Layanan OPD di Pemkab Gresik Kini Dipantau Warga, Bupati Gresik Teken Sukma-e 

GRESIK,1minute.id – Kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gresik bakal semakin diawasi masyarakat. Pelayanan harus semakin baik. Sebab, Pemkab Gresik telah menandatangani komitmen dan penerapan replikasi inovasi pelayanan publik Survei Kepuasan Masyarakat Elektronik Jawa Timur (SuKMa-e Jatim) pada Senin, 11 Juli 2022.

Penandatanganan komitmen replikasi dan penerapan inovasi pelayanan publik SuKMa-e tersebut dilakukan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Biro Organisasi Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur Ramliyanto disaksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftahul Rahman di ruang rapat Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik di Jalan DR Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas Gresik. 

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Inovasi SuKMa-e Jatim merupakan sebuah Aplikasi guna memudahkan dalam mengukur tingkat kepuasan terhadap pelayanan publik di suatu Pemerintah Daerah. “Dengan aplikasi ini diharapkan masyarakat lebih mudah menyampaikan penilaiannya saran dan kritik,” ujar Bupati Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya 

“Semakin canggihnya teknologi di era milenial saat ini menuntut kita untuk mampu mengikuti permintaan masyarakat yang cepat, efektif dan efisien dalam hal pelayanan publik,”tambahnya.

Dengan memanfaatkan penerapan Aplikasi SuKMa-e Jatim ini, seluruh unit pelayanan publik di perangkat daerah se-Kabupaten Gresik dapat dinilai oleh masyarakat secara langsung. “Saran dan masukan dari masyarakat tersebut menjadi bahan evaluasi kita sebagai pemberi pelayanan,”ungkapnya.

“Dengan adanya penerapan Aplikasi SuKMa-e Jati di Pemerintah Kabupaten Gresik merupakan salah satu bentuk komitmen kami dalam rangka upaya peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat,”imbuh mantan Ketua DPRD Gresik itu. 

Bupati berharap melalui Aplikasi SuKMa-e Jatim mampu memberikan layanan yang cepat, efisien dan efektif yang diinginkan masyarakat saat ini. Sehingga kualitas pelayanan publik di Kabupaten Gresik semakin meningkat seiring meningkatnya nilai atau indeks kepuasan masyarakat,”tuturnya.

SURVEI KEPUASAN: Indeks kepuasan masyarakat dalam survei melalui sukma-e . (FOTO: Skrenshot/1minute.id)

Sebelumnya Biro Organisasi Pemprov Jatim Ramliyanto mengatakan, sebuah aplikasi sederhana namun mempunyai kelebihan dimana aplikasi berbasis IT tersebut mengetahui indeks kepuasan masyarakat sehingga langkah-langkah peningkatan kualitas pelayanan publik dapat ditingkatkan mengikuti kecepatan tuntutan aspirasi masyarakat.

“Aplikasi ini mudah dilakukan, ketika masyarakat dibutuhkan responnya dalam pelayanan publik untuk mengukur nilai kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik pemerintah daerah secara praktis,”katanya. “Selain praktis dan mudah, hasil yang didapat juga akuntabel dan laporannya bisa real time,”tambahnya.

Bagaimana cara masyarakat memberikan penilaian tingkat kepuasan pelayanan kepada masyarakat. Dalam pengamatan 1minute.id masyarakat harus login terlebih dulu di sukma.jatimprov.go.id. Setelah itu, memilih Kabupaten/kota. Berikutnya, pilih dinas/instalasi. Selanjutnya, pilih UPT/bagian. (yad)

Layanan OPD di Pemkab Gresik Kini Dipantau Warga, Bupati Gresik Teken Sukma-e  Selengkapnya

10 Jenis Pelayanan Di Kantor Kecamatan Gresik Dibuka Sampai Jam 8 Malam

GRESIK,1minute.id – Terobosan baru bidang pelayanan diluncurkan oleh Agung Endro Dwi Setyo Utomo. Camat Gresik itu melaunching 10 bidang pelayanan hingga pukul 20.00. Pelayanan hingga malam hari itu diberlakukan mulai hari ini, Senin, 7 Maret 2022. Kado bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menjalang Hari Jadi ke-535 Kota Gresik diperingati setiap 9 Maret itu.

Sepuluh jenis pelayanan itu, adalah Dispensasi Nikah ; Rekomendasi Subsidi Listrik ; Administrasi pelayanan kependudukan (adminduk) ;  Pelayanan PBB dan Pelayanan bantuan sosial (rekomendasi). Kemudian, Surat Keterangan Tidak Mampu ; Rekomendasi izin Keramaian ; dan Surat Pernyataan Ahli Waris. Berikutnya, Rekomendasi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) ;  Penerbitan Izin Usaha Mikro ; serta Surat Keterangan Domisili Usaha.

“Semua pelayanan bila kelengkapan lengkap 15 menit sampai dengan 30 menit selesai,”ujar Camat Gresik Agung Endro Dwi Setyo Utomo pada Senin, 7 Maret 2022. Pelayanan adminduk yang dilayani antara lain kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) , kartu keluarga (KK),  Akta Kelahiran dan Perubahan status (pindah).

Agung mengatakan, terobosan baru dalam pelayanan ini untuk mempermudah kepada masyarakat. Sebab, hasil kajian yang dilakukan Kota Gresik ini padat penduduk. Ada sebanyak 81.494 jiwa. “Mayoritas mereka ada bekerja,”katanya.  Sebelumnya pelayanan sampai pukul 20.00, pihaknya telah memperlakukan pelayanan tanpa jam istirahat kantor yakni pukul 12.00 WIB sampai 13.00 WIB. Pelayanan tanpa istirahat biasa digunakan masyarakat yang bekerja kantor atau pabrik untuk menguras keperluan. 

“Dari situ, pelayanan satu hari saja belum tentu sampai ke kecamatan. Karena proses di Desa atau kelurahan. Karena itu, Kita membuka malam sehingga orang pulang kerja kita tetap bisa memberikan pelayanan,”tegas mantan Camat Tambak, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik itu. Agung berharap pelayanan di Kecamatan Gresik buka hingga jam 8 malam ini bisa membantu mempermudah masyarakat. “Kita berlakukan mulai hari ini (Senin),”tegasnya. (yad)

10 Jenis Pelayanan Di Kantor Kecamatan Gresik Dibuka Sampai Jam 8 Malam Selengkapnya

Wabup Gresik Sidak Pelayanan Publik, Ini Hasilnya

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah melakukan inspeksi memdadak (sidak) di tiga kantor pelayanan publik  di Kecamatan Dukun, Gresik pada Rabu, 24 Maret 2021.

Kantor pelayanan administrasi kependudukan, Puskesmas Mentaras dan Kantor Desa Mojopetung. Sidak ini untuk memastikan pelaksanaan program “Lahir Pulang Bawa Akta”. Program ini di launching pada Senin, 22 Maret 2021.

Program kalaborasi antara Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik. Setiap ibu yang baru melahirkan, ketika pulang sudah membawa akta kelahiran bagi si buah hatinya di 21 rumah sakit dan 32 puskesmas di Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik ini.

Nah, tadi pagi sekitar pukuln07.45 Wabup Gresik Aminatun Habibah mendatangi ruang layanan administrasi pencatatan kependudukan di Kantor Kecamatan Dukun. Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah celingukan ke kanan dan kiri.

Bu Min mencari petugas layanan tapi tidak menemukan petugas dari disdukcapil. “Tadi cuma ada pegawai kecamatan yang sifatnya diperbantukan. Seharusnya pegawai Disdukcapil tetap standby sesuai jam kerja. Sehingga masyarakat yang ingin mengurus KK, KTP atau catatan sipil lainnya bisa terlayani dengan baik,”ujar Bu Min pada Rabu, 24 Maret 2021. 

Bu Min pun menyayangkan atas ketidakhadiran pegawai Disdukcapil di ruang layanan tersebut. Apalagi, layanan administrasi kependudukan di Kecamatan Dukun ini satu-satunya kecamatan di wilayah Pantura yang memiliki support cetak e-KTP.

“Apapun alasannya, jangan sampai pegawai yang bertugas melayani cetak e-KTP maupun catatan sipil lainnya meninggalkan tempat saat jam kerja. Kasihan masyarakat yang sudah jauh-jauh datang ternyata tidak terlayani,” ungkapnya.

Berikutnya, Bu Min menuju kantor  UPT Puskesmas Mentaras. Bu Min mendengar adanya keluhan masyarakat terkait kurang ramahnya petugas resepsionis terhadap pasien. Tak hanya itu, dia juga menemukan adanya data yang tidak sinkron terkait jumlah kasus stunting atau kekurangan gizi anak.

“Waktu saya tanya data kasus stunting di wilayah kerja Puskesmas Mentaras, Kepala UPT-nya bilang cuma ada 7. Yakni 5 di Desa Lowayu dan 2 di Tirem. Setelah saya cek lagi ternyata data yang tercatat ada 172 kasus,” ucapnya.

Dia pun menghimbau agar pelayanan di UPT Puskesmas Mentaras lebih ditingkatkan. Salah satunya dengan tetap bersikap ramah kepada masyarakat atau pasien yang membutuhkan pelayanan medis.

“Tadi kami juga mampir ke Kantor Desa Mojopetung. Ternyata layanan di ruang Polindesnya tidak ada petugas medis satupun. Harusnya ada yang standby di situ,” imbuh perempuan berhijab itu. (*)

Wabup Gresik Sidak Pelayanan Publik, Ini Hasilnya Selengkapnya
Penghargaaan

Polres Gresik Hattrick Sabet Penghargaan Pelayanan Publik dari Kemenpan RB


GRESIK,1minute.id – Kerja keras Polres Gresik memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat diganjar penghargaan oleh Kementerian  Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Hebatnya lagi, penghargaan pelayanan publik itu disabet secara hattrick. 

Mulai 2018 dan 2019  kategori sangat baik (A-). Sedangkan, 2020 penghargaan kali ketiga, Polres Gresik dibawah pimpinan AKPB Arief Fitrianto itu meraih predikat Pelayanan Prima (A), kategori tertinggi se-Indonesia. Kemenpan RB menilai, dari sekian banyak Polres, Polresta, Polrestabes, Polres Metro di seluruh Indonesia, Polres Gresik merupakan yang terbaik.

Penghargaan Pelayanan Prima diberikan langsung oleh Menpan RB Tjahjo Kumolo kepada Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto di Ruppatama Mabes Polri pada Selasa, 16 Februari 2021. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Kapolres Gresik bersama sebelas Kapolres lainnya mendapatkan arahan dari Wakil Presiden K.H Ma’ruf Amin.

Pelayanan Prima
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto bersama para penerima Reward Pelayanan Publik dari Kemenpan RB di Mabes Polri pada Selasa, 16 Februari 2021 ( foto : Humas Polres Gresik)

“Penilaian ini penting dilakukan untuk mewujudkan Polri yang Presisi. Perkembangan dunia yang cepat menuntut peran Polri untuk lebih cepat, dalam hal perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat,”kata Wapres KH Ma’ruf Amin dalam rilis dari Sub Bagian Humas Polres Gresik pada Selasa, 16 Februari 2021.

Terkait penghargaan itu, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Kemenpan-RB yang telah melakukan pemantauan dan evaluasi atas kinerja pelayanan publik khususnya di internal Kepolisian. “Kami terus berusaha meningkatkan pelayanan publik yang prima dengan memanfaatkan teknologi informasi dan kemajuan digital, sehingga pelayanan publik betul-betul pelayanan apa yang diharapkan masyarakat khususnya memangkas birokrasi,”ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, penghargaan Pelayanan Prima dari Kemenpan RB ini merupakan sebuah perjuangan Polres Gresik dalam memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Kabupaten Gresik.

“Alhamdulillah, hari ini kita mendapat penghargaan dari Kemenpan RB sebagai Role model penyelenggaraan pelayanan publik lingkup Polres, Polresta, Polrestabes, Polres Metro kategori “Pelayanan Prima” tahun 2020,”kata alumnus Akpol 2001 ini. “Semoga reward ini menjadi penyemangat seluruh anggota Polres Gresik untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,”imbuh AKBP Arief Fitrianto. (*)

Polres Gresik Hattrick Sabet Penghargaan Pelayanan Publik dari Kemenpan RB Selengkapnya