DPRD Gresik Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi, Bebaskan Retribusi Pedagang Pasar Dan Kucurkan Bantuan Modal Usaha


GRESIK,1minute.id – DPRD Gresik mendesak eksekutif untuk melakukan percepatan pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19. Ada dua metoda percepatan pemulihan ekonomi masyarakat setelah masa pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19) yang telah disepakati antara legislatif dengan eksekusi.

Dua strategi itu adalah pemberian stimulus fiskal dan non fiskal kepada masyarakat terdampak Covid-19. Khusus pelaku usaha mikro dan kecil (UMKM) di Kabupaten Gresik. Salah satu stimulan itu berupa pembebasan retribusi semua pedagang di pasar tradisional. 

Menurut Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik telah berhasil mengendalikan persebaran Covid-19. Namun, eksekutif tidak boleh berleha-leha. Sebab, dampak pascapandemi masih dirasakan oleh masyarakat. DPRD Gresik mendorong eksekutif untuk melakukan percepatan pemulihan ekonomi setelah masa pandemi Covid-19.

“Kita minta (eksekutif) fokus penanganan yang terdampak ikutan Covid-19,”kata Abdul Qodir didampingi Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim dan Ketua Komisi II DPRD Gresik Asroin Widyana dalam jumpa pers di ruang komisi II DPRD Gresik pada Senin, 21 Maret 2022.

Untuk anggaran yang dialokasikan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, imbuh Qodir, harus dimaksimalkan untuk percepatan vaksinasi. “Hari ini (Senin) vaksinasi hampir 80 persen. Harapan, kami (DPRD Gresik,Red) tidak  terlalu lama vaksinasi sudah bisa 100 persen umum, anak dan lansia,”kata Qodir yang juga Ketua DPC PKB Gresik itu. 

Selain itu serbuan vaksinasi semakin masif dilakukan, legislator asal Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik itu, meminta eksekutif untuk membebaskan para pedagang di pasar tradisional dari semua pajak daerah dan retribusi pasar. Qodir mengatakan parlemen berkantor di Jalan K.H.Wachid Hasyim, Gresik telah memberikan persetujuan dan kelonggaran Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik tidak menyetorkan pendapatan asli daerah (PAD) kepada Pemkab Gresik sejak 2020. 

Meski Diskoperindag adalah salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil karena melakukan penarikan retribusi kepada pedagang pasar tradisional. Pembebasan semua retribusi bagi semua pedagang di pasar tradisional tidak mempengaruhi target yang dipatok oleh eksekutif untuk merealisasikan target PAD 2022 sebesar Rp 1,2 triliun.

“Karena kami di legislatif sepakat PAD di Diskoperindag tidak masuk target,”tegas politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) asal Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik itu. Diskoperindag, lanjutnya,  harus melakukan percepatan pelaksanaan program pemberian stimulus kepada seluruh pedagang pasar tradisional di Gresik. 
Dari seluruh dari program yang direncanakan dalam percepatan pemulihan ekonomi segera melakukan akselerasi, percepatan pelaksanaan program tersebut.

“Teman-teman komisi II akan melakukan hearing  untuk melakukan percepatan program itu,”tegas Abdul Qodir. 
Selain pembebasan retribusi pasar, Abdul Qodir juga meminta Bank Gresik turut serta melakukan percepatan pemulihan ekonomi dengan pemberian modal usaha kepada pelaku UMKM dan pedagang pasar.

“Pinjaman modal sudah disepakati harus diumumkan kepada masyarakat. Sehingga bisa mudah di akses pelaku usaha untuk pemulihan ekonomi,”katanya. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim menambahkan, pemerintah harus lebih banyak hadir di tengah-tengah masyarakat. (yad) 

DPRD Gresik Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi, Bebaskan Retribusi Pedagang Pasar Dan Kucurkan Bantuan Modal Usaha Selengkapnya

Wabup Optimistis Pemuda Gresik Inovatif, Adaptif untuk Mempercepat Pemulihan Ekonomi

GRESIK,1minute.id – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah optimistis pemuda Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik memiliki kreativitas yang tinggi, mandiri dan kemampuan dalam berinovasi untuk mempercepat pemulihan ekonomi paska pandemi Covid-19. 

“Kita berharap Indonesia, Jawa Timur khususnya Kabupaten Gresik mampu bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Hal ini tak lepas dari peran pemuda untuk mampu menjawab tantangan yang semakin kompleks. Terutama dalam menggerakkan pertumbuhan dan pemulihan ekonomi di tengah Pandemi Covid-19 yang saat ini masih melanda,”kata Wabup Aminatun Habibah dalam sambutannya saat menjadi pimpinan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 93 di halaman kantor  Kantor Bupati Gresik pada Kamis, 28 Oktober 2021. 

Bu Min-sapaan-Aminatun Habibah menambahkan pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam pemulihan ekonomi karena mampu beradaptasi ditengah situasi pandemi Covid-10 yang belum usai.
“Pemuda sebagai salah satu komponen penggerak bangsa juga memiliki kapasitas serta mampu bertahan dan unggul dalam menyongsong masa depan yang lebih baik,”katanya. Ia mencontohkan perusahaan rintisan,Startup. 

“Dibidang teknologi startup yang saat ini banyak digandrungi generasi milenial. Hal ini mampu menjadi faktor dalam pemulihan ekonomi masyarakat,”katanya. 
“Dengan terbiasa dan terlatih dengan situasi seperti saat ini, akan melahirkan generasi muda yang survive dan tangguh serta menjadi generasi yang lebih maju di masa mendatang,”harap Bu Min (yad)

Wabup Optimistis Pemuda Gresik Inovatif, Adaptif untuk Mempercepat Pemulihan Ekonomi Selengkapnya

Turun Level 3, Bupati Mulai Melakukan Pemulihan Ekonomi, Implementasikan Program Nawa Karsa

GRESIK,1minute.id – Kerja keraspemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik dan semua stakeholder berbuah penurunan zona dari merah ke zona oranye. Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diperpanjang hingga 30 Agustus 2021, 

Kota Santri bersama Kota Surabaya dan Sidoarjo dikenal dengan sebutan Surabaya Raya memasuki level-3.
Penurunan level itu membuat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bergerak cepat mengambil momentum untuk pemulihan ekonomi masyarakat. Gus Yani-sapaan akrab-Bupati Fandi Akhmad Yani melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Poedak Galery Gresik pada Selasa, 24 Agustus2021.  Pusat kuliner dan penjualan oleh-oleh berlokasi di Jalan Pahlawan, Gresik.  

Poedak Galery Gresik itu menempati lahan bekas terminal untuk para wisatawan relegi, Maulana Malik Ibrahim itu sudah lebih setahun tutup karena merebaknya wabah coronavirus disease 2019.
Gus Yani didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiaji, Kepala Diskoperindag Agus Budiyono, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gresik Ida Lailatus Sa’diyah.

Gus Yani langsung menuju lantai dua tempat lapak kuliner. Kemudian, turun melihat kondisi tempat galery para UMKM. Tidak lebih 10 menit Gus Yani berada Poedak Galery Gresik itu.

Gus Yani menyatakan, Pemkab Gresik tidak boleh telat mengambil momentum penurunan level 3 ini. “Alhamdulillah Surabaya Raya terutama Gresik turun level 3. Sudah saatnya mencuri start untuk pemulihan ekonomi,”ujar mantan Ketua DPRD Gresik itu. Sebab, penurunan level di Surabaya Raya diperbolehkan memulai melakukan pemulihan ekonomi.

Pemulihan ekonomi tetap dibarengi dengan serbuan vaksinasi masal sehingga kasus konfirmasi terus menurun. Kini, saatnya memikirkan terkait pemulihan ekonomi terutama sektor-sektor UMKM yang terus di dorong dan back up. “Program Nawa Karsa, 3B (bela,  beli dan bagi) harus diaplikasikan ditengah pandemi Covid-19,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Diskoperindag Gresik Agus Budiyono mengatakan, pihaknya segera melakukan rapat untuk melakukan reaktivasi Poedak Galery Gresik ini. “Kamis lusa, kami akan rapatkan dulu,”kata Agus Budiyono. Poedak Galery Gresik dibagi menjadi dua bagian.  Lantai untuk kuliner terdapat 12 lapak. Sedangkan, lantai dasar untuk galeri UMKM. “Poedak Galery Gresik akan buka mulai pukul 10 pagi sampai 10 malam,”tegas Agus Budiyono. (yad)

Turun Level 3, Bupati Mulai Melakukan Pemulihan Ekonomi, Implementasikan Program Nawa Karsa Selengkapnya