Mencegah PMK Meluas Babinsa dan Petugas Gabungan di Driyorejo Perketat Perbatasan 

GRESIK,1minute.id – Hari Raya Idul Adha 1443 H kurang hitungan jari. Kementerian Agama (Kemenag) RI menetapkan Idul Adha pada Ahad, 10 Juli 2022. Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Gresik belum berakhir.  

Untuk mencegah persebaran wabah PMK di wilayah hukum Kota Santri-sebutan lain-Kabupaten Gresik, petugas gabungan TNI-Polri memperketat penjaga setiap perbatasan Gresik. Diantaranya, dilakukan petugas gabungan dari TNI, Polri dan petugas UPT Dinas Pertanian (Dispertan) Driyorejo melakukan pemeriksaan setiap truk pengangkut hewan. Hewan kurban dari luar Gresik. Di perbatasan Driyorejo-Krian-Mojokerto.

Penjaga dilakukan di Simpang empat Legundi di Kecamatan Driyorejo pada Selasa, 5 Juli 2022. Kegiatan penyekatan dengan tujuan untuk memastikan tidak adanya truk yang akan masuk maupun keluar Gresik dengan membawa hewan ternak, dikarenakan kondisi Gresik masih tergolong zona merah penyakit PMK.

Dilokasi tersebut nampak Serda Sugeng, anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 0817/01 Driyorejo saat mendampingi petugas Polsek Driyorejo yang dipimpin oleh Kompol Zunaedi dan lain ketika memberhentikan beberapa truk yang tertutup terpal, yang diindikasi akan mengirim hewan ternak masuk ke Gresik. Bagaimana hasilnya? Petugas gabungan lega. 

“Sejauh ini beberapa truk yang diberhentikan petugas dan dilakukan pengecekan tidak ada yang megirimkan hewan ternak misalnya, sapi, kambing maupun kerbau, jadi truk tersebut kami persilahkan untuk melanjutkan jalan,”kata Serda Sugeng pada Selasa, 5 Juli 2022.

“Tetapi kalau sampai ada yang mengangkut hewan ternak, akan kami pastikan kondisi kesehatan hewan ternak tersebut, dan sopir harus bisa menunjukkan surat kesehatan hewan yang dibawa minimal dari dokter hewan,”imbuhnya. 

Serda Sugeng menambahkan upaya penyekatan dilakukan agar tidak ada hewan ternak yang tepapar PMK masuk ke Kabupaten Gresik. Kasus hewan terpapar PMK di Gresik cukup tinggi dan tembus diangka 4.000 ekor. “Mayoritas semuanya adalah sapi, jadi kami ingin menekan penyebaran PMK agar tidak semakin larut dan peternak di Gresik dapat menjual hasil ternaknya dalam kondisi sehat dan tidak terpapar,”sambungnya. (yad)

Mencegah PMK Meluas Babinsa dan Petugas Gabungan di Driyorejo Perketat Perbatasan  Selengkapnya

Sayangi Orang Tua, Jangan Mudik, Petugas Perketat Perbatasan


GRESIK,1minute.id – Pengamanan perbatasan semakin diperketat. Petugas gabungan memelototi kendaraan luar Kota yang masuk ke Kota Santri-sebutan-Kabupaten Gresik. Antara lain, exit Tol Manyar.

Perwira pengendali Pos Pengamanan (Pospam) Exit Tol Manyar Ipda Ekwan Hudin, terlihat memimpin penyekatan di Exit Tol Manyar pada Jumat, 7 Mei 2021.  Petugas gabungan dari TNI-POLRI, Dinkes, Sat Pol PP dan Dishub memeriksa pengemudi kendaraan ber plat  di luar W (Gresik) diminta menunjukkan surat keterangan kerja. 

Apabila tidak dapat menunjukkan keterangan tujuan yang urgent akan diputarbalikkan ke arah keberangkatan. Pembatasan mobilitas masyarakat ini tertuang dalam Addendum Suart Edaran Satuan Tugas (SE Satgas) Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021.

“Sayangi orang tua dan keluarga di kampung halaman dengan tidak mudik lebaran tahun ini. Tahan rindu demi kesehatan orang tua,” ungkap Kapolsek Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana mewakili Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto pada Jumat, 7 Mei 2021.

Sebelumnya pihaknya telah wanti-wanti akan lonjakan kasus Covid di masa liburan lebaran 2021. Jangan sampai terjadi ledakan tsunami kesehatan megancam jiwa.

Masyarakat pun diminta tidak jenuh menerapkan protokol kesehatan. Jangan lali, karena pagebluk corona masih ada disekitar kita. “Tahan rindu tidak mudik demi kebaikan bersama,”pungkas alumnus Akpol 2013 ini. (yad)

Sayangi Orang Tua, Jangan Mudik, Petugas Perketat Perbatasan Selengkapnya