,”kata alumnus Akpol 2002 itu.

Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail memberikan  apresiasi dan berterima kasih serta rasa bangganya kepada masyarakat Gresik karena antusias untuk mengikuti kegiatan vaksinasi sangat luar biasa.  “Terima kasih atas kerjasamanya TNI, Polri, pemerintah daerah, Dinkes dan relawan. Saya dapat laporan dari pimpinan pusat juga bahwa banyak relawan yang ikut dalam pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Gresik, terima kasih atas kerjasamanya,”kata Taufik Ismail. 

Sementara itu, vaksinasi untuk nelayan dilakukan oleh petugas diatas perahu. Satgas Covid-19 Kecamatan Manyar bersama vaksinator menyusuri jalan setapak area tambak menuju dermaga nelayan. Ada dua dermaga yang didatangi oleh petugas Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Nakes Puskesmas Manyar yakni Kalimireng dan Leran, Kecamatan Manyar. 

Untuk vaksinasi nelayan ini, petugas memberikan sepaket sembako berisikan 2 kilogram beras, minyak goreng satu liter, gula pasir satu kilogram, teh celup dan biskuit. Kepala Desa Leran Abdul Manan mengapresiasi kegiatan vaksinasi diatas perahu nelayan tersebut. “Atas nama pemerintahan Desa Leran kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolsek Manyar, Puskesmas Manyar, Koramil Manyar dan Kecamatan Manyar. Atas pemberian dosis vaksin dan paket sembako kepada nelayan.” katanya. (yad)

Serbuan Vaksinasi Sasar Pelajar, Penyandang Disabilitas hingga Diatas Perahu Nelayan Selengkapnya